• Tidak ada hasil yang ditemukan

2. MORFOLOGI BUNGA DAN PROSES PENYERBUKAN

N/A
N/A
WINA NADIA

Academic year: 2025

Membagikan "2. MORFOLOGI BUNGA DAN PROSES PENYERBUKAN"

Copied!
18
0
0

Teks penuh

(1)

DAFTAR ISI... i

DAFTAR TABEL... ii

PENDAHULUAN... 1

Latar Belakang... 1

Tujuan... 2

TINJAUAN PUSTAKA... 3

METODE PENELITIAN... 7

Waktu dan Tempat... 7

Alat dan Bahan... 7

Alat... 7

Bahan... 7

Prosedur Kerja... 8

HASIL DAN PEMBAHASAN... 9

Kesimpulan... 19

Saran... 14

DAFTAR PUSTAKA

... 15

(2)

1. Hasil Pengamatan Bunga Hibiscus rosa-sinensis...9

2. Hasil Pengamatan Bunga Kertas (Bougainvillea spectabilis)...9

3. Hasil Pengamatan Bunga Pepaya Jantan (Carica papaya L.)...10

4. Hasil Pengamatan Bunga Pepaya betina (Carica papaya L.)...10

5. Hasil Pengamatan Bunga Pepaya hemaprodit (Carica papaya L.)...11

6. Hasil Pengamatan Bunga Mawar (Rossa sp.)...11

(3)

Latar Belakang

Bunga atau kembang adalah struktur reproduksi seksual pada tumbuhan berbunga (divisi magnoliophyta atau angiospermae). Pada bunga terdapat organ reproduksi (benang sari dan putik). Bunga berfungsi utama menghasilkan biji.

Penyerbukan dan pembuahan berlangsung pada bunga. Proses dimulai dengan penyerbukan, yang diikuti dengan pembuahan, dan berlanjut dengan pembentukan biji. Setelah pembuahan bunga berkembang menjadi buah. Buah adalah struktur yang membawa biji (Utami, 2008).

Pada tumbuhan berbiji, daun, batang serta akar merupakan alat–alat pertumbuhan (alat vegetatif), sedangkan bunga merupakan alat perkembangbiakan (organum reproductivum/organ reproduktif). Oleh sebab itu, suatu tumbuhan berbiji apabila telah tiba waktunya akan mengeluarkan bunga. Pada bunga inilah terdapat bagian–bagian yang setelah terjadi persarian (penyerbukan) dan pembuahan akan menghasilkan buah yang di dalamnya mengandung biji. Biji inilah yang kelak akan tumbuh menjadi tumbuhan baru sehingga dapatlah dikatakan bahwa bunga merupakan suatu bagian tumbuhan yang amat penting (Utami, 2008).

Fungsi bunga antara adalah sebagai organ seksual karena bunga ialah tempat menyatunya suatu gamet jantan dan juga gamet betina pada suatu tumbuhan.

Sebagai alat reproduksi dan juga untuk penyebarannya melalui bunga tersebut.

Sebagai organ untuk bertahan pada kondisi yang kurang menguntungkan, hal ini terjadi, misalnya pada suatu tanaman yang biasa tumbuh pada lokasi kering, yang dimana tumbuhan tesebut akan membentuk sebuah bunga ketika mangalami suatu kondisi kekurangan air. Untuk menarik serangga, agar mau hinggap dan membantu suatu proses penyerbukan pada bunga. Dan untuk meneruskan suatu proses perkembangbiakan, karena bunga ada juga yang berproses menjadi suatu biji, yang kemudian bisa ditanam kembali (Geofani, 2001).

Penyerbukan (pollination) adalah peristiwa transfer serbuk sari dari kepala sari (anther) ke kepala putik (stigma). Proses penyerbukan dimulai dari lepasnya serbuk sari dari kepala sari sampai serbuk sari mencapai kepala putik (Barth, 1991).

(4)

Bagian reproduksi jantan, benang sari adalah alat reproduksi jantan pada bunga benang sari terdiri dari kepala sari dan tangkai sari, kepala sari menghasilkan serbuk sari. Setiap serbuk sari memiliki gametofit jantan yang terdiri dari tube cell dan tube nucleus bagian reproduksi betina, carpel putik merupakan alat reproduksi betina pada bunga, putik terdiri dari kepala putik, style (tangkai putik), dan ovary, ovary memiliki beberapa bakal biji, setiapa bakal biji memiliki gamet betina (Masyitha, 2021).

