• Tidak ada hasil yang ditemukan

4. Studi Literatur Risnanang Kurniawan

N/A
N/A
Moonella Shine

Academic year: 2024

Membagikan "4. Studi Literatur Risnanang Kurniawan"

Copied!
7
0
0

Teks penuh

(1)

KEMAMPUAN LITERASI MATEMATIS SISWA :SEBUAH STUDI LITERATUR

Risnanang Kurniawan1, Hasan Djidu2

1,2Jurusan Pendidikan Matematika, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sembilanbelas November, Kolaka.

E-mail: [email protected], [email protected]

Abstrak— Penelitian ini bertujuan untuk mengumpulkan informasi tentang kemampuan literasi matematis siswa. Dalam studi literatur ini menggunakan 29 jurnal sebagai referensi.

26 jurnal internasional dan 3 jurnal nasional. Semua referensi tersebut diperoleh dengan cara menggunakan mesin pencarian google Scholar, menggunakan kata kunci “Kemampuan literasi matematis siswa” dan “Students mathematical literacy skills”. Dalam penelitian ini menghasilkan bahwa secara umum, kemampuan literasi matematis terdiri dari merumuskan masalah secara sistematis, menalar, memecahkan masalah. Kemampuan literasi matematis siswa dapat diukur dengan menggunakan jenis soal konten, konteks, dan proses. Untuk memiliki kemampuan literasi matematis, siswa harus melakukan aktivitas pembelajaran lieterasi matematis dan membiasakan diri dalam menyelesaikan soal berorientasi PISA.

Ketercapaiannya dapat didukung oleh model pembelajaran PBL, STEM, dan RME. Siswa yang memiliki kemampuan literasi matematis akan dapat menggunakan pemahamannya untuk merumuskan masalah secara sistematis, menalar dengan logis, dan memecahkan masalah dalam kehidupan sehari-hari.

Kata Kunci — Kemampuan literasi matematis

I. PENDAHULUAN

Pendidikan merupakan suatu upaya agar manusia dapat menyadari potensinya dalam proses pembelajaran. Pasal 31 ayat 1 Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 mengatur bahwa setiap warga negara berhak atas pendidikan, kemudian ayat 3 ditegaskan bahwa pemerintah mengupayakan dan menyelenggarakan sistem pendidikan nasional yang dirancang untuk meningkatkan akidah, taqwa, dan akhlak mulia. untuk mendidik warga. Oleh karena itu, semua departemen dalam negeri harus berkontribusi penuh dalam meningkatkan mutu pendidikan yang merupakan salah satu tujuan bangsa Indonesia.

Matematika merupakan salah satu cabang ilmu dan sangat penting dalam pembelajaran.

Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 (menyangkut Pasal 37 Sistem Pendidikan Nasional) menjelaskan hal tersebut, Undang-undang tersebut secara jelas e-ISSN: 2723-8210

(2)

menetapkan bahwa matematika merupakan salah satu mata pelajaran wajib bagi siswa sekolah dasar dan menengah. Oleh karena itu, pemerintah berupaya untuk meningkatkan mutu pendidikan khususnya bidang matematika pada semua jenjang pendidikan di setiap daerah untuk menerapkan undang-undang ini.

Dalam pembelajaran matematika, siswa tidak hanya dituntut untuk memiliki kemampuan berhitung saja, tetapi juga harus memiliki kemampuan bernalar yang logis dan berpikir kritis ketika menyelesaikan suatu masalah di setiap proses pembelajaran. Dan pemecahan masalah ini bukan hanya masalah yang berupa soal-soal yang rutin diberikan, akan tetapi lebih kepada permasalahan yang dihadapi sehari-hari. Kemampuan matematis demikian disebut sebagai kemampuan literasi matematis (Fathani, 2016). Oleh karena itu, Wijaya (2016) mengungkapkan bahwa setiap pelajar harus memiliki kemampuan literasi matematis yang tinggi karena karakteristiknya yang memiliki konsep berpikir secara teratur mulai dari pemahaman hingga penyelesaian masalah.

