• Tidak ada hasil yang ditemukan

ANAK DALAM DI TAMAN NASIONAL BUKIT DUA BELAS PROPINSI JAMBI

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "ANAK DALAM DI TAMAN NASIONAL BUKIT DUA BELAS PROPINSI JAMBI "

Copied!
5
0
0

Teks penuh

(1)

STUDI PEMANFAATAN TUMBUHAN OBAT FAMILI PIPERACEAE DAN ZINGIBERACEAE OLEH SUKU

ANAK DALAM DI TAMAN NASIONAL BUKIT DUA BELAS PROPINSI JAMBI

ARTIKEL

AMRAN SALEH NIM. 08010003

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BIOLOGI

SEKOLAH TINGGI KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN (STKIP) PGRI SUMAERA BARAT

2015

(2)

(3)

STUDI PEMANFAATAN TUMBUHAN OBAT FAMILI PIPERACEAE DAN ZINGIBERACEAE OLEH SUKU ANAK DALAM DI TAMAN

NASIONAL BUKIT DUA BELAS PROPINSI JAMBI

Amran Saleh, Rizki, Lince Meriko

Program Studi Pendidikan Biologi STKIP PGRI Sumbar Jl. Gunung Pangilun Padang Sumatera Barat

ABSTRACT

This study was conducted in June 2015. Sampling was conducted in the area of Bukit Dua Belas National Park . Identification of samples carried out in the Laboratory of Botany STKIP PGRI West Sumatra. This research was conducted using a descriptive survey method . Data taken based on information from tumenggung Suku Anak Dalam presented in tabular form . The results were obtained 38 familia which is divided into 60 species of medicinal plants . Plants in the form of a single drug can treat 37 kinds of diseases , medicinal herb can treat 14 types of diseases. Processing methods used for the drug is by eating or drinking boiled water , juice and water on plant stem obat.Cara used for the processing of foreign drugs is by sticking or rubbing herbs .

Keywords : children in the tribe , Nasinal Park Bukit Dua Belas , traditional medicine

PENDAHULUAN

Indonesia merupakan salah satu negara yang memiliki keanekaragaman hayati tertinggi di dunia. Sehingga mendapat julukan sebagai megadiversity country. Keanekaragaman hayati ini mencakup ekosistem, jenis dan genetis yang berada di darat, perairan tawar, laut maupun di pesisir laut (Hartini, dkk, 2009). Diperkirakan sekitar 30.000 spesies tumbuhan ditemukan di hutan hujan tropika, dan sekitar 1.260 species diantaranya berkhasiat sebagai obat.

Tumbuhan yang termasuk dalam famili piperaceae memiliki ciri-ciri berbatang basah atau perdu, seringkali memanjat dengan daun tunggal yang duduknya tersebar atau berkarang.

Kadang-kadang terdapat daun penumpu dan terkadang juga tidak. Bunga tersusun sebagai bulir atau bunga lada, amat kecil tanpa tenda bunga, berkelamin tunggal tetapi adakalanya banci. Benang sari 1-10, bakal buah berunag satu dengan satu bakal biji di

dasarnya. Buah berupa buah batu, biji mempunyai endosperm maupun perisperm dan selalu mempunyai sel-sel minyak (Tjiptosoepomo, 2004). Famili piperaceae memiliki ciri khas yaitu daunnya kerap kali berbau aromatis atau rasa pedas (Steenis, 2005).

Taman Nasional Bukit Dua belas merupakan salah satu kawasan hutan hujan tropis dataran rendah di Provinsi Jambi. Di Taman Nasional Bukit Dua belas dihuni oleh suku Anak Dalam atau Orang Rimba (MK RI, 2012).Ada banyak budaya dan kebiasaan dari suku Anak Dalam (SAD) yang sangat menarik. Kebiasaan dari Suku Anak Dalam yang paling menonjol adalah ketahanan tubuhnya untuk hidup di alam bebas dan juga aneka ragam obat-obatan tradisional yang ada di sekitar hutan Suku Anak Dalam bermukim. Suku Anak Dalam memiliki pengetahuan obat-obatan yang sangat baik. Mereka mampu membedakan tumbuhan beracun dan tidak beracun termasuk mengolahnya.

