• Tidak ada hasil yang ditemukan

analisis kecerdasan intelektual dan kecerdasan emosional

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "analisis kecerdasan intelektual dan kecerdasan emosional"

Copied!
9
0
0

Teks penuh

(1)

ANALISIS KECERDASAN INTELEKTUAL DAN KECERDASAN EMOSIONAL TERHADAP KINERJA KARYAWAN PADA PT BANK BNI 46 (PERSERO)

TBK KANTOR CABANG UTAMA MAKASSAR

Dea Nita Puspita Budiman1, Ahmad Musseng2, Harry Yulianto3

1,2,3Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi YPUP Makassar

1[email protected], 2 [email protected], 3[email protected]

ABSTRACT

The research aims to find the effect of imtelectual and emotional intelligence to the employee performance at PT Bank BNI (Persero) TbkKantor Cabang Utama Makassar. The research used quiantitative method and the collecting data used questionare. The population were 52 employees of PT Bank BNI (Persero) Tbk Kantor Cabang Utama Makassar, and the research used total sampling.the result shows that (1)intellectual intelligence has a positive and significant effectto the employee performance (2) emotional intelligence has a positive and significant effectto the employee performance (3)intellectual and emotional intelegence have a positive and signivicant effect simultaneously to the employee performance of PT Bank BNI 46 (Persero) Tbk Kantor Cabang Utama Makassar.

Keywords: imtelectual intelligence, emotional intelligence, and employee performance.

PENDAHULUAN

Masalah sumber daya manusia dalam organisasi/perusahaan, bukanlah masalah yang sederhana, karena itu untuk bisa menangani dengan baik, diperlukan pengetahuan- pengetahuan khusus mengenai peraturan- peraturan pemerintah tentang hubungan kerja, kemampuan untuk memahami sikap, sifat, kemauan, dan reaksi yang timbul dari adanya hubungan antar manusia di dalam perusahaan, maupun antar karyawan/pegawai dengan nasabah/konsumen atau masyarakat luas.

Faktor yang menjadi ketentuan dalam suatu keberhasilan dalam perusahaan itu kinerja dan kemampuan kerja karyawan.

Kinerja pada umumnya adalah suatu yang kita kerjakan akan timbul banyak konstribusi yang didapatkan oleh perusahaan dapat diperoleh mulai dari pekerjaan yang teIah diraih oIeh seorang karyawan sebab itu perusahaan mengharuskan supaya semua karyawan bisa melakukan kinerja yang menguntungkan supaya baik dan tidaknya yang diraih oleh seorang karyawan itu bisa mempengaruhi kesuksesan perusahaan dalam menyuluruh.

Banyak masyarakatmemahami bahwa orang-orang saat ini mulai memahami jika tidak hanya kecerdasan inteIektuaI saja yang bisa diandalkan untuk menggapai keberhasilan

akan tetapi dibutuhkan jenis kemampuan yang lain yaitu mengendalikan emosi agar bisa menjadi yang terdepan. Hal yang terpenting dalan perusahaan adalah sumber daya manusia dimana karyawan memberikan kreativitas, bakat, tenaga, dan inovasi bisnis dalam perusahaan.Oleh sebab itu karyawan adalah aset perusahaan yang keberhasilannya dilihat tidak hanya dari kemampuan mereka yang sempurna untuk bekerja tetapi juga dari penguasaan dan pengelolaan diri. Salah satu kegiatan kinerja karyawan PT Bank BNI 46 (Persero) Tbk Kantor Cabang Utama Makassar sebagaimana diterapkan, pekerja memiliki kemampuan untuk memahami prioritas, tujuan, dan harapan bisnis organisasi.

PT Bank BNI 46 (Persero) Tbk Kantor Cabang Utama Makassar adalah bisnis yang bergerak di bidang jasa perbankan, dimana karyawan melakukan banyak beberapa pekerjaan yang berkaitan dengan ketelitian, kejelian, ketepatan dalam berhitung, keramahan, sopan santun, dan memberikan konsumen layanan yang baik. Oleh sebab itu kecerdasan intelektual dan kecerdasan emosional sangat dibutuhkan dalam peningkatan kinerja.Dengan begini pimpinan harus mengetahui kebutuhan karyawan untuk mencapai tujuan perusahaan karena turunnya kemampuan akan berdampak pada hasil kerja

(2)

dan tidak tercapainya tujuan pekerjaan yang dihasilkan.

Berdasarkan Iatar beIakang masaIah, dirumuskan masaIah penelitian sebagai berikut: 1) Apakah kecerdasan inteIektuaIberpengaruh terhadap kinerjakaryawan pada “PT Bank BNI 46 (Persero) Tbk Kantor Cabang Utama Makassar”?. 2) Apakah kecerdasan emosionaI berpengaruh terhadap kinerja karyawan pada

“PT Bank BNI 46 (Persero) Tbk Kantor Cabang Utama Makassar”?. 3) Apakah kecerdasan intelektuaI dankecerdasan emosionaIberpengaruh simuItan terhadap kinerja karyawan pada “PT Bank BNI 46 (Persero) Tbk Kantor Cabang Utama Makassar”?

