PENDAHULUAN
Latar Belakang
Menurut ketebalan cangkang (husk) dan daging buah (mesocarp), tanaman kelapa sawit dibedakan menjadi 3 jenis yaitu dura yang kandungan minyaknya lebih rendah dibandingkan kadar airnya, namun sangat mudah untuk tumbuh. Pasifera memiliki cangkang (sekam) yang tipis dan kandungan minyak yang tinggi, yang paling banyak diantara dua jenis lainnya, namun agak sulit tumbuh, dan jenis Tenera yang merupakan hasil persilangan antara jenis dura dan passivera, yang memiliki persentase kandungan minyak dan air yang hampir sama. Hal yang perlu diperhatikan dalam proses recovery adalah aspek efisiensi energi, efisiensi ekstraksi dan kinerja peralatan. Produksi minyak sawit dapat dikatakan mempunyai efisiensi yang tinggi jika persentase kehilangan minyaknya rendah atau dibawah standar.
Namun persentase kehilangan minyak ini masih belum bisa dihilangkan, karena sangat sulit untuk mencegah kehilangan tersebut. Berdasarkan permasalahan tersebut, maka penting dilakukan penelitian untuk menentukan efisiensi tekanan yang ideal untuk mengurangi kehilangan minyak pada stasiun pengepresan kelapa sawit, sehingga dapat diperkirakan besarnya tekanan pada stasiun pengepresan kelapa sawit.
RUMUSAN MASALAH
Sebagai panduan dalam mengatasi atau mengatasi permasalahan penyebab hilangnya minyak pada mesin press ulir untuk mencapai efisiensi pemisahan minyak sawit dan kualitas produksi yang jauh lebih baik.
TINJAUAN PUSTAKA
- Kelapa Sawit
- Minyak Kelapa Sawit (CPO) Crude Palm Oil
- Proses Pengolahan Kelapa Sawit
- Oil Losses
- Kerangka Berpikir
Dura jenis ini diketahui memiliki kandungan minyak yang rendah dan sering dijadikan sebagai induk betina pada saat melakukan program pemuliaan benih kelapa sawit. Kebanyakan pengolah kelapa sawit tidak menyukai jenis ini karena cangkangnya yang tebal dapat memperpendek umur mesin dan kandungan minyaknya rendah. Keunggulan kelapa sawit dura adalah ukuran buahnya yang relatif besar dengan kandungan minyak hingga 18 persen per bundel Ciri-ciri kelapa sawit jenis ini adalah: (Fauzi.Y, 2004).
Buah kelapa sawit pisifera mempunyai daging buah yang lebih tebal dibandingkan buah kelapa dura dengan daging biji yang sangat tipis. Sayangnya, bunga sawit betina jenis pisifera ini mandul sehingga sulit berkembang menjadi buah. Oleh karena itu, perbanyakan kelapa sawit jenis ini hanya dapat dilakukan dengan cara menyilangkannya dengan kelapa sawit jenis lain.
Namun beberapa tanaman kelapa sawit pisifera mempunyai kemampuan kesuburan untuk berkembang biak secara mandiri.Ciri-ciri dari jenis buah ini adalah: (Fauzi.Y, 2004). Minyak sawit tenera merupakan tanaman kelapa sawit hasil persilangan antara minyak sawit dura dan minyak sawit pisifera. Daging buah kelapa sawit ini juga tebal sehingga mampu menghasilkan minyak dalam jumlah besar.Ciri-ciri buah jenis ini adalah : (Fauzi.Y, 2004).
Buah yang dihasilkan dari tanaman kelapa sawit disebut dengan tandan buah segar (TBS) atau tandan buah segar (TBS). Minyak sawit yang berkualitas harus mempunyai beberapa faktor yang menentukan baku mutunya, seperti kadar air, kadar kotoran dan kadar asam lemak bebas (Ketaren, 2008). Alat ini terdiri dari satu buah silinder (silinder pemeras) dan di dalamnya terdapat dua buah sekrup yang berputar berlawanan arah.Pada pabrik kelapa sawit, mesin press ulir biasanya digunakan sebagai alat pengepres untuk memisahkan minyak dari ampas buah.
