SPAB (Satuan Pendidikan Aman Bencana) terkait pengurangan risiko. Tim ini bertugas menanamkan praktik budaya sadar bencana di sekolah melalui persiapan terlebih dahulu. Menyepakati tujuan pembentukan tim tanggap bencana sekolah. Diskusikan persyaratan dan kriteria calon anggota tim tanggap darurat sekolah. Membahas rumusan tugas dan fungsi tim tanggap bencana sekolah. Memilih dan menentukan tim tanggap bencana sekolah. Proses pembentukan tim tanggap bencana sekolah harus dilakukan secara menyeluruh dan sukarela. Misalnya di kelas AP ada perwakilan yang dipilih berdasarkan kriteria yang disepakati. Memberikan sinyal peringatan akan adanya bencana atau evakuasi. Arahkan teman untuk mengikuti jalur evakuasi menuju tempat berkumpul atau ke tempat yang aman. Membantu teman yang berkebutuhan khusus melarikan diri ke tempat berkumpul atau aman. Gunakan alat kesiapsiagaan bencana untuk mengurangi risiko. Pendataan seluruh warga sekolah yang sedang berkumpul atau berada di lokasi aman. Kelompokkan teman yang terluka dengan teman yang tidak terluka. Hubungi pihak terkait untuk tindakan lebih lanjut. Melaksanakan pelatihan pengurangan risiko bencana. Melakukan penilaian risiko bencana, membuat rencana aksi dan prosedur tetap. Menyebarkan pengetahuan tentang pengurangan risiko bencana. Sosialisasikan prosedur standar kebencanaan yang telah disepakati. Informasi lebih lanjut tentang tugas di masing-masing bidang. Lapangan sebelum bencana Saat bencana Pasca bencana. Bertanggung jawab Ø Koordinasi dengan pihak eksternal mengenai kegiatan penanggulangan bencana sekolah Koordinator Ø Pelatihan. Ø Berkoordinasi dengan guru dan wali kelas. Ø Berkoordinasi dengan kepala sekolah Ø Memimpin prosesnya. Penanggulangan bencana berjalan dengan baik Ø Kontribusi m. Dukungan psikososial Evakuasi Ø Mengembangkan rute. Ø Melaksanakan simulasi Ø Penyusunan peta evakuasi Ø Pengiriman. memberikan edukasi kepada warga sekolah tentang kesiapsiagaan bencana. Ø Gunakan peralatan evakuasi seperlunya Ø Evakuasi korban ke. tempat yang aman Ø Periksa kuantitas dan. pastikan tidak ada anak yang hilang di kelas. Ø Evaluasi kegiatan evakuasi Ø Reorganisasi. Lapangan sebelum bencana Saat bencana Pasca bencana. Ø Menyiapkan peralatan P3K Ø Menyiapkan obat-. Ø Ikuti pelatihan pertolongan pertama. Ø Memberikan pertolongan pertama pada korban Ø Membawa korban ke Ø Evaluasi persediaan obat dan peralatan Ø Periksa kondisinya. korban di Puskesmas Peringatan Dini Ø Berikan. pengetahuan tentang bunyi isyarat bahaya yang telah diadopsi di sekolah. Ø Membunyikan alarm jika terjadi bencana. Ø Periksa kembali apakah peralatan tersebut masih dapat digunakan atau tidak. Ø Memastikan alat peringatan dini selalu siap digunakan. Ø Memancarkan sinyal peringatan saat Anda berjalan. peringatan dini kembali ke tempat semula. kesiapsiagaan bencana dimulai sekolah arm ite leq kance leq bale”. Mohon siapkan tas siaga bencana. Untuk kebutuhan sumber informasi pasca bencana). Sabun, sikat gigi, pasta gigi, sampo, pembalut). Surat berharga, foto anggota keluarga). Selama 3 hari termasuk pakaian dalam, handuk, jaket dan jas hujan).
