• Tidak ada hasil yang ditemukan

V Peraturan Permainan

Dalam dokumen Buku Softball dan Baseball (Halaman 41-48)

c. Belum sampai di base I, sedang base I ini telah dibakar.

d. Dia tidak menginjak base yang dilewati.

e. Dia menghindar agar tidak disentuh bola, sehingga menyimpang lebih dari satu meter di luar garis antara kedua base.

f. Dapat ditik sewaktu-waktu dan dimana saja, asal dia tidak menginjak base.

g. Membuat ”infield fly”.

h. Membuat ”bunting” pada pukulan ketiga, sehingga hasilnya adalah ”pukulan salah”.

i. Pada ”lari keharusan” belum sampai di base yang dituju dan base ini telah dibakar atau dia ditik di perjalanan.

j. Langsung kena bola yang dipukul temannya.

7. Pitcher: Sebelum pitcher melambungkan bola, dia harus memenuhi tiga syarat yaitu:

a. Menginjak pitcher’s plate (dari persiapan melambung, sampai bola dari tangan).

b. Menghadap ke home-base (base IV).

c. Menyentuhkan bola ke tangan yang lain.

d. Pitcher hanya boleh melempar salah (membuat “ball”) empat kali. Setelah empat kali ”ball”, pemukul mendapat

”free walk”.

8. Lambungan yang betul, yaitu jika bola lewat tepat di atas base IV dan tingginya antara lutut dan bahu si pemukul saat berdiri tegak, lambungan tersebut harus dipukul.

9. Lambungan yang salah, yaitu jika tidak memenuhi syarat di atas. Lambungan yang salah disebut “ball”. Jika “ball” terjadi sampai empat kali, si pemukul boleh ke base I dengan bebas atau free walk.

10. Menolak Lambungan: Lambungan yang salah boleh tidak dipukul. Jika dipukul maka akan dianggap satu pukulan, saat itu wasit berseru strike.

Softball dan Baseball

11. Hak memukul:

a. Hak memukul ada 3 kali. Tetapi pada pukulan pertama atau kedua yang betul, pemukul harus lari ke base I.

Pada pukulan ketiga yang salah, pemukul boleh memukul lagi, sampai ada pukulan yang betul atau tidak kena, kemudian dia harus lari ke base I.

Tetapi jika pukulan yang ketiga tidak kena dan catcher dapat menangkap lambungan pitcher sebelum bola menyentuh tanah, pemukul mati 1.

b. Jika terjadi pergantian dan ada seorang pemukul yang belum selesai menghabiskan haknya memukul, pemukul ini masih berhak memukul pada inning selanjutnya.

12. Pergantian: Pergantian dilakukan setelah pemain ketiga mati atau out.

13. Pukulan betul:

a. Jika bola setelah dipukul berhenti di dalam lapangan (di antara kedua garis salah).

b. Jika bola setelah dipukul jatuh di dalam lapangan, kemudian berputar melalui lanjutan garis salah.

14. Pukulan salah:

a. Jika bola jatuh di luar garis salah dan tetap berhenti di situ.

b. Jika bola jatuh di dalam lapangan, kemudian berputar ke luar melewati garis salah antara base IV dengan melewati base I dan antara base IV dengan base III.

15. Pukulan meleset (Tip salah):

a. Jika bola dipukul tidak kena dengan sempurna dan bola tersebut ditangkap oleh catcher, maka pukulan itu disebut tip salah atau meleset.

b. Jika tip salah pada pukulan ketiga maka pemukul mati satu.

16. Free walk: diberikan pemukul jika:

a. Sudah empat kali lambungan ball.

b. Lambungan pitcher mengenai pemukul dan pemukul sudah berusaha menghindari bola.

c. Pitcher membuat gerak tipu.

17. Catcher adalah penjaga belakang. Tempatnya di belakang base IV. Tugas utamanya menangkap semua bola yang dilambungkan pitcher.