Tanda bunga yang sudah siap diserbuki adalah pada spadiks bunga terjadi sekresi madu (berlendir) dan bila dipegang akan terasa licin atau lengket. Secara visual hal ini dapat dilihat dengan adanya serangga penyerbuk atau semut pada spadiks tersebut (Sanusie & Qodriyah, 2008).

Mempelajari mekanisme penyerbukan adalah sangat penting terutama dalam kaitannya dengan usaha pemuliaan tanaman dan pelestariannya. Oleh karena itu penyediaan data dan informasi tentang hal ini sangat diperlukan (UJI, 1987).

Tujuan Praktikum

1. Mengetahui dan membedakan bunga sempurna dan tidak sempurna, bunga lengkap dan tidak lengkap, fungsi bunga, dan menggambarkan bagian- bagian bunga.

2. Mengetahui macam-macam penyerbukan dan proses penyerbukan.

(5)

TINJAUAN PUSTAKA

Bunga adalah struktur pembiakan pada tumbuhan berbunga, yaitu tumbuhan- tumbuhan dalam divisi Magnoliophyta. Bunga mengandung organ-organ tumbuhan, dan fungsinya ialah untuk menghasilkan biji-biji melalui pembiakan.

Untuk tumbuhan-tumbuhan yang bertaraf lebih tinggi, biji-biji merupakan generasi berikutnya, dan bertindak sebagai cara yang utama untuk penyebaran individu- individu spesies secara luas (Lakitan, 2010).

Bunga merupakan organ reproduktif pada tumbuhan. Berdasarkan tipenya, bunga dibagi menjadi bunga tunggal dan bunga majemuk. Pada bunga tunggal, satu tangkai hanya mendukung satu bunga, sedangkan pada bunga majemuk, satu tangkai mendukung banyak bunga (Fahn, 1991).

Bagian-bagian bunga tunggal terdiri atas tangkai bunga (pedicel), dasar bunga (receptacle), kelopak (calyx), mahkota (corolla), benang sari (stamen), dan putik (pistil). Bagian-bagian bunga majemuk terdiri atas ibu tangkai bunga (peduncle), daun pelindung (bract), daun tangkai (bracteola), tangkai daun dan bunga (Stace, 1980). 

Bunga majemuk dapat dibedakan menjadi bunga majemuk terbatas dan bunga majemuk tidak terbatas. Contoh bunga majemuk terbatas adalah monochasium yang terdiri atas monochasium tunggal, sekrup, dan bercabang seling; dichasium yang terdiri atas dichasium tunggal dan dichasium majemuk; pleiochasium; bunga kipas dan bunga sabit (Widya, 1989).

Bunga majemuk tidak terbatas dibedakan menjadi bunga majemuk dengan ibu tangkai tidak bercabang dan bunga majemuk dengan ibu tangkai bercabang. Contoh yang pertama adalah bunga bulir, tongkol, untai, tandan, cawan, payung, bongkol, dan bunga periuk. Contoh yang kedua adalah bunga malai, thyrse, malai rata, bulir majemuk, tongkol majemuk dan payung majemuk (Dod, 1979).

Empat bagian utama dari bunga (dari luar ke dalam) adalah sebagai berikut:

a). kelopak bunga atau calyx, b). mahkota bunga atau corolla yang biasanya tipis dan dapat berwarna-warni untuk memikat serangga yang membantu proses penyerbukan; c) alat kelamin jantan atau androecium berupa benang sari; d) alat kelamin betina atau gynoecium berupa putik. Putik (pistilum) adalah alat kelamin

(6)

betina, putik terdiri dari bakal buah (ovarium), tangkai putik (stilus) dan kepala putik (stigma). Keseluruhan putik disebut ginasium (gynaecium) di dalam ovarium terdapat bakal biji (ovulum) (Wardhini dan Iriawati, 2014).

