• Tidak ada hasil yang ditemukan

Waktu dan Lokasi Penelitian

BAB III METODE PENELITIAN

B. Waktu dan Lokasi Penelitian

Penelitian ini akan dilakukan sesuai dengan jadwal yang telah dilaksanakan pada bulan September-Oktober 2021

2. Lokasi Penelitian

Penelitian ini dilakukan di Kantor Akuntan Publik Kota Makassar, penelitian ini merupakan studi pada audit yang berfokus pada sensitivitas etika profesi dalam meningkatkan kualitas profesi auditor. Penelitian ini dikhususkan kepada auditor yang bekerja di Kantor Akuntan Publik yang ada di Kota Makassar.

27

C. Definisi Operasional dan Pengukuran Variabel

Definisi Operasional Variabel sebagai sesuatu yang berbentuk apa saja yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari sehingga diperoleh informasi tentang hal tersebut, kemudian ditarik kesimpulan. Dalam penelitian ini terdapat dua variabel yang akan diteliti (Sugiyono, 2017).

a. Variabel Bebas (X)

Variabel bebas adalah variabel yang mempengaruhi atau menjadi sebab perubahan atau timbulnya variabel dependen. Adapun variabel independen dalam penelitian ini adalah sensitivitas etika profesi (X) (Imron, 2019)

Sensitivitas adalah kemampuan untuk menyadari adanya nilai-nilai etika dalam suatu keputusan (Irawati, 2018). Sensitivitas etika profesi merupakan kemampuan seseorang untuk dapat mengerti dan peka terhadap permasalahan etika profesi yang merupakan landasan atau pijak bagi praktek akuntan dalam memainkan peran kunci dalam menjalankan praktek akuntansi (Suryo, 2016).

b. Variabel Terikat (Y)

Variabel terikat adalah variabel yang dipengaruhi atau yang menjadi akibat karena variabel bebas. Variabel terikat dalam penelitian ini adalah kualitas profesi auditor (Y) (Imron, 2019)

Kualitas profesi audit adalah proporsional seorang akuntan dalam menemukan dan melaporkan terjadinya suatu penyelewengan yang terjadi di perusahaan klien. Untuk menemukan penyelewengan ini diperlukan pengalaman, pendidikan, profesional, dan struktur audit perusahaan.

Selain itu juga tergantung pada independensi akuntan. Pada Standar

Profesional Akuntan Publik (SPAP) kualitas akuntan ditentukan oleh mutu profesional, pertimbangan yang digunakan dalam pelaksanaan audit, dan penyusunan laporan auditorPengukuran variabel

Variabel profesionalisme etik dapat mempengaruhi kualitas auditor diukur menggunakan instrumen yakni kuesioner. Dalam penelitian ini mengukurnya digunakan skala likert 5 poin dengan kategori jawaban sebagai berikut:

Tabel 3.1

Pedoman Pemberian Bobot (Skor)

Sangat setuju 5

Setuju 4

Netral 3

Tidak Setuju 2

Sangat Tidak Setuju 1

Sumber : (Sugiyono, 2017)

Berikut adalah indikator yang digunakan untuk sensitivitas etika profesi dan kualitas auditor.

Tabel 3.2

Indikator Sensitivitas Etika Profesi (X) dan kualitas profesi audit (Y)

Variabel Indikator

Sensitivitas Etika Profesi (X)

1. Integritas 2. Objektivitas 3. Kompetensi 4. Kerahasiaan

5. Perilaku Professional

29

Kualitas Profesi Auditor

(Y) 1. Penilaian Kinerja

D. Populasi dan Sampel 1. Populasi

Populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas objek dan subjek yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang telah ditetapkan peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya (Imron, 2019). Populasi dalam penelitian ini adalah keseluruhan auditor yang bekerja sebagai auditor di Kantor Akuntan Publik Kota Makassar, dimana jumlah keseluruhan Kantor Akuntan Publik yang terdaftar di Makassar sebanyak 14 Kantor Akuntan Publik.

