• Tidak ada hasil yang ditemukan

VI Istilah-istilah Yang Dipakai dalam Softball/Baseball

Dalam dokumen Buku Softball dan Baseball (Halaman 58-66)

1. Batter: Pemukul 2. Runner: Pelari

3. Umpire: Wasit yang memimpin pertandingan 4. Pitcher: Pelambung bola

5. Pitch: bola yang dilemparkan kepada batter oleh pitcher 6. Catcher: Penjaga belakang

7. Base Umpire: Pengawas base sebagai pembantu wasit 8. Play Ball: Perintah dari umpire untuk memulai permainan.

9. Infield fly: Pemberitahuan umpire kepada para pelari yaitu jika ternyata pukulan itu dapat ditangkap oleh regu penjaga 10. Infielder/penjaga lapangan dalam pemain jaga yang

menempati posisi di lapangan bagian dalam.

11. Strike: datangnya bola baik yang dapat dipukul maupun kebalikannya ”Ball” (bola yang salah).

a. yang dicoba dipukul oleh batter dan meleset.

b. sama sekali tidak dicoba dipukul, tetapi sebagian dari bola lewat zona “strike.”

c. dipukul di daerah foul oleh batter ketika belum ada dua strike.

d. di bunt oleh batter tetapi menjadi foul.

e. Menyentuh batter ketika ia mencoba memukul f. Menyentuh batter ketika melayang di zona strike.

g. Menjadi foul tip.

12. Free Walk: lari bebas yang diberikan kepada pemukul jika:

a. sudah 4 kali lambungan salah, b. pitcher melakukan gerak tipu,

c. lambungan pitcher mengenai pemukul, walaupun sudah berusaha menghindari bola

VI Istilah-istilah Yang Dipakai

Softball dan Baseball

13. Bunt: pukulan dilakukan dengan kayu pemukul yang diam (tidak diayunkan, dengan maksud agar bola jatuh dekat home- base.

14. Catch: tiap-tiap catch si pemukul dianggap mati satu dan pelari pada tiap base tidak boleh lari, jika ini terjadi maka mereka harus kembali ke base semula, dan dapat mati apabila basenya dibakar atau pelari di-tik.

15. Infield-fly

a. jika bola dipukul tinggi vertikal dan diperkirakan jatuh di antara keempat base dan akan tertangkap, wasit akan berseru infield fly.

b. pada saat itu si pemukul mati dan semua pelari base tidak boleh lari.

c. wasit akan menyerukan infield-fly jika:

- belum ada yang mati

- base I dan II isi atau base I, II, dan III isi.

16. Sliding: berhenti pada suatu base sambil mengerem, dengan cara menjatuhkan badan ke muka atau ke belakang agar sukar di-tik.

17. Adjudged: putusan wasit yang berdasarkan pengamatan, tafsiran dan penilaiannya.

18. Appeal: tindakan seorang pemain jaga (fielder) yang menggugat pelanggaran oleh regu serang (offensive team).

19. Balk: tindakan pelanggaran oleh pitcher ketika ada runner (pelari) di base yang menyebabkan semua runner berhak maju satu base.

20. Ball: lemparan pitch yang lintasannya tidak masuk kawasan strike dan tidak dipukul atau dicoba dipukul oleh pemukul (batter).

21. Base: satu dari empat titik yang harus disentuh runner dalam upayanya mencetak angka (run): lazimnya mengacu ke kantong terpal dan lempeng karet yang menandai titik-titik itu.

22. Base coach: anggota regu yang memakai seragam yang ditempatkan di ”coach box” dekat base satu atau tiga guna mengarahkan batter dan runner.

23. Base on balls: pemberian cuma-cuma base satu kepada bat- ter yang selama giliran pukulnya menerima empat lemparan pitch yang tidak melintasi kawasan strike.

24. Batter-runner: istilah yang dipakai untuk menunjuk seorang pemain serang yang baru saja selesai memukul sampai ia dimatikan atau sampai play (peristiwa permainan) dimana perannya menjadi runner selesai.

25. Batter’s box: daerah tempat berdirinya seorang batter selama giliran pukulnya.

26. Battery: istilah yang mengacu kepada kombinasi pitcher dan catcher.

27. Bench: tempat duduk yang disediakan bagi pemain, cadangan dan anggota regu lainnya yang memakai seragam ketika mereka tak turut aktif dalam permainan di lapangan.

28. Catcher box: daerah dimana catcher mengambil posisi sampai pitcher melempar bola.

29. Club: orang atau kelompok orang yang bertanggung jawab menghimpun personil regu, menyediakan lapangan termasuk kelengkapan yang harus ada dan menjadi wakil regu ketika berurusan dengan liga.

30. Base Umpire: Pengawas base sebagai pembantu wasit 31. Dead ball: situasi dimana bola tak lagi boleh dimainkan karena

bola secara sah ditunda.

