• Tidak ada hasil yang ditemukan

Analisis Kualitas Hadis dalam Tafsir Ibn Katsir Surat Al-Kahfi Ayat 9-26

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "Analisis Kualitas Hadis dalam Tafsir Ibn Katsir Surat Al-Kahfi Ayat 9-26"

Copied!
72
0
0

Teks penuh

(1)

KUALITAS HADIS DALAM TAFSIR IBN KATSÎR (Analisa Sanad dan Matan Hadis Surat Al-Kahfi Ayat 9-26)

Skripsi ini Diajukan

Sebagai Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Usuluddin (S.Ud)

Oleh:

Wahdah Farhati NIM. 11210458

PRODI TAFSIR HADIS FAKULTAS USHULUDDIN

INSTITUT ILMU AL-QUR`AN JAKARTA

2015 M / 1436 H

(2)

KUALITAS HADIS DALAM TAFSIR IBN KATSÎR (Analisa Sanad dan Matan Hadis Surat Al-Kahfi Ayat 9-26)

Skripsi ini Diajukan

Sebagai Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Usuluddin (S.Ud)

Pembimbing

DR. H. Ahmad Fudhaili M.Ag

Oleh:

Wahdah Farhati NIM. 11210458

PRODI TAFSIR HADIS FAKULTAS USHULUDDIN

INSTITUT ILMU AL-QUR`AN JAKARTA

2015 M / 1436 H

(3)

LEMBAR PENGESAHAN

Skripsi dengan judul Kualitas Hadis Dalam Tafsir Ibn Katsȋr (Analisa Sanad dan Matan Hadis Surat Al-Kahfi Ayat 9-26)

yang disusun oleh Wahdah Farhati dengan Nomor Induk Mahasiswa 11210458 telah diujikan dalam munaqasyah Fakultas Usuluddin Institut Ilmu Al-Qur’an (IIQ) Jakarta pada tanggal 07 Agustus 2015.

Jakarta, 07 Agustus 2015 Dekan Fakultas Usuluddin Institut Ilmu Al-Qur’an Jakarta

Dr. Hj. Maria Ulfah, MA Sidang Munaqasyah

Ketua Sidang Sekretaris Sidang

Dr. Hj. Maria Ulfah, MA Drs. Ruqayah Tamami

Penguji I Penguji II

DR. Hj. Romlah Askar DR. H. Muhammad Ulinnuha, Lc., MA

Pembimbing

DR. H. Ahmad Fudhaili, MA

(4)

PERSETUJUAN PEMBIMBING

Skripsi dengan judul “Kualitas Hadis Dalam Tafsir Ibn Katsȋr (Analisa Sanad dan Matan Hadis Surat Al-Kahfi Ayat 9-26) yang disusun oleh Wahdah Farhati dengan Nomor Induk Mahasiswa 11210458 telah melalui proses bimbingan dengan baik dan dinilai oleh pembimbing telah memenuhi syarat ilmiah untuk diujikan dalam sidang munaqosah.

Pembimbing

DR. H. Ahmad Fudhaili, MA

(5)

v PERNYATAAN PENULIS

Yang bertanda tangan di bawah ini:

Nama : Wahdah Farhati

NIM : 11210458

Tempat/Tanggal Lahir : Kuningan, 07 Maret 1994 Alamat : Jln. Pon Pes Miftahutthalibin,

Dusun II Ds. Timbang, Rt/Rw:

005/002. Kec. Cigandamekar Kab. Kuningan Jawa Barat

Menyatakan dengan sebenarnya bahwa skripsi dengan judul

“Kualitas Hadis Dalam Tafsir Ibn Katsȋr (Analisa Sanad Dan Matan Hadis Surat Al-Kahfi Ayat 9-26)” adalah benar-benar hasil karya saya, kecuali kutipan-kutipan yang disebutkan sumbernya. Kesalahan dan kekurangan di dalam karya ini, sepenuhnya menjadi tanggung jawab saya.

Demikian surat pernyataan ini saya buat dengan sesungguhnya.

Jakarta, 3 Agustus 2015 M 17 Syawal 1436 H

Wahdah Farhati

(6)

vi

MOTTO

Your life your choice

كتايح رايتخا

ك

(7)

vii PERSEMBAHAN

Skripsi ini, penulis persembahkan untuk H. Manshur Abbas dan Hj. Lilis Faizah yang telah mendoakan, mendorong, memberi semangat dan motifasi saya dalam menjalani lika liku kehidupan, membanting tulang demi kesuksesan saya, hatur nuhun buya sareng umi, Cuma ini yang bisa dede kasih buat umi sama buya. Hanya Allah yang bisa membalas seluruh kebaikan, curahan cinta dan kasih sayang yang telah buya dan umi limpahkan ke dede selama ini. Hatur nuhun buya dan umi.

Skripsi ini juga penulis persembahkan untuk Kakak- kakakku tersayang A Faiz Tahontowi S.pd.I dan A Mizan Sya’roni dan untuk ade-ade teteh, Muhammad Nasirrudin, Nida Nadiya, Muhammad Hanan Said, Inayah Maulida, Muhammad Sauqi dan si bungsu Afwan Musafwan terimakasih atas doa dan dukungan dari kalian semua. Senyum, canda dan

(8)

viii

tawa yang telah kalian beri selalu dapat menjadi obat penawar dari penat teteh. Teteh sayang kalian….

Skripsi sederhana ini juga saya hadiahkan untuk bibi saya bi Endah dan bi Ero. Terima kasih atas setiap doa dan dorongannya. Semoga Allah membalas setiap kebaikan dengan yang lebih baik lagi. Aamiin.

(9)

ix KATA PENGANTAR

Alhamdulillah, segala puji dan syukur tak pernah lelah penulis panjatkan kepada pencipta alam, maha pengasih penyayang, sumber ketenangan dan kebahagiaan. Tanpa ridha dan rahmatnya ketenangan jiwa tak mungkin dapat bersemayam dalam hati makhluknya. Allah swt. maha kuasa atas segala sesuatu tiada yang luput dari pengawasannya, maha adil. Hanya kepadanya seluruh makhluk bersujud dan berserah diri tak terkecuali utusannya yang mulia berbudi pekerti luhur, sebaik-baiknya manusia yaitu Nabi Muhammad saw. nabi akhir zaman yang setiap ucapan, sikap dan kebiasaannya ditiru oleh setiap muslimin sepanjang zaman. Menjadi rujukan dan idola setiap muslim dibelahan dunia manapun.

Dari hati yang paling dalam penulis menyadari sepenuhnya bahwa skripsi ini tidak akan dapat terselesaikan tanpa pertolongan dan kuasa Allah swt. sehingga penulis mampu berfikir, menuangkan ide-idenya dalam masa penyusunan skripsi ini. Dan juga adanya dukungan, bantuan dan bimbingan dari berbagai pihak kepada penulis baik dari segi materil, moril maupun doa. Untuk itu dengan segala

(10)

x

hormat dan ta’zhim penulis sampaikan rasa terima kasih yang tak terhingga kepada yang terhormat:

1. Ibu Prof. Dr. Hj. Khuzaimah Tahido Yanggo, M.A.

selaku Rektor Institut Ilmu Al-Qur`ân (IIQ) Jakarta.

2. Ibu Dra. Hj. Maria Ulfah, M.A. selaku Dekan Fakultas Ushuluddin IIQ Jakarta.

3. Bpk Dr. Ahmad Fudhaili, M.Ag. sebagai Dosen Pembimbing skripsi, yang telah memberikan bimbingan dan pengarahan serta sabar dalam membimbing penulis demi terselesaikannya skripsi ini.

4. Seluruh Dosen Institut Ilmu Al-Qur`ân (IIQ) Jakarta yang telah meniupkan ruh semangat dalam belajar sehingga penulis mampu menyelesaikan tugas-tugas sebagai mahasiswa.

5. Dra Rukoyah Tamimi dan Dra Suci Rahayuningsih selaku pembantu dekan Fakultas Ushuluddin, yang telah banyak memotivasi penulis untuk menyelesaikan penulisan skripsi ini.

6. Dr. Lutfi Fathullah, M.A yang telah memberikan masukan dan semangat dalam menyelesaikan skripsi ini.

(11)

xi 7. Pustakawan IIQ Jakarta, Pimpinan dan Karyawan Perpustakaan Umum UIN Jakarta, Pimpinan dan Perpustakaan Islam Iman Jama, Pimpinan dan karyawan Pusat Studi Al-Quran, Pimpinan dan Karyawan Pusat Kajian Hadits serta Pimpinan dan Karyawan Perpustakaan Ushuluddin UIN Jakarta, Perpustakaan BAITUL HIKMAH asrama IIQ jakarta yang telah memberikan fasilitas dan kesempatan kepada penulis untuk membaca dan melakukan penelitian dalam rangka menyelesaikan skripsi.

8. Buya tersayang H. Manshur Abbas dan umi tersayang Hj. Lilis Faizah yang tak ada kata yang dapat penulis sampaikan selain terima kasih yang sedalam-dalamnya atas segala kasih sayang, doa, pengorbanan, dukungan, bimbingan yang kalian berikan dengan ikhlas dan kesabaran yang tak terhingga. Hanya do’a yang dapat penulis persembahkan untuk keduanya. Allahummaghfir lî a liwâlidayya warhamhumâ kamâ rabbayânî shoghîrâ.

