• Tidak ada hasil yang ditemukan

Wujud Pembelajaran Berbasis Proyek

Dalam dokumen KOREKSIAN UNTUK PENULIS - Universitas Mataram (Halaman 153-158)

PENDEKATAN DAN METODE SAINTIFIK DALAM PEMBELAJARAN TEKS

BAB 4 BAB 4

B. Proyek dalam Pembelajaran Bahasa Indonesia

1. Wujud Pembelajaran Berbasis Proyek

Seperti disebutkan di atas, bahwa pembelajaran berbasis proyek haruslah bertumpu pada pembelajaran yang menekankan adanya suatu kegiatan/

pekerjaan dengan tujuan tertentu/khusus dan direncanakan capaiannya dalam rentang waktu yang tegas/jelas. Sementara itu, teks dalam bahasa, termasuk

dalam bahasa Indonesia, merupakan satuan bahasa yang memiliki struktur berpikir yang lengkap dengan elemen pembentuknya (strukturnya) yang tidak tunggal dan tidak homogen. Ia hadir dalam bentuk yang bermacam-macam dengan struktur yang berbeda satu sama lain (periksa kembali Bab I). Oleh karena itu, wujud pembelajaran bahasa Indonesia berbasis proyek adalah menghasilkan jenis-jenis teks tertentu sesuai tagihan dalam kurikulum. Dengan kata lain, pembelajaran bahasa Indonesia melalui pendekatan ilmiah berbasis proyek tidak lain adalah menghasilkan berbagai jenis teks sesuai tuntutan kompetensi dalam kurikulum. Mengapa teks dapat menjadi bahan pembelajaran berbasis proyek, yang bertumpu pada upaya melaksanakan suatu kegiatan/

pekerjaan dengan tujuan khusus dan memiliki saat penyelesaian yang tegas?

Terdapat beberapa alasan untuk menjelaskan hal tersebut:

a. Untuk menghasilkan teks dipelukan data/informasi/fakta yang akan menjadi substansi/isi teks itu sendiri;

b. Data/informasi/fakta itu harus dapat diidentifikasi wujudnya, sumbernya, cara untuk memperolehnya, serta cara untuk menginterpretasi/

menganalisis, dan mengomunikasikan.

c. Dalam pengidentifikasian wujud, sumber, cara memperoleh, cara menganalisis, serta pemerolehan dan penganalisisan data/informsi/fakta itu diperlukan perencanaan waktu yang tegas;

d. Perencanaan waktu pelaksanaan yang tegas tersebut tidak hanya sampai pada tahap-tahap di atas, seperti: pengidentifikasian wujud data/informasi/

fakta sampai pada pelaksaaan penganalisisannya, namun harus juga sampai pada perencanaan waktu pengomunikasian hasil analisis, yang berwujud teks tertentu yang dihasilkan itu;

e. Oleh karena itu, untuk menghasilkan teks tertentu sesuai tagihan dalam kurikulum perlu dilakukan melalui pembelajaran yang bertumpu pada upaya melaksanakan suatu kegiatan/pekerjaan dengan tujuan khusus dengan rencana waktu penyelesaian yang tegas? Dengan kata lain, pembelajaran bahasa berbasis teks sesuai dengan esensi pembelajaran bahasa berbasis proyek.

Dalam pembelajaran teks berbasis proyek, di samping harus memerhatikan karakteristik pembelajaran berbasis proyek yang berorientasi pada satu kegiatan/

pekerjaan khusus yang memiliki ketegasan waktu pencapaiannya: mulai dari ketegasan waktu dalam penetapan wujud data/informasi/fakta sampai pada ketegasan waktu pengomunikasian hasil yang berupa jenis teks tertentu, juga harus mempertimbangkan karakteristik tahapan dalam pembelajaran teks,

yang diawali dari kegiatan pemodelan, kerja sama menghasilkan teks, sampai pada kegiatan mandiri menghasilkan teks. Secara skematis, pembelajaran teks melalui pendekatan saintifik berbasis proyek diperlihatkan berikut ini.

