Arsilawita, 2014. “Peningkatan Tematik Proses dan Hasil Pembelajaran Menggunakan Pendekatan Saintifik di Kelas I Sekolah Dasar Negeri 002 Kabupaten Kuok Kampar”. Arsilawita, 2014. “Peningkatan Proses dan Hasil Pembelajaran Tematik Terpadu Melalui Pendekatan Saintifik di Kelas I SD Negeri 002 Kuok Kabupaten Kampar”. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan peningkatan proses dan hasil belajar tematik terpadu melalui pendekatan saintifik di Kelas I SDN 002 Kuok Kabupaten Kampar Riau.
PENDAHULUAN
Latar Belakang Masalah
Pendidik berperan penting dalam melakukan perbaikan dalam proses pembelajaran untuk menciptakan suasana belajar yang nyaman untuk mengembangkan potensi diri peserta didik. Proses pembelajaran dengan pendekatan saintifik pada kurikulum 2013 membutuhkan kreativitas seorang guru untuk meningkatkan proses pembelajaran dengan berinovasi dalam menampilkan media yang menarik untuk menggali pengetahuan siswa. Penerapan pendekatan saintifik berperan penting dalam meningkatkan proses pembelajaran bagi siswa yang menemukan sendiri pengetahuannya secara ilmiah dengan kemampuan berpikir tingkat tinggi.
Identifikasi Masalah
Pembatasan Masalah
Rumusan Masalah
Bagaimana proses pembelajaran tematik terpadu ditingkatkan dengan pendekatan saintifik di Kelas I SDN 002 Kuok Kabupaten Kampar. Cara Meningkatkan Hasil Belajar Tematik Terpadu Menggunakan Pendekatan Saintifik di Kelas I SDN 002 Kuok Kabupaten Kampar.
Tujuan Penelitian
Manfaat Penelitian
- Teoretik
- Praktis
- Prinsip dan Pendekatan Penilaian
- Pendekatan Pembelajaran
- Pengertian Pendekatan Saintifik
- Langkah-langkah Pendekatan Saintifik/Ilmiah
- Perkembangan Fisik dan Motorik
- Perkembangan Intelektul
- Perkembangan Bahasa
- Perkembangan Emosi
- Perkembangan Sosial
Menurut Vygotsky (dalam Rubiyanto), proses pembelajaran yang meningkatkan semangat siswa dalam proses pembelajaran adalah: (1) diskusi, (2) tanya jawab, dan (3) eksplorasi dan bermain (fun learning), sehingga verbal dan motorik keterampilan yang dikembangkan, termasuk kemampuan berpikir kritis (higher order thinking).Pendekatan saintifik diyakini sebagai jembatan emas dalam pengembangan dan pengembangan sikap, pengetahuan dan keterampilan siswa. memperhatikan (melihat, membaca dan mendengarkan) hal-hal yang penting dalam suatu obyek atau benda, (2).
Penelitian yang Relevan
Erwinsyah Satria (2012) yang melakukan penelitian dengan judul Peningkatan Proses dan Hasil Belajar Kognitif Pembelajaran IPA Siswa dengan Pendekatan Inkuiri Rasional di Kelas III SD Pembangunan Air Tawar UNP. Penelitian di atas memiliki kesamaan dengan penelitian ini, kesamaan dengan penelitian di atas sama-sama menyelidiki proses pembelajaran tematik terpadu untuk meningkatkan proses pembelajaran dan hasil belajar.
Kerangka Berpikir
Alasan yang digunakan untuk melakukan PTK dapat meningkatkan pendidikan ke arah peningkatan proses pembelajaran, karena PTK dapat meningkatkan proses pembelajaran dengan lebih baik. Menurut Natawidjaja, ciri-ciri PTK (dalam Ekawarna, 2013:7) adalah: 1) PTK adalah penelitian yang direncanakan dan dilaksanakan di lingkungan tertentu (kelas). Informasi tersebut digunakan untuk meningkatkan persepsi dan mengembangkan praktik reflektif yang berdampak positif pada berbagai praktik persekolahan, dengan tujuan meningkatkan hasil belajar siswa.