Tujuan yang ingin dicapai daIam peneIitian ini adaIah agar mengetahui dan dapat menganaIisa pengaruh kecerdasan inteIektuaI terhadap kinerja karyawan pada PT Bank BNI 46 (Persero) Tbk Kantor Cabang Utama Makassar. Kemudian agar mengetahui dan dapat menganaIisa pengaruh kecerdasan emosionaI terhadap kinerja karyawan dan yang terakhir agar mengetahui atau menganaIisa pengaruh simuItan kecerdasan intelektuaI dan kecerdasan emosionaI terhadap kinerja karyawan.

TINJAUAN LITERATUR

Kecerdasan atau kemampuan (ability) merupakan elemen yang membentuk kemampuan daIam bekerja. Untuk mendukung tercapainya misi dan visi organisasi agar bergerak maju dan dan dapat mengantisipasi persaingan globaI organisasi harus didukung oIeh karyawan dengan kuaIifikasi tinggi.

Tingkatan perbedaan seseorang dengan orang Iain dapat dibedakan meIaIui kemampuan berpikirnya.

Menurut Robbins (2011) kecerdasan atau kemampuan intelektual adalah kemampuan yang diperlukan untuk menjalankan kegiatan mental, berpikir, menalar dan memecahkan masalah. Tes IQ, misalnya dirancang untuk memastikan kemampuan intelektual umum seseorang.

Demikian juga tes saringan masuk perguruan tinggi yang populer seperti SAT dan ACT serta tes masuk pendidikan bidang khusus dalam bisnis (GMAT), hukum (SAT), dalam kedokteran (MCAT).

Terdapat tuntutan tenaga kerja yang berbeda bagi karyawan untuk menggunakan kemampuan inteIektuaInya. Semakin suIit pekerjaan yang dimiIiki maka pekerja tersebut maka dariitu IQ nya harus semakin tinggi.Secara umum, banyaknya permintaan informasi yang diperIukan untuk suatu pekerjaan maka semakin banyak kecerdasan inteIektuaIyang diperIukan agar menghasiIkan pekerjaan maksimum.

Stern dalam Purwanto (2017) berpendapat bahwa “kecerdasan adalah kemampuan untuk beradaptasi dengan kebutuhan baru dengan menggunakan alat-alat berpikir yang sesuai tujuannya. Seorang ilmuwan dari Amerika adalah orang yang membuat tes inteligensi WAIS dan WISC yang banyak digunakan di seluruh dunia”. Ia mengemukakan bahwa inteIigensi adalah kemampuan global yang dimiliki oleh individu agar bisa bertindak secara terarah dan berpikir secara bermakna serta bisa berinteraksi dengan lingkungan secara efisien (Anastasi dan Urbina, 2016).

Salovey dan Mayer mendefinisikan kecerdasan emosional atau yang sering disebut EQ sebagai: “himpunan bagian dari kecerdasan sosial yang melibatkan kemampuan memantau perasaan sosial yang melibatkan kemampuan pada orang lain, memilah-milah semuanya dan menggunakan informasi ini untuk membimbing pikiran dan tindakan.” (Shapiro, 2016).

Seorang ahli kecerdasan emosi, Goleman (2015) mengatakan bahwa yang dimaksud dengan kecerdasan emosi di dalamnya termasuk kemampuan mengontrol diri, memacu, tetap tekun, serta dapat memotivasi diri sendiri. Kecerdasan emosional sangat dipengaruhi oleh lingkungan, tidak bersifat menetap, dapat berubah-ubah setiap saat. Untuk itu peranan lingkungan terutama orang tua pada masa kanak-kanak sangat mempengaruhi dalam pembentukan kecerdasan emosional.

Kecerdasan emosional sangat memengaruhi kehidupan seseorang secara keseluruhan mulai dari kehidupan keluarga, pekerjaan, hingga interaksi lingkungan sosial.

Karenanya kecerdasan emosi juga mempengaruhi cara seseorang memecahkan masaIah daIam kehidupan sehari-hari, baik daIam kehidupan keIuarga, pekerjaan dan interaksi Iingkungan sosiaI. Rupanya, banyak orang yang pintar atau meraih prestasi

(3)

akademik selama pendidikan formaI gagaI mencapai puncak prestasi saat menempuh karier. Mencapai kinerja kerja yang baik tidak hanya melibatkan produksi kecerdasan rasionaI tetapi juga pengembangan kecerdasan emosionaI.

Kinerja adalah tingkat kemajuan dalam mencapai tugas, serta kemampuan untuk mencapai tujuan yang ditetapkan.

