• Tidak ada hasil yang ditemukan

Analisis Kinerja Operasional Kereta Api Komuter Sidoarjo-Indro

N/A
N/A
Eka Widiyawati

Academic year: 2025

Membagikan "Analisis Kinerja Operasional Kereta Api Komuter Sidoarjo-Indro"

Copied!
12
0
0

Teks penuh

(1)

KINERJA OPERASIONAL KERETA API KOMUTER SIDOARJO-INDRO

Muhammad Fachri Rasyidi Lubis, Septiana Hariyani, Imma Widyawati Agustin Departemen Perencanaan Wilayah dan Kota Fakultas Teknik Universitas Brawijaya

Jalan Mayjen Haryono 167 Malang 65145 -Telp (0341)567886 Email: [email protected]

ABSTRAK

Terdapat beberapa kota besar di Indonesia yang memiliki permasalahan transportasi yang komplek, salah satunya adalah masalah sarana transportasi dan infrastruktur yang berujung pada peningkatan kemacetan jalan raya. Adanya transportasi bersama seperti kereta api sebenarnya dapat mengurangi penggunaan kendaraan pribadi dan mengurangi angka kemacetan. Kereta api komuter Sidoarjo-Indro merupakan kereta api komuter yang memiliki rute dari Stasiun Sidoarjo menuju Stasiun Indro maupun sebaliknya dengan 9 titik stasiun pemberhentian. Kereta api komuter Sidoarjo-Indro merupakan jenis kereta PSO (Public Service Obligation) yang merupakan hasil subsidi dari PT. KAI dengan tarif perjalanan sebesar Rp 5.000. Kereta api komuter Sidoarjo-Indro masih memiliki kinerja yang perlu ditingkatkan, seperti kereta api komuter yang mengalami keterlambatan kereta selama 3 menit dari jadwal perjalanan kereta.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kinerja operasional kereta api komuter Sidoarjo-Indro. Penelitian ini menggunakan analisis kinerja operasional yang terdiri dari analisis load factor, analisis travel time, dan analisis waktu tunggu. Hasil analisis menunjukkan kinerja operasional kereta api komuter Sidoarjo-Indro pada hari kerja (weekday) dan hari libur (weekend).

Kata Kunci : Kereta-Api-Komuter; Sidoarjo-Indro; Kinerja-Operasional ABSTRACT

There were several big cities in indonesia that had complex transportation problems, one of which was the problem of transportation facilities and infrastructure which leads to an increase in road congestion. The existence of shared transportation such as trains could actually reduce the used of private vehicles and reduce congestion. The sidoarjo-indro commuter train was a commuter train that had a route from sidoarjo station to indro station and vice versa with 9 stopped points. The sidoarjo-indro commuter train was a typed of pso (public service obligation) train which was the result of a subsidy from PT. KAI with a fare of idr 5,000. Sidoarjo-indro commuter trains still had performance that needed have been improved, such as commuter trains that experience train delays of 3 minutes from the train travel schedule. The aimed of this studied was to determine the operational performance of the sidoarjo-indro commuter trains. This studied used operational performance analysis consisting of load factor analysis, travel time analysis, and waiting time analysis. The results of the analysis showed the operational performance of the sidoarjo-indro commuter train on weekdays and weekends.

Keywords: Commuter-Train; Sidoarjo-Indro; Operational-Performance

PENDAHULUAN

Transportasi adalah salah satu fasilitas bagi suatu daerah untuk maju dan berkembang, serta manfaat dari transportasi adalah dapat meningkatkan hubungan atau aksesibilitas suatu daerah (Damayanti, Agustin, & Hariyani, 2022).

Transportasi menjadi suatu unsur terpenting dalam perkembangan suatu negara, dimana transportasi menjadi salah satu dasar dari pembangunan ekonomi dan perkembangan masyarakat serta pertumbuhan industrialisasi (Fatimah, 2019). Perkembangan transportasi akan mendorong kegiatan perekonomian dan pembangunan suatu daerah maupun negara.

Transportasi menjadi sarana yang berperan

dalam kehidupan manusia, baik untuk keberlangsungan interaksi antara manusia, maupun sebagai alat untuk memudahkan manusia dalam memindahkan barang dari satu tempat ke tempat lainnya. Namun, pelayanan transportasi yang tidak sesuai dengan kebutuhan pergerakan masyarakat dapat menyebabkan sistem transportasi tidak berguna. Masyarakat lebih memilih menggunakan transportasi pribadi daripada menggunakan transportasi umum, hal tersebut menyebabkan ketidaksesuaian antara jumlah transportasi yang berada di jalan raya dengan kapasitas jalan raya yang tersedia maka akan terjadi permasalahan yang umum pada bidang transportasi yaitu kemacetan (Dadan, 2018).

(2)

Kota-kota besar di Indonesia memiliki permasalahan transportasi yang komplek, salah satunya adalah masalah sarana dan prasarana transportasi yang mengakibatkan kemacetan lalu lintas yang semakin parah (Kurniawan, Shalikhah, Shofiati, Azizah, & Mochtar, 2021). Pertambahan jumlah kendaraan bermotor yang tidak diimbangi dengan peningkatan dari infrastruktur jalan raya merupakan salah satu penyebab terjadinya kemacetan lalu lintas. Peningkatan jumlah kendaraan terjadi seiring dengan bertambahnya jumlah penduduk di suatu wilayah untuk memfasilitasi pergerakan masyarakat.

Kawasan Gerbangkertosusila menjadi salah satu kawasan yang memiliki permasalahan terkait transportasi. Aktivitas perekonomian di Gerbangkertosusila sebagai kawasan andalan akan semakin meningkat seiring berjalannya waktu, sehingga akan terjadi peningkatan pula pada pergerakan atau mobilitas masyarakat di kawasan tersebut. Sebagian besar masyarakat menggunakan transportasi jalan raya sebagai pilihan utama, sehingga pengguna kendaraan pribadi akan meningkat secara signifikan.

Penggunaan kendaraan pribadi yang dipilih masyarakat disebabkan oleh permasalahan terhadap transportasi umum, seperti tidak adanya jadwal yang tetap, rute yang memaksa terjadinya transfer, kelebihan penumpang pada saat jam sibuk, cara mengemudikan kendaraan yang sembarangan dan dapat membahayakan keselamatan (Gustina, 2016).

Kota Surabaya menjadi pusat pelayanan dari Kawasan Gerbangkertosusila karena Kota Surabaya memiliki berbagai kegiatan untuk penunjang ekonomi yang mengalami perkembangan yang pesat (Santoso, Agustin, &

Hariyani, 2022), sehingga para pendatang yang berasal dari daerah penyangga datang ke Kota Surabaya untuk bekerja ataupun melakukan aktivitas lainnya. Sidoarjo dan Gresik merupakan contoh daerah yang berada di daerah penyangga Kota Surabaya dan menyumbangkan pendatang yang cukup banyak ke Kota Surabaya.