Melihat bagian–bagian yang terdapat pada bunga maka bunga dapat di bedakan dalam bunga lengkap (flos completusl), yang terdiri atas: lingkaran daun–daun kelopak, lingkaran daun–daun mahkota, lingkaran benang-benang sari dan satu lingkaran daun–daun buah. Dan bunga tidak lengkap atau bunga tidak sempurna (flos incompletusl), jika salah satu bagian hiasan bunga atau salah satu alat kelaminnya tidak ada. Jika bunga tidak mempunyai hiasan bunga, maka bunga itu di sebut telanjang (nudus), juka hanya mempunyai salah satu dari kedua macam alat kelaminnya, dinamakan berkelamin tunggal (unisexualis) (Tjitrosoepomo, 1989).

Pembentukan bunga pada tanaman merupakan salah satu fase pertumbuhan generatif untuk terjadinya pembentukan biji dan buah. Tidak semua tanaman berbunga dapat menghasilkan biji atau buah tergantung dari sifat tanaman dan keberhasilan penyerbukan antara bunga jantan dan bunga betina. Setiap bunga mempunyai sifat yang berbeda-beda dan tidak semua bunga mempunyai bagian bunga yang lengkap (Sunarto, 1997).

Penyerbukan adalah proses perpindahan kepala sari atau tepung sari ke kepala putik. Apabila perpindahan tersebut terjadi pada satu bunga atau bunga lain pada satu tanaman, maka disebut dengan penyerbukan sendiri (autogamy) dan apabila perpindahan tersebut serbuk sari berasal dari bunga tanaman lain maka disebut dengan penyerbukan silang (allogamy). Baik tanaman ang menyerbuk sendiri maupun tanaman yang menyerbuk silang memiliki kemugkinan yang sama untuk terjadinya penyerbukan yang berkebalikan. Terjadinya penyerbukan silang akan meningkatkan keragaman sifat dan genotip dari tanaman. Sedangkan penyerbukan sendiri akan meningkatkan kehomogenitasan dari suatu tanaman (Sunarto, 1997).

Tanaman pepaya adalah tanaman berbentuk pohon, tinggi sampai 10 meter, berasal dari Amerika, membutuhkan tanah yang tidak keras (berliang renik) banyak pupuk, dan bersuhu tidak terlalu dingin, hidupnya tidak lebih dari 8 tahun (Sastroamidjojo, 2001).

Penyebaran serbuk sari di alam dan terjadinya penyerbukan pada umumnya bergantung pada banyaknya bunga yang mekar; kekuatan atau kecepatan arus

(7)

angin; berat butir-butir serbuk sari; jarak antara berbagai jenis tanaman; arah angin;

rintangan-rintangan yang terdapat dekat tanaman (pagar yang tinggi, pohon-pohon besar, rumah bertingkat); keadaan cuaca, kelembaban udara, curah hujan; panas matahari, suhu udara (Darjanto & Satifah, 1990).

Perkembangan generatif pada bunga artinya pertemuan antara sel gamet jantan (pollen atau serbuk sari) dan sel gamet betina (ovum). Tiap tanaman pada genus yang sama maupun berbeda memiliki pollen atau serbuk sari yang berbeda-beda.

Pollen memiliki ukuran yang sangat kecil dan berjumlah sangat banyak. Selain itu juga memiliki bentuk yang bermacammacam, misalnya bulat bundar, bulat telur, bersudut, permukaan berduri, kasar, halus, dan lain-lain (Darjanto & Satifah, 1990).

Genus Hibiscus merupakan salah satu genus dari Famili Malvaceae dengan alat perkembangbiakan generatif berupa bunga. Beberapa anggota dari Genus Hibiscus mudah ditemui di lingkungan sekitar kita. Tanaman ini memiliki bunga yang mencolok dengan beragam warna, selain itu juga memiliki pollen atau serbuk sari yang mudah untuk diambil (Hanum,Wahyuni, & Susetyarini, 2014).

Bougainvillea sebagai salah satu tanaman dari sub divisi Angiospermae merupakan tanaman yang memiliki bunga unik. Hal ini dikarenakan Bougainvillea memiliki daun pemikat atau lokblad (Tjitrosoepomo, 2005).

Dengan adanya lokblad ini, maka Bougainvillea lebih mudah diidentifikasi dan lebih mudah dibedakan dari tanaman berbunga lainnya. Untuk kepentingan identifikasi dan klasifikasi suatu tanaman, maka diperlukan adanya data-data tentang bunga dan serbuk sari. Dengan klasifikasi, suatu kelompok tanaman dapat dikenali dan memudahkan penyebaran informasi tentang tanaman tersebut (Jeffrey, 1982).