32. Defense: regu atau pemain yang sedang bertahan jaga di lapangan.

33. Double-header: dua pertandingan reguler terjadwal atau dijadwal ulang yang dimainkan berturut-turut.

34. Double play: permainan yang dilaksanakan regu bertahan dimana dua pemain serang dimatikan dengan serangkaian tindakan tak terputus asal saja tidak terjadi kesalahan (er- ror) diantara kedua tindakan mematikan (put out) itu.

a. Force double play adalah jenis ”double play” yang kedua put out adalah hasil force play.

b. Reverse force double play adalah jika put out pertama adalah hasil ‘force play’ sedangkan yang kedua adalah

Softball dan Baseball

tindakan mematikan pemain serang yang situasi force (paksaan) untuknya sudah dihilangkan oleh matinya pemain serang terdahulu.

35. Fair ball: bola hasil pukulan (batter ball) yang berhenti bergulir di kawasan “fair“ antara home dengan base satu atau base tiga/bola pukul yang ketika memantul ke lapangan luar melampaui base tiga/satu melalui/di atas kawasan “fair“/yang menyentuh base satu, dua, tiga/yang terlebih dulu jatuh dikawasan “fair“ di lapanganluar/menyentuh tubuh wasit/

pemain/bola pukul yang melayang keluar lapangan ketika sedang berada di kawasan “fair“

36. Fair Territory: kawasan di lapangan yang dibatasi garis-garis

“base“ dan tiga. Mulai dari home base sampai ke batas pagar lapangan termasuk ruang bagian atas daerah itu. Semua garis- garis “foul“ termasuk daerah “fair“

37. Fielder: pemain jaga adalah pemain yang sedang bertahan.

38. Fielder’s choice adalah tindakan pemain yang menguasai bola pukulan menyusur tanah melempar bola bukan ke base satu tertapi ke base yang lain untuk mematikan pelari terlebih dahulu.

Istilah ini dipakai oleh pencatat angka dengan:

a. merekam majunya better-runner yang menduduki satu atau lebih base tambahan ketika pemain penjaga yang menangani pikulan “safe” nya mencoba mematikan run- ner terdahulu.

b. Untuk mencatat majunya runner bukan karena mencuri base melainkan karena peluang akibat pemain penjaga melakukan percobaan mematikan pelari yang lain.

c. Mencatat majunya runner ke base berikutnya karena tidak dihambat oleh pemain penjaga.

39. Fly ball: bola melayang adalah bola hasil pukulan yang melayang tinggi di udara.

40. Force play/permainan paksa: permainan yang terjadi karena seorang runner kehilangan haknya atas sebuah base (dan terpaksa harus maju ke base berikutnya) karena dorongan batter yang menjadi runner.

41. Forfeited game: sebuah pertandingan yang dinyatakan selesai oleh wasit kepala dengan kemenangan bagi regu yang dirugikan (angka 9-0), karena adanya pelanggaran peraturan.

42. Foul ball: bola pukul yang berhenti di daerah “foul“ antara home dan base satu atau tiga atau yang memantul melewati base satu atau tiga dari atau dari atas daerah foul atau terlebih dahulu jatuh di daerah foul di luar base satu atau tiga.

43. Foul Territory: kawasan di lapangan yang tidak berada di antara garis foul dari home menuju dan melampaui base satu dan tiga sampai pagar jauh di ouldfield, termasuk ruang yang berada lurus di atasnya.

44. Foul Tip: bola pukul yang tajam menyentuh tongkat pemukul yang langsung ke tangan dan tertangkap “catcher“ dengan sah.

45. Ground Ball: bola pukul yang menggelinding atau menyusur tanah.

46. Home Team: regu tuan rumah, regu yang memiliki lapangan tempat pertandingan dilaksanakan. Jika dilakukan di lapangan netral maka siapa yang menjadi “home base“ ditentukan sesuai kesepakatan.

47. Illegal atau Illegally: melawan atau melanggar peraturan.

48. Illegal Pitch/pitch tidak sah adalah lemparan kepada bat- ter yang dilakukan oleh pitcher tidak sah.

49. In Flight: mengacu ke posisi bola pukul, lempar atau pitch yang masih mengudara dan belum menyentuh tanah atau benda lain selain penjaga jaga.

50. In Jeopardy: istilah dimana bola hidup dan sedang dimainkan dan pemain serang dapat dimatikan.

51. Inning: bagian dari pertandingan dimana kedua regu bergiliran bertahan dan menyerang. Di dalamnya ada tiga tindakan mematikan pemain serang oleh kedua regu. Setiap giliran pukul sebuah regu adalah setengah inning.