Bencana adalah peris wa atau rangkaian peris wa yang mengancam dan mengganggu kehidupan dan penghidupan masyarakat yang disebabkan oleh faktor alam dan/atau faktor non-alam,
Bencana adalah peristiwa atau rangkaian peristiwa yang mengancam dan mengganggu kehidupan dan mata pencaharian masyarakat, yang disebabkan oleh faktor alam dan/atau bukan alam.
Pengertian
Undang-Undang No. 24 Tahun 2007
Bencana Berdasarkan
8Kejadian/peris wa/
Mengancam/
Kehidupan/
BENCANA
Bencana Berdasarkan Faktor Kejadian
Slow onset (Terjadi secara perlahan). Terdapat
Misal: kekeringan, banjir, perselisihan sosial
Gempa bumi 2. Tsunami
Gunung meletus 4. Banjir
Kekeringan 6. Angin topan
Konflik sosial antar- kelompok atau antar-
PENYEBAB BANJIR
Penyebab Alami
Penyebab Karena Perilaku Manusia
DAMPAK TERJADINYA BANJIR
TINDAKAN PENCEGAHAN
UPAYA KESIAPSIAGAAN
TINDAKAN SAAT BANJIR
PENYEBAB KEBAKARAN
Faktor Penyebab
Faktor Pemicu
PENCEGAHAN DAN KESIAPSIAGAAN
TINDAKAN SAAT KEBAKARAN
Cara Memadamkan
TINDAKAN SETELAH KEBAKARAN
Jenis
Kebakaran
PENYEBAB GEMPA BUMI
DAMPAK GEMPA BUMI
UPAYA KESIAPSIAGAAN
Hindari kaca dan benda. Jika Anda berada di luar, carilah tempat terbuka, jauh dari bangunan. Jika Anda berada di dalam kendaraan, menepilah. aman, hindari terowongan, bangunan dan. Jika Anda berada di dalam gedung, berlindunglah. di bawah meja yang kokoh dan lakukan itu. Jika Anda berada di tepi pantai, segeralah menjauh dari pantai menuju tempat yang lebih tinggi. Tepatnya, tidak ada alat yang dapat menyebabkan hal ini. Ikuti perkembangan situasi pasca gempa dan dapatkan informasinya. Ikuti informasi dari instansi resmi. BMKG, PVMKG, BNPB, BPBD, Kepolisian, . dan pejabat lain yang berwenang).
SAAT GEMPA
SETELAH GEMPA
Tsunami : berasal dari bahasa Jepang “Tsu” yang berarti pelabuhan dan “nami” yang berarti gelombang. Bencana tsunami terjadi karena aktivitas gempa bumi di bawah laut, tanah longsor di bawah air, aktivitas gunung berapi di laut dan di bawah laut, jatuhnya material berukuran besar ke arah laut, dan jatuhnya meteor. Namun, semakin besar dan cepat semakin menuju ke laut dangkal hingga ke tepi pantai.
Aliran suspensi batuan, kerikil, pasir dan abu vulkanik yang keluar bersamaan dengan gas vulkanik. Aliran ini disebut awan panas karena pasir, abu, dan kerikil bergerak bersama gas vulkanik hingga membentuk gulungan yang menyerupai awan jatuh. Memperhatikan petunjuk dari Pusat Vulkanologi dan Migasi Geologi (PVMBG) dan BPBD serta perkembangan aktivitas gunung api.