Berdasarkan hasil survei yang dilakukan oleh lembaga riset Inrix pada tahun 2017, Kota Surabaya menempati peringkat sepuluh besar sebagai kota termacet di Indonesia. Hal tersebut terjadi akibat dari peningkatan kepadatan lalu lintas di Kota Surabaya karena kapasitas jalan yang tidak sebanding dengan pertambahan volume lalu lintas yang disebabkan oleh meningkatnya jumlah pendatang ke Kota Surabaya. Adanya transportasi bersama seperti

kereta api sebenarnya dapat mengurangi penggunaan kendaraan pribadi.

Kereta api KRD (Kereta Rel Diesel) pada umumnya melayani berbagai tujuan di kawasan metropolitan Gerbangkertosusila, seperti Sidoarjo, Mojokerto, Lamongan dan Stasiun Indro yang terletak di Kabupaten Gresik. Berdasarkan Grafik Perjalanan Kereta Api (GAPEKA) tahun 2021, kereta api KRD terbagi menjadi dua yaitu kereta api komuter dengan berbagai rute dan kereta api Jenggala yang memiliki rute Surabaya- Mojokerto-Sidoarjo. Beberapa rute baru pada layanan kereta api komuter yang mulai dioperasikan pada 10 Februari 2021 yaitu, Sidoarjo-Indro, Surabaya Kota-Sidoarjo, dan Surabaya-Pasuruan, serta Surabaya Kota- Mojokerto pada kereta api Jenggala. Reaktivasi yang dilakukan pada Stasiun Indro di Kabupaten Gresik diharapkan dapat menarik minat masyarakat untuk menggunakan transportasi bersama dalam melakukan perjalanan agar dapat mengurangi angka kemacetan lalu lintas jalan raya. Namun, kurangnya perhatian pemerintah terhadap pengelolaan transportasi bersama maka dalam realisasinya tidak dapat berjalan dengan optimal. Kinerja kenyamanan dan keamanan merupakan faktor yang masih dinilai kurang sehingga masyarakat lebih memilih menggunakan kendaraan pribadi (Tazaruwah, 2019). Meningkatnya minat masyarakat dalam menggunakan kereta api komuter Sidoarjo-Indro mendorong dilaksanakannya penelitian ini untuk mengetahui kinerja operasional dari kereta api komuter Sidoarjo-Indro.

METODE PENELITIAN

Penelitian ini melingkupi kereta api komuter dengan rute Sidoarjo-Indro dan sebaliknya (Gambar 1). Pemilihan rute Sidoarjo- Indro didasarkan pada reaktivasi yang dilakukan oleh PT. KAI terhadap Stasiun Indro pada 10 Februari 2021. Hal tersebut meningkatkan daya tarik masyarakat untuk menggunakan kereta api komuter. Peningkatan daya tarik masyarakat diketahui dari jumlah jadwal perjalanan kereta api komuter rute Sidoarjo-Indro dan sebaliknya masing-masing yang bertambah dari 1 kali perjalanan menjadi 3 kali perjalanan dalam satu hari.

Tahapan dalam penelitian ini diawali dengan pengambilan data melalui survei primer dan survei sekunder. Survei primer menggunakan observasi terhadap kereta api

(3)

komuter Sidoarjo-Indro, sedangkan survei sekunder diperoleh dari instansi terkait. Tahapan selanjutnya melakukan analisis menggunakan analisis kinerja operasional kereta api yang terdiri dari analisis load factor¸ analisis travel time, dan analisis waktu tunggu. Kemudian hasil dari

analisis tersebut akan menujukkan permasalahan pada kinerja operasional kereta api komuter untuk rute Sidoarjo-Indro maupun sebaliknya.

Tahapan penelitian kinerja operasional kereta api komuter Sidoarjo-Indro dapat dilihat pada kerangka metode (Gambar 2).

Gambar 1. Rute Kereta Api Komuter Sidoarjo-Indro

Gambar 2. Kerangka Metode

(4)

Variabel Penelitian

Variabel penelitian merupakan atribut yang diteliti dan dianalisis oleh peneliti.

Penentuan variabel dalam penelitian ini ditentukan berdasarkan standar dan pedoman yang digunakan. Variabel penelitian mengenai kinerja operasional kereta api komuter Sidoarjo- Indro sebagai berikut (Tabel 1).

Tabel 1. Variabel Penelitian

Tujuan Variabel Data yang

Dibutuhkan Referensi/

Sumber Menganalisis

kinerja operasional kereta api komuter Sidoarjo- Indro

Load

Factor 1. Jumlah Penumpang 2. Kapasitas

Angkut

Abubakar (1995)

Travel

Time 1. Panjang rute 2. Kecepatan

Kereta Waktu

Tunggu 1. Jadwal Keberangkatan

Analisis Kinerja Operasional Kereta Api Komuter Analisis kinerja operasional kereta api komuter dalam penelitian ini menggunakan studi literatur atau penelitian sebelumnya oleh (Bakhtiar, 2018) terdapat 5 variabel yakni waktu perjalanan, faktor muat (load factor), headway, usia kendaraan, dan kecepatan kendaraan.

Adapun menurut (Abubakar, 1995) terdapat 7 indikator yaitu load factor, travel time, headway, waktu tunggu, kecepatan perjalanan, frekuensi dan biaya perjalanan. Berdasarkan penelitian tersebut maka dirumuskan variabel yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah load factor, travel time, dan waktu tunggu.

Load Factor

Perhitungan load factor adalah membandingkan volume jumlah penumpang dengan kapasitas kereta api komuter.

Berdasarkan SK Direktorat Jenderal No. 687 Tahun 2002 Tentang Pedoman Teknis Penyelenggaraan Angkutan Penumpang Umum menentukan bahwa load factor penumpang untuk perhitungan tarif adalah 70%. Perhitungan load factor dapat menggunakan rumus (1).

𝑳𝒇 =𝑷

𝑪 x 100% ... (1)

Keterangan:

Lf : Load factor

P : Total jumlah penumpang C : Kapasitas kereta api Travel Time

Travel time merupakan lama waktu yang ditempuh kereta api dalam melakukan satu siklus

rute perjalanan dari tempat permberhentian pertama sampai ke stasiun tujuan (Rizqiya, Ari, &

Firdausiyah, 2022). Pehitungan travel time adalah dengan mencatat waktu keberangkatan kereta api komuter dari stasiun pertama ke stasiun selanjutnya secara berurutan. Adapun tujuan perhitungan travel time adalah untuk mengetahui di stasiun mana kereta api komuter mengalami penurunan kecepatan yang berdampak pada keterlambatan jadwal kereta api. Berdasarkan PM Perhubungan RI No. 24 Tahun 2015 Tentang Standar Keselamatan Perkeretaapian, rata-rata kecepatan maksimum kereta api adalah 100 km/jam.