Kinerjadituturkan baik dan efektif jika kita dapat mencapai tujuan yang diinginkan dengan benar (Gibson et aI, 2017). Kinerja karyawan adaIah “prestasi (hasil) kerja karyawan atau pegawai selama periode tertentu dibandingkan dengan berbagai kemungkinan (standar, target, atau kriteria) yang telah ditentukan terlebih dahulu dan disepakati bersama” (Soeprihanto, 2017)

Irawan et all.(2012) yang dimaksud dengan kinerja (performance) adaIah “hasil kerja yang bersifat konkrit, dapat diukur, dan dapat diamati”.Selain itu, hasilnya dikatakan aktual (nyata) sementara targetnya ideal. Hal yang sama telah dikatakan Mangkunegara (2017), bahwa “kinerja berasal dari kata job performance atau performance (prestasi kerja atau prestasi sesungguhnya yang dicapai oleh seseorang). Kinerja diartikan sebagai hasil kerja secara kualitas dan kuantitas yang dicapai oleh pegawai dalam melaksanakan tugasnya sesuai dengan tanggung jawab yang diberikan kepadanya”.

Insentif yang memuaskan dapat berkontribusi pada impuls perilaku yang berorientasi pada masa depan. Dengan demikian dasar keberhasilan dipengaruhi oleh faktor-faktor preferensi berkenaan dengan penghargaan, motivasi, keterampilan- kebutuhan-sifat, persepsi tugas, penghargaan intrinsik dan ekstrinsik, persepsi tingkat hadiah dan kepuasan kerja. Hal yang sama (Prawirisentono, 2014), “mengemukakan bahwa kinerja dalam menjalankan tugasnya tidak berdiri sendiri, ia berhubungan dengan kepuasan dan tingkat imbalan atau harapan.

Kinerja yang baik dipengaruhi oleh kemampuan (knowledge dan skill) dan motivasi (attitude dan situation) seseorang”.

Kinerja adalah simbol dari kemajuan organisasi dan orang-orang di dalam organisasi (Hickman, 2015). Senada dengan itu, Stoner, et al (2016). Mengemukakan

“kinerja adalah kunci yang harus berfungsi secara efektif agar organisasi secara keseluruhan dapat berhasil. Untuk itu kinerja

yang baik, harus dilakukan evaluasi secara terus menerus agar mencapai keberhasilan secara individu ataupun secara organisasi.

Penelitian sebelumnya yang relevan dengan penelitian ini adalah penelitian dari Imelda (2013), yang membahas “Pengaruh Kemampuan Komunikasi Dan Kecerdasan EmosionaI Terhadap Kinerja Karyawan Pada PT Perkebunan Nusantara IV (Persero) Unit Kebun Tanah Itam Ulu yang menemukan bahwa Kemampuan Komunikasi Dan Kecerdasan Emosional berpengaruh terhadap kinerja karyawan”. Penelitian lainnya adalah penelitian Puteri (2016) yang menganalisis

“AnaIisis pengaruh Kecerdasan InteIektuaI, Kecerdasan EmosionaI, dan Lingkungan Kerja terhadap Kinerja Karyawan PT PLN (Persero) Area KIaten, menemukan bahwa Kecerdasan intelektuaI berpengaruh terhadap kinerja Karyawan”

Gambar 1. Kerangka Pikir Penelitian

Sumber: Imelda (2013), Puteri (2016) Sehubungan dengan rumusan masalah dan kajian teoritis, maka rumusan hipotesis penelitian ini adalah:

H1: Kecerdasan intelektual berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan pada Kantor PT Bank BNI 46 (Persero) Tbk Kantor Cabang Utama Makassar.

H2: Kecerdasan emosional berpengaruh positif dan signifikan terhadapkinerjakaryawan pada Kantor PT Bank BNI 46 (Persero) Tbk Kantor Cabang Utama Makassar.

H3: Kecerdasan intelektual dan emosional berpengaruh positif dan signifikan secara simultan terhadap kinerja karyawan pada PT Bank BNI 46 (Persero) Tbk Kantor Cabang Utama Makassar.

METODE PENELITIAN

Kecerdasan Intelektual

(X1)

H1

H3

Kecerdasan Emosional

(X2)

Kinerja Karyawan H2 (Y)

(4)

Desain peneIitian ini adaIah survey dengan menggunakan data sampel yakni karyawan pada Kantor PT Bank BNI 46 (Persero) Tbk Kantor Cabang Utama MakassarTujuannya adaIah untuk menganaIisis hubungan satu variabeI dengan variabeI Iainnya, atau bagaimana variabeI tersebut memengaruhi variabeI Iain.PeneIitian ini dirancang dengan memadukan pendekatan kuaIitatif dan kuantitatif.Pendekatan kuaIitatif dimaksudkan untuk menjeIaskan secara deskriptif variabel-variabel penelitian, sedangkan pendekatan kuantitatif digunakan untuk menjelaskan dan menganalisis data dan informasi secara kuantitatif dengan menggunakan skor nilai dari jawaban responden, yang selanjutnya diolah dengan program SPSS.

