• Tidak ada hasil yang ditemukan

analisis hukum terhadap tindak pidana mengirimkan

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2024

Membagikan "analisis hukum terhadap tindak pidana mengirimkan"

Copied!
95
0
0

Teks penuh

Latar Belakang Masalah

Dari aspek pembangunan dan infrastruktur, Kota Makassar tergolong salah satu kota metropolitan di Indonesia, yaitu kota terbesar di luar Pulau Jawa setelah Kota Medan. Melihat Makassar sebagai salah satu Kota Metropolitan di Indonesia menjadi tolak ukur bagi sebagian masyarakat bahwa Kota Metropolitan merupakan tempat terjadinya berbagai tindak kriminal, termasuk kejahatan TIK.

Rumusan Masalah

Artinya hakim hanya dapat menyatakan terdakwa bersalah melakukan tindak pidana yang didakwakan apabila ia yakin dan keyakinannya didasarkan pada bukti-bukti yang sah menurut hukum. Informasi elektronik dan/atau dokumen elektronik dan/atau dokumen cetak merupakan alat bukti yang sah. Informasi elektronik dan/atau dokumen elektronik dan/atau dokumen cetak sebagaimana dimaksud pada ayat (1) merupakan perpanjangan tangan alat bukti yang sah sesuai dengan hukum acara yang berlaku di Indonesia.

KUHAP juga mengatur tentang alat bukti yang dapat digunakan untuk membuktikan kesalahan pelaku kejahatan. Alat bukti yang sah terdapat pada bagian keempat Bab XVI (16) tentang alat bukti dan putusan dalam sidang biasa, yaitu Pasal 184(1). Secara umum keterangan saksi merupakan alat bukti yang paling penting dalam perkara pidana.

Yang dimaksud dengan perpanjangan di sini harus dikaitkan dengan jenis alat bukti yang diatur dalam Pasal 5 ayat (1) UU ITE. Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik Sebagai Alat Bukti Elektronik termasuk dalam jenis alat bukti yang diatur dalam KUHAP; Perluasan ruang lingkup pembuktian diatur dalam hukum acara pidana di Indonesia, misalnya dalam KUHAP.

Perluasan alat bukti yang diatur dalam KUHAP sebenarnya telah diatur dalam berbagai undang-undang. Secara tertulis, semua alat bukti yang disebutkan dalam KUHAP tidak boleh memuat alat bukti elektronik. Dalam praktik peradilan di Indonesia, penggunaan data elektronik sebagai alat bukti hukum belum banyak digunakan.

Artinya alat bukti yang digunakan tertuang dalam Pasal 184 KUHAP ditambah alat bukti lain berupa Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik.

Tujuan Penelitian

Metode Penelitian

Meskipun tidak dapat berdiri sendiri, namun kekuatan pembuktiannya tidak kalah dengan alat bukti lainnya. Berdasarkan Pasal 5 ayat 2 UU ITE diatur bahwa informasi elektronik dan/atau dokumen elektronik dan/atau hasil cetakan merupakan perpanjangan dari alat bukti hukum yang sah sesuai dengan hukum acara yang berlaku di Indonesia.

TINJAUAN PUSTAKA

Pengertian dan Cara Kerja Short Message Service

Profil Push-Personal adalah pesan yang dipicu oleh aplikasi berdasarkan profil dan preferensi pengguna. Cara kerja SMS dimulai dari SMS yang dikirim dari pengirim ke penerima melalui SMSC dengan prinsip Store and Forward, dimana pesan yang dikirimkan ke SMSC akan disimpan terlebih dahulu hingga terpenuhi masa berlaku tertentu jika nomor ponsel tujuan dimatikan atau di luar jangkauan operator, ke nomor ponsel Jika tujuan aktif atau dalam jangkauan operator, pesan akan diteruskan ke penerima melalui SMSC. Jika pesan yang disimpan di SMSC melebihi masa berlaku yang ditentukan, maka pesan tersebut akan dihapus dan tidak diteruskan ke nomor tujuan.

Berdasarkan pengertian SMS dan gateway, SMS gateway dapat diartikan sebagai pintu gerbang atau cara menyebarkan informasi dengan menggunakan pesan singkat melalui telepon seluler. Dengan SMS gateway kita dapat menyebarkan pesan untuk dikirimkan secara bersamaan secara otomatis dan cepat ke banyak nomor. SMS Gateway adalah platform yang menyediakan mekanisme untuk mengirim dan menerima SMS dari perangkat seluler (ponsel, telepon PDA, dll).

Berdasarkan definisi tersebut maka sistem informasi SMS Gateway merupakan suatu perangkat lunak yang menggunakan bantuan komputer sebagai server dan alat komunikasi yang terintegrasi, sehingga dapat mengirimkan data berupa pesan singkat melalui media SMS dengan menggunakan jaringan telepon nirkabel ke alamat tujuan. beberapa nomor sekaligus. SMS yang diterima oleh ponsel yang berperan sebagai SMS Gateway selanjutnya akan dikirimkan ke sistem, sistem akan merespon SMS tersebut. Jika format pesan SMS sudah benar maka ponsel yang bertindak sebagai server SMS gateway akan membalas pesan SMS bahwa pesan telah diterima dan sebaliknya.

