• Tidak ada hasil yang ditemukan

7. Struktur modal

N/A
N/A
Siti Aminah

Academic year: 2025

Membagikan "7. Struktur modal"

Copied!
18
0
0

Teks penuh

(1)

STRUKTUR MODAL

Manajemen Keuangan

Oleh Wehdawati, S.E., M.M.

(2)

Yang akan dipelajari

• Definisi struktur modal

• Pembagian struktur modal

• Rasio struktur modal

• Teori struktur modal

(3)

Definisi struktur modal

Joel G. siegel dan Jae K. shim, struktur

modal adalah komposisi saham biasa, saham preferen, laba ditahan, dan utang jangka

panjang yg dipertahankan oleh perusahaan dalam mendanai aktiva.

Harmono, struktur modal berkenaan dgn bagaimana modal dialokasikan dlm aktivitas investasi aktiva riil perusahaan, dgn cara

menentukan modal utang dan modal sendiri.

(4)

Definisi struktur modal

F. Margaretha, struktur modal menggambarkan pembiayaan permanen perusahaan yang terdiri atas utang jangka panjang dan modal sendiri jika realisasi utang berada dibawah target maka

pinjaman perlu ditambah, jika rasio utang

melampaui target maka perlu menjual saham.

Kebijakan struktur modal: trade off (tarik ulur) antara risk dan return.

Utang meningkat  risk meningkat  return meningkat Harga saham : turun

naik

(5)

Pembagian struktur modal

Simple capital structure Perusahaan hanya

menggunakan modal sendiri

Complex capital structure Perusahaan tidak hanya menggunakan modal sendiri

tetapi juga menggunakan pinjaman.

(6)

Kebijakan struktur modal

Saat perusahaan menggunakan modal dari luar, maka ada kemungkinan masuknya berbagai pemikiran dan konsep dari pihak eksternal. Hal ini berpotensi terjadi jika perusahaan menerapkan complex capital structure.

Subramanyam dan John Wild “lebih dari 25% perusahaan yg sahamnya diperdagangkan untuk umum memiliki efek

berpotensi dilusi”. Dilusi  penurunan % kepemilikan saham yg disebabkan oleh penambahan modal yg tidak dibarengi partisipasi pemegang saham lama.

Namun jika perusahaan menerapkan simple capital structure, maka dilusi tidak/ sulit terjadi.

(7)

Rasio struktur modal

(8)

Rasio struktur modal

(9)

Struktur modal dan kebijakan perusahaan

• Bagi perusahaan yg profit oriented, pencarian sumber dana utk memperkuat struktur modal.

– Pendanaan dgn modal sendiri  menerbitkan saham

– Pendanaan dgn utang  menerbitkan obligasi, pinjaman ke bank atau ke mitra bisnis.

(10)

Struktur modal dan kebijakan perusahaan

Keadaan struktur modal berakibat pada posisi keuangan sehingga mempengaruhi kinerja perusahaan.

Penggunaan modal dari pinjaman  meningkatkan risiko keuangan (biaya bunga yg hrs dibayar) meskipun perusahaan mengalami rugi. Namun biaya bunga merupakan deductible expense (biaya yg mengurangi penghasilan), sehingga perusahaan menerima manfaat pengurangan pajak.

Jika perusahaan menggunakan modal sendiri  ketergantungan terhadap pihak luar berkurang, tetapi modalnya bukan pengurang pajak.

Penerbitan/ penjualan obligasi dapat menambah kas perusahaan, namun meningkatkan utang jangka panjang. Sehingga jika perusahaan memperoleh keuntungan dari hasil penjualan maka sebaiknya perusahaan melakukan kebijakan pembelian kembali obligasi tsb, sehingga beban membayar bunga obligasi dapat dihilangkan.

(11)

Teori struktur modal

1. Balancing theories 2. Packing order theory

(12)

1. Balancing theories

• Merupakan kebijakan yg ditempuh oleh perusahaan untuk mencari dana

tambahan dengan cara mencari pinjaman ke bank atau menerbitkan obligasi.