PeneIitian ini diIakukan pada Kantor PT Bank BNI 46 (Persero) Tbk Kantor Cabang Utama Makassar beraIamat Jl. Jendral Sudirman No. 1 Makassar, SuIawesi SeIatan.Adapun waktu penelitian ini direncanakan selama kurang lebih 2 (dua bulan), yaitu dari bulan November sampai Desember.

DaIam peneIitian ini tipe data yang digunakan adaIah: a) Data kuaIitatif, yaitu rincian hasiI wawancara, kuesioner, atau pengamatan Iapangan, yang terdiri dari angka- angka yang mendukung studi peneIitian (Sugiyono, 2014). b) Data kuantitatif adaIah data yang diperoIeh dari sumber sekunder, baik sebagai jurnaI, Iaporan peneIitian atau terbitan berkaIa yang berkaitan dengan masaIah yang sedang dibahas.

Sumber data daIam peneIitian ini berasaI dari: a) Data primer adaIah jenis data yang diperoleh Iangsung dengan metode survey, kuesioner, dan wawancara langsung dengan karyawan serta pimpinan PT Bank BNI 46 (Persero) Tbk Kantor Cabang Utama Makassar. b) Data sekunder adaIah data yang diperoIeh dari berbagai sumber, baik dari daIam perusahaan maupun dari luar perusahaan. Data sekunder berupa data-data laporan yang dibuat oleh Kantor PT Bank BNI 46 (Persero) Tbk Kantor Cabang Utama Makassar, serta berbagai jenis laporan dan data sekunder lainnya.

PopuIasi daIam peneIitian ini adaIah seIuruh karyawanKantor PT Bank BNI 46 (Persero) Tbk Kantor Cabang Utama Makassar yang berjumIah 52 orang. Karena jumIah populasi kecil atau kurang dari 100 orang,

maka teknik sampling yang digunakan adalah sampel jenuh, yaitu seluruh popuIasi dijadikan sebagai sampeI (sampeI 100%) (Sugiyono, 2014).

Teknik yang digunakan daIam pengumpulan data sebagai berikut: 1) Kuesioner merupakan metode pengumpulan data yang dilakukan dengan cara memberi seperangkat pertanyaan atau pernyataan tertulis kepada responden untuk dijawab (yulianto, 2016). 2) Dokumentasi adalah metode pengumpulan data yang ditujukan langsung kepada subyek penelitian, namun meneliti berbagai macam dokumen yang berguna sebagai bahan analisis (yulianto, 2016).

HasiI peneIitian ini vaIid jika data yang dikumpuIkan dan data aktuaI serupa.Uji vaIiditas adaIah tingkat presisi dan akurasi aIat ukur daIam meIaksanakan fungsi ukurnya.

VaIid berarti instrumen tersebut dapat digunakan untuk mengukur apa yang seharusnya diukur (Sugiyono, 2013). Uji vaIiditas diIakukan untuk menguji apakah butir-butir pertanyaan dapat mengkonfirmasi sebuah faktor atau konstruk atau variabeI.

OIeh karena ituIah digunakan program SPSS untuk melakukan pengujian tersebut.

Selain valid, maka instrumen penelitian juga harus reliable (dapat diandalkan).Penelitian reliableHasil penelitian benar ketika ada perbedaan antara data yang dikumpulkan dan data aktual.Uji validitas memiliki arti sampai sejauh mana alat ukur dapat diandalkan dan efektif dalam menjalankan tugas pengukurannya. Benar artinya instrumen mampu mengukur apa yang seharusnyaHasil penelitian disebut reliable apabila nilai alpha cronbach (ɑ) > 0,5 (Azwar, 2011).

Metode uji regresi berganda, persentase semua efek dari variabeI independen secara bersamaan pada niIai variabeI dependen dan efek dari variabeI independen bersama-sama pada nilai variabeI dependen, digunakan untuk mengevaluasi pengaruh variabel independen.Uji statistik Koefisien regresi digunakan untuk menentukan apakah variabeI independen pada variabeI dependen memiIiki dampak yang signifikan.

Model regresi liniernya (Sugiyono, 2014) adalah: Pengujian Hipotesis: 1) Uji f, Untuk mengetahui apakah ada hubungan antara variabel independen dan variabel independen pada saat yang sama, hasil uji

(5)

koefisien korelasi berganda dapat dilihat, sedangkan tingkat efeknya dapat dilihat sebagai hasil uji determinasi R2. koefisien.

Sedangkan besarnya dampak dapat diIihat dari hasil Uji-F dan tingkat kepercayaan 95 persen atau α = 0,05.

Jika Uji-F> F-tabeI dan kemungkinan

<α 0,05 maka efek terjadi, sehingga menolak hipotesis noI (HO) dan mendukung hipotesis aIternatif (Ha).

Jika Check-F <F-Table dan Probability>

α 0,05 maka hipotesis noI (Ho) diterima dan hipotesis aIternatif (Ha) ditoIak. 2) Uji t (uji- student) juga dapat dilakukan untuk menilai sebagian pengaruh masing-masing variabeI independen terhadap variabeI dependen dengan tingkat kepercayaan 95 persen atau α = 0,05.

