• Tidak ada hasil yang ditemukan

Adharu Rizqy 13103241018

N/A
N/A
Fitroh Satrio

Academic year: 2023

Membagikan "Adharu Rizqy 13103241018"

Copied!
230
0
0

Teks penuh

PENDAHULUAN

Latar Belakang Masalah

Bag of Numbers merupakan alat bantu belajar yang dirancang untuk memudahkan anak memahami konsep penjumlahan. Alat kantong bilangan diharapkan mampu mengatasi permasalahan low vision siswa pada mata pelajaran matematika terkait penjumlahan dengan menggunakan teknik konservasi.

Diagnosis Permasalahan Kelas

Fokus Masalah

Rumusan Masalah

Tujuan Penelitian

Manfaat Hasil Penelitian

Pembelajaran yang dilakukan dengan alat tas bilangan diharapkan dapat memudahkan pembelajaran konsep penambahan tempat penyimpanan bagi siswa tunanetra sehingga siswa dapat memahami dan mengatasi permasalahan yang berkaitan dengan pengoperasian penambahan tempat penyimpanan. Manfaat survei bagi guru adalah memberikan informasi tentang penggunaan alat tas bilangan dalam pembelajaran matematika tentang penjumlahan dengan penyimpanan.

KAJIAN PUSTAKA

Kajian Teori

  • Kajian Tentang Konsep Anak Low vision
  • Kajian Tentang Mata Pelajaran Matematika
  • Kajian Tentang Alat Bantu Pembelajaran
  • Kajian Tentang Kantong Bilangan

Guru menjelaskan konsep penjumlahan bilangan satu angka ke bilangan dua angka dengan menggunakan alat bilangan. Guru menjelaskan konsep penjumlahan bilangan dua angka ke bilangan tiga angka dengan menggunakan alat kantong bilangan.

Tabel 1. Standar Kompetensi dan Kompetensi  Standar Kompetensi  Kompetensi Dasar
Tabel 1. Standar Kompetensi dan Kompetensi Standar Kompetensi Kompetensi Dasar

Penelitian yang Relevan

Kerangka Berpikir

Penggunaan alat tas bilangan pada saat proses pembelajaran matematika diharapkan dapat meningkatkan penguasaan konsep penjumlahan menggunakan teknik menabung bagi siswa tunanetra kelas II SLB A Yaketunis. Setelah siswa mampu menguasai konsep penjumlahan dengan teknik penyimpanan, diharapkan siswa mampu menyelesaikan soal-soal penjumlahan dengan teknik penyimpanan, sehingga siswa dapat meningkatkan kemampuannya dalam menghitung penjumlahan dengan teknik penyimpanan.

Hipotesis Tindakan

METODE PENELITIAN

Desain Penelitian Tindakan

Pada tahap observasi, peneliti mengamati aktivitas partisipasi siswa selama proses pembelajaran dengan menggunakan alat tas nomor. Refleksi merupakan kegiatan yang berkaitan dengan evaluasi proses dan dampak dari tindakan perbaikan yang dilakukan.

Gambar 4. Desain Penelitian Menggunakan Model Kemmis dan Mc Teggart  (Sukardi, 2007:214)
Gambar 4. Desain Penelitian Menggunakan Model Kemmis dan Mc Teggart (Sukardi, 2007:214)

Waktu Penelitian

Deskripsi Tempat Penelitian

Subjek Penelitian

Skenario Tindakan

Implementasinya adalah tindakan penggunaan alat tas bilangan untuk meningkatkan kemampuan menghitung penjumlahan matematika dengan teknik penyelamatan siswa low vision kelas II di SLB A Yaketunis Yogyakarta. Pertemuan keempat diadakan materi penjumlahan dua bilangan tiga angka dan pertemuan kelima diadakan tes setelah tindakan siklus I. Langkah-langkah pemberian tindakan adalah sebagai berikut. A. Guru mengamati kemampuan siswa ketika mengerjakan soal dan menguasai materi penjumlahan bilangan satu angka ke bilangan dua angka pada saat pembelajaran matematika a) Siswa dibimbing oleh guru untuk membuat rangkuman materi yang dipelajari hari ini.

Observasi atau observasi dilakukan pada proses pemberian tindakan pembelajaran penjumlahan dengan teknik menabung menggunakan alat tas angka pada siswa tunanetra di kelas II SLB A Yaketunis Yogyakarta. Kegiatan refleksi merupakan kegiatan mengevaluasi proses dan hasil pelaksanaan tindakan yang dilakukan, sehingga dengan kegiatan tersebut peneliti dapat mengetahui keberhasilan peningkatan kemampuan menghitung penjumlahan matematika menggunakan materi penjumlahan menggunakan teknik menabung pada tunanetra. siswa. di Kelas II SLB A Yaketunis Yogyakarta.