Waktu Tunggu

Waktu tunggu digunakan untuk menghitung selisih waktu kedatangan dan keberangkatan kereta api komuter Sidoarjo-Indro dan sebaliknya di setiap pemberhentian stasiun dalam satuan menit. Adapun standar waktu tunggu pada setiap pemberhentian stasiun berdasarkan SK Dirjen Perhubungan Darat Nomor 687 Tahun 2002 Tentang Pedoman Teknis Penyelenggaraan Angkutan Penumpang Umum adalah rata-rata 5-10 menit dan maksimum 10-20 menit.

HASIL DAN PEMBAHASAN

Gambaran Umum Kereta Api Komuter Sidoarjo- Indro

Kereta api komuter Sidoarjo-Indro merupakan salah satu moda transportasi kereta perkotaan yang berada dibawah kendali Daerah Operasi VIII (DAOP 8) Surabaya. Kereta api komuter Sidoarjo-Indro mulai beroperasi per tanggal 10 Februari 2021 setelah dilakukan reaktivasi terhadap Stasiun Indro di Kabupaten Gresik. Kereta api komuter Sidoarjo-Indro terdiri dari 4 gerbong dengan kapasitas 378 penumpang dengan rincian kapasitas penumpang duduk berjumlah 262 penumpang dan kapasitas berdiri berjumlah 116 penumpang. Jenis kereta api komuter yang digunakan adalah Kereta Rel Diesel Indonesia (KRDI) yang dua kereta paling ujung termasuk kereta penggerak dan kereta sisanya merupakan kereta tak berpenggerak. Kereta 1 dan 4 dijadikan sebagai kereta penggerak dengan kapasitas penumpang duduk masing-masing 60 penumpang, sedangkan kereta 2 dan 3 merupakan kereta biasa dengan kapasitas penumpang masing-masing adalah 72 penumpang dan 70 penumpang.

(5)

Jumlah perjalanan kereta api komuter Sidoarjo-Indro dan sebaliknya masing-masing memiliki 3 jadwal perjalanan. Jadwal perjalanan tersebut sama saat weekday (hari kerja) dan weekend (hari libur). Terdapat 3 jadwal keberangkatan untuk kereta api komuter rute Sidoarjo-Indro yaitu pada pukul 05.25 WIB, 10.00 WIB, dan 13.00 WIB, sedangkan jadwal keberangkatan kereta api komuter rute Indro- Sidoarjo yaitu pada pukul 08.45 WIB, 12.40 WIB, dan 16.55 WIB. Berdasarkan GAPEKA (Grafik Perjalanan Kereta Api) 2021, volume penumpang kereta api komuter Sidoarjo-Indro mengalami peningkatan dibandingkan pada awal beroperasinya kereta tesebut.

Sistem pembelian tiket kereta api komuter Sidoarjo-Indro ataupun sebaliknya dapat melalui aplikasi KAI Access maupun secara langsung melalui loket stasiun. Kereta api komuter Sidoarjo-Indro merupakan jenis kereta PSO (Public Service Obligation) yang merupakan hasil subsidi dari PT.KAI. Adapun tarif tiket kereta api komuter Sidoarjo-Indro sebesar Rp 5.000. Tarif tiket tersebut merupakan tarif flat jauh-dekat yang berarti seberapa jauh perjalanan atau tujuan stasiun pada jalur yang dilewati oleh kereta api komuter Sidoarjo-Indro dikenakan tarif yang sama (Gambar 3).

Gambar 3. Kereta Api Komuter Sidoarjo-Indro Karakteristik Penumpang Kereta Api Komuter Sidoarjo-Indro

Karakteristik penumpang digunakan untuk mengetahui kondisi penumpang yang menggunakan moda transportasi kereta api komuter Sidoarjo-Indro. Karakteristik penumpang kereta api komuter Sidoarjo-Indro dibagi berdasarkan jenis kelamin, usia, jenis pekerjaan, tujuan perjalanan, dan frekuensi menggunakan kereta api. Berikut merupakan

karakteristik dari penumpang yang menggunakan kereta api komuter rute Sidoarjo-Indro dan rute Indro-Sidoarjo (Tabel 2).

Tabel 2. Karakteristik Penumpang Kereta Api Komuter Sidoarjo-Indro

Karakteristik Penumpang Persentase (%)

Jenis Kelamin Laki-laki 52

Perempuan 48

Usia

< 16 tahun 4

16-20 tahun 10

21-25 tahun 20

26-30 tahun 16

31-35 tahun 24

36-40 tahun 11

41-45 ahun 10

>45 tahun 5

Jenis Pekerjaan

Mahasiswa/pelajar 27

PNS 16

Karyawan Swasta 28

Wiraswasta 15

Ibu Rumah Tangga 9

Lainnya 5

Tujuan Perjalanan

Pekerjaan 34

Pendidikan 10

Rekreasi/hiburan 37

Sosial 13

Budaya 6

Freskuensi Menggunakan Kereta

Setiap Hari 7

Seminggu Sekali 10

Beberapa Kali

Dalam Seminggu 25

Sebulan Sekali 16

Beberapa Kali

Dalam Sebulan 26

Sekali Dalam

Beberapa Bulan 16

Kinerja Operasional Kereta Api Komuter Sidoarjo-Indro

Kereta api komuter terlebih dahulu dilakukan sampling sebelum diteliti terkait kinerja operasional. Kereta api komuter yang diteliti yaitu kereta dengan nomor kereta KA 7126 dan KA 7133 untuk hari kerja (weekday), sedangkan kereta api yang diteliti untuk hari libur (weekend) yaitu kereta dengan nomor kereta KA 7130 dan KA 7129.

Load Factor

Load factor digunakan untuk mengetahui jumlah penumpang dalam angkutan kereta api komuter rute Sidoarjo-Indro selama perjalanan dari Stasiun Sidoarjo hingga Stasiun Indro ataupun sebaliknya. Perhitungan load factor adalah membandingkan volume jumlah penumpang dengan kapasitas kereta api komuter Sidoarjo-Indro. Kereta api komuter Sidoarjo-Indro terdiri dari 4 gerbong dengan kapasitas kereta api berjumlah 378 penumpang. Berdasarkan SK Dirjen No. 687 Tahun 2002 Tentang Pedoman Teknis Penyelenggaraan Angkutan Penumpang

(6)

Umum bahwa load factor penumpang untuk perhitungan tarif adalah 70%.

Rute Sidoarjo-Indro

Pada kereta api komuter rute Sidoarjo- Indro, perhitungan load factor dilakukan pada kereta api komuter dengan nomor kereta KA 7126 pada hari rabu yang mewakilkan hari kerja (weekday) dan KA 7130 pada hari minggu yang mewakilkan hari libur (weekend).