2. Sampel

Mengemukakan bahwa sampel adalah bagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan sampling (Purposive Sampling). Purposive Sampling merupakan metode penentuan responden untuk dijadikan sampel pada kriteria-kriteria tertentu dengan tujuan untuk mendapatkan sampel yang sesuai dengan kriteria yang ditentukan (Imron, 2019) Dalam penelitian ini adalah 55 orang Auditor di Kantor Akuntan Publik Kota Makassar Sulawesi Selatan. Adapun kriteria dalam pengambilan sampel yaitu:

1. Auditor yang bekerja di kantor akuntan publik yang ada di Makassar 2. Berusia 23-60 tahun

3. Masih aktif melakukan pekerjaannya sebagai seorang auditor

Tabel 3.3

Data Distribusi Sampel Penelitian

No. Nama Kantor Akuntan Publik Jumlah Auditor

1. KAP Ardaniah Abbas 6

2. KAP S.Mannan Ardiansyah dan Rekan 10 3. KAP Drs. Ellya Noorsliyati & Rekan 5 4. KAP Drs. Harly Weku & Priscilia 5 5. KAP Masnawaty Sangkala,

S.E.,M.Si.,Ph.D.,Ak.,CA.,CPA 6

6. KAP Drs. Thomas, Blasius, Widartoyo

& Rekan 6

7. KAP Usman dan Rekan 6

8. KAP Yaniswar dan Rekan 6

9. KAP Bharat, Arifin, Muhajad, dan

Sayuti 5

Total 55

E. Teknik Pengumpulan Data 1. Kuesioner

Instrumennya berupa skala likert yang menggunakan lima tingkatan penilaian berupa pertanyaan. Pernyataan pada bagian ini dikembangkan dengan menggunakan skala likert yang masing-masing buat pernyataan diberi skor 1 sampai 5: Skor 1 Sangat Tidak Setuju (STS); Skor 2 Tidak Setuju (TS); Skor 3 Netral (N); Skor 4 Setuju (S); Skor 5 Sangat Setuju (SS).

31

2. Dokumentasi

Dokumentasi yaitu pengumpulan data dengan cara mencatat atau menyalin berbagai laporan yang telah dibuat oleh pihak di Kantor Badan Pemeriksa Keuangan berupa sejarah singkat instansi tersebut, struktur organisasi, uraian tugas pokok dan fungsi setiap bagian.

F. Teknik Analisis Data 1. Uji Statistik Deskriptif

Menurut (Sugiyono, 2017) Statistik deskriptif adalah statistik yang digunakan untuk menganalisa data dengan cara mendeskripsikan atau menggambarkan data yang telah terkumpul sebagaimana adanya tanpa bermaksud membuat kesimpulan yang berlaku untuk umum atau generalisasi. Statistik Deskriptif memberikan gambaran atau deskripsi suatu data yang dilihat dari nilai rata-rata (Mean), standar deviasi, varian, maksimum, minimum, sum, range, kurtosis dan skewness (Rohma, 2020).

2. Uji Kualitas Data

Suatu alat ukur dapat dinyatakan sebagai alat ukur yang baik dan mampu memberikan informasi yang jelas dan akurat apabila telah memenuhi kriteria yang telat ditentukan oleh para ahli, kriteria pertanyaan alat ukur yaitu valid dan reliabel. Uji yang digunakan untuk menguji kualitas instrumen yaitu uji validitas dan reliabilitas.

a. Uji Validitas

Uji validitas merupakan persamaan data yang dilaporkan oleh peneliti dengan data yang diperoleh langsung yang terjadi pada subjek penelitian, (Imron, 2019).Uji validitas digunakan untuk mengukur sah

tidaknya suatu kuesioner. Suatu kuesioner dikatakan valid jika pernyataan pada kuesioner mampu mengungkapkan yang akan diukur oleh kuesioner tersebut. Uji validitas pada setiap pertanyaan hasil r hitung dibandingkan dengan r tabel dimana df=n-2 untuk signifikan 5%

n=jumlah sampel. Jika suatu nilai signifikan < dari α = 0,05 maka dapat dikatakan valid, sedangkan jika suatu nilai signifikan > dari α =0,05 maka dapat dikatakan tidak valid.

b. Uji Reliabilitas

Uji reliabilitas adalah derajat konsistensi dan stabilitas data atau temuan, (Imron, 2019) Data yang tidak reliabel, tidak dapat diproses lebih lanjut karena akan menghasilkan kesimpulan yang bias, suatu alat ukur yang dinilai reliabel jika pengukuran tersebut menunjukan hasil hasil yang konsisten dari waktu ke waktu. Jika nilai Cronbach Alpha α > 0,06 maka reliabel Jika nilai Cronbach Alpha α < 0,06 maka tidak reliable.