Tanaman pepaya merupakan tanaman dioceous, namun juga ada gynodioceous, terdapat tiga jenis tanaman berdasarkan tipe pembungaan yaitu tanaman dengan bunga jantan, tanaman dengan bunga betina dan tanamaan dengan bunga sempurna (hermaprodit). Tanaman pepaya mempunyai sifat pembungaan yang berbeda dengan tipe pembungaan tanaman buah lainnya. Pepaya tipe dioecious mempunyai ekspresi seks bunga betina (pistillate) pada pohon betina dan bunga jantan (staminate) pada pohon jantan. Pepaya tipe gynodioecious mempunyai ekspresi seks bunga betina dan bunga hermafrodit

(8)

pada pohon hermafrodit dan bunga jantan pada pohon jantan (Nakasone 1986;

Villegas 1997; Magdalita dan Mercado 2003; Ming et al 2007;2010; Jimenez, 2014).

Pepaya termasuk kedalam kingdom Plantae, divisio Spermatophyta Sui devisio : Angiospermae, kelas Dicotylidonae, ordo Caricalis, famili Caricaceae, spesies Carica papaya L (Hutapea, 1991).

Bentuk dan warna yang terdapat pada bunga mawar bentuk polen akan berbeda hal tersebut dikarenakan variasi pigmen warna yang dimiliki polen merupakan bentuk sel dari bunga mawar yang paling sempurna dibandingkan dengan jenis bunga yang lainnya. Dalam peradapan manusia, mawar berasal dari daratan china timur tengah dan eropa timur, dalam perkembangan penyebaran luas di daerah- daerah beriklim dingin (subtropis) dan panas (tropis) (Begind, 2011).

Tanaman mawar termasuk kingdom Plantae, divisi Spermathopyta, sub-divisi Angiospermae, kelas Dicotyledonae, ordo Rosales, famili Rosaceae, genus Rosa, spesies Rosa hybrida L. (Tjitrosoepomo, 2010).

(9)

METODE PENELITIAN

Waktu dan Tempat

Praktikum ini dilaksanakan pada hari Senin, 11 April 2022 pada pukul 14.40- 16.20 WITA. Bertempat di rumah masing-masing (secara online via zoom meeting).

Alat dan Bahan Alat

Buku gambar. Buku gambar digunakan sebagai alat untuk menggambar morfologi objek yang diamati.

Alat tulis. Alat tulis digunakan sebagai alat untuk menulis laporan sementara hasil pengamatan objek.

Pensil warna. Pensil warna digunakan sebagai alat untuk mewarnai gambaran morfologi objek.

Bahan

Bunga Hibiscus rosa-sinensis . Bunga Hubiscus rosa-sinensis digunakan sebagai bahab yang diamati.

Bunga Bougainvillea spectabilis . Bunga Bougainvillea spectabilis digunakan sebagai bahab yang diamati.

Bunga Carica papaya L. (bunga jantan, betna dan hermaprodit) . Bunga Carica papaya L. (bunga jantan, betna dan hermaprodit). digunakan sebagai bahab yang diamati.

Bunga Rosa sp . Bunga Rosa sp digunakan sebagai bahab yang diamati.

Prosedur Kerja

(10)

1. Menyiapkan alat dan bahan

2. Mengamati bunga kemudian menentukan jenis bunga berdasarkan kelengkapan, kelamin, warna dan bagian-bagian bunga.

3. Menggambar bagian-bagian bunga tersebut.

(11)

HASIL DAN PEMBAHASAN

Hasil

Hasil dari praktikum ini berupa beberapa data pengamatan yang dapat dilihat pada tabel dan gambar berikut:

Tabel 1. Hasil Pengamatan Bunga Hibiscus rosa-sinensis.

