• Tidak ada hasil yang ditemukan

5. BAB IIxvxvxvxvxxcxc

N/A
N/A
AGUNG KURNIAWAN

Academic year: 2023

Membagikan "5. BAB IIxvxvxvxvxxcxc"

Copied!
34
0
0

Teks penuh

Pengelolaan sarana dan prasarana dapat diartikan sebagai suatu proses kolaboratif untuk memanfaatkan seluruh sarana dan prasarana pendidikan secara efektif dan efisien. Pengadaan adalah proses penyediaan sarana dan prasarana, yang dapat dilakukan melalui pembelian, penggantian, alokasi dan sebagainya. Sistem pengadaan sarana dan prasarana sekolah dapat dilaksanakan dengan beberapa cara, antara lain sebagai berikut:

Pemanfaatan sarana dan prasarana adalah pemanfaatan segala jenis barang yang sesuai dengan kebutuhan secara efektif dan efisien. Pemeliharaan sarana dan prasarana pendidikan di sekolah merupakan kegiatan yang harus dilakukan untuk menjamin peralatan yang dibutuhkan oleh personel sekolah dalam kondisi siap pakai. Penghapusan sarana dan prasarana pendidikan adalah kegiatan menghilangkan barang-barang milik lembaga (yang mungkin juga milik negara) dari inventarisasi berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Tujuan Manajemen Sarana Dan Prasarana

Penggunaan barang-barang sekolah harus dibenarkan dengan membuat laporan penggunaan barang-barang tersebut, yang disampaikan kepada manajemen. Pengawasan merupakan salah satu fungsi manajemen yang harus dilakukan oleh pimpinan organisasi, mengenai sarana dan prasarana pendidikan di sekolah. Harus ada kontrol terhadap pemeliharaan dan pemberdayaan. Pengawasan sarana dan prasarana pendidikan di sekolah merupakan upaya pimpinan untuk membantu staf sekolah agar dapat memelihara atau merawat serta memanfaatkan sarana dan prasarana sekolah sebaik-baiknya demi keberhasilan proses pembelajaran di sekolah.

Menurut Thom, kepala sekolah merupakan sesuatu yang tidak dapat dipungkiri sebagai orang terpenting dalam sistem sekolah mana pun karena kepala sekolahlah yang melakukan upaya penegakan aturan disiplin, menyediakan fasilitas yang baik, melaksanakan dan meningkatkan program pendidikan serta mengembangkan staf.

Manfaat Manajemen Sarana dan Prasarana

Prinsip-prinsip Sarana dan Prasarana Pendidikan Prinsip-prinsip yang harus diperhatikan dalam

24. a) Asas pencapaian tujuan, yaitu sarana dan prasarana pendidikan di sekolah harus selalu siap pakai bilamana akan digunakan oleh staf sekolah untuk mencapai tujuan proses pembelajaran di sekolah. Sarana dan prasarana pembelajaran diidentifikasi sebagai faktor kunci yang berkontribusi terhadap kinerja akademik dalam sistem sekolah. Oleh karena itu sarana dan prasarana pembelajaran hendaknya dikelola atau dikelola sedemikian rupa sehingga sarana dan prasarananya.

Menurut Hasbullah, ditinjau dari jenisnya, secara makro, seluruh lingkungan fisik pada suatu satuan pendidikan dirancang untuk memberikan fasilitas dalam proses pendidikan, seperti desain lokasi, tata ruang bangunan, taman, prasarana jalan, tempat parkir dan sebagainya. on, adalah infrastruktur pendidikan yang memerlukan pengelolaan yang baik. Mengingat pentingnya sarana dan prasarana dalam kegiatan pembelajaran, maka siswa, guru dan sekolah akan berhubungan langsung. Tidak semua siswa mempunyai tingkat kecerdasan yang baik, sehingga pemanfaatan sarana dan prasarana pembelajaran akan membantu siswa khususnya yang mempunyai kelemahan untuk mengikuti kegiatan pembelajaran.