Tempat Penelitian
Subjek Penelitian
Waktu/Lama Penelitian
Alur Penelitian
Prosedur Penelitian
- Studi Pendahuluan/Refleksi Awal
- Perencanaan (planning)
- Pelaksanaan Tindakan (action)
- Pengamatan(observasi)
- Refleksi (reflection)
- Sumber Data
Terjadi diskusi antara peneliti dan wali kelas tentang kemungkinan dilakukan penelitian tindakan untuk mengoptimalkan proses pembelajaran tematik terpadu dengan pendekatan saintifik/ilmiah di kelas I SDN 002 Kuok. Penelitian merumuskan masalah yang akan diangkat sebagai masalah, bagaimana meningkatkan proses pembelajaran tematik terpadu dengan pendekatan saintifik yang meliputi perencanaan, tindakan, pengamatan/pengamatan dan refleksi hasil belajar. Penelitian direncanakan selama dua siklus, setiap siklus terdiri dari dua kali pertemuan Peneliti melakukan kegiatan pembelajaran di kelas berupa kegiatan interaksi antara pendidik dengan siswa dan siswa dengan siswa.
Kegiatan observasi dilakukan untuk mengamati proses dan hasil belajar peneliti dan siswa kelas I SDN 002 Kuok dengan menggunakan langkah-langkah pendekatan saintifik. Pengamatan ini dilakukan secara intensif, objektif dan sistematis dan dilakukan pada saat peneliti melakukan tindakan proses dan memadukan hasil pembelajaran tematik dengan pendekatan saintifik. Hasil observasi menjadi pedoman untuk melakukan perbaikan, kelemahan dan keterbatasan yang terdapat pada siklus I diperbaiki pada siklus II, dan kelebihan yang ada direkomendasikan dalam proses.
Data penelitian berupa observasi dan catatan lapangan tentang proses dan hasil belajar di Kelas I SDN 002 Kuok yang diteliti. Menyelenggarakan proses pembelajaran yang berkaitan dengan penelitian dan kemahasiswaan mulai dari kegiatan awal, inti, dan akhir dengan pendekatan saintifik yang menitikberatkan pada aspek proses dan hasil pembelajaran tematik terpadu. Sumber data PTK adalah proses dan hasil belajar siswa kelas I SDN 002 Kuok dengan pendekatan saintifik.
Data juga berdasarkan lembar observasi yang mengamati proses pembelajaran, menggunakan format alat penilaian proses dari aspek pendidik dan peserta didik.
Teknik Pengumpulan Data dan Instrumen Penilaian 1. Teknik Pengumpulan Data
- Instrumen Penlitian
- Analisis Data
- Deskripsi Peningkatan Proses Pembelajaran Tematik Terpadu dengan Pendekatan Saintifik di Kelas I SDN 002 Kuok
- Pertemuan II
- Refleksi Siklus I
- Refleksi Siklus II
- Deskripsi Peningkatan Hasil Pembelajaran Tematik Terpadu dengan Pendekatan Saintifik di Kelas I SDN 002 Kuok
Siswa : Saya bu (jawaban siswa), Rafli mulai membacakan teks cerita, siswa mengikuti dengan antusias (semua mengikuti teks yang dibacakan). Siswa (semua kelompok bekerja membuat cerita bergambar tentang penyebab banjir dengan kerjasama dan kepercayaan) siap bu (jawaban siswa). Murid : (murid antusias dan senang, murid mulai bekerja, setiap anggota kelompok bergiliran memarut sabun) Ibu sudah memarut sabun (jawaban murid).
Siswa : (semua siswa bersemangat dan bergotong royong mengaduk tepung dengan sabun) Iya bu (jawaban siswa). Siswa : (siswa mulai membuat gambar gantungan kunci dengan berbagai bentuk) Iya bu.
Pembahasan
- Pembahasan PeningkatanProses Pembelajaran Siklus I
- Pembahasan Peningkatan Hasil Belajar Siklus I
- Pembahasan Peningkatan Proses Pembelajaran Siklus II
- Pembahasan Peningkatan Hasil Pembelajaran Siklus II
Dari hasil evaluasi terjadi peningkatan hasil belajar, dari 26 siswa terlihat kemampuan melakukan observasi menjadi budaya disiplin dan peduli lingkungan. Agar siswa dapat menuliskan jenis-jenis permainan yang diujikan dari 26 dapat mencapai skor kategori baik dengan skor 4. Peneliti telah melakukan langkah-langkah pendekatan saintifik dan siswa aktif dan ikut berperan selama proses pembelajaran.