Teknik Pengumpulan Data

Peningkatan kemampuan menjumlahkan siswa tunanetra dengan teknik menabung diukur dengan menguji kemampuan menjumlahkan dengan teknik menabung dan mengamati partisipasi siswa selama proses pembelajaran. Pre-test dilakukan untuk menggali data dan mengukur keterampilan awal terkait penjumlahan dengan teknik penyelamatan siswa tunanetra kelas II sebelum menggunakan alat tas bilangan. Pre-test terdiri dari 20 pertanyaan tambahan dengan cara disimpan. Setelah mengetahui keterampilan awal siswa tunanetra, peneliti menyusun rencana tindakan yang akan diberikan kepada siswa tunanetra.

Diberikan post-test untuk mengukur keterampilan penjumlahan menggunakan teknik penyimpanan siswa tunanetra setelah menggunakan alat tas angka. Proses observasi partisipasi siswa berlangsung pada saat siswa mempersiapkan alat bantu menulis, memperhatikan guru pada saat melakukan apersepsi, memperhatikan guru pada saat menjelaskan cara menggunakan alat bilangan, siswa bertanya tentang materi, jika tidak jelas, siswa dapat menggunakan bantuan tas bernomor, siswa mengerjakan soal dengan menggunakan alat tersebut. Bantuan tas bernomor, siswa dapat merangkum materi, siswa menulis dan mengerjakan pekerjaan rumah.

Instrumen Penelitian

Partisipasi siswa dalam pembelajaran matematika menggunakan alat tas bilangan merupakan kegiatan yang dilakukan oleh siswa secara keseluruhan, yang terlibat dalam pelaksanaan pembelajaran matematika menggunakan alat tas bilangan dengan bimbingan dari guru. Penentuan indikator partisipasi siswa dalam pembelajaran matematika di luar materi menggunakan teknik retensi menggunakan alat tas angka. Komponen dan indikator partisipasi siswa selanjutnya digunakan untuk menyusun kisi-kisi lembar observasi partisipasi siswa.

Berikut panduan mengamati partisipasi siswa pada materi tambahan pembelajaran matematika dengan teknik retensi menggunakan alat tas bilangan. Pedoman penilaian hasil observasi partisipasi siswa selama pembelajaran dengan menggunakan alat kantong angka untuk pembelajaran penjumlahan dengan teknik menabung selanjutnya dikategorikan dalam tabel pedoman penilaian sebagai berikut.

Tabel 3. Kisi-kisi Tes Kemampuan Menghitung Penjumlahan   Standar
Tabel 3. Kisi-kisi Tes Kemampuan Menghitung Penjumlahan Standar

Kriteria Keberhasilan Tindakan

  • Teknik Validitas

Validitas konstruk bertujuan untuk menguji keakuratan instrumen observasi untuk mengukur proses belajar siswa pada kegiatan pembelajaran matematika dengan menggunakan alat tas bilangan. Validitas konstruk dicapai melalui penilaian ahli dan profesional untuk menilai keakuratan instrumen observasi dengan teori dan tujuan observasi. Pengujian validitas instrumen observasi dilakukan dengan meminta pertimbangan pendapat ahli yaitu dosen pembimbing skripsi dan guru mata pelajaran matematika kelas II SLB A Yaketunis Yogyakarta.

Hasil uji validitas observasi menyatakan instrumen observasi layak digunakan dalam mengumpulkan data penelitian.

Teknik Analisis Data

Guru mengajukan 5 pertanyaan kepada siswa agar siswa mengetahui cara menggunakan alat kantong bilangan dan menguasai konsep penjumlahan dua bilangan menjadi tiga bilangan. Saya materi penjumlahan bilangan tiga angka dengan dua angka, AL dapat mengerjakan 1 soal dengan jawaban yang benar. Mampu menampilkan media angka untuk melakukan operasi penjumlahan angka dua digit menjadi dua digit.

Setelah kegiatan pembelajaran, siswa mampu mendemonstrasikan media kantong bilangan untuk melakukan operasi penjumlahan bilangan tiga angka dengan dua angka. Siswa mendengarkan penjelasan guru tentang konsep penjumlahan bilangan tiga angka ke bilangan dua angka dengan menggunakan kantong bilangan.