52. Live ball/bola hidup: bola sedang dimainkan (in play).

53. Line drive: bola yang dipukul keras dan langsung dari bat kearah fielder tanpa menyentuh tanah.

54. Manager: seorang yang ditunjuk perkumpulan untuk memikul tanggung jawab atas semua tindakan regu lapangan dan mewakili regu dalam berkomunikasi dengan wasit dan regu lawan.

Softball dan Baseball

55. Obstruction penghambatan: tindakan seorang fielder yang ketika sedang menguasai bola dan tidak sedang berupaya menguasai (fielding) bola menghambat kemajuan runner.

56. Offense: regu atau pemain regu yang sedang mendapat giliran pukul.

57. Out fielder: pemain jaga yang mengambil posisi di outfield (lapangan luar) yaitu daerah penjagaan yang berjarak paling jauh dari home base.

58. Overslide atau oversliding: tindakan pemain serang yang luncurannya masuk base (kecuali dari home ke base satu) membawa gaya terlalu besar sehingga kontaknya dengan base kembali lepas.

59. Penalty: pemberitahuan peraturan ini karena terjadinya sebuah tindakan pelanggaran atau melawan aturan.

60. Pivot foot: kaki pitcher yang bersentuhan dengan pitcher‘s plate ketika ia melempar bola.

61. Quick return: lemparan pitch yang dilakukan dengan sengaja ketika batter belum siap memukul. Ini adalah pitch yang tidak sah (illegai pitch).

62. Retouch: tindak runner menyentuh kembali base kerena diwajibkan oleh peraturan.

63. Run atau skore: angka yang dihasilkan pemain serang yang maju dari better menjadi runner dan menyentuh base satu, dua, dan home secara berurutan.

64. Run Down: tindakan pemain jaga yang berupaya mematikan runner yang tertangkap diantara dua base.

65. Runner: pemain serang yang berupaya maju atau akan menyentuh, atau kembali ke base.

66. Safe: pernyataan wasit bahwa seorang runner berhasil mencapai dan berhak atas base sasaran upayanya.

67. Set Position: salah satu posisi “pitching“ yang diijinkan peraturan.

68. Squeeze play: istilah yang dipakai untuk mengacu sebuah taktik permainan yang dilakukan regu serang yang mempunyai runner di base tiga juga berupaya memasukkannya dan membuat angka dengan better melakukan pukulan ketok (bunt).

69. Strike Zone: daerah diatas home base yang diatasnya dibatasi garis khayal mendatar yang ditarik dari tengah- tengah antara puncak bahu dan tepi atas pinggang celana batter. Sedangkan dibawahnya dibatasi oleh garis khayal yang ditarik mendatar dan sejajar dengan lekukan belakang lutut.

70. Suspended Game: pertandingan yang ditetapkan untuk melanjutkan di waktu mendatang.

71. Tag: tindakan pemain jaga menyentuh base dengan bagian tubuhnya sambil memegang bola sepenuhnya ditangan atau sarung tangannya. Menyentuh runner dengan bola/tangan/

sarung tanagn yang menggenggam bola sambil sepenuhnya menguasai bola digenggamnya.

72. Throw/lemparan: gerak melontarkan bola dengan lengan dan tangan ke arah sasaran tertentu dan berbeda dengan lemparan pitcher.

73. Tie Game: pertandingan resmi yang dihentikan permainannya ketika kedua regu mendapat nilai yang sama.

74. Time: seruan wasit untuk secara sah menghentikan permainan dan selama jeda waktu itu bola mempunyai status mati.

75. Touch: Untuk menyentuh pemain atau wasit di salah satu bagian tubuhnya, pakaiannya, atau perlengkapan yang dipakai.

76. Triple play: permainan yang dilakukan regu bertahan dimana tiga pemain serang dimatikan dalam sebuah rangkaian tak terputus dan antara peristiwa satu dengan yang lain tidak terjadi error (kesalahan).

77. Wild Picht: lemparan pitch yang terlalu tinggi, terlalu rendah atau melenceng terlalu jauh sehingga tidak dapat dikuasai oleh catcher .

78. Wind-up Position: salah satu posisi pitcher yang sah menurut peraturan.

Softball dan Baseball

Bethel, Dell. Petunjuk Lengkap Softball dan Baseball. Semarang:

Dahara Prize.

Burhanuddin, Piet. 2002. Official Baseball Rules. The Sporting News.

Kosasih, Engkos. 1993. Olahraga, Teknik dan Program Latihan.

Jakarta: Akademika Pressindo.

Midgley, Rud Cs. Ensiklopedi Olahraga. Dahara Prize.

Parno, Drs. 1992. Olahraga Pilihan Softball. Depdikbud.

Sillivan, George. 2001. Teknik Bermain Baseball. Bandung: Pionir Jaya.

Dalam dokumen Buku Softball dan Baseball (Halaman 58-66)

Dokumen terkait