Peserta didik aktif melakukan pengamatan, memiliki budaya memaafkan sebelum dan sesudah pembelajaran, semakin memupuk kerjasama, percaya diri, disiplin dan peduli lingkungan. Dalam proses pembelajaran terjadi peningkatan aktivitas siswa yang melakukan observasi, pertanyaan, pengumpulan informasi, pengolahan informasi dan komunikasi. Mengerjakan tugas 20 siswa dapat menyelesaikan dalam kategori sangat baik dengan 4 poin dan 6 siswa dalam kategori nilai baik dengan 3 poin dengan kerja sama, percaya diri, disiplin dan peduli lingkungan.
Terlihat kemampuan siswa dalam menuliskan jenis-jenis permainan yang dicobakan dengan kategori sangat baik dengan skor 4. Untuk membuat gantungan kunci lengkap siswa dengan kategori sangat baik dengan skor 4 dengan kerjasama, percaya, disiplin dan peduli terhadap lingkungan. Untuk observasi lingkungan terlihat kemampuan siswa dalam melakukan observasi dengan kerja sama, percaya diri, disiplin dan peduli lingkungan.
Proses pembelajaran juga membentuk keterampilan sikap siswa agar lebih percaya diri, kooperatif, disiplin dan peduli lingkungan.
Implikasi
Saran
Arah dan tindak lanjut dari penelitian ini adalah proses pembelajaran yang sesungguhnya dengan pendekatan saintifik, sehingga dapat meningkatkan proses dan hasil pembelajaran tematik terpadu. Peningkatan Proses Pembelajaran Kognitif dan Hasil Belajar IPA Siswa Dengan Menggunakan Pendekatan Inkuiri Rasional Di Kelas III SD Pengembangan Air Tawar UNP. Tesis yang tidak dipublikasikan. Penggunaan metode inkuiri untuk meningkatkan proses belajar siswa pada pembelajaran tematik di kelas III SD Negeri 06 Mudiok Lola Kecamatan Sungai Pagu.
Pemetaan Indikator Pembelajaran
- Kompetensi Dasar dan Indikator Bahasa Indonesia
- Tujuan Pembelajaran
- Materi
- Pendekatan/Strategi/Metode
- Pendahuluan
- Kegiatan Inti
- Penutup
- Penilaian
- Lembar Pengamatan Kegiatan Membuat Pola Bangun Datar
- Unjuk kerja membuat kipas
- Lembar Keterampilan Sikap
Dengan membaca nyaring, siswa dapat dengan percaya diri mengidentifikasi suasana musim kemarau dan musim hujan. Dengan mengelompokkan, siswa dapat dengan yakin mengklasifikasikan benda-benda yang biasa digunakan pada musim kemarau. Dengan mendeskripsikan benda, siswa dapat dengan percaya diri menyebutkan benda yang digunakan pada musim kemarau.
Dengan membuat pola, siswa dapat menggariskan deretan bentuk datar yang berbeda yang membentuk pola ramah lingkungan. Dengan membuat pola bangun datar, siswa dapat melanjutkan dengan pola bangun datar sederhana dengan percaya diri. Dengan memperhatikan urutan pembuatan kipas, siswa dapat membuat kipas dari bahan karton bekas dengan percaya diri.
Dengan melihat contoh pola flatwacker, siswa dapat membuat pola flatwacker dengan disiplin. Siswa memahami musim kemarau dan menyebutkan benda-benda yang digunakan pada musim kemarau (asosiasi). Siswa dengan bimbingan pendidik menyimpulkan tentang musim kemarau dan menyebutkan benda-benda yang dapat digunakan untuk musim kemarau (berkomunikasi).
Guru menunjukkan cara membuat kipas angin sesuai langkah-langkah yang ada di buku teks (observasi).