Tabel 3. Load Factor Rute Sidoarjo-Indro Weekday

Stasiun Volume

Penumpan g (orang)

Kapasitas Penumpan g (orang)

Load Facto r (%) Asal Tujuan

Sidoarjo Gedangan 70

378

19

Gedangan Waru 73 19

Waru Wonokrom

o 84 22

Wonokrom

o Surabaya

Gubeng 87 23

Surabaya

Gubeng Surabaya

Pasar Turi 67 18

Surabaya

Pasar Turi Tandes 64 17

Tandes Kandangan 56 15

Kandangan Indro 55 15

Rata-rata 18

Berdasarkan Tabel 3 menunjukkan bahwa nilai load factor pada kereta api komuter untuk rute Sidoarjo-Indro pada saat hari kerja (weekday) masih sesuai dengan standar yang telah ditetapkan pada SK Dirjen No. 687 Tahun 2002 Tentang Pedoman Teknis Penyelenggaraan Angkutan Penumpang Umum. Sehingga para penumpang kereta api komuter Sidoarjo-Indro masih mendapatkan kenyamanan pada saat menggunakan kereta api komuter sebagai moda transportasi umum untuk menuju tempat tujuan.

Gambar 4. Grafik Load Factor Rute Sidoarjo- Indro Weekday

Nilai load factor kereta api komuter untuk rute Sidoarjo-Indro pada saat hari kerja (weekday) dengan jam keberangkatan pada pukul

05.25 WIB mengalami peningkatan dari Stasiun Sidoarjo hingga puncaknya berada di Stasiun Surabaya Gubeng sebesar 23% . Nilai load factor terendah terdapat pada perjalanan dari Stasiun Tandes menuju Stasiun Kandangan dan perjalanan dari Stasiun Kandangan menuju Stasiun Indro sebesar 15% (Gambar 4).

Tabel 4. Load Factor Rute Sidoarjo-Indro Weekend

Stasiun Volume

Penumpan g (orang)

Kapasitas Penumpan g (orang)

Load Facto r (%) Asal Tujuan

Sidoarjo Gedangan 179

378

47

Gedangan Waru 187 49

Waru Wonokrom

o 208 55

Wonokrom

o Surabaya

Gubeng 227 60

Surabaya

Gubeng Surabaya

Pasar Turi 164 43

Surabaya

Pasar Turi Tandes 160 42

Tandes Kandangan 156 41

Kandangan Indro 152 40

Rata-rata 47

Berdasarkan Tabel 4 menunjukkan bahwa nilai load factor kereta api komuter rute Sidoarjo- Indro pada saat hari libur (weekend) masih sesuai dengan standar yang ditetapkan. Sehingga para penumpang kereta api komuter Sidoarjo-Indro masih mendapatkan kenyamanan dalam menggunakan kereta api komuter sebagai moda transportasi umum menuju tempat tujuan.

Gambar 5. Grafik Load Factor Rute Sidoarjo- Indro Weekend

Nilai load factor kereta api komuter rute Sidoarjo-Indro saat hari libur (weekend) dengan jam keberangkatan pukul 13.00 WIB mengalami peningkatan dari Stasiun Sidoarjo hingga puncaknya berada di Stasiun Surabaya Gubeng sebesar 60% . Nilai load factor terendah terdapat pada perjalanan dari Stasiun Kandangan menuju Stasiun Indro sebesar 40% (Gambar 5).

Rute Indro-Sidoarjo

Pada kereta api komuter rute Indro- Sidoarjo, perhitungan load factor dilakukan pada

(7)

kereta api komuter dengan nomor kereta KA 7133 pada hari rabu yang mewakilkan hari kerja (weekday) dan KA 7129 pada hari minggu yang mewakilkan hari libur (weekend).

Tabel 5. Load Factor Rute Indro-Sidoarjo Weekday

Stasiun Volume

Penumpan g (orang)

Kapasitas Penumpan g (orang)

Load Facto r (%) Asal Tujuan

Indro Kandangan 80

378

21

Kandangan Tandes 78 21

Tandes Surabaya

Pasar Turi 92 24

Surabaya

Pasar Turi Surabaya

Gubeng 101 27

Surabaya

Gubeng Wonokrom

o 99 26

Wonokrom

o Waru 91 24

Waru Gedangan 69 18

Gedangan Sidoarjo 66 17

Rata-rata 22

Berdasarkan Tabel 5 menunjukkan bahwa nilai load factor kereta api komuter rute Indro- Sidoarjo pada saat hari kerja (weekday) masih sesuai dengan standar yang ditetapkan. Sehingga para penumpang kereta api komuter untuk rute Indro-Sidoarjo masih mendapatkan kenyamanan dalam menggunakan kereta api komuter sebagai moda transportasi umum ke tempat tujuan.

Gambar 6. Grafik Load Factor Rute Indro- Sidoarjo Weekday

Nilai load factor pada kereta api komuter untuk rute Indro-Sidoarjo saat hari kerja (weekday) dengan jam keberangkatan pada pukul 16.55 WIB mengalami peningkatan dari Stasiun Indro hingga puncaknya berada di Stasiun Surabaya Gubeng sebesar 27%. Nilai load factor terendah terdapat pada perjalanan dari Stasiun Gedangan menuju Stasiun Sidoarjo sebesar 17%

(Gambar 6).

Tabel 6. Load Factor Rute Indro-Sidoarjo Weekend

Stasiun Volume

Penumpan g (orang)

Kapasitas Penumpan g (orang)

Load Facto r (%) Asal Tujuan

Indro Kandangan 153 378 40

Stasiun Volume

Penumpan g (orang)

Kapasitas Penumpan g (orang)

Load Facto r (%) Asal Tujuan

Kandangan Tandes 157 42

Tandes Surabaya

Pasar Turi 159 42

Surabaya

Pasar Turi Surabaya

Gubeng 164 43

Surabaya

Gubeng Wonokrom

o 190 50

Wonokrom

o Waru 165 44

Waru Gedangan 149 39

Gedangan Sidoarjo 141 37

Rata-rata 22

Berdasarkan Tabel 6 menunjukkan bahwa nilai load factor kereta api komuter rute Indro- Sidoarjo pada saat hari kerja (weekday) masih sesuai dengan standar yang telah ditetapkan.

Sehingga para penumpang kereta api komuter untuk rute Indro-Sidoarjo masih mendapatkan kenyamanan dalam menggunakan kereta api komuter sebagai moda transportasi umum menuju ke tempat tujuan.

Gambar 7. Grafik Load Factor Rute Indro- Sidoarjo Weekend

Nilai load factor kereta api komuter rute Indro-Sidoarjo saat hari libur (weekend) dengan jam keberangkatan pukul 08.45 WIB mengalami peningkatan dari Stasiun Indro hingga puncaknya berada di Stasiun Wonokromo sebesar 50%. Nilai load factor terendah terdapat pada perjalanan dari Stasiun Gedangan menuju Stasiun Sidoarjo sebesar 37% (Gambar 7).

