See discussions, stats, and author profiles for this publication at: https://www.researchgate.net/publication/328662854
ANALISIS DESAIN LOGO BERDASARKAN TEORI: EFEKTIF DAN EFISIEN
Preprint · February 2017
DOI: 10.13140/RG.2.2.20543.97448
CITATION
1
READS
44,537
1 author:
Sapitri Januariyansah State University of Medan 44PUBLICATIONS 58CITATIONS
SEE PROFILE
All content following this page was uploaded by Sapitri Januariyansah on 01 November 2018.
The user has requested enhancement of the downloaded file.
ANALISIS DESAIN LOGO BERDASARKAN TEORI: EFEKTIF DAN EFISIEN
Oleh
Sapitri Januariyansah
Program Pascasarjana, Universitas Negeri Yogyakarta Email: [email protected]
Abstrak
Logo sangat banyak digunakan di masa sekarang. Logo dapat mempresentasikan nilai dan visi dari yang menggunakannya. Penggunaan logo yang efektif dan efisien menjadi landasan awal untuk tujuan dari logo itu sendiri. Agar dapat menjadikan logo sebagai media visual yang tepat diperlukan teori-teori yang tepat untuk membuat logo tersendiri. Pembahasan tentang logo yang baik dapat membantu para pengguna logo untuk mendesain logo secara efektif dan efisien.
Paper ini merupakan kajian pustaka tentang penggunaan logo yang benar. Terdapat tiga jenis logo yang dijadikan sampel yaitu logo Pos Indonesia, Bank Mandiri, dan Ades. Pada ketiga jenis logo tersebut telah mencakup beberapa prinsip dan elemen dari cara mendesain yang baik. Ketiga logo tersebut dapat mempresentasikan nilai dan visi dari jenis perusahaan yang digunakan.
Keyword: Logo, Desain, dan Perusahaan
A. Pendahuluan
Logo merupakan suatu simbol dari suatu brand. Penggunaan logo menjadi hal yang penting untuk mengenalkan brand ke konsumen dan pasaran. Logo memiliki karakteristik yang dapat menyampaikan visi dan misi dari perusahaan atau lembaga yang menggunkannya. Pada masa sekarang logo telah banyak digunakan oleh masyarkat luas sebagai satu sumbol tesendiri. Logo digunakan oleh banyak perusahaan kelas satu seperti pertamina, pertambangan batu bara dan juga digunakan oleh perusahaan kelas dua seperti manufaktur, contohnya
perusahaan Astra, Toyota, Mistsubisi, dan lain sebagainya. Tidak hanya sebata perusahaan besar saja, perusahaan di bidang jasa seperti pakaian, makanan, dan layana masyarakat juga selalu menggunakan logo. Di sisi lain lembaga pendidikan dan organisasi termasuk lembaga yang menggunakan logo.
Penggunaan logo yang sangat banyak menjadikan desain dari logo menjadi sangat penting untuk diperhatikan.
Fungsi-fungsi logo tergantung dari jenis perusahaan yang menggunakan. Misal, perusahaan pertambangan menggunkan logo hanya sebatas simbol yang mengantarkan nilai-nilai perusahaan,
berbeda dengan perusahaan makanan.
Pada perusahaan makanan selain sebagai simbol karekteristik dan penyampai nilai, logo juga digunakan sebagai daya tarik untuk memikat pelanggan, contohnya pada logo rumah makan yang memiliki karakteristik pedas, logo yang digunkan dapat berupa gambar cabe berwarna merah.
Konsumen akan langsung mengerti bahwa rumah makan tersebut menyediakan makanan yang pedas dengan hannya melihat cabainya. Tetapi penggunaan logo juga terkadang tidak senada dengan ciri khas dari lembaga yang menggunakannya, hal ini membuat penyampaian dari maksud logo ke konsumen menjadi terhalang. Oleh karena itu perlu dibahas lebih mendalam tentang karakteristik dari logo berdasarkan teori yang ada untuk menselaraskan maksud dari logo, sehingga penggunaan logo menjadi efektif dan efisien. Logo pada dasarnya memiliki banyak arti berdasarkan sudut pandang pengguna dan penilainya.