ANGIN PUTING BELIUNG
SEBELUM
TANAH LONGSOR
Kekeringan secara sederhana dapat diar kan sebagai kurangnya kebutuhan air bagi
Musim kemarau yang terlalu panjang
Penggunaan air yang berlebihan
Kekurangan sumber air 5. Jauhnya jarak
- Kurangnya air untuk minumdan kebutuhan sehari-hari
- Tanaman dan binatang ma
- Kelaparan massal
- Lingkungan menjadi kotor
- Timbulnya bibit-bibit penyakit
Kekeringan alami: termasuk kekeringan meteorologis yang berhubungan dengan curah hujan pada suatu musim di bawah normal. Kekeringan sosial ekonomi: keadaan tidak mencukupinya pasokan bahan baku ekonomi dari kebutuhan normal akibat kekeringan meteorologi, hidrologi, dan pertanian. Tujuannya, agar masyarakat terbiasa untuk tidak membuang-buang air dan bersiap menghadapi musim kemarau.
KAMPANYE HEMAT AIR. Bertujuan untuk membiasakan masyarakat agar dak boros air dan untuk mengan sipasi jika musim kemarau
PANEN HUJAN. Menampung dan menyimpan air hujan yang bisa digunakan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari seper mencuci
PENGOLAHAN LIMBAH CAIR RUMAH TANGGA. Pengolahan limbah cair dari buangan air mandi dan mencuci agar bisa langsung meresap
Kebakaran hutan dan lahan (KARHUTLA) adalah keadaan dimana hutan dan lahan terkena dampak kebakaran sehingga menimbulkan kerusakan dan dampak yang merugikan. Kebakaran hutan dan lahan terjadi berulang kali hampir setiap tahun, terutama saat memasuki musim kemarau atau musim kemarau ekstrem. Kebakaran hutan dan lahan dapat terjadi secara alami maupun disebabkan oleh ulah manusia, baik yang disengaja maupun tidak disengaja.
Di Indonesia, sebagian besar kebakaran hutan dan lahan disebabkan oleh aktivitas penggundulan hutan, baik disengaja maupun tidak disengaja. Kebakaran ini dimulai oleh masyarakat yang sengaja membakar hutan untuk membuka lahan atau mengeksploitasi sumber daya alam.
Merusak habitat hewan
Mengurangi fungsi hutan
Mengurangi kandungan oksigen
Membuat udara semakin panas
Menimbulkan bencana asap
Menimbulkan gangguan kesehatan
ISPU merupakan laporan kualitas udara bagi masyarakat untuk menjelaskan seberapa bersih atau tercemarnya kualitas udara dan apa dampaknya terhadap kesehatan setelah menghirup udara selama beberapa jam/hari/bulan. 0-50 BAIK Tidak berpengaruh terhadap kesehatan manusia atau hewan serta tidak berpengaruh terhadap tanaman, bangunan dan estetika. 50-100 SEDANG Tidak berpengaruh pada kesehatan manusia dan hewan, namun mempengaruhi tanaman sensitif dan nilai estetika.
101-199 TIDAK SEHAT Mempunyai efek sensitif terhadap kesehatan manusia atau hewan dan dapat menyebabkan kerusakan pada tanaman dan nilai estetika.
200-299 SANGAT TIDAK
Karbon Monoksida (CO) 2. Sulfur Dioksida (SO )
Nitrogen Dioksida (NO ) 4. Ozon Permukaan (O )
Partikel Debu (PM10)
Memasang rambu-rambu
Jangan sembarangan membakar atau membuang puntung rokok pada rumput
DILARANG membuka lahan perkebunan dengan cara
Segera melapor ke pihak yang berwenang
Tidak membakar sampah atau membuang puntung rokok
Selalu memakai masker jika udara telah tercemar asap
Sistem Peringatan Kebakaran Hutan
APA ITU COVID-19?