18Jurnal Pendidikan Manajemen Perkantoran, Sarana dan Prasarana Pembelajaran Sebagai Faktor Penentu Motivasi Belajar Siswa, Vol.10_Nr.2_hal.63-70_Januari 2018 diakses pada tanggal 02 Februari 2019 pukul 19.45 WIB. Sarana dan prasarana pendidikan juga merupakan salah satu unsur manajemen pendidikan yang mempunyai peranan penting dalam proses belajar mengajar, sarana dan prasarana pendidikan juga digunakan untuk memudahkan pemahaman materi yang disampaikan siswa dengan menggunakan sarana prasarana pendidikan yang sesuai dalam pengajaran dan pembelajaran. program kegiatan pembelajaran menjadi lebih efektif dan efisien. Dengan adanya sarana dan prasarana pendidikan maka kegiatan belajar mengajar akan menjadi lebih bermakna, kualitatif dan menyenangkan.

Manajemen sekolah dikatakan efektif dan efisien apabila komponen-komponen yang mendukung optimalisasi proses belajar mengajar di suatu sekolah terpenuhi, dimana sarana dan prasarana sekolah merupakan salah satu komponen tersebut. Sebagai seorang kepala sekolah yang merupakan manajer di suatu sekolah, sudah sewajarnya ia memberikan perhatian yang maksimal terhadap pemenuhan sarana dan prasarana sekolah yang dikelolanya, sehingga dapat mencapai dan mencapai harapan dan tujuan utama pendidikan.

Mata Pelajaran Sejarah Kebudayaan Islam

23 Sedangkan peristiwa atau kejadian yang sebenarnya terjadi, menurut Abudin Nata, semuanya berkaitan dengan akidah Islam. Diantara sumbangannya adalah yang berkaitan dengan sejarah proses pertumbuhan, perkembangan dan penyebaran serta perkembangan akidah Islam, sejarah kemajuan dan kemunduran umat Islam di berbagai bidang seperti ilmu agama dan umum, kebudayaan, dan lain-lain. arsitektur, kebijakan pemerintah, peperangan, pendidikan dan ekonomi.24. Berdasarkan uraian di atas, maka dapat disimpulkan bahwa sejarah kebudayaan Islam adalah peristiwa-peristiwa atau peristiwa-peristiwa yang terjadi pada masa lampau, baik peristiwa politik, sosial, maupun ekonomi yang berupa karya umat Islam, berdasarkan sumber nilai-nilai Islam. .

Tidak dapat dipungkiri bahwa dalam proses pendidikan, mutu pendidikan juga didukung oleh sarana dan prasarana yang sesuai standar sekolah atau lembaga pendidikan terkait. Hal ini menunjukkan bahwa peran sarana dan prasarana sangat penting dalam menunjang kualitas pembelajaran siswa. Pengelolaan sarana dan prasarana merupakan kegiatan yang sangat penting di sekolah karena keberadaannya akan sangat menunjang keberhasilan proses pembelajaran di sekolah.

Pengelolaan sarana dan prasarana di sekolah memerlukan proses yang sama dengan pengelolaan yang ada pada umumnya, yaitu perencanaan, pengorganisasian, penggerakan, pemeliharaan dan pengawasan. Apa yang dibutuhkan sekolah harus direncanakan secara matang baik dari segi sarana dan prasarana yang menunjang seluruh proses pembelajaran.25. Keterkaitan pengelolaan sarana dan prasarana dalam pembelajaran sejarah kebudayaan Islam sangat erat kaitannya yaitu dengan tersedianya sarana dan prasarana di dalam kelas yang dapat membantu proses pembelajaran yang berkualitas, misalnya saja tersedianya proyektor di setiap ruang kelas. .

Oleh karena itu, dalam proses pembelajaran sejarah kebudayaan Islam, guru tidak hanya menggunakan metode ceramah saja, namun juga dapat menggunakan proyektor untuk menampilkan video sebagai alat media pengajaran. budaya Islam. budaya, siswa akan lebih bersemangat dan lebih memahami serta tidak bosan mempelajari sejarah budaya Islam.

