• Tidak ada hasil yang ditemukan

Amira Nur Khairunnisa 13103241013

N/A
N/A
Fitroh Satrio

Academic year: 2023

Membagikan "Amira Nur Khairunnisa 13103241013"

Copied!
187
0
0

Teks penuh

MENINGKATKAN KEMAMPUAN MEMAKAI SEPATU BERTALI DENGAN ANALISIS TUGAS PADA ANAK BERKEMBANG SEDANG KELAS VIII DI SLB YAPENAS CONDONGCATUR. Tujuan penelitian ini adalah: (1) mengetahui proses pengembangan diri melalui analisis tugas pembelajaran memakai sepatu bertali pada anak tunagrahita kelas VIII di SLB Yapenas, (2) mengetahui kemampuan memakai sepatu bertali sepatu bertali pada anak tunagrahita kelas VIII SLB Yapenas Condongcatur dapat meningkat melalui analisis tugas. Tujuan penelitian ini adalah: (1) untuk mengetahui proses pembelajaran kemampuan memakai sepatu bertali melalui analisis tugas pada anak tunagrahita di kelas VIII SLB Yapenas Condongcatur, (2) mengetahui kemampuan memakai sepatu bertali untuk yang dibawa pada anak tunagrahita di kelas VIII SLB Yapenas Condongcatur dapat meningkat melalui analisis tugas.

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

Latar Belakang Masalah

Oleh karena itu, anak tunagrahita sedang harus diberikan pelajaran perawatan diri yang mencakup bahan pakaian yang mencakup aktivitas memakai sepatu bertali. Dengan memberikan pelatihan berkelanjutan dalam penggunaan sepatu bertali, keterampilan motorik halus anak tunagrahita dikembangkan dan dilatih. Bagi siswa tunagrahita, aktivitas memakai sepatu renda bukanlah hal yang mudah karena aktivitas ini berkaitan dengan kemampuan akademik dan motorik halus.

Diagnosis Permasalahan Kelas

Berdasarkan permasalahan tersebut, peneliti tertarik untuk meneliti peningkatan keterampilan pengembangan diri yaitu memakai sepatu bertali melalui analisis tugas pada anak tunagrahita kelas VIII di SLB Yapenas Condongcatur. Analisis tugas belum digunakan dalam pelatihan tali sepatu pada anak tunagrahita kelas VIII. Kemampuan memakai sepatu bertali pada anak tunagrahita kelas VIII di SLB Yapenas belum runtut dan benar.

Fokus Masalah

Anak belum mampu memasukkan tali sepatu ke dalam lubang sepatu secara melintang dan berurutan dari lubang sepatu depan hingga lubang sepatu terakhir. Bagaimana proses pembelajaran pengembangan diri memakai sepatu bertali melalui analisis tugas pada anak tunagrahita kelas VIII di SLB Yapenas Condongcatur. Apakah kemampuan mengikat sepatu pada anak tunagrahita kelas VIII di SLB Yapenas Condongcatur dapat ditingkatkan melalui analisis tugas?

Tujuan Penelitian

Bagi siswa, hasil penelitian ini dapat membantu meningkatkan keterampilan pengembangan diri dalam memakai sepatu bertali dan mencapai pembelajaran yang sesuai dengan kemampuan anak. Bagi guru, hasil penelitian ini memberikan alternatif untuk mengajarkan keterampilan pengembangan diri dalam memakai sepatu renda, khususnya melalui analisis tugas pada anak tunagrahita sedang. Hasil penelitian ini berupa informasi yang dapat dijadikan alternatif pengembangan pembelajaran pada pendidikan khusus khususnya pembelajaran mengembangkan dengan menggunakan sepatu bertali.

Kajian Pustaka

Pembelajaran pengembangan diri sebaiknya diberikan kepada anak tunagrahita sedang karena biasanya mereka kesulitan dalam mengurus dirinya sendiri. Tujuan pembelajaran pengembangan diri yang diberikan kepada anak tunagrahita dibedakan menjadi dua, yaitu tujuan umum dan tujuan khusus. Pembelajaran pengembangan diri bagi anak tunagrahita memerlukan prosedur yang dapat membuat anak memahami, mengamati, melihat dan mempraktekkan apa yang telah dipelajari.