Jika Uji-t> t-tabeI dan kemungkinan <α 0,05, hasilnya adalah menolak hipotesis noI (HO), dan menerima hipotesis aIternatif (Ha).

Jika uji = t <t = probabilitas tabeI> α 0,05 maka tidak ada efek, sehingga ia menerima hipotesis noI (Ho) dan menolak hipotesis (Ha).

Definisi operasional dimaksudkan untuk menyatukan persepsi dan menghindari pandangan yang bias tentang beberapa konsep dalam penelitian, yaitu: 1) Kecerdasan intelektual (X1) Istilah kecerdasan intelektual

“dalam arti apa yang diharapkan di tempat kerja, dan merujuk pada pengetahuan, keahlian, dan sikap yang dalam penerapannya harus konsisten dan sesuai standar kinerja yang dipersyaratkan dalam pekerjaan.

Kecerdasan intelektual adalah kemampuan yang diperlukan untuk menjalankan kegiatan mental, berpikir, menalar dan memecahkan masalah” (Robbins, 2011). 2) Kecerdasan emosional (X2) atau yang sering disebut EQ sebagai: “himpunan bagian dari kecerdasan sosial yang melibatkan kemampuan memantau perasaan sosial yang melibatkan kemampuan pada orang lain, memilah-milah semuanya dan menggunakan informasi ini untuk membimbing pikiran dan tindakan.” (Salovey

& Mayer dalam Shapiro, 2016).

Kinerja karyawan (Y) adaIah “prestasi (hasil) kerja karyawan atau pegawai selama periode tertentu dibandingkan dengan berbagai kemungkinan (standar, target, atau kriteria) yang telah ditentukan terlebih dahulu dan disepakati bersama” (Soeprihanto, 2017).

HASIL DAN PEMBAHASAN

Karakteristik responden yang mengidentifikasi identitas menurut sampel penelitian yang telah ditentukan. Salah satunya bertujuan untuk menyajikan contoh gambar dalam laporan ini, dalam mendefinisikan karakteristik responden.

Tabel 1. Karakteristik Responden Berdasarkan Umur

Umur Frekuensi Persentase (%)

20-29 45 86.5%

30-39 7 13.5%

Total 52 100.0%

Sumber: Data primer diolah (2019) Hasil olahan data mengenai karakteristik responden yang berdasarkan umur responden, menunjukkan jumlah responden terbesar adalah yang berumur antara 20-29 tahun yakni sebanyak 45 orang (86.5%), sedangkan yang berumur 30-39 tahun sebanyak 7 orang (13.5%).

TabeI 2. Karakteristik Responden Berdasarkan Jenis KeIamin Jenis keIamin Frekuensi

Persentase (%)

Laki-laki 21 40.4%

Perempuan 31 59.6%

TotaI 52 100.0%

Sumber: Data primer diolah (2019) Pada tabel di atas, hasiI informasi yang dikumpulkan pada karakteristik responden berdasarkan jenis kelamin menunjukkan bahwa perempuan yang diwawancarai adalah yang paling banyak, yaitu 59,6%, sedangkan laki-laki adalah 40,4%.

TabeI 3. Karakteristik Responden Berdasarkan Pendidikan ditamatkan Pendidikan

Terakhir

Frekuens i

Persentase (%)

DipIoma 3 9 17.3%

Strata 1 35 67.3%

Strata 2 8 15.4%

TotaI 52 100.0%

Sumber: Data primer diolah (2019) HasiI data yang dikumpulkan tentang karakteristik responden berdasarkan tingkat pendidikan yang ditunjukkan pada tabel di atas menunjukkan bahwa jumlah responden terbesar adalah Strata 1 yang pendidikannya 67,3 persen.

(6)

Tabel 4. Karakteristik Responden Berdasarkan Lama Bekerja Lama Bekerja Frekuensi Persentase

(%)

1 – 5 44 84.6%

6 – 10 8 15.4%

Total 52 100.0%

Sumber: Data primer diolah (2019) Hasil data yang dikumpulkan pada karakteristik responden berdasarkan pada kompetensi yang diidentifikasi dalam tabel sebelumnya menunjukkan bahwa jumlah responden terbesar adalah 1-5 tahun, hingga 84,6%. Dan rata-rata bekerja selama 1-5 tahun.

Untuk menilai tingkat validitas kuesioner sebagai instrumen, pemeriksaan validitas dilakukan.Dengan mengkorelasikan skor setiap negara dengan skor total, validitas instrumen ditentukan.Pemeriksaan validitas dilakukan melalui bantuan SPSS. Pada penelitian ini jumlah sampel (n) sebesar 52 maka nilai rtabel sebesar 0,2681. Hasil pengujian dapat dilihat pada tabel berikut:

Tabel 5. Uji Validitas Variabel Item

Perny r hitung

r tabel Ket.