Literasi matematika merupakan salah satu kemampuan matematika. Pradana dkk (2020) menyatakan bahwa kemampuan literasi matematis merupakan kemampuan menganalisis, menyampaikan ide, dan menyelesaikan masalah yang dilakukan secara sistematis. Sehingga menjadi suatu jenis kemampuan yang sangat penting untuk dimiliki oleh setiap siswa dalam rangka meningkatkan keterampilan individunya. Kemudian, Widjaja (2011) mengatakan bahwa literasi matematis merupakan kemampuan mengidentifikasi dan memahami konsep permasalahan yang pada umumnya digunakan untuk memecahkan masalah. Peneliti lain juga mengatakan bahwa literasi matematis adalah kemampuan individu untuk menerima dan mengolah informasi (Hanum dkk, 2020). Kemudian, Hanum dkk (2020) menambahkan bahwa literasi dalam konteks matematika adalah untuk memiliki kompetensi yang tinggi yaitu pola pikir yang sistematis, menalar secara logis, dan mengkomunisikan dengan baik dalam memecahkan masalah sehari-hari sehingga mampu bersaing dengan tantangan kehidupan.

Literasi matematika adalah konsep yang digunakan untuk mendefinisikan pengetahuan dan kemampuan yang menjadi dasar untuk melengkapi catatan matematika dari kehidupan pribadi dan sosial serta memenuhi kebutuhan sosial dari warga yang berpengetahuan, reflektif dan berkontribusi (Bolstad, 2020). Kemudian Murdiyani (2018) dalam penelitiannya menyatakan bahwa keterampilan literasi matematika adalah kemampuan mengaplikasikan matematika di dunia nyata yang merupakan tujuan utama pendidikan matematika di seluruh dunia.

Menurut Malasari dkk (2017), literasi matematika merupakan kemampuan individu untuk merumuskan, menerapkan, dan menjelaskan matematika dalam berbagai situasi. Literasi matematika meliputi penalaran matematika dan penggunaan konsep, proses, fakta dan alat matematika untuk mendeskripsikan, menjelaskan, dan memprediksi fenomena. Terdapat lima kemampuan dasar dalam pembelajaran matematika yaitu kemampuan masalah matematika, kemampuan penalaran matematis, kemampuan koneksi matematis, kemampuan komunikasi matematis, dan kemampuan ekspresi matematika. Kelima kemampuan dasar tersebut sebenarnya adalah kemampuan literasi matematika. Artinya literasi matematika merupakan keterampilan kompleks yang dibutuhkan siswa. Sehingga dapat disimpulkan bahwa kemampuan literasi matematis merupakan kemempuan individu untuk mengidentifikasi permasalahan, mengolah permasalahan secara sistematis, dan mengaplikasikan konsep sehingga mampu memecahkan masalah.

Kemampuan literasi matematis ini sangat berpengaruh pada setiap kondisi, sehingga ditekankan pada siswa untuk memiliki kemampuan literasi matematis dengan baik agar mampu mengaplikasikannya pada saat belajar di sekolah ataupun di lingkungan sekitarnya (Haara dkk, 2017). Sebab kemampuan literasi matematis bermanfaat untuk memperoleh informasi (Doyle, 2007). mengenali masalah (Fachrudin dkk, 2019), dan memecahkan masalah (Prabawati dkk, 2019). Kemudian, Prabawati dkk (2019) juga mengungkapkan bahwa literasi matematika adalah kemampuan Individual untuk mengetahui dan memahami

(3)

peran yang dimainkan matematika dalam kehidupan, sehingga mampu memberikan penilaian dan mempertimbangkan sesuatu secara yang tepat, dan memanfaatkan matematika yang dapat memenuhi kebutuhan masyarakat. Dalam artian, literasi matematika digunakan nilai pengetahuan secara matematis, kemudian digunakan dalam kehidupan sehari-hari.

Programme for International Student Assesment (PISA) yang diinisiasikan oleh Organization for Economic Co-Operation and Development (OECD) merupakan studi internasional yang mengukur tingkat kemampuan literasi matematis. Sejak awal didirkan, PISA telah menjadi studi terdepan dalam kualitas sistem pendidikan global (Ward & Zoido, 2015).

Berdasarkan uraian di atas, maka perlu diadakan penelitian yang mampu memberikan informasi tentang kemampuan literasi matematis siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan literasi matematis siswa dari berbagai referensi sehingga informasi yang diperoleh dapat menjadi bahan evaluasi untuk perbaikan dan peningkatan kemampuan belajar siswa.

