ILMU UKUR TANAH
PENGANTAR ILMU UKUR TANAH
IR. BAMBANG SUDARSONO, MS, IPU
PROGRAM STUDI TEKNOLOGI KONSTRUKSI BANGUNAN GEDUNG POLITEKNIK PEKERJAAN UMUM
PENGANTAR ILMU UKUR TANAH
Dalam kehidupan sehari-hari kita sering melihat, memerlukan dan juga menggunakan peta untuk berbagai keperluan. Pada umumnya kita mengenal peta sebagai gambaran dari sebagian permukaan bumi pada suatu lembar kertas dengan ukuran yang lebih kecil.
Peta yang ada biasanya memberikan informasi unsur rupa bumi yang digambarkan pada peta antara lain meliputi: unsur-unsur alam dan unsur-unsur buatan manusia. Kemajuan dalam bidang teknologi yang berbasiskan komputer telah memperluas wahana dan wawasan mengenai peta. Peta tidak hanya dikenali sebagai gambar pada lembar kertas, tetapi juga penyimpanan,
pengelolaan, pengolahan, analisa dan penyajiannya dalam bentuk digital terpadu antara gambar, citra dan teks. Peta dalam model digital mempunyai keuntungan penyajian dan penggunaan secara konvensional seperti peta garis cetakan (hard copy) dan
kemudahan penyimpanan, pengolahan, analisa dan penyajiannya
secara interaktif pada media komputer (soft copy).
Pengantar Ilmu Ukur Tanah
Plan Surveying & Geodetic Surveying
llmu ukur tanah merupakan bagian rendah dari
ilmu yang lebih luas yang dinamakan Ilmu Geodesi.
Ilmu Geodesi mempunyai dua maksud :
Maksud ilmiah
menentukan bentuk permukaan bumi.
Maksud praktis
membuat bayangan yang dinamakan peta dari
sebagian besar atau sebagian kecil permukaan
bumi.
Pengantar Ilmu Ukur Tanah
Pengukuran dan pemetaan pada dasarnya dapat dibagi 2, yaitu :
Geodetic Surveying
pengukuran untuk menggambarkan permukaan bumi pada bidang
melengkung/ellipsoida/bola.
Plan Surveying
pengukuran tanpa mempertimbangkan
bentuk bumi, dianggap sebagai bidang datar
horisontal, biasanya untuk wilayah yang tidak
terlalu luas (<= 55 Km).
Pengantar Ilmu Ukur Tanah
Ilmu ukur tanah pada dasarnya terdiri dari tiga bagian besar yaitu :
a. Pengukuran Kerangka Dasar Vertikal (KDV)
pengukuran-pengukuran tegak guna mendapat hubungan tegak antara titik-titik yang diukur.
b. Pengukuran Kerangka Dasar Horizontal (KDH)
pengukuran yang mendatar untuk mendapat
hubungan titik-titik yang diukur diatas permukaan bumi.
c. Pengukuran Titik-titik Detail
Pengantar Ilmu Ukur Tanah
Survey & Pemetaan
Dalam perencanaan bangunan Sipil misalnya
perencanaan jalan raya, jalan kereta api, bendung dan sebagainya memerlukan Peta.
Peta merupakan data yang sangat penting untuk perencanaan bangunan tersebut.
Selain itu peta juga sipergunakan untuk keperluan
perencanaan tata ruang, pendaftaran tanah (Sertipikasi
Tanah). Pengukuran PBB dan lain-lain
PENGERTIAN PETA
Peta adalah gambaran dari sebagian atau seluruh permukaan bumi pada suatu lembar kertas (bidang datar ) dengan ukuran yang lebih kecil (dengan skala tertentu.
Unsur rupa bumi yang digambarkan pada suatu peta meliputi : unsur-unsur alam dan unsur-unsur buatan manusia.
Kemajuan dalam bidang teknologi yang berbasiskan komputer telah memperluas wahana dan wawasan mengenai peta dalam bentuk digital.
METODE PEMBUATAN PETA
Gambaran dari permukaan bumi diperoleh dengan
melakukan pengukuran-pengukuran di permukaan bumi yang meliputi besaran-besaran: arah, sudut, jarak dan ketinggian.