3. Uji Hipotesis (Uji T)

Uji hipotesis dalam penelitian ini diuji dengan menggunakan model regresi berganda. Model regresi berganda bertujuan untuk menguji pengaruh lebih dari satu variabel bebas terhadap satu variabel terikat (Kurniasari & Ghozali, 2013) Variabel bebas terdiri dari kompetensi, pengalaman kerja, dan motivasi sedangkan variabel terikatnya adalah kualitas Audit. Seluruh pengujian dan analisis ini menggunakan bantuan SPSS versi 23 (Statistical Program for Special Science).

Uji t digunakan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh variabel independen terhadap variabel dependen secara parsial. Uji t

33

dilakukan dengan cara membandingkan nilai signifikan yang dihasilkan dengan alpha 0,05. Kriteria pengujian dengan tingkat level of signifikan α

= 0,05 atau 5% adalah sebagai berikut:

1. Apabila p-value ˃ level of significant (0,05) yang berarti variabel independen penelitian tidak berpengaruh signifikan terhadap variabel dependen.

2. Apabila p-value ˂ level of significant (0,05) yang berarti variabel independen penelitian terdapat pengaruh signifikan terhadap variabel dependen.

34 BAB IV

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

A. Gambaran Umum Objek Penelitian 1. Tempat dan Waktu Penelitian

Penelitian ini dilakukan dengan pengambilan sampel yaitu akuntan publik (auditor) yang bekerja di Kantor Akuntan Publik (KAP) yang berada di wilayah Makassar dengan kriteria baik KAP skala kecil maupun menengah.

Auditor yang berpartisipasi dalam penelitian ini meliputi auditor senior dan auditor junior yang melaksanakan pekerjaan di bidang auditing.

Pengumpulan data dilakukan melalui penyebaran kuesioner penelitian secara langsung seperti mendatangi responden yang bekerja di Kantor Akuntan Publik di wilayah Kota Makassar. Penyebaran dan pengambilan kuesioner dilaksanakan pada bulan September-Oktober 2021.

Adapun kuesioner yang disebar adalah sebanyak 55 buah kuesioner.

Jumlah KAP yang dijadikan sampel yaitu sebanyak 7 KAP dari keseluruhan 14 KAP yang berada di wilayah Makassar. Dari 55 kuesioner yang disebar jumlah yang kembali adalah sebanyak 30 kuesioner atau 65%. Kuesioner yang tidak kembali dikarenakan penyebaran dan waktunya kurang tepat dimana para auditor sedang melakukan banyak pekerjaan sehingga ada kuesioner yang tidak kembali. Gambaran mengenai data sampel yang disajikan yang disebar ke beberapa KAP yang ada di Kota Makassar dan Kabupaten Gowa pada Tabel 4.1 berikut.

35

Tabel 4.1 Data Sampel Penelitian

No. Keterangan Jumlah Persentase

1. Jumlah Keseluruhan Responden 55 100%

2. Jumlah Kuesioner yang disebar 55 100%

3. Jumlah kuesioner yang tidak kembali 20 45%

4. Jumlah kuesioner yang dapat diolah 30 65%

Sumber: data primer diolah (2021) 2. Karakteristik Profil Responden

Responden dalam penelitian ini adalah auditor yang bekerja pada KAP di Makassar. Berikut adalah deskripsi mengenai identitas responden penelitian yang terdiri dari jenis kelamin, umur, pendidikan, lama bekerja dan jabatan.

a. Deskripsi Responden Berdasarkan Jenis Kelamin Tabel 4.2

Jenis Kelamin Responden

Frequency Percent

Valid Percent

Cumulative Percent

Valid L 13 43.3 43.3 43.3

P 17 56.7 56.7 100.0

Total 30 100.0 100.0

Sumber: data diolah SPSS (2021)