SKEmA PEbELAJARAN bAhASA INdONESIA mELALUI PENdEKATAN bERbASIS PROyEK

bAhASA INdONESIA

TEKS DALAM PEMBELAJARAN:

1. Pemodelan 2. Kerja Sama 3. Kerja Mandiri SIFAT TEKS:

1. Data/Informasi/Fakta:

Pengumpulan, Analisis, Penyajian Hasil/Teks

PROYEK:

1. Kegiatan Khusus a. Menghasilkan Teks 2. Ketegasan Waktu:

a. Mengumpul Data b. Analisis Data c. Penyajian/

Pengomunikasian

Skema di atas menggambarkan bahwa teks sebagai satuan terkecil bahasa yang memiliki struktur berpikir yang lengkap menjadi basis pembelajaran bahasa Indonesia. Materi yang berwujud teks tersebut dapat diajarkan dengan berbasis proyek, karena teks dengan berbagai jenisnya, sesuai kompetensi yang telah ditentukan menurut jenjang pendidikan, merupakan produk akhir dari pembelajaran itu sendiri. Dengan kata lain, teks dengan jenis tertentu itu merupakan wujud dari kegiatan khusus yang hendak dicapai dalam pembelajaran bahasa Indonesia. Mengingat bahwa untuk menghasilkan teks itu diperlukan data, informasi, atau fakta, lalu menentukan metode pengumpulan dan analisis data, termasuk penentuan pelaksanaan pengumpulan dan analisis itu sendiri, serta pelaporan/pengomunikasian hasil analisis yang tidak lain berupa teks tertentu yang dihasilkan, jelas-jelas memerlukan pengalokasian waktu untuk pelaksanaannya. Penjadwalan waktu untuk melaksanakan hal-hal di atas haruslah secara tegas, sehingga hasilnya yang berupa jenis teks tertentu dapat diwujudkan. Dengan demikian, terlihat dengan jelas bahwa pembelajaran bahasa Indonesia berbasis teks memiliki relasi dengan pembelajaran berbasis proyek.

Selanjutnya, dengan mempertimbangkan tahapan pembelajaran teks yang terdiri atas: pemodelan, kerja sama mengembangkan teks, dan kerja mandiri mengembangkan teks, maka dalam pembelajaran berbasis proyek, hanya kegiatan kerja sama dan kerja mandiri mengembangkan teks yang dapat dijadikan kegiatan berbasis proyek. Kegiatan yang pertama, pemodelan, tentu tidaklah mungkin dijadikan bahan pembelajaran yang berbasis proyek karena alasan berikut ini.

Pada kegiatan pemodelan, yang mencakupi kegiatan membangun konteks (apersepsi), memberikan contoh teks yang diajarkan, guru menjelaskan tentang teks yang menjadi pokok pembahasan dalam pembelajaran itu, baik menyangkut latar belakang sosial budaya yang terkait dengan teks itu, maupun menyangkut kandungan makna teks, unsur-unsur kebahasaan yang menjadi penanda teks, mulai dari penggunaan ejaan, pilihan kata, pilihan kalimat, sampai pada paragraf yang membentuk teks itu. Termasuk juga kata-kata yang menghubungkan satu paragraf dengan paragraf lain dari keseluruhan teks. Oleh karena itu, tahap ini merupakan tahap penjelasan dari guru pada siswa tentang teks yang menjadi pokok bahasan dalam pembelajaran.

