Dengan ini saya menyatakan bahwa skripsi yang berjudul Manajemen pemanenan kelapa sawit (Elaeis guineensis Jacq.) di Bangun Koling Estate, PT Windu Nabatindo Abadi, Bumitama Gunajaya Agro Group, Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah adalah benar karya saya dengan arahan dari dosen pembimbing dan belum diajukan dalam bentuk apapun kepada perguruan tinggi manapun. This internship was conducted in Bangun Koling Estate PT Windu Nabatindo Abadi located at Tumbang Koling village, Cempaga Hulu district, Kotawaringin Timur regencey, Central Kalimantan Province from February to June 2016. MANAJEMEN PEMANENAN KELAPA SAWIT (Elaeis guineensis Jacq.) DI BANGUN KOLING ESTATE PT WINDU NABATINDO ABADI, BUMITAMA GUNAJAYA AGRO GROUP,.
PRAKATA
DAFTAR ISI
DAFTAR TABEL
DAFTAR LAMPIRAN
PENDAHULUAN
Keberhasilan panen akan menunjang pencapaian produktivitas tanaman kelapa sawit sebab potensi produksi yang tinggi juga tidak ada artinya jika pengelolaan hasil tidak dilakukan secara optimal. Kegiatan magang ini secara umum bertujuan meningkatkan kemampuan dan pemahaman mahasiswa baik secara teknis maupun manajerial dalam pengelolaan perkebunan kelapa sawit.
TINJAUAN PUSTAKA
Tanaman kelapa sawit dapat tumbuh optimum dengan curah hujan mm per tahun, tidak memiliki defisit air, serta hujan yang merata sepanjang tahun. Pahan (2008) berpendapat bahwa lahan yang baik untuk tanaman kelapa sawit harus mengacu tiga faktor yaitu lingkungan, sifat fisik tanah dan kesuburan tanah. Pemanenan kelapa sawit perlu memperhatikan beberapa ketentuan umum agar TBS yang dipanen sudah matang, sehingga minyak kelapa sawit yang dihasilkan bermutu (Setyamidjaja, 2006).
METODE
Alat panen yaitu alat bantu yang digunakan oleh pemanen untuk mempermudah dalam pekerjaan pemotongan buah atau panen. Data alat panen diambil berdasarkan pengamatan secara langsung di lapang dan mencatat seluruh alat bantu yang digunakan pemanen tersebut. Analisis yang digunakan dalam mengolah data yang diperoleh dari kegiatan magang di perkebunan kelapa sawit adalah analisis secara deskriptif dan kuantitatif.
KEADAAN UMUM
Areal yang diusahakan, terdiri dari areal pertanaman kelapa sawit seluas 2.529,8 ha dengan tahun tanam 2006 sampai 2011 dan areal prasarana berupa emplasemen seluas 67,1 ha serta jalan dan jembatan 72,4 ha (Tabel 1). BKLE termasuk areal kebun inti, yang menggunakan bibit kelapa sawit varietas tenera yang berasal dari progeni Merihat, Socfindo, Costa Rica, Lonsum dan Papua New Guinea. Struktur organisasi di BKLE dipimpin oleh seorang estate manager yang dibantu oleh kepala administrasi dan tiga asisten divisi.
BKLE terbagi menjadi tiga divisi, setiap divisi dipimpin oleh seorang asisten divisi dibantu oleh mandor 1, krani divisi, mandor panen, krani panen, mandor perawatan, mandor BSS (BGA Spraying System), mandor BMS (BGA Manuring System) dan krani transpor. Asisten divisi memiliki tugas yaitu merencanakan dan melaksanakan kegiatan teknis di lapangan, mengontrol dan memonitoring semua kegiatan teknis di lapang dan melaporkan kepada estate manager. Kepala administrasi adalah orang yang bertugas untuk mengelola semua kegiatan administrasi yang ada di kebun.
Karyawan nonstaf terdiri dari karyawan bulanan, karyawan harian tetap (KHT) dan karyawan harian lepas (KHL). Indeks tenaga kerja di BKLE yaitu 0,10 dengan menerapkan 7 jam kerja per hari (kecuali hari jumat 5 jam kerja per hari) dan 6 hari kerja per minggu. Hal ini menunjukkan bahwa ITK BKLE masih dibawah ITK standar perkebunan kelapa sawit yang ada.
Karyawan di BKLE pun diberikan fasilitas yang sama dari pihak kebun meliputi rumah, listrik, air, poliklinik, lapangan olahraga, sekolah, bus sekolah, masjid dan tempat penitipan anak (TPA).
HASIL DAN PEMBAHASAN
Kriteria janjang yang masuk hitungan yaitu buah yang telah pecah seludangnya hingga matang tetapi belum membrondol. Kegiatan pemanenan terdiri dari memotong buah yang sudah matang, mengutip seluruh brondolan, pengangkutan buah ke TPH, penyusunan buah dan brondolan di TPH (Gambar 6). Penetapan tenaga kerja di BKLE divisi 2 tidak ditentukan dengan perhitungan taksasi panen melainkan dihitung dari budget per tahun sesuai dengan kondisi buah yang ada di lapang (buah sedikit, buah normal dan panen raya).