9. Untuk Kakak-kakak dan adik-adikku yang selalu memotivasi penulis untuk segera menyelesaikannya dengan baik, A Faiz Thontowi S.pd.I, A Mizan Sya’roni, Nasirrudin, Nida Nadiya, Hanan Said,

(12)

xii

Inayah Maulida, Muhammad Sauqi dan Afwan Mushafwan. Jazakumullah Khairan Katsiran.

10. Teman-teman IIQ angkatan 2011 khususnya Fakultas Ushuluddin Prodi Tafsir Hadis yang telah menjadi teman duduk dan berjuang mencari ilmu saya selama 4 tahun terakhir ini, khususnya daeng Dillah, bu Zidna, bu Pipit, umi Ana, pean Popon, Sonia yang telah memberikan semangat juga masukan-masukan kepada penulis. Terimakasih teman. Allah tidak pernah tidur maka setiap kebaikan pasti ada balasan kebaikan yang lebih dari apa yang telah kita lakukan.

11. Ucapan ribuan terima kasih kepada seluruh pihak yang ikut terlibat baik secara langsung maupun tidak langsung yang tidak dapat penulis sebutkan satu persatu, semoga amal baik yang mereka berikan kepada penulis mendapatkan balasan yang sebaik- baiknya dari Allah swt.

Dalam penulisan skripsi ini berbagai upaya telah penulis lakukan untuk memaksimalkan skripsi ini menjadi karya ilmiah yang baik, namun karena keterbatasan kemampuan yang penulis miliki, maka skripsi ini tentunya masih jauh dari kesempurnaan.

Oleh karena itu dengan segala kerendahan hati,

(13)

xiii penulis mengharapkan saran dan kritik konstruktif dari para pembaca demi karya yang lebih baik lagi.

Akhirnya, semoga hasil jerih payah penulis ini dapat menjadi buah karya yang bermanfaat dan menjadi amal shalih yang mendapatkan ridha dari Allah swt di akhirat kelak, Ȃmȋn.

Jakarta, 3 Agustus 2015 M 17 Syawal 1436 H

Penulis

Wahdah Farhati

(14)

xiv

DAFTAR ISI

PERSETUJUAN PEMBIMBING ... iii

LEMBAR PENGESAHAN ... iv

PERNYATAAN PENULIS ... v

MOTTO ... vi

PERSEMBAHAN... vii

KATA PENGANTAR ... ix

DAFTAR ISI ... xiv

PEDOMAN TRANSLITERASI………... xvvi

ABSTRAK……….. xxiii

BAB I: PENDAHULAN A. Latar Belakang ... 1

B. Identifikasi Masalah ... 10

C. Pembatasan dan Perumusan Masalah ... 10

D. Tujuan Penelitian ... 11

E. Manfaat Penelitian ... 12

F. Tinjauan Pustaka ... 12

G. Metodologi Penelitian ... 15

H. Sistematika Penulisan ... 16

BAB II: PENGERTIAN DAN SEJARAH METODOLOGI KRITIK SANAD DAN MATAN HADIS A. Pengertian Kritik Hadis ... 18

(15)

xv

B. Kritik Sanad ... 19

1. Pengertian Sanad... 19

2. Sejarah Munculnya Kritik Sanad ... 20

C. Kritik Matan ... 21

1. Pengertian Matan ... 22

2. Sejarah Munculnya Kritik Matan ... 23

D. Ulama Kritikus Hadis... 27

E. Surat Al-Kahfi ... 33

1. Keutamaan Surat Al-Kahfi ... 33

2. Kandungan Surat Al-Kahfi ... 35

BAB III: SEKILAS TENTANG IBN KATSÎR A. Biografi Ibn Katsȋr ... 42

1. Riwayat Hidup ... 42

2. Aktifitas Keilmuan ... 43

3. Guru dan Murid ... 46

4. Karya ... 47

5. Pendapat Ulama Tentang Ibn Katsȋr ... 50

B. Tafsir Al-Qur`an al-‘Adzȋm ... 51

1. Metodologi Tafsir ... 52

2. Corak Penafsiran ... 53

3. Sistematika Tafsir ... 53

4. Sumber Tafsir ... 55

5. Pendapat Ulama Tentang Tafsir Ibn Katsȋr... 57

BAB IV: ANALISA SANAD DAN MATAN SURAT AL- KAHFI AYAT 9-26 DALAM TAFSIR IBN KATSÎR A. Jumlah dan Klasifikasi Hadis dalam Surat Al-Kahfi Ayat 9-26... 58

(16)

xvi

B. Analisa Sanad dan Matan Hadis Marfȗ Surat Al-Kahfi

Ayat 9-26... 65

1. Hadis Pertama ... 65

2. Hadis Kedua ... 81

3. Hadis Ketiga ... 92

4. Hadis Keempat ... 105

5. Hadis Kelima... 118

6. Hadis Keenam ... 133

7. Hadis Ketujuh ... 148

8. Hadis Kedelapan ... 161

9. Hadis Kesembilan ... 174

BAB V: PENUTUP A. Kesimpulan ... 169

B. Saran... 170

DAFTAR PUSTAKA ... 171

LAMPIRAN ... 179

(17)

xvii PEDOMAN TRANSLITERASI

Transliterasi adalah penyalinan dengan penggantian huruf dari abjad yang satu ke abjad yang lain. Dalam penulisan skripsi ini, transliterasi Arab-Latin mengacu pada buku

“Pedoman Penulisan Skripsi, Tesis, dan Disertasi Institut Ilmu Al-Qur‟an (IIQ) Jakarta” cetakan ke-II, tahun 2011, yang secara garis besar dapat diuraikan sebagai berikut:

1. Konsonan

A Th

B Zh

T ‘

Ts Gh

J F

H Q

Kh K

D L

Dz M

(18)

xviii

R N

Z W

S H

Sy ’

Sh Y

Dh

2. Vokal

a. Vokal atau bunyi (a), (i), (u) ditulis dengan ketentuan sebagai berikut:

Vokal Pendek Panjang

Fathah A Â

Kasrah I Î

Dhammah U Û

(19)

xix b. Vokal Rangkap

fathah + ya'

mati Ditulis

Ai Bainakum fathah + ya'

mati Ditulis

Au Qaulun

c. Vokal Pendek

Ditulis a'antum Ditulis U„iddat Ditulis la'insyakartum

3. Kata sandang

a. Bila diikuti Huruf Qamariyyah

Ditulis Al-Qur`ân Ditulis al-Qiyâs

b. BiladiikutiHurufSyamsiyyah

(20)

xx

ءامسلا Ditulis as-Samâ' مّشلا

س Ditulis asy-Syams

4. Penulisan kata-kata dalam rangkaian kalimat

Ditulis zawî al-Furûdh Ditulis ahl as-Sunnah

c. Syaddah

Syaddah (Tasydîd) untuk alih aksara dilambangkan dengan huruf, yaitu dengan cara menggandakan huruf yang bertanda Tasydîd. Aturan ini berlaku secara umum, baik Tasydîd yang berada ditengah kata, diakhir kata ataupun yang terletak setelah kata sandang yang diikuti oleh huruf –huruf syamsiyah.

Contoh:

: Āmannâbillâhi : Inna al-ladzîna : wa arr-rukka‟i

d. Ta Marbûthah

Bila dimatikan ditulis h.

(21)

xxi

Ditulis Hibbah

Ditulis Jizyah

(Ketentuan ini tidak diperlukan terhadap kata-kata Arab yang sudah terserap ke dalam bahasa Indonesia, seperti shalat, zakat, dan sebagainya, kecuali jika dikehendaki lafal aslinya).

Bila diikuti dengan kata sandang al serta bacaan kedua itu terpisah, maka ditulis dengan h.

Ditulis karâmah al-auliyâ„

Bila ta marbuthah hidup atau dengan harkat fathah, kasrah, dan dhammah, ditulis t.

Ditulis Zakâtul fithri

e. Huruf Kapital

Sistem penulisan huruf arab tidak mengenal huruf kapital, akan tetapi apabila telah di alih aksarakan, maka berlaku ketentuan ejaan yang telah disempurnakan (EYD) bahasa Indonesia, seperti penulisan awal kalimat, huruf awal

(22)

xxii

nama tempat, nama bulan, nama diri dan lain-lain. Ketentuan yang berlaku pada (EYD) berlaku pula dalam alih aksara ini, seperti cetak miring (italik) dan cetak tebal (bold) dan ketentuan lainnya. Adapun untuk nama diri yang diawali dengan kata sandang, maka huruf yang ditulis kapital adalah awal nama diri, bukan kata sandangnya. Khusus untuk penulisan kata Al-Qur`an dan nama-nama surahnya menggunakan huruf kapital.

(23)

xxiii ABSTRAK

Wahdah Farhati (11210458): “Kualitas Hadis Dalam Tafsir Ibn Katsȋr (Analisa Sanad dan Matan Hadis Surat Al-Kahfi

Ayat 9-26)”. Program Studi Tafsir Hadits Fakultas Ushuluddin Institut Ilmu Al-Qur`an (IIQ) Jakarta 2015.