II. METODE

Penelitian ini termasuk penelitian kajian literatur dengan mencari referensi teori yang relevan dengan permasalahan yang ditemukan. Penelitian ini bertujuan untuk mengumpulkan informasi tentang kemampuan literasi matematis siswa serta bagian-bagian yang terdapat didalamnya. Dalam studi literatur ini menggunakan 29 jurnal sebagai referensi. 26 jurnal internasional dan 3 jurnal nasional. Semua referensi tersebut diperoleh dengan cara menggunakan mesin pencarian google Scholar, menggunakan kata kunci “Kemampuan literasi matematis siswa” dan “Students mathematical literacy skills”. Peneliti juga melakukan eliminasi informasi di setiap jurnal yang dipilih, artinya hanya narasi yang relevan saja yang diangkat sebagai topik pembahasan.

III. HASIL DAN PEMBAHASAN

Kemampuan literasi merupakan kemampuan merumuskan masalah secara matematis, menalar, dan memecahkan masalah. Selain dari definisi, ada beberapa hal yang mesti kita pahami tentang literasi matematis, berikut penjelasannya.

1. Indikator

Berdasarkan analisis kemampuan literasi matematis siswa, terdapat beberapa indikator yaitu (1) komunikasi matematis, (2) representasi, (3) penalaran dan argumen, (4) merumuskan strategi pemecahan masalah, (5) menggunakan bentuk dan simbol, (6) teknik dan bahasa strategis operasional, serta (7) menggunakan alat matematika (Khaerunisak dkk, 2017).

Sejalan dengan hal tersebut, Sari & Wijaya (2017) menambahkan “pemahaman” sebagai salah satu indikator dalam kemampuan literasi matematis.

2. Jenis Soal Untuk Mengukur Literasi

Kemampuan literasi secara umum dapat diukur dengan memberikan soal tes kepada siswa.

Menurut Jailani dkk (2020), terdapat tiga jenis soal untuk mengukur kemampuan literasi matematis siswa yaitu (1) konten, (2) konteks, dan (3) proses. Domain konten mencakup perubahan dan hubungan, bentuk dan ruang, kuantitas, serta opini dan data. Adapun domain konteks mencakup personalitas, sosial, dan ilmiah. Sedangkan domain proses mencakup merumuskan, memproses, dan menafsirkan.

3. Aktivitas Pembelajaran Untuk Melatih Literasi

Ketercapaian kemampuan literasi matematis tentunya akan terjadi apabila siswa itu sendiri yang melakukan usaha tertentu. Oleh karena itu, terdapat beberapa aktivitas dalam pembelajaran yang harus dilakukan siswa agar memiliki kemampuan literasi matematis.

(4)

Aktivitas tersebut meliputi: serius dan memiliki minat yang tinggi (Oktiningrum dkk, 2016), kritis (Yilmazer & Masal, 2014), serta praktik yang tepat dalam menghadapi masalah (Khaerunisak dkk, 2017). Kemudian, siswa juga harus terbiasa mengenal, memahami, dan menyelesaikan soal berorientasi PISA (Umbara & Suryadi, 2019). Selanjutnya, Kaiser &

Willander (2005) mengemukakan bahwa siswa harus memperhatikan kemampuan metakognitif, menangani masalah secara terbuka, mencerminkan penerapan dan pemodelan, serta melakukan pengembangan secara intensif.

Berdasarkan pengamatan beberapa peneliti, terdapat beberapa model pembelajaran yang dapat mendukung aktivitas siswa yaitu model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) (Firdaus dkk, 2017), Science, Technology, Engineering, and Mathematics (STEM) (Kelana dkk, 2020), dan Realistic Mathematics Education (RME) (Khaerunisak dkk, 2017).

4. Perbandingan Literasi Matematis

Berdasarkan perkembangan pengamatan tentang kemampuan literasi metematis siswa, ternyata terdapat perbedaan tingkat kemampuan yang dipengaruhi oleh beberapa faktor perbandingan. Perbandingan tersebut meliputi: Kemampuan literasi matematis siswa yang sekolahnya berada di desa dan siswa yang bersekolah di perkotaan (Firdaus dkk, 2017);

Sekolah swasta dan sekolah daerah (Unal & Tutak, 2017); Siswa kelas VIII, kelas IX, dan kelas X (Jailani dkk, 2020); Siswa laki-laki dan perempuan (Breen dkk, 2009; Lailiyah, 2017);

Selain dari perbandingan tersebut, ternyata tingkat kesulitan soal juga memberikan pengaruh, yaitu soal level tinggi dan soal level rendah (Kurniawati dkk, 2020).