Pembelajaran Berkualitas a. Pengertian Belajar

Perilaku belajar merupakan respon siswa terhadap tindakan belajar dan tindakan belajar yang dilakukan oleh guru. Anak senantiasa membangun makna baru (pengetahuan, sikap dan keterampilan) berdasarkan apa yang telah dikuasainya sebelumnya. Sedangkan menurut Piaget dan Vygostky, belajar adalah suatu proses menambahkan sedikit demi sedikit informasi baru pada informasi yang telah diketahui dan dikuasainya.

Proses belajar terjadi ketika siswa dapat menghubungkan apa yang telah mereka ketahui dengan apa yang mereka temukan dalam pengalaman belajar yang terjadi melalui interaksi bermakna antara siswa, guru, materi pembelajaran, dan lingkungan belajar. Dengan demikian, pembelajaran pada dasarnya adalah suatu kegiatan terencana yang mengkondisikan atau merangsang seseorang untuk dapat belajar dengan baik sesuai dengan tujuan pembelajaran 29. Jadi pembelajaran yang berkualitas adalah pembelajaran yang mampu memposisikan guru secara tepat sehingga guru mampu memainkan perannya. tepat sesuai dengan kebutuhan belajar siswa.

Salah satu peran guru adalah sebagai motivator, dimana guru akan memberikan semangat kepada siswa untuk belajar. Peran guru sebagai motivator sangat penting dalam proses pembelajaran untuk meningkatkan motivasi, kualitas dan pengembangan aktivitas belajar siswa. Hal ini disebabkan karena sosok gurulah yang bersentuhan langsung dengan objek pendidikan yaitu peserta didik dan seluruh komponen penunjang kegiatan pembelajarannya.

Program PPG yang dilaksanakan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan mempunyai tujuan mulia, karena dapat membantu guru meningkatkan keterampilannya dengan memenuhi kompetensi yang dipersyaratkan dan pada akhirnya meningkatkan proses pembelajaran dan menciptakan hasil pembelajaran yang berkualitas.35. Berdasarkan penjelasan di atas, maka yang dimaksud dengan pembelajaran berkualitas dalam penelitian ini adalah pembelajaran yang berlangsung antara guru dan siswa secara sukses dan berhasil. Siswa akan lebih bersemangat dalam belajar dan lebih mudah menyerap isi pembelajaran.

Sarana dan prasarana guru yang berkualitas saling berhubungan, dimana guru mempunyai kompetensi yang memadai untuk mengembangkan potensi akademik peserta didik.

PENELITIAN TERDAHULU

Hasil survei menunjukkan bahwa pengelolaan sarana dan prasarana dalam meningkatkan mutu pembelajaran di SMA Pelita Harapan berada pada peringkat cukup baik. Persamaan penelitian diatas dengan penelitian peneliti ini adalah peneliti menggunakan pendekatan kualitatif dan keduanya berkaitan dengan pengelolaan sarana dan prasarana. Hasil penelitian menggambarkan proses pengelolaan sarana dan prasarana serta upaya peningkatan proses pembelajaran.

Sarana dan prasarana yang lengkap dapat menjadikan guru lebih rajin, siswa lebih disiplin, lingkungan sekitar mendukung dan evaluasi akan meningkat. Kesamaan dari penelitian-penelitian tersebut adalah sama-sama membahas tentang pengelolaan sarana dan prasarana, yang membedakan adalah tesis yang peneliti tulis lebih menekankan pada bagaimana pengelolaan sarana dan prasarana untuk menunjang pembelajaran sejarah kebudayaan Islam yang berkualitas di MA. . Salafiyah Kajen, sedangkan tesis di atas menekankan pada pengelolaan sarana dan prasarana untuk meningkatkan proses pembelajaran.