Amatilah gambar di bawah ini
Musim Kemarau
Pola Bangun Datar
Pola bangun datar
Sumber kurikulum
Siswa diajak berdiskusi tentang kegiatan apa saja yang bisa mereka lakukan di musim kemarau saat matahari sedang terik dan sangat terik. Siswa mendengarkan cerita yang dibacakan oleh guru, sambil melengkapi kata yang hilang (mengumpulkan informasi). Setelah menyelesaikan cerita kata, siswa membuat kalimat menggunakan kata-kata yang ada dalam huruf miring (manajemen informasi).
Pembelajaran dimulai dengan pertanyaan tentang kondisi musim kemarau, siswa menjawab pertanyaan tentang kondisi musim kemarau. Setelah menjawab pertanyaan, siswa diminta untuk melihat beberapa gambar permainan yang dapat dilakukan pada musim kemarau (amati). Setelah mendengarkan penjelasan guru, siswa memberikan contoh permainan lain yang mereka ketahui dapat dimainkan pada musim kemarau (pergaulan).
Setelah menyebutkan jenis permainan, siswa menuliskan jenis permainan pada tabel yang telah disediakan dan memberi tanda centang ( ) pada pool yang sesuai (pengelolaan informasi). Selanjutnya siswa diminta untuk berbagi pengalaman tentang kejadian yang pernah mereka alami saat bermain atau pernah membantu (berkomunikasi). Arahan kepada siswa untuk melingkari contoh-contoh kegiatan membantu pada lembar penilaian yang disediakan (mengkomunikasikan).
Pendidik lebih memperbolehkan siswa untuk mengemukakan pendapatnya tentang pembelajaran yang telah diikuti.
Penilaian
- Tes tertulis
- Unjukkerja kegiatan menulis tegak bersambung Rubrik menulis tegak bersambung
- Observasi kegiatan menunjukkan kegiatan tolong-menolong Lembar pengamatan kegiatan tolong menolong
- Lembar Keterampilan Sikap
Akhiri kegiatan dengan kesimpulan bahwa saling membantu adalah perbuatan terpuji, setiap orang membutuhkan orang lain dan tidak dapat hidup (berkomunikasi) sendiri. Observasi kegiatan menunjukkan kegiatan membantu Lembar observasi untuk kegiatan membantu Lembar observasi untuk kegiatan membantu.
Layang layang
Sampaikan keterampilan yang akan dicapai siswa. interaksi KI3 dan KI 4 yang berimplikasi pada perkembangan KI 1 dan KI 2). Mendorong partisipasi aktif siswa (mental, fisik, dan sosial) melalui interaksi pendidik, siswa, dan sumber belajar. Peneliti mengaitkan materi pembelajaran saat ini dengan pengalaman siswa, mengajukan pertanyaan yang menantang untuk menggali pengetahuan siswa, hingga menarik minat siswa untuk berpartisipasi dalam pembelajaran. ). Peneliti juga menyampaikan keterampilan yang akan dicapai siswa (interaksi KI3 dan KI 4 yang berimplikasi pada perkembangan KI 1 dan KI 2) serta menyampaikan rencana kegiatan individu dan kelompok.
Kemampuan peneliti terlihat dalam menyesuaikan materi, menghubungkan materi dengan ilmu lain yang relevan, perkembangan iptek dan kehidupan nyata, mengelola pembahasan materi pembelajaran dan pengalaman belajar secara tepat dan menyajikan materi secara sistematis (mudah ke sulit dan dari konkrit ke abstrak). . Peneliti telah memfasilitasi siswa untuk mengamati, memancing siswa untuk bertanya dan mengajukan pertanyaan bernalar (proses berpikir logis dan sistematis), memfasilitasi siswa untuk mengasosiasikan/mengolah informasi/tes, mempresentasikan kegiatan siswa untuk berkomunikasi. Untuk menggunakan bahasa peneliti, bahasa lisan telah digunakan dengan jelas dan lancar serta telah menggunakan bahasa tulis yang baik dan benar. Merefleksikan atau membuat rangkuman dengan melibatkan siswa, menulis karangan dan menulis, mengumpulkan hasil belajar sebagai bahan portofolio, melakukan tindak lanjut dengan memberikan arahan kegiatan selanjutnya dan tugas pengayaan.