Penafsiran makna dari logo yang beragam menjadikan penggunaan logo kadang tidak sesuai dengan teori yang ada. Akibatnya penyampaian nilai oleh logo tidak terlaksana dengan baik dan benar. Oleh karena itu diperlukan kesepemahaman dalam memaknai dan mengartikan sebuah logo.
Definisi Logo
Logo berasal dari bahasa Yunani yaitu Logos yang berarti pikiran atau adalah penyajian atau tampilan nama,bentuk seragam, tulisan, atau ciri khas perusahaan secara visual (Anggoro, 2001). Robin Landa menuturkan bahwa
“A logo is the single graphic design application that will be a part of every other brand design application. It is the signifier. It is the identifier. It is the twosecond “label” or alarm screaming out which brand or company or person or entity you are dealing with” yang bila diartikan menjadi “Logo adalah aplikasi desain grafis tunggal yang akan menjadi bagian dari setiap merek lain aplikasi desain. Ia adalah penanda. Ia adalah pengenal. Ia adalah kedua-dua "label"
atau alaram yang berteriak merek mana atau perusahaan atau orang maupun badan anda hadapi”. Menurut Kusrianto (2009: 232) bahwa logo atau tanda gambar (picture mark) merupakan identitas yang dipergunakan untuk menggambarkan citra dan karakter suatu lembaga atau perusahaan maupun organisasi. Logo adalah tanda visual yang berbicara kepada konsumen melalui gambar untuk mengimpresikan nilai, dan fungsi perusahaan kepada masyarakat (Rockport, 2007). Logo merupakan sebuah huruf atau sebuah plat yang dicetakkan yang memiliki
makna, yang biasa dipergunakan sebagai nama surat kabar atau lambang.
(Merriant-wrebster dictionary, 1816) Fungsi-fungsi Logo
Penggunaan logo pada setiap perusahaan bukan tidak memiliki tujuan dan fungsi, melainkan terdapat maksud tersendiri dari penggunaannya.
Penggunaan logo sering diartikan sebagai simbol yang mewakili perusahaan. Menurut David E. Carter (seperti dikutip Al, 1982), tujuan dari logo yaitu: 1) Sebagai ciri khas dan identitas agar mudah dikenal oleh publik, 2) Sebagai penunjuk karakter perusahaan di mata publik, 3) Menginformasikan jenis usaha untuk membangun image, 4) Merefleksikan semangat dan cita-cita perusahaan, dan 5) Menumbuhkan kebanggaan di antara anggota perusahaan. Melihat tujuan dari logo tersebut tentu logo dapat digunakan untuk menggantikan seluruh dari yang ingin dikenalkan penggunanya ke masyarakat melalui logo tersebut. Selain memiliki tujuan logo juga memiliki beberapa fungsi yang menurut John Murphy dan Michael Rowe (1998) fungsi-fungsi dari logo yaitu: 1) Fungsi identifikasi: khalayak dapat mengidentifikasi perusahaan tersebut bergerak di bidang apa dan barang serta jasa apa yang dihasilkan, 2) Fungsi pembeda: logo dapat membedakan
perusahaan yang satu dengan perusahaan yang lain, produk yang satu dengan produk yang lainnya, 3) Fungsi komunikasi: logo berperan sebagai pemberi informasi (jika berupa rambu- rambu), dan dapat juga menjadi pemberi tahu keaslian sebuah produk, 4) Merupakan aset yang berharga. Jika produk tersebut lebih dikenal di negaranegara lain maka suatu perusahaan/merek akan dihargai dengan cara waralaba, dan 5) Mempunyai kekuatan hukum. Logo yang telah diregistrasi dapat dijadikan jaminan kualitas produk yang dilindungi Undang-Undang. Berdasarkan fungsi- fungsi tersebut pada dasarnya logo yang baik adalah benar-benar menjadi ciri khas bagi penggunanya, menjadi tanda pengenal, dan berbeda dengan logo lainnya.