Berdasarkan tabel diatas diperoleh informasi bahwa jumlah responden laki-laki sebanyak 13 orang, sedangkan jumlah jumlah responden perempuan sebanyak 17 orang dengan total responden

sebanyak 30 responden. Jadi pada penelitian ini responden perempuan lebih mendominasi.

b. Deskripsi Responden Berdasarkan Umur Tabel 4.3 Usia Responden

Frequency Percent

Valid Percent

Cumulative Percent

Valid >30 2 6.7 6.7 6.7

22-30 22 73.3 73.3 80.0

18-22 6 20.0 20.0 100.0

Total 30 100.0 100.0

Sumber: data diolah SPSS (2021)

Berdasarkan tabel diatas diperoleh informasi bahwa usia responden beragam. Untuk responden yang berusia >30 tahun sebanyak 2 dengan persentase 6,7%, untuk responden yang berusia 22-30 tahun sebanyak 22 dengan presentasi 72,3%, dan untuk responden yang berusia 18-22 tahun sebanyak 6 dengan persentase 20%. Dapat dilihat bahwa responden yang berusia antara 22-30 mendominasi penelitian dengan total responden sebanyak 30.

c. Deskripsi Responden Berdasarkan Pendidikan Tabel 4.4

Pendidikan Responden

Frequency Percent

Valid Percent

Cumulative Percent

Valid S3 1 3.3 3.3 3.3

S2 6 20.0 20.0 23.3

S1 23 76.7 76.7 100.0

Total 30 100.0 100.0

Sumber: data diolah SPSS (2021)

37

Berdasarkan tabel diatas diperoleh informasi bahwa usia responden beragam. Untuk responden yang lulusan S3 sebanyak 1 dengan persentase 3,3%, untuk responden yang lulusan S2 sebanyak 6 dengan persentase 20%, dan untuk responden yang lulusan S1 sebanyak 23 dengan persentase 76,3%. Dapat dilihat bahwa responden yang lulusan S1 mendominasi penelitian, dengan total responden sebanyak 30.

d. Hasil Uji Deskripsi Responden Berdasarkan Lama Bekerja Tabel 4.5

Lama Bekerja Responden

Frequency Percent

Valid Percent

Cumulative Percent

Valid 5 Tahun 2 6.7 6.7 6.7

3 Tahun 6 20.0 20.0 26.7

2 Tahun 7 23.3 23.3 50.0

1 Tahun 15 50.0 50.0 100.0

Total 30 100.0 100.0

Sumber: data diolah SPSS (2021)

Berdasarkan tabel diatas diperoleh informasi bahwa responden yang bekerja selama 5 tahun keatas sebanyak 2 dengan presentase 6,7%, untuk responden yang bekerja selama 3 tahun sebanyak 6 dengan persentase 20%, untuk responden yang bekerja selama 2 tahun sebanyak 7 dengan persentasi 23,3%, dan untuk responden yang bekerja selama 1 tahun sebanyak 15 dengan persentase 50%. Dapat dilihat bahwa responden yang lama bekerja selama setahun lebih mendominasi penelitian, dengan total responden sebanyak 30.

e. Hasil Uji Deskripsi Responden Berdasarkan Jabatan Tabel 4.6

Jabatan Responden

Frequency Percent

Valid Percent

Cumulative Percent

Valid Partner 1 3.3 3.3 3.3

Supervisor 1 3.3 3.3 6.7

Senior Auditor 9 30.0 30.0 36.7

Junior Auditor 19 63.3 63.3 100.0

Total 30 100.0 100.0

Sumber: data diolah SPSS (2021)

Berdasarkan tabel diatas diperoleh informasi bahwa responden yang dengan jabatan partner sebanyak 1 dengan persentase 3,3%, untuk responden dengan jabatan supervisor sebanyak 1 dengan persentase 3,3%, untuk responden dengan jabatan senior auditor sebanyak 9 dengan persentase 30%, dan untuk responden dengan jabatan junior auditor sebanyak 19 dengan persentasi 63,3%. Dapat dilihat bahwa responden dengan jabatan junior auditor lebih mendominasi penelitian, dengan total responden sebanyak 30.

B. Hasil Penelitian

1. Hasil uji statistik deskriptif

Tabel 4.7

Tabel Uji Statistik Deskriptif Sensitivitas Etika Profesi (X) N Minimum Maximum Mean

Std.

