• Tidak ada hasil yang ditemukan

AJI WIBOWO NIM: 21011204

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2024

Membagikan "AJI WIBOWO NIM: 21011204"

Copied!
24
0
0

Teks penuh

(1)

94

IMPLEMENTASI PROGRAMKELUARGA BERENCANA DI DESA TEMBORO KECAMATAN KARAS

KABUPATEN MAGETAN

SKRIPSI

Diajukan untuk melengkapi sebagai syarat-syarat

guna memperoleh gelar Sarjana Hukum Islam Program strata satu (S-1) pada Jurusan Syariah Dan Ekonomi Islam Program Studi Ahwal Syakhsiyah

Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Ponorogo

Oleh:

AJI WIBOWO NIM: 210112047

Pembimbing

LAYYIN MAHFIANA SH., M.HUM NIP. 197508052000032001

PROGRAM STUDI AHWAL SYAKHSHIYAH JURUSAN SYARIAH DAN EKONOMI ISLAM SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM NEGERI(STAIN)

PONOROGO

2016

(2)

ABSTRAK

Wibowo, Aji.2016.IMPLEMENTASI PROGRAM KELUARGA BERENCANADI DESA TEMBORO KECAMATAN KARAS KABUPATEN MAGETAN.Skripsi.

Program Studi Ahwal Syakhsiyah, Jurusan Syari’ah dan Ekonomi Islam Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri(STAIN) Ponorogo. Pembimbing Layyin Mahfiana, SH,.M.Hum.

Kata Kunci :Implementasi, Keluarga Berencana

Perkawinan menurut Undang-undang No 1 Tahun 1974 ialah ikatan lahir dan batin antara seorang pria dengan seorang wanita sebagai suami istri dengan tujuan membentuk keluarga (rumah tangga) yang bahagia dan kekal berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa.Setiap perkawinan mendambakan adanya keturunan.

Di dalam al-Qur’an maupun sumber hukum lainnya masalah Keluarga Berencana (KB) mengenai penentuan jumlah anak masih saja diperdebatkan. Ada sebagian para ulama yang mengatakan bahwa KB dilarang jika dilakukan dengan alasan takut akan kemiskinan, maka alasan tersebut tidak dibenarkan oleh Islam. Untuk mengimbangi pemahaman agama kepada masyarakat yang kurang paham adanya manfaat program KB, maka diperlukan adanya kerjasama antar beberapa pihak terutama tokoh masyarakat itu sendiri dan tokoh agama setempat.

Dari sedikit ulasan diatas ada beberapa permasalahan yang hendak penulis kaji. Adapun permasalahan itu adalah: (1) Bagaimana pandangan masyarakat terhadapprogram Keluarga Berencana (KB); (2) Apaalasanmasyarakat yang tidakmelakukanprogram Keluarga Berencana (KB).

Penelitian ini mengunakan pendekatan kualitatifjenis penelitian lapangan.

Sumber data melalui metode wawancaradanobservasi. Teknik pengelolahan data dengan editing, organizing dan penemuan hasil research.Teknik analisis data menggunakan analisis data kualitatifdilakukan secara interaktif, mengikuti konsep yang diberikan Miles dan Hubermanyaitureduction data, display data, conclusion danverification.

Pandangan Masyarakat Desa Temboro Kecamatan Karas Kabupaten Magetan terhadap Program Keluarga Berencana (KB) bahwa Keluarga Berencana (KB) hanya pengaturan jarak kelahiran bukan mencegah kehamilan. Dalam hal ini masyarakat Desa Temboro mendukung adanya Program Keluarga Berencana (KB), akan tetapi ada yang melakukan dan ada yang tidak melakukan. Tentu saja hal tersebut didasari atas kesepakatan dari masing-masing keluarga terutama suami istri.Alasanmasyarakat yang tidakmelakukan Program Keluarga Berencana (KB)terdiridari faktor internalyaituusia, pendidikan atau pengetahuan dan faktor ekonomi. Kurangnya komunikasi yang tidak terjalin dengan baik antara masyarakat

denganaparaturdesadanalasansosialyaknimenjadikananaknyasebagaiseorangDa’id anDa’iahmenjadi faktor eksternal.Tidakadasanksi bagi masyarakat yang tidak melakukan program Keluarga Berencana (KB)sehingga masyarakat tidak ada rasa takut jika tidak melakukan program Keluarga Berencana (KB).

(3)

BAB 1 PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Perkawinan merupakan sunnah Nabi Muhammad SAW yang sangat dianjurkan, supaya umatnya dapat terhindar dari perbuatan yang dilarang oleh syari’at, dengan perkawinan berarti diperbolehkannya secara sah antara laki-laki dan perempuan melakukan hubungan kelamin atau lebih dikenal dengan hubungan seksual. Salah satu tujuan dari pada perkawinan adalah membentuk keluarga yang sakinah, mawadah, warohmah.