Kemudian buah-buahan yang memenuhi standar produksi ditumpuk pada loading ramp, dari loading ramp dipindahkan ke cooking unit untuk dimasak sehingga buah menjadi hancur, dan menghilangkan enzim lipase pada buah kelapa sawit. Untuk memisahkan kandungan minyak pada buah sawit digunakan alat press ulir pada unit press dengan cara memeras buah sawit segar. Buah sawit diberi tekanan agar kandungan minyak pada buahnya terpisah.Buah yang telah melalui proses pengepresan disebut dengan drek pengepresan ulir.
Dari limbah mesin press ulir dapat ditentukan besarnya kehilangan minyak dengan menggunakan ekstraksi sokhletasi. Cara ini merupakan filtrasi kontinyu dimana n-heksana dipanaskan sehingga menguap, maka uap n-heksana akan terkondensasi, maka molekul n-heksana akan terkondensasi. disaring dengan pendinginan terbalik dengan menjatuhkannya ke selongsong. Saring kandungan minyak buluh press ulir kemudian masukkan kembali ke dalam labu alas bulat setelah melewati tabung siphon yang dimana kandungan minyak buluh press ulir juga semakin berkurang. Proses ini berlanjut hingga ekstraksi zat aktif selesai atau kandungan minyak pada massa mesin press ulir habis.
METODE PENELITIAN
- Tempat dan Waktu
- Alat dan Bahan
- Jenis Penelitian
- Teknik Pengumpulan Data
- Analisa Data
Jenis penelitian yang digunakan adalah metode penelitian eksperimen yaitu melakukan uji coba sampel lumpur pengepresan ulir dari 3 alat pengepres ulir yang berbeda dengan 3 variasi tekanan yang berbeda. Ambil contoh ulir ulir yang telah dipres dari 3 buah alat press ulir yang telah dikalibrasi tingkat tekanannya (kalibrasi tekanan dilakukan dengan cara pemeliharaan). Hasil analisis pengaruh tekanan terhadap kehilangan minyak pada sludge screw press dapat dilihat pada Tabel 4.1.
Berdasarkan penelitian yang dilakukan, hasil kehilangan minyak pada masing-masing mesin press ulir berbeda-beda yaitu pada mesin press ulir pertama dengan tekanan 40 kg/cm² kehilangan minyak sebesar 5,99%. Pada mesin press ulir kedua dengan tekanan 60 kg/cm² kehilangan minyak sebanyak 4,68% dan pada mesin press ulir ketiga dengan tekanan 80 kg/cm² kehilangan minyak sebanyak 2,37%. Nofrizal Amri, (2014) menyatakan bahwa semakin lama buah disimpan maka semakin tinggi kandungan air dan asam lemak bebas minyak sawit yang dihasilkan serta semakin rendah umur dan kadar β-karotennya.
Dalam dunia industri kelapa sawit, tumpahan minyak merupakan permasalahan besar dan memberikan dampak yang merugikan bagi dunia usaha. Kehilangan minyak dipengaruhi oleh lamanya waktu penyimpanan buah dan lamanya proses pemasakan dalam streliser. Salah satu faktor penting yang dapat dilakukan untuk mengurangi kehilangan minyak adalah dengan mengatur tekanan yang tepat pada mesin press ulir, karena pada mesin press ulir faktor penentu utama adalah banyak atau tidaknya kehilangan minyak pada buah. , sehingga dengan tekanan yang tepat pada mesin screw press, kehilangan oli dapat diminimalkan. Penelitian yang dilakukan menunjukkan bahwa tekanan yang paling efisien pada mesin press ulir adalah 80 kg/cm² karena pada tekanan tersebut kehilangan minyak sangat sedikit, dan pada tekanan 40 kg/cm² kehilangan minyak paling tinggi. yang diperoleh yaitu sekitar 5,99% Pada tekanan 40 kg/cm² diperoleh kehilangan minyak yang jauh diatas nilai standar kehilangan minyak maksimum di PT.
Pada tekanan 80 kg/cm² dan 60 kg/cm² diperoleh hasil yang berada di bawah standar kehilangan minyak maksimum di PT Wahana Karya Sejahtera Mandiri, dengan tingkat kehilangan minyak maksimum sebesar 5,00%. Dari data penelitian dapat disimpulkan bahwa pengaruh tekanan terhadap kehilangan minyak adalah semakin tinggi tekanan pada mesin screw press maka semakin sedikit pula kandungan minyak yang tersisa pada sedimen screw press dan sebaliknya. penelitiannya dapat dilihat pada Gambar 4.1. Setelah dilakukan analisa diperoleh informasi bahwa kehilangan minyak pada pulp press ulir pada tekanan 40 kg/cm² sebesar 5,99%, pada tekanan 60 kg/cm² sebesar 4,68% dan pada tekanan 80 kg/cm². cm² yaitu 2,33% Jadi dari data yang diperoleh dapat disimpulkan bahwa semakin tinggi tekanan pada mesin press ulir maka akan semakin rendah kehilangan minyak pada sedimen mesin press ulir.