Travel Time

Travel time digunakan untuk mengetahui waktu tempuh perjalanan kereta api komuter Sidoarjo-Indro ataupun sebaliknya dari stasiun awal keberangkatan hingga stasiun tujuan akhir.

Perhitungan travel time adalah dengan mencatat waktu keberangkatan kereta api komuter dari stasiun pertama ke stasiun selanjutnya secara berurutan. Berdasarkan Standar Pelayanan Minimum, batas maksimum keterlambatan kereta api yaitu 20% dari total waktu tempuh perjalanan.

(8)

Tabel 7. Travel Time Rute Sidoarjo-Indro Weekday

Stasiun Jarak

(km) Travel

Time Kecepatan (km/jam) Asal Tujuan

Sidoarjo Gedangan 8,13 9 menit

35 detik 51,13 Gedangan Waru 3,76 4 menit

49 detik 47,00

Waru Wonokrom

o 5,75 9 menit

30 detik 36,39 Wonokrom

o Surabaya

Gubeng 4,48 5 menit

15 detik 51,49 Surabaya

Gubeng Surabaya Pasar Turi 14,0

3 14 menit

3 detik 59,95 Surabaya

Pasar Turi Tandes 5,35 6 menit

47 detik 47,35 Tandes Kandangan 3,28 5 menit 5

detik 39,05

Kandangan Indro 5,38 17 menit

49 detik 18,18

Rata-rata 43,82

km/jam

Total 50,1

6 km 1 jam 12 menit 53 detik

Berdasarkan Tabel 7 menunjukkan bahwa rata-rata kecepatan kereta api komuter Sidoarjo- Indro pada hari kerja (weekday) adalah 43,82 km/jam dengan total travel time selama 1 jam 12 menit 53 detik. Pada jadwal perjalanan dengan nomor kereta KA 7126, travel time ideal dari kereta api komuter rute Sidoarjo-Indro adalah 1 jam 12 menit. Hal tersebut menunjukkan kinerja operasional kereta api komuter rute Sidoarjo- Indro pada aspek travel time memenuhi standar dari ketepatan waktu dan kecepatan kereta.

Tabel 8. Travel Time Rute Sidoarjo-Indro Weekend

Stasiun Jarak

(km) Travel

Time Kecepatan (km/jam) Asal Tujuan

Sidoarjo Gedangan 8,13 9 menit 5

detik 53,841 Gedangan Waru 3,76 4 menit

37 detik 49,474

Waru Wonokrom

o 5,75 9 menit

02 detik 38,333 Wonokrom

o Surabaya

Gubeng 4,48 7 menit

59 detik 33,684 Surabaya

Gubeng Surabaya Pasar Turi 14,0

3 14 menit

30 detik 58,207 Surabaya

Pasar Turi Tandes 5,35 6 menit 5

detik 52,970 Tandes Kandangan 3,28 4 menit 3

detik 48,955 Kandangan Indro 5,38 12 menit

38 detik 25,619

Rata-rata 45,14

km/jam

Total 50,1

6 km 1 jam 7 menit 59 detik

Berdasarkan Tabel 8 menunjukkan bahwa rata-rata kecepatan kereta api komuter Sidoarjo-

Indro pada hari libur (weekend) adalah 45,14 km/jam dengan total travel time selama 1 jam 7 menit 59 detik. Pada jadwal perjalanan dengan nomor kereta KA 7130, travel time ideal dari kereta api komuter rute Sidoarjo-Indro adalah 1 jam 24 menit. Hal tersebut menunjukkan kinerja operasional kereta api komuter rute Sidoarjo- Indro pada aspek travel time memenuhi standar dari ketepatan waktu dan kecepatan kereta.

Tabel 9. Travel Time Rute Sidoarjo-Indro Weekend

Stasiun Jarak

(km) Travel

Time Kecepatan (km/jam) Asal Tujuan

Indro Kandangan 5,38 18 menit

14 detik 17,76 Kandangan Tandes 3,28 4 menit

48 detik 46,86 Tandes Surabaya

Pasar Turi 5,35 8 menit 5

detik 39,93

Surabaya

Pasar Turi Surabaya Gubeng 14,0

3 12 menit

37 detik 66,80 Surabaya

Gubeng Wonokrom

o 4,48 11 menit

16 detik 23,96 Wonokrom

o Waru 5,75 8 menit

35 detik 40,21 Waru Gedangan 3,76 6 menit 1

detik 37,60

Gedangan Sidoarjo 8,13 9 menit

27 detik 51,78

Rata-rata 40,61

km/jam

Total 50,1

6 km 1 jam 19 menit 3 detik

Berdasarkan Tabel 9 menunjukkan bahwa rata-rata kecepatan kereta api komuter rute Indro-Sidoarjo pada hari kerja (weekday) adalah 40,61 km/jam dengan total travel time selama 1 jam 19 menit 3 detik. Pada jadwal perjalanan dengan nomor kereta KA 7133, travel time ideal dari kereta api komuter rute Indro-Sidoarjo adalah 1 jam 16 menit. Terdapat keterlambatan kereta selama 3 menit atau hanya 2,28% dari total waktu tempuh perjalanan kereta api komuter yang dijadwalkan. Hal tersebut menunjukkan kinerja operasional kereta api komuter rute Indro-Sidoarjo pada aspek travel time memenuhi standar dari ketepatan waktu dan kecepatan kereta.

Tabel 10. Travel Time Rute Indro-Sidoarjo Weekend

Stasiun Jarak

(km) Travel

Time Kecepatan (km/jam) Asal Tujuan

Indro Kandangan 5,38 15 menit

57 detik 20,30 Kandangan Tandes 3,28 4 menit

37 detik 43,16 Tandes Surabaya

Pasar Turi 5,35 7 menit

29 detik 43,15

(9)

Stasiun Jarak

(km) Travel

Time Kecepatan (km/jam) Asal Tujuan

Surabaya

Pasar Turi Surabaya Gubeng 14,0

3 13 menit

9 detik 64,05 Surabaya

Gubeng Wonokrom

o 4,48 11 menit

36 detik 23,21 Wonokrom

o Waru 5,75 8 menit

15 detik 41,97 Waru Gedangan 3,76 5 menit

30 detik 41,32 Gedangan Sidoarjo 8,13 8 menit

41 detik 56,46

Rata-rata 41,70

km/jam

Total 50,1

6 km 1 jam 15 menit 14 detik

Berdasarkan Tabel 10 menunjukkan bahwa rata-rata kecepatan kereta api komuter rute Indro-Sidoarjo pada hari libur (weekend) adalah 41,70 km/jam dengan total travel time selama 1 jam 15 menit 14 detik. Pada jadwal perjalanan dengan nomor kereta KA 7133, travel time ideal dari kereta api komuter rute Indro- Sidoarjo adalah 1 jam 23 menit. Hal tersebut menunjukkan kinerja operasional kereta api komuter rute Indro-Sidoarjo pada aspek travel time telah memenuhi standar dari ketepatan waktu dan kecepatan kereta.