Selain pertimbangan tahapan pembelajaran teks di atas, pertimbangan lain yang patut dijadikan dasar dalam pembelajaran teks berbasis proyek adalah keberadaan elemen/struktur pembentuk teks. Sebuah teks tidaklah berstruktur tunggal serta homogen, tetapi berstruktur ganda dan heterogen. Artinya, tiap jenis teks memiliki struktur yang berbeda dan jumlah elemen/struktur pembentuk lebih dari satu. Misalnya, teks deskripsi berbeda dengan teks narasi/

cerita baik dari struktur maupun jumlah unsur strukturalnya. Teks deskripsi memiliki struktur berpikir: pernyataan umum dan uraian bagian-bagiannya (terdiri atas dua unsur struktural pembentuk); sedangkan teks cerita memiliki struktur berpikir: pengenalan, masalah, dan pemecahan masalah (terdiri atas tiga unsur struktural pembentuk). Jumlah dan struktur berpikir kedua jenis teks tersebut berbeda. Dalam pembelajaran berbasis proyek, kegiatan yang dapat dijadikan pokok bahasan dapat keseluruhan struktur teks itu atau dapat memilih salah satu dari unsur struktural pembentuk teks, tergantung unsur mana yang dipandang perlu diberi penekanan dalam pembelajarannya. Dalam pembelajaran itu, tiap-tiap unsur pembentuk teks dapat dijadikan proyek untuk materi penugasan siswa secara mandiri atau secara bersama (kerja sama).

Maksudnya, guru dapat menugasi siswa membuat proyek pengembangan struktur pengenalan pada teks narasi untuk kelompok atau individu peserta didik tertentu dan meminta kelompok atau individu peserta didik yang lain mengembangkan struktur masalah atau pemecahan masalah; atau dapat

saja semua kelompok dan individu peserta didik diminta membuat proyek dengan struktur teks yang sama, misalnya struktur pengenalan tetapi dengan versi masing-masing. Di samping itu, dapat pula proyek itu menyangkut keseluruhan struktur teks yang diajarkan, tergantung kebutuhan. Dengan demikian, dapat dikatakan bahwa, pembelajaran teks berbasis proyek senantiasa mempertimbangkan dua hal yaitu: (a) tahapan pembelajaran dan (b) elemen unsur struktural pembentuk teks. Untuk mempertegas hal itu dapat disajikan dalam bentuk Tabel 1 berikut ini.

Tabel 1 Contoh Cakupan Pokok Penugasan dalam Pembelajaran Teks Berbasis Proyek No. Tahapan

Pembelajaran

Jenis Teks/Wujud Proyek Penugasan

deskripsi Cerita Eksposisi

1. Pemodelan - - -

2. Kerja Sama

Proyek Penyusunan Struktur Pernyataan Umum

Proyek Penyusunan Struktur Pengenalan

Proyek Penyusunan Struktur Pernyataan Pendapat (Tesis) Proyek Penyusunan

Struktur Pernyataan Uraian Bagian-bagian

Proyek Penyusunan Struktur Masalah

Proyek Penyusunan Struktur Alasan/

Argumentasi Proyek Penyusunan

Struktur Pemecahan Masalah

Proyek Penyusunan Struktur Penegasan Ulang Pendapat Proyek Penyusunan

Teks Deskripsi

Proyek Penyusunan Teks Cerita

Proyek Penyusunan Teks Eksposisi

3. Kerja Mandiri

Proyek Penyusunan Struktur Pernyataan Umum

Proyek Penyusunan Struktur Pengenalan

Proyek Penyusunan Struktur Pernyataan Pendapat (Tesis) Proyek Penyusunan

Struktur Pernyataan Uraian Bagian-bagian

Proyek Penyusunan Struktur Masalah

Proyek Penyusunan Struktur Alasan/

Argumentasi Proyek Penyusunan

Struktur Pemecahan Masalah

Proyek Penyusunan Struktur Penegasan Ulang Pendapat Proyek Penyusunan

Teks Deskripsi

Proyek Penyusunan Teks Cerita

Proyek Penyusunan Teks Eksposisi

Apa yang digambarkan dalam tabel di atas, hanya mencakupi tiga buah contoh teks, lainnya dapat beranalogi pada model dalam tabel tersebut. Adapun bagaimana mendesain pembelajaran teks berbasis proyek di atas diuraikan dalam seksi berikut ini.

Dalam dokumen KOREKSIAN UNTUK PENULIS - Universitas Mataram (Halaman 153-158)