• Tidak ada hasil yang ditemukan

Analisis Isi Buku Teks Pendidikan Agama Islam SMP Kelas VII

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2024

Membagikan "Analisis Isi Buku Teks Pendidikan Agama Islam SMP Kelas VII"

Copied!
88
0
0

Teks penuh

Penyusunan skripsi ini berupa kajian singkat kajian kritis teks Pendidikan Agama Islam di SMA Islam Al-Azhar kelas VII berdasarkan kesesuaian isi. Analisis Buku Ajar Pendidikan Agama Islam Kelas VII Sekolah Menengah Pertama Yang Diterbitkan Yayasan Pondok Pesantren Al-Azhar Berdasarkan Kecukupan Isi.

Konsonan Tunggal

Konsonan Rangkap Karena Syaddah ditulis rangkap

Ta’marbūtah di akhir kata a. Bila dimatikan ditulis h

Vokal Pendek

Volak Panjang

Vokal Rangkap

Vokal pendek yang berurutan dalam satu kata dipisahkan dengan apostrof

Kata sandang Alif+ Lam

Penulisan kata dalam rangkaian kalimat

Pengecualian

Manfaat Penelitian

Penelitian ini bermanfaat untuk memberikan keleluasaan dan kedalaman pemahaman kepada peneliti mengenai analisis isi buku ajar Pendidikan Agama Islam SMP Kelas VII terbitan Yayasan Pondok Pesantren Al-Azhar berdasarkan kesesuaian isi. Penelitian ini dapat dijadikan bahan review dan masukan bagi pihak madrasah mengenai teks Pendidikan Agama Islam SMP Kelas VII yang diterbitkan oleh Yayasan Pondok Pesantren Al-Azhar.

Kajian Pustaka

Fokus penelitian ini adalah penggunaan buku teks PAI kelas VII terbitan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan berdasarkan kesesuaian isi dan bahasa. 7 Nikmatus Shalihah “Analisis Teks Pendidikan Agama Islam Kelas VII di SMPN 13 Malang”, Skripsi Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, 2011, halaman xi.

Landasan Teori

Analisis Isi

Buku Teks PAI di SMP

Materi dalam buku teks harus disajikan secara akurat untuk menghindari kesalahpahaman dan konsep serta definisi harus dinyatakan secara akurat (well-defined) untuk mendukung pencapaian AI dan KD. Prinsip-prinsip yang disajikan dalam buku teks harus dikemukakan secara cermat agar tidak menimbulkan multitafsir bagi siswa. Oleh karena itu, materi buku teks hendaknya memuat uraian, contoh tugas, soal, atau soal latihan yang mendorong siswa menarik kesimpulan yang valid secara runtut.

Materi dalam buku teks harus memuat sejumlah strategi dan latihan pemecahan masalah, hal ini bertujuan untuk meningkatkan kreativitas siswa. Materi dalam buku teks sebaiknya memuat uraian, contoh atau pertanyaan yang menjelaskan penerapan suatu konsep dalam kehidupan sehari-hari sehingga siswa dapat menerapkannya dalam kehidupan nyata. Materi dalam buku teks hendaknya memuat uraian, strategi, gambar, foto, sketsa, narasi sejarah, contoh atau pertanyaan menarik yang dapat menggugah minat siswa untuk belajar lebih lanjut.

Definisi dan Tujuan Pendidikan Agama Islam di SMP a. Definisi Pendidikan Agama Islam

Banyak ahli dan tokoh yang mendefinisikan Pendidikan Islam, seperti Muhammad SA Ibrahim yang menjelaskan bahwa: “Pendidikan Islam dalam arti sebenarnya adalah suatu sistem pendidikan yang memungkinkan manusia menjalani kehidupannya sesuai dengan pedoman Ideologi Islam, sehingga agar ia dapat dengan mudah membentuk kehidupannya sesuai dengan prinsip-prinsip Islam”. 17. Dari pengertian tersebut dapat diketahui bahwa Pendidikan Islam adalah suatu sistem pendidikan yang dapat memudahkan seseorang dalam menjalani kehidupannya berdasarkan prinsip-prinsip Islam, sehingga mereka dapat dengan mudah menciptakan kehidupan yang Islami. Dari definisi di atas jelas bahwa pendidikan Islam tidak hanya sebatas menyampaikan ilmu dan ilmu pengetahuan tetapi lebih jauh lagi pada ranah pembentukan karakter, akhlak dan mental yang kuat.