Deviation

X1.1 30 4.00 5.00 4.6333 .49013

X1.2 30 4.00 5.00 4.6000 .49827

X1.3 30 4.00 5.00 4.4667 .50742

39

X1.4 30 2.00 5.00 4.3667 .66868

X1.5 30 2.00 5.00 4.1000 .75886

X1.6 30 3.00 5.00 4.5667 .56832

X1.7 30 3.00 5.00 4.4000 .67466

X1.8 30 2.00 5.00 4.2667 .78492

X1.9 30 3.00 5.00 4.2000 .55086

X1.10 30 3.00 5.00 4.4333 .56832

X1.11 30 3.00 5.00 4.3333 .66089

X1.12 30 3.00 5.00 4.2667 .69149

X1.13 30 4.00 5.00 4.5333 .50742

X1.14 30 3.00 5.00 4.4000 .56324

X1.15 30 4.00 5.00 4.5333 .50742

Sensitivitas Etika Profesi (X)

30 56.00 75.00 66.100 6.90502

Sumber: data diolah SPSS (2021)

Berdasarkan hasil uji statistik pertanyaan sensitivitas etika profesi pada Tabel 4.7 di atas, terdapat nilai minimum 2 yang menandakan bahwa terdapat responden yang menjawab kurang setuju dan nilai maksimum 5 yang menandakan bahwa terdapat responden yang sangat setuju. Nilai mean dari pertanyaan mengenai sensitivitas etika profesi rata-rata 4 menandakan bahwa responden menjawab ke arah setuju dengan nilai mean sebesar 66,100 dan nilai standar deviasi sebesar 6,905 yang artinya nilai mean lebih besar dari nilai standar deviasi sehingga penyimpangan data yang terjadi rendah maka penyebaran nilainya merata.

Tabel 4.8

Tabel Uji Statistik Deskriptif Kualitas Profesi Auditor (Y) N Minimum Maximum Mean

Std.

Deviation

Y1.1 30 3.00 5.00 4.4000 .56324

Y1.2 30 3.00 5.00 4.4000 .62146

Y1.3 30 3.00 5.00 4.1333 .81931

Y1.4 30 3.00 5.00 4.3000 .53498

Y1.5 30 3.00 5.00 4.4667 .57135

Kualitas Profesi Auditor (Y)

30 15.00 25.00 21.7000 2.69290

Sumber: data diolah SPSS (2021)

Berdasarkan hasil uji statistik pertanyaan kualitas profesi auditor pada Tabel 4.8 di atas, terdapat nilai minimum 3 yang menandakan bahwa terdapat responden yang menjawab netral dan nilai maksimum 5 yang menandakan bahwa terdapat responden yang sangat setuju. Nilai mean dari pertanyaan mengenai kualitas profesi auditor rata-rata 4 menandakan bahwa responden menjawab ke arah setuju dengan nilai mean sebesar 21.700 dan nilai standar deviasi sebesar 2,692 yang artinya nilai mean lebih besar dari nilai standar deviasi sehingga penyimpangan data yang terjadi rendah maka penyebaran nilainya merata.

2. Hasil Uji Kualitas Data a. Hasil Uji Validitas

Table 4.9 Hasil Uji Validitas

Pertanyaan R-Hitung R-Tabel Validitas

X1 0.796 0,3494 Valid

X2 0.734 0,3494 Valid

X3 0.764 0,3494 Valid

X4 0.754 0,3494 Valid

X5 0.735 0,3494 Valid

X6 0.785 0,3494 Valid

X7 0.865 0,3494 Valid

X8 0.765 0,3494 Valid

X9 0.684 0,3494 Valid

41

X10 0.815 0,3494 Valid X11 0.718 0,3494 Valid X12 0.861 0,3494 Valid X13 0.801 0,3494 Valid X14 0.778 0,3494 Valid X15 0.624 0,3494 Valid

Y1 0.900 0,3494 Valid

Y2 0.898 0,3494 Valid

Y3 0.769 0,3494 Valid

Y4 0.950 0,3494 Valid

Y5 0.856 0,3494 Valid

Sumber: Data diolah SPSS (2021)