KUNCI PENCEGAHAN PENULARAN COVID-19
6 LANGKAH CUCI TANGAN PAKAI SABUN
Basuh tangan dengan air bersih mengalir dan gosok dengan sabun
Usap dan gosok kedua punggung tangan
Gosok sela-sela jari tangan
Bersihkan ujung jari secara bergantian
Gosok dan putar kedua ibu jari
WAKTU KRITIS CUCI TANGAN PAKAI SABUN
Di saat pandemik COVID-19 ini semua orang disarankan untuk mencuci tangan pakai sabun sesering mungkin. Cuci tangan pakai sabun terbuk secara ilmiah
Gunakan air dari sumber yang terlindungi dan aman
Simpan air dan makanan di tempat yang bersih dan tertutup
Minum air yang telah direbus sampai mendidih
Konsumsi makanan yang sudah dimasak sampai matang
Cuci peralatan makanan dengan sabun hingga bersih
MENJAGA JARAK FISIK (PHYSICAL DISTANCING)
54Penularan
SPAB)
Satuan pendidikan yang menerapkan standar sarana dan prasarana serta budaya yang mampu melindungi
Kata kunci
Bagan SPAB
Manajemen
Pendidikan,
Fasilitas aman Pilar 2 Manajemen bencana
Pendidikan PRB 1 2 3 Sekolahku aman
Gubahan lirik dari lagu “Sayang Semuanya” Ciptaan Pak Kasur)
34;Fasilitas Sekolah Aman merupakan fasilitas sekolah dengan gedung, isi, dan halaman
Fasilitas Sekolah Aman
Lokasi
Sarana Prasarana
Ayo, kita kenali kegiatan Tim Siaga Bencana!
Inilah aku, Tim Siaga Benc ana Sekolah
Melakukan simulasi dan terampil saat terjadi bencana
Manajemen Bencana di Sekolah
Ÿ Penanggulangan Bencana di Sekolah bertujuan untuk menjaga lingkungan belajar yang aman dan merencanakan kelangsungan pendidikan, baik pada saat tidak terjadi bencana maupun pada saat terjadi bencana.
Lakukan pencegahan, risiko bencana pun berkurang”
Kenali, belajar, berla h untuk mengurangi risiko bencana”
SiapUntukSelamat
Pendidikan, Pencegahan, dan Pengurangan Risiko Bencana
- TAHAPAN PERSIAPAN B. TAHAPAN PELAKSANAAN
Pendidikan, pencegahan dan pengurangan risiko bencana merupakan proses pembelajaran kolaboratif jangka panjang yang bersifat interaktif misalnya. Ÿ Meningkatkan pengetahuan dan keterampilan untuk pencegahan dan pengurangan risiko bencana, pengelolaan sumber daya alam dan lingkungan hidup yang bertanggung jawab, serta adaptasi terhadap risiko bencana. Ÿ Mengembangkan pemahaman risiko bencana, pemahaman kerentanan sosial, pemahaman kerentanan fisik serta kerentanan perilaku dan motivasi.
Ÿ Mengembangkan upaya pengurangan risiko bencana di atas, baik secara individu maupun kolektif. f Ÿ Meningkatkan kapasitas kesiapsiagaan bencana.
RINGKASAN AKTIVITAS
Persiapan dan konsolidasi dengan pihak sekolah
Pengkajian dan penilaian mandiri di awal program
Pela han untuk guru, tenaga kependidikan lainnya,
Pela han untuk peserta didik
Pengkajian risiko bencana bersama,
Penyusunan rencana aksi dan pembentukan
Penyusunan prosedur tetap untuk masa pra, saat,
Melakukan simulasi teratur sebanyak dua kali setahun
Ÿ Melaksanakan penilaian mandiri untuk mengetahui perkembangan kondisi sekolah; apakah risiko bahaya masih tinggi, apa kapasitas dan kerentanan yang dimiliki unit pelatihan. Ÿ Memantau dan mengevaluasi rencana aksi yang telah dibuat; kegiatan mana yang telah dilaksanakan dan mana yang belum dilaksanakan, kekurangan apa yang perlu diperbaiki dan hambatan apa yang dihadapi dalam merealisasikan rencana aksi.
Melakukan penilaian mandiri dan pengawasan secara ru n
Melakukan evaluasi pelaksanaan dan pemutakhiran
SEKOLAH AMAN