Metode pembuatan peta dapat dilakukan dengan
metode teristris dengan pengukuran secara langsung di lapangan, fotogrametris dengan menggunakan foto
udara dan dengan penginderaan jauh (remote sensing) dengan menggunakan data citra satelit
Untuk keperluan pendaftaran tanah di BPN diperlukan peta dasar pertanahan yang akan digunakan untuk pembuatan sertipikat.
Di bidang perencanaan tata ruang peta sangat diperlukan untuk keperluan pembuatan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) dan Rencana Detail Tata Ruang (RDTR).
Peta juga diperlukan untuk keperluan pendataan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB).
Selain itu peta juga diperlukan untuk keperluan perijinan bangunan (IMB) untuk keperluan pembuatan Peta KRK di lingkungan Dinas Tata Kota dan Perumahan.
Peta juga diperlukan untuk keperluan penentuan lokasi perijinan pemasangan titik reklame dan dari reklame Pemda dapat meningkatkan PAD.
MENGAPA KITA MEMERLUKAN PETA
Dengan Peta Pemda Dapat Meningkatkan PAD
Dengan adanya UU Pajak Daerah PBB yang dulu
dikelola oleh Direktorat Jenderal Pajak - Direktorat PBB, sekarang diserahkan ke Pemkab/Pemkot. PBB Perdesaan dan Perkotaan merupakan PAD yang dapat dilaksanakan di daerah jika tersedia data obyek
pajak berupa luas tanah dan bangunan sehingga diperlukan adanya peta. Peta dasar tersebut digunakan untuk pendataan dan penilaian obyek pajak, sehingga dapat ditentukan Peta Zona Nilai Tanah (ZNT) yang akan dijadikan sebagai acuan
dalam penentuan PBB. Jadi apabila Pemkab/Pemkot akan meningkatkan PAD melalui usaha intensifikasi dan ekstensifikasi PBB diperlukan pembaharuan data antara lain berupa : Peta Blok, Peta Desa/Kelurahan, Peta ZNT dan data subyek pajak (nama pemilik atau yang menguasai tanah dan bangunan).
CONTOH BANGUNAN INFRASTRUKTUR JEMBATAN
CONTOH BANGUNAN INFRASTRUKTUR BENDUNGAN
CONTOH BANGUNAN INFRASTRUKTUR BENDUNGAN
CONTOH BANGUNAN JEMBATAN SURAMADU
CONTOH DOKUMEN SERTIPIKAT TANAH
CONTOH SPPT
CONTOH IKLAN DI PEREMPATAN JALAN
PENGGUNAAN PETA UNTUK KEPERLUAN TEKNIK SIPIL
Di bidang teknik sipil peta digunakan untuk berbagai keperluan pada berbagai tahapan antara lain :
1. Tahap studi kelayakan (feasibility study)
2. Tahap perencanaan pendahuluan (preliminary design)
3. Tahap detail desain (detailed engineering design)
4. Tahap pelaksanaan konstruksi dan pengawasan (construction and supervision)
5. Tahap pemantauan bangunan (monitoring)
Contoh penggunaan peta untuk keperluan perencanaan teknik sipil
Penggunaan peta untuk keperluan teknik sipil antara lain: untuk perencanaan jalan, perencanaan jembatan, perencanaan bendung,
perencanaan waduk, perencanaan tanggul sungai, perencanaan jaringan drainase kota, perencanaan jalur pipa transmisi, perencanaan jalur
transmisi Saluran Udara Tegangan Ekstra Tinggi (SUTET) dan lain-lain
JENIS PETA MENURUT ISINYA
Peta hidrografi: memuat informasi tentang kedalaman dan keadaan dasar laut serta informasi lainnya yang diperlukan untuk navigasi pelayaran.
Peta geologi: memuat informasi tentang keadaan geologis suatu daerah, bahan-bahan pembentuk tanah dll. Peta geologi umumnya juga menyajikan unsur peta topografi.
Peta kadastral/kadaster : memuat informasi tentang kepemilikan tanah beserta batas bidang tanah dan informasi lainnya.
Peta irigasi: memuat informasi tentang jaringan irigasi pada suatu wilayah.
Peta jalan: memuat informasi tentang jejaring jalan pada suatu wilayah
Peta Kota: memuat informasi tentang jejaring transportasi, drainase, sarana kota dll.
Peta Relief: memuat informasi tentang bentuk permukaan tanah dan kondisinya.