Jenis-jenis Logo
Secara umum penggunaan logo secara bentuk memiliki perbedaan yang beragam. Ada logo yang berbentuk gambar dan ada juga logo dalam bentuk huruf. Menurut John Murphy and Michael Rowe (1998), logo digolongkan menjadi 7 jenis yaitu:
Name Only Logo
Logo jenis ini adalah logo yang dimabil dari sebuah nama dengan menggunakan gaya grafis kgusus. Logo ini memberikan ketegasan dan pesan
langsung kepada konsumen. Contohnya:
Samsung, Sony, Nikon dan lain-lain.
Name/Symbol Logo
Logo jenis ini terdiri dari nama perusahaan atau produk dengan gaya tipografis yang berkarakter kuat, tersusun dari bentuk-bentuk grafis seperti oval, kotak, atau lingkaran. Logo ini memiliki kelebihan pada betuknya yang ringkas dan fleksibel karena logo jenis ini mampu berdiri sendiri.
Contohnyha logo Ford, Du Pont, Hertz, dan lain-lain.
Initial Letter Logo
Logo jenis ini menggunakan huruf awal atau inisial dari nama produk atau perusahaan dan menjadikannya sebagai elemen utama logo tersebut. Logo jenis ini terkadang menunjukkan gabuangn nama pemilik perusahaan. Contohnya logo Hewlett-Packard, IBM, RCTI, dan lain-lain.
Pictorial Name Logo
Logo jenis ini menggunakan nama produk atau organisasi sebagain komponen penting dari gaya logo, dimana secara keseluruhan logo ini memiliki gaya yang sangat khusus.
Contohnya Coca Cola, Kodak, MCDonald, dan lain-lain.
Associative Logo
Logo jenis ini berdiri bebas yang biasanya tidak memuat nama produk atau perusahaan, tetapi memiliki asosiasi
langsung dengan nama, produk, atau wilayah aktifitasnya. Logo jenis ini mempunyai daya tarik dan mudah difahami. Contohnya logo perusahaan minyak Shell yang menggunakan gambar kerang sebagai asosiasi dari fosil penghasil minyak.
Allusive Logo
Logo jenis ini bersifat kiasan yang memiliki hubungan yang tidak langsung antara nama dengan logonya yang membuatnya sulit difahami sehingga membuat orang lain memerlukan waktu yang cukup lama untuk memahaminya.
Contohnya logo Mercendes Benz yang terdiri dari bentuk bintang segitiga yang mempresentasikan dari sistem kemudi mobil.
Abstract Logo
Logo Jenis ini memiliki bentuk visual yang abstrak yang dapat menimbulkan beragam presepsi pemahaman tergantung dari daya paham konsumen.
Contohnya logo Citroen, Bakrie Brothers, dan lain-lain.
Secara umum logo juga terbagi menjadi dua bagian berdasarkan bentuknya.
Logo tersebut dapat berupa huruf atau angka dan berupa gambar. Kedua jenis logo tersebut biasa dikenal dengan LogoGram dan LogoType. Logogram, adalah simbol atau karakter yang digunakan untuk menyampaikan suatu kata, yang menggambarkan bidang
usaha dari suatu bisnis perusahaan atau organisasi. Logogram ini dapat juga diartikan dengan logo berupa gambar yang digunakan untuk mempromosikan produk atau jasa dari perusahaan.
Sedangkan Logotype fungsinya sama dengan logo gram tetapi dalam hal ini logotype hanya tervisualisasikan berupa huruf atau tipografi saja (Rustan, 2009: 12-13).
Syarat-syarat Logo
Sebagai karya seni rupa, sebuah logo tidak bisa lepas dari elemen-elemen seni rupa dasar yang membentuknya seperti bentuk, warna, dan tipografi. Seperti yang dikemukakan oleh John Murphy dalam buku “How to Design Trademarks and Logos': 'The successful designer of trademarks and logos needs to have basic intellectual and draftsmanship skills in addition to a sensitivity to the aesthetic elements of design”. Yang berarti, seorang perancang logo dan cap dagang yang sukses, perlu memiliki kepandaian dasar dan keterampilan menggambar dalam hubungannya dengan 8 kepekaan terhadap elemen estetika desain, elemen logo ini, sesuai dengan pendapat Timothy Samara dalam buku 'Lagos', yang menyatakan bahwa elemen logo terdiri dari garis yang membentuk logo (bentuk logo), wama, dan tipografi
dalam pembuatan logo tersebut (Samara, 2007).