18. Penjaga base. Tugas utamanya adalah membakar base (menginjak bola dengan membawa bola) dan mengetik (menyentuhkan bola yang telah ditangkap ke pelari). Semua penjaga lapangan boleh mengetik dan membakar base.

19. Pelari base

a. Setelah sampai pada base yang dituju, pelari base harus selalu menginjak base, kecuali pada base I.

b. Jika sampai terjadi, dia harus kembali menginjak base dan dapat ditik sebelum kembali ke base tersebut.

c. Setiap kali lepas dari base, dia dapat ditik. Jadi kalaupun dia bermaksud meninggalkan base, dalam mengambil ancang-ancang untuk lari, salah satu kakinya harus tetap menginjak base.

20. Lari keharusan. Tiap base dapat menjadi tujuan yang diharuskan bagi semua pelari.

a. Base I, bagi pelari yang baru saja memukul.

b. Base II, jika base I telah ditempati dan base III harus ditempati juga oleh pemukul.

c. Base III, jika base I dan II telah terisi oleh pemukul.

d. Base IV, jika semua base telah terisi oleh pemukul.

e. Tiap-tipa base yang telah ditinggalkan oleh pelari namun kembali lagi karena terjadi tangkap bola.

f. Pada lari keharusan, semua pelari dapat dimatikan dengan membakar base yang dituju atau pelarinya yang ditik.

Softball dan Baseball

21. Infield Fly.

a. Jika bola dipukul tinggi sampai hampir vertikal dan diperkirakan jatuh di antara ke empat base dan akan tertangkap, wasit berseru “Infield Fly.”

b. Pada saat si pemukul mati dan semua pelari base tidak boleh lari, wasit menyerukan “Infield Fly.”

22. Catch Ball atau Tangkap Bola. Pada setiap catch ball (tangkap bola), si pemukul mati satu. Pelari lainnya tidak boleh lari. Jika sudah terlanjur lari, mereka harus kembali ke base semula. Mereka dapat mati bila basenya telah dibakar atau dia ditik.

23. Pemenang pertandingan, adalah regu yang mengumpulkan run lebih banyak selama pertandingan yang sah.

a. Hasil akhir dari pertandingan yang sah adalah hasil akhir dari inning lengkap, kecuali jika regu yang mendapat giliran memukul terakhir kali telah mengumpulkan run yang didapat oleh regu yang mendapat giliran memukul sebelumnya dalam inning yang belum selesai. Dalam hal ini nilai ditentukan pada inning yang belum selesai tersebut.

b. Hasil seri dari pertandingan yang sah adalah hasil seri sewaktu pertandingan dihentikan. Pertandingan yang berakhir seri harus diulang dari permulaan.

c. Nilai dari forfaited game atau regu yang melanggar, dinyatakan kalah 7-0 untuk regu yang tidak bersalah.

24. Run

a. Satu run dihasilkan jika seorang pelari yang secara sah telah menyentuh base I, II, III dan home-plate (base IV) sebelum terjadi out ketiga.

b. Suatu run akan diabaikan jika terjadi out ketiga yang disebabkan oleh:

- Batter base-runner (Pelari base pemukul) dimatikan sebelum mencapai base I.

- Pelari base out karena meninggalkan basenya, karena pemukul harus menjadi batter base runner. Kejadian ini disebut ”force out”, yakni suatu out yang terjadi jika pelari kehilangan haknya menempati base I, II, dan III yang sedang dia tempati karena pemukul menjadi pelari base. Sebelum ia mencapai base di depannya dia sudah dimatikan (mati terpaksa).

- Seorang pelari base meninggalkan basenya sebelum pitcher melepaskan lambungan bolanya kepada pemukul.

c. Pelari base yang berada di belakang tidak dapat membuat run jika pelari di depannya out ketiga di dalam satu inning.

d. Pelari base yang di belakang tidak dapat membuat run lebih dulu daripada pelari di depannya di dalam batting order, jika pelari di depannya belum dimatikan. Batting order adalah daftar nama pemain yang akan melakukan giliran memukul dari regu offensif.