Seorang mufassir abad 8 yang berasal dari Bashrah bernama ‘Imad ad-Din Abȗ al-Fida Ismȃ’il bin ‘Ȃmir Ibn Katsȋr bin Zarra al-Bashra atau yang dikenal dengan nama Ibn Katsȋr dalam Tafsir Al-Qur`an al-Adzim, Ibn Katsȋr menggunakan banyak riwayat baik yang marfȗ, mauqȗf maupun maqtȗ untuk menafsirkan ayat Al-Qur`an. Karena adanya sumber yang beragam dalam tafsir ini, maka pada skripsi ini penulis hanya akan mengklasifikasikan hadis-hadis yang ada kemudian menjelaskan kualitas sanad dan matan dari hadis marfȗ yang digunakan Ibn Katsȋr dalam kitab tafsirnya.

Dan penulis mencoba menjawab permasalahan yang ada melalui studi data dokumen atau kepustakaan (library research), yaitu dengan mengklasifikasikan hadis yang menjadi panafsiran dari tafsir Ibn Katsȋr, kemudian mengambil hadis-hadis marfȗ dan terakhir menjelaskan kualitas sanad dan matan dari hadis tersebut, apakah sahih dari segi sanad dan matannya atau tidak, menggunakan beberapa kitab hadis baik dari kutub as-sittah maupun diluar kutub as-sittah seperti Syu’b al-Îmȃn. Dan kitab jarah wa ta‟dil seperti Tahdzȋb al-Kamal, Tahdzȋb at-Tahdzȋb, Ats-Tsiqat dan beberapa kitab jarah wa ta‟dil lainnya, kemudian kitab-kitab syarah seperti Fathul Bari dan Syarah Sahih Muslim, sebagai acuan primer. Dan sejumlah buku-buku yang masih ada kaitannya dengan objek penelitian seperti kitab-kitab terjemahan hadis, buku-buku yang membahas biografi ulama tafsir dan hadis, buku yang

(24)

xxiv

membahas ilmu-ilmu hadis, dan buku tentang penjelasan hadis dan bahan-bahan rujukan lain yang relevan dengan objek pembahasan yang dibahas, sebagai acuan sekunder. Hal ini dimaksud agar mendapat informasi secara lengkap untuk menemukan titik terang dari kesimpulan yang akan penulis ambil. Adapun teknik analisis data yang digunakan adalah teknik analisis deskriptif untuk memperoleh pemahaman yang lebih mendalam tentang status hadis marfȗ yang terdapat pada tafsir Ibn Katsȋr baik dari sanad dan matannya. Karena mungkin saja terjadi suatu hadis dinilai sahih dari sanadnya akan tetapi dha‟if pada matannya.

Surat Al-Kahfi ayat 9-26 yang menceritakan kisah Ashhȃb al-Kahfi ditafsirkan oleh Ibn Katsȋr dengan riwayat yang bersumber dari Nabi, sahabat, tabi‟in dan ulama setelah tabi‟in, setelah penulis menghitung hadis yang terdapat pada ayat ini ternyata jumlah keseluruhannya adalah 62 hadis dengan klasifikasi, 9 hadis marfȗ, 42 hadis mauqȗf dan 11 hadis maqtȗ. Pada 9 hadis marfȗ yang terdapat dalam tafsir Ibn Katsȋr 8 diantanya sahih baik dilihat dari sanad maupun matannya, sedangkan 1 hadis lainnya dha„if dilihat dari sanadnya dan tidak penulis lanjutkan pada analisa matan.

(25)

iii PERNYATAAN PENULIS

Yang bertanda tangan di bawah ini:

Nama : Wahdah Farhati

NIM : 11210458

Tempat/Tanggal Lahir : Kuningan, 07 Maret 1994 Alamat : Jln. Pon Pes Miftahutthalibin,

Dusun II Ds. Timbang, Rt/Rw:

005/002. Kec. Cigandamekar Kab. Kuningan Jawa Barat

Menyatakan dengan sebenarnya bahwa skripsi dengan judul

“Kualitas Hadis Dalam Tafsir Ibn Katsȋr (Analisa Sanad Dan Matan Hadis Surat Al-Kahfi Ayat 9-26)” adalah benar-benar hasil karya saya, kecuali kutipan-kutipan yang disebutkan sumbernya. Kesalahan dan kekurangan di dalam karya ini, sepenuhnya menjadi tanggung jawab saya.

Demikian surat pernyataan ini saya buat dengan sesungguhnya.

Jakarta, 3 Agustus 2015 M 17 Syawal 1436 H

Wahdah Farhati

(26)

iv

MOTTO

Your life your choice

كتايح رايتخا

ك

(27)

v PERSEMBAHAN

Skripsi ini, penulis persembahkan untuk H. Manshur Abbas dan Hj. Lilis Faizah yang telah mendoakan, mendorong, memberi semangat dan motifasi saya dalam menjalani lika liku kehidupan, membanting tulang demi kesuksesan saya, hatur nuhun buya sareng umi, Cuma ini yang bisa dede kasih buat umi sama buya. Hanya Allah yang bisa membalas seluruh kebaikan, curahan cinta dan kasih sayang yang telah buya dan umi limpahkan ke dede selama ini. Hatur nuhun buya dan umi.

Skripsi ini juga penulis persembahkan untuk Kakak- kakakku tersayang A Faiz Tahontowi S.pd.I dan A Mizan Sya’roni dan untuk ade-ade teteh, Muhammad Nasirrudin, Nida Nadiya, Muhammad Hanan Said, Inayah Maulida, Muhammad Sauqi dan si bungsu Afwan Musafwan terimakasih atas doa dan dukungan dari kalian semua. Senyum, canda dan

(28)

vi

tawa yang telah kalian beri selalu dapat menjadi obat penawar dari penat teteh. Teteh sayang kalian….

Skripsi sederhana ini juga saya hadiahkan untuk bibi saya bi Endah dan bi Ero. Terima kasih atas setiap doa dan dorongannya. Semoga Allah membalas setiap kebaikan dengan yang lebih baik lagi. Aamiin.

(29)

vii KATA PENGANTAR

Alhamdulillah, segala puji dan syukur tak pernah lelah penulis panjatkan kepada pencipta alam, maha pengasih penyayang, sumber ketenangan dan kebahagiaan. Tanpa ridha dan rahmatnya ketenangan jiwa tak mungkin dapat bersemayam dalam hati makhluknya. Allah swt. maha kuasa atas segala sesuatu tiada yang luput dari pengawasannya, maha adil. Hanya kepadanya seluruh makhluk bersujud dan berserah diri tak terkecuali utusannya yang mulia berbudi pekerti luhur, sebaik-baiknya manusia yaitu Nabi Muhammad saw. nabi akhir zaman yang setiap ucapan, sikap dan kebiasaannya ditiru oleh setiap muslimin sepanjang zaman. Menjadi rujukan dan idola setiap muslim dibelahan dunia manapun.

Dari hati yang paling dalam penulis menyadari sepenuhnya bahwa skripsi ini tidak akan dapat terselesaikan tanpa pertolongan dan kuasa Allah swt. sehingga penulis mampu berfikir, menuangkan ide-idenya dalam masa penyusunan skripsi ini. Dan juga adanya dukungan, bantuan dan bimbingan dari berbagai pihak kepada penulis baik dari segi materil, moril maupun doa. Untuk itu dengan segala

(30)

viii

hormat dan ta’zhim penulis sampaikan rasa terima kasih yang tak terhingga kepada yang terhormat:

1. Ibu Prof. Dr. Hj. Khuzaimah Tahido Yanggo, M.A.

selaku Rektor Institut Ilmu Al-Qur`ân (IIQ) Jakarta.

2. Ibu Dra. Hj. Maria Ulfah, M.A. selaku Dekan Fakultas Ushuluddin IIQ Jakarta.

3. Bpk Dr. Ahmad Fudhaili, M.Ag. sebagai Dosen Pembimbing skripsi, yang telah memberikan bimbingan dan pengarahan serta sabar dalam membimbing penulis demi terselesaikannya skripsi ini.

4. Seluruh Dosen Institut Ilmu Al-Qur`ân (IIQ) Jakarta yang telah meniupkan ruh semangat dalam belajar sehingga penulis mampu menyelesaikan tugas-tugas sebagai mahasiswa.

5. Dra Rukoyah Tamimi dan Dra Suci Rahayuningsih selaku pembantu dekan Fakultas Ushuluddin, yang telah banyak memotivasi penulis untuk menyelesaikan penulisan skripsi ini.

6. Dr. Lutfi Fathullah, M.A yang telah memberikan masukan dan semangat dalam menyelesaikan skripsi ini.

(31)

ix 7. Pustakawan IIQ Jakarta, Pimpinan dan Karyawan Perpustakaan Umum UIN Jakarta, Pimpinan dan Perpustakaan Islam Iman Jama, Pimpinan dan karyawan Pusat Studi Al-Quran, Pimpinan dan Karyawan Pusat Kajian Hadits serta Pimpinan dan Karyawan Perpustakaan Ushuluddin UIN Jakarta, Perpustakaan BAITUL HIKMAH asrama IIQ jakarta yang telah memberikan fasilitas dan kesempatan kepada penulis untuk membaca dan melakukan penelitian dalam rangka menyelesaikan skripsi.

8. Buya tersayang H. Manshur Abbas dan umi tersayang Hj. Lilis Faizah yang tak ada kata yang dapat penulis sampaikan selain terima kasih yang sedalam-dalamnya atas segala kasih sayang, doa, pengorbanan, dukungan, bimbingan yang kalian berikan dengan ikhlas dan kesabaran yang tak terhingga. Hanya do’a yang dapat penulis persembahkan untuk keduanya. Allahummaghfir lî a liwâlidayya warhamhumâ kamâ rabbayânî shoghîrâ.