Pengertian dan Unsur-Unsur Tindak Pidana

Para ahli hukum pidana asing termasuk Simons dan Utrecht menggunakan istilah "tindak pidana", "tindak pidana", "peristiwa pidana". Teguh Prasetyo juga menjelaskan bahwa tindak pidana adalah suatu perbuatan melawan hukum yang dilakukan karena kesalahan orang yang cakap untuk mempertanggungjawabkan dan pelakunya diancam dengan pidana. Pandangan ini memberikan prinsip pemahaman bahwa tindak pidana mencakup perbuatan yang dilarang (tindak pidana) dan tanggung jawab pidana.

Tindak pidana adalah suatu perbuatan yang dilarang oleh suatu negara hukum, yang pelarangannya disertai dengan ancaman atau sanksi berupa hukuman tertentu bagi siapa saja yang melanggar larangan tersebut.” Dari unsur-unsur delik pidana di atas, Simon juga menyebutkan adanya unsur obyektif. dan merupakan unsur subjektif dari delik pidana.Para ahli hukum yang menganut pandangan monistik mendasarkan diri pada rumusan delik pidana sebagai berikut: Adami Chazawi (2002:75).

Wirjono Prodjodikoro, menyatakan bahwa kejahatan adalah suatu perbuatan yang pelakunya dapat dihukum pidana. Pandangan dualistik yang dikemukakan Moeljatno pada hakikatnya memisahkan antara tindak pidana dan pertanggungjawaban pidana. Dengan demikian, selain dilakukannya suatu tindak pidana, pertanggungjawaban pidana hanya dapat dituntut apabila tindak pidana tersebut dilakukan karena kesalahan.

Pengertian Dan Unsur-Unsur Tindak Pidana Mengirimkan Informasi

Kalau ancaman yang digunakan adalah ancaman fitnah, pencemaran nama baik dengan surat, atau pengungkapan rahasia, sedangkan pada Pasal 368 digunakan kekerasan atau ancaman kekerasan. Sedangkan pada Pasal 368 ayat 2 tentang pemerasan merupakan tindak pidana “biasa” yang tidak perlu ada pengaduan. Pasal 45B Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 merupakan perubahan atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE).

Setiap Orang dengan sengaja dan tanpa persetujuan mengirimkan Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik yang mengandung ancaman kekerasan atau intimidasi yang ditujukan secara pribadi.” Setiap Orang dengan sengaja dan tanpa persetujuan mengirimkan Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik yang mengandung ancaman kekerasan atau intimidasi. yang ditujukan secara pribadi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 29, dipidana dengan pidana penjara paling lama 4 (empat) tahun dan/atau pidana denda paling banyak Rp tujuh ratus lima puluh juta rupiah). tindak pidana pengancaman melalui pesan singkat harus dilakukan dengan adanya unsur kesengajaan, baik kesengajaan/niat, dan pelaku sadar atau sadar bahwa perbuatan yang dilakukannya bukan merupakan haknya.

Pengiriman informasi dan/atau dokumen elektronik yaitu penyaluran, pembagian atau pengiriman kepada beberapa orang atau beberapa lokasi. Mengandung ancaman kekerasan atau intimidasi, artinya informasi dan/atau dokumen elektronik yang dikirimkan pelaku mengandung unsur ancaman atau intimidasi sehingga korban merasa terancam atau takut. Ditujukan secara pribadi adalah pelaku mengirimkan informasi dan/atau dokumen elektronik berisi ancaman yang dimaksudkan untuk mengancam atau menakut-nakuti seseorang dengan maksud agar orang tersebut merasa terancam dan takut secara pribadi.

Ketentuan Hukum Tindak Pidana Mengirimkan Informasi Dan Atau

Pengertian Dan Sistem Pembuktian Menurut KUHAP Dan UU

Dalam pasal 184 KUHAP ayat 1, tampak alat bukti yang sah adalah keterangan saksi, keterangan ahli, surat, petunjuk, dan keterangan terdakwa. Keyakinan hakim tidak perlu didukung dengan alat bukti yang sah karena tidak tersirat, sekalipun alat bukti itu ditentukan oleh undang-undang, hakim dapat menggunakan alat bukti di luar ketentuan undang-undang. Sistem ini berbeda dengan sistem pembuktian keyakinan hakim saja, karena sistem ini menganut doktrin bahwa bersalah atau tidaknya terdakwa didasarkan pada ada tidaknya alat bukti yang sah menurut undang-undang yang dapat digunakan untuk membuktikan kebenaran terdakwa. rasa bersalah atau ketidakhadiran. kesalahan.