Logo dibuat tidak secara sembarangan akan tetapi memiliki ketentuan- ketentuan yang perlu diperhatikan. Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam membuat logo. Menurut David E Carter dalam kursianto (2009: 234) pertimbangan-pertimbangan yang perlu diperhatikan dalam pembuatan logo yang baik adalah: 1) Original dan Destinctive yaitu nilai kekhasan, keunikan, dan daya pembeda yang jelas, 2) Legilable yaitu memiliki tingkat keterbacaan yang tinggi meskipun diaplikasikan dalam berbagai ukuran media yang berbeda-beda, 3) Simple atau sederhana yaitu mudah ditangkap dan dimengerti dalam waktu yang relatif singkat, 4) Memoreble yaitu mudah diingat karena keunikannya bahkan dalam waktu yang lama, 5) Easilly associated with The Company yaitu logo dapat menghubungkan atau mengasosiasikan terhadap jenis usaha dan citra dari suatu perusahaan atau organisasi, dan 6) Easilly Applied to All Media yaitu faktor kemudahan mengaplikasikan (memasang) logo baik menyangkut fisik, warna maupun konfigurasi logo pada berbagai media grafis.
Elemen-elemen Desain
Dalam mendesain sebuah karya visual terdapat beberapa hal yang perlu diperhatikan. Menurut Robin Landa (2011) elemen-elemen dari desaian adalah:
Line/Garis
Garis adalah elemen yang membentuk suatu gambar. Garis dapat digunakan untuk memberi kepribadian pada gambar. Garis dapat longgar dan bebas atau dapat lurus dan tajam. Penggunaan garis dapat memberikan dampak emosional dan menciptakan pola pada citra visual. Garis juga dapat digunakan sebagai bentuk “bahasa universal”
dalam komunikasi. Singkatnya garis dirancang untuk membuat pesan.
Shapes/Bentuk
Bentuk adalah elemen dasar desain yang menentukan area ruang tertentu. Dalam benyak kasus, bentuk dibangun oleh garis-garis. Terdapat tiga bentuk dasar yaitu persegi, lingkaran, dan segitiga.
Setiap dari bentuk dasar memiliki makna tersendiri. Persegi memproyeksikan sikap kejujuran dan kesetaraan, segitiga adalah salah satu dari konflik atau tindakan, dan lingkaran menunjukan perasaan perlindungan dan ketidakterbatasan.
Mass/Massa atau Kumpulan
Massa adalah ukuran volume yang menambahkan definisi pada bentuk
dalam presentasi visual. Masa atau bagian yang padat bentuknya memberikan hubungan visual dengan elemen lainnya. Bentuk berbeda dari intensitas yang bariasi yang dikenal sebagai robot serta dapat digunakan untuk menkankan atau tidak menekankan tipe dari gaya.
Texture/Tektur
Tekstur gambar visual adalah struktur proyeksi atau berat yang ditekankan.
Saat mengukur tekstur suatu benda, kecendrungan pertama adalah menyentuh permukaan. Tekstur biasanya berbentuk visual dalam komunikasi visual. Tekstur muncul sebagai elemen desain pada saat gambar visual mencerminkan arti garis atau saat massa membentuk gambar yang mencerminkan teknis khusus. Tekstur bervariasi dan tergantung pada struktur dan berat masing-masing huruf, jumlah ruang antar garis, dan jumlah massa di ruang tertentu. Tekstur sebenarnya untuk gembar tercetak dapat diproduksi dengan embossing, yang menekan bentuk atau permukaan tidak beraturan ke dalam substrat.