Peta Teknis: memuat informasi umum tentang tentang keadaan permukaan bumi yang mencakup kawasan tidak luas. Peta ini dibuat untuk pekerjaan perencanaan teknis skala
1 : 10 000 atau lebih besar.
Peta Topografi: memuat informasi umum tentang keadaan permukaan bumi beserta informasi ketinggiannya menggunakan garis kontur. Peta topografi juga disebut sebagai peta dasar.
Peta Geografi: memuat informasi tentang ikhtisar peta, dibuat berwarna dengan skala lebih kecil dari 1 : 100 000.
Jenis peta berdasarkan skalanya
Peta skala besar: skala peta 1 : 10 000 atau lebih besar.
Peta skala sedang: skala peta 1 : 10 000 - 1 : 100 000.
Peta skala kecil: skala peta lebih kecil dari 1 : 100 000.
Peta tanpa skala kurang atau bahkan tidak berguna.
Skala peta menunjukkan ketelitian dan kelengkapan
informasi yang tersaji dalam peta. Peta skala besar lebih teliti dan lebih lengkap dibandingkan peta skala kecil.
Skala peta bisa dinyatakan dengan: persamaan
(engineer's scale), skala numeris (numerical or fractional scale) atau skala grafis (graphical scale).
Peta berdasarkan penurunan dan penggunaan
Peta dasar: digunakan untuk membuat peta turunan dan perencanaan umum maupun pengembangan suatu wilayah. Peta dasar umumnya menggunakan peta
topografi.
Peta tematik: dibuat atau diturunkan berdasarkan peta dasar dan memuat tema-tema tertentu. Misalnya: Peta Jalan, Peta Pariwisata, Peta Kepadatan Penduduk, Peta Geologi dan lain-lain.
KOMPONEN PETA
1. Isi Peta
Isi peta menunjukan isi dari ide dari penyusun peta yang akan disampaikan kepada pengguna peta.
2. Judul Peta
Judul peta harus mencerminkan isi peta, misalnya Peta Jalan Provinsi Jawa Tengah, maka isinya harus dapat memberikan gambaran umum jalan yang ada di Provinsi Jawa Tengah
3. Skala
Skala peta merupakan unsur yang sangat penting dari
sebuah peta. Dari skala peta dapat diketahui ketelitian peta serta perbandingan antara ukuran detail di peta dengan
detail tersebut di lapangan.
4. Arah Utara
Selain skala peta, arah orientasi peta harus tersajikan dalam suatu lembar peta. Di Indonesia, arah orientasi peta adalah arah kutub utara atau arah utara peta. Arah utara peta pada peta topografi dibuat sejajar dengan tepi lembar peta.
Arah utara peta bisa dinyatakan dalam arah utara berdasarkan: (1) arah utara menurut sistem proyeksi peta, (2) arah utara geografis
berdasarkan satu titik sistem kerangka dasar tertentu (sistem lokal), atau (3) arah utara magnet
5. Koordinat
Pada lembar peta harus menyajikan unsur koordinat baik koordinat
kartesian (X,Y) maupun koordinat geografis yang dinyatakan dengan lintang dan bujur dengan simbol (φ, λ).
6. Garis kontur
Kontur merupakan garis di peta yang menunjukkan titik-titik dengan ketinggian yang sama. Dengan garis kontur tersebut dapat diketahui kondisi topografi dari suatu daerah apakah datar atau curam.
7. Inzet dan Index Peta
Peta merupakan media untuk menyimpan dan menyajikan informasi tentang rupa bumi dengan penyajian pada skala tertentu. Bila kawasan yang dipetakan tidak luas, maka kemungkinan peta daerah itu bisa
disajikan dalam satu lembar peta saja pada skala tertentu. Tetapi bila kawasan pemetaan luas atau skala penyajian besar, maka diperlukan
beberapa lembar peta, untuk memudahkan maka dibuat Inzet/Index Peta.
8. Legenda atau Keterangan
Supaya peta mudah dibaca dan dipahami, maka aneka ragam informasi setiap peta pada skala tertentu harus disajikan dengan cara-cara tertentu, yaitu:
Simbol: digunakan untuk membedakan berbagai obyek, misalnya jalan, sungai, rel dan lain-lainnya. Daftar kumpulan simbol pada suatu peta disebut legenda peta.