9. Untuk Kakak-kakak dan adik-adikku yang selalu memotivasi penulis untuk segera menyelesaikannya dengan baik, A Faiz Thontowi S.pd.I, A Mizan Sya’roni, Nasirrudin, Nida Nadiya, Hanan Said,

(32)

x

Inayah Maulida, Muhammad Sauqi dan Afwan Mushafwan. Jazakumullah Khairan Katsiran.

10. Teman-teman IIQ angkatan 2011 khususnya Fakultas Ushuluddin Prodi Tafsir Hadis yang telah menjadi teman duduk dan berjuang mencari ilmu saya selama 4 tahun terakhir ini, khususnya daeng dillah, bu zidna, bu pipit, umi ana, pean popon, Sonia yang telah memberikan semangat juga masukan-masukan kepada penulis. Terimakasih teman. Allah tidak pernah tidur maka setiap kebaikan pasti ada balasan kebaikan yang lebih dari apa yang telah kita lakukan.

11. Ucapan ribuan terima kasih kepada seluruh pihak yang ikut terlibat baik secara langsung maupun tidak langsung yang tidak dapat penulis sebutkan satu persatu, semoga amal baik yang mereka berikan kepada penulis mendapatkan balasan yang sebaik- baiknya dari Allah swt.

Dalam penulisan skripsi ini berbagai upaya telah penulis lakukan untuk memaksimalkan skripsi ini menjadi karya ilmiah yang baik, namun karena keterbatasan kemampuan yang penulis miliki, maka skripsi ini tentunya masih jauh dari kesempurnaan.

Oleh karena itu dengan segala kerendahan hati,

(33)

xi penulis mengharapkan saran dan kritik konstruktif dari para pembaca demi karya yang lebih baik lagi.

Akhirnya, semoga hasil jerih payah penulis ini dapat menjadi buah karya yang bermanfaat dan menjadi amal shalih yang mendapatkan ridha dari Allah swt di akhirat kelak, Ȃmȋn.

Jakarta, 3 Agustus 2015 M 17 Syawal 1436 H

Penulis

Wahdah Farhati

(34)

xii

DAFTAR ISI

PERSETUJUAN PEMBIMBING ...

LEMBAR PENGESAHAN ...

PERNYATAAN PENULIS ...

MOTTO ...

KATA PENGANTAR ...

DAFTAR ISI ...

PEDOMAN TRANSLITERASI ...

ABSTRAK ...

BAB I: PENDAHULAN

A. Latar Belakang ...

B. Identifikasi Masalah ...

C. Pembatasan dan Perumusan Masalah ...

D. Tujuan Penelitian ...

E. Manfaat Penelitian ...

F. Tinjauan Pustaka ...

G. Metodologi Penelitian ...

H. Sistematika Penulisan ...

BAB II: PENGERTIAN DAN SEJARAH METODOLOGI KRITIK SANAD DAN MATAN HADIS

A. Pengertian Kritik Hadis ...

B. Kritik Sanad ...

(35)

xiii 1. Pengertian Sanad...

2. Sejarah Munculnya Kritik Sanad ...

C. Kritik Matan ...

1. Pengertian Matan ...

2. Sejarah Munculnya Kritik Matan ...

D. Ulama Kritikus Hadis...

E. Surat Al-Kahfi ...

1. Keutamaan Surat Al-Kahfi ...

2. Kandungan Surat Al-Kahfi ...

BAB III: SEKILAS TENTANG IBN KATSÎR

A. Biografi Ibn Katsȋr ...

1. Riwayat Hidup ...

2. Aktifitas Keilmuan ...

3. Guru dan Murid ...

4. Karya ...

5. Pendapat Ulama Tentang Ibn Katsȋr ...

B. Tafsir Al-Qur`an al-‘Adzȋm ...

1. Metodologi Tafsir ...

2. Corak Penafsiran ...

3. Sistematika Tafsir ...

4. Sumber Tafsir ...

5. Pendapat Ulama Tentang Tafsir Ibn Katsȋr...

BAB IV: ANALISA SANAD DAN MATAN SURAT AL- KAHFI AYAT 9-26 DALAM TAFSIR IBN KATSÎR

A. Jumlah dan Klasifikasi Hadis dalam Surat Al-Kahfi Ayat 9-26...

(36)

xiv

B. Analisa Sanad dan Matan Hadis Marfȗ Surat Al-Kahfi Ayat 9-26...

1. Hadis Pertama ...

2. Hadis Kedua ...

3. Hadis Ketiga ...

4. Hadis Keempat ...

5. Hadis Kelima...

6. Hadis Keenam ...

7. Hadis Ketujuh ...

8. Hadis Kedelapan ...

9. Hadis Kesembilan ...

BAB V: PENUTUP

A. Kesimpulan ...

B. Saran...

DAFTAR PUSTAKA ...

LAMPIRAN ...

(37)

xv

PEDOMAN TRANSLITERASI

Transliterasi adalah penyalinan dengan penggantian huruf dari abjad yang satu ke abjad yang lain. Dalam penulisan skripsi ini, transliterasi Arab-Latin mengacu pada buku

“Pedoman Penulisan Skripsi, Tesis, dan Disertasi Institut Ilmu Al-Qur‟an (IIQ) Jakarta” cetakan ke-II, tahun 2011, yang secara garis besar dapat diuraikan sebagai berikut:

1. Konsonan

A Th

B Zh

T ‘

Ts Gh

J F

H Q

Kh K

D L

(38)

xvi

Dz M

R N

Z W

S H

Sy ’

Sh Y

Dh

2. Vokal

a. Vokal atau bunyi (a), (i), (u) ditulis dengan ketentuan sebagai berikut:

Vokal Pendek Panjang

Fathah A Â

Kasrah I Î

Dhammah U Û

b. Vokal Rangkap

(39)

xvii fathah + ya'

mati Ditulis

Ai Bainakum fathah + ya'

mati Ditulis

Au Qaulun

c. Vokal Pendek

Ditulis a'antum Ditulis U„iddat Ditulis la'insyakartum

3. Kata sandang

a. Bila diikuti Huruf Qamariyyah

Ditulis Al-Qur`ân Ditulis al-Qiyâs

b. BiladiikutiHurufSyamsiyyah

(40)

xviii

ءامسلا Ditulis as-Samâ' مّشلا

س Ditulis asy-Syams

4. Penulisan kata-kata dalam rangkaian kalimat

Ditulis zawî al-Furûdh Ditulis ahl as-Sunnah

c. Syaddah

Syaddah (Tasydîd) untuk alih aksara dilambangkan dengan huruf, yaitu dengan cara menggandakan huruf yang bertanda Tasydîd. Aturan ini berlaku secara umum, baik Tasydîd yang berada ditengah kata, diakhir kata ataupun yang terletak setelah kata sandang yang diikuti oleh huruf –huruf syamsiyah.

Contoh:

: Āmannâbillâhi : Inna al-ladzîna : wa arr-rukka‟i

d. Ta Marbûthah

Bila dimatikan ditulis h.

(41)

xix

Ditulis Hibbah

Ditulis Jizyah

(Ketentuan ini tidak diperlukan terhadap kata-kata Arab yang sudah terserap ke dalam bahasa Indonesia, seperti shalat, zakat, dan sebagainya, kecuali jika dikehendaki lafal aslinya).

Bila diikuti dengan kata sandang al serta bacaan kedua itu terpisah, maka ditulis dengan h.

Ditulis karâmah al-auliyâ„

Bila ta marbuthah hidup atau dengan harkat fathah, kasrah, dan dhammah, ditulis t.

Ditulis Zakâtul fithri

e. Huruf Kapital

Sistem penulisan huruf arab tidak mengenal huruf kapital, akan tetapi apabila telah di alih aksarakan, maka berlaku ketentuan ejaan yang telah disempurnakan (EYD)

(42)

xx

bahasa Indonesia, seperti penulisan awal kalimat, huruf awal nama tempat, nama bulan, nama diri dan lain-lain. Ketentuan yang berlaku pada (EYD) berlaku pula dalam alih aksara ini, seperti cetak miring (italik) dan cetak tebal (bold) dan ketentuan lainnya. Adapun untuk nama diri yang diawali dengan kata sandang, maka huruf yang ditulis kapital adalah awal nama diri, bukan kata sandangnya. Khusus untuk penulisan kata Al-Qur`an dan nama-nama surahnya menggunakan huruf kapital.

(43)

xxi ABSTRAK

Wahdah Farhati (11210458): “Kualitas Hadis Dalam Tafsir Ibn Katsȋr (Analisa Sanad Dan Matan Hadis Surat Al- Kahfi Ayat 9-26)”. Program Studi Tafsir Hadits Fakultas

Ushuluddin Institut Ilmu Al-Qur`an (IIQ) Jakarta 2015.

Seorang mufassir abad 8 yang berasal dari Bashrah bernama ‘Imad ad-Din Abȗ al-Fida Ismȃ’il bin ‘Ȃmir Ibn Katsȋr bin Zarra al-Bashra atau yang dikenal dengan nama Ibn Katsȋr dalam Tafsir Al-Qur`an al-Adzim, Ibn Katsȋr menggunakan banyak riwayat baik yang marfȗ, mauqȗf maupun maqtȗ untuk menafsirkan ayat Al-Qur`an. Karena adanya sumber yang beragam dalam tafsir ini, maka pada skripsi ini penulis hanya akan mengklasifikasikan hadis-hadis yang ada kemudian menjelaskan kualitas sanad dan matan dari hadis marfȗ yang digunakan Ibn Katsȋr dalam kitab tafsirnya.