(4)

Maka telah dilakukan penelitian tentang tumbuhan obat yang terdapat di Taman Nasional Bukit Dua Belas Propinsi Jambi dengan judul Studi Pemanfaatan Tumbuhan Obat Famili Piperaceae Dan Zingiberaceae Oleh Suku Anak Dalam Di Taman Nasional Bukit Dua Belas Propinsi Jambi

METODE PENELITIAN

Penelitian ini telah dilaksanakan pada bulan Juni 2015. Pengambilan sampel dilakukan di wilayah Taman Nasional Bukit Dua Belas. Identifikasi sampel dilakukan di Laboratorium Botani STKIP PGRI Sumbar.

Data yang diambil berdasarkan informasi dari tumenggung Suku Anak Dalam yang disajikan dalam bentuk tabel. Dari informasi tersebut didapatkan data jenis tumbuhan obat dan bagian yang digunakan dalam pengobatan penyakit secara tradisional oleh suku anak dalam yang akan dibahas secara deskriptif.

HASIL DAN PEMBAHASAN

Hasil penelitian dituliskan di Tabel 1.Tabel 1 memperlihatkan jenis tumbuhan obat tradisional yang terdiri dari familia piperaceae dan zingiberaceae.

Tabel. 1 Jenis-jenis tumbuhan obat dan bagian tumbuhan yang digunakan untuk obat oleh Suku Anak Dalam

Divisio / Familia

1

Species

2

Nama daerah 3

Bagian yang digunak an 4 1. Piperaceae 1. Piprer sp.

2. Piper flavimarginatum C.DC 3. Peperomia pellucida L.

Akar sitolu Sirih kaduk Aro semak

Daun Daun Getah batang 2. Zingiberaceae 4. Curcuma longa L

5. Eltingera sp.

6. Zingiber montanum (J.Konig)

Kunyit imbo Puar cacing Blai

Daun Akar Umbi

Bagian tumbuhan yang paling banyak digunakan sebagai obat adalah daun, sebanyak 38 spesies (63,3 %). Hal yang serupa juga dikemukakan oleh Hara (2013) yang menemukan bahwa masyarakat Maybrat paling banyak menggunakan bagian daun sebagai bahan obat (28 spesies). Daun umumnya bertekstur lunak karena mempunyai kandungan air yang tinggi (70%-80%) dan merupakan tempat akumulasi fotosintat yang diduga mengandung unsur-unsur atau zat organik yang memiliki khasiat menyembuhkan berbagai penyakit. Keuntungan lain dari daun adalah memiliki serat yang lunak sehingga mudah untuk mengekstrak

(zat-zat) yang akan digunakan sebagai obat.

Dari tumbuhan yang ditemukan terdapat dua cara penggunaan, yaitu sebagai obat tunggal dan sebagai obat ramuan. Tumbuhan yang digunakan secara tunggal adalah sirih kaduk (Piper flavimarginatum C.DC)yang digunakan untuk mengobati penyakit kuning, dengan cara memeras beberapa lembar daun yang ditambahkan dengan air kemudian meminum air perasannya.

Kemudian puar cacing (Eltingera sp.) untuk mengobati cacingan dengan cara mengambil beberapa cm bagian akar, dibersihkan kemudian rebus dengan 2

(5)

gelas air hingga mendidih, minum air rebusannya. Aro semak (Peperomia pellucida L.)untuk mengobati sakit gigi dengan cara menggores batang, lalu gunakan kapas untuk mengambil getah yang keluar dari batang. Tempelkan kapas tersebut pada gigi yang sakit.