Warna: digunakan untuk membedakan atau memerincikan lebih jauh dari simbol suatu obyek, misalnya laut yang lebih dalam diberi warna lebih gelap, berbagai kelas jalan diberi warna yang berbeda-beda dll.
JENIS PENGUKURAN
Jenis Pengukuran berdasarkan kondisi alam :
Pengukuran daratan (land surveying): antara lain pengukuran topografi, untuk pembuatan peta topografi, dan pengukuran kadaster, untuk
membuat peta kadaster.
Pengukuran perairan (marine or hydrographic surveying): antara lain
pengukuran muka dasar laut, pengukuran pasang surut, pengukuran untuk pembuatan pelabuhan dll.
Pengukuran astronomi (astronomical survey): untuk menentukan posisi di muka bumi dengan melakukan pengukuran-pengukuran terhadap benda langit.
JENIS PENGUKURAN BERDASARKAN TUJUAN
Jenis pengukuran berdasarkan tujuan :
Pengukuran teknik sipil (engineering survey): untuk memperoleh data dan peta pada pekerjaan-pekerjaan teknik sipil.
Pengukuran untuk keperluan militer (miltary survey).
Pengukuran tambang (mining survey).
Pengukuran geologi (geological survey).
Pengukuran arkeologi (archeological survey).
Berdasarkan luas cakupan daerah pengukuran
Pengukuran tanah (plane surveying) atau ilmu ukur tanah dengan
cakupan pengukuran 37 km x 37 km (20’ X 20’). Rupa muka bumi bisa dianggap sebagai bidang datar.
Pengukuran geodesi (geodetic surveying) dengan cakupan yang luas.
KERANGKA DASAR PEMETAAN
1. KERANGKA HORISONTAL (X, Y)
Posisi titik kerangka horisontal dapat diukur dengan berbagai metode antara lain : Poligon, GPS.
2. KERANGKA VERTIKAL (Z)
Posisi titik-titik kerangka vertikal (ketinggian) dapat diukur dengan berbagai metode antara lain : cara barometris, cara trigonometris dan cara sipat datar (waterpas). Bidang ketinggian referensi ini bisa berupa ketinggian muka air laut rata-rata (mean sea level - MSL) atau ditentukan lokal.
Ada beberapa instansi yang menggunakan peta antara lain :
Badan Informasi Geospasial
Badan Pertanahan Nasional (sekarang Kementerian ATR/BPN)
Kementerian Kehutanan dan Lingkungan Hidup
Kementerian Perhubungan
Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat
Dinas Bina Marga di Tingkat Provinsi
Dinas Pengelolaan Sumber Daya Air di Tingkat Provinsi
Dan Teknis lainnya
Instansi yang menggunakan peta
Dinas Tata Kota dan Perumahan
Dinas Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (DPKAD)
Dinas Bina Marga
Dinas Energi dan PSDA
Serta Dinas Teknis lainnya.
Khusus di Kota Semarang ada beberapa Dinas
Ada beberapa cara untuk memperoleh data pembuatan peta skala besar
Pengadaan citra satelit resolusi tinggi
Pemetaan metode fotogrametri
Pengukuran dan pemetaan secara teristris
Pada saat ini mulai dikembangkan pemetaan
dengan teknologi UAV.