Dan penulis mencoba menjawab permasalahan yang ada melalui studi data dokumen atau kepustakaan (library research), yaitu dengan mengklasifikasikan hadis yang menjadi panafsiran dari tafsir Ibn Katsȋr, kemudian mengambil hadis-hadis marfȗ dan terakhir menjelaskan kualitas sanad dan matan dari hadis tersebut, apakah sahih dari segi sanad dan matannya atau tidak, menggunakan beberapa kitab hadis baik dari kutub as-sittah maupun diluar kutub as-sittah seperti Syu’b al-Îmȃn. Dan kitab jarah wa ta‟dil seperti Tahdzȋb al-Kamal, Tahdzȋb at-Tahdzȋb, Ats-Tsiqat dan beberapa kitab jarah wa ta‟dil lainnya, kemudian kitab-kitab syarah seperti Fathul Bari dan Syarah Sahih Muslim, sebagai acuan primer. Dan sejumlah buku-buku yang masih ada kaitannya dengan objek penelitian seperti kitab-kitab terjemahan hadis, buku-buku yang membahas biografi ulama tafsir dan hadis, buku yang

(44)

xxii

membahas ilmu-ilmu hadis, dan buku tentang penjelasan hadis dan bahan-bahan rujukan lain yang relevan dengan objek pembahasan yang dibahas, sebagai acuan sekunder. Hal ini dimaksud agar mendapat informasi secara lengkap untuk menemukan titik terang dari kesimpulan yang akan penulis ambil. Adapun teknik analisis data yang digunakan adalah teknik analisis deskriptif untuk memperoleh pemahaman yang lebih mendalam tentang status hadis marfȗ yang terdapat pada tafsir Ibn Katsȋr baik dari sanad dan matannya. Karena mungkin saja terjadi suatu hadis dinilai sahih dari sanadnya akan tetapi dha‟if pada matannya.

Surat Al-Kahfi ayat 9-26 yang menceritakan kisah Ashhȃb al-Kahfi ditafsirkan oleh Ibn Katsȋr dengan riwayat yang bersumber dari Nabi, sahabat, tabi‟in dan ulama setelah tabi‟in, setelah penulis menghitung hadis yang terdapat pada ayat ini ternyata jumlah keseluruhannya adalah 62 hadis dengan klasifikasi, 9 hadis marfȗ, 42 hadis mauqȗf dan 11 hadis maqtȗ. Pada 9 hadis marfȗ yang terdapat dalam tafsir Ibn Katsȋr 8 diantanya sahih baik dilihat dari sanad maupun matannya, sedangkan 1 hadis lainnya dha„if dilihat dari sanadnya dan tidak penulis lanjutkan pada analisa matan.

(45)

1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar belakang

Tafsir Ibn Katsȋr merupakan kitab tafsir yang paling terkenal yang bersubjekkan tafsir bil ma`tsur. Menduduki peringkat kedua setelah Ibn Jarȋr.1 Tafsir Ibn Katsȋr merupakan salah satu kitab tafsir yang sangat fenomenal hingga saat ini.

Menjadi bacaan bahkan rujukan umat Islam yang sezaman dan sepeninggalan beliau dalam memahami ayat Al-Qur`an.

Sebagaimana umumnya kitab klasik atau kitab kuning, kitab tafsir Ibn Katsȋr termasuk kitab yang kaya materi. Di dalamnya memuat bukan hanya materi tafsir Al-Qur`an, namun dapat dikatakan berisi beberapa cabang ilmu keIslaman lain, seperti:

hadis, fiqih, sejarah, ilmu qiroat dan lain-lain.2 Mengingat bahwa kedudukan beliau juga sebagai ahli hadis sebagaimana dikatakan muridnya yaitu al-Hȃfidz Syihab ad-Din “ tidak seorangpun yang kami ketahui lebih memiliki kekuatan memori dengan matan-matan hadis, mengenal tokoh-tokohnya,

1 Muhammad Husain az-Zahabȋ, Tafsir wal Mufsirun juz I, (Kairo:

Dȃr al-Hadȋts 2005) h. 211

2 Nur Faizah Maswan, Kajian Diskriptif Tafsir Ibn Katsȋr, (Yogyakarta: Menara Kudus 2002) h. 42

(46)

2

menyatakan sahih atau tidaknya selain Ibn Katsȋr”3, maka pada kesempatan ini penulis akan memfokuskan pembahasan skripsi ini pada hadis-hadis yang digunakan oleh Ibn Katsȋr dalam menafsirkan ayat Al-Qur`an pada kitab tafsirnya.

Hadis adalah sesuatu yang disandarkan kepada Nabi Muhammad saw. baik berupa perkataan, perbuatan, pernyataan (taqrȋr) dan lain sebagainya.4 Kalangan ulama ada yang menyatakan, apa yang berasal dari sahabat Nabi, dan tabȋ’in disebut juga dengan hadis. Sebagai buktinya, telah dikenal adanya hadis marfȗ (hadis yang disandarkan kepada Nabi), hadis mauqȗf (hadis yang hanya disandarkan hanya sampai kepada sahabat Nabi), dan hadis maqtȗ (hadis yang hanya sampai kepada tabi’in).5 Karena hadis marfȗ memiliki tingkatan tertinggi dibanding dengan hadis mauqȗf dan maqtȗ, kemudian hadis marfȗ juga memiliki sanad yang jelas dan banyak digunakan atau dipegang oleh mayoritas kaum muslim sebagai rujukan, maka pada skripsi ini penulis hanya akan terfokus pada penelitian hadis marfȗ saja.

3 Mani‟ Halim Mahmud, Metodologi tafsir terj. Syahdianor dan Faisal Saleh, (Jakarta: Raja Grafindo Persada, 2006) h. 64

4 Fatchur Rahman, Iktisar Musthalah al-Hadis, (Bandung: PT. al- Ma‟arif, 1974), h. 20

5 M. Yatimin Abdullah, Studi Islam Kontemporer, (Jakarta:

Amzah, 2006) cet. I, h. 273

(47)

3 Seluruh umat Islam, baik yang ahli naql maupun ahli aql telah sepakat bahwa hadis merupakan dasar hukum Islam, yaitu salah satu dari sumber hukum Islam dan juga sepakat tentang diwajibkannya untuk mengikuti hadis sebagaimana diwajibkan mengikuti Al-Qur`an.6 Terhadap Al-Qur`an hadis berfungsi sebagai ta’qȋd (menetapkan hukum-hukum yang sudah ditetapkan Al-Qur`an), tabyȋn atau tafsȋr (menjelaskan Al- Qur`an yang masih perlu penafsiran) dan tatsbȋt (menetapka hukum-hukum yang tidak disebutkan dalam Al-Qur`an).7 Maka hadis menjadi sangat penting karena kesalahan seseorang dalam memahami sebuah hadis dapat juga menyebabkan kesalahan dalam memahami Al-Qur`an.

Jika dilihat dari segi periwayatannya, hadis Nabi saw.

tidak sama dengan Al-Qur`an, karena Al-Qur`an diriwayatkan secara mutawattir8 sedangkan hadis diriwayatkan secara mutawattir dan ahad9, sebagian besar adalah hadis ahad.

6 Mudasir, Ilmu Hadis, (Bandung: CV Pustaka Setia, 1999) c. I, h.

65

7 Fatchur Rahman, Iktisar Musthalah al-Hadis, h. 65-67

8 Mutawattir adalah hadis yang diriwayatkan oleh sejumlah orang yang dapat dipastikan kebenaran (ucapan) mereka. Karena mereka merupakan sekumpulan orang yang mustahil sepakat untuk berbohong menurut logika dan kebiasaan. (lihat. Ibn Nashiruddin al-Dimasyqi, Uqud al-Durar fi Ulum al-Atsar, terj.Faisal Saleh, Khairul Amru Harahap, (Jakarta: Akbar Media Eka Sarana, 2008) cet.I, h. 138)

9 Ahad adalah hadis yang kurang dari sifat mtawattir dan tidak menghasilkan pengetahuan yang pasti sekalipun yang meriwayatkan

(48)

4

Karena itu, orisinalitas Al-Qur`an tidak perlu disangsikan lagi sehingga tidak perlu dilakukan penelitian. Akan halnya dengan hadis Nabi yang berkategorikan ahad, masih butuh bahkan harus dilakukan penelitian. Dengan penelitian tersebut dapat dipertanggung jawabkan periwayatannya berasal dari Nabi atau tidak? Dan apakah hadis tersebut dapat dijadikan hujjah agama atau tidak? Karena diterima atau tidaknya hadis untuk dijadikan sebagai hujjah agama dilihat dari kualitas tersebut.10

Dalam menyampaikan hadis, Nabi Muhammad saw. tidak hanya sekedar menyampaikan saja. Said Aqil Husain al- Munawaar mengibaratkan, tidak seperti halnya “tukang pos”

yang hanya mementingkan sampainya surah (risalah) kepada alamat yang dituju, tanpa memberikan penjelasan tentang apa isi surah tersebut, melainkan beliau adalah the first interpreter yaitu sebagai pemberi penjelasan terhadap risalah melalui hadis yang beliau sabdakan kepada para sahabatnya.11