Temuan penelitian ini mengarah pada pengelolaan sarana dan prasarana dalam meningkatkan kualitas pembelajaran di SMP Negeri 23 Medan. Dari penelitian yang dilakukan dapat disimpulkan bahwa untuk meningkatkan mutu pendidikan diperlukan pengelolaan sarana dan prasarana yang baik. Pengelolaan sarana dan prasarana sangatlah penting karena dengan pengelolaan sarana dan prasarana lembaga pendidikan maka pemanfaatannya dapat terjaga dan jelas.

Manajemen sekolah harus bertanggung jawab terhadap sarana dan prasarana, terutama kepala sekolah yang secara langsung mengelola sarana dan prasarana tersebut. Persamaan yang dimiliki penelitian ini adalah sama-sama mengelola sarana prasarana, bedanya penelitian ini lebih fokus pada bagaimana mengelola sarana dan prasarana untuk menunjang pembelajaran sejarah kebudayaan Islam yang berkualitas, sedangkan penelitian diatas lebih fokus pada bagaimana meningkatkan fasilitas. dan infrastruktur untuk meningkatkan kualitas pembelajaran.

KERANGKA BERFIKIR

Jadi, dengan adanya sarana dan prasarana yang ada di sekolah, siswa dapat belajar secara maksimal dan seefisien mungkin. Pengelolaan sarana dan prasarana sangatlah penting, karena tanpanya sekolah tidak dapat mengelola atau menyelenggarakan sarana dan prasarana pendidikan dengan baik. Namun jika sekolah dapat menerapkan pengelolaan sarana dan prasarana yang baik maka akan mendukung terciptanya pembelajaran yang berkualitas.

Misalnya pada saat pembelajaran sejarah kebudayaan islam, guru dapat memanfaatkan sarana dan prasarana kelas seperti proyektor untuk menayangkan video terkait materi sejarah kebudayaan islam, sehingga siswa akan lebih memahami isi materi pada materi tersebut. sejarah kebudayaan Islam dan juga akan lebih semangat dalam belajar. Pembelajaran adalah proses interaksi siswa dengan guru dan sumber belajar dalam suatu lingkungan belajar. Dengan kata lain, mengajar adalah suatu proses yang membantu siswa belajar.

Sedangkan pembelajaran sejarah kebudayaan Islam adalah mengenai peristiwa atau peristiwa yang terjadi pada masa lampau, baik peristiwa politik, sosial, maupun ekonomi yang berupa karya umat Islam berdasarkan sumber agama Islam. Dengan sarana prasarana yang memadai dan baik diharapkan proses belajar mengajar akan menghasilkan peserta didik yang berkualitas.

Referensi

Dokumen terkait

Evaluasi pembelajaran adalah suatu kegiatan penilaian dan pengukuran keberhasilan proses dan hasil belajar peserta didik yang terencana dilakukan oleh guru kepada

Pembelajaran adalah serangkaian kegiatan yang melibatkan informasi dan lingkungan yang disusun secara terencana untuk memudahkan siswa dalam belajar. Lingkungan yang

Metode penelitian diartikan sebagai suatu bentuk kegiatan ilmiah yang terencana, terstruktur, sistematis dan memiliki tujuan tertentu baik praktis maupun teoritis

1) Pada saat memulai kegiatan pembuka guru tidak mengkondisikan siswa ke dalam kondisi belajar yang baik, sehingga dari awal pembelajaran hingga berakhirnya

1………... Dosen menyampaikan tujuan pembelajaran. Menyampaikan tujuan pembelajaran dengan metode ceramah H. Dosen mengkondisikan mahasiswa. Dengan menanyakan kesiapan belajar.

Tujuan dasar penyelenggaraan proses pembelajaran adalah mengembangkan kemampuan dasar tersebut melalui kegiatan belajar mengajar yang terencana dalam kegiatan

Penggunaan media pembelajaran yang sesuai dengan tujuan pembelajaran yang hendak dicapai dalam proses kegiatan belajar mengajar dengan baik akan sangat

KEGIATAN BELAJAR MENGAJAR SINTAQ KEGIATAN WAKT U Pendahuluan  Guru masuk kelas, mengajak anak berdoa, absen dan mengkondisikan kelas  Menyampaikan tujuan pembelajaran  Guru