5. Manfaat

Kemampuan literasi matematis memiliki banyak manfaat, diantaranya: memberikan sumbangsi berupa pengetahuan dan keterampilan dasar (Stacey, 2011), meningkatkan kemampuan memahami dan menjelaskan secara ekspresif (Hasmiwati & Widjajanti, 2020), serta menciptakan lingkungan yang responsif (Khaerunisak dkk, 2017). Kemudian, Kramarski

& Mizrachi (2004) menambahkan bahwa dengan memiliki kemampuan literasi matematis, siswa dapat menemukan berbagai jenis representasi, membandingkan dan menganalisis setiap strategi. Begitupula yang dikatakan oleh Kaiser & Willander (2005) bahwa kemampuan literasi matematis memberikan manfaat seperti memberikan pemahaman lebih dalam tentang konsep matematika, mengembangkan ide matematika secara lebih terbuka, dan memberikan solusi dalam kehidupan sehari-hari.

IV. KESIMPULAN

Berdasarkan uraian di atas, dapat disimpulkan bahwa kemampuan literasi merupakan kemampuan untuk merumuskan masalah secara sistematis, menalar dengan logis, dan memecahkan masalah dalam kehidupan sehari-hari. Secara umum, kemampuan literasi matematis terdiri dari tiga indikator, yaitu (1) merumuskan masalah secara sistematis, (2) menalar, dan (3) memecahkan masalah.

Kemampuan literasi matematis siswa dapat diukur dengan menggunakan tiga jenis soal yaitu (1) konten, (2) konteks, dan (3) proses. Untuk memiliki kemampuan literasi matematis, siswa hendaknya melakukan beberapa aktivitas, diantaranya adalah harus memiliki minat dan keseriusan yang tinggi, berpikir secara kritis, mempelajari dan menyelesaikan soal PISA, menangani masalah secara terbuka, dan lain sebagainya. Aktivitas siswa dapat didukung oleh diberlakukannya model pembelajaran PBL, STEM, dan RME.

Namum, tidak bisa dipungkiri bahwa kondisi sekitar dapat mempengaruhi tingkat kemampuan literasi matemmatis siswa, seperti pada perbedaan antara siswa yang bersekolah di pedesaan dan siswa yang sekolahnya di perkotaan, perbedaan gender, serta perbedaan tingkat kesulitan soal.

(5)

Kemampuan literasi matematis memberikan banyak manfaat bagi pembelajaran siswa, yaitu memberikan kemampuan dalam memahami masalah dengan baik, mengembangkan ide dan konsep matematika, menyelesaikan masalah secara terstruktur, serta mampu memberikan suasana lingkungan yang responsif.

BAGAN LITERASI KEMAMPUAN MATEMATIS

(6)

REFERENSI

Bolstad, O. H. (2020). Secondary Teachers ’ Operationalisation of Mathematical Literacy.

European Journal of Science and Mathematics Education, 8(3), 115–135.

https://eric.ed.gov/?id=EJ1261813

Breen, S., Cleary, J., & O’Shea, A. (2009). An Investigation of The Mathematical Literacy if First Year Third Level Students in The Repiblic if Ireland. International Journal of Mathematical Education Science and Technology, 40(2), 229–246.

https://doi.org/10.1080/00207390802566915

Doyle, K. (2007). The Teacher , The Tasks : Their Role in Students ’ Mathematical Literacy.