Selama Nabi Muhammad masih hidup setiap persoalan yang muncul ditengah-tengah umat selalu dikembalikan sekelompok orang. (lihat. Ibn Nashiruddin al-Dimasyqi, Uqud al-Durar fi Ulum al-Atsar, terj.Faisal Saleh, Khairul Amru Harahap, cet.I, h. 144)

10 Nawir Yuslem, Uluml Hadis, (Jakarta: Mutiara Sumber Widya, 2001) h. 68-75

11 Said Aqil Husain al-Munawwar dan Abdul Mustaqim, Asbab al- Wurud; Studi Kritis Hadis Nabi Pendekatan Sosio-Histori-Kontekstual, (Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2002) h.5

(49)

5 kepadanya. Baik itu berupa ucapan, perbuatan, keputusan maupun persetujuan Nabi yang tidak diucapkan terhadap prilaku para sahabat merupakan penjelasan dan jawaban Nabi atas berbagai persoalan umat. Sehingga meski terdapat perbedaan dalam menentukannya tetap dapat disatukan dengan sabda Rasul.12

Setelah Nabi Muhammad saw. wafat pada 10 H/623 M, ketiadaan otoritasnya segera terasa. Hanya Al-Qur`an satu- satunya sumber informasi yang tersedia untuk memecahkan berbagai persoalan yang muncul ditengah-tengah umat Islam yang masih berusia muda, wahyu-wahyu ilahi meskipun sudah dicatat, belum disusun dengan baik dan rapi. Bahkan masih belum dapat terkumpulkan ketika Nabi Muhammad saw. wafat.

Para khalifah membimbing umat dengan semangat Nabi, meskipun bersandar kepada penilaian pribadi mereka. Namun setelah beberapa lama, ketika muncul kesulitan-kesulitan yang tak dapat mereka pecahkan sendiri, mereka mulai menjadikan sunnah sebagai contoh dengan mengikuti ingatan beberapa sahabat dan dengan menjadikan kesetiaan padanya sebagai perinsip pemandu utama setelah Al-Qur`an.13

12 Fatchur Rahman, Iktisar Musthalah al-Hadis, h. 27

13 G. H. A. Juynboll, kontroversi Hadis di Mesir, (Bandung:

Mizan, 1999) cet. I, h.4

(50)

6

Berangkat dari pemahaman tersebut, maka untuk mengetahui hal-hal yang harus diteladani dan yang tidak harus diteladani dari diri Nabi, diperlukan adanya penelitian. Karena, hadis Nabi telah pernah mengalami pemalsuan-pemalsuan.

Pada zaman Nabi pemalsuan hadis belum terjadi. Dan dalam sejarah pemalsuan hadis mulai berkembang pada zaman khalifah „Ali bin Abȋ Thȃlib (w. 404H/661 M)14, yang diawali dengan pertentangan „Ali dan Mu‟ȃwiyah yang masing-masing golongan terus berusaha dengan melakukan cara-cara apapun untuk memenangkan persengketaan diantara mereka.

Diantaranya adalah dengan mengungkapkan segala sesuatu yang kemudian mereka klaim sebagai hadis-hadis Nabi yang menurut mereka benar dan mendukung perjuangan mereka.

Maka sejak itulah bermunculan hadis-hadis palsu yang tersebar dikalangan kaum muslimin. Disamping faktor tersebut, faktor ekonomi juga mendorong terjadinya pemalsuan hadis, karena adanya keinginan menyenangkan para khalȋfah atau para penguasa maka banyak orang berlomba-lomba menciptakan hadis-hadis palsu yang sesuai dengan keinginan para penguasa tersebut.15

14 M. Syuhadi Ismail, Hadis Nabi Yang Tekstual Dan Kontekstual, (Jakarta: Bulan Bintang. 1994), h. 75

15 Shubhi al-Shaleh, Ulum al-Hadis wa Mustalahuhu, (Beirut: Dar al-Malayin, 1997), h.3

(51)

7 Konsensus ulama hadis mengatakan bahwa hadis yang menjadi objek penelitian adalah hadis ahad (baik yang masyhȗr16 maupun yang ‘Azȋz17), sedangkan hadis mutawattir tidak menjadi objek penelitian, sebab hadis mutawattir tidak diragukan lagi kesahihannya berasal dari Nabi Muhammad saw. dengan demikian, tujuan utama penelitian hadis adalah untuk menilai secara historis suatu yang disebut hadis Nabi itu benar-benar berasal dari Nabi ataukah tidak. Hal ini sangat penting mengingat kedudukan kualitas hadis erat sekali kaitannya dengan dapat atau tidak dijadikan sebagai hujjah agama.18

Upaya penelitian dan pengkajian hadis ini bertujuan untuk pemeliharaan dan pelestarian kesahihan sebuah hadis Nabi saw. sehingga para ulama menetapkan berbagai kaidah kesahihan hadis dengan segala persyaratan dan kriteria yang harus dipenuhi oleh suatu hadis yang berkulitas sahih, misalnya Ibn Shalah (w. 634 H), sebagaimana dikutip oleh M. Ajȃj al-

16 Hadis masyhur adalah hadis yang diriwayatkan oleh tiga orang atau lebih serta tidak mencapai derajat mutawattir (lihat. Abduh Almanar, Studi Ilmu Hadis, (Jakarta: Gaung Persada Press 2011) h. 148)

17 Hadis ‘azȋz adalah hadis yang diriwayatkan oleh dua orang, walaupun dua orang rawi tersebut terdapat pada satu thabaqat yang kemudian orang-orang mengambil riwayat dari keduanya. (lihat. Abduh Almanar, Studi Ilmu Hadis, h.150)

18 Bustamin, Metodologi Kritik Hadis, (Jakarta: PT Raja Grafindo Persada, 2004), cet.I, h. 3

(52)

8

Khȃtib bahwa “hadis sahih adalah musnad yang sanadnya muttasil (bersambung) melalui riwayat yang „adil19 lagi dabit20 (pula) sampai ujungnya, tidak syaz dan tidak mu’allah (terkena illah)”21

Kritik dalam pengertian membedakan yang benar dan yang salah, menjelaskan yang sulit dipahami atau menjelaskan yang terkesan kontardiktif telah terjadi sejak masa Nabi Saw.Pengertian kritik pada masa ini hanyalah untuk memperkuat kebenaran informasi yang diterima.22 Ada dua tahapan yang harus dilakukan untuk kritik hadis. Pertama adalah meneliti para perawi hadis (sanad). Setelah tahapan pertama dilakukan dan diperoleh kesimpulan tentang status sanad hadis dan dapat dipastikan bahwa materi (matan) hadis tersebut bersumber dari Nabi Saw., tahap selanjutnya adalah penelitian materi hadis (matan) guna menjelaskan apabila terjadi kontradiktif atau kesulitan dalam pemahamannya.

Tahapan ini dilakukan secara hirarki. Apabila tidak lulus dalam

19 ‘Adil maksudnya bertaqwa dan beradab (lihat. Abduh Almanar, Studi Ilmu Hadis, h.156)

20 Dhabit maksudnya menguasai hadis yang dihafal dan ditulisnya atau teliti (lihat. Abduh Almanar, Studi Ilmu Hadis, h.156)

21 M. Ajaj Al-Khatib, Usul al-Hadis, terj. M Qodirun Nur, Ahmad Musyafiq, (Jakarta: Gaya Media Pertama, 2001) h. 276

22 Ahmad Fudhaili, Perempuan di Lembaran Suci, (Jakarta:

Kementrian Agama Republik Indonesia, 2012) h. 45

(53)

9 tahapan pertama maka tidak ada gunanya melakukan tahapan kedua.23

Dalam Al-Qur`an Allah memasukan banyak kisah-kisah, baik tentang Nabi terdahuu, umatnya dan segala hal ihwal yang ada pada masanya. Hal ini tentu saja memiliki tujuan dan hikmah, karena Al-Qur`an bukan merupakan kitab kisah maka tujuan Allah meletakkan kisah-kisah dalam Al-Qur`an tak lain untuk I’tibar bagi umat setelahnya. Kisah-kisah yang ada dalam Al-Qur`an seringkali tidak terkumpul dalam satu surat atau tersebar dan terputus-putus kisahnya, tapi kadang kala tersusun rapih dalam satu surat seperti pada surat Al-Kahfi.

Surat Al-Kahfi memiliki beberapa kisah didalamnya, diantaranya kisah Ashhȃb al-Kahfi, Musa dan Khidir, dan Dzul Qarnain. Dari ketiga kisah ini kisah Ashhȃb al-Kahfi merupakan kisah yang pertama kali diceritakan dan surat al- kahfi itu sendiri diambil dari kisah ini.

Maka pada skripsi ini penulis akan membahas tentang KUALITAS HADIS DALAM TAFSIR IBN KATSȊR (Analisa Sanad dan Matan Hadis Surat Al-Kahfi Ayat 9-26) melihat banyaknya hadis-hadis yang tersebar di kalangan masyarakat awam tentang keutaman, atau bahkan isi

23 Ahmad Fudhaili, Perempuan di Lembaran Suci, h. 44-45

(54)

10

kandungan surah Al-Kahfi baik dari ayat-ayat hukum, akidah ataupun kisah-kisah yang ada pada surah ini.