Dari hasil uji validitas pada table 4.9 diatas dapat disimpulkan bahwa nilai koefisien korelasi dimana r hitung untuk masing-masing item pertanyaan dari semua variabel memiliki nilai yang lebih besar dari r tabel yaitu 0,3494 (Tingkat signifikan 5% 0,05 dengan n = 30). Sehingga dapat disimpulkan bahwa keseluruhan item pertanyaan dari masing-masing variabel sensitivitas etika prefosi dan kualitas profesi auditor pada kuesioner dalam penelitian ini dinyatakan valid dan dapat digunakan sebagai data penelitian.

b. Hasil Uji Reliabilitas

Uji reliabilitas dilakukan guna untuk menguji konsistensi jawaban responden atas seluruh butir pertanyaan atau pertanyaan yang digunakan. Suatu instrumen penelitian dapat dikatakan reliabel jika nilai Cronbach Alpha berada diatas 0,7. Tabel 4.10 Menunjukkan hasil uji reliabilitas untuk 2 variabel yang digunakan dalam penelitian ini.

Tabel 4.10 Tabel Uji Reliabilitas

Variabel Cronbach’s Alpha

Standar

Reliabilitas Keterangan Sensitivitas Etika

Profesi (X) 0,769 0,7 Reliabel

Kualitas Profesi Auditor

(Y) 0,818 0,7 Reliabel

Sumber: data diolah SPSS (2021)

Tabel diatas menunjukkan bahwa nilai cronbach’s alpha atas variabel Sensitivitas Etika Profesi sebesar 0,769, dan Kualitas Profesi Auditor sebesar 0,818. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa pernyataan dalam kuesioner ini reliabel karena mempunyai nilai cronbach’s alpha lebih besar dari 0,7. Hal ini menunjukkan bahwa setiap item pertanyaan yang digunakan akan mampu memperoleh data yang konsisten yang berarti bila pernyataan itu diajukan kembali akan diperoleh jawaban yang relatif sama dengan jawaban sebelumnya.

3. Uji Hipotesis ( Uji T)

Uji ini digunakan untuk meneliti pengaruh apakah Sensitivitas Etika Profesi berpengaruh terhadap kualitas profesi audit di Kantor Akuntan Publik yang ada di Kota Makassar yang diuji pada tingkat signifikansi sebesar 0,05. Jika nilai probability t lebih kecil dari 0,05 maka hipotesis diterima, sedangkan jika nilai probability t lebih besar dari 0,05 maka hipotesis ditolak.

43

Tabel 4.11

Tabel Uji Hipotesis (Uji T) Coefficients

Model

Unstandardized

Coefficients Standardized

Coefficients t Sig.

B Std.

Error Beta

1 (Constant) -.668 2.434 -.274 .786

Sensitivity Auditor Professional Ethics (X)

.338 .037 .868 9.237 .000

Sumber: data diolah SPSS (2021)

Dari hari uji t pada tabel menunjukkan bahwa sebesar 0.338 variabel Sensitivitas Etika Profesi (X) mempengaruhi variabel kualitas profesi auditor. Arahnya sesuai dan sangat signifikan dengan nilai signifikansi dibawah 0.05 atau sebesar 5%. Jika nilai signifikansi > 0,05 atau diatas 5%

maka dikatakan tidak signifikan artinya pengaruh variabel X terhadap Y harus diatas 95%. Jika nilai signifikansi < 0,05 maka dikatakan signifikan.

Jadi adapun hasil dari olah data diatas menunjukkan bahwa 0.00 < 0.05 maka dikatakan sangat signifikan. Artinya Sensitivitas Etika Profesi berpengaruh signifikan terhadap Kualitas Profesi Auditor.

Sedangkan t hitung > t tabel : 9.237 > 1.697 maka dikatakan signifikan dan berpengaruh positif.Sehingga variabel Sensitivitas Etika Profesi berpengaruh positif terhadap kualitas profesi auditor, jadi semakin tinggi Sensitivitas Etika Profesi maka dapat meningkatkan kualitas profesi auditor.