ARTI PENTING SUATU PETA
(INFORMASI GEOSPASIAL)
Peta Untuk Sertipikasi Tanah
Aplikasi Peta Untuk Pendaftaran Tanah di ATR/BPN:
Jika ada peta – Dapat dibuat sertifikat tanah (diproses dengan syarat tertentu)
Jika ada sertifikat tanah – Dapat digunakan untuk modal/mencari uang (melakukan peminjaman di Bank dengan agunan sertipikat tanah di Bank)
Jika ada uang – Dapat meningkatkan Investasi (uang untuk investasi oleh perorangan/ pengusaha)
Jika ada investasi – Maka akan ada pertumbuhan ekonomi (penyerapan tenaga kerja)
Jika ada pertumbuhan ekonomi – Maka ada peningkatan kesejahteraan masyarakat (pengangguran berkurang, perekonomian masyarakat
meningkat)
Dari sini ada Pekerjaan Pendaftaran Tanah di ATR/BPN: Pendaftaran Tanah Sistematik Lengkap(PTSL) Di Desa yang sedang dikerjakan Pemerintah
mulai tahun 2017 Sampai Tahun 2024
Penggunaan Peta Untuk Pekerjaan Infrastruktur
Manfaat peta untuk keperluan pembangunan infrastruktur di Kementerian PUPR
Jika ada peta – Dapat melaksanakan perencanaan infrastruktur (DED)
Jika ada DED – Dapat menghitung Volume Pekerjaan (BOQ)
Jika ada Volume Pekerjaan (BOQ)– Dapat membuat RAB
Jika ada RAB – Dapat menentukan rencana pembangunan infrastruktur secara lengkap termasuk RAB
Jika sudah ada keputusan pembangunan infrastruktur – Maka akan ada pembangunan konstruksi
Jika ada pelaksanaan pembangunan konstruksi – Konsultan dan Kontraktor dapat pekerjaan
Jika Konsultan dan Kontraktor ada pekerjaan – Ada pertumbuhan ekonomi (Meningkatkan ekonomi masyarakat Jasa Konstruksi)
Jika ada pertumbuhan ekonomi – Ada peningkatan kesejahteraan masyarakat (pengangguran berkurang, perekonomian masyarakat meningkat)
Sejak beberapa tahun terakhir pembangunan infrastruktur meningkat dengan pesat a.l. pembangunan tol trans Jawa
CONTOH PEKERJAAN PENGUKURAN GPS
CONTOH PENGUKURAN DENGAN TOTAL STATION
CONTOH PENGUKURAN WATERPAS
Ukuran Yang Digunakan
Pengukuran Panjang
Digunakan satuan panjang metrik, yaitu meter, kilometer, sentimeter, milimeter dll.
Pengukuran Luas
Digunakan satuan luas m
2(meter persegi), km
2(kilometer persegi), are (1 are = 100 m
2),
hektare (1 ha = 10.000 m
2)
Ukuran Yang Digunakan
Pengukuran Sudut
Cara Saksagesimal
Membagi lingkaran dalam 360 derajat,
dimana 1 derajat dibagi dalam 60 menit, dan 1 menit dibagi dalam 60 sekon.
Cara Centisimal
Membagi lingkaran dalam 400 bagian, dimana 1 kuadran memiliki 100 grade, 1 grade
terbagi dalam 100 centigrade, dan 1 centigrade terbagi dalam 100
centicentigrade.
Ukuran Yang Digunakan
Pegukuran Sudut
Cara Radial
Membagi lingkaran menjadi 2 kali bagian.
Nilai besarnya sekitar 3,1416 atau ½ dari keliling lingkaran dibagi jari-jarinya.
Beberapa Persamaan Ukuran Sudut
1 lingkaran = 360
o= 400 grade = 2 rad
Ukuran Yang Digunakan
Hubungan Antara Seksagesimal dan Sentisimal 360° = 400
gMaka :
1° = 400/360 = 1,111
g1’ = 400x100/360x60 = 1,85185
cg1” = 400x100x100/360x60x60 = 3,0864175
cc1
g= 360/400 = 0,9°
1
cg= 360x60/400x100 = 0,54’
1
cc= 360x60x60/400x100x100 = 0,324”
Ukuran Yang Digunakan
1 radian disingkat dengan besaran ρ (rho)
Berapa derajatkah 1 radian ? ρ° radian dalam derajat
ρ = 360/2π = 57,295779 = 57° 17’ 44,81”
ρ’ radian dalam menit ρ = 57° 17’ 44,81”
= (57x60)’ + 17’ + 44,81/60
= 3420 + 17 + 0,74683
= 3437, 74683’
ρ’ radian dalam detik ρ = 3437, 74683’ x 60
= 206264,81”
Ukuran Yang Digunakan
1 radian disingkat dengan besaran ρ (rho)
Berapa grade-kah 1 radian ? ρ° radian dalam sentisimal
ρ = 400/2π = 63,661977 grade
ρ’ radian dalam centigrade ρ = 63,661977 grade
= 63,661977 x 100
= 6366,1977 centigrade
ρ’ radian dalam centi-centigrade ρ = 6366,1977 x 100
= 636619,77 centi-centigrade
Ukuran Yang Digunakan
Contoh Soal
Konversi dari derajat ke radian Misal :
78
o49’40” = ... Rad
Maka :
= (78
o49’40”/360
o) x 2
= ((78 + 49/60 + 40/3600)/360
o) x 2
= 1,376358025 rad
Ukuran Yang Digunakan
Konversi dari grid ke derajat Misal :
104
g58
c77
cc,75 = ...
