• Tidak ada hasil yang ditemukan

ANALISIS DAMPAK GAYA MENGAJAR GURU TERHADAP KETERAMPILAN MEMBACA AL-QUR’AN ANAK DI TPQ AL-HUDA

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "ANALISIS DAMPAK GAYA MENGAJAR GURU TERHADAP KETERAMPILAN MEMBACA AL-QUR’AN ANAK DI TPQ AL-HUDA "

Copied!
85
0
0

Teks penuh

PENDAHULUAN

LANDASAN TEORI

Definisi Keterampilan

Pengertian keterampilan adalah kemampuan menggunakan akal, pikiran, gagasan dan kreatifitas dalam mengerjakan, mengubah atau menjadikan sesuatu lebih bermakna, guna menciptakan nilai dari hasil pekerjaan. Berdasarkan pengertian-pengertian tersebut di atas, dapat disimpulkan bahwa keterampilan berarti kemampuan untuk melakukan suatu pekerjaan dengan mudah dan hati-hati, yang memerlukan keterampilan dasar.12.

Definisi Al-Qur‟an

Al-Qur'an menyajikan norma dan etika dengan jelas, tegas dan menyeluruh sehingga bisa dipisahkan antara yang benar dan yang salah. Artinya : “Maha Suci Allah yang menurunkan Al Furkan (Al Qur’an) kepada hamba-Nya untuk menjadi peringatan bagi seluruh alam”. b) Adz-Dzikir yang artinya peringatan 18 Nama ini menunjukkan fungsi Al-Qur'an sebagai pendorong bersedekah yaitu agar manusia beramal shaleh dan sesuai dengan keutamaannya, karena. 16 Achmad Luthfi, Pengajaran Al-Qur'an dan Hadits, (Jakarta: Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama RI, 2012), H.

Nama ini menunjukkan fungsi Al-Quran sebagai petunjuk yang melaluinya hanya manusia yang dapat mencapai keredhaan Allah SWT. Artinya: “Dan jika salah seorang dari orang-orang musyrik itu meminta perlindungan kepadamu, maka lindungilah ia agar ia sempat mendengar perkataan (Al-Qur’an).” e) Al-Kitab, iaitu sesuatu yang tertulis. Pada nama ini terdapat tanda perintah Rasulullah untuk mencatat wahyu Allah, dan di dalamnya terdapat ramalan bahwa Al-Qur'an akan menjadi kitab yang abadi yang dapat ditulis dan dibaca.

Membaca Al-Qur‟an

Dalam membaca Al-Qur’an, seseorang dituntut mampu melafalkan huruf-huruf Makhraj sesuai kaidah. Apalagi ketika membaca Al-Qur'an, kemampuan tersebut harus dibarengi dengan kemampuan mengetahui (mengetahui) bacaan dan menggunakannya dalam membaca teks. Hal ini dapat dipahami dari perintah membaca Al-Qur'an secara tartil yaitu firman Allah.

Membaca Al-Quran dengan niat ikhlas dan niat baik merupakan ibadah yang mendapat pahala bagi seorang muslim. Demikian pula kegiatan membaca Al-Qur'an huruf demi huruf bernilai satu amal dan satu amalan tersebut bisa dilipatgandakan menjadi sepuluh amalan baik. Membaca Al-Quran tidak hanya sekedar ibadah, namun juga bisa menjadi obat dan penawar jiwa yang gelisah, pikiran yang kacau, hati nurani yang gelisah, dan lain sebagainya, sebagaimana firman Allah SWT dalam QS.

Keterampilan Membaca Al-Qur‟an

Selain itu, terdapat dua kategori metode membaca Al-Qur’an lainnya, yaitu hadr (ردح) yaitu membaca cepat, dan tadwir (ريودت) yaitu membaca dengan kecepatan sedang. Qira'ah (ةءارق), berasal dari kata qara'a (أرق) yang berarti "bacaan", yang harus dibedakan penggunaannya untuk menyebut istilah yang menunjukkan ragam bacaan Al-Qur'an. Di sini bacaan Al-Qur'an mencakup hal-hal yang ada dalam istilah lain, seperti nada tinggi dan rendah, penekanan pola durasi bacaan, dan sebagainya.

Manakala menurut ilmu tajwid, tajwid. ialah memperbaiki bacaan huruf/kalimat al-Quran satu persatu secara jelas, teratur, perlahan dan santai mengikut kaedah-kaedah ilmu tajwid. Jadi ilmu tajwid adalah ilmu belajar membaca Al-Qur’an dengan baik dan benar sehingga sempurna maknanya. 27. Kedua-dua indikator iaitu makhraj dan tajwid digabungkan dan kemudiannya dijadikan sebagai ukuran kecekapan membaca al-Quran. 31.

Taman Pendidikan Al-Qur‟an (TPQ)

Kondisi anak secara keseluruhan yang mengikuti kegiatan membaca Al-Quran di TPQ Al-Huda. Apakah pembacaan Al Quran di TPQ Al-Huda sudah sesuai dengan peraturan yang diterapkan? Dengan demikian akan terlihat kebenaran teori yang ada mengenai tingkat kemampuan membaca Al-Quran anak di TPQ Al-Huda.