Color/Warna
Warna merupakan elemen penting untuk dipertimbangkan saat merencanakan atau merancang produk tercetak. Warna dapat menarik perhatikan dan menghasilkan dampak emosional dan
psikologi yang kuat. Warna yang berbeda memiliki makna tradisional dan simbolis. Pemahaman tentang warna menjadi penting dalam desain. Warna digunkan untuk menambah minat dan variasi pada desain. Warna menggambarkan: 1) warna suasana hati memproyeksikan suasana hati yang berbeda seperti warna kuning, orange, dan merah dianggap warna hangat dan sering menunjukan agresi, kegembiraan, dan bahaya sedangkan biru, hijau, dan ungu dianggap warna sejuk dan berhubunagn dengan alam dan kelambanan, 2) roda warna adalah alat visual yang menggambarkan dasar-dasar warna. Roda warna didasarkan pada tiga warna utama. Warna utama adalah merah, kuning, dan biru. Mencampurkan dua jenis warna utama akan menghasilkan warna sekunder yang dapat berupa warna hijau, orange, dan ungu. Dua sistem pembentukan warna dapat berupa aditif dan subtraktif.
Warna utama aditif adalah merah, hijau, dan biru sedangkan warna subtraktif adalah cyan, magenta, dan kuning. Dan warna utama dan warna skunder jika dicampurkan akan menghasilkan warna lain.
Prinsip-prinsip Desain
Pada saat mendesain selain memperhatikan elemen-elemen desain, juga perlu memperhatikan prinsip-
prinsip desain. Prinsip desain brfungsi untuk memastikan gambar memiliki hubungan yang menyenangkan.
Menurut Robin Landa (2011) prinsip- prinsip desain adalah sebagai berikut:
Balance/Keseimbangan
Keseimbangan menggambarkan distribusi gambar yang merata untuk menciptakan efek visual yang menyenangkan. Keseimbangan memiliki pengaruh psikologi pada presepsi manusia. Prinsip ini dapat diilustrasikan dengan penempatan huruf pada skala.
Keseimbangan terbagi menjadi dua jenis yaitu formal (simetris) dan informal (tidak simetris). Keseimbangan formal dapat dicapai dengan memposisikan halaman pada bobot yang sama dan posisis yang simetris. Sedang keseimbangan dapat dicapai dengan mengubah nilai, ukuran, atau lokasi elemen pada halaman.
Contrast/Kontras
Kontras adalah variasi dari elemen dalam produk yang tercetak, misal jika penggunaan garis hanya menggunakan garis tebal saja maka akan terkesan monoton, tetapi jika ditambahkan garis tipis maka akan menjadi lebih menarik.
Gaya tipe dapat dikontraskan untuk menghasilkan variasi keterbacaan dan desain yang lebih besar. Beberapa kontras yang berguna dapat berupa bulat
dan lurus, berhias dan polos, dan luas dan sempit.
Unity/Kesatuan
Kesatuan adalah keseimbangan yang tepat dari semua elemen dalam sebuah gambar sehingga hasil keseluruhan menyenangkan dan gamabr dipandang sebagai satu kesatuan. Setiap elemen harus berada pada posisi yang tepat untuk menciptakan citra yang harmonis.
Desain dapat dipindahkan dan dimanipulasi untuk menciptakan kombinasi elemen yang menarik dan fungsional.
Rhythm/Irama
Pergerakan mata pembaca sering ditentukan oleh bentuk yang digunakan pada gambar. Alun-alun itu mencerminkan gerakan horizontal dan vertikal. Segitiga tersebut mencerminkan gerakan diagonal, dan lingkaran tersebut mencerminkan kurva.
Irama dalam hasil desain saat elemen sudah benar digunakan untuk membuat gerakan dan arah visual. Irama juga bisa dicapai melalui penggunaan pola atau pengulangan. Pola dapat digunakan berlawanan dengan elemen untuk membuat desain yang efektif.
Proportion/Proporsi
Proporsi adalah hubungan antar elemen dalam suatu citra. Penggunaan proporsi membantu mencapai keseimbangan dan kesatuan dalam suatu tata letak. Semua
elemen harus sebanding satu sama lain.
Bila menggunakan jenis gaya yang berbeda, penting bagi mereka untuk mengikuti elemen lain pada halaman.
Menggunakan proporsi adalah sarana untuk mengembangkan hubungan yang menyenangkan secara estetis antara masing-masing elemen dalam tata letak.
