ILMU PENGETAHUAN, TEKNOLOGI DAN SENI (IPTEKS)
Fitriyanto, SPd .I.,M.Pd
TERMINOLOGI ILMU PENGETAHUAN
Ilmu adalah pengetahuan yang tersusun rapi dengan metode ilmiah.
Kata ilmu dari bahasa Arab: ‘ilm (‘alima - ya’lamu - ‘ilm), yang berarti pengetahuan (al- ma’rifah), Kemudian berkembang menjadi:
pengetahuan tentang hakikat sesuatu yang dipahami secara mendalam.
Di-Indonesia-kan menjadi ‘ilmu’ atau ‘ilmu pengetahuan.’
Dalam perspektif Islam, ilmu merupakan pengetahuan mendalam hasil usaha yang sungguh-sungguh (ijtihād) dari para ilmuwan muslim (‘ulamā’/mujtahīd) atas persoalan- persoalan duniawī dan ukhrāwī dengan bersumber kepada wahyu Allah.
IMAN, ILMU DAN AMAL SEBAGAI KESATUAN
Keterkaitan antara iman dan ilmu pengetahuan yaitu dengan melihat sumber dari ilmu itu sendiri yaitu al-Qur’an yang menjadi pedoman utama umat Islam, Allah SWT dalam ayat-ayat al-Qur’an memerintahkan manusia untuk mencari ilmu, belajar, menggali potensi alam yang ada di bumi ini.
Ilmu pengetahuan membimbing kearah
keimanan artinya pengetahuan itu bukanlah musuh atau lawan dari iman, melainkan
petunjuk jalan yang membimbing kearah iman.
IMAN, ILMU DAN AMAL SEBAGAI KESATUAN
Ilmu yang benar oleh Islam dianggap
sebagai pembawa dan penunjuk keimanan sebagaimana Firman Allah:
نِم ّّقَحْلا ُّهّنَأ َّمْلِعْلا اوُتوُأ َّنيِذّلا َّمَلْعَيِلَو
ّنِإَو ّْمُهُبوُلُق ُّهَل َّتِبْخُتَف ِّهِب اوُنِمْؤُيَف َّكِبّر ۗ ٍطاَرِص ّّٰىَلِإ اوُنَمآ َّّنيِذّلا ِداَهَل َّّهّللا
ٍ ميِقَتْسّم
Dan orang-orang telah diberi ilmu, meyakini bahwasanya al Qur’an itulah yang hak dari Tuhanmu lalu mereka beriman dan tunduk hati, sesungguhnya Allah SWT pemberi
petunjuk kepada orang-orang beriman kepada jalan yang lurus. (QS. al-Hajj : 54)
IMAN, ILMU DAN AMAL SEBAGAI KESATUAN
Orang yang diberi ilmu itu akan semakin tahu, lalu beriman dan iman itu adanya di dalam hati (qalb) direalisasikan dalam
bentuk ibadah kepada Allah, takwa dan takut kepada Allah,
Ilmu yang membuahkan iman akan
menghasilkan sikap tawadhu kepada Allah.
Ilmu yang benarlah yang menghayati iman dan iman yang haklah yang melapangkan wawasan ilmu.
Ilmu selain sebagai penunjuk keimanan,
ilmu juga menjadi penunjuk dalam beramal.
IMAN, ILMU DAN AMAL SEBAGAI KESATUAN
Artinya bahwa manusia yang telah berilmu, mengetahui segala sesuatu lalu ia teguhkan ilmu itu aqidah dan keimanan kepada Allah SWT maka selanjutnya ia harus
mengamalkan apa yang telah didapatkan itu dalam kehidupan sehari-hari.
Ibadah pun jika dilakukan tanpa ilmu-ilmu yang menjelaskan tentang tata cara ibadah syarat-syarat, sah tidaknya, maka
ibadahnya itu tidak sempurna (kosong).
Karena dilihat dari kemanfaatannya, ibadah itu bermanfaat hanya untuk dirinya sendiri sementara ilmu bermanfaat untuk dirinya dan orang lain.