Penjelasan mengenai tujuan pendidikan Islam di atas menunjukkan bahwa pendidikan Islam sebenarnya mempunyai rumusan yang baik dan benar. 19 Azyumardi Azra, Pendidikan Islam Tradisional dan Modernisasi di Tengah Tantangan Milenium Ketiga, (Jakarta: Kencana Prenada Media Group, 2012), hal. Oleh karena itu, perlu adanya perbaikan dan peningkatan kualitas dan kuantitas pada seluruh bagian sistem pendidikan Islam.

Kompetensi Inti (KI) dan Kompetensi Dasar (KD) Pendidikan Agama Islam (PAI) di SMP Kelas VII

Berikut Kompetensi Utama (KI) dan Kompetensi Dasar (KD) Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam dan Karakter SMP/MTs Kelas VII yang berdasarkan Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan No. 24 Tahun 2016. Menunjukkan kejujuran, disiplin, tanggung jawab, kepedulian (toleransi, gotong royong), perilaku santun. , rasa percaya diri, dalam interaksi yang efektif dengan lingkungan sosial dan alam dalam mencapai interaksi dan eksistensi seseorang. Meyakini bahwa rasa hormat dan ketaatan kepada orang tua dan guru serta empati terhadap sesama merupakan perintah agama.

Menunjukkan perilaku hidup yang suci sebagai manifestasi dari ketentuan penyucian dari hadas besar berdasarkan ketentuan syariat Islam. Memahami maksud al-Asma„u al Husna: al-„Alīm, al-Khabīr, as-Samī‟ dan al-Baṡīr. Memahami kepentingan menghormati dan taat kepada ibu bapa dan guru serta empati terhadap orang lain.

Tabel II
Tabel II

Jenis Penelitian

Pendekatan Penelitian

Subjek Penelitian

Adapun peneliti memilih kelas VII, selain peneliti memilih buku penelitian di tingkat kelas VII, peneliti juga mempunyai alasan lain yaitu karena siswa kelas VII masih embrio atau awal mula didikannya di SMP Islam Al-Azhar 26, Yogyakarta. Dengan demikian, apabila permasalahan mengenai buku ajar berdasarkan kesesuaian isi diketahui sejak dini, maka pembelajaran pada kelas berikutnya akan lebih efektif dan efisien.

Metode Pengumpulan Data

Metode dokumentasi ini digunakan untuk memperoleh data tertulis serta data cross check yang diperoleh melalui metode wawancara. Dokumentasi ini dilakukan untuk memperoleh data terkait dengan fokus penelitian, seperti gambaran umum buku ajar PAI SMP Kelas VII terbitan Yayasan Pondok Pesantren Al-Azhar yang meliputi identitas kitab, tujuannya. persiapan. buku, sistematika buku dan isi materi, uraian topik, kelebihan dan kekurangan buku. Wawancara terfokus pada guru mata pelajaran Pendidikan Agama Islam dan siswa kelas VII di SMA Islam Al-Azhar 26 Yogyakarta.

Jenis wawancara terstruktur yang dilakukan peneliti adalah, sebelum dilakukan wawancara terhadap informan, peneliti terlebih dahulu menyiapkan pedoman wawancara umum berupa panduan pertanyaan yang erat kaitannya dengan fokus penelitian. Maka jenis wawancara yang digunakan adalah wawancara menurut pedoman umum, karena sebelum wawancara dilakukan peneliti telah mempunyai acuan umum berupa kata kunci, yang akan dijadikan sebagai titik awal wawancara. Petunjuk wawancara meliputi: (1) keterangan subjek seperti nama, jabatan, dan sebagainya, dan (2) kata kunci yang digunakan dalam penelitian ini yaitu kesesuaian isi buku ajar PAI Kelas VII terbitan YPI Al-Azhar.

Metode Analisis Data

Dalam analisis data, penelitian ini menggunakan metode analisis isi yang artinya peneliti menganalisis materi atau isi yang ada di buku teks. Analisis ini dilakukan secara sistematis dan logis, dimulai dari membaca dan menelaah seluruh data yang ada, khususnya pada buku teks yang dianalisis peneliti. Setelah melakukan pengkodean, tahap selanjutnya adalah mengorganisasikan dan menyusun hasil pengkodean menjadi suatu pola hubungan agar mudah dipahami.