Mathematics: Essential Research, Essential Practice, 1, 246–254.

https://eprints.qut.edu.au/14324/

Fachrudin, A. D., Ekawati, R., Kohar, A. W., Widadah, S., Kusumawati, I. B., & Setianingsih, R. (2019). Ancient China History-Based Task to Support Students Geometrical Reasoning and Mathematical Literacy in Learning Pythagoras. Journal of Physics, 1417, 1–9.

https://doi.org/10.1088/1742-6596/1417/1/012042

Fathani, A. H. (2016). Pengembangan Literasi Matematika Sekolah dalam Perspektif Multiple Intelligences. Edu Sains, 4(2), 136–150. http://e-journal.iain- palangkaraya.ac.id/index.php/edusains/article/view/524

Firdaus, F. M., Wahyudin, & Herman, T. (2017). Improving Primary Students ’ Mathematical Literacy Through Problem Based Learning and Direct Instruction. Educational Research and Reviews, 12(4), 212–219. https://doi.org/10.5897/ERR2016.3072

Haara, F. O., Bolstad, O. H., & Jenssen, E. S. (2017). Research on Mathematical Literacy in schools - Aim , Approach and Attention. European Journal of Science a and Mathematics Education, 5(3), 285–313. https://eric.ed.gov/?id=EJ1149942

Hanum A, Abdul Mujib, F. (2020). Literasi Matematis Siswa Menggunakan Etnomatematika Gordang Sambilan. Jurnal Ilmiah Pendidikan Matematika, 5(2), 173–184.

https://doi.org/10.26877/jipmat.v5i2.6777

Hasmiwati, & Widjajanti, D. B. (2020). Mathematics Learning Based on Multiple Intelligences With Scientific Approaches : How Are Their Roles in Improving Mathematical Literacy Skills? Journal of Physics, 1581, 1–6.

https://doi.org/10.1088/1742-6596/1581/1/012040

Jailani, J., Retnawati, H., Wulandari, N. F., & Djidu, H. (2020). Mathematical Literacy Proficiency Development Based On Content, Context, and Pocess. Problems of Education in the 21st Century, 78(1), 80–101. https://www.learntechlib.org/p/217015/

Kaiser, G., & Willander, T. (2005). Development of mathematical literacy : Results of an Empirical Study. Teaching Mathematics and Its Applications, 24(2), 48–60.

https://doi.org/10.1093/teamat/hri016

Kelana, J. B., Wardani, D. S., Firdaus, A. R., Altaftazani, D. H., & Rahayu, G. D. S. (2020).

The Effect of STEM Approach on the Mathematics Literacy Ability of Elementary School Teacher Education Students. Journal of Physics, 1–5. https://doi.org/10.1088/1742- 6596/1657/1/012006

Khaerunisak, Kartono, Hidayah, I., & Fahmi, A. Y. (2017). The Analysis of Diagnostic Assesment Result in PISA Mathematical Literacy Based on Students Self-Efficacy in RME Learning. Journal of Mathematics Education, 6(1), 77–94.

https://doi.org/10.22460/infinity.v6i1.236

Kramarski, B., & Mizrachi, N. (2004). Enhancing Mathematical literacy With The Use of Metacognitive Guidance in Forum Discussion. International Group for the Psychology of Mathematics Education, 3, 169–176. https://eric.ed.gov/?id=ED489546

(7)

Kurniawati, R. P., Gunawan, I., & Marlina, D. (2020). Mathematic Literation Abilities Based on Problem Solving Abilities in First Class 4 of Elementary School. Early Childhood and Primary Childhood Education, 487, 186–192. https://doi.org/10.2991/assehr.k.201112.033 Lailiyah, S. (2017). Mathematical Literacy Skills of Students’ in Term of Gender Differences.

AIP Conference Proceedings, 1868(1), 1–12. https://doi.org/10.1063/1.4995146

Malasari, P. N., Herman, T., & Jupri, A. (2017). The Construction of Mathematical Literacy Problems for Geometry. Journal of Physics: Conference Series, 1–7.

https://doi.org/10.1088/1742-6596/895/1/012071

Murdiyani, N. M. (2018). Developing Non-Routine Problems for Assessing Students Mathematical Literacy. Journal of Physics, 983, 1–6. https://doi.org/10.1088/1742- 6596/983/1/012115

Oktiningrum, W., Zulkardi, & Hartono, Y. (2016). Developing PISA-Like Mathematics Task With Indonesia Natural and Cultural Heritage as Context To Asses Students Mathematical Literacy. Journal on Mathematics Education, 7(1), 1–10.

https://eric.ed.gov/?id=EJ1096316

Prabawati, M. N., Herman, T., & Turmudi. (2019). Pengembangan Lembar Kerja Siswa Berbasis Masalah dengan Strategi Heuristic untuk Meningkatkan Kemampuan Literasi Matematis. Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika, 8(1), 37–48.