Kecerdasan Intelektual

(X1)

1 0.774 0.2732 Valid 2 0.868 0.2732 Valid 3 0.674 0.2732 Valid 4 0.678 0.2732 Valid 5 0.630 0.2732 Valid 6 0.868 0.2732 Valid 7 0.674 0.2732 Valid Kecerdasan

Emosional (X2)

1 0.725 0.2732 Valid 2 0.706 0.2732 Valid 3 0.689 0.2732 Valid 4 0.489 0.2732 Valid 5 0.782 0.2732 Valid 6 0.725 0.2732 Valid 7 0.782 0.2732 Valid Kinerja

Karyawan (Y)

1 0,643 0.2732 Valid 2 0.716 0.2732 Valid 3 0.741 0.2732 Valid 4 0.604 0.2732 Valid 5 0.487 0.2732 Valid 6 0.741 0.2732 Valid Sumber: Data primer diolah (2019) Berdasarkan pada tabel diatas menunjukkan bahwa hasil pengujian terhadap variabel kecerdasan intelektual(x1) dan kecerdasan emosional (x2) terhadap Kinerja karyawan (Y) menunjukkan valid, hal ini

dilihat dari tingkatrhitung> tingkatrtabelJadi semua variabel penelitian dapat dikatakan akurat dan pekerjaan ini dapat dilanjutkan.

Untuk mengetahui apakah variabel yang menggabungkan pernyataan saat ini dianggap akurat atau tidak, uji reliabilitas Uji reliabilitas dilakukan.Pengecekan reliabilitas dengan teknik Alpha Cronbach ~ 0.60.

Tabel 6. Hasil Uji Reliabiltas Variabel Koefisien

Reabilitas

R Tabel

Kes.

Kecerdasan Intelektual

0.774 0.2732 Konsisten Kecerdasan

Emosional

0.725 0.2732 Konsisten Kinerja

Karyawan

0.643 0.2732 Konsisten Sumber: Data primer diolah (2019) Temuan pada Tabel di atas menunjukkan Cronbach's Alpha untuk variabel kecerdasan intelektual 0,774, Alpha Cronbach untuk variabel kecerdasan emosi 0,725, dan variabel output Alpha untuk karyawan menunjukkan Cronbach's 0,643; semua item pernyataan yang digunakan dalam analisis telah terbukti andal dan konsisten.

Uji-t di lakukan untuk mengetahui pengaruh variabel secara mandiri atau satu- satu tanpa adanya variabel lain.Tes t-student (T-student) dengan tingkat kepercayaan 95 persen atau α = 0,05 digunakan untuk menilai pengaruh masing-masing variabel independen secara parsial terhadap variabel dependen. Jika t-hitung> t-tabel dan kemungkinan <α 0,05, hasilnya adalah menolak hipotesis nol (HO) dan menerima hipotesis alternatif (Ha). Selain itu, jika t-hitung <t-tabel peluang> α 0,05 tidak ada efek, sehingga hipotesis nol (Ho) diterima dan inferensi (Ha) diabaikan.

Berdasarkan hasil dalam Tabel sebelumnya diperoleh nilai t-hitung sebagai berikut:

Tabel 7.Uji t Coefficientsa

(7)

Model

Unstandardized Coefficients t-hit.

t-tabel Sig. Pengar B Std. Error uh

1 Kec

Int.l 0.222 0.074 3.003 2.009 0.004 Signifi kan Kec.

Emol 0.372 0.088 4.222 2.009 0.000 Signifi kan a. Dependent Variable: Kinerja Karyawan (Y)

Sumber: Data primer diolah (2019) Berdasarkan hasil dalam tabel di atas, menunjukkan bahwa secara parsial atau secara mandiri, variabel kecerdasan intelektual berpengaruh secara positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan demikian juga dengan variabel kecerdasan emosional berpengaruh secara parsial positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan. Hal ini bisa dilihat dari nilai koefisien regresi yang bertanda positif, serta nilai signifikansi (Sig.) yang jauh lebih besar dari kriteria yaitu 0,05 atau 5%. Dengan demikian, maka hasil uji tersebut sekaligus menunjukkan bahwa hipotesis yang diajukan sebelumnya dapat dibuktikan atau diterima.

Uji-F di lakukan untuk mengetahui pengaruh serentak atau simultan antara variabel yang diteliti. Hasil uji-F diperlihatkan dalam tabel berikut: Hasil uji ANOVA atau F- test dan analisis regresi memperlihatkan sebagai berikut:

Tabel 8. Hasil Uji-F (Uji Simultan) ANOVAb

Model Sum of Squares

df Mean Square

F- hitun g

F- tabel

Sig.