Pengetahuan dasar tentang elemen dan prinsip desain adalah kunci untuk memahami pedoman yang digunakan dalam tata letak. Tata letak atau mekanis yang telah selesai harus menunjukkan prinsip desain yang baik. Proses penyusunan layout sheet sering dilakukan oleh seniman yang sama yang bertanggung jawab atas disain.
Tipografi
Menurut Sihombing (2001) tipografi merupakan representasi visual dari sebuah bentuk komunikasi verbal dan merupakan properti visual yang pokok dan efektif. Sedangkan menurut Rustan (2009) pemilihan atau penciptaan jenis huruf perusahaan tidak berdasarkan pada selera/kesukaan semata. Masing- masing jenis huruf, seperti elemen identitas lainnya, membawa sifat kepribadian sendiri-sendiri. Pada umumnya ada beberapa prinsip yang digunakan dalam tipografi, antara lain:
1) Legibility, tingkat keterbacaan yang ditentukan oleh segala atribut visual yang dapat membuet huruf lebih
terbaca, 2) Visibility, terfokus pada apakah jenis huruf tertentu dapat dilihat atau tidak. Berikut kami sajikan beberapa jenis huruf berdasarkan klasifikasi yang dilakukan oleh James Craig, antara lain sbb:
Roman
Ciri dari huruf ini adalah memiliki sirip/kaki/serif yang berbentuk lancip pada ujungnya. Huruf Roman memiliki ketebalan dan ketipisan yang kontras pada garis-garis hurufnya. Kesan yang ditimbulkan adalah klasik, anggun, lemah gemulai dan feminine.
Egyptian
Adalah jenis huruf yang memiliki ciri kaki/sirip/serif yang berbentuk persegi seperti papan dengan ketebalan yang sama atau hampir sama. Kesan yang ditimbulkan adalah kokoh, kuat, kekar dan stabil.
San Serif
Pengertian San Serif adalah tanpa sirip/serif, jadi huruf jenis ini tidak memiliki sirip pada ujung hurufnya dan memiliki ketebalan huruf yang sama atau hampir sama. Kesan yang ditimbulkan oleh huruf jenis ini adalah modern, kontemporer dan efisien.
Script Script Script Script Script Script Script Scri
Huruf Script menyerupai goresan tangan yang dikerjakan dengan pena, kuas atau pensil tajam dan biasanya miring ke
kanan. Kesan yang ditimbulkannya adalah sifast pribadi dan akrab.
Miscellaneous
Huruf jenis ini merupakan pengembangan dari bentukbentuk yang sudah ada. Ditambah hiasan dan ornamen, atau garis-garis dekoratif.
Kesan yang dimiliki adalah dekoratif dan ornamental.
B. Pembahasan
Logo sebagai sarana yang mempresentasikan nilai dari yang menggunakan memerlukan kriteria sendiri untuk dapat berguna secara benar. Pada pembahasan ini akan dibahas tiga jenis logo yaitu logo Pos Indonesia, bank Mandiri, dan Ades.
pembahasan mengacu pada teori yang telah disampaikan sebelumnya.
Pembahasannya adalah sebagagai berikut
Logo Pos Indonesia
Pos indonesia merupakan perusahaan di bidang jasa. Jasa yang dilakukan adalah pelayanan publik terkait pengiriman.
Logo pos indonesia berbentuk lingkaran yang merupakan peta dunia dengan gambar burung merpati. Logo seperti ini sangat cocok dan pas untuk usaha pengiriman yang secara simbolis difahami oleh semua konsumen
Gambar 01. Pos Indonesia Jenis Logo yang digunakan adalah gabungan logogram dan logotype karena menggunakan gambar dan tulisan.