B. Identifikasi masalah

Berangkat dari kerangka dan latar belakang masalah, maka muncul beberapa permasalahan yang menjadi acuan pembahasan yakni sebagai berikut:

1. Adanya hadis-hadis yang tidak sahih tentang keutamaan surah Al-Kahfi yang tersebar di masyarakat

2. Adanya hadis-hadis yang digunakan Ibn Katsȋr dalam menafsirkan surah Al-Kahfi tentang ayat-ayat kisah (Ashhȃb al-Kahfi, Musa dan Khidir, dan Dzul Qarnain) 3. Adanya hadis-hadis marfȗ, mauqȗf dan maqtȗ yang

digunakan Ibn Katsȋr dalam menafsirkan surah Al-Kahfi 4. Adanya hadis-hadis yang di gunakan Ibn Katsȋr dalam

menafsirkan surah Al-Kahfi tentang ayat-ayat akidah 5. Adanya hadis-hadis yang di gunakan Ibn Katsȋr dalam

menafsirkan surah Al-Kahfi tentang ayat-ayat hukum C. Pembatasan dan perumusan masalah

Mengingat bahwa pembahasan tentang “kritik hadis “surah Al-Kahfi” pada tafsir Ibn Katsȋr” akan sangat luas cakupannya, maka penulis akan membatasi pembahasan hanya berkisar pada:

(55)

11 1. Hadis-hadis yang marfȗ pada penafsiran ayat kisah

Ashhȃb al-Kahfi (ayat 9-26)

2. Hadis-hadis yang sahih yang digunakan Ibn Katsȋr

Dan penulis juga akan membatasi penelitian ini hanya pada persoalan kualitas hadis dari segi matan dan sanad, permasalahan-permasalahan itu dapat dirumusan sebagai berikut:

1. Adakah hadis marfȗ yang digunakan Ibn Katsȋr dalam menafsirkan ayat tentang kisah Ashhȃb al-Kahfi (ayat 9- 26)?

2. Apakah hadis marfȗ yang digunakan Ibn Katsȋr dalam menafsirkan kisah Ashhȃb al-Kahfi sahih dari segi sanad dan matannya?

D. Tujuan penelitian

Dalam penulisan skripsi ini memiliki dua tujuan yaitu khusus dan tujuan umum. Adapun tujuan khusus dalam penulisan skripsi ini adalah:

1. Untuk mengetahui adakah hadis marfȗ yang digunakan Ibn Katsȋr dalam menafsirkan ayat tentang kisah Ashhȃb al- Kahfi

2. Untuk mengetahui apakah hadis marfȗ yang digunakan Ibn Katsȋr dalam menafsirkan kisah Ashhȃb al-Kahfi sahih dari segi sanad dan matannya.

(56)

12

Sedangkan yang menjadi tujuan umum dari penulisan skripsi ini, adalah untuk memberikan manfaat yang bersifat teoritis dan praktis dalam rangka menambah khazanah keilmuan terutama dalam kajian kritik sanad dan matan pada ayat-ayat kisah yang ada dalam surah Al-Kahfi yang ditafsirkan dengan hadis-hadis nabawi dan untuk mengetahui bagaimana seharusnya umat muslim memahami hadis dengan benar agar dapat diperaktekkan sesuai dengan praktek Rasulullah.

E. Manfaat penelitian

Adapun manfaat penulisan skripsi ini adalah:

1. Manfaat untuk masyarakat : Dengan mengetahui status hadis-hadis tentang kisah pada surah Al-Kahfi baik dari segi sanad ataupun matan maka masyarakat dapat memahami kisah-kisah yang ada dalam surah Al-Kahfi dengan pemahaman yang benar

2. Manfaat untuk penulis sendiri: Dengan mengetahui begitu banyak hadis-hadis yang sahih dari segi sanad dan matan khususnya yang berbicara tentang kisah-kisah penulis berharap penulis bukanlah bagian dari masyarakat “awam”

yang hanya bertaqlȋd buta pada anggapan yang masih samar-samar tanpa mengetahui sumber asli redaksinya.

F. Tinjauan pustaka

(57)

13

Dalam penyusunan skripsi ini Penulis mendapati beberapa penelitian judul skripsi yang membahas judul yang berbeda namun dalam kajian tema yang hampir sama. Beberapa skripsi dan judul buku yang membahas masalah hampir serupa dengan judul skripsi ini di antaranya adalah:

Pertama, skripsi yang ditulis oleh Ahmad Baihaki, tahun 2007 dengan judul “Kajian Hadis Tentang Membaca Surah Yasin Dan Al-Kahfi Pada Malam Jum‟at”, Jurusan Tafsir Hadis, Fakultas Usuluddin, Universitas Islam Negri Syarif Hidayatullah Jakarta. Skripsi ini membahas tentang hadis-hadis yang berkaitan dengan keutamaan membaca surah yasin dan Al-Kahfi dengan metode takhrij hadis dan melakukan kritik sanad dan matan hadis.24 Sedangkan pada skripsi yang akan saya tulis tidak hanya terpusat pada hadis tentang keutamaannya saja, tapi lebih kepada hadis yang menjadi tafsiran dari surah Al-Kahfi yang digunakan oleh Ibn Katsȋr dalam menafsirkan ayat Al-Qur`an.

Kedua, skripsi yang ditulis oleh Moh. Toha Mahsun, tahun 2009 dengan judul “Kisah Musa Dan Khidir Dalam Surah Al- Kahfi ( Studi atas Penafsiran Al-Qusyairi dalam kitab Lataif Al-Isyarat ), Jurusan tafsir hadis, Fakultas usuluddin,

24 Ahmad Baihaki, Kajian Hadis Tentang Membca Al-Kahfi Dan Yasin Pada Hari Jum‟at (Skripsi Uin Syarif Hidayatullah Jakarta 2007)

(58)

14

Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta. Skripsi ini membahas tentang Musa dan Khidir pada surah Al-Kahfi dengan menggunakan penafsiran al-Qusayri lebih menyoroti kisah Musa dan Khidir dari sisi semiotika, dalam perspektif teori semiotika, yang dicari adalah dimensi simbolik dari suatu tanda yang dapat dihasilkan melalui analisa-analisa atau kode- kode yang membentuknya25 Sedangkan pada skripsi ini penulis hanya akan membahas kisah tentang Ashȃb al-Kahfi dan surah Al-Kahfi dilihat dari segi sanad dan matan.

Ketiga, skripsi yang ditulis oleh Muhammad Yasir, tahun 2010 dengan judul Kualitas Hadis Dalam Tafsir Ibn Katsir; Studi Kritik Sanad Dan Matan Hadis Dalam Surah Yasin, jurusan tafsir hadis, fakultas usuluddin dan filsafat, Universitas Islam Negri Syarif Hidayatullah Jakarta. Skripsi ini membahas tentang status hadis-hadis yang ada pada tafsir Ibn Katsir baik dari segi sanad maupun matannya, Muhammad Yasir menguraikan 4 hadis yang ada dalam tafsir Ibn Katsir tentang surah yasin.26 Persamaan dengan skripsi ini terletak pada kitab yang dikaji dan yaitu kitab tafsir Ibn Katsȋr. Pada skripsi ini

25 Moh Toha Mahsun, Kisah Musa Dan Khidir Dalam Surah Al- Kahfi, (Skripsi Uin Sunan Kalijaga Yogyakarta 2009)

26 Muhammad Yasir, Kualitas Hadis Dalam Tafsir Ibnu Katsir;

Studi Kritik Sanad Dan Matan Hadis Dalam Surat Yasin (Skripsi Uin Syarif Hidayatullah 2010)

(59)

15 juga penulis akan melakukan kritik terhadap status hadis baik dari segi matan ataupun sanad, ini juga merupakan salah satu dari persamaan yang ada dalam skripsi Muhammad Yasir.

Adapun perbedaannya ialah pada surah yang akan diteliti hadisnya pada skripsi ini penulis akan meneliti hadis-hadis yang digunakan Ibn Katsȋr dalam menafsirkan surah Al-Kahfi, sedangkan skripsi Muhammad Yasir meneliti surah yasin.

G. Metodologi penelitian 1. Jenis Penelitian

Skripsi ini adalah penelitian kepustakaan (library research), yaitu dengan mengumpulkan semua hadis-hadis yang berbicara tentang kisah-kisah yang ada pada surah Al- Kahfi yang ada di dalam tafsir Ibn Katsȋr sebagai acuan primer.

dan sejumlah buku-buku yang masih ada kaitannya dengan objek penelitian seperti kitab-kitab tentang biografi perawi hadis dan kitab-kitab tentang kritik matan, dan bahan-bahan rujukan lain yang relevan dengan objek pembahasan yang dibahas, sebagai acuan sekunder. Hal ini dimaksud agar mendapat informasi secara lengkap untuk menemukan titik terang dari kesimpulan yang akan penulis ambil.

2. Metode Pembahasan

Berdasarkan referensi yang ada, penulis dalam pembahasan skripsi ini menggunakan metode deskriptif-analisis-komparatif,

(60)

16

yaitu melalui pengumpulan data baik primer maupun sekunder lalu diteliti, dianalisa, dan dibandingkan dengan beberapa pendapat ulama terhadap hadis yang akan dikaji, agar kemudian dapat diambil kesimpulannya.

3. Teknik Penulisan

Adapun teknik penulisan skripsi ini penulis mengacu pada buku Pedoman Penulisan Skripsi, Tesis, dan Disertasi yang diterbitkan oleh IIQ Jakarta Press tahun 2013 yang diterbitkan oleh Institut Ilmu Al-Qur‟an Jakarta.