Basis ancak dianggap selesai apabila buah yang ada pada ancak pemanen yang menjadi tanggung jawabnya telah diselesaikan. Evaluasi panen yang dilakukan yaitu pegamatan terhadap mutu buah yang dihasilkan dalam satu seksi panen. Pemeriksaan mutu buah menjadi hal yang wajib di BGA, pemeriksaan mutu buah yang dilakukan di BGA yaitu sebanyak 2 kali untuk memastikan buah yang dihasilkan sesuai standar yang telah ditetapkan perusahaan.
Pemeriksaan mutu buah dilakukan di TPH oleh krani panen setiap divisi dan di pabrik oleh tim pemeriksa mutu buah dari Departemen Agronomy Quality Control (AQC) pada setiap hari. Pemeriksaan mutu yang dilakukan oleh AQC yaitu dengan pengambilan contoh 100 janjang secara acak pada salah satu dump truk pada setiap hari dan melakukan pemeriksaan mutu buah secara total dilakukan pada salah satu dump truk setiap divisi. Kriteria yang telah ditentukan perusahaan terkait mutu buah yang dihasilkan yaitu buah mentah (unripe) 0%, buah kurang matang (under ripe) < 8%, buah masak (ripe) > 85%, buah terlalu masak (over ripe) < 7% dan janjang kosong (empty bunch) 0%.
Hasil pengamatan mutu buah di TPH pada satu seksi panen selama 2 rotasi panen dengan pengambilan contoh 100 janjang dikemukakan pada Tabel 15. Uji t-student mutu buah rata - rata terhadap standar perusahaan Mutu buah Rata - rata Standar perusahaan P - value. Buah yang sudah diberi tanda dan diperiksa mutu buahnya oleh krani panen harus segera dimuat ke dump truk dan dikirim ke pabrik untuk mendapatkan mutu buah yang baik.
Mandor 1 adalah atasan yang mengontrol dan memberi arahan kepada semua mandor yang ada, meliputi mandor panen, mandor perawatan, krani
Kegiatan manajerial yang dilakukan selama kegiatan magang yaitu sebagai pendamping mandor dan pendamping asisten divisi. Kegiatan yang dilakukan yaitu meliputi pengawasan dan pemeriksaan hasil kerja karyawan selama di lapang, serta pembuatan pelaporan hasil kerja secara administratif. Kegiatan yang dilakukan dalam kegiatan magang selama menjadi pendamping asisten divisi meliputi evaluasi lapang, mengontrol kegiatan di lapang, melakukan taksasi, pengawasan terhadap mandor dan karyawan, mengikuti kegiatan - kegiatan simulasi bersama Departemen Riset dan Departemen Agronomy Quality Control, dalam hal administrasi meliputi kegiatan pembuatan rencana kerja mandor (REKAM) setiap bulannya, dan rencana kerja bulanan (RKB).
Kegiatan yang dilakukan dalam kegiatan magang selama menjadi pendamping mandor panen yaitu melakukan pengisian daftar hadir pekerja ketika mandor panen tidak masuk bekerja, mengawasi kegiatan pemanenan, melakukan taksasi produksi, melakukan pemeriksaan mutu ancak dan membuat laporan harian mandor. Kegiatan yang dilakukan dalam kegiatan magang selama menjadi krani panen yaitu pemeriksaan mutu buah di TPH, menghitung janjang di TPH serta membuat laporan krani panen. Pada apel sore mandor perawatan membuat laporan terkait kerja yang dilakukan pada hari itu, yang kemudian meloporkan laporan tersebut kepada krani Divisi.
Kegiatan yang dilakukan dalam kegiatan magang selama menjadi mandor perawatan adalah melakukan pengisian daftar hadir pekerja, mengawasi kegiatan perawatan dan membuat laporan harian mandor. Kegiatan yang dilakukan dalam kegiatanmagang selama menjadi krani transpor adalah mengawasi kegiatan muat TBS ke dalam dump truck dan turut membuat surat pengantar buah (SPB). Kegiatan yang dilakukan dalam kegiatan magang selama menjadi mandor BSS yaitu melakukan pengisiian daftar hadir pekerja pada apel pagi, melakukan pengawasan terhadap kegiatan penyemprotan di lapang, serta membuat laporan harian mandor.
Kegiatan yang dilakukan dalam kegiatan magang selama menjadi pendamping mandor pupuk yaitu mengawasi semua pekerja pemupukan dari pekerjaan untilan, pekerjaan tabur, lansir pupuk dan melakukan pengecekan terhadap hasil pemupukan.