• Obligasi mencantumkan nilai nominal, tingkat suku bunga, jangka waktu, kapan diterbitkan perusahaan atau pemerintah untuk kemudian dijual kpd publik.

(13)

Risiko penerapan kebijakan balancing theory

Pinjam dana ke bank

Perlu jaminan/ agunan

Telat bayar diberi teguran

Gagal bayar, maka agunan di sita dan dilelang oleh bank  kehilangan aset

agunan.

Menjual obligasi

Tidak sanggup bayar bunga obligasi  harus melakukan kebijakan lainnya.

Tidak mampu melunasi nominal obligasi  konversi pemegang obligasi ke pemegang saham.

Penurunan citra perusahaan

Nilai perusahaan dimata publik menurun, karena publik menilai kinerja keuangan perusahaan tidak baik khususnya dlm kemampuan manajemen struktur modal.

(14)

Kondisi diterapkannya Balancing theories

1. Kondisi ekonomi cenderung stabil  inflasi rendah, pertumbuhan ekonomi dlm kondisi yg diharapkan, daya beli masyarakat tinggi/ stabil.

2. Grafik penjualan meningkat

3. Keadaan dana cadangan perusahaan maksimal

4. Kondisi sosial politik dalam dan luar negeri kondusif

 iklim investasi berkembang pesat.

(15)

2. Packing Order Theory

• Merupakan kebijakan yg ditempuh oleh perusahaan untuk mencari dana

tambahan dengan cara :

– menjual aset yang dimiliki, misalnya gedung, tanah, peralatan, dan aset lainnya.

– Termasuk juga menerbitkan saham di pasar modal

(16)

Risiko penerapan kebijakan Pecking order theory

Penjualan aset

Kekurangan aset karena dipakai untuk membiayai

rencana aktivitas perusahaan baik yg sedang berlangsung ataupun yg akan datang.

Terganggunya kegiatan operasional.

Penerbitan saham

Biaya penerbitan saham yang tidak sedikit.

Kewajiban membayar dividen kpd pemegang saham.

(17)

Kondisi diterapkannya Packing order theory

1. Kondisi ekonomi cenderung tidak stabil  besarnya potensi gagal bayar ketika berhutang, sehingga lebih aman menjual aset.

2. Jumlah aset perusahaan cukup untuk dijual dan tidak mempengaruhi kondisi keuangan jk pendek.

3. Menerbitkan saham sesuai dgn kebutuhan saja dengan pertimbangan agar tidak terjadi dilusi.

(18)

TERIMA KASIH

Referensi

Dokumen terkait

perbandingan antara utang jangka panjang dengan asset, tujuannya adalah untuk mengukur berapa utang jangka panjang yang digunakan untuk membiayai seluruh aktiva dimana semakin

Bertitik tolak dari pemikiran tersebut dapat disimpulkan, bahwa jika proporsi utang jangka panjang dalam struktur modal semakin besar maka akan semakin besar pula

Struktur modal adalah pembelanjaan permanen yang mencerminkan perimbangan antara hutang jangka panjang dengan modal sendiri, maka manajer keuangan dalam

Ditinjau dari rasio solvabilitas yang dilihat dari rasio utang atas modal (Debt to Equity Ratio) dan rasio utang jangka panjang atas modal (Long Term Debt to Equity Ratio)

kemungkinan yang terjadi jika suatu perusahaan memiliki struktur modal yang terdiri atas saham biasa dan utang jangka panjang adalah: pada tingkat laba sebelum

Artinya aktiva yang bersifat permanen yakni aktiva tetap dan modal kerja permanen akan didanai dengan sumber dana jangka panjang, dan aktiva yang bersifat

Struktur modal adalah pembelanjaan permanen dimana mencerminkan pula perimbangan antara hutang jangka panjang dengan modal sendiri, maka seorang manajer keuangan dalam

Struktur modal adalah pembelanjaan permanen yang mencerminkan perimbangan antara hutang jangka panjang dengan modal sendiri, maka manajer keuangan dalam