• Tidak ada hasil yang ditemukan

ANALISIS AKAD MUDHȂRABAH PADA PRODUK MITRA IQRA PLUS

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2024

Membagikan "ANALISIS AKAD MUDHȂRABAH PADA PRODUK MITRA IQRA PLUS"

Copied!
49
0
0

Teks penuh

Tesis yang berjudul “Analisis Akad Mudhârabah Pada Produk Mitra Iqra Plus (Studi Pada PT. Asuransi Jiwa Syariah Bumiputera)”. Tesis yang berjudul “Analisis Akad Mudhârabah Pada Produk Mitra Iqra Plus (Studi Pada PT. Asuransi Jiwa Syariah Bumiputera)”. Saya menyatakan bahwa skripsi yang berjudul “Analisis Akad Mudhârabah Pada Produk Mitra Iqra Plus (Studi di PT. Asuransi Jiwa Syariah Bumiputera)” benar-benar karya saya, kecuali kutipan yang telah disebutkan.

Hildayanti Lestari Analisis Akad Mudhârabah Pada Produk Mitra Iqra Plus (Studi Pada PT. Asuransi Jiwa Syariah Bumiputera)”. Hasil dari penelitian ini adalah pelaksanaan akad mudharabah dan sistem bagi hasil (mudhârabah) pada produk Mitra Iqra Plus telah sesuai dengan ketentuan yang tertuang dalam fatwa DSN-MUI No. 9 Muhammad Syakir Sula, Konsep dan Sistem Operasi Asuransi Syariah (Jiwa dan Umum), (Jakarta: Gema Insani, 2004), hal.

Oleh karena itu berdasarkan latar belakang diatas maka penulis tertarik untuk menganalisis permasalahan tersebut dengan mengambil judul “Analisis Akad Mudhârabah Pada Produk Asuransi Jiwa Mitra Iqra Plus (Studi Pada PT. Asuransi Jiwa Syariah Bumiputera)”. Agar tidak terlalu luas dan memperluas pembahasan serta mempertajam pembahasan, maka pembahasan yang akan dikaji dan diteliti hanya pada analisa akad mudhârabah produk Mitra Iqra Plus di Perusahaan Asuransi Jiwa Syariah Bumiputera karena hal tersebut. produk. Untuk mengetahui kelayakan pelaksanaan akad mudhârabah produk Mitra Iqra Plus di PT Asuransi Jiwa Syariah Bumiputera dengan Fetva DSN-MUI.

13 Diharapkan dapat dijadikan sebagai bahan informasi dari berbagai informasi dan bahan referensi atau kajian literatur untuk penelitian selanjutnya seperti mengembangkan ilmu pengetahuan terkait pelaksanaan akad mudhârabah dan sistem bagi hasil (mudhârabah) pada produk Mitra Iqra Plus di PT. 14 orang sebelumnya sama-sama fokus meneliti akad mudhârabah produk Mitra Iqra Plus menggunakan penelitian lapangan dengan sumber data berupa wawancara dan dokumentasi. Sedangkan penelitian ini fokus pada kepatuhan akad mudharabah dengan Fatwa DSN-MUI pada produk Mitra Iqra Plus di PT.

17 sebelumnya telah penulis lakukan pada penelitian terdahulu yang fokus pada penerapan akad mudhârabah pada produk asuransi syariah dengan objek penelitian Asuransi AXA Mandiri Syariah Kedaton Bandar Lampung dan kesesuaiannya dengan syariat Islam. Syariah (Studi Pada PT. Asuransi Jiwa Syariah Bumiputera Kantor Pemasaran Syariah Serang-Banten) (Skripsi Program Sarjana Ekonomi dan Bisnis Islam Universitas Islam Negeri Maulana Hasanuddin Banten, 2018). 18 sebelumnya telah penulis lakukan pada penelitian terdahulu yang fokus pada kesesuaian prinsip syariah dalam penerapan akad mudhârabah pada produk asuransi Mitra Mabrur Plus dengan objek penelitian pada PT Asuransi Jiwa Syariah Bumiputera Kantor Pemasaran Syariah Serang-Banten.

Sedangkan penelitian ini fokus pada kepatuhan akad mudharabah dengan Fatwa DSN-MUI pada produk Mitra Iqra Plus di PT. Dengan menggunakan metode tersebut penulis memperoleh data dan informasi tentang analisis akad mudharabah pada produk asuransi jiwa Mitra Iqra Plus di PT. Dalam metode wawancara ini, penulis mengumpulkan data dengan mengajukan pertanyaan mengenai analisis akad mudharabah pada produk asuransi jiwa Mitra Iqra Plus di PT.