Dalam Islam pernikahan bukan semata-mata sebagai kontrak keperdataan biasa, tetapi mempunyai nilai ibadah. Oleh karena itu, berkeluarga (nikah) adalah jalan terhormat yang disyariatkan Allah untuk menyalurkan kebutuhan biologis, dengan karunia Allah.1 Dengan adanya suatu jalinan perkawinan itulah terjadi pula peranan yang esensial dalam masyarakat yaitu membentuk keluarga yang bahagia berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa.2

Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan menyatakan bahwa perkawinan merupakan suatu ikatan perjanjian yang diadakan antara laki-laki dan perempuan, perjanjian antara seorang laki-laki dengan seorang perempuan yang dilakukan dengan tujuan membentuk keluarga (rumah tangga) yang bahagia dan kekal berdasarkan Ketuhanan

1 Yayan Sofyan, Relasi Suami Isteri Dalam Islam (Jakarta: Pusat Studi Wanita UIN Syarif Hidayatullah, 2004), 1.

2 Rahmat Hakim, Hukum Perkawinan Islam (Bandung: Pustaka Setia, 2000), 13.

(4)

Yang Maha Esa, sebagai asas pertama dalam Pancasila.3 Tujuan tersebut sebagaimana tersirat dalam firman Allah SWT:

ًةّ م مكنيب لعج ا يلإ ا نكستل اًجا أ مكسفنأ نم مكل قلخ نأ هتايآ نم ن ّكفتي ٍ ل ٍااي ل ّنإۚ ً

Ayat diatas menjelaskan bahwa Allah telah menciptakan istri-istri untukmu (suami) dari jenismu sendiri, supaya kamu (suami-istri) merasa tenteram dan menjadikan diantaramu (suami-istri) rasa dan kasih sayang.4 Dalam membentuk keluarga yang sejahtera juga harus dapat menciptakan cinta dan kasih sayang antara kedua pasang suami dan isteri sebagai modalnya, karena setiap manusia tidak dapat hidup sendiri tanpa adanya kasih sayang orang lain atau bahkan dari pasangan hidupnya,seperti yang tercantum dalam firman Allah SWT:

ن ّل اا ل متنأ مكّل اا ل ّن

5

Ayat tersebut menjelaskan bahwa hubungan suami dan isteri merupakan hubungan cinta kasih dan sayang, yang pada dasarnya perkawinan tidak dapat dibatasi hanya dengan pelayanan yang bersifat material dan biologis saja. Dilihat dari sifatnya, pernikahan mengandung dua aspek kehidupan yang sangat penting, yakni untuk menghidupkan dan mengembangkan tata sosial agama, dan juga untuk memberi dasar kesucian dalam pergaulan hidup laki-laki dan perempuan, sehingga dari kumpulan

3Kompilasi Hukum Islam, pasal 1, (Bandung: Citra Umbara, 2013), 2.

4 Ar- Rūm (30):21

5 Al-Baqarah (2):187

(5)

rumah tangga (keluarga) akan membentuk satu lingkungan kehidupan masyarakat yang bahagia dan sejahtera.6

Keluarga sejahtera merupakan sebuah tujuan dan harapan setiap manusia, karena keluarga sejahtera merupakan pondasi bagi terciptanya masyarakat yang adil, makmur dan sejahtera. Keluarga sejahtera tidak dapat terwujud secara cepat dan alami tanpa adanya tanggung jawab setiap anggota keluarga dalam mengemban tugas dan perannya masing-masing, melainkan juga harus diwujudkan melalui berbagai upaya dan strategi.

Banyak indikator dalam mewujudkan keluarga sejahtera, diantaranya adalah mempunyai dua/lebih anak hidup dan keluarga yang masih pasangan usia subur (PUS) saat ini menggunakan alat kontrasepsi.7

Menurut Undang-Undang No. 10 tahun 1992 tentang Perkembangan Kependudukan dan Pembangunan Keluarga Sejahtera menyatakan bahwa upaya untuk meningkatkan kepedulian dan peran serta masyarakat adalah dengan melalui Pendewasaan Usia Perkawinan (PUP), pengaturan kelahiran, pembinaan ketahanan keluarga, peningkatan kesejahteraan keluarga kecil bahagia dan sejahtera.8 Oleh sebab itu, suami-isteri wajib memberikan perhatian khusus kepada pendidikan anak-anaknya, sehingga kelanggengan kebahagiaan benar-benar terwujud sesuai dengan yang

6 Faried Ma’ruf Noor, Menuju Keluarga Sejahtera & Bahagia (Bandung: PT Alma’arif, 1983), 24.

7 Henny Permatasari, “Konsep Keluarga Sejahtera”, (April, 2009), 11.

8 Yetti Anggraeni, Pelayanan Keluarga Berencana (Yogyakarta:Rohima Press, 2012), 19.

(6)

mereka dambakan. Dengan demikian, kehidupan rumah tangganya menjadi kenikmatan dan kebahagiaan abadi.9

Selain Undang-undang tersebut diatas dasar hukum Keluarga Berencana yaitu berdasarkan Undang-Undang No 52 tahun 2009 tentang Perkembangan Kependudukan dan Pembangunan Keluarga sebagaimana tercantum dalam pasal 20 Keluarga Berencana untuk mewujudkan penduduk tumbuh seimbang dan keluarga berkualitas, pemerintah menetapkan kebijakan keluarga berencana melalui penyelengaraan program Keluarga Berencana. 10

Banyak cara dan ide dalam mewujudkan terbentuknya keluarga sejahtera baik secara preventif maupun kuratif. Dari berbagai macam cara dan ide keluarga, masyarakat, bahkan pemerintah ikut andil dalam menciptakan keluarga sejahtera atau keluarga sakinah, mawadah, warohmah dalam Islam. Salah satu cara yang popular dan tidak asing adalah terdengar ditelinga kita ialah penyelenggaraan program Keluarga Berencana (KB). Keluarga Berencana adalah salah satu bentuk program yang ditempuh untuk mengatasi masalah pertumbuhan penduduk yang sangat tinggi, cara pengaturan kelahiran (fertilitas) dengan tujuan mencapai keluarga (ayah,ibu, anak) yang sehat, baik fisik dan mental maupun sosial ekonomis.11 Dengan demikian, selama cara yang ditempuh untuk mencapai tujuan itu dibenarkan menurut ajaran Islam, maka program ini sejalan ddengan dan bahkan

9Mahmud Ash-Shagagh, Keluarga Bahagia Dalam Islam (Yogyakarta: CV. Pustaka Mastiq, 1993), 191.