Sementara akar sitolu (Piprer sp.) jika dicampur dengan daun rambutan dapat digunakan sebagai obat malaria. Dengan cara mengambil 5 cm bagian akar sitolu, tambahkan 5 lembar daun rambutan, peras dengan menambahakan 1 gelas air, kemudian minum air perasannya. Blai (Zingiber montanum (J.Konig))jika dicampur dengan jangau dapat digunakan untuk mengobati rematik dengan cara mengambil 3 cm umbi jangau dan blai, ditumbuk hingga halus, tambahkan minyak makan, gosokkan ke kaki yang terkena rematik. Kunyit imbo (Curcuma longa L) untuk mrngobati sakit perut dengan cara mengambil 7 helai daun bayam tambahkan dengan sedikit nasi. Lumatkan kemudian dipanaskan di atas bara api dengan cara di bungkus menggunakan daun kunyit imbo, tempelkan pada perut.

Perbedaan dalam hal cara pengolahan tumbuhan obat dapat dipengaruhi oleh suku budaya dan kebiasaan masyarakat daerah tersebut.

KESIMPULAN

Berdasarkan hasil penelitian dapat diambil kesimpulan bahwa ditemukan 6 spesies tumbuhan obat dari famili piperaceae dan zingiberaceae yang digunakan oleh anak suku dalam di taman nasional bukit dua belas jambi.

Disarankan untuk dapat melakukan penelitian yang menguji kandungan kimia dan efek penggunaan tumbuhan tersebut.

DAFTAR PUSTAKA

Hara, B. 2013. Pemanfaatan Tumbuhan Sebagai Obat Tradisional Oleh Masyrakat Suku Maybrat Di Kampung Sire Distrik Mare Selatan Kabupaten Maybrat.

Skripsi. Universitas Negeri Papua Maokwari.

Hartini, dkk. 2009. Keanekaragaman Tumbuhan Pulau Sumatra.

Lipi Press : Jakarta

Mahkamah Konstitusi RI. 2012.

Kesaksian Tumenggung Tarib

“Orang Rimbo”.

http///www.aman.or.id. diakses tanggal 20 Maret 2015

Steenis, C.G.G.J.V. 2005. Flora.

Cetakan Kedua. Terjemahan Moeso Surjowinito Dkk.

Pradnya Paramita : Jakarta Tjiptrosoepomo, G.2004. Taksonomi

Tumbuhan (Spermatophyta).

Gajah Mada University Press : Yogyakarta.

Referensi

Dokumen terkait

Spesies tumbuhan obat yang diperdagangkan di Kota Bandung dalam bentuk simplisia didominasi oleh famili Zingiberaceae, hal ini sesuai dengan penelitian yang telah

MasyarakaI juga banyak memanfaatkan tumbuhan sebagai tumbuhan hias sebanyak 18, sebagai hrmbuhan aromatik sebanyak 6 spesies, sebagai panghasil pangan yaitu sebanyak 97

kelompok kegunaan tumbuhan obat memiliki jumlah spesies terbanyak yaitu 43 spesies tumbuhan dari 33 famili atau sebanyak 51,8%, sedangkan dalam kelompok kegunaan

Berdasarkan penelitian inventarisasi Famili Sirih-sirihan (Piperaceae) di Resort Andongrejo-Bandealit, Taman Nasional Meru Betiri (TNMB), diperoleh 10 jenis tumbuhan

Dari seluruh spesies yang teridentifikasi 37 spesies (74%) dari 28 famili yang diketahui kegunaannya yaitu dikelompokkan ke dalam 9 kegunaan yaitu tumbuhan obat (16 spesies);

Hasil penelitian identifikasi dan pemanfaatan tumbuhan obat di 9 desa di Kecamatan Asologaima, Kurulu dan Wamena, ditemukan 16 spesies tumbuhan obat dari 12 famili yang

Wilayah ini mempunyai keanekaragaman tumbuhan yang cukup tinggi dan masyarakat yang tinggal di daerah tersebut terdiri dari beberapa suku bangsa antara lain suku

Hasil penelitian identifikasi dan pemanfaatan tumbuhan obat di 9 desa di Kecamatan Asologaima, Kurulu dan Wamena, ditemukan 16 spesies tumbuhan obat dari 12 famili yang