Pembahasan
Standar yang dibuat perusahaan terhadap kapasitas panen basis borong yaitu 128 janjang per HK kecuali pada hari jumat 91 janjang per HK. Hasil uji t-student (Tabel 12) menunjukkan bahwa rata - rata kapasitas panen untuk hari Senin, Selasa, Rabu, Kamis dan Sabtu sangat berbeda nyata dengan standar perusahaan 128 janjang per HK. Hal ini menunjukkan bahwa rata - rata kapasitas panen tersebut belum sesuai dengan standar perusahaan 128 janjang per HK.
Rata - rata kapasitas panen untuk hari Jumat tidak berbeda nyata dengan standar perusahaan 91 janjang per HK artinya rata - rata kapasitas panen tersebut telah sesuai standar perusahaan. Pengujian uji t-student selanjutnya dilakukan untuk mengetahui perbedaan rata - rata kapasitas pemanen pada kelompok umur dan lama kerja. Hasil uji t-student didapatkan tidak berbeda nyata pada dua peubah tersebut (Tabel 13). Pada peubah umur pemanen rata - rata kapasitas panen umur ≤ 30 tahun yaitu 114 janjang per HK sedangkan umur > 30 tahun yaitu 109 janjang per HK. Pada peubah lama kerja pemanen rata - rata kapasitas panen ≤ 3 tahun yaitu 102,6 janjang per HK sedangkan > 3 tahun yaitu 93,9 janjang per HK. Berdasarkan hasil uji t-student peubah umur tidak berpengaruh terhadap produktivitas pemanen. Hal ini sesuai dengan hasil penelitian Trismiaty et al. 2008) yaitu umur dan tingkat pendidikan tidak berpengaruh nyata terhadap produktivitas pemanen. Hasil uji t-student pada peubah lama kerja pemanen tidak berpengaruh nyata terhadap produktivitas pemanen. Hal ini tidak sesuai dengan Trismiaty et al. 2008) yang menyatakan bahwa lama kerja mempengaruhi produktivitas pemanen.
Berdasarkan Tabel 16 didapatkan hasil uji t-student pada mutu buah ripe, under ripe dan over ripe tidak berbeda nyata. Berdasarkan uji t-student pada perbandingan kehilangan hasil brondolan per ha dan buah masak yang tidak dipanen per ha terhadap standar perusahaan didapatkan hasil yang tidak berbeda nyata, sedangkan pada uji t-student terhadap kehilangan hasil brondolan di TPH didapatkan hasil yang berbeda nyata. Berdasarkan pengamatan yang dilakukan waktu muat rata - rata yaitu 99 menit dengan waktu tempuh rata - rata adalah 8,33 menit.
Tonase dalam pengiriman selalu kurang dari kapasitas dump truck yaitu dengan rata - rata 6.709 kg karena pada ketinggian buah pada dump truk yaitu hanya dilakukan susun 1 dengan mengejar target pengiriman buah secepatnya ke PKS, selain itu dengan memuat kurang dari 7.500 kg dapat meminimalisir kerusakan alat angkut dan jalan.
KESIMPULAN DAN SARAN
DAFTAR PUSTAKA
Manajemen panen tanaman kelapa sawit (Elaeis guineensis Jacq.) di PT Gunung Kemasan Estate, Minamas Plantation, Pulau Laut, Kalimantan Selatan [skripsi]. Manajemen panen kelapa sawit (Elaeis Guineensis Jacq.) di Kebun Sei Air Hitam, PT Perdana Inti Sawit Perkasa I, Riau [skripsi]. Penerapan good agriculture practice dan good manufacture practice dalam meningkatkan mutu dan keamanan pangan minyak kelapa sawit.
Pengelolaan pemanenan kelapa sawit (Elaeis guineensis Jacq.) di PT Aneka Intipersada Pinang Sebatang Estate, Kabupaten Siak, Riau[skripsi]. Manajemen tenaga kerja kelapa sawit di PT Perkebunan III (Persero) Kebun Aek Nabara Selatan Labuhan Batu Sumatera Utara. Struktur organisasi Bangun Koling Estate tahun 2016 ESTATE MANAGER KASIE ADMINISTRASI ASISTEN DIVISI 1ASISTEN DIVISI 2ASISTEN DIVISI 3 OR KEBUN SECURITYTRAKSIMANTRI ESTATE DIVISI 1 DIVISI 2DIVISI 3 OUNTINGDANRUMANDOR TRAKSI MANTRI TANAMANMANDOR 1 MANDOR 1MANDOR 1 TANAMANSECURITYKRANI TRAKSI MANTRI PRODUKSI KRANI DIVISI KRANI DIVISI KRANI DIVISI ANI GUDANGMEKANIKMANTRI HPTMANDOR PANEN AMANDOR PANEN AMANDOR PANEN A KASIRHLP.
RSPOMANDOR BMSMANDOR BSSMANDOR RAWAT TRI KLINIKMANDOR RAWAT MANDOR RAWAT KERANI PANEN A ER RANGERKRANI PANEN A KRANI PANEN B KRANI PANEN A KRANI PANEN B.