Hasil Penelitian yang Relevan

Analisis tugas memakai sepatu bertali pada anak tunagrahita sedang Dalam pembuatan instrumen tes kemampuan memakai sepatu bertali dan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (LPP) pengembangan diri dalam memakai sepatu bertali dalam hal ini Penelitian mengacu pada Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (LPP) pengembangan diri memakai sepatu bertali di SLB C YPAC Semarang karya Sugiyarti tercantum pada Lampiran 13. Penelitian yang dilakukan oleh Ardiyanto (2014) dengan judul “Peningkatan Kemampuan Pengembangan Diri Melalui Analisis Tugas Pada Anak Tunagrahita Intelektual Kelas 1 Sedang di SLB LIMAS PADANG”. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan peneliti di SLB Limas Padang dapat disimpulkan bahwa metode analisis tugas dapat meningkatkan kemampuan makan pada anak tunagrahita sedang.

Kerangka Berpikir

Upaya pemecahan masalah dalam peningkatan kemampuan memakai sepatu bertali pada anak tunagrahita dapat dilakukan dengan menggunakan analisis tugas dalam belajar memakai sepatu bertali. Dengan demikian, analisis tugas diyakini dapat meningkatkan kemampuan memakai sepatu bertali pada siswa tunagrahita sedang. Alur kerangka peningkatan kemampuan memakai sepatu bertali melalui analisis tugas pada anak tunagrahita sedang.

Hipotesis Tindakan

Desain Penelitian Tindakan

Tempat Penelitian

Siswa mendengarkan penjelasan guru tentang bagian-bagian sepatu bertali a) Siswa dan guru bertanya jawab tentang manfaat memakai sepatu bertali. Siswa berdiskusi dengan guru cara menggunakan sepatu bertali a) Siswa menyebutkan bagian-bagian sepatu bertali. Siswa berdiskusi dengan guru cara memakai sepatu bertali a) Siswa dibimbing oleh guru untuk mengulangi kegiatan pertemuan pertama.

Teknik dan Instrumen Pengumpulan Data 1. Teknik Pengumpulan Data

Tes praktik digunakan untuk mengukur peningkatan kemampuan memakai sepatu bertali pada siswa tunagrahita kelas VIII. kepada kelas SLB Yapenas Condongcatur. Rencana pelaksanaan pembelajaran (LPP) dimaksud dalam penyusunan pedoman pengujian kemampuan memakai sepatu bertali bagi anak tunagrahita sedang pada penelitian ini. Perhatikan penjelasan guru mengenai. belajar memakai sepatu bertali. ..pertanyaan dari guru tentang memakai sepatu bertali.

Tabel 2. Kisi-kisi Instrumen Tes Kemampuan Memakai Sepatu Bertali  Kompetensi
Tabel 2. Kisi-kisi Instrumen Tes Kemampuan Memakai Sepatu Bertali Kompetensi

Kriteria Keberhasilan Tindakan

Teknik Analisis Data

R : Jumlah nilai mentah siswa SM : Jumlah nilai ujian ideal maksimal 100 : Angka tetap.

Tabel 5. Kriteria Penilaian Menurut Ngalim Purwanto
Tabel 5. Kriteria Penilaian Menurut Ngalim Purwanto

Deskripsi Lokasi Penelitian

Bagi anak yang memiliki tingkat kecerdasan/IQ 80 ke atas, setelah lulus SMALB dapat bekerja di dunia usaha dan industri atau berwiraswasta/. Anak-anak yang memiliki tingkat kecerdasan antara 40 dan 79 setelah lulus SMALB dapat bekerja di tempat kerja yang terlindung baik di unit usaha sekolah produktif maupun di komunitas bisnis yang ada. Meningkatkan citra, kehormatan dan harkat dan martabat anak berkebutuhan khusus agar tidak mendapat perlakuan yang bersifat diskriminatif dari pihak manapun.

Deskripsi Subjek dan Karakteristiknya

Data kemampuan awal memakai sepatu bertali pada siswa tunagrahita sekunder kelas VIII di SLB Yapenas Condongcatur. Kemudian dilanjutkan dengan tes pasca tindakan siklus I. Dalam pembelajaran memakai sepatu bertali digunakan analisis tugas. Guru kemudian mendemonstrasikan cara memasang tali sepatu secara bertahap dan siswa diminta memperhatikan guru.

Hasil observasi partisipasi siswa selama proses pembelajaran memakai sepatu bertali Melalui analisis tugas pada siklus tindakan I. Dari pertemuan pertama sampai pertemuan kedua subjek mampu mengikuti proses pembelajaran memakai sepatu bertali sepatu dengan baik. Peningkatan kemampuan memakai sepatu bertali pada siswa tunagrahita sedang kelas VIII di SLB Yapenas Condongcatur setelah dilakukan tindakan siklus I.

