3 Kunci Keselamatan di Dunia Dan Akhirat
ْنِم َو اَن ِسُفْنَأ ِر ْوُرُش ْنِم ِلاِب ُذوُعَن َو ُهُرِفْغَتْسَن َو ُهُنْيِعَتْسَن َو ُهُدَم ْحَن ِ ل ِل َدْمَحْلا لنِإ .ُهَل َيِداَه َلَف ُ هْلِل ْضُي ْنَم َو ُهَل لل ِضُم َلَف ُا ِهِدْهَي ْنَم ،اَنِلاَمْعَأ ِتاَئّيَس
ُهُل ْوُس َر َو ُهُدْبَع اًدلم َحُم لنَأ ُدَهْشَأ َو ُهَل َكْي ِرَش َل ُهَد ْح َو ُا للِإ َهَلِإ َل ْنَأ ُدَهْشَأ.
ىَلِإ ٍناَس ْحِإِب ْمُهَعِبَت ْنَم َو ِهِب ْحَص َو ِهِلآ ىَلَع َو ٍدلمَحُم انديس ىَلَع ّلَص لمُهلللَا دـعب اما .ِنْيّدلا ِم ْوَي اوُقلتا اوُنَماَء َنْيِذللا َاهّيَأ اَي .ِمْيِجلرلا ِناَطْيلشلا َنِم ِلاِب ُذ ْوُعَا :ىلاعت ا لاق
َن ْوُمِل ْسّم ْمُتنَأ َو للِإ لنُت ْوُمَت َل َو ِهِتاَقُت لقَح َا.
ْمُكَلاَم ْعَأ ْمُكَل ْحِل ْصُي .اًدْيِدَس ًل ْوَق ا ْوُل ْوُق َو َا اوُقلتا اوُنَماَء َنْيِذللا اَهّيَأ اَي اًمْي ِظَع ا ًز ْوَف َزاَف ْدَقَف ُهَل ْوُس َر َو َا ِع ِطُي ْنَم َو ْمُكَب ْوُنُذ ْمُكَل ْرِفْغَي َو.
Maasyiral muslimin rakhimakumullah!
Hadirin Jamaah Shalat Jumat yang insya Allah selalu berada dalam naungan rahmat dan hidayah Allah SWT.
Segala puja dan puji syukur kepada Allah SWT yang telah memberikan kita nikmat iman dan Islam, karunia yang teramat besar yang Allah karuniakan kepada hamba-hamba-Nya.
Semoga kita termasuk yang mendapatkan hidayah-Nya dan berada dalam keadaan Iman dan Islam hingga akhir hayat kita.
Pada kesempatan ini, kami selaku khatib mengajak kepada hadirin sekalian untuk selalu meningkatkan keimanan dan ketaqwaan pada Allah SWT.
َنوُمِل ْسُم ْمُتْنَأ َو للِإ لنُتوُمَت َل َو ِهِتاَقُت لق َح َ لا اوُقلتا اوُنَمآ َنيِذللا اَهّيَأ اَي
“Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah sebenar-benar takwa kepada-Nya; dan janganlah sekali-kali kamu mati melainkan dalam keadaan beragama Islam,” (QS. Al Imron:102).
Shalawat dan salam kepada junjungan Nabi Muhammad SAW, keluarganya, sahabatnya dan umatnya yang senantiasa memegang Dienul Islam sampai akhir hayatnya.
Sidang sholat Jum’at yang dirahmati Allah SWT
Dalam khutbah Jum’at kali ini, saya mengingatkan diri saya pribadi khususnya, dan kepada Jemaah sekalian, bahwasannya:
“Dari Uqbah bin Amir ra, dia berkata, saya bertanya kepada Rasulullah SAW, wahai Rasulullah, apa itu (kunci) selamat? Nabi bersabda: ‘Jagalah lidahmu, merasa lapanglah di rumahmu dan tangisilah kesalahanmu,’” (HR. Tirmidzi).
Dari hadits di atas ada tiga kunci keselamatan di dunia dan akhirat, yaitu:
1. Menjaga lidah
Lidah ibarat pisau bermata dua, jika tidak digunakan sebaik-baiknya, bisa membahayakan penggunanya.
Lidah bisa menjadi penyebab masuk surga atau neraka.
Maasyiral muslimin rakhimakumullah!
Ada pepatah mengatakan bahwa mulutmu, harimaumu.
Jika pedang lukai tubuh, ada harapan untuk sembuh. Jika lidah lukai hati, kemana obat hendak dicari.
2. Merasa lapang ketika berada di rumah
Dalam arti kita merasa nyaman, senang dan bahagia ketika berada di dalam rumah dan bisa berkata, “Rumahku, Surgaku.”