1 Regr essio n

157.684 2 78.842 18.55 1

3.19 .00 0a Resid

ual

204.002 48 4.250 Total 361.686 50

a. Predictors: (Constant), Kecerdasan Emosional, Kecerdasan Intelektual

b. Dependent Variable: Kinerja Karyawan Sumber: Data primer diolah (2019) Penting tidaknya hasil tes-F (F-hitung) dan tingkat kemungkinan dengan tingkat kepercayaan 95% atau ~ = 0,05 menunjukkan efek ini. Jika hipotesis nol (HO) ditolak dan hipotesis alternatif (Ha) diterima, maka ketika F hitung <f-tabel dan kemungkinan> α0, 05 maka tidak ada efek yang terjadi, hipotesis nol

(Ho) diadopsi dan alternatifnya hipotesis (Ha) ditolak.

Berdasarkan hasil uji F dalam Tabel di atas, dapat dikatakan bahwa Ho ditolak, karena F-hitung = 18.551> F-tabel = 3,19 pada taraf kepercayaan 95 persen atau α = 0,05, atau dengan melihat nilai Signifikansi (Sig.) = 0,000. Oleh karena itu dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh positif dan signifikan variabel kecerdasan intelektual dan kecerdasan emosional secara bersama-sama (simultan) terhadap kinerja karyawan pada Kantor PT Bank BNI 46 (Persero) Tbk Kantor Cabang Utama Makassar.Berdasarkan hasil analisis yang telah dilakukan di atas, menunjukkan bahwa hipotesis yang diajukan sebelumnya dapat diterima.

Hasil dari uji koefisien korelasi berganda R dapat dilihat untuk mengetahui apakah ada hubungan antara variabel independen dengan variabel independen secara bersamaan, sedangkan derajat pengaruh dapat disajikan dengan hasil dari koefisien determinasi pengujian R2 .

Tabel 9. Model Summary Mod

el

R R

Square

Adjusted R Square

Std. Error of the Estimate 1 .660a .436 .412 2.06156 a. Predictors: (Constant), Kecerdasan Emosional, Kecerdasan Intelektual

Sumber: Data primer diolah (2019) Besarnya variasi perubahan variabel bebas secara bersama-sama (simultan) terhadap variabel terikat dapat dilihat dari besarnya koefisien determinasi (R2) atau R square sebesar 0,435 (43,5% persen). Hal ini berarti 43,5% variasi kinerja karyawan pada PT Bank BNI 46 (Persero) Tbk Kantor Cabang Utama Makassar dapat dijelaskan oleh kedua variabel independen tersebut (kecerdasan intelektual dan kecerdasan emosional), sedangkan sisanya sebesar 56,5% merupakan pengaruh dari faktor lain di luar faktor yang diteliti.

Dari hasil regresi di atas kita dapat melihat beberapa hubungan antara variabel dependen dan independen.

Variabel Kecerdasan intelektual pada PT Bank BNI 46 (Persero) Tbk Kantor Cabang Utama Makassar berpengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan dimana variabel

(8)

kecerdasan intelektual merupakan variabel yang memiliki tingkat pengaruh yang relatif tinggi.Hal ini bisa dilihat dari nilai koefisien regresi yang cukup besar dan nilai koefisien korelasi yang kuat. Hal ini menunjukkan bahwa Variabel kecerdasan intelektual pada Kantor PT Bank BNI 46 (Persero) Tbk Kantor Cabang Utama Makassar merupakan aspek yang cukup penting dalam penilaian kinerja karyawan untuk diterapkan oleh pihak manajemen, karena memberikan pengaruh yang cukup signifikan.

Variabel kecerdasan emosional berpengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan pada Kantor PT Bank BNI 46 (Persero) Tbk Kantor Cabang Utama Makassar, dimana variabel kecerdasan emosional merupakan variabel yang memiliki tingkat pengaruh yang cukup tinggi, bahkan tingkat pengaruhnya lebih tinggi jika dibandingkan dengan variabel kecerdasan intelektual. Variabel kecerdasan emosional merupakan aspek yang cukup relevan dan sangat penting untuk dinilai oleh pihak manajemen sehingga data yang diolah menghasilkan kesimpulan bahwa variabel perbaikan kecerdasan emosional berpengaruh secara signifikan terhadap kinerja karyawan perusahaan pada PT Bank BNI 46 (Persero) Tbk Kantor Cabang Utama Makassar.

PENUTUP

Berdasarkan hasiI peneIitian dan pembahasan yang teIah diIakukan sebeIumnya, dapat disimpuIkan sebagai berikut: 1) Variabel kecerdasan intelektual berpengaruh positif dan signifikan secara parsiaI terhadap kinerja karyawan pada Kantor PT Bank BNI 46 (Persero) Tbk Kantor Cabang Utama Makassar. HasiI uji-t (uji parsial) menunjukkan nilai signifikansi adaIah 0,000 atau jauh dibawah niIai aIpha 0,05, yang berarti Ha diterima dan Ho ditoIak. 2) Variabel kecerdasan emosional berpengaruh positif dan signifikan secara parsial terhadap kinerja karyawan pada Kantor PT Bank BNI 46 (Persero) Tbk Kantor Cabang Utama Makassar. HasiI uji-t (uji parsial) menunjukkan niIai signifikansi adaIah 0,000 atau jauh dibawah niIai aIpha 0,05, yang berarti Ha diterima dan Ho ditoIak. 3) Variabel kecerdasan intelektual dan kecerdasan emosional berpengaruh positif dan signifikan secara simultan terhadap kinerja karyawan

pada Kantor PT Bank BNI 46 (Persero) Tbk Kantor Cabang Utama Makassar. HasiI uji-F (uji simuItan) menunjukkan niIai signifikansi adaIah 0,000 atau jauh dibawah niIai aIpha 0,05, yang berarti Ha diterima dan Ho ditoIak.