10 Undang-Undang No 52 Tahun 2009 tentang Perkembangan Kependudukan dan Keluarga Berencana (Jakarta: BKKBN, 2010), 23.

11 Ahmad hafid Ansori, Ensiklopedi Islam, Jilid 3 (Jakarta: Ichtiar Baru van Hoeve, 1998), 27.

(7)

dianjurkan oleh ajaran Islam. Allah SWT berfirman dalam surat An-Nisa’

ayat 9:

اً ي س ًً ق ا ل يل َّ ا ّتيل م يلع ا اخ اً اعض ً ّيِ م فلخ نم ا ك ت ل ني ّلا ش يل

Artinya : “Dan hendaklah takut kepada Allah orang-orang yang

seandainya meninggalkan dibelakang mereka anak-anak yang lemah, yang mereka khawatir terhadap (kesejahteraan) mereka.

Oleh sebab itu hendaklah mereka bertakwa kepada Allah dan hendaklah mereka mengucapkan perkataan yang benar.”12 Kementrian Agama melalui Badan Penasihat, Pembinaan dan Pelestarian Perkawinan (BP4) juga memberikan sumbangan pemikiran yang berkaitan dengan upaya membentuk keluarga sejahtera yaitu dengan pelaksanaan program Keluarga Berencana (KB).13Tujuan Keluarga Berencana (KB) itu semua baik, misalnya menghindari kehamilan yang belum diinginkan, mengatur jarak kehamilan serta mengatur waktu kehamilan dan persalinan. Meskipun tujuan baik, tidak semua cara untuk mencapai tujuan itu diperkenankan oleh agama Islam. Ada cara yang diperkenankan oleh ajaran agama Islam dan ada pula secara tegas dinyatakan haram.

Masalah Keluarga Berencana (KB) merupakan hal yang kontroversial dan aktual di setiap negara. Oleh karenanya, diperlukan diperlukan bahasa agama untuk menggerakkan program Keluarga Berencana (KB) dan kesehatan reproduksi. Karena agama kerap kali menjadi dalih untuk menentang Keluarga Berencana (KB) dan melegitimasi kekerasan dalam rumah tangga.

12 Surat An-Nisa’ ayat 9

13 Rahmat Rosyadi, Indonesia Keluarga Berencana Ditinjau Dari Hukum Islam (Bandung: 1406-1986), 12.

(8)

Terkait dengan aspek pengaturan kelahiran, meskipun dalam Islam tidak ada pembatasan tentang jumlah anak yang dilahirkan, namun harus memperhatikan kualitasnya. Al Qur’an dalam Surat Al Ma’idah ayat 100 telah mengingatkan kepada kita bahwa nilai terletak pada kualitas bukan kuantitas. Nabi Muhammad SAW sendiri sebagaimana diriwayatkan oleh al-Hakim, menyadari bahwa mempunyai terlalu banyak anak tanpa sarana untuk merawat mereka merupakan cobaan yang besar.14

Masyarakat Desa Temboro masih beranggapan bahwa Keluarga Berencana (KB) tidak penting. Anggapan tersebut menyebabkan terhambatnya perwujudan program Keluarga Berencana (KB) dan meningkatnya angka kelahiran. Berdasarkan hasil yang saya peroleh dari informan Bapak Iwan sebagai sekretaris Desa Temboro, beliau mengatakan

“dari data tahun 2014 usia anak dibawah 12 tahun sekitar 854 jiwa, sedangkan data tahun 2015 sekitar 943 jiwa.”15 Angka tersebut menggambarkan bahwa kenaikan jumlah penduduk cukup tinggi.

Di Desa Temboro Kecamatan Karas Kabupaten Magetan tersebut dalam satu keluarga memiliki anak di bawah sepuluh tahun, berjumlah tiga sampai lima anak dengan jarak kelahiran yang pendek. Apakah masih banyaknya masyarakat yang beranggapan bahwa Keluarga Berencana (KB) merupakan sebuah hal yang tidak umum atau tidak penting lagi, sehingga anggapan tersebut menyebabkan terhambatnya perwujudan program Keluarga Berencana (KB), dan juga semboyan masa lalu yang mengatakan

14 Mardiya,” Mewujudkan Keluarga Sejahtera dalam Perspektif Islam”

15 Iwan, wawancara, Temboro, 12 Maret 2016

(9)

banyak anak banyak rejeki sehingga memicu hal tersebut terjadi.Berdasarkan permasalahan di atas, maka penyusun tertarik untuk meneliti tentang “Implementasi Program Keluarga Berencana Di Desa Temboro Kecamatan Karas Kabupaten Magetan”.