Gambar

Keterangan

 Berdasarkan kelengkapan bunga termasuk Bunga Lengkap

 Berdasarkan kelamin bunga termasuk Bunga Sempurna

 Berdasarkan tipe bunga termasuk Bunga Tunggal

 Berdasarkan jenis penyerbukan termasuk Penyerbukan Sendiri (autogamy)

Tabel 2. Hasil Pengamatan Morfologi Bunga Kertas (Bougainvillea spectabilis) Gambar

Keterangan

(12)

 Berdasarkan kelengkapan bunga termasuk Bunga Tidak Lengkap

 Berdasarkan kelamin bunga termasuk Bunga Sempurna

 Berdasarkan tipe bunga termasuk Bunga Majemuk

 Berdasarkan jenis penyerbukan termasuk Penyerbukan Sendiri (autogamy)

Tabel 3. Hasil Pengamatan Morfologi Bunga Pepaya Jantan (Carica papaya L.) Gambar

Keterangan

 Berdasarkan kelengkapan bunga termasuk Bunga Tidak Lengkap

 Berdasarkan kelamin bunga termasuk Bunga Sempurna

 Berdasarkan tipe bunga termasuk Bunga Majemuk

 Berdasarkan jenis penyerbukan termasuk Penyerbukan Sendiri (autogamy)

Tabel 4. Hasil Pengamatan Morfologi Bunga Pepaya betina (Carica papaya L.) Gambar

Keterangan

(13)

 Berdasarkan kelengkapan bunga termasuk Bunga Tidak Lengkap

 Berdasarkan kelamin bunga termasuk Bunga Tidak Sempurna

 Berdasarkan tipe bunga termasuk Bunga Majemuk

 Berdasarkan jenis penyerbukan termasuk Penyerbukan Silang (allogamy)

Table 5. Hasil Pengamatan Morfologi Bunga Pepaya hemaprodit (Carica papaya L.)

Gambar

Keterangan

 Berdasarkan kelengkapan bunga termasuk Bunga Lengkap

 Berdasarkan kelamin bunga termasuk Bunga Sempurna

 Berdasarkan tipe bunga termasuk Bunga Tunggal

 Berdasarkan jenis penyerbukan termasuk Penyerbukan Sendiri (autogamy)

Tabel 6. Hasil Pengamatan Bagian-bagian Bunga Lengkap Bunga Mawar (Rossa sp.)

Gambar

(14)

Keterangan

 Berdasarkan kelengkapan bunga termasuk Bunga Lengkap

 Berdasarkan kelamin bunga termasuk Bunga Sempurna

 Berdasarkan tipe bunga termasuk Bunga Tunggal

 Berdasarkan jenis penyerbukan termasuk Penyerbukan Sendiri (autogamy)

Pembahasan

Bunga (flos) adalah salah satu bagian tumbuhan ayang digunakan sebagai alat perkembangbiakan. Selain sebagai alat perkembangbiakan, bunga juga berfungsi sebagai perhiasan tanaman.

Berdasarkan pengamatan yang telah dilakukan pada 5 bahan praktikum, yaitu bunga Hibiscus rosa-sinensis, bunga Bougainvillea spectabilis, bunga Carica papaya L. jantan, Carica papaya L. betina dan bunga Rosa sp., didapat hasil bahwa bunga pada setiap tanaman memiliki ciri khas morfologi yang masing–masing.

Pada bunga sepatu (Hibiscus rosa-sinensis) merupakan bunga yang lengkap karena memiliki bagian–bagian bunga yang lengkap seperti dasar bunga, tangkai bunga, benang sari, putik, mahkota dan kelopak. Bunga ini juga termasuk kedalam bunga sempurna karena memiliki 2 alat kelamin sekaligus yaitu jantan dan betina dalam 1 bunga, serta bunganya tunggal.

Pada bunga kertas (Bougainvillea spectabilis) merupakan bunga tidak lengkap karena tidak memiliki salah satu dari 6 bagian bunga lengkap yaitu tidak memiliki dasar bunga. Bunga ini termasuk kedalam bunga sempurna karena memiliki 2 kelamin sekaligus yaitu jantan dan betina dalam 1 bunga, serta bunganya majemuk.

(15)

Pada bunga pepaya jantan (Carica papaya L.) merupakan bunga tidak lengkap karena tidak memiliki salah satu dari 6 bagian lengkap bunga yaitu tidak memiliki putik. Bunga ini termasuk kedalam bunga tidak sempurna karena hanya memiliki 1 kelamin yaitu jantan (kepala sari/benang sari), serta bunganya

majemuk.