Waktu Tunggu

Waktu tunggu digunakan untuk menghitung selisih waktu kedatangan dan keberangkatan kereta api komuter rute Sidoarjo- Indro maupun sebaliknya pada setiap pemberhentian stasiun dalam satuan menit.

Adapun standar waktu tunggu pada setiap pemberhentian stasiun berdasarkan SK Dirjen Perhubungan Darat Nomor 687 Tahun 2002 Tentang Pedoman Teknis Penyelenggaraan Angkutan Penumpang Umum adalah rata-rata 5- 10 menit dan maksimum 10-20 menit.

Tabel 11. Waktu Tunggu Rute Sidoarjo-Indro Weekday

Stasiun Waktu Kedatangan

(WIB)

Waktu Keberangkatan

(WIB)

Waktu Tunggu (menit)

Sidoarjo - 05.25 -

Gedangan 05.34 05.37 3

Waru 05.42 05.51 9

Wonokromo 06.01 06.04 3

Surabaya

Gubeng 06.09 06.14 5

Surabaya

Pasar Turi 06.28 06.45 17

Tandes 06.51 06.55 4

Kandangan 07.00 07.01 1

Indro 07.19 -

Total 42

Rata-rata 6,00

Berdasarkan Tabel 11 menunjukkan bahwa waktu tunggu kereta api komuter rute Sidoarjo-Indro pada hari kerja (weekday) memiliki rata-rata 6 menit dengan total waktu tunggu di 8 stasiun pemberhentian selama 42 menit. Pada jadwal perjalanan, total waktu tunggu kereta api komuter rute Sidoarjo-Indro selama 34 menit. Hal tersebut menunjukkan bahwa kereta mengalami keterlambatan selama 8 menit atau 9,12% dari total waktu tempuh perjalanan eksisting. Kinerja operasional pada aspek waktu tunggu kereta api komuter rute Sidoarjo-Indro pada saat hari kerja (weekday) memenuhi standar. Waktu tunggu berkisar 1-17 menit di setiap stasiun pemberhentian dan keterlambatan tidak melebihi 20% dari total waktu tempuh kereta.

Tabel 12. Waktu Tunggu Rute Sidoarjo-Indro Weekend

Stasiun Waktu Kedatangan

(WIB)

Waktu Keberangkatan

(WIB)

Waktu Tunggu (menit)

Sidoarjo - 13.00 -

Gedangan 13.10 13.18 8

Waru 13.23 13.25 2

Wonokromo 13.34 13.36 2

Surabaya

Gubeng 13.45 13.47 2

Surabaya

Pasar Turi 14.03 14.05 2

Tandes 14.12 14.16 4

Kandangan 14.20 14.25 5

Indro 14.38 -

Total 25

Rata-rata 3,88

Berdasarkan Tabel 12 menunjukkan bahwa waktu tunggu kereta api komuter rute Sidoarjo-Indro pada hari libur (weekend) memiliki rata-rata 3,88 menit dengan total waktu tunggu di 8 stasiun pemberhentian selama 25 menit.

Pada jadwal perjalanan, total waktu tunggu kereta api komuter rute Sidoarjo-Indro selama 21 menit. Hal tersebut menunjukkan bahwa kereta mengalami keterlambatan selama 4 menit atau 3,92% dari total waktu tempuh perjalanan eksisting. Waktu tunggu kereta api komuter rute Sidoarjo-Indro pada hari libur (weekend) telah memenuhi standar. Waktu tunggu berkisar 2-8 menit di setiap stasiun pemberhentian dan keterlambatan tidak melebihi 20% dari total waktu tempuh kereta.

Tabel 13. Waktu Tunggu Rute Indro-Sidoarjo Weekday

Stasiun Waktu Kedatangan

(WIB)

Waktu Keberangkatan

(WIB)

Waktu Tunggu (menit)

Indro - 16.55 -

Kandangan 17.13 17.15 2

(10)

Stasiun Waktu Kedatangan

(WIB)

Waktu Keberangkatan

(WIB)

Waktu Tunggu (menit)

Tandes 17.20 17.23 3

Surabaya

Pasar Turi 17.32 17.37 5

Surabaya

Gubeng 17.50 17.52 2

Wonokrom

o 18.03 18.06 3

Waru 18.15 18.17 2

Gedangan 18.23 18.25 2

Sidoarjo 18.34 - -

Total 19

Rata-rata 2,71

Berdasarkan Tabel 13 menunjukkan bahwa waktu tunggu kereta api komuter rute Indro-Sidoarjo pada saat hari kerja (weekday) memiliki rata-rata 2,71 menit dengan total keseluruhan waktu tunggu di 8 stasiun pemberhentian selama 19 menit. Pada jadwal perjalanan, total waktu tunggu kereta api komuter rute Sidoarjo-Indro selama 20 menit. Hal tersebut menunjukkan bahwa kereta tidak terjadi keterlambatan. Kinerja operasional pada aspek waktu tunggu kereta api komuter rute Sidoarjo- Indro pada saat hari kerja (weekday) memenuhi standar. Waktu tunggu berkisar 2-5 menit di setiap stasiun pemberhentian kereta api.

Tabel 14. Waktu Tunggu Rute Indro-Sidoarjo Weekend

Stasiun Waktu Kedatangan

(WIB)

Waktu Keberangkatan

(WIB)

Waktu Tunggu (menit)

Indro - 08.45 -

Kandangan 09.01 09.03 2

Stasiun Waktu Kedatangan

(WIB)

Waktu Keberangkatan

(WIB)

Waktu Tunggu (menit)

Tandes 09.08 09.10 2

Surabaya

Pasar Turi 09.17 09.23 6

Surabaya

Gubeng 09.36 09.40 4

Wonokrom

o 09.51 09.53 2

Waru 10.02 10.07 5

Gedangan 10.13 10.19 6

Sidoarjo 10.29 - -

Total 27

Rata-rata 3,86

Berdasarkan Tabel 14 menunjukkan bahwa waktu tunggu kereta api komuter rute Indro-Sidoarjo pada saat hari libur (weekend) memiliki rata-rata waktu tunggu 3,86 menit dengan total keseluruhan waktu tunggu di 8 stasiun pemberhentian selama 27 menit. Pada jadwal perjalanan, total waktu tunggu kereta api komuter rute Sidoarjo-Indro selama 23 menit. Hal tersebut menunjukkan bahwa kereta api komuter mengalami keterlambatan selama 4 menit atau 4,16% dari total waktu tempuh perjalanan eksisting. Kinerja operasional dalam aspek waktu tunggu kereta api komuter rute Sidoarjo-Indro pada saat hari libur (weekend) dapat dikatakan telah memenuhi standar waktu tunggu yang telah ditetapkan. Waktu tunggu berkisar 2-6 menit pada setiap stasiun pemberhentian kereta api komuter dan keterlambatan waktu tunggu kereta api tidak melebihi 20% dari total waktu tempuh kereta api komuter untuk rute Indro-Sidoarjo.