Pelaksanaan pembacaan Al-Qur’an di TPQ Al-Huda mempunyai beberapa tahapan yaitu pembukaan, kegiatan inti dan penutupan. Apa saja faktor yang mempengaruhi kemampuan membaca Al-Quran anak di TPQ Al-Huda. Proses membaca Al-Quran dilakukan secara tatap muka (langsung), oleh guru kepada anak.

Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Kemampuan Membaca Al-Qur‟an

Kajian Penelitian Terdahulu

Kerangka Berfikir

TPQ merupakan wadah bagi para orang tua untuk mengembangkan anaknya menjadi seseorang yang paham membaca Al-Quran. Mengingat perkembangannya dari tahun ke tahun sudah meluas dimana-mana. Tidak sulit untuk mendapatkan TPQ, namun pesatnya perkembangan TPQ TPQ akan bertahan selamanya dan meningkatkan kualitas membaca Al-Quran. Berdasarkan fenomena penurunan kualitas membaca Al-Quran, ditemukan bahwa siswa di berbagai TPQ mengalami kesulitan dalam membaca Al-Quran dan ketidaktelitian dalam membacanya. Dari gambaran di atas dapat kita lihat bahwa faktor-faktor yang mengakibatkan tingkat keterampilan membaca Al-Quran dipengaruhi oleh dua faktor yaitu internal dan eksternal, internal merupakan pengaruh dari dalam sedangkan eksternal merupakan pengaruh dari luar.

Internal terbagi menjadi dua yaitu fisiologis dan psikologis, fisiologis itu sendiri merupakan faktor yang berhubungan dengan kondisi fisik seseorang, kondisi fisik ini juga mempengaruhi tingkat ketrampilan membaca Al-Qur'an, dimana jika secara fisik sehat dan bugar maka anda dapat menerima pengajaran yang diberikan dan sebaliknya. Semua itu menunjang kegiatan TPQ agar proses belajar mengajar dapat berjalan dengan lancar. Hal ini diharapkan dapat meningkatkan literasi Al-Qur’an di TPQ. Pengaruh keluarga dapat berupa : cara orang tua membesarkan, pengertian orang tua, hubungan antar anggota keluarga, suasana rumah tangga dan keadaan keuangan keluarga.

METODE PENELITIAN

  • Setting Penelitian
  • Subjek dan Informan
  • Teknik Pengumpulan Data
  • Teknik Analisa Data
  • Teknik Keabsahan Data

Nama TPQ Al-Huda diambil dari nama masjid yang digunakan sebagai tempat para santri belajar Al-Quran. Berdasarkan hasil observasi peneliti, di TPQ Al-Huda belum bisa dikatakan keterampilan anak dalam membaca Al-Quran lancar sesuai kaidahnya. Anda bisa membaca Al Quran sesuai makhorijul hurufnya, namun tidak semuanya, ada beberapa huruf yang tidak bisa.

Apa saja kendala yang dihadapi dalam meningkatkan kemampuan membaca Al-Quran dan apa solusi untuk mengatasinya? Proses membaca Al-Qur’an di TPQ Al-Huda meliputi kegiatan awal, esensial dan akhir, dengan menggunakan panduan Iqra’. Babysitter diharapkan dapat mengawasi dan berusaha memperhatikan anak-anaknya saat mengaji.

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

Identitas Lembaga

Visi dan Misi TPQ Al-Huda

Pembelajaran yang diajarkan di TPQ untuk pelajaran masih kurang diulang-ulang, masih malas-malasan dan jarang membaca Al-Quran di waktu senggang. Membaca Al-Quran di waktu senggang jarang diulang-ulang, setelah magrib kadang saya membacanya ketika baru ingin membaca. Namun guru selalu membimbing anak dalam membaca Al-Qur'an, meskipun ada beberapa huruf yang tidak dapat disebutkan namanya sendiri oleh anak tersebut.

Mengetahui adanya peningkatan dalam membaca Al-Qur'an oleh anak, maka dapat dilihat terlebih dahulu, bagaimana cara anak membaca Al-Qur'an. Kendala yang kami hadapi dalam meningkatkan kemampuan mengaji Al-Qur’an antara lain adalah sarana dan prasarana yang menunjang hal tersebut. Sarana dan prasarana masih kurang, terutama yang digunakan untuk meningkatkan hafalan Al-Qur’an.

Guru TPQ hanya mengajarkan makhorijul huruf dan tata cara tajwid pada saat anak membaca Al Quran dan pada saat anak tidak bisa atau salah dalam pengucapannya. Iwandi, 2009, “Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Kemampuan Membaca Al-Qur'an Siswa di Madrasah Aliyah Negeri 1 Pekanbaru Pekan Baru.