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

Hasil Penelitian

  • Deskripsi Lokasi Penelitian
  • Deskripsi Subjek Penelitian
  • Deskripsi Proses dan Hasil Penelitian

Kegiatan pembelajaran yang akan dilaksanakan yaitu penjumlahan bilangan dua angka menjadi bilangan tiga angka dijelaskan kepada siswa. Guru mengatakan bahwa menjumlahkan dua bilangan pada tiga bilangan berarti menjumlahkan puluhan dan ratusan. Setelah melakukan tindakan pada siklus I, AL mampu mengajukan 2 soal tentang penjumlahan bilangan tiga angka dengan dua angka.

Kemampuan awal AL pada materi penjumlahan tiga angka, AL dapat menjawab 1 soal dengan benar. Kegiatan pembelajaran yang akan dilakukan dijelaskan kepada siswa yaitu menjumlahkan bilangan tiga angka ke bilangan dua angka. Setelah tindakan pada Siklus I, AL mampu menjawab 2 soal penjumlahan bilangan tiga angka dengan dua angka.

Setelah tindakan siklus I, AL mampu menjawab 2 soal penjumlahan bilangan tiga angka dengan tiga angka.

Tabel 8. Rekapitulasi Data Hasil Pre test Kemampuan Menghitung Penjumlahan  siswa low vision kelas II SLB A Yaketunis Yogyakarta
Tabel 8. Rekapitulasi Data Hasil Pre test Kemampuan Menghitung Penjumlahan siswa low vision kelas II SLB A Yaketunis Yogyakarta

Pembahasan Hasil Penelitian

Berdasarkan penjelasan di atas maka hipotesis yang menyatakan bahwa tindakan peningkatan kemampuan menghitung materi tambahan dapat ditingkatkan dengan menggunakan teknik menabung pada siswa tunanetra kelas II SLB A Yaketunis Yogyakarta dengan menggunakan alat tas bilangan dapat diterima. Hasil penelitian dengan menggunakan alat kantong bilangan menunjukkan bahwa proses dan kemampuan menghitung penjumlahan meningkat selama pembelajaran. Peningkatan kemampuan menghitung penjumlahan pada siswa low vision dilakukan dengan melakukan tindakan berupa penjelasan materi penjumlahan bilangan satu angka ke bilangan dua angka, penjumlahan bilangan dua angka ke bilangan dua angka, penjumlahan dua angka. digit angka menjadi angka tiga angka dan menjumlahkan dua angka tiga angka, guru menjelaskan cara menggunakan alat saku. Angka, siswa diberikan contoh soal dan guru menjelaskan.

Dalam penelitian tindakan kelas ini peneliti menggunakan alat tas bilangan pada saat proses pembelajaran sehingga dapat meningkatkan kemampuan menghitung penjumlahan pada siswa tunanetra kelas II di SLB A Yaketunis Yogyakarta. Oleh karena itu, alat kantong bilangan dapat menjadi alat pembelajaran matematika untuk meningkatkan kemampuan menghitung penjumlahan dengan teknik penyimpanan.

Temuan Penelitian

Hal ini sejalan dengan pendapat Djamarah dan Zain yang menyatakan bahwa ada enam langkah dalam kegiatan pembelajaran dengan menggunakan alat, langkah-langkah tersebut meliputi: perumusan tujuan, persiapan guru, persiapan kelas, langkah-langkah pengenalan pelajaran dan penggunaan alat, kegiatan dan langkah-langkah pembelajaran dan penilaian siswa. . Peningkatan kemampuan menghitung materi penjumlahan matematika menggunakan teknik menabung setelah mengikuti proses pembelajaran menggunakan alat tas bilangan.

Keterbatasan Penelitian

Setelah kegiatan pembelajaran, siswa mampu mendemonstrasikan media tas bilangan untuk melakukan operasi penjumlahan bilangan satu angka ke bilangan dua angka. Siswa mendengarkan guru menjelaskan konsep penjumlahan bilangan satu angka ke bilangan dua angka dengan menggunakan kantong bilangan. Setelah kegiatan pembelajaran, siswa dapat mendemonstrasikan media tas bilangan untuk melakukan operasi penjumlahan bilangan dua angka dengan dua angka.

Siswa mendengarkan penjelasan guru tentang konsep penjumlahan bilangan dua angka dengan dua angka menggunakan kantong bilangan. Siswa mendengarkan penjelasan guru tentang konsep penjumlahan bilangan tiga angka pada tiga bilangan dengan menggunakan tas bilangan.

