• Tidak ada hasil yang ditemukan

analisis literasi digital: studi pemanfaatan jurnal

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "analisis literasi digital: studi pemanfaatan jurnal"

Copied!
61
0
0

Teks penuh

PENULIS PERDEDIKASI Skripsi INI KEPADA ALMA MATER TERKASIH PROGRAM STUDI INTERDISIPLINE ISLAMIC STUDI (IIS) PROGRAM STUDI PERPUSTAKAAN DAN KONSENTRASI ILMU INFORMASI PROGRAM PASCASARJANA UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SUNAN KALIJAGA. ANALISIS LITERASI DIGITAL Kurnia Sholihah: STUDI PENGGUNAAN MAJALAH ELEKTRONIK OLEH MAHASISWA MAGISTER MANAJEMEN DI PERPUSTAKAAN UKSW SALATIGA”. Tingginya akses jurnal elektronik di UKSW belum diketahui secara jelas kemampuan mahasiswa dalam mencari, menggunakan atau menyebarkan informasi secara efektif, karena data laporan akses jurnal elektronik hanya menunjukkan jumlah pengakses.

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik responden dan melakukan analisis literasi digital mahasiswa Magister Manajemen UKSW dalam pemanfaatan e-journal di Perpustakaan UKSW Salatiga berdasarkan aspek teknis, kognitif dan sosial. Pengukuran tingkat literasi digital didasarkan pada skala Likert (5-1) yang hasilnya diartikan sangat tinggi, tinggi, sedang, rendah dan sangat rendah. Hasil penelitian menunjukkan persentase terbesar karakteristik responden dalam penggunaan e-journal di Perpustakaan UKSW Salatiga: laki-laki sebesar 60%, usia 20-29 tahun sebesar 88%, menggunakan smartphone sebesar 31%, browsing frekuensi internet setiap hari sebesar 95%, dan database EBSCO yang paling mudah diakses adalah 60%.

Tingkat literasi digital mahasiswa Magister Manajemen UKSW Salatiga berdasarkan aspek teknis dikategorikan sangat tinggi yaitu 4,22, berdasarkan aspek kognitif dikategorikan tinggi yaitu 4,178, dan berdasarkan aspek sosial dikategorikan tinggi yaitu 4,124 . Terdapat beberapa indikator yang mempunyai nilai mean terendah yaitu aspek frekuensi penggunaan e-journal yang memperoleh nilai mean terendah yaitu 3,43, aspek kemampuan berpikir kritis memperoleh nilai mean terendah yaitu 3,64, aspek kemampuan berpikir kritis memperoleh nilai mean terendah yaitu 3,64. kemampuan. untuk mengatur privasi online mendapat nilai rata-rata terendah sebesar 3,9 sehingga disarankan agar perpustakaan UKSW meningkatkan kegiatan sosialisasi, edukasi bagi pengguna e-journal dan pembentukan kelompok penelitian ilmiah untuk meningkatkan kemampuan menulis-bacaan digital mahasiswa dalam penggunaan dari e-jurnal. . Bagi mahasiswa, peningkatan kompetensi literasi digital dapat dilakukan dengan berperan aktif mengikuti program sosialisasi dan kelas literasi yang dijalankan oleh Perpustakaan UKSW.

Semoga artikel ini dapat menginspirasi pengembangan perpustakaan pada umumnya dan pengembangan jurnal elektronik pada khususnya.

PENDAHULUAN

Latar Belakang

Salah satu sumber daya digital perpustakaan adalah majalah elektronik yang menyajikan informasi akurat karena berdasarkan penelitian ilmiah. Mengakses jurnal elektronik dengan perangkat digital dapat menunjang kebutuhan referensi untuk perkuliahan, maupun penelitian untuk menyusun artikel ilmiah, tesis, tesis, dan disertasi. Majalah elektronik dapat diakses kapan saja dan bersamaan, tanpa perlu bergantian seperti halnya majalah cetak.

Menurut Lizzie Malemia, komunitas ilmiah memanfaatkan jurnal elektronik untuk berbagi pengetahuan, menjadikan perpustakaan sebagai bagian dari pengembangan komunikasi ilmiah. Keberadaan jurnal elektronik telah menjadi trend di kalangan perguruan tinggi sebagai referensi penelitian yang memuat angka-angka terkini dari hasil penelitian. Dalam menyediakan koleksi jurnal elektronik online yang dapat diakses, perpustakaan UKSW telah terdaftar di 5 database jurnal elektronik sejak tahun 2007.