Tahapan analisis ini terutama dilakukan terhadap sumber yang peneliti analisis yaitu buku teks Pendidikan Agama Islam Kelas VII terbitan Yayasan Pondok Pesantren Al-Azhar. Karena terdapatnya indikator-indikator yang menjadi kriteria kesesuaian buku ajar, maka dalam menganalisis buku ajar peneliti menggunakan rumus untuk mencari tingkat kelayakannya, dimana peneliti menggunakan instrumen penelitian yang berupa tabel analisis kelayakan buku ajar. Setelah tahap analisis di atas dilakukan, dilanjutkan dengan memaparkan hasil analisis dalam laporan penelitian.

Sumber Data Penelitian

Sistematika Pembahasan

Muslich yang diterbitkan di kota Yogyakarta oleh Ar-Ruzz Media pada tahun 2010, dan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Tahun 2016 No. 24: tentang Kompetensi Dasar dan Kompetensi Dasar Pendidikan Agama Islam Serta Karakteristik SMP/MTs. Bagian terakhir skripsi saya terdiri dari daftar pustaka dan berbagai lampiran yang berkaitan dengan penelitian.

Kesimpulan

Dari segi komunikasi umumnya terdapat pada kolom Ayo Amati, kemudian dari segi pemanfaatan yang umumnya terdapat pada materi-materi yang menyajikan contoh-contoh perilaku dan pada kolom Ayo Berlatih, kemudian dari segi imbauan yang umumnya terdapat pada Kisah Keteladanan. kolom. , namun dari sudut pandang mendorong pencarian informasi tambahan, hal tersebut tidak mewakili tugas yang mendorong siswa untuk memperoleh informasi tambahan dari sumber lain, seperti Internet, buku, artikel, dll. Dan dari segi materi pengayaan pun tidak memberikan uraian, contoh dan pertanyaan pengayaan terkait topik yang dibahas. Oleh karena itu, kesederhanaan materi dalam buku ini bukanlah suatu kekurangan yang besar dan fatal.

Terdapat catatan penting untuk penyempurnaan buku ini, yaitu masih terdapat beberapa kesalahan di berbagai bab terkait analisis kelayakan isi buku. Pertama, penggunaan buku dalam proses pembelajaran PAI di kelas yang umumnya dialami oleh guru tidak ada, namun dalam persiapan anak pasca sekolah dasar pada tingkat sekolah menengah, mereka jarang mengingat hal tersebut. Materi PAI tingkat SMA banyak melibatkan hafalan ayat-ayat Al-Qur'an, juga Hadits, dan di kelas IX bab Zakat adalah penerapannya karena ada juga perhitungannya. Kedua, siswa mengalami kendala dalam penggunaan buku dalam proses pembelajaran PAI di kelas karena materi yang disampaikan, misalnya materi wudu dan shalat Jumat, tidak hanya sekedar memahami teori tetapi juga menjelaskan cara mengamalkannya dan juga menambahkan strategi lain. agar mereka tidak jenuh dan bosan saat proses pembelajaran.

Saran-saran

Materi dalam buku ini masih luas dan belum dibahas secara mendalam, sehingga guru harus menyiapkan materi tambahan untuk mengembangkan materi. Persiapan membaca buku sebelum mengajar juga berguna dalam mengantisipasi kesalahan-kesalahan yang mungkin muncul dalam buku tersebut. Selain itu sebaiknya guru mempunyai referensi buku lain untuk mengembangkan materi agar guru tidak terjebak pada satu buku saja.

Kata Penutup

Muhlis, Mohamad, Irfan Fajaruddin, klasse VII islamisk religionsundervisning Al-Ahar-pensum Med henvisning til 2013-pensum, Jakarta: YPI Al-Azhar, 2015. Muqoffi, Syafiq, "Analysis of the Ta'lim Al-Lughah Al-'Arabiyyah Arabic Sproguddannelse Lærebog SMP/Mts Muhammadiyah Klasse VII af Muhammad Thariq Aziz S.Pd.I og Nurul Cholidah S.H.I (Review from the Material Point of View)", Speciale, Yogyakarta: Fakultet for Tarbiyah og læreruddannelse, Sunan Kalijaga State Islamic University, 2013. Rahmini, "Use of Religious Books Islma and Character for Class VII, publiced ​​by the Ministry of Education and Culture in 2013 as Teaching Material for PAI Subjects for SMPIT Abu Bakar Yogyakarta Students", Speciale, Yogyakarta: Faculty of Tarbiyah and Teacher Training , Sunan Kalijaga State Islamic University, 2014.

