1. Karakteristik Air Limbah Rumah Sakit
Air buangan cair dari rumah sakit atau dikenal dengan limbah cair merupakan semua cairan yang dihasilkan dari setiap proses yang terjadi di rumah sakit yang dapat mengandung bahan organic dan anorganik, BOD, COD, dan TSS. Karakteristik air limbah meliputi sifat fisika, kimia, dan biologi. Karakterisktik fisika meliputi suhu, bau, dan warna.
Karakteristik kimia meliputi beberapa logam berat seperti Ni, Mg, Pb, Cr, Cd, Fe, dan metan sedamkan untuk karakteristik biologi meliputi keberadaan total coliform dan mikroorganisme lain
2. Tahapan pengelolaan air limbah rumah sakit
Pengelolaan air limbah adalah usaha untuk mengatasi air limbah rumah sakit yang mencakup pengalihan, pemprosesan, dan pemeriksaan untuk menurunkan potensi masalah kesehatan dan dampak negative terhadap lingkungan yang disebabkan oleh air limbah rumah sakit. berikut merupakan beberapa teknologi pengolahan air limbah rumah sakit menurut (Said and Widayat, 2013)
a. Teknologi Pengolahan Air Limbah dengan Proses Biologis
Ada beberapa teknologi untuk pengolahan air limbah rumah sakit yang biasa digunakan seperti proses lumpur aktif, reakor biologis berputar, proses aerasi kontak, dan proses dengan biofilter atau up flow, dan biofilter anaerob-aerob.
b. Pengolahan Air Limbah Rumah Sakit Dengan Proses Lumpur Aktif
Proses pengolahan air limbah dengan metode lumpur aktif umumnya melibatkan tempat pengendapan awal, ruang aerasi, tempat pengendapan akhir dan ruang klorin untuk membunuh bakteri. Proses ini cocok digunakan untuk mengolah air limba dalam jumlah yang banyak. Di samping itu, terdapat kekurangan berupa biaya operasional yang tinggi.
c. Pengolahan Air Limbah Dengan Proses Biofillter Tercelup
Proses ini menggunakan media biofilter berupa bahan material organic berupa dalam bentuk tali, sarang tawon, jarring, dan butiran tak teratur atau bahan material anorganik yaitu batu pecah, kerikil, batu marmer atau batu bara. Proses ini dilakukan dengan metode mengalirkan air limbah ke dalam reactor biologis yang diisi dengan bahan penyanga pertumbyhan mikroorganisme