Keadaan Ustad & Ustadzah

Keadaan Anak di TPQ Al-Huda

Tingkat ketrampilan seorang anak dalam membaca Al-Qur’an sebenarnya hanya guru, anak dan wali anak yang dapat menilai apakah anak tersebut telah bangkit atau terjatuh. Karena masih banyak anak yang belum lancar membaca Al-Qur'an, banyak orang yang melupakan materi yang diajarkan. Apakah anak Anda mengulangi pelajaran TPQ dalam hal ini seperti membaca Al-Qur'an setelah selesai shalat atau membaca Al-Qur'an di waktu senggang?

Bagaimana tingkat kemampuan membaca Al-Qur’an anak di TPQ Al-Huda? Masih banyak anak-anak di TPQ Al-Huda yang belum bisa membaca seluruh huruf hijayah, khususnya pada Al-Qur'an sesuai huruf makhorijul dan Tajwid. Sedangkan faktor penghambat peningkatan kemampuan membaca Al-Qur’an santri di TPQ Al-Huda adalah sarana prasarana yang kurang, alokasi waktu bimbingan yang kurang, kondisi instrumental ustaz dan lingkungan keluarga. Para ustadz di TPQ juga belum profesional dalam mengajar karena kurangnya guru yang mengikuti pelatihan metode pengajaran Al-Qur'an.

Faktor yang mempengaruhi kemampuan membaca Al Quran anak di TPQ Al-Huda meliputi faktor pendukung dan faktor penghambat, faktor pendukung berasal dari diri anak itu sendiri seperti kecerdasan, minat, sikap dan bakat. Luthfi Achmad, 2012, Pengajaran Al Quran dan Hadits, Jakarta: Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama Republik Indonesia.

Sarana & Prasarana TPQ Al-Huda

Sumber Pembiayaan

Temuan Penelitian

Karena yang mengajar adalah yang terpenting sesuai dengan materi yang diajarkan, seperti bacaan Al Quran yang benar, doa, hafalan anak dan pengetahuan Islam anak. Hikmahnya terkadang diulangi setelah anda hafal Al-Qur'an agar tidak lupa, meskipun ustadz belum menambahkan hafalannya untuk saat ini. Untuk meningkatkan keterampilan membaca Al-Quran, hendaknya anak dapat membaca Al-Quran sesuai dengan makhorijul huruf dan hukum tafsirnya, tanpa memandang apakah anak telah diajarkan tentang makhorijul huruf dan hukum tajwid.

Berdasarkan hasil observasi bahwa di TPQ Al-Huda, membaca Al-Qur'an sesuai makhorijul huruf dan tajwid merupakan salah satu cara untuk meningkatkan kemampuan membaca Al-Qur'an anak karena pembacaan Al-Qur'an harus tepat khususnya mengenai makhorijul surat dan hukum bacaannya. Ada anak yang bisa membaca Al-Quran sesuai makhorijul huruf dan kaidah tajwidnya, namun ada sebagian anak yang sering lupa bagaimana cara melafalkannya sesuai makhorijul huruf dan kaidah tajwidnya. Berdasarkan hasil observasi yang dilakukan peneliti, anak dapat menamai huruf sesuai makhorijul huruf dan membaca Al-Quran sesuai kaidah tajwid, namun tidak semua huruf hijayah sesuai dengan huruf makhorijul.

Pembahasan Hasil Penelitian

Di TPQ Al-Huda hanya sedikit waktu yang digunakan untuk pengajaran membaca Al-Quran dan dilaksanakan pada hari Senin sampai Kamis di akhir Atsar dengan jumlah siswa kurang lebih 20 orang. Bagi ketua TPQ hendaknya selalu mengecek TPQ-nya agar dapat mengetahui kekurangan-kekurangan dalam rangka meningkatkan kemampuan membaca Al-Quran siswa, seperti menambah buku panduan, buku Iqra, dan lain-lain. Agar anak-anak kedepannya akan lebih banyak belajar baik di masjid maupun di rumah mempelajari Al-Qur’an dan tidak akan pernah bosan untuk mempelajarinya, apalagi menurut surat mahorijul.

Bagi peneliti merupakan pengalaman bahwa bekerja dalam kelompok tidaklah mudah dan peneliti tertarik untuk membuat TPQ guna meningkatkan kemampuan membaca Al-Qur’an melebihi huruf makhorijul. Harun Mādir, Munawiroh, 2007, Kemampuan Membaca dan Menulis Al-Qur'an Siswa SMA, Jakarta Timur: Pusat Penelitian dan Pengembangan Ceramah Keagamaan, Badan Penelitian dan Pengembangan, Kementerian Agama Republik Indonesia. Maulana Muhammad Rifqi, 2016, “Pengaruh Bimbingan Orang Tua Terhadap Kemampuan Santri Membaca Al-Qur’an di TPQ Asy-Syafi’iyah Pekalongan Batealit Jepara”, Semarang.

PENUTUP

Saran

Referensi

Dokumen terkait

Menyentuh bagian tubuh anak perempuan ketika bermian, untuk itu saya selalu mengajarkan anak saya untuk selalu berhati-hati ketika bermain dengan anak lawan jenis harus ada batasanya.69