Salinan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 24 Tahun 2016 tentang KI dan KD pada Pendidikan Agama Islam dan Ciri-ciri SMP/. Shalihah, Nikmatus, “Analisis Buku Ajar Pendidikan Agama Islam Kelas VII SMPN 13 Malang”, Skripsi, Malang: Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Maulana Malik Ibrahim, 2011. ANALISIS ISI BUKU Ajar PENDIDIKAN AGAMA ISLAM, BAGIAN VII. -Yayasan Pesantren AZHAR.

Kepada Guru PAI

Apakah penjelasan tata cara pembelajaran (dari observasi hingga komunikasi) yang dimuat dalam buku PAI sudah benar? Informan adalah guru PAI Kelas VII di SMA Islam Al-Azhar 26 Yogyakarta. Kelas VII dibagi menjadi 4 kelas yaitu kelas A, B, C dan D. Buku PAI dalam proses pembelajaran PAI hanya ada satu, tidak ada perbedaan antara guru dan siswa.

Ya, konsep dan definisi materi di buku PAI ini cukup akurat. Memang dalam buku PAI tidak dijelaskan secara rinci penjelasan tata cara pembelajaran (mulai dari observasi hingga komunikasi) yang dimuat dalam buku tersebut. Terdapat buku-buku pendukung seperti Fathul Qorib, Fathul Majid, Safinah dan buku-buku pendukung lainnya sebagai sumber belajar terkait pelajaran PAI pada buku PAI kelas VII.

Tidak ada usulan buku PAI Kelas VII terbitan YPI karena buku PAI tersebut dikembalikan kepada guru yang menggunakannya yaitu dituntut inovatif dalam menjelaskan kepada siswa. Dalam proses pembelajarannya, selain buku PAI terbitan YPI, masih terdapat buku-buku pendukung lainnya seperti Fathul Qorib, Fathul Majid, Safinah dan buku-buku lain yang menjadi sumber belajar terkait pelajaran PAI pada buku PAI kelas VII.

Gambar

Gambar 1.1     : Cover Buku PAI Kelasa VII Terbitan YPI Al-Azhar ............  39
Tabel II
Tabel III

Referensi

Dokumen terkait

Permasalahan dalam penelitian ini adalah bagaimanakah kesesuaian buku teks matematika SMP kelas VII terbitan Ganeca Exact menurut Bell berdasarkan kriteria yang berhubungan

Permasalahan dalam penelitian ini adalah bagaimanakah kesesuaian buku teks matematika SMP kelas VII terbitan Ganeca Exact menurut Bell berdasarkan kriteria yang berhubungan

Buku teks pelajaran Bahasa Indonesia yang dikeluarkan oleh Kemendikbud, jika dianalisis kesesuaian dari segi kecukupannya sudah dikatakan sesuai dengan standar isi

Masalah yang dikaji dalam penelitian ini adalah bagaimanakah kelayakan penyajian materi menulis pada buku teks Kulina Basa Jawa kelas VII terbitan Intan

Data yang didapatkan pada penelitian ini dengan metode dokumentasi yaitu data kesesuaian buku teks matematika SMP kelas VII kurikulum 2013 terbitan Kementrian

Buku teks pelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti kelas VII SMP Kurikulum 2013 yang dikeluarkan oleh pemerintah telah dinyatakan layak dalam pembelajaran, namun dalam

Materi dalam buku teks terbitan Erlangga ini telah memuat uraian, contoh, tugas, pertanyaan, atau soal latihan yang mendorong siswa untuk secara runtut membuat

Berdasarkan hasil analasis diatas dapat di simpulkan bahwa kelayakan isi buku teks sejarah SMA kelas X Kurikulum 2013 ini sudah lengkap baik dari segi kelayakan bahasa penyajian sudah