B. Rumusan Masalah

Berdasarkan permasalahan yang telah dipaparkan dalam latar belakang tersebut, maka penulis merumuskan masalah antara lain :

1. Bagaimana pandangan masyarakat Desa Temboro Terhadap program Keluarga Berencana (KB)?

2. Apa alasan masyarakat Desa Temboro tidak melakukan program Keluarga Berencana (KB)?

C. Tujuan Peneliti

Berdasarkan pada rumusan masalah yang telah dicantumkan diatas, maka penulis mempunyai tujuan dalam penelitian ini sebagai berikut : 1. Menjelaskan pandangan masyarakat Desa Temboro Terhadap program

Keluarga Berencana (KB)

2. Menjelaskan apa alasan masyarakat Desa Temboro tidak melaksanakan program Keluarga Berencana (KB)

(10)

D. Manfaat Penelitian

Hasil penelitian ini diharapkan berguna dan bermanfaat antara lain, yaitu:

1. Manfaat secara teoritis, hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai upaya pengembangan ilmu pengetahuan, yaitu untuk dijadikan bahan studi khususnya di bidang kekeluargaan Islam yang berkaitan dengan pengembangan ilmu pengetahuan keluarga sakinah, mawaddah, wa rahmah.

2. Manfaat secara praktis, hasil penelitian ini sebagai bahan masukan/acuan/pegangan bagi pihak-pihak yang berminat (stakeholders), seperti pemerintah, legislatif, dosen, penyuluh, peneliti, mahasiswa dan masyarakat pada umumnya, agar kedepan lebih tercapai tujuan program Keluarga Berencana (KB) dalam kehidupan berkeluarga serta menambah pengetahuan tentang program Keluarga Berencana (KB) sehingga dapat menjadi bekal untuk memahami, mengkritisi dan mengapresiasi kebijakan pemerintah dalam bidang tersebut sehingga akan berguna untuk dijadikan sebagai pedoman dalam rangka mencapai kehidupan berkeluarga yang lebih sejahtera.

E. Kajian Pustaka

Kajian pustaka pada peneliti ini, pada dasarnya untuk mendapatkan gambaran topik yang akan diteliti dengan peneliti sejenis yang mungkin

(11)

pernah dilakuakan oleh peneliti lain sebelumnya sehingga diharapkan tidak adanya pengulangan materi secara mutlak.

Berdasarkan hasil penelusuran yang dilakukan, penyusun menemukan beberapa penjelasan mengenai keluarga berencana, yang berbentuk buku maupun karya tulis yang terkait dengan hasil penelitian tersebut, antara lain:

1. Skripsi oleh Arif Faturrahman yang berjudul “Konsep Badan Kependudukan Dan Keluarga Berencana Nasional (Bkkbn) Tentang Keluarga Berencana (Kb) Ditinjau Dari Hukum Islam Dan Hukum Positif” yang membahas tentang konsep Keluarga Berencana yang baru yang ada dalam BKKBN berkenaan dengan metode dan cara Ber- KB untuk masyarakat di lihat dari hukum islam dan positip mengingat kuantitas penduduk yang semakin banyak dan tidak dibarengi dengan peningkatan kualitas penduduk. Sehingga kesejahteraan dan kehidupan yang baik dapat dirasakan oleh seluruh masyarakat Indonesia.16

2. Skripsi Ahmad Arifin dalam penelitiannya yang berjudul “Upaya BKKBN dalam Pembinaan Keluarga di Kelurahan Ngampilan Kecamatan Ngampilan Kota Yogyakarta Tahun 2001-2002”, dalam skripsi tersebut peneliti menjelaskan tentang bagaimana bentuk upaya BKKBN dalam pembinaan keluarga, serta apa faktor pendukung dan penghambat dalam membina keluarga. Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa BKKBN dapat melaksanakan kegiatan

16 Skripsi Arif Faturrahman yang berjudul “Konsep Badan Kependudukan Dan Keluarga Berencana Nasional (Bkkbn) Tentang Keluarga Berencana (Kb) Ditinjau Dari Hukum Islam Dan Hukum Positif”, (Skripsi Fakultas Syariah dan Hukum, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, 2011)

(12)

pembinaan keluarga melalui penyuluhan agama kepada masyarakat dengan tujuan membina dan membekali para orang tua agar dapat mendidik anak menjadi anak yang berkualitas dan mandiri.17

3. Skripsi Ahmad Husnan “Analisis Hukum Islam Terhadap Proses Pembinaan Keluarga Sakinah Mawaddah Warahmah melalui Program Keluarga Berencana (KB) Yang Berada Di Desa Bangilan Kecamatan Bangilan Kabupaten Tuban.18 Penelitian ini membahas tentang bagaimana proses pembinaan keluarga sakinah, mawaddah, wa rahamah yang berdasarkan Undang-undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan, Kompilasi Hukum Islam (KHI), yang pada ahirnya proses ini akan menghasilkan produk yang berkualitas. Kalau memang yang diharapkan tenggang waktu kelahiran anak, menggurangi beban perekonomian keluarga dan seterusnya, semuanya harus berhasil sesuai harapan dan proses yang diterapkan.

Sedangkan penulis akan membahas tentang Implementasi Keluarga Berencana di Desa Temboro Kecamatan Karas Kabupaten Magetan.

Penelitian ini belum pernah dilakukan oleh peneliti sebelumnya. Fokus penelitian ini terhadap pendapat masyarakat di Desa Temboro Kecamatan Karas Kabupaten Magetan dan implementasi tentang Program Keluarga Berencana (KB).