Pada bunga pepaya betina (Carica papaya L.) merupakan bunga tidak lengkap karena tidak memiliki salah satu dari 6 bagian lengkap bunga yaitu tidak memiliki kepala sari atau benang sari. Bunga ini termasuk kedalam bunga tidak sempurna karena hanya memiliki 1 kelamin yaitu betina (putik / kepala putik), serta bunganya majemuk.

Pada bunga mawar (Rosa sp.) merupakan bunga yang lengkap karena memiliki bagian–bagian bunga yang lengkap seperti dasar bunga, tangkai bunga, benang sari, putik, mahkota dan kelopak. Bunga ini juga termasuk kedalam bunga sempurna karena memiliki 2 alat kelamin sekaligus yaitu jantan dan betina dalam 1 bunga, serta bunganya tunggal.

Bunga yang dikatakan lengkap apabila memiliki dasar bunga, tangkai bunga, benang sari, putik, mahkota dan kelopak. Adapun fungsi dari bagian-bagian bunga tersebut adalah sebagai berikut: dasar bunga berfungsi sebagai tempat meletakkan dan bertumpunya mahkota dan bagian-bagian bunga lainnya; tangkai bunga berfungsi sebagai penopang dan penghubung antara bunga dengan ranting; benang sari dan putik berfungsi sebagai alat reproduksi generatif dari tanaman; mahkota bunga berfungsi sebagai penarik serangga untuk hinggap dan membantu proses penyerbukan; dan kelopak bunga berfungsi untuk melindungi mahkota bunga ketika masih kuncup dan akan terbuka jika mahkota mekar.

(16)

KESIMPULAN DAN SARAN

Kesimpulan

Kesimpulan dari praktikum ini adalah sebagai berikut:

1. Berdasarkan kelengkapannya, bunga dibedakan menjadi bunga lengkap dan bunga tidak lengkap.

2. Bunga lengkap dari bahan praktikum kali ini, yaitu bunga Hibiscus rosa- sinensis, bunga Rossa sp.

3. Bunga tidak lengkap, yaitu bunga Bougainvillea spectabilis, bunga Carica papaya L. jantan, dan bunga Carica papaya L. betina.

4. Berdasarkan kelaminnya, bunga dibedakan menjadi bunga sempurna dan bunga tidak sempurna. Contoh bunga sempurna dari bahan praktikum kali ini, yaitu bunga Hibiscus rosa-sinensis, bunga Rossa sp., bunga Bougainvillea spectabilis. Sedangkan bunga tidak sempurna, yaitu bunga Carica papaya L. jantan, dan bunga Carica papaya L. betina.

5. Berdasarkan tipenya, bunga dibedakan menjadi bunga tunggal dan bunga majemuk. Contoh bunga tunggal dari bahan praktikum kali ini, yaitu bunga Hibiscus rosa-sinensis, bunga mawar Rossa sp. Sedangkan bunga majemuk, yaitu bunga Bougainvillea spectabilis, bunga Carica papaya L. jantan, dan bunga Carica papaya L. betina.

Saran

Saran umtuk praktikum ini adalah:

1. Sebaiknya waktu saat menjelaskan materi praktikumnya lebih lama lagi agar peserta praktikum paham.

2. Sebaiknya pratikum dilaksanakan secara luring karena agar pratikan bisa lebih paham dengan materi yang diberikan

(17)

DAFTAR PUSTAKA

Barth, F. G. 1991. Insects and Flowers The Biology of a Partnership. Princeton University Press. New Jersey.

Begind. 2011. Morfoligi dan Struktur Mawar. Bahan Ajar Biologi. UNIMED, Medan.

Darjanto & Satifah, S. 1990. Pengetahuan Dasar Biologi Bunga dan Teknik Penyerbukan Silang Buatan. PT Gramedia. Jakarta.

Dod, B. 1979. Tanaman Bunga di Dunia. Universitas Indonesia Press. Jakarta.

Fahn, A. 1991. Anatomi Tumbuhan. Gadjah Mada University Press. Yogyakarta.

Giofani. 2001. Dasa –dasar Pemuliaan Tanaman. Kanisius. Yogyakarta.

Hanum, U., Wahyuni, S., & Susetyarini, R. E. 2014. Studi Variasi Morfologi Pollen Pada Beberapa Spesies Dari Genus Hibiscus. In Proceeding Biology Education Conference: Biology, Science, Enviromental, and Learning ( Vol. 11, No. 1, pp. 320-325).