Jadi meskipun hakim yakin bahwa tersangka telah melakukan kesalahan, namun dalam pemeriksaan di persidangan, menurut undang-undang, perbuatan tersangka tidak didukung dengan alat bukti yang sah, sehingga tersangka harus dibebaskan. Intinya, jika seorang tersangka telah memenuhi alat bukti menurut undang-undang dan cara pembuktian menurut undang-undang, maka tersangka dapat dinyatakan bersalah dan dihukum. Kelebihan sistem pembuktian ini adalah hakim akan berusaha membuktikan kesalahan tersangka tanpa dipengaruhi oleh hati nuraninya, sehingga benar-benar obyektif karena menggunakan cara dan alat bukti yang diberikan undang-undang.

Oleh karena itu, sekalipun kesalahan terdakwa dibuktikan menurut cara dan dengan alat bukti yang sah menurut hukum, maka jika hakim tidak yakin akan kesalahan terdakwa maka hakim dapat membebaskan terdakwa. Berdasarkan UU ITE Nomor 19 Tahun 2016, hukum Indonesia telah mengakui alat bukti elektronik atau digital sebagai alat bukti yang sah di pengadilan. Dalam perkara pidana yang menggunakan KUHAP, UU ITE memperluas ketentuan Pasal 184 KUHAP tentang alat bukti yang sah.

Jenis-Jenis Alat Bukti Menurut KUHAP dan UU ITE

Alat bukti tersebut berkaitan dengan perkara yang memuat keterangan dari satu atau lebih ahli. Hal-hal yang serupa, sesuai, atau berkaitan dapat dinilai sebagai bukti petunjuk. Alat bukti yang menyertainya merupakan alat bukti yang sah, sama dengan alat bukti lain yang disebutkan dalam pasal tersebut.

Namun untuk dapat digunakan, keterangan seperti itu harus memuat hal-hal yang berkaitan dengan tindak pidana yang didakwakan kepadanya dan harus didukung dengan bukti-bukti lain yang sah. Artinya, keterangan terdakwa yang satu tidak dapat dijadikan alat bukti untuk memberatkan terdakwa yang lain, begitu pula sebaliknya. Dengan demikian, meskipun terdakwa mengakui perbuatannya, tetap harus disertai atau didukung dengan bukti-bukti lain.

Meskipun demikian sekarang ini sudah banyak peraturan perundangan di Indonesia yang mengakui alat bukti elektronik. Beberapa negara seperti Australia, Chili, China, Jepang, dan Singapura telah memiliki peraturan hukum yang memberikan pengakuan data elektronik sebagai alat bukti yang sah di pengadilan. Yang dimaksud dengan perluasan di sini maksudnya: menambah alat bukti yang telah diatur dalam hukum acara pidana di Indonesia, dimana informasi elektronik dan/atau dokumen elektronik sebagai alat bukti elektronik menambah jenis alat bukti yang diatur dalam KUHAP.

UU ITE menegaskan bahwa dalam seluruh hukum acara yang berlaku di Indonesia, informasi dan dokumen elektronik serta transkripnya dapat digunakan sebagai alat bukti hukum yang sah. Terjadi peningkatan sumber daya manusia (SDM) aparat penegak hukum khususnya dalam upaya pembuktian penilaian alat bukti terkait informasi/dokumen elektronik.

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

Referensi

Dokumen terkait

Menimbang, bahwa berdasarkan keterangan saksi-saksi, keterangan Terdakwa dihubungkan dengan barang bukti yang terungkap dipersidangan bahwa pada hari Selasa tanggal

Menimbang, bahwa berdasarkan fakta-fakta yang terungkap dipersidangan sebagaimana keterangan saksi-saksi dihubungkan dengan keterangan Terdakwa bahwa barang-barang

Menimbang, bahwa berdasarkan keterangan para saksi maupun keterangan Para Terdakwa dan dihubungkan dengan barang bukti dan fakta-fakta yang diperoleh

Menimbang, bahwa berdasarkan keterangan saksi-saksi dan keterangan terdakwa dihubungkan dengan barang bukti dipersidangan ditemukan fakta bahwa pada hari Sabtu

Menimbang, bahwa keterangan Saksi AIDIL AKBAR alias IDUL Bin JAMALUDDIN tersebut telah dikonfrontir dengan menghadirkan Penyidik yang membuat Berita Acara Pemeriksaan

Pengertian dengan sengaja adalah terdakwa menyadari sepenuhnya dan memahami perbuatannya dan apa akibatnya. Berdasarkan fakta hukum dipersidangan yaitu dari keterangan saksi

- Bahwa saksi kenal terhadap terdakwa akan tetapi tidak ada hubungan keluarga. - Bahwa terdakwa dihadapkan dipersidangan karena telah melakukan permainan judi. -

Menimbang, bahwa dari keterangan saksi-saksi, yang telah dibenarkan para terdakwa serta keterangan para terdakwa sendiri dipersidangan dan barang bukti diperoleh fakta