KESIMPULAN DAN SARAN

Kesimpulan

Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan dapat disimpulkan bahwa alat tas bilangan dapat meningkatkan proses dan kemampuan menghitung penjumlahan matematika pada siswa tunanetra di kelas II SLB A Yaketuni Yogyakarta. Hal ini dibuktikan selama proses pembelajaran, siswa bersemangat untuk mempraktekkan alat media tas nomor, siswa aktif bertanya terkait materi pembelajaran dan terkadang diminta mengerjakan soal tambahan dengan menggunakan alat tas nomor. Hasil partisipasi siswa menunjukkan pada siklus II meningkat sebesar 32% dari 62 kategori sesuai menjadi 94 kategori sangat baik. Hal ini berdampak pada hasil belajar siswa yang menunjukkan adanya peningkatan pada siklus I sebesar 20% dari hasil pra tindakan sebesar 40 menjadi 60. Tindakan pada siklus I dilakukan dengan menjelaskan konsep penjumlahan, teknik menabung, menjelaskan penggunaan alat, tas nomor dan mendemonstrasikan penggunaan alat tas nomor.

Berdasarkan temuan tersebut, proses pembelajaran materi tambahan matematika dengan teknik penyimpanan pada siswa tunanetra di kelas II SLB A Yaketuni Yogyakarta dengan menggunakan alat tas angka mengalami peningkatan.

Implikasi

Saran

Siswa dijelaskan kegiatan pembelajaran yang akan dilaksanakan yaitu materi penjumlahan bilangan satu angka ke bilangan dua angka. Siswa mendengarkan penjelasan guru tentang cara menjumlahkan bilangan satu angka pada soal dua angka disertai dengan demonstrasi cara penggunaan media kantong billing. Siswa mendengarkan penjelasan guru cara mengerjakan soal penjumlahan dua angka dengan dua angka disertai demonstrasi cara penggunaan media kantong billing.

Siswa dijelaskan kegiatan pembelajaran yang akan dilaksanakan yaitu materi penjumlahan bilangan tiga angka dengan dua angka. Siswa mendengarkan penjelasan guru tentang cara menjumlahkan bilangan tiga angka pada soal dua angka disertai dengan demonstrasi penggunaan media tas matematika. Guru mengamati kemampuan siswa dalam menyelesaikan tugas dan menguasai materi tentang penjumlahan bilangan tiga angka ke bilangan dua angka dalam pembelajaran matematika.

Usai kegiatan pembelajaran, siswa dapat mendemonstrasikan media tas bilangan untuk melakukan operasi penjumlahan bilangan tiga angka dengan tiga angka.

Gambar

Tabel 1. Standar Kompetensi dan Kompetensi  Standar Kompetensi  Kompetensi Dasar
Gambar kantong bilangan dan cara penggunaannya dapat  dilihat pada  gambar 1 dan gambar 2 sebagai berikut
Gambar 2. Langkah penggunaan kantong bilangan (Heruman, 2007:8)
Gambar 3. Bagan Kerangka Pikir Peneliti  D.  Hipotesis Tindakan
+7

Referensi

Dokumen terkait

Berdasarkan identifikasi masalah tersebut, masalah yang muncul sangat kompleks, sehingga harus dibatasi. Pembatasan masalah bertujuan agar pembahasan dalam penelitian

Berdasarkan identifikasi masalah, maka masalah yang dibatasi pada pembelajaran matematika yang dilaksanakan guru kurang menyenangkan, oleh karena itu masalah

Berdasarkan latar belakang dan identifikasi masalah di atas, maka penelitian ini dibatasi pada upaya meningkatkan kemampuan penalaran matematika siswa kelas VIII-2 SMP Swasta

Mengacu pada permasalahan yang telah dipaparkan melalui identifikasi masalah, permasalahan kemampuan membaca dari anak tunagrahita kategori ringan sangat kompleks, penelitian

Batasan Masalah Berdasarkan identifikasi masalah di atas, permasalahan dalam penelitian ini dibatasi pada peningkatan kemampuan berbicara Bahasa Indonesia yang baik dan benar

Memperhatikan identifikasi masalah diatas, permasalahan yang diteliti dibatasi dua faktor saja yang berhubungan dengan motivasi belajar siswa, yaitu lingkungan sekolah dan peran

Berdasarkan identifikasi masalah yang telah disebutkan sebelumnya, maka penelitian ini dibatasi pada model pembelajaran kooperatif tipe Dua Tinggal Dua Tamu dan kemampuan

1.3 Pembatasan Masalah Berdasarkan identifikasi masalah dan kemampuan pengembangan, maka penelitian ini dibatasi pada permasalahan belum adanya media lift the flap storybook berbasis