C. Pembahasan

Sensitivitas mengacu pada kemampuan seseorang untuk mengidentifikasi konten kepekaan dari suatu situasi tertentu sebagai respon diri terhadap sesuatu tersebut. Sensitivitas ini yang kemudian dijadikan dasar dalam memahami sifat dasar dalam sebuah permasalahan. Proses keputusan etis dimulai ketika pembuat keputusan mengakui bahwa situasi tertentu akan mempengaruhi kesejahteraan orang lain, dan dengan demikian mengidentifikasi permasalahan etika. Dalam penelitian ini ada 5 indikator yang dijadikan sebagai ukuran Tingkat Sensitivitas Etika Profesi seorang auditor yaitu prinsip integritas, prinsip objektivitas, prinsip kompetenri serta sikap cermat dan kehati-hatian, prinsip kerahasiaan, dan prinsip perilaku professional.

Dari hasil uji Hipotesis bahwa Sensitivitas Etika Profesi berpengaruh secara signifikan terhadap kualitas profesi audit. Hasil pengujian statistik dapat dilihat pada tabel 4.10 menunjukkan nilai koefisien regresi variabel Sensitivitas Etika Profesi sebesar 0,338 nilai ini signifikan pada tingkat signifikansi 0,05 dengan nilai signifikansi 0,000. Hal ini berarti bahwa semakin meningkat Sensitivitas Etika Profesi, maka kualitas Profesi audit yang dihasilkan juga semakin meningkat. Sensitivitas Etika Profesi memiliki pengaruh positif terhadap kualitas profesi audit.

Hasil penelitian ini juga sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh peneliti sebelumnya yakni (I. G. P. E. R. Dewi, 2019) Hasil penelitian menunjukkan bahwa sensitivitas etis memiliki efek signifikan positif pada perilaku etis auditor, sedangkan filosofi tri kaya parisudha memiliki

45

kemampuan untuk memperkuat efek sensitivitas ekuitas dan sensitivitas etis pada perilaku auditor.

Selain pada penelitian terdahulu, penelitian ini juga sejalan dengan teori atribusi yang menyatakan bahwa ketika individu mengamati perilaku seseorang, individu tersebut berupaya untuk menentukan apakah perilaku tersebut disebabkan secara internal atau eksternal. Perilaku yang disebabkan secara internal merupakan perilaku yang diyakini berada dibawah kendali pribadi seorang individu, dengan kata lain tidak terpengaruh oleh hal lain.

Perilaku yang disebabkan secara eksternal merupakan perilaku yang dianggap sebagai akibat berperilaku yang dipengaruhi oleh situasi (Pasaribu

& Wijaya, 2017). Maka pada penelitian ini juga memperlihatkan bahwa auditor yang memiliki sensitivitas etika professional yang baik dalam melakukan pekerjaanya akan berpengaruh pada kualitas profesi auditor dalam melaksanakan tugasnya sebagai auditor yang dipercaya oleh masyarakat dan demi terwujudnya perusahaan yang jauh dari kata fraud.

46 BAB V PENUTUP

A. Kesimpulan

Berdasarkan hasil penelitian hasil uji hipotesis menunjukkan bahwa Sensitivitas Etika Profesi berpengaruh secara signifikan terhadap kualitas profesi audit. Hasil pengujian statistik dari penelitian ini dapat dilihat pada tabel 4.10 menunjukkan nilai koefisien regresi variabel Sensitivitas Etika Profesi sebesar 0,338 atau sebesar 3,38% nilai ini signifikan pada tingkat signifikansi 0,05 atau 5% dengan nilai signifikansi 0,00 atau 100%. Ini berarti bahwa variabel Sensitivitas Etika Profesi (X) mempengaruhi variabel kualitas profesi auditor sebesar 100%. Arahnya sesuai dan sangat signifikan dengan nilai signifikansi dibawah 0.05 atau sebesar 5%. Hal ini berarti bahwa semakin meningkat Sensitivitas Etika Profesi, maka kualitas Profesi audit yang dihasilkan juga semakin meningkat. Sensitivitas Etika Profesi memiliki pengaruh positif terhadap kualitas profesi audit. Berdasarkan hasil analisis maka kesimpulan dari penelitian ini adalah Sensitivitas Etika Profesi berpengaruh positif dan signifikan terhadap kualitas Profesi audit di kantor akuntan publik kota Makassar. Hal ini ditunjukkan dengan nilai signifikansi (0,00<0,05).