17 Skripsi Ahmad Arifin., “Upaya BKKBN Dalam Pembinaan Keluarga Di

Kelurahan Ngampilan Kecamatan Ngampilan Kota Yogyakarta Tahun 2001-2002”, (Skripsi Fakultas Dakwah IAIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, 2002)

18 Skripsi Ahmad Husnan Analisis Hukum Islam Terhadap Proses Pembinaan Keluarga Sakinah Mawaddah Warahmah melalui Program Keluarga Berencana (KB) Yang Berada Di Desa Bangilan Kecamatan Bangilan Kabupaten Tuban, (Skripsi Fakultas Syariah Jurusan Ahwalus Syakhsiyah, IAIN Sunan Ampel Surabaya, 2010)

(13)

F. Metode Penelitian

Metode penelitian merupakan sistem penelitian yang digunakan untuk mendapatkan data dengan tujuan dan kegunaan tertentu. Berkaitan dengan penilitan yang akan dilakukan oleh penulis, maka dari itu untuk mendapatkan hasil yang maksimal dan optimal penulis menggunakan metode sebagai berikut:

1. Pendekatan dan Jenis Penelitian

Pendekatan ini menggunakan pendekatan kualitatif, maksudnya penelitian yang berdasarkan pada latar alamiah sebagai sumber data langsung dan peneliti instrument kunci.19 Sedangkan jenis penelitian yang digunakan oleh peneliti yaitu penelitian lapangan (field reseacrh). Penelitian lapangan ini pada hakekatnya merupakan metode untuk menemukan secara spesifik dan realis tentang kehidupan masyarakat. Penelitian lapangan (field research) ini bertujuan untuk memecahkan masalah-masalah praktis dalam masyarakat atau memperoleh kejelasan dan kesesuaian teori dengan praktek yang ada dilapangan, dengan mengambil obyek penelitan di Desa Temboro Kecamatan Karas Kabupaten Magetan.

2. Sifat Penelitian

Penelitian ini bersifat deskriptif-analitik, yang mempunyai tujuan untuk menjelaskan masalah yang terjadi di Desa Temboro tentang Keluarga Berencana. Selanjutnya menjelaskan pendapat masyarakat terhadap Keluarga Berencana dalam mewujudkan

19Lexy J Moreong, Metodologi Penelitian Kuantitatif, (Bandung: Remaja Rosdakarya, 2000), 3

(14)

keluarga sejahtera di Desa Temboro Kecamatan Karas Kabupaten Magetan.

3. Sumber Data

Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini bersifat kualitatif, data yang diambil dari gambaran kualitas objek yang diteliti.20 Adapun sumber data yang digunakan dalam penelitian ini, antara lain:

a. Data Primer, merupakan data yang diperoleh secara langsung dari responden dilokasi penelitian, yang berupa wawancara langsung terhadap masyarakat Desa Temboro Kecamatan Karas Kabupaten Magetan yang sesuai criteria penulis anjurkan yakni masyarakat yang memiliki anak lebih dari 2.

b. Data Sekunder, merupakan data yang berupa sumber data sekunder disini adalah sumber data yang pendukung dan penunjang dari sumber data primer, diperoleh dari sumber data yang telah ada, misalnya catatan.

4. Teknik Pegumpulan Data

Teknik pengumpulan data yang digunakan oleh penyusun, antara lain:

a. Wawancara, merupakan teknik pengumpulan data atau keterangan melalui kontak langsung atau hubungan pribadi secara lisan antara pewancara dan responden. Peneliti telah melakukan wawancara kepada beberapa masyarakat. Didalam

20Bambang Sunggono, Metodologi Penelitian Hukum, (Jakarta: PT Raja Grafindo Persada, 2003), 144.

(15)

melakukan penelitian ini peneliti melakukan wawancara langsung dengan informan yaitu masyarakat Desa Temboro Kecamatan Karas Kabupaten Magetan. Peneliti juga mewawancarai diantaranya Kepala Desa, Pemuka Agama, dan Bidan.

b. Observasi, cara untuk mengumpulkan data dengan datang dan mengamati secara langsung maupun tidak langsung terhadap obyek yang diteliti. Teknik pengumpulan data dengan cara melakukan pencatatan secara cermat dan sistematis. Observasi dilakukan dengan cara mengamati secara langsung terhadap subyek maupun obyek penelitian untuk mendapatkan data yang relevan. Pada penelitian ini observasi dilakukan pada informan yang memberikan pendapat tentang program Keluarga Berencana (KB) di Desa Temboro Kecamatan Karas Kabupaten Magetan.

5. Analisa data, dalam penelitian ini teknik analisis data yang digunakan adalah model analisis interaktif. Model analisis interaktif ini dilakukan dengan tiga langkah yaitu:21

a. Reduksi data yaitu sebagai proses pemilihan, pemfokusan, pengabstrakan, transformasi data dasar yang ada di lapangan langsung, dan diteruskan pada waktu pengupulan data, dengan

21 Sugiyono, Metodologi Penelitian Pendidikan Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif dan R&D (Bandung: Alfabeta, 2006), 337.

(16)

demikian reduksi data dimulai sejak peneliti mulai memfokuskan wilayah penelitian.

b. Penyajian data yaitu rakitan organisasi informasi yang memungkinkan adanya penarikan kesimpulan saat penelitian dilakukan, dalam penyajian data diperoleh berbagai jenis metrik gambar, jaringan kerja, keterkaitan kegiatan atau tabel.

c. Penarikan kesimpulan, langkah ke tiga dalam analisis data kualitatif menurut Miles dan Huberman adalah penarikan kesimpulan dan verifikasi. Kesimpulan awal yang dikemukakan bersifat sementara, dan akan berubah bila tidak dikemukakan bukti-bukti yang kuat yang mendukung pada tahap pengumpulan data berikutnya. Tetapi apabila kesimpulan yang dikemukakan pada tahap awal, didukung oleh bukti-bukti yang valid dan konsisten saat penelitian kembali ke lapangan mengumpulkan data, maka kesimpulan yang dikemukakan merupakan kesimpulan yang kredibel.

