KONSEP NEGARA
E. Unsur Esensial Negara
2. Wilayah = territory
Apabila penduduk merupakan rakyat di suatu negara, maka wilayah adalah negara landasan materil atau landasan fisiknya negara. Negara pada kenyataannya tidak dapat dibayangkan tanpa landasan fisiknya.
Sekelompok manusia dengan pemerintahan yang stabil, baru dapat merupakan negara apabila kelompok tersebut menetap pada wilayah tertentu. Bangsa nomaden yang masih berpindah-pindah tempatnya, dalam usaha mencari penghidupan tidak mungkin mendirikan negara, sekalipun sudah mengaku beberapa orang tentu sebagai penguasa yang tentu memegang pemerintahan dalam kelompok tersebut.
Mengenai luas wilayah negara ditentukan oleh perbatasan- perbatasannya dan didalam batas-batas ini negara menjalankan teritorial atas orang dan benda-benda yang berada didalam wilayah itu, kecuali beberapa golongan orang dan benda yang dibebaskan dari yurisdiksi itu,
yaitu perwakilan diplomatik negara asing dengan harta benda mereka.
Dengan wilayah dengan hubungan ini dimaksudkan bukan hanya wilayah geografis dalam arti sempit, tetapi dalam arti luas, yaitu wilayah dalam mana dilaksanakan yurisdiksi negara dan meliputi, baik wilayah geografis maupun udara sampai tinggi yang tidak terbatas, dan juga laut di sekitar pantai negara itu, yaitu apa yang disebut laut teritorial.
Dalam batas wilayah, dalam arti luas inilah negara dapat menjalankan kedaulatannya. Setiap negara memiliki tempat tertentu di muka bumi dan mempunyai perbatasan tertentu. Jadi, kekuasaan negara mencakup seluruh wilayah, tidak hanya tanah,tetapi juga laut di sekelilingnya dan udara/angkasa diatasnya. Karena kemajuan teknologi, dewasa ini yang terkait dengan masalah wilayah (territory) lebih rumit dibanding dimasa lampau. Sebagai contoh, jika pada masa lampau, laut sejauh 3 mill dari pantai (sesuai dengan jarak tembak meriam) dianggap sebagai perairan teritorial yang dikuasai sepenuhnya oleh negara itu, maka peluruh-peluruh misille membuat jarak 3 mill tidak ada artinya. Oleh karena itu, beberapa negara (termasuk Indonesia) mengusulkan agar perairan teritorial diperlebar menjadi 12 mill. Di samping itu, kemajuan teknologi yang memungkinkan pembangunan minyak serta material lain dilepas pantai, atau yang dinamakan landas benua (continetal self) telah mendorong sejumlah besar negara untuk menuntut penguasaan atas wilayah yang lebih luas. Wilayah ini diusulkan selebar 200 mill sebagai economic zone agar juga mencakup hak menangkap ikan dan kegiatan ekonomis lainya.
Selanjutnya, negara merupakan unsur esensial bagi negara ditinjau dari beberapa sudut, yaitu sebagai berikut.
a. Wilayah merupakan syarat mutlak bagi tempat tinggal dan tempat usaha bagi rakyat negara yang bersangkutan. Tempat usaha yang dimaksud, yaitu tempat di mana rakyat mengadakan sebagai usaha untuk menghidupi diri serta keluarganya.
b. Dari segi kelangsungan hidup negara wilayah/teritori menjadi wadah yang nyata, dalam batas mana negara itu dapat melaksanakan kekuasaannya sebagai kekuasaan tinggi. Artinya, meliputi segala orang didalam batas wilayah itu, dan bebas dari campur tangan pihak kesatuan politik yang lain yang ada diluar batas wilayah itu.
c. Wilayah yang bersangkutan dalam batas wilayah tersebut dapat mempertahankan hidupnya.
Perlu diingat bahwa fungsi daripada wilayah/teritori terhadap negara juga dipengaruhi oleh berbagai faktor, di antaranya yang penting yaitu sebagai berikut.
a. Wilayah/teritori itu merupakan kesatuan wilayah dalam arti bahwa wilayah dalam arti bahwa wilayah itu jangan merupakan daerah yang terpisah-pisah satu sama lain.
b. Sebaiknya mempunyai batas-batas yang jelas. Lebih baik jika negara itu mempunyai batas-batas alam, seperti misalnya gunung, laut, sungai, sehingga dengan mudah dapat dibedakan dengan daerah wilayah/teritori negara tetangganya.
c. Sumber-sumber alam yang terkandung di dalamnya. Lebih kaya sudah dengan sendirinya lebih baik, karena itu kemungkinan yang cukup untuk menumbuhkan kesejahteraan bagi rakyat serta negara yang bersangkutan.
d. Luas negara. Untuk tiap-tiap negara, wilayah/teritori yang luas adalah merupakan keadaan yang diinginkan. Semakin luas semakin baik, tetapi tidak dapat disebut dengan angka harus berapa luas dan harus berapa sempit minimalnya. Wilayah suatu negara merupakan suatu elemen dari kekuatan, terlepas dari persoalaan, apakah wilayah tersebut kecil, sempit ataupun, luas. Faktor luas saja, tidak dapat menerangkan tentang kapasitasnya untuk memberi hidup atau untuk menampung jumlah penduduk diatasnya. Bandingkan, luas gurun sahar dengan jumlah penduduk yang dapat hidup disana dengan negara Jepang. Kekuatan yang efektif masih harus didasarkan pada faktor-faktor lainnya, seperti lokasi, kesuburan tanah, curah hujan sifat dan watak penduduknya, teknologi serta kualitas pimpinan negara. Walaupun ukuran luas sifat relatif, tetapi terdapat suatu kecenderungan bahwa suatu negara dengan wilayah yang luas atau jelasnya luas wilayah merupakan “necessary attribute”bagi suatu negara.
Dalam waktu damai, wilayah yang luas dengan kemungkinan- kemungkinan penyediaan sumber-sumber alam dan bahan-bahan mentah, diperlukan sebagai salah satu syarat bagi pembanguinan industri. Demikian pula wilayah yang luas, memberikan kemungkinan bagi adanya variasi dalam iklim yang berguna bagi pembangunan pertanian, perkebunan, peternakan dan
sebagainya. Sementara itu, dalam masa perang, wilayah yang luas memungkinkan suatu negara mengadakan tindakan “long retreat”
ataupun “defensi in depth”.
e. Letak atau lokasi wilayah. Lokasi wilayah banyak menentukan tipe-tipe perekonomian yang khusus bagi suatu wilayah atau penduduknya. Misalnya, adanya perindustrian kayu, peternakan, pertanian, pertambangan, perdagangan dan perindustrian untuk sebagian disebabkan atau ditentukan oleh lokasi. Perekonomian juga menentukan kebudayaan, seperti halnya pertambangan menimbulkan kota-kota pertambangan yang khusus sifatnya, perdagangan dan industri menimbulkan kota-kota dagang dan industri. Lokasi wilayah cendung untuk menentukan apakah suatu negara akan menjadi suatu “land power” ataukah “sea power”
Inggris dan Jepang, karena lokasinya mengembangkan kekuatan maritimnya. Namun, demi untuk tujuan ekspansinya, baik Jepang maupun Inggris, juga mengembangkan kekuatan daratnya. Lokasi juga memiliki efek dalam diplomasi dan strategi perang. Karena letak atau lokasi wilayah ditambah dengan faktor-faktor lain, suatu negara dapat menjadi medan pertempuran dalam peperangan atau dapat pula menjadi daerah penyangga (buffer) yang dihormati oleh negara lain.