Namun secara khusus jenis logo ini adalah Abstract Logo karena menggunakan simbol/gambar yang dalam hal ini adalah bola dunia dan burung merpati serta teks sebagai pendukung
Pada segi garis menggunakan garis bebas dan beragam menggambarkan daya tarik. Pada segi bentuk menggunakan bentuk bulat pada bola dunia, bentuk bulat manggambarkan perlindungan dan ketidakterbatasan dimana Pos Indonesia merupakan perusahaan jasa pengiriman. Pada sisi warna, Pos Indonesia menggunakan warna jingga yang merupakan warna sekunder yang memiliki arti penting, energi, dan keseimbangan yang berarti pada pos indonesia menunjukan bahwa pos indonesia itu penting dan perlu diperhatikan dan juga memiliki kecepatan dan ketepatan waktu mengantar. Hitam diartikan sebagai kekuatan, kecerdasan, kemewahan, kesatuan, profesional, keanggunan, dan warna hitam mewakili warna corporate
Pos Indonesia yang mewakilkan kesan kuat, profesional dan stand-out.
Asosiasi logo Pos Indonesia berupa burung merpati (burung merpati dahulu digunakan sebagai media penngantar surat) yang melintasi bumi yang bermakna dapat melayani pengiriman ke seluru penjuru dunia secara cepat.
Balance pada logo Pos Indonesia terlihat jelas karena perpaduan simbol burung dan bola dunia. Namun. Pada sisi warna terlihat kurang simbang karena warna dominan jingga dan sedikit warna hitam pada tulisannya. Ini menjadikan logo tampak sederhana. Proporsi warna juga menjadi tidak berimbang. Tipografi menggunakan jenis huruf roman, kesan yang ditimbulkan adalah klasik, anggun, lemah gemulai dan feminine.
Logo Bank Mandiri
Bank Mandiri merupakan perusahaan jasa penyimpanan yang sangat terkenal baik secara Nasional maupun Regional.
Perusahaan jasa tentu haru memiliki ciri seperti keamanan, kenyamanan, kepercayaan, kecepatan pada setiap pelayanannya.
Gamabr 02. Logo Bank Mandiri Jenis Logo yang digunakan adalah gabungan logogram dan logotype karena menggunakan gambar dan tulisan.
Namun secara khusus jenis logo ini adalah Abstract Logo karena menggunakan simbol/gambar yang dalam hal ini adalah bendera bergelombang emas dan dengan tulisan mandiri dalam huruf kecil yang dominan.
Pada sisi bentuk, logo Bank Mandiri dominan dengan tulisan mandiri dalam huruf kecil yang ditonjolkan. Pada sisi warna yaitu menggunakan warna biru dan warna kuning emas. Warna biru melambangkan rasa nyaman, tenang, dan umumnya warna ini digunakan oleh perusahaan di bidang jasa. Sedangkan warna kuning emas menunjukan keagungan, kemuliaan, kemakmuran, dan kekayaan. Tipografi logo yang menggunakan huruf kecil yang mencerminkan sikap ramah dan rendah hati.
Asosiasi logo pada lengkungan/bendera bergelombang dengan warna kuning emas yang menunjukan simbol kekayaan finansial di Asia dan lengkungan menunjukkan fleksibelitas dan ketangguhan atas segala kemungkinan yang akan terjadi. Pada sisi Balance, dapat dilihat bahwa pada logo ini memiliki campuran dari sisi warna yang seimbang pada warna kuning keemasan yang dipadukan dengan warna biru tua sehingga menjadikan keseimbangan yang baik.
Pada proporsi bentuk dan warna, tulisan
“mandiri” dijadikan dominan karena agar dapat ditangkap oleh pelanggan.
Tipografi menggunakan jenis huruf roman, kesan yang ditimbulkan adalah klasik, anggun, lemah gemulai dan feminine.
Logo Ades
Ades merupakan perusahaan minuman yang belakangan mulai diperkenalkan di konsumen. Ades memberi kesan ekonomis dan higenis pada kemasannya.
Kemasan Ades dibuat simpel agar mudah didaur ulang.
Logo Ades
Jenis Logo yang digunakan adalah gabungan logogram dan logotype karena menggunakan gambar dan tulisan.
Namun secara khusus jenis logo ini adalah Abstract Logo karena menggunakan simbol/gambar yang dalam hal ini adalah tulisan Ades berwarna hitam serta dilengkapi tulisan kesil di sisi atas dan bawah tulisan Ades, serta dilengkapi dengan simbol daun berwana hijau.