B. Saran

1. Disarankan kepada auditor untuk menanamkan sensitivitas etika profesi di dalam diri saat bekerja sehingga akan berdampak pada peningkatan kualitas profesi auditor oleh auditor di Kantor Akuntan Publik (KAP) Kota Makassar.

47

2. Kantor akuntan publik diharapkan agar dapat memberikan respon yang lebih baik lagi terhadap peneliti selanjutnya yang melakukan penelitian terkait dengan auditor agar hasil penelitian lebih baik lagi.

3. Sedangkan untuk penelitian lebih lanjut disarankan untuk menambah variabel-variabel yang berpengaruh terhadap kinerja auditor seperti skeptisme professional. Dimana auditor dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor lainnya. Peneliti selanjutnya juga dapat mengumpulkan data dengan cara wawancara dari beberapa auditor yang menjadi responden penelitian agar bisa mendapatkan data yang lebih nyata untuk mendukung hasil penelitian ini.

48

DAFTAR PUSTAKA

Abdullah, I. (2016). Pengaruh Akuntabilitas, Objektivitas Terhadap Kualitas Audit Dengan Etika Auditor Sebagai Variabel Moderasi Study Kasus Pada Kantor Akuntan Publik Di Kota Medan. HUMAN FALAH: Jurnal Ekonomi Dan Bisnis Islam, 3(1), 93–112.

Badriyah, L. (2020). Pengaruh Gender, Kecerdasan Intelektual, Kecerdasan Emosional, Kecerdasan Spiritual Terhadap Sensitivitas Etis Mahasiswa Akuntansi STIE Perbanas Surabaya. STIE Perbanas Surabaya.

Dewi, N. K. A. R., & Dewi, I. G. A. A. P. (2019). Pengaruh Profesionalisme, Komitmen Organisasi Dan Sensitivitas Etika Terhadap Intensi Dalam Melakukan Whistleblowing: Studi Kasus Pada Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Provinsi Bali. Jurnal Ilmiah Akuntansi Dan Bisnis, 4(1), 1–13.

Dewi, N. P. S. U., & Sumadi, N. K. (2020). PENGARUH BUDAYA ETIS ORGANISASI DAN INTEGRITAS TERHADAP KUALITAS AUDIT DENGAN SENSITIVITAS ETIKA AUDITOR SEBAGAI VARIABEL MODERASI PADA KANTOR AKUNTAN PUBLIK DI DENPASAR. Hita Akuntansi Dan Keuangan, 1(2), 63–94.

Dwimilten, E., & Riduwan, A. (2015). FAKTOR–FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KUALITAS AUDIT. Jurnal Ilmu Dan Riset Akuntansi (JIRA), 4(4).

Fitri, A. (2014). Pengaruh Budaya Etis Organisasi Dan Orientasi Etika Terhadap Sensitivitas Etika Pada Aparatur Inspektorat Kota Pariaman. Jurnal Akuntansi, 2(3).

Imron, I. (2019). Analisa pengaruh kualitas produk terhadap kepuasan konsumen menggunakan metode kuantitatif pada CV. Meubele Berkah Tangerang.

Indonesian Journal on Software Engineering (IJSE), 5(1), 19–28.

Irawati, D. E. (2012). Pengaruh struktur modal, pertumbuhan laba, ukuran perusahaan dan likuiditas terhadap kualitas laba. Accounting Analysis Journal, 1(2).

Janitra, W. A., Hardi, H., & Wiguna, M. (2017). Pengaruh Orientasi Etika, Komitmen Profesional, Komitmen Organisasi, dan Sensitivitas Etis terhadap Internal Whistleblowing (Studi Empiris pada Skpd Kota Pekanbaru). Riau University.

Kurniasari, C., & Ghozali, I. (2013). Analisis pengaruh rasio CAMEL dalam memprediksi financial distress perbankan Indonesia. Fakultas Ekonomika dan Bisnis.

Merawati, L. K., & Ariska, N. L. P. Y. (2018). Pengaruh Moral Reasoning, Skeptisisme Profesional Auditor, Tekanan Ketaatan dan Self-Efficacy terhadap Kualitas Audit. KRISNA: Kumpulan Riset Akuntansi, 10(1), 70–76.

Mulyadi, K. P. (2002). Auditing. Penerbit Salemba Empat. Jakarta.

Dokumen terkait