Tabel 15. Rekapitulasi Hasil Analisis Kinerja Operasional Kereta Api Komuter Sidoarjo-Indro

Kinerja

Operasional Standar Rute Sidoarjo-Indro Hasil Analisis Rute Indro-Sidoarjo Kesimpulan

Load Factor

Load factor maksimal 70% (SK Dirjen Nomor 687 Tahun 2002)

Kapasitas kereta: 378 penumpang

KA 7126 (weekday) Load factor: 15%- 23% Rata-rata: 18%

KA 7130 (weekend) Load factor: 40%- 60%

Rata-rata: 47%

KA 7133 (weekday) Load factor: 17%-27%

Rata-rata: 22%

KA 7129 (weekend) Load factor: 37%-50%

Rata-rata: 42%

Variabel load factor masih sesuai dengan standar. Rata- rata load factor kereta api komuter Sidoarjo-Indro pada hari kerja (weekday) dan hari libur (weekend) adalah 18 %- 47%. Hal tersebut menunjukkan bahwa kereta api komuter Sidoarjo-Indro dapat memberikan rasa nyaman kepada para penumpang yang memilih menggunakan kereta api komuter Sidoarjo-Indro.

Travel Time

Kecepatan maksimum kereta api 100 km/jam (Peraturan Menteri Perhubungan RI Nomor 24 Tahun 2015)

Keterlambatan maksimal 20% dari total waktu tempuh perjalanan yang telah dijadwalkan (Peraturan Menteri

KA 7126 (weekday) Kecepatan rata-rata:

43,82 km/jam Travel time: 1 jam 12 menit 53 detik

KA 7130 (weekend) Kecepatan rata-rata:

45,14 km/jam Travel time: 1 jam 7 menit 59 detik

KA 7133 (weekday) Kecepatan rata-rata:

40,61 km/jam Travel time: 1 jam 19 menit 3 detik

KA 7129 (weekend) Kecepatan rata-rata:

41,70 km/jam Travel time: 1 jam 15 menit 14 detik

Variabel travel time telah sesuai dengan standar.

Keterlambatan hanya terjadi pada kereta api komuter rute Indro-Sidoarjo saat hari kerja (weekday) selama 3 menit atau 2,28% dari total waktu tempuh kereta api.

Keterlambatan tersebut tidak melewati batas maksimum

(11)

Kinerja

Operasional Standar Rute Sidoarjo-Indro Hasil Analisis Rute Indro-Sidoarjo Kesimpulan Perhubungan Nomor 63

Tahun 2019)

Travel time rute Sidoarjo- Indro

KA 7126 (weekday): 1 jam 12 menit

KA 7130 (weekend): 1 jam 24 menit

Travel time rute Indro- Sidoarjo

KA 7133 (weekday): 1 jam 16 menit

KA 7129 (weekend): 1 jam 23 menit

keterlambatan kereta api yaitu 20% dari total waktu tempuh perjalanan.

Waktu Tunggu

Waktu tunggu rata-rata 5- 10 menit dan waktu tunggu maksimal 10-20 menit (SK Dirjen Nomor 687 Tahun 2002)

Keterlambatan maksimal 20% dari total waktu tempuh perjalanan yang talah dijadwalkan (Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 63 Tahun 2019)

Waktu tunggu rute Sidoarjo-Indro

KA 7126 (weekday): 34 menit

KA 7130 (weekend): 21 menit

Waktu tunggu rute Indro- Sidoarjo

KA 7133 (weekday): 20 menit

KA 7129 (weekend): 23 menit

KA 7126 (weekday) Waktu tunggu eksisting: 1-17 menit Waktu tunggu rata- rata: 6 menit Total waktu tunggu 42 menit

Keterlambatan 8 menit atau 9,12%

KA 7130 (weekend) Waktu tunggu eksisting: 2-8 menit Waktu tunggu rata- rata: 3,88 menit Total waktu tunggu 25 menit

Keterlambatan 4 menit atau 3,92%

KA 7133 (weekday) Waktu tunggu eksisting: 2-5 menit Waktu tunggu rata- rata: 2,71 menit Total waktu tunggu 19 menit

Tidak mengalami keterlambatan

KA 7129 (weekend) Waktu tunggu eksisting: 2-6 menit Waktu tunggu rata- rata: 3,86 menit Total waktu tunggu 27 menit

Keterlambatan 4 menit atau 4,16%

Variabel waktu tunggu di

setiap stasiun

pemberhentian untuk kereta api komuter rute Sidoarjo- Indro dan sebaliknya masih sesuai standar yaitu kurang dari 20 menit. Namun, kereta api komuter rute Sidoarjo- Indro pada saat hari kerja (weekday) dan hari libur (weekedn) serta kereta api komuter Indro-Sidoarjo pada saat hari libur (weekend)

masih mengalami

keterlamabtan berkisar 4-8 menit yang dipresentasekan sebesar 3-9% dari total waktu tempuh perjalanan yang dijadwalkan.

KESIMPULAN

Berdasarkan hasil pengamatan dan analisis yang telah dilakukan dalam penelitian ini, menunjukkan bahwa kereta api komuter rute Sidoarjo-Indro dan sebaliknya sudah dapat beroperasi dengan baik dan memenuhi standar operasional dari kereta api komuter. Namun, masih terdapat permasalahan terkait keterlambatan dalam operasional kereta api komuter. Berikut merupakan kesimpulan dari penelitian terhadap kinerja operasional kereta api komuter Sidoarjo-Indro.

1. Load Factor

Load Factor pada kereta api komuter untuk rute Sidoarjo-Indro maupun sebaliknya sudah sesuai dengan standar.

Angka load factor kereta api komuter rute Sidoarjo-Indro pada hari kerja (weekday) adalah 15% sampai 23%

dengan rata-rata load factor yaitu 18%, sedangkan hari libur (weekend) angka load factor mencapai angka 40% sampai

60% dengan rata-rata load factor yaitu 47%. Hal tersebut menunjukkan bahwa kereta api komuter rute Sidoarjo-Indro pada hari kerja (weekday) maupun hari libur (weekend) masih sesuai dengan standar load factor yaitu 70% dari kapasitas kereta api. Pada kereta api komuter rute Indro-Sidoarjo memiliki angka load factor pada hari kerja (weekday) adalah 17% sampai 27%

dengan rata-rata load factor yaitu 22%, sedangkan hari libur (weekend) angka load factor mencapai 37% sampai 50%

dengan rata-rata load factor yaitu 42%.

Hal tersebut menunjukkan bahwa kereta api komuter rute Indro-Sidoarjo pada hari kerja (weekday) maupun hari libur (weekend) juga masih sesuai dengan standar load factor kereta api komuter yaitu 70% dari kapasitas kereta api.