Hasil observasi kinerja guru selama proses pembelajaran memakai sepatu renda melalui analisis tugas pada tindakan Siklus II. Data peningkatan hasil observasi kinerja guru selama proses pembelajaran memakai sepatu renda melalui analisis tugas dalam tindakan. Hasil observasi partisipasi siswa pada proses pembelajaran memakai sepatu renda melalui analisis tugas pada tindakan Siklus II No. Hasil subjek tercapai.

Data peningkatan hasil observasi partisipasi siswa pada proses pembelajaran memakai sepatu bertali melalui analisis tugas dalam tindakan. Data Kemampuan Memakai Sepatu Bertali Siswa Penyandang Disabilitas Intelektual Sedang Kelas VIII di SLB Yapenas Condongcatur Pasca Aksi Siklus II No. Skor Total Mata Pelajaran.

Tabel 6. Data Kemampuan Awal Memakai Sepatu Bertali Siswa Tunagrahita  Sedang Kelas VIII di SLB Yapenas Condongcatur
Tabel 6. Data Kemampuan Awal Memakai Sepatu Bertali Siswa Tunagrahita Sedang Kelas VIII di SLB Yapenas Condongcatur

Pembahasan

Dalam proses pembelajaran mengikat sepatu dengan menggunakan analisis tugas, guru melaksanakan pembelajaran dengan sangat baik sesuai rencana. Peningkatan hasil observasi kinerja guru pada proses pembelajaran memakai sepatu bertali terlihat dari perbandingan hasil observasi I. dan II. Selama proses pembelajaran di II. Pada siklus ini seluruh siswa lebih aktif dan antusias dalam pembelajaran cara mengikat tali sepatu melalui analisis tugas dibandingkan dengan pembelajaran pada siklus I.

Peningkatan hasil observasi partisipasi siswa dalam proses pembelajaran memakai sepatu bertali terlihat ketika membandingkan hasil observasi siklus I dan siklus II. Selain itu proses pembelajaran siklus II juga menggunakan katalog langkah-langkah memakai tali sepatu yang disusun langkah demi langkah. Katalog ini merupakan bentuk konkrit analisis tugas memakai sepatu bertali, yang terdiri dari kumpulan gambar langkah-langkahnya.

Dengan adanya gambar-gambar di katalog, siswa semakin tertarik untuk belajar memakai sepatu melalui analisis tugas. Peningkatan kemampuan memakai sepatu touring pada ketiga subjek terlihat dari kemampuan masing-masing subjek dalam memakai sepatu touring. Tindakan perbaikan yang dilakukan pada tindakan siklus II ini adalah : Pada praktek cara menyilangkan tali sepatu pada lubang sepatu dan menyisipkannya secara berurutan dari lubang sepatu depan hingga lubang sepatu terakhir, bentuk pola mudah dibuat dan disesuaikan dengan kemampuan masing-masing anak dan dalam Praktek memakai sepatu siswa terbantu dengan melihat katalog langkah-langkah memakai sepatu bertali.

Peningkatan kemampuan penggunaan sepatu bertali pada ketiga subjek pada siklus II terlihat dari kemampuan masing-masing subjek dalam menggunakan sepatu bertali.

Temuan Penelitian

Hasil skor kemampuan memakai sepatu bertali pada penelitian ini menunjukkan bahwa kemampuan memakai sepatu bertali pada anak tunagrahita kategori sedang kelas VIII di SLB Yapenas Condongcatur dapat meningkat setelah dilakukan tindakan pada siklus I dan siklus. II melalui analisis tugas.

Keterbatasan Penelitian

Kondisi ruang kelas kurang layak untuk melaksanakan kegiatan belajar mengajar karena ruang kelas bercampur dengan kelas lain sehingga proses belajar mengajar masih terganggu oleh siswa lain. Katalog media langkah-langkah memakai sepatu bertali yang digunakan pada siklus II belum tervalidasi oleh ahli.

Simpulan

Kemampuan penggunaan sepatu renda pada anak tunagrahita kelas VIII SLB Yapenas Condongcatur dapat ditingkatkan melalui analisis tugas.