Jeffry, C. 1982. An Introduction to Plant Taxonomy. Second Edition. Cambridge University Press. Great Britain.

Jimenez Víctor M , Eric Mora- Newcomer dan Marco V. Gutiérrez-Soto. 2014.

Biology of the Papaya Plant .Chapter 2. Food Security Center, University of Hohenheim, Stuttgart, Germany.

Lakitan, 2010. Identifikasi Bunga. PT. Rineka Cipta. Jakarta.

Masyitha, M. (2021). Animasi 3 Dimensi Proses Penyerbukan Bunga Kembang SepatueProceeding of TIK1(1).

Nakasone HY. 1986. Papaya. Basic flower types in Carica papaya L. p.277- 301. In Monselise SP (ed.). Handbook of Fruit Set and Development. CRC Press, Inc. Boca Raton, Florida.

Noflindawati, N., Anwar, A., Yusniwati, Y., & Sutanto, A. (2019). Karakter Morfologi dan Sitologi Bunga Pepaya Merah Delima. Jurnal Biologi UNAND7(1), 21-26.

Sanusie, I., & Qodriyah, L. (2008). Teknik penyerbukan silang dan pembibitan Anthurium. Indonesian Agricultural Research and Development Journal27(2).

(18)

Stace, C.A. 1980. Taksonomi Tumbuhan dan Biosistematik. Institut Pertanian Bogor Press. Bogor.

Storey WB. 1986. Carica papaya. p. 147 - 157. In Halevy AH (ed). Handbook of Flowering. CRC Press, Inc. Boca Raton, Florida.

Sunarto. 1997. Pemuliaan Tanaman. IKIP Semarang Press. Semarang

Tjitrosoepomo, G. 1989. Morfologi Tumbuhan. Gadjah Mada University Press.

Yogyakarta. 

Tjitrosoepomo, G. 1996. Taksonomi Tumbuhan (Spermatophyta). Gadjah Mada University Press. Yogyakarta.

UJI, T. (1987). Penyerbukan Pada Rambutan (Nepheuum Lappaceum L. Var.

Lappaceum). Berita Biologi3(7).

Utami, D. 2008. Struktur Tumbuhan Edisi 1. Universitas Terbuka. Tangerang.

Wardhini. T dan Iriawati.2014. Struktur Bunga,Bagian -bagian Bunga, dan Modifikasinya. Modul I.Bahan Ajar.Univ Terbuka. 39 hal

Widya, Yasinta. 1989. Tanaman Obat Indonesia. Universitas Negeri Malang Press.

Malang.

Referensi

Dokumen terkait

Dari hasil penelitian yang dilakukan pada citra bunga berdasarkan warna dan bentuk menggunakan metode Naïve Bayes dapat diambil kesimpulan bahwa metode ini termasuk dalam

Hasil analsis data yang diperoleh adalah terdapat penggunaan kalimat tunggal, di antaranya (1) klausa berdasarkan kelengkapan unsur intinya, di dalamnya terdapat klausa lengkap

Berdasarkan teori mengenai tipe-tipe greenhouse pada iklim yang berbeda, maka tipe greenhouse yang cocok untuk Pasar Bunga Rawa Belong adalah greenhouse dengan atap model

Keterangan: daerah yang diarsir dengan warna merah pada gambar merupakan derah sebaran lobster Panulirus longipes di seluruh dunia.. Gambar 5 Penyebaran geografis lobster

Penelitian ini menggunakan metode percobaan yang disusun dalam rancangan acak lengkap (RAL) satu faktor yaitu fase stadium bunga dari mulai anthesis hingga gugur (hari) dengan

Berdasarkan diskripsi varietas : Dewi ratih (Gambar 1a) memiliki warna bunga ungu, jenis bunga spray, tipe bunga tunggal, diameter bunga + 6 cm, umur panen 104-109 hari, tinggi

Tangkai bunga tidak bercabang-cabang, sehingga bunga (bertangkai atau tidak) langsung terdapat pada ibu tangkainya dan termasuk dalam tipe tandan (bunga bertangkai nyata

Bunga tunggal adalah bunga yang diberikan berdasarkan perhitungan modal awal dan memiliki satu variasi saja (tetap) dari awal sampai akhir