G. Sistematika Pembahasan

Untuk lebih memudahakan pemahaman tentang isi dan esensi penulisan dalam skripsi, serta memperoleh penyajian yang serius, terarah, dan sistematis, maka penyusunan penyajian ini terbagi ke dalam lima bab, yaitu:

(17)

1. BAB I : PENDAHULUAN

Memuat mengenai latar belakang masalah penelitian, rumusan masalah, tujuan dan manfaat penelitian, telaah pustaka, metode penelitian, dan sistematika pembahasan untuk memberikan gambaran umum arah penelitian ini.

2. BAB II : KELUARGA BERENCANA MENURUT HUKUM POSITIF DAN HUKUM ISLAM SERTA IMPLEMENTASI HUKUM

Dalam bab ini membahas tinjauan singkat Keluarga Berencana (KB) di Indonesia yang berisi tentang teori Keluarga Berencana (KB) di Indonesia yang meliputi pengertian, dasar hukum, kedudukan Keluarga Berencana (KB) menurut hukum positif dan hukum Islam, dan implementasi hukum terhadap program Keluarga Berencana (KB).

3. BAB III : GAMBARAN UMUM LOKASI PENELITIAN DAN HASIL PENELITIAN DI DESA TEMBORO KECAMATAN KARAS KABUPATEN MAGETAN

Pada bab ini penulis akan memaparkan kajian obyek penulisan mengenai gambaran umum Desa Temboro yang membahas mengenai letak geografis, kondisi demografis, kondisi ekonomi, kondisi sosial dan keagamaan, pandangan dan alasan masyarakat Desa Temboro tidak melakukan program Keluarga Berencana (KB).

(18)

4. BAB IV : ANALISA IMPLEMENTASI PANDANGAN

MASYARAKAT TERHADAP PROGRAM KELUARGA

BERENCANA

Bab ini menjelaskan tentang paparan dan analisa data yang kami peroleh dari rumusan masalah. Dimana dalam hal paparan dan analisa data tersebut adalah pandangan masyarakat terhadap program Keluarga Berencana dan alasan masyarakat tidak melakukan program Keluarga Berencana (KB) Di Desa Temboro Kecamatan Karas Kabupaten Magetan.

5. BAB V : PENUTUP

Dalam bab ini akan memuat mengenai kesimpulan yang merupakan jawaban dari pokok permasalahan yang diangkat dalam skripsi ini serta ditutup dengan saran-saran yang ditujukan kepada pihak-pihak yang berkepentingan untuk memajukan ilmu pengetahuan khususnya di bidang hukum keluarga.

(19)

BAB V

KESIMPULAN DAN SARAN

A. Kesimpulan

Berdasarkan pada uraian diatas, maka dalam Bab terakhir ini penulis mengambil beberapa kesimpulan sebagai berikut:

1. Pandangan Masyarakat Desa Temboro Kecamatan Karas Kabupaten Magetan terhadap Program Keluarga Berencana (KB) beranggapan bahwa Keluarga Berencana (KB) hanya pengaturan jarak kelahiran bukan mencegah kehamilan. Dalam hukum Islam Keluaraga Berencana (KB) diartikan suatu usaha pengaturan jarak kelahiran atau usaha pencegahan kehamilan sementara atas kesepakatan suami istri karena situasi dan kondisi tertentu untuk kepentingan (mashlahat) keluarga, masyarakat maupun Negara. Dalam hal ini masyarakat Desa Temboro mendukung adanya Program Keluarga Berencana (KB), akan tetapi ada yang melakukan dan ada yang tidak melakukan. Tentu saja hal tersebut didasari atas kesepakatan dari masing-masing keluarga terutama suami istri.

2. Alasan Masyarakat Desa Temboro Kecamatan Karas Kabupaten Magetan yang tidak melakukan Program Keluarga Berencana (KB) terdiri dari faktor internal yaitu usia, pendidikan atau pengetahuan menjadi alasan yang sangat dominan. Kurangnya pengetahuan, manfaat dan adanya program Keluaraga Berencana (KB), sehingga keluarga tersebut tidak dapat mencerna/memahami program Keluarga

(20)

Berencana (KB) tersebut. Hal ini juga dikarenakan kurangnya komunikasi yang tidak memadai/ tidak terjalin dengan baik antara masyarakat dengan aparatur desa dan alasan sosial yakni menjadikan anaknya sebagai seorang Da’i dan Da’iah menjadi faktor eksternal. Di Indonesia penegakan hukum terhadap Program Keluarga Berencana (KB) itu sendiri kurang tegas, tidak ada sanksi bagi masyarakat yang tidak melakukan program keluarga berencana (KB). Sehingga masyarakat tidak ada rasa takut jika tidak melakukan program Keluarga Berencana (KB).

B. Saran

Akhirnya sebagai penutup dari skripsi ini, maka penulis berharap karya ilmiah ini bermanfaat bagi pembaca. Penulis ingin menyampaikan saran- saran sebagai berikut:

1. Untuk tetap meningkatkan atau mungkin mempertahankan Program Keluarga Berencana (KB) hendaknya melakukan penyuluhan untuk menambah pengetahuan masyarakat, serta membina hubungan yang baik (komunikasi) antara aparatur desa dan masyarakat agar pelaksanaan program tersebut berjalan dengan baik.

