• Tidak ada hasil yang ditemukan

Analisis Kadar Malonaldehida (MDA) pada Sampel Teroksidasi

N/A
N/A
Faldiyo Alghifary

Academic year: 2024

Membagikan "Analisis Kadar Malonaldehida (MDA) pada Sampel Teroksidasi"

Copied!
3
0
0

Teks penuh

(1)
(2)

1

OBJEK 6

ANALISIS KADAR MALONALDEHIDA

A. Tujuan Praktikum

Praktikum ini bertujuan untuk menjelaskan prinsip dan mempraktikkan analisis kadar malonaldehida (MDA) sampel teroksidasi dan dibandingkan dengan sampel kontrol serta sampel yang ditambahkan antioksidan.

B. Prinsip Analisis

Ketengikan disebabkan oleh beberapa proses, antara lain oksidasi dan hidrolisis. Ketengikan oksidatif disebabkan oleh reaksi oksidasi antara asam lemak tidak jenuh dan oksigen. Reaksi oksidasi tersebut merupakan reaksi radikal bebas dengan peroksida sebagai produk primer yang memiliki sifat tidak stabil, serta malonaldehid sebagai produk sekunder yang merupakan indikator tingkat oksidasi lemak.

Kadar aldehid dapat diukur menggunakan metode TBA (thiobarbituric acid). Aldehid dalam pengujian TBA diukur sebagai MDA. MA direaksikan dengan TBA membentuk MA-TBA kompleks yang berwarna merah jambu yang dapat diukur menggunakan spektrofotometer pada panjang gelombang 535 nm.

Uji TBA memiliki kelebihan yaitu prosedurnya mudah dilakukan serta memiliki sensitivitas tinggi dan mudah diaplikasikan pada berbagai sampel. Kelemahan dari uji ini adalah adanya senyawa dalam sampel yang ikut bereaksi dengan TBA yang juga menghasilkan warna merah jambu.

C. Alat dan Bahan

Alat yang digunakan dalam praktikum adalah neraca analitik, tabung reaksi, sentrifuse, vortex, hot plate, penangas air, dll.

Bahan yang digunakan dalam praktikum adalah sampel pangan, thiobarbituric acid, tricloroacetic acid,danbutilated hydroxytoluene.

(3)

2

D. Prosedur Kerja

1. Sebanyak 4,5 g sampel yang sudah halus dan homogen ditambahkan 13,5 ml TCA 7,5% dan 75 µl BHT 7,2%.

2. Selanjutnya larutan dihomogenkan menggunakan vortex.

3. Hasil homogenisasi kemudian di sentrifugasi pada kecepatan 5000-6000 rpm selama 15 menit.

4. Diambil supernatan kemudian ditambahkan reagen TBA 0,8 % dengan perbandingan 1:1 campuran ini disebut larutan sampel.

5. Selanjutnya dibuat larutan blanko sampel dengan mencampurkan filtrat sampel dengan aquades volume 1:1.

6. Larutan sampel dan larutan blanko sampel diinkubasi di penangas air suhu 90oC selama 30 menit dalam keadaan tertutup.

7. Selanjutnya dilakukan pendinginan selama 15 menit.

8. Absorbansi sampel diukur menggunakan spektrofotometer pada panjang gelombang 440 nm, 535 nm, 600 nm.

9. Hasil absorbansi diolah menggunakan rumus TBA.

Referensi

Dokumen terkait

Nilai rata-rata kadar MDA hati mencit sebelum terpapar minyak goreng yang telah melalui penggorengan berulang (sebagai kontrol) adalah paling rendah dibandingkan dengan

Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh pemberian ekstrak mengkudu terhadap kadar MDA darah dan aktivitas katalase tikus yang menderita diabetes melitus

Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh ekstrak kulit manggis terhadap perbaikan klinis, kadar IL-6 dan MDA plasma penderita PPOK eksaserbasi

Nilai rata-rata kadar MDA hati mencit sebelum terpapar minyak goreng yang telah melalui penggorengan berulang (sebagai kontrol) adalah paling rendah dibandingkan dengan

Kelompok tikus yang diberi vitamin E dan pakan lemak tinggi (P3) memiliki kadar MDA plasma lebih rendah daripada kadar MDA plasma tikus kelompok yang diberi kecambah kacang hijau

Nilai rata-rata kadar MDA hati mencit sebelum terpapar minyak goreng yang telah melalui penggorengan berulang (sebagai kontrol) adalah paling rendah dibandingkan dengan

Penentuan kadar air lembab bertujuan untuk mengetahui seberapa besar kadar air yang terkandung di dalam sampel batubara yang di uji, sehingga dapat menentukan kualitas

Sampel yang digunakan dalam analisis kadar serat kasar kali ini adalah sampel rendah lemak yaitu sayur-sayuran dan buah-buahan sehingga tidak perlu dilakukan proses