Pada sisi bentuk Ades terlihat sipel dengan paduan tulisan dan simbol daun.
Bentuk Daun menggambarkan kehidupan. Pada sisi warna pada logo Ades yaitu hijau, hijau mudah, dan hitam. Hijau diartikan sebagai bentuk alami, kesehatan, pandangan yang enak, musim semi, kesuburan, masa muda, lingkungan hidup, pembaharuan dan memberi gambaran Ades yang Eco- friendly (ramah lingkungan) juga menggambarkan kampanye Ades yaitu langkah kecil memberikan perubahan yang didukukung. Hijau muda diartikan sebagai alami, kesehatan, dan pembaharuan dan sebagai cerminan efek bagi yang mengkonsumsi Ades. Hitam diartikan sebagai kekuatan, kemewahan, ketakutan, keanggunan dan warna hitam mewakili warna corporate Ades yang mewakilkan kesan kuat dan stand-out.
Asosiasi logo dimana logo ini merupakan logo untuk perusahaan minuman kemasan. Bentuk logo berupa daun atau kincir yang memutar mencerminkan alam dan lingkungan, dan menggambarkan aksi ketika konsumen memutar dan meremukan salah satu botol Ades. Ini merupakan yang mewakili aksi kepedulian terhadap lingkungan. Jenis Tipografi menggunakan Sans Serif dan Script yang biasanya digunakan untuk sesuatu yang berkaitan dengan konsumsi yang modern dan kontemporer dan kata Air minum dalam kemasan menggunakan
font jenis Bradley Hand ITC dan merupakan ciri huruf script yang disimbolisasikan sebagai sifat pribadi dan akrab. Sedangkan tipografi menggunakan jenis huruf roman pada Ades, kesan yang ditimbulkan adalah klasik, anggun, lemah gemulai dan feminine.
C. Penutup Kesimpulan
Pada desain logo sangat penting untuk memperhatikan syarat-syarat, elemen- elemen, dan prinsip-prinsip dari desain.
Dengan mengikuti ketentuan-ketentuan tersebut dapat meningkatkan tujuan dari desain. Logo yang merupakan bagian desain visual secara fungsional merupakan silmbol yang dapat mempresentasikan nilai dan visi dari penggunanya. Namun. Apakah logo- logo yang digunakan sekarang telah mengikuti ketentuan dan bagaimana efeknya di masyarakat. Sebagai contoh diambil logo Pos Indonesia, Bank Mandiri, dan Ades. Pada analisis ketiga logo tersebut telah memperhatikan ketentuan-ketentuan dari desain.
Sehingga ketiga logo ini dapat mempresentasikan maksud dari perusahaan yang ingin disampaikan.
Dengan mengikuti hal ini, di Indonesia sendiri masyarakat akan langsung mengenal ketiga logo tersebut.
Saran
Penulis menyarankan bagi pengguna logo untuk dapat memperhatikan ketentuan-ketentuan dari desain visual.
Dengan mengikuti ketentuan tersebut, maka fungsi dari logo akan dapat tercapai dengan baik sehingga logo menjadi efektif dan efisien.
Referensi
Cooper Al. (1982). World of Logotype (Annual). New York: Art Direction Book Company.
Danton Sihombing. (2001). Tipografi dalam Desain Grafis. Jakarta:
Gramedia.
John Murphy & Michael Rowe. (1993).
How to Design Trademarks and Logos.
Cincinnati. Ohio: North Light Books.
Kusrianto, Adi. (2009). Pengantar Desain Komunikasi Visual. Yogyakarta:
ANDI.
M Anggor Linggar Anggoro. (2001).
Tori dan Profesi Kehumasan. Jakarta:
PT. Bumi Aksara.
Merriam-Webster Incorporated. (1995).
“Merriam-Webster’s Pocket Dictionary“. Merriam Webster Incorporated. Massachusetts.
Robin_Landa . (2011). Graphic Design Solutions. USA: Wadsworth.
Surianto Rustan. (2009). Mendesain Logo. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama.
Timothy Samara. (2007). Publication Design Workbook: A Real-World Design Guide.
Jakarta: Gramedia.
View publication stats