Begitu pula dengan mekanisme kompresi tekanan rendah pada mesin press ulir, sebaliknya akan menyebabkan banyak kehilangan minyak pada slurry mesin press ulir. Jenis buah yang paling baik untuk diolah adalah jenis Passivera, karena kandungan minyaknya paling tinggi diantara jenis buah lainnya, serta cangkang bijinya sangat tipis bahkan ada yang tidak memiliki cangkang sehingga memudahkan mesin dalam mengolahnya. yang mempunyai efek memperpanjang umur mesin pada pabrik kelapa sawit. 2001. Metode kualitatif program pengolahan dan peringatan kelapa sawit, program pemeliharaan di pabrik kelapa sawit berbantuan komputer.
HASIL DAN PEMBAHASAN
Hasil
Sebaiknya dipanen pada saat buah belum matang karena kandungan ALBnya rendah, padahal rendemen minyak yang diperoleh juga rendah (Ketaren, S. 1986). Memasak terlalu lama dapat mengurangi kandungan minyak dan memutihkan biji-bijian. 11. Terlalu pendek akan mengakibatkan lebih banyak buah yang tidak rontok dari pokoknya. Dengan perontokan yang sempurna, tidak ada buah yang tersisa pada tandan kosong (kecuali tandan tersebut belum cukup matang).
Menurut (Sunarko, 2006) tujuan utama proses pencernaan adalah mempersiapkan daging buah untuk dipotong sehingga minyak dapat dengan mudah dipisahkan dari daging buah dengan kehilangan yang sesedikit mungkin. Dengan cara ini minyak dari ampas buah yang diperas akan keluar melalui lubang-lubang sangkar pengepres, sedangkan ampas keluar dari celah antara kerucut geser dan kerucut pengepres. Dengan demikian pada bahan yang keluar dari press masih banyak bahan yang tidak mengandung minyak sehingga perlu dibersihkan lebih lanjut pada proses klarifikasi.
Salah satu tempat yang menentukan banyak atau tidaknya oli yang hilang adalah pada unit press, tepatnya pada mesin press ulir.Pada stasiun press, oli yang hilang terletak pada tetesan mesin press ulir. Kehilangan minyak yang terjadi antara lain kondensat alat sterilisasi, cluster kosong, lumpur dan di clearing station. Bagi perusahaan kerugian minyak yang melebihi norma yang telah ditentukan akan mengakibatkan kerugian, oleh karena itu sangat penting bagi suatu perusahaan untuk mengetahui perkiraan potensi kerugian minyak, hal ini dikarenakan perusahaan dapat mengetahui secara jelas angka potensi kerugian dengan mengetahui perkiraan potensi kerugian. . sehingga diharapkan dapat mengendalikan besarnya potensi kerugian akibat tumpahan minyak (Fauzi, Y. 2004).
Adanya kehilangan minyak tersebut akan memberikan dampak buruk bagi perusahaan, sehingga dicari solusi untuk meminimalisir jumlah kehilangan minyak tersebut. Hal ini terjadi karena jenis buah yang diolah pada saat pengambilan sampel didominasi jenis buah dura dibandingkan dengan buah pasifra dan tenero, hal ini disebabkan karena lebih banyak buah yang masuk yang masuk ke dalam pengolahan. WKSM dan buah mulai diproses setelah kurang lebih 24 jam penyimpanan di unit sortir karena banyaknya volume buah yang masuk.
Pembahasan
Tandan buah segar (TBS) yang akan diolah harus mempunyai tingkat kematangan yang sesuai dengan kriteria pengolahannya agar pada proses awal mendapat pengolahan yang baik. Persentase kehilangan minyak di stasiun pengepresan dijaga agar tetap minimum, paling tidak dijaga sesuai dengan standar perusahaan.
PENUTUP
Kesimpulan
Saran