2. Untuk meningkatkan keberhasilan program Keluarga Berencana, hendaknya masyarakat yang melakukan program Keluarga Berencana, harus mengerti dan memahami tentang prosedur pelaksanaan Keluarga Berencana.

(21)

DAFTAR PUSTAKA

BUKU

Abdurrahman, Umran. Islam dan KB. Jakarta: PT Lentera Basritama,1997

Anggraeni, Yetti. Pelayanan Keluarga Berencana. Yogyakarta: Rohima Press, 2012

Ansori. Ahmad Hafid. Ensiklopedi Islam, Jilid 3. Jakarta: Ichtiar Baru van Hoeve, 1998

Arifin, Ahmad. Upaya BKKBN Dalam Pembinaan Keluarga Di Kelurahan Ngampilan Kecamatan Ngampilan Kota Yogyakarta Tahun 2001-2002. Skripsi Fakultas Dakwah IAIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, 2002

Ash-Shagagh, Mahmud. Keluarga Bahagia Dalam Islam. Yogyakarta: CV.

Pustaka Mastiq, 1993

Bagus, Ida. Ilmu Kebidanan, Penyakit Kandungan, Dan Keluarga Berencana.

Jakarta: EGC, 2006

Baharudin Lopa, Permasalahan dan Penegakan Hukum di Indonesia. Jakarta:

Bulan Bintang, 1997

Basri, Hasan. Keluarga Sakinah Tinjauan Psikologi dan Agama. Yogyakarta:

Pustaka Pelajar, 1996

BPHN, Simposium Kesadaran Hukum Masyarakat Dalam Masa Transisi. Bandung: Bina Cipta, 1995

Depag RI. Al-Qur’an dan Terjemahan. Bandung: Gema Risalah Press, 1989.

Faried, Ma‟ruf Noor. Menuju Keluarga Sejahtera & Bahagia. Bandung: PT Alma‟arif, 1983

Faturrahman, Arif. Konsep Badan Kependudukan Dan Keluarga Berencana Nasional (Bkkbn) Tentang Keluarga Berencana (Kb) Ditinjau Dari Hukum Islam Dan Hukum Positif. Skripsi Fakultas Syariah dan Hukum, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, 2011

Ghazali, Abd Rahman. Fikih Munakahat. Bandung: Nusa Media, 2010 Hakim, Rahmat. Hukum Perkawinan Islam. Bandung: Pustaka Setia, 2000

Hasan, M Ali. Pedoman Hidup Berumah Tangga Dalam Islam. Jakarta: Prenada Media, 2003

(22)

Husnan, Ahmad. Analisis Hukum Islam Terhadap Proses Pembinaan Keluarga Sakinah Mawaddah Warahmah melalui Program Keluarga Berencana (KB) Yang Berada Di Desa Bangilan Kecamatan Bangilan Kabupaten Tuban. Skripsi Fakultas Syariah Jurusan Ahwalus Syakhsiyah, IAIN Sunan Ampel Surabaya, 2010

Kamal, Musthafa. Fiqih Islam. Yogyakarta: Citra Karsa Mandiri, 2002

Letter. Tuntunan rumah tangga muslim dan Keluarga Berencana. Padang: KBN, 2009

Mahmud, Ash-Shagagh. Keluarga Bahagia Dalam Islam. Yogyakarta: CV.

Pustaka Mastiq, 1993

Marmi, Pelayanan KB. Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2016

Milles, Mattew B., dan A. Michael Huberman. Analisis Data Kualitatif. Jakarta:

UI Press, 2007

Moch. Munir, Penegakan Hukum Dalam Masyarakat: Pidato Pengukuhan Jabatan Guru Besar dalam Bidang Ilmu Hukum pada Fakultas Hukum Brawijaya.

Malang, 1998

Moh Kusnardi dan Harmaily Ibrahim, Hukum Tata Negara Indonesia, Jakarta:

Fakultas Hukum UI, 1983

Moreong, Lexy J. Metodologi Penelitian Kuantitatif. Bandung: Remaja Rosdakarya, 2000

Nawawi, Hadari. Metode Penelitian Bidang Sosial. Yogyakarta : Gajahmada University Press, 2007

Nuruddin , Amir dan Azhari Akmal Taringan. Hukum Perdata Islam di Indonesia, 2004

Proyek Pembinaan Prasarana dan Sarana Perguruan Tinggi Agama IAIN Jakarta Direktorat Jendral Pembinaan Kelembagaan Agama Islam, Ilmu Fiqh, 1984

Ramulyo. Hukum Perkawinan Islam. Bandung: Nusa Media, 2010

Rosyadi, Rahmat. Indonesia Keluarga Berencana Ditinjau Dari Hukum Islam. Bandung: 1406-1986

Saebani, Beni Ahmad. Perkawinan Dalam Hukum Islam Dan Undang-Undang. Bandung: CV Pustaka Setia, 2008

(23)

Soemiyati, Hukum Perkawinan Islam dan Undang-undang Perkawinan.