oMaka :
= (104
g58
c77
cc,75/400
g) x 360
o= ((104 + 58/100 + 77,75/10000)/400
g) x 360
= 94,1289975
= 94
o07’ 44,391”
Ukuran Yang Digunakan
Konversi dari grid ke radian Misal :
120
g28
c10
cc= ... Rad
Maka :
= (120
g28
c10
cc/400
g) x 2
= ((120 + 28/100 + 10/10000)/400) x 2
= 1,89013 rad
SKALA
Skala peta adalah perbandingan antara jarak di atas peta dengan jarak yang sebenarnya pada permukaan bumi.
Skala peta ini memungkinkan penggambaran suatu wilayah yang luas di atas bidang kertas yang terbatas ukurannya.
Contoh:
Jarak dari Titik A ke Titik B dalam peta adalah 1 cm dan jarak sebenarnya di permukaan bumi adalah 1 km.
Skala petanya adalah:
1 cm : 1 km 1 cm : 100.000 cm 1 : 100.000
SKALA
Skala dapat dinyatakan dengan:
Perbandingan angka, contoh :
“1 : 10.000” ; “1 : 5000” ; “ 1 : 500” ; “ 1 : 250”
dsb…
SKALA
Skala Grafik, Contoh :
Umumnya gambar skala seperti ini terletak di bagian bawah peta.
Skala Grafik
0 1 2 3 km
1 0.5
SKALA
Skala Grafik
Sebuah garis yang panjangnya menunjukkan jarak pada peta yang equivalen dengan jarak tertentu yang sebenarnya (misalnya 1 km).
Garis Skala ini biasanya dibagi dalam bagian- bagian (biasanya 10 bagian) untuk
memudahkan pembacaan peta.
SKALA
Fungsi skala pada peta:
Membantu mereduksi suatu permukaan bumi yang luas ke atas bidang kertas yang
ukurannya terbatas.
Membantu menilai jarak sebenarnya di
permukaan bumi dari jarak di peta.
SKALA
Skala dapat dibedakan atas 2 jenis:
Skala Besar
Untuk menggambarkan suatu daerah yang relatif kecil, seperti “1 : 10” atau “1 : 20”
atau “1: 50” dsb.Digunakan untuk penggambaran detail suatu lokasi.
Skala Kecil
Untuk menggambarkan suatu daerah yang relatif besar, seperti “1 : 500” atau “1:
25.000” dsb. Digunakan untuk daerah di
permukaan bumi yang cukup luas.
MATERI ILMU UKUR TANAH
1. Pengantar Ilmu Ukur Tanah
2. Pengukuran Sipat Datar Memanjang (Waterpas)
3. Pengukuran Penampang Memanjang dan Penampang Melintang
4. Penggambaran Penampang Memanjang dan Penampang Melintang
5. Sistem Koordinat Tanah, Hubungan Koordinat Jarak dan Azimut
6. Pengukuran Poligon dan Perhitungan Poligon Terbuka
7. Perhitungan Poligon Tertutup
8. Tengah Semester (UTS)
9. Perhitungan Poligon Terikat Sempurna
10. Pengukuran Situasi Metode Tachimetri
11. Penggambaran Detail Peta Situasi
12. Penggambaran Garis Kontur
13. Pengantar Proyeksi Peta dan Sistem Koordinat UTM
14. Pengukuran Dengan Alat Ukur Total Station
15. Aplikasi Ilmu Ukur Tanah Untuk Pekerjaan Bangunan Gedung
16. Ujian Akhir Semester (UAS)
Penilaian Ujian Ilmu Ukur Tanah
Nilai Huruf Nilai Angka Indeks Nilai
A >=80 4,00
AB 75<=X<80 3,50
B 70<=X<75 3,00
BC 65<=X<70 2,50
C 60<=X<65 2,00
CD 55<=X<60 1,50
D 40<=X<55 1,00
E <40 0,00
MATUR NUWUN
TERIMA KASIH