2. Travel Time

Travel time dari segi kecepatan dan ketepatan waktu untuk rute Sidoarjo- Indro maupun sebaliknya sudah sesuai

(12)

dengan standar. Kecepatan rata-rata dari kereta api komuter Sidoarjo-Indro yaitu berkisar 40,61 km/jam sampai dengan 45,14 km/jam. Hal tersebut masih sesuai dengan standar kecepatan yang telah ditetapkan yaitu maksimal 100 km/jam.

Selain itu, pada travel time eksisting untuk rute Sidoarjo-Indro maupun sebaliknya juga sudah sesuai dengan travel time yang tercantum pada jadwal keberangkatan kereta api komuter Sidoarjo-Indro. Keterlambatan hanya terjadi pada kereta api komuter dengan rute Indro-Sidoarjo pada saat hari kerja (weekday) selama 3 menit atau 2,28%

dari total waktu tempuh kereta api komuter. Keterlambatan tersebut tidak melewati batas maksimum keterlambatan kereta api yang telah ditetapkan yaitu 20% dari total waktu tempuh perjalanan kereta api. Rincian total travel time kereta api komuter untuk rute Sidoarjo-Indro pada hari kerja (weekday) dan hari libur (weekend) adalah 1 jam 12 menit 53 detik dan 1 jam 7 menit 59 detik, sedangkan kereta api komuter untuk rute Indro-Sidoarjo pada hari kerja (weekday) dan hari libur (weekend) adalah 1 jam 19 menit 3 detik dan 1 jam 15 menit 14 detik.

3. Waktu Tunggu

Waktu tunggu pada kereta api komuter rute Sidoarjo-Indro maupun rute Indro- Sidoarjo sudah sesuai dengan standar.

Standar yang telah ditetapkan untuk waktu tunggu kereta api komuter adalah maksimal 20 menit. Waktu tunggu kereta api komuter rute Sidoarjo-Indro pada hari kerja (weekday) adalah 1 sampai 17 menit dengan rata-rata waktu tunggu yaitu 6 menit, terdapat keterlambatan waktu tunggu selama 8 menit atau 9,12%

berdasarkan jadwal perjalanan kereta api komuter rute Sidoarjo-Indro, sedangkan hari libur (weekend) waktu tunggu selama 2 sampai 8 menit dengan rata- rata waktu tunggu yaitu 3,88 menit, terdapat ketelambatan waktu tunggu juga selama 4 menit atau 3,92%

berdasarkan jadwal perjalanan kereta api komuter Sidoarjo-Indro. Keterlambatan waktu tunggu yang terjadi pada kereta api komuter rute Sidoarjo-Indro masih sesuai dengan standar yaitu kurang dari

20 menit. Pada kereta api komuter rute Indro-Sidoarjo saat hari kerja (weekday) adalah 2 sampai 5 menit dengan rata-rata waktu tunggu 2,71 menit dan tidak mengalami keterlambatan, namun saat hari libur (weekend) waktu tunggu berkisar 2 sampai 6 menit dengan rata- rata 3,86 menit dan terdapat keterlambatan selama 4 menit atau 4,16% dari jadwal perjalanan kereta api komuter rute Indro-Sidoarjo.

DAFTAR PUSTAKA

Abubakar, I. 1995. Menuju Lalu Lintas Angkutan Jalan Yang Tertib. Jakarta: Direktorat Jenderal Perhubungan Darat.

Bakhtiar, A. 2018. Evaluasi Kinerja Angkutan Umum Kota Malang. Jurnal Ketahanan Pangan, 2(2), 142-158.

Dadan. 2018. Permasalahan Transportasi Perkotaan. Atma Jaya Yogyakarta, 9-15.

Damayanti, S. O., Agustin, I. W., & Hariyani, S.

2022. Evaluasi Kinerja Pelayanan Commuter Line Rute Surabaya-Pasuruan.

Planning for Urban Region and Environment, 11(1), 59-68.

Fatimah, S. 2019. Pengantar Transportasi.

Ponorogo: Myria Publisher.

Gustina, S. B. 2016. Persepsi Masyarakat terhadap Transportasi Umum di Jabodetabek.

Kurniawan, G. P., Shalikhah, S. Z., Shofiati, H., Azizah, N. N., & Mochtar, M. 2021.

Analisis Permasalahan Transportasi di Perkotaan: Studi Kasus pada Kawasan Perkotaan Yogyakarta. Jurnal Tana Mana, 2(1).

Rizqiya, V. A., Ari, I. R., & Firdausiyah, N. 2022.

Evaluasi Kinerja Operasional dan Pelayanan KRL Cikarang-Jakarta Kota.

Planning for Urban Region and Environment, 11(3), 177-186.

Santoso, A. R., Agustin, I. W., & Hariyani, S. 2022.

Evaluasi Kinerja Operasional KA Komuter Surabaya-Lamongan dan Stasiun Surabaya Pasar Turi (Studi Kasus Pada Masa Pandemi Covid-19). Planning for Urban Region and Environment, 11(2), 205-216.

Tazaruwah, D. W. 2019. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Penggunaan Transportasi Publik di Kota Semarang.

Jurnal Ekonomi Pembangunan, 1-125.

Referensi

Dokumen terkait

Kereta Api (Persero) Bandung dan bermaksud untuk mengetahui pengaruh pemeriksaan operasional dalam menunjang efektivitas operasi dana pensiun pada PT.. Kereta Api

Bab ini akan berisi mengenai kereta api sebagai salah satu sarana pelayanan publik dalam bidang transportasi, berita seputar kecelakaan kereta api yang terjadi di sepanjang

  Keywords: strategi humas, meningkatkan jumlah pengguna jasa kereta api komuter 

Sedangkan pembebanan untuk responden yang berminat pindah moda menggunakan kereta api komuter Lawang-Kepanjen dapat dilihat pada Tabel 7 dan Tabel 8.. Hasil pembebanan

Sedangkan pembebanan untuk responden yang berminat pindah moda menggunakan kereta api komuter Lawang-Kepanjen dapat dilihat pada Tabel 7 dan Tabel 8.. Hasil pembebanan

Menyatakan bahwa Karya Ilmiah/ Skripsi saya yang berjudul : KINERJA PELAYANAN PUBLIK PT KERETA API INDONESIA (Studi pada model Tiketing di Stasiun Kereta Api Kepanjen,

LINGKUP PEMBAHASAN Banyak permasaiahan yang terkait dengan bangunan Stasiun Kereta Api Komuter Layang Terpadu ini, namun permasaiahan akan lebih difokuskan bagaimana menciptakan

Lokasi Penelitian Lokasi yang akan saya pakai untuk bahan penelitian adalah pada beberapa stasiun sepanjang rute Kereta Api Komuter Surabaya Pasar Turi sampai dengan stasiun Lamongan