https://journal.institutpendidikan.ac.id/index.php/mosharafa/article/view/mv8n1_04 Pradana, L. N., Sholikhah, O. H., & Maharani, S. (2020). Virtual Mathematics Kits (VMK):

Connecting Digital Media to Mathematical Literacy. International Journal of Emerging Technology in Learning, 15(3), 234–241. https://www.learntechlib.org/p/217015/

Sari, R. H. N., & Wijaya, A. (2017). Mathematical Literacy of Senior High School Students in Yogyakarta. Jurnal Riset Pendidikan Matematika, 4(1), 100–107.

https://journal.uny.ac.id/index.php/jrpm/article/view/10649

Stacey, K. (2011). The PISA View of Mathematical Literacy in Indonesia. Indonesian Mathematical Society Journal on Mathematics Education, 2(2), 95–126.

https://eric.ed.gov/?id=EJ1078641

Umbara, U., & Suryadi, D. (2019). Re-Interpretation of Mathematical Literacy Based on the Teacher’s Perspective. International Journal of Instruction, 12(4), 789–806.

https://doi.org/10.29333/iji.2019.12450a

Unal, I., & Tutak, T. (2017). Correlation Between Computer and Mathematical Literacy Levels of 6th Grade Students. European Journal of Educational Research, 7(1), 63–70.

https://doi.org/10.12973/eu-jer.7.1.63

Ward, M., & Zoido, P. (2015). Mitteilungen der DGfE-Kommission Vergleichende und Internationale Erziehungswissenschaft. Zeitschrift Für Internationale Bildungsforschung Und Entwicklungspädagogik, 38(4), 21–25. http://www.uni-bamberg.de/allgpaed/zep- zeitschrift-fuer-internationale-bildungsforschung-und-entwicklungspaedagogik/profil Nutzungsbedingungen

Widjaja, W. (2011). Towards Mathematical Literacy in the 21 st Century : Perspectives from Indonesia. Southeast Asian Mathematics Education Journal, 1(1), 75–84.

https://doi.org/doi.org/10.46517/seamej.v1i1.12

Wijaya, A. (2016). Students Information Literacy : A Perspective from Mathematical Literacy.

Journal on Mathematics Education, 7(2), 73–82.

https://pdfs.semanticscholar.org/08a3/b6377e14b642d43d06fa145b681fc1d511d9.pdf Yilmazer, G., & Masal, M. (2014). The Relationship Between Secondary School Students ’

Arithmetic Performance and Their Mathematical Literacy. Procedia - Social and Behavioral Sciences, 152, 619–623. https://doi.org/10.1016/j.sbspro.2014.09.25

Referensi

Dokumen terkait

Kemampuan mengidentifikasi masalah Kemampuan merumuskan masalah Kemampuan menganalisis masalah Kemampuan memecahkan masalah Kemampuan mengemukakan pendapat dan

Negeri 3 Surakarta yang memiliki kecerdasan matematis-logis dalam memecahkan masalah matematika pada materi sistem persamaan linear dua variabel (SPLDV).

Kemampuan merumuskan masalah Kemampuan menganalisis masalah Kemampuan memecahkan masalah Kemampuan mengemukakan pendapat dan menghargai pendapat orang lain Kemampuan penggunaan

Kecerdasan logis yang dimaksud pada penelitian ini adalah kecerdasan logis matematis yang berkaitan dengan kemampuan siswa dalam mengukur, menghitung, memecahkan soal

Tabel 1.Indikator Kemampuan Koneksi Matematis dalam Memecahkan Masalah Tahap Pemecahan Masalah Aspek Kemampuan Koneksi Matematis Indikator kemampuan Koneksi Matematis

matematis yaitu kemampuan seseorang dalam memecahkan masalah.. dengan alasan yang tepat, sistematis, dan terarah, serta dapat mengevaluasi. suatu argumen dengan

Analisis Kemampuan Berpikir Logis Matematis Siswa SMP Kelas VII dalam Memecahkan Masalah Matematika Ditinjau dari Gaya Belajar... Logical Thinking in Mathematics : a Study of

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan literasi matematis siswa dalam memecahkan soal cerita pada materi SPLDV berdasarkan tahapan Polya yang ditinjau dari gaya