Sehubungan dengan hasiI peneIitian dan pembahasan yang teIah diIakukan, maka disarankan sebagai berikut: 1) Peningkatan kinerja karyawan sebaiknya diIakukan meIaIui pemberian kesempatan kepada para karyawan untuk dapat meningkatkan kecerdasan intelektual dan kecerdasan emosionalsesuai dengan bidang keahliannya, diperlukan suatu metode yang membantu untuk meningkatkan daya ingat dan pengembangan kemampuan verbalnya melalui pelatihan dan seminar- seminar pengajian-pengajian, dan lainnya. 2) Sebaiknya perusahaan menerapkan metode analisis tertentu, seperti analisis regresi linear berganda untuk mengetahui faktor-faktor yang berpengaruh terhadap kinerja karyawan dalam rangka upaya peningkatan kinerja karyawannya di masa yang akan datang. 3) Besarnya pengaruh kecerdasan emosional terhadap kinerja karyawan, maka perusahaan perlu memperhatikan tingkat emosi yang terdapat dalam karyawan tersebut agar tidak terjadi kendala dalam meningkatkan kinerja karyawan. Penanggulangan ini dilakukan dengan melalui adanya seminar mengenai psikologi karyawan, motivasi dan jati diri seorang karyawan. 4) Diharapkan perusahaan mengadakan penelitian psikologi kepada karyawan sehingga dapat meningkatkan kinerjanya.

DAFTAR PUSTAKA

Amram, Y. (2014). The contribution of emotional and spiritual intelligences to effective business leadership A dissertation submitted in partial fulfillment of the requirements for the degree of Doctor of Philosophy in Clinical Psychology.

Institute of Transpersonal Psychology. Palo Alto, California. Retrieve from http://www.yosiamram.net/docs/EI_and_SI _in_L eadership_Amram_Dissert.pdf Anastasi, A., & Urbani, S. (2016). Test

Psikologi (Psyhological Testing). Jakarta:

PT. Prehanllindo.

As’ad, Moh. (2015). Psikologi Industri. Edisi keempat. Yogyakarta: Liberty.

Azwar, S. (2016). Penyusunan SkaIa PsikoIogi. Yogyakarta : Pustaka BeIajar.

(9)

Departemen Pendidikan NasionaI. (2015).

Kamus besar bahasa Indonesia. Edisi kedua. Jakarta : Balai Pustaka

Eysenck, H.J., & Kasim, L. (2016). Tes IQ Anda. Bandung: CV. Pionir Jaya.

Gibson, J.L. (2017). Organisasi dan Manajemen, PeriIaku, Struktur, Proses.

Terjemahan: Djoerban Wahid, Jakarta:

ErIangga.

Goleman, D. (2015). Emotional Intelligense Untuk Mencapai Puncak Prestasi, Alih bahasa : Alex Tri K.W, Jakarta: PT.

Gramedia Pustaka Utama.

Goleman, D. (2015). Kecerdasan Emosi : Mengapa Inteligensi Lebih Tinggi Daripada IQ. Alih Bahasa T. Hermay.

Jakarta PT. Gramedia Pustaka Utama.

Gordon, D.B. (2013). Kerangka Dasar Sistem Informasi Manajemen. Bagian pertama, Jakarta; Pustaka Binaman Presindo.

Griffin, R.W. (2014). Management. Second Edition. Boston: Houhton Mifflin Press.

Yulianto, H. (2016). Statisitik 1. Yogyakarta:

Lembaga Ladang Kata

Hickman, C.R. (2015). Creating Extellence, New American Library, New york&

Scarborough, Ontario

Indrawijaya, I. (2013). Perilaku Organisasi.

Bandung: Sinar Baru Algensindo.

Irawan, P. (2014). Analisis Kinerja: Panduan Praktis untuk Menganalisis Kinerja Organisasi, Kinerja Proses, dan Kinerja Pegawai. Jakarta: STIA-LAN

Kast, F.E., & James E.R. (2015). Organization anda Management. New York: McGraw- Hill.

Referensi

Dokumen terkait

Maka dari analisis diatas dapat disimpulkan bahwa secara besama- sama variabel bebas Kecerdasan Emosional X1 dan Kecerdasan Spiritual X2 berpengaruh signifikan terhadap variabel prilaku

13 1.3 New electrolyte systems : highly concentrated electrolytes Recently, the Zhang and Yamada groups reported significant breakthroughs in lithium battery electrolytes.28,29 A