H. Sistematika penulisan

Untuk mendapatkan gambaran yang menyeluruh tentang apa yang diuraikan dalam skripsi ini, dan agar pembahasan skripsi ini lebih terarah dan sistematis, maka pembahasan dibagi menjadi lima 5 (lima) bab, yaitu: Pada bab pertama, penulis mencoba menguraikan bagian yang merupakan pendahuluan yang meliputi latar belakang masalah dari skripsi ini kemudian mengidentifikasi masalah dan memberi pembatasan dan perumusan masalah tersebut, lalu penulis juga mencantumkan tujuan dan manfaat dari penelitiaan ini, pada bab ini juga penulis memasukan tinjauan pustaka, metodologi penelitian dan sistematika penulisan.

Pada bab kedua, berisikan tentang landasan teori yang meliputi pengertian kritik sanad dan matan, sejarah dari kritik

(61)

17 sanad dan matan, mengenal ulama kritikus hadis, memaparkan tingkatan jarh wa ta’dil, dan gelar-gelar bagi ulama hadis.

Pada bab ketiga, penulis memasukan biografi Ibn Katsȋr, di mulai dari riwayat hidup, perjalanan keilmuan, daftar guru, murid, karya-karya, sampai pada penilaian ulama tentang Ibn Katsîr. Kemudian penulis juga menjelaskan tentang biografi dari kitab tafsirnya, dan terakhir penjelasan tentang keistimewaan surah Al-Kahfi dan kandungannya.

Pada bab keempat yang merupakan bab inti dari skripsi ini penulis mulai memaparkan kritik sanad dan matan hadis kisah Ashhȃb al-Kahfi dan hanya terfokus pada hadis yang sanadnya marfȗ sampai Rasulullah saja.

Pada bab kelima yang merupakan Penutup dari skripsi ini penulis memberikan kesimpulan dan saran-saran.

(62)

195 BAB V PENUTUP A. Kesimpulan

Tafsir Ibn Katsȋr yang dikenal sebagai tafsir bil ma`tsur kedua setelah Ibn Jarȋr pastinya tidak pernah sepi dari riwayat- riwayat, baik yang marfȗ’, mauqȗf dan maqtȗ’. Sebagai contoh pada surat Al-Kahfi ayat 9-26 penulis menemukan 9 riwayat yang marfȗ, 42 riwayat yang mauqȗf, dan 11 riwayat yang maqtȗ’. Maka jumlah seluruh riwayat yang digunakan Ibnu Katsir dalam menafsirkan ayat ini adalah 62 hadis. Al-Albȃnȋ dalam kitabnya “derajat hadis sahih dalam tafsir Ibn Katsȋr”

mengatakan bahwa hadis marfȗyang terdapat pada ayat 9-26 surat Al-Kahfi adalah 8, setelah penulis teliti ternyata satu hadis yang tidak disebutkan oleh Al-Albȃnȋ dalam kitabnya merupakan hadis yang dha’if.

Penelitian sanad dan matan pada 9 hadis marfu’ yang telah diteliti, penulis menemukan 1 hadis dha’if dari segi sanadnya, maka penelitian pada kedua hadis ini tidak dilanjutkan pada penelitian matan. Dan 8 hadis lainnya yang bernilai sahih dari segi sanad dilanjutkan pada penelitian matan. Dan dari

(63)

196

kedelapan hadis marfȗ yang sahih dari segi sanadnya setelah disesuaikan dengan ayat Al-Qur`an, hadis sahih, fakta sejarah yang merujuk pada asbab al-wurȗd, maka penulis temukan seluruhnya tidak bertentangan. Maka menurut penulis 8 hadis lainnya sahih baik dari segi sanad maupun matannya.

B. Saran

Kepada mahasiswa yang berminat mendalami penelitian kritik hadis, penulis berharap setelah ini masih ada mahasiswa- mahasiswa yang melanjutkan penelitian ini baik membahas kualitas hadis yang ada pada surat Al-Kahfi dari sisi kisah- kisahnya yang lain seperti: kisah Musa dan Khidir, Dzul Qarnain, tentang ayat-ayat hukum, ataupun ayat Al-Qur`an lainnya.

(64)
(65)

171

DAFTAR PUSTAKA

‘Ali, Abȗ Ya’la Ahmad ibn. Musnad Abȗ Ya’la, Beirut: Dȃr al-Fikr, 2002

‘Itr, Nuruddin. Ulumul Hadis, Bandung: Rosda Karya, 1995 Abdullah, M. Yatimin. Studi Islam Kontemporer, Jakarta:

Amzah, 2006

Al-A’dzami, Muhammad Mustafa. Memahami Ilmu Hadis:

Telaah Metodologi Dan Literature Hadis, Tej. Meth Kieraha, Jakarta: Lentera Basritama, 2003

Al-Albani, Muhammad Nashiruddin. Derajat Hadits-Hadits Dalam Tafsir Ibnu Katsir, Jakarta: Pustaka Azzam 2007 Al-Atsqalannȋ, Abȗ al-Fadhl Ahmad ibn Hajar. Tahdzȋb at- Tahdzȋb Beirut: Dȃr Al-Ahyȃ 1993

Anwar, Rosihon. Melacak Unsur-Unsur Israiliyyat dalam Tafsir Ath-Thabari dan Tafsir Ibnu Katsir, Bandung:

CV. Pustaka Setia, 1999

Baidan, Nasharuddin. Rekonstruksi Ilmu Tafsir, Yogyakarta:

PT. Dana Bakti Prima Yasa, 2000

Al-Baihaqȋ, Abȗ Bakr Ahmad ibn Husain. Syua’bul Îmȃn, Libanon: Dȃr al-Kitab al-‘Alamiyah 1990

(66)

172

Al-Bugha, Mustafa dan Misto, Muhyiddin. Syarah Hadis 40 Imam Nawawi trjm. Muhammad Asri dkk, Kuala Lumpur: Pustaka Salam 1995

Al-Bukhȃrȋ, ‘Abdullah Muhammad ibn Ismȃ’il ibn Ibrȃhim.

Shahȋh Bukhȃrȋ, Kairo: Dȃr al-Hadȋts 2004

Al-Bustanȋ, Abȗ Hȃtim Muhammad ibn Hibban ibn Ahmad al- Taimȋ. Kitab ats-Tsiqqat juz 2 Beirut: Dȃr al-Kitab al-

‘Ilmiyah 1998

Bustamin. Metodologi Kritik Hadis, Jakarta: PT Raja Grafindo Persada, 2004

Ad-Damsyiqi, Ibnu Hamzah al-Hasani al-HanafI. Asbabul Wurud 3, trjm. Suwarta Wijaya dan Zafrullah Salim, Jakarta: Kalam Mulia 2003

Al-Dimasyqi, Ibnu Nashiruddin. Uqud al-Durar fi ‘Ulum al- Atsar, terj.Faisal Saleh, Khairul Amru Harahap, Jakarta:

Akbar Media Eka Sarana, 2008

Dewan Redaksi Ensklopedia Islam. Ensiklopedia Islam, Jakarta: PT. Ichtiar Van Hoeve, 1994

Faudah, Muhammad Basuni. Tafsir Al-Qur`an; Perkenalan Dengan Metodologi Tafsir, terj. Mochtar zaeni, Bandung: Pustaka, 1987

Al-Farmawi, Adb al-Hayyan. Metode Tafsir Maudhu’iy, terj.

Suryana A. Jamarah, Jakarta: Rajawali Pers, 1994

Referensi

Garis besar

Dokumen terkait

tersebut di dalam kitab Mu’jam Sagir dan Mu’jam Ausat, bahwa perawinya adalah Sahih. Dalam kitab Mu’jam Saghir hadis tersebut dipaparkan dengan sanad dan matan yang sama,

Bab III, membahas kritik sanad dan menganalisa hadis dalam kitab Mukhtasar Ih yȃ’ ‘Ulum al -Dîn tentang hak-hak muslim, keluarga dan tetangga, yang di dalamnya

Penjelasan isi dari ayat 9-26 dalam surah Al-Kahfi tentang nilai-nilai pendidikan Islam dalam kisah Ac%âbul Kahfi dalam Alquran yaitu : ayat 9 memiliki 2 nilai mengenai

Pertama , penjelasan isi dari ayat 9-26 dalam surah Al-Kahfi tentang nilai- nilai pendidikan Islam dalam kisah Aṣḥābul Kahfi dalam Alquran yaitu : ayat 9

Tujuan penelitian ini dilakukan untuk mengetahui bagaimana kualitas dan kehujjahan sanad dan matan hadis, pemaknaan hadis serta implikasi hadis tentang anjuran mandi

Setelah penulis melakukan langkah-langkah dalam kritik sanad dan matan terhadap hadis riwayat Ibn Ma>jah no Indeks 3053, maka hadis ini awalnya berkualitas d}ai>f karena

Terlebih lagi kepada penulis sehingga dapat menyelesaikan skripsi dengan judul “Profil Guru Ideal Menurut Al-Qur’ān Surat Al- Kahfi Ayat 71-82 (Analisis Tafsir Tahlily Atas

Adapun kisah ini ditutup dengan perintah Allah kepada Nabi Muhammad agar menyatakan kepada mereka yang masih berselisih tentang berapa lama pemuda As}ha>b al-Kahfi