20 Bumiputera dan memerlukan argumentasi dari topik penelitian yaitu dengan pihak perusahaan tentang bagaimana penerapan akad mudhârabah dan sistem bagi hasil (mudhârabah) pada produk Mitra Iqra Plus di PT.

PENDAHULUAN

  • Latar Belakang Masalah
  • Permasalahan
  • Tujuan Penelitian
  • Manfaat Penelitian
  • Tinjauan Pustaka
  • Metodologi Penelitian
  • Sistematika Penulisan

Asuransi Jiwa Syariah Bumiputera, produk mitra iqra plus, keunggulan produk Mitra Iqra Plus, pelaksanaan akad mudhârabah produk Mitra Iqra Plus yang meliputi mulai dari berakhirnya akad, kontribusi premi pada produk Mitra Iqra Plus, berbagai keuntungan mengikuti Mitra Produk Iqra Plus, permintaan peserta produk Mitra Iqra Plus, sistem pengajuan produk Mitra Iqra Plus, mekanisme pengelolaan dana menggunakan sistem mudhârabah untuk produk Mitra Iqra Plus PT. Bab ini membahas tentang analisis pelaksanaan akad mudharab produk Mitra Iqra Plus di PT. Asuransi Jiwa Syariah Bumiputera dan sistem bagi hasil (mudhârabah) pada produk Mitra Iqra Plus di PT.

Kesesuaian tersebut terlihat dari tidak adanya unsur gharar dan maisir dalam ketentuan akad, besaran premi, jangka waktu akad asuransi, nisbah bagi hasil dan sumber pembayaran ganti rugi antara peserta asuransi dengan pihak PT. Asuransi Jiwa Syariah Bumiputera dan tidak ada unsur riba karena pengelolaan dana investasi peserta produk Mitra Iqra Plus ditempatkan pada sektor perekonomian berdasarkan prinsip syariah dan menggunakan sistem keterbukaan berdasarkan kesepakatan kedua belah pihak sebagai tercantum dalam kontrak polis asuransi. Asuransi jiwa syariah Bumiputera yaitu menggunakan dua jenis iuran premi dan akad yang pengelolaannya menggunakan akad mudhârabah yaitu yang pertama iuran premi yang dibayarkan peserta disetorkan ke dalam rekening tabungan yang berasal dari akad mudhârabah, dana tersebut digunakan untuk menabung tujuan investasi yang nantinya akan memberikan keuntungan Pembagian keuntungan kepada penanggung dan perusahaan asuransi, yang kedua, premi tabarru’ yang timbul dari akad tabarru’, peserta mengalokasikan dana tersebut untuk tujuan kebajikan yaitu gotong royong antar peserta.

Asuransi Jiwa Syariah Bumiputera merupakan salah satu jenis mudhârabah muthlaqah dengan prinsip bagi hasil bersih, dimana pemilik modal (shâhibul mâl) menyerahkan sepenuhnya pengelolaan harta kekayaannya kepada perusahaan dan tidak terbatas pada jenis usaha tertentu saja. waktu dan wilayah. agar para pelaku usaha (mudhârib) leluasa menentukan bagaimana mereka akan mengelola modalnya dan menggunakan prinsip sistem dalam menghitung bagi hasil yang dihitung dari total pengelolaan harta kekayaan tanpa dikurangi biaya operasional menjalankan perusahaan, tetapi hanya dengan mengurangi biaya administrasi dan menentukan bea masuk pada saat dimulainya kontrak asuransi. Perhitungan bagi hasil mudharabah sesuai dengan ketentuan perusahaan yang bergantung pada besar kecilnya iuran premi yang dibayarkan pemegang polis dan jangka waktu kontrak polis yang disetujui oleh pemegang polis. Penerapan sistem bagi hasil (mudhârabah) pada produk Mitra Iqra Plus telah sesuai dengan fatwa DSN-MUI no.