Implikasi

Saran

Hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai dasar penelitian selanjutnya atau sebagai acuan dalam membuat analisis tugas dalam pembelajaran keterampilan pengembangan diri lainnya pada anak tunagrahita. Peningkatan Kemampuan Pengembangan Diri Melalui Analisis Tugas pada Anak Kelas 1 Penyandang Disabilitas Intelektual Sedang di SLB LIMAS PADANG. INSTRUMEN VERIFIKASI KEMAMPUAN MEMAKAI SEPATU DENGAN IKAT PINGGANG SISWA VIII. KELAS BAHASA SEDANG DI SLB YAPENAS.

Kompetensi Inti : Membiasakan memakai sepatu Kompetensi Dasar : Mempelajari cara memakai sepatu bertali. INSTRUMEN UJI KEMAMPUAN MEMAKAI SEPATU BERTALI PADA SISWA KELAS VIII BERBAHASA MODERN DI SLB YAPENAS. Hasil Kemampuan Memakai Sepatu Bertali Pasca Tindakan Siklus I UJI KEMAMPUAN INSTRUMEN MEMAKAI SEPATU DENGAN TALI.

Hasil Kemampuan Memakai Sepatu Bertali Pasca Tindakan Siklus II INSTRUMEN UJI KEMAMPUAN MEMAKAI SEPATU BERTALI.

KOMPETENSI INTI (KI)

KOMPETENSI DASAR

Siswa dapat menyilangkan tali sepatu dan memasukkannya ke dalam lubang sepatu secara berurutan dari lubang sepatu depan hingga lubang sepatu terakhir. Mampu memasukkan tali sepatu ke dalam lubang depan sepatu dengan bantuan verbal dan nonverbal dari guru.

MATERI PEMBELAJARAN

Siswa diinstruksikan oleh guru untuk memasukkan tali sepatu ke dalam lubang sepatu secara melintang dan berurutan dari lubang sepatu depan hingga lubang sepatu terakhir. Guru menyampaikan materi yang akan dipelajari yaitu mengulangi kegiatan pada pertemuan pertama, memasukkan kaki kanan ke dalam sepatu kanan, memasukkan kaki kiri ke dalam sepatu kiri, membuat simpul pangkal dan membuat simpul pita. Siswa dan guru melakukan tanya jawab tentang cara memasukkan kaki kanan ke dalam sepatu kanan, memasukkan kaki kiri ke dalam sepatu kiri, membuat simpul alas, dan membuat simpul pita.

PENILAIAN HASIL PEMBELAJARAN 1. Penilaian Monitoring

  • METODE PEMBELAJARAN Model pembelajaran : Tematik
  • PENILAIAN HASIL BELAJAR 1. Tes lisan

Gambar

Gambar 1. Alur Kerangka Berpikir Peningkatan Kemampuan Memakai  Sepatu Bertali Melalui Analisis Tugas pada Anak Tunagrahita Sedang
Gambar 2. Desain Penelitian Tindakan Kelas
Tabel 1. Waktu dan Kegiatan Penelitian  No.  Waktu Penelitian  Kegiatan Penelitian  1
Tabel 2. Kisi-kisi Instrumen Tes Kemampuan Memakai Sepatu Bertali  Kompetensi
+7

Referensi

Dokumen terkait

Hasil pengamatan menunjukkan jumlah sampel serangga yang diamati yaitu sebanyak 60 ekor yang diperoleh dari dalam lubang gerekan pada bagian batang sampel

Hasil refleksi yang dilakukan pada siklus II menunjukkan bahwa sebagian siswa sudah bisa mengikuti proses pembelajaran dengan baik dan siswa juga sudah bisa menyebutkan dan

Hasil pengamatan menunjukkan jumlah sampel serangga yang diamati yaitu sebanyak 60 ekor yang diperoleh dari dalam lubang gerekan pada bagian batang sampel

Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada perbedaan antara pembelajaran melalui multimedia interaktif dan melalui buku teks terhadap hasil belajar siswa, dimana hasil

Ini menunjukkan bahwa aktivitas positif guru selama proses pembelajaran ≥ 75%.Dengan demikian dapat disimpulkan bahwapenerapan pembelajaran kooperatif tipe Think

Hasil analisis terhadap keefektifan pembelajaran matematika dengan perangkat pembelajaran matematika realistik berorientasi PISA menunjukkan empat indikator efektif: (a)

Hasil penelitian menunjukkan bahwa minat belajar siswa setelah memakai media pembelajaran memiliki nilai 83,2 yang menunjukkan minat belajar kategori tinggi,

Berdasarkan kesimpulan dan data temuan hasil penelitian maka dapat diimplikasikan bahwa (1) penerapan metode simulasi dalam proses pembelajaran IPS memiliki peranan yang berarti