25. Wasit/Umpire. Ada 4 orang wasit dalam pertandingan soft ball. Satu kepala wasit dan tiga wasit base. Kepala wasit bertugas di belakang catcher, menentukan ball, pukulan salah dan pukulan betul. Sedangkan wasit base bertugas di lapangan untuk menentukan matinya para pelari base.

26. Scorer atau pencatat nilai. Wasit dibantu oleh orang pencatat nilai yang disediakan oleh masing-masing regu atau partai.

- Tanggal dan jam permainan.

- Nama kedua regu yang bertanding.

- Nama kedua pemimpin atau kapten regu.

- Jumlah inning.

- Banyaknya nilai, banyaknya pemain mati, dan banyaknya tangkap bola untuk tiap pemain dari tiap regu.

Softball dan Baseball

27. Pemain Pengganti. Pergantian pemain hanya diperkenankan asal memenuhi ketentuan-ketentuan sebagai berikut.

a. Kapten regu menghendaki dan memberitahukan kepada wasit. Wasit akan menghentikan permainan untuk sementara dan memberitahukannya kepada pencatat nilai.

b. Pemain pengganti dianggap telah masuk dalam pertandingan tanpa hukuman, dalam hal sebagai berikut:

- Jika dia seorang pemukul, yaitu pada saat dia menempati posisinya dalam tempat pemukul.

- Jika dia seorang fielder, yaitu saat dia menempati pemain yang diganti.

- Jika dia seorang pitcher, yaitu saat dia menempati pitcher’s plate.

c. Setiap pitcher yang namanya telah terdaftar dalam lembaran nilai dan telah diumumkan telah menempati p o s i s i n ya d i p i t c h e r ’s p l a t e , m a k a i a h a r u s menyelesaikan tugasnya sampai pemukul pertama yang dihadapinya telah menyelesaikan giliran memukul atau telah dikeluarkan dan pemain-pemain lainnya boleh diganti setiap saat dengan pemain lain.

d. Pemain yang telah dikeluarkan dari permainan (karena suatu pelanggaran) tidak boleh bermain lagi, kecuali sebagai pembantu.

Strategi bertanding adalah suatu usaha siasat dari regu untuk mengatur penyerangan dan pertahanan agar mencapai kemenangan. Taktik adalah siasat atau akal yang dipakai dalam bertanding baik beregu maupun kemampuan individu. Penerapan taktik perorangan maupun kerjasama regu bertujuan mempertahankan agar penyerangan lawan tidak mendapatkan nilai dan dapat balik menyerang lawan sehingga dapat menghasilkan nilai. Semuanya bertujuan untuk memperoleh kemenangan.

Taktik dalam pertandingan terdiri dari taktik penyerangan (of- fensive strategy) dan taktik pertahanan. (defensive strategy). Taktik ini perlu dimiliki oleh suatu tim agar dapat menguasai pertandingan, baik secara individu maupun secara kelompok.

A. Taktik Penyerangan (Offensive Strategy)

Taktik penyerangan dalam softball adalah siasat yang dipergunakan oleh regu yang dapat kesempatan memukul, secara individu maupun regu untuk menyerang tim penjaga dan berusaha memperoleh nilai.

Dalam penerapan taktik tersebut telah diatur oleh manajer tim, pelatih, serta pemain yang tentu saja disesuaikan dengan kemampuan lawan.

Seorang pelatih boleh memberi komando atau mengkoordinir, serta memberi isyarat dan perintah kepada pemain yang menjadi regu pemukul dengan cara menempatkan diri pada base coach (tempat khusus pelatih) yang ada di samping base I dan base III.

Berikut ini beberapa taktik penyerangan yang sering digunakan oleh regu penyerang. Walaupun demikian penerapan di lapangan disesuaikan dengan situasi pertandingan yang sedang berlangsung.

Dalam dokumen Buku Softball dan Baseball (Halaman 41-48)

Dokumen terkait