Kesesuaian tersebut tercermin dari perhitungan nisbah bagi hasil yang ditetapkan perusahaan untuk masing-masing pihak yang melakukan akad mudharabah produk Mitra Iqra Plus PT. Asuransi Jiwa Syariah Bumiputera sah karena bagi hasil telah disepakati di awal, dimana terdapat unsur kerelaan antara kedua belah pihak berdasarkan kesepakatan awal sesuai dengan isi perjanjian dan sistem/cara bagi hasil yang ditetapkan. disetujui dan dinyatakan dengan jelas pada saat tertanggung mendaftar. Permohonan asuransi dan ketentuan-ketentuan tersebut dijelaskan secara rinci dalam kontrak dan dinyatakan dalam persentase terhadap kekayaan perusahaan. Asuransi Jiwa Syariah Bumiputera harus lebih giat meningkatkan kualitas kenyamanan dan profesionalisme pelayanan kepada masyarakat, sehingga perlu dilakukan terobosan-terobosan baru seperti peningkatan sumber daya manusia di perusahaan asuransi dengan menguasai promosi produk, sehingga masyarakat dapat lebih memahami asuransi jiwa syariah bumiputera. pentingnya asuransi syariah.

Anwar, Syamsul, Hukum Akad Syariah, Kajian Teori Akad dalam Fiqih Muamalat, Jakarta: Rajawali Press, 2007. Hadi, Ahmad Chairul, Hukum Asuransi Syariah (Konsep Dasar, Aspek Hukum dan Sistem Operasional), Ciputat: UIN Press, 2015. Sula . , Muhammad Syakir, Konsep dan Sistem Operasional Asuransi Syariah (Jiwa dan Umum), Jakarta: Gema Insani, 2004.

AKAD MUDHȂRABAH PADA ASURANSI SYARIAH .23

Mudhârabah

Asuransi Syariah

PELAKSANAAN AKAD MUDHÂRABAH PADA

Gambaran Umum PT. Asuransi Jiwa Syariah Bumiputera

ANALISIS AKAD MUDHȂRABAH PADA PRODUK

Analisis Pelaksanaan Akad Mudhârabah Pada Produk

Analisis Sistem Perhitungan Bagi Hasil Mudhârabah

PENUTUP

Kesimpulan

99 dan dengan menggunakan persentase yang tidak menghasilkan keuntungan yang hanya dapat diterima oleh salah satu pihak sedangkan pihak yang lain tidak berhak atas hasil usaha mudhârabah.

Saran

Ali, Hasan, Asuransi Dalam Perspektif Hukum Islam: Tinjauan Analisis Historis, Teoritis dan Praktis, Jakarta: Prenada Media, 2004. Huda, Nurul dan Mohammad Heykal, Lembaga Keuangan Syariah Teoritis dan Praktis, Jakarta: Prenada Media Grup, 2010 Rais, Isnawati dan Hasanuddin, Fiqih Muamalah dan Penerapannya dalam LKS, Ciputat: Lembaga Penelitian UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, 2011.

Referensi

Dokumen terkait

Perjanjian adalah suatu peristiwa ketika seseorang berjanji kepada orang lain atau ketika orang itu saling berjanji untuk melaksanakan sesuatu hal. Dari peristiwa itu maka

Perjanjian adalah suatu perbuatan hukum mengenai harta benda kekayaan antara dua pihak, dalam mana satu pihak berjanji atau dianggap tidak berjanji untuk melakukan

Perjanjian adalah suatu peristiwa ketika seseorang berjanji kepada orang lain atau ketika orang itu saling berjanji untuk melaksanakan sesuatu hal. Dari peristiwa itu maka

Menurut Yan Pramadya Puspa dalam bukunya yang berjudul Kamus Hukum 8 , yang dimaksud dengan akad atau perjanjian adalah suatu perbuatan dimana seseorang atau

Teori kontrak sosial adalah suatu pandangan yang melihat bahwa kewajiban moral dan politis seseorang bergantung pada suatu kontrak atau perjanjian diantara mereka untuk

Perjanjian adalah suatu peristiwa ketika seseorang berjanji kepada orang lain atau ketika orang itu saling berjanji untuk melaksanakan sesuatu hal. Dari peristiwa itu maka

(RajaGrafindo Persada, Jakarta, 2003), hlm 89.. Dari awal perjanjian nasabah sudah berniat untuk memiliki objek perjanjian IMBT dan Bank Syariah juga sudah berjanji untuk menjual

Dalam kegiatan asuransi jiwa bertujuan menanggung seseorang terhadap kerugian finansial yang tak terduga yang disebabkan karena meninggalnya seseorang atau kontrak