Yogyakarta: Liberty Yogyakarta, 1989

Soerjono Soekanto, Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Penegakan Hukum. Jakarta: Rajawali, 1986

Sofyan, Yayan. Relasi Suami Isteri Dalam Islam. Jakarta: Pusat Studi Wanita UIN Syarif Hidayatullah, 2004

Sudarsono, Pengantar Ilmu Hukum. Jakarta: Rineka Cipta, 2001 Sudikno Mertokusumo, Mengenal Hukum. Yogyakarta: Liberty, 1986

Sugiyono, Metodologi Penelitian Pendidikan Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif dan R&D. Bandung: Alfabeta, 2006

Sunggono, Bambang. Metodologi Penelitian Hukum. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada, 2003Syarif, Sugiri. Menggapai Keluarga Berkualitas dan Sakinah. Jakarta: Mitra Abadi Press, 2009

Syarifuddin, Amir. Hukum Perkawinan Islam Di Indonesia Antara Fiqh Munakahat Dan Undang-Undang Perkawinan. Jakarta: Kencana, 2009 Yakub, Aminudun. KB Dalam Polemik: Melacak Pesan Substansi Islam. Jakarta:

PBB UIN, 2003

Yazid. Bingkisan Istimewa Menuju Keluarga Sakinah. Bogor: Pustaka At-Taqwa, 2006

Zuhdi, Masjfuk. Masail Fiqhiyah. Jakarta: CV. Haji Mas Agung, 1991

INTERNET

https://anfieldvillage.wordpress.com/2016/07/30/program-keluarga-berencana- pelaksanaan-di-lapangan-dengan-hukum-menurut-ulama-dan-imam- madzhab-fiqh/#more-481 diakses tanggal 22 Agustus 2017 jam 09.30 WIB

http://prasko17.blogspot.co.id/2013/04/pengertian-persepsi-dan-faktor-yang- mempengaruhi.html diakses tanggal 22 Agustus 2017 jam 10.30 WIB http://desa-temboro.blogspot.com/2012/12/profil-desa.html diunduh tanggal 22

Juni 2016 jam 19.56

http://zainuddindanrekan.blogspot.co.id/2008/06/implementasi-hukum-di masyarakat.html diakses tanggal 1 Februri 2017 jam 09.30 WIB

(24)

http://anitaskyedu.blogspot.co.id/2015/02/makalah-keluarga-berencana-dalam- segi.html diunduh tanggal 2 Februari 2017 jam 11.40 WIB

http://ekonomipolitikislam.blogspot.co.id/2011/11/program-keluarga-berencana- kb-dalam.html di unduh tanggal 2 Februari jam 10.30 WIB

Mardiya, Mewujudkan Keluarga Sejahtera dalam Perspektif Islam. Diunduh tanggal 11 Maret 2016 Jam 10.00 WIB

Muhamad Albar, Tahun 2011-2012, Pengertian Implementasi menurut Para Ahli, http://www.jualbeliforum.com/pendidikan/215357-pengertian-

implementasi-menurut-para-ahli.html, diakses 1 Februari 2017 jam 09.45 WIB

Prima Wijaya , 20 Oktober 2012, Pengertian Implementasi Menurut Narasumber, http://konsulatlaros.blogspot.com/2012/10/pengertian-implementasi- menurut.html, di akses 1 Februari 2017 jam 09.45 WIB

Permatasari, Henny. Konsep Keluarga Sejahtera. Diunduh tanggal 11 Maret 2016 Jam 10.30 WIB

Rahimahullah. Hukum KB dalam Islam. Diakses 12 Juni 2016, dari http://blog.vbaitullah.or.id/2003/02/22/48-hukum-kb-dalam-islam Jam 21.00 WIB

Whandi, artikel Pengertian Keluarga Berencana. Di unduh tanggal 12 Maret 2016 Jam 10.45 WIB

UNDANG - UNDANG Kompilasi Hukum Islam

Undang-Undang No 52 Tahun 2009 tentang Perkembangan Kependudukan dan Keluarga Berencana. Jakarta: BKKBN, 2010

Referensi

Dokumen terkait

Sebuah lembaga yang bersifat profesi sebagai pengemban tugas dan mitra kerja KEMENAG (Kementerian Agama) dalam mewujudkan keluarga yang sakinah mawaddah warahmah.

NURUL HANIEF M. Peranan BP4 dalam Pembinaan Keluarga Sakinah Mawaddah Wa Rahmah pada Calon Pengantin di KUA Kecamatan Kraton Yogyakarta Tahun 2014/2015. Fakultas

Dalam ayat di atas telah tersirat kata mawaddah warahmah. Hal ini sebagai petunjuk untuk mencapai tujuan suatu keluarga yang sakinah. Tuhan menjadikan hubungan

Sebuah lembaga yang bersifat profesi sebagai pengemban tugas dan mitra kerja KEMENAG (Kementerian Agama) dalam mewujudkan keluarga yang sakinah mawaddah warahmah.

Berdasarkan hasil wawancara yang dilakukan peneliti tentang wanita karir dan pengaruhnya terhadap keluarga sakinah, mawaddah, warahmah adalah wanita-wanita karir yang bekerja

Skripsi tentang “Peran BP4 Sebagai Mediator Dalam Membina Keluarga Sakinah, Mawaddah, dan Warahmah di Kecamatan Gantarang Kabupaten Bulukumba”.Dari hasil penelitian Kartini Rustan

2, No.1, April 2023 https://ejournal.iainbengkulu.ac.id/index.php/muasyarah/index Sakinah Mawaddah Warahmah Dalam Konsep Seni Islam Sayyed Hossein Nashr Wahyu1 Achmad Khudori

8 Kewajiban Suami terhadap Istri Menurut Islam dalam Membangun Keluarga Sakinah inews.id.. “Konsep Sakinah, Mawaddah Dan Rahmah Dalam