IMAN, ILMU DAN AMAL SEBAGAI KESATUAN
Ilmu menjadi bekal manusia di akherat, karena merupakan salah satu amal yang dapat menyelamatkan kita setelah
kematian.
Jadi jelas bahwa antara iman dan ilmu itu
saling berkaitan, satu sama lain mendukung sehingga ketika manusia sudah dibekali
dengan keduanya ditambah dengan amal maka ia menjadi manusia yang sempurna.
KEWAJIBAN MENUNTUT DAN MENGAMALKAN ILMU
Ilmu pengetahuan, teknologi dan seni sangat berkaitan erat dan sangat
dibutuhkan dalam kehidupan manusia.
Tanpa ilmu tidak akan lahir teknologi, tanpa teknologi ilmu sulit berkembang pesat, baik ilmu maupun teknologi memerlukan
sentuhan seni dalam pengembangannya.
Ilmu pengetahuan digunakan untuk
mengetahui “apa”, sementara teknologi untuk mengetahui “bagaimana”.
KEWAJIBAN MENUNTUT DAN MENGAMALKAN ILMU
Teknologi merupakan applied (penerapan) dari ilmu pengetahuan. Teknologi juga dapat melahirkan ilmu pengetahuan baru.
Islam memandang penting ilmu
pengetahuan dan menjadikannya kunci untuk memimpin peradaban.
Oleh sebab itu, wahyu pertama yang diturunkan Allah berisi perintah untuk belajar (Q.S Al-Alaq [96]:1-5).
Nabi Muhammad memerintahkan
sahabatnya menjadi pencinta ilmu seraya berkata “satu bab ilmu yang dipelajari
seseorang adalah lebih baik daripada dunia dan segala isinya” (H.R Abu Nuaim).
KEWAJIBAN MENUNTUT DAN MENGAMALKAN ILMU
Dalam Hadīts Nabi banyak disebut tentang aktivitas ilmiah, keutamaan penuntut
ilmu/ilmuwan, dan etika dalam menuntut
ilmu. Misalnya, hadits-hadits yang berbunyi;
“Menuntut ilmu merupakan kewajiban setiap muslim dan muslimah” (HR. Bukhari-
Muslim).
“Barang siapa keluar rumah dalam rangka menuntut ilmu, malaikat akan melindungi dengan kedua sayapnya” (HR. Turmudzi).
“Barang siapa keluar rumah dalam rangka menuntut ilmu, maka ia selalu dalam jalan Allah sampai ia kembali” (HR. Muslim).
KEWAJIBAN MENUNTUT DAN MENGAMALKAN ILMU
“Mencari ilmu itu wajib atas setiap muslim”.
(HR. Ahmad dan Ibnu Majah)
“Barangsiapa mengerjakan amal-amal
saleh, baik laki-laki maupun wanita sedang ia orang yang beriman, maka mereka itu masuk ke dalam surga dan mereka tidak dianiaya walau sedikitpun.” (QS.4:124)
Dalil-dalil tsb menunjukkan kewajiban dan hak mempunyai ilmu (pengetahuan)
sebelum mengeluarkan ucapan dan
melakukan perbuatan, tidak hanya pada diri lelaki, tetapi juga perempuan.
KEWAJIBAN MENUNTUT DAN MENGAMALKAN ILMU
Allah swt. tidak membedakan jenis, suku, ras, ataupun kedudukan sosial manusia, dalam memberikan imbalan atas amal kebajikan yang diperbuat hambaNya, termasuk menuntut ilmu.
Seorang muslim sangat dianjurkan untuk mencari ilmu ke manapun, tempat ilmu itu dapat diraih.
Satu riwayat mengatakan, “Carilah ilmu walau hingga ke negeri China”.
Riwayat ini sangat menghargai baik lelaki maupun perempuan yang bersemangat
menuntut ilmu, sekalipun hingga ke negeri yg jauh. Mereka akan terhitung sebagai
orang yang berjuang di jalan Allah swt.