Akses terhadap jurnal elektronik dapat dilakukan di luar area perpustakaan dengan melakukan login menggunakan password yang dapat diperoleh melalui petugas layanan serial. Kemudahan akses terhadap jurnal elektronik melalui internet memungkinkan mahasiswa untuk secara mandiri memperluas pengetahuan akademiknya. Jurnal elektronik sebagai sumber daya digital memerlukan keterampilan digital untuk menemukan, menggunakan, dan menyebarkan informasi secara efektif.

Berdasarkan data Electronic Journal Access Report diketahui pada tahun 2014 database EBSCO sebanyak 58.977 dan pada tahun 2015 hingga bulan November sebanyak 73.630. Dari observasi di perpustakaan UKSW diketahui data laporan akses jurnal elektronik database EBSCO pada tahun 2014 sebanyak 58.977 dan pada tahun 2015 sampai dengan bulan November sebanyak 73.630. Dari data peningkatan akses jurnal elektronik di atas belum dapat diketahui bagaimana kemampuan siswa ditemukan.

Tingginya akses terhadap e-journal oleh mahasiswa belum jelas kemampuannya dalam mencari, menggunakan atau menyebarkan informasi secara efektif, karena data rasio akses pada database e-journal hanya menunjukkan jumlah aksesoris saja. Dengan demikian, meningkatnya penggunaan e-journal menarik untuk diteliti lebih lanjut mengenai tingkat literasi digital mahasiswa tahun pertama dari aspek teknis, kognitif, dan sosial. Berdasarkan latar belakang yang telah dijelaskan, maka penelitian ini dilakukan untuk menganalisis tingkat literasi digital mahasiswa dalam pemanfaatan e-journal yang dilanggan oleh perpustakaan UKSW.

Rumusan Masalah

Untuk mengetahui karakteristik dan analisis tingkat literasi digital berdasarkan aspek teknis, kognitif dan sosial mahasiswa Magister Manajemen menggunakan jurnal elektronik di Perpustakaan UKSW Salatiga. Bagi penulis, penelitian ini dapat menambah wawasan dan pengetahuan penulis tentang literasi digital dan pemanfaatan jurnal elektronik oleh mahasiswa. Untuk tujuan ilmiah, penelitian ini dapat digunakan sebagai bagian penting dalam kajian keterampilan digital dan pemanfaatan jurnal elektronik.

Kajian Pustaka

8Dwi Dian Nusantari, Abdul Rahman Saleh, Yusalina, “Analisis Pemanfaatan Science Direct Online Journal di Perpustakaan IPB (Studi Kasus Mahasiswa Pascasarjana IPB)” Jurnal Kajian Perpustakaan dan Informasi, Vol. Literasi digital remaja di kota surabaya (studi deskriptif tingkat kompetensi literasi digital pada siswa sekolah menengah pertama, sekolah menengah atas, dan perguruan tinggi di kota surabaya). Dari ketiga penelitian di atas, penelitian ini mempunyai kecenderungan terhadap penelitian nomor 1 yang bertajuk “Literasi.

Pemuda digital di kota Surabaya (Studi deskriptif tingkat literasi digital pada pelajar SMP, SMA, dan Perguruan Tinggi di Kota Surabaya). Variabel dalam penelitian ini terdiri dari aspek pencarian internet, petunjuk arah hypertext, evaluasi isi informasi dan kompilasi pengetahuan, sedangkan dalam penelitian ini terdapat tiga variabel yaitu aspek teknis, kognitif dan sosial.

Tabel 1 Ringkasan Penelitian Terdahulu
Tabel 1 Ringkasan Penelitian Terdahulu

Sistematika Pembahasan

Metode penelitian menjelaskan langkah-langkah yang digunakan untuk menemukan jawaban atas pertanyaan yang diajukan dalam rumusan masalah. Bab keempat berisi pembahasan yang terdiri atas gambaran umum tentang subjek penelitian dan hasil penelitian. Gambaran umum subjek penelitian menjelaskan tentang sejarah singkat, visi dan misi, struktur organisasi, letak geografis, staf, pelayanan dan koleksi jurnal elektronik yang dimiliki Perpustakaan UKSW.

Hasil penelitian menjelaskan analisis statistik deskriptif hasil penelitian mengenai karakteristik responden dan analisis tingkat literasi digital mahasiswa Magister Manajemen saat menggunakan jurnal elektronik di Perpustakaan UKSW Salatiga. Bab lima yaitu kesimpulan, akan memaparkan kesimpulan yang diambil dari analisis data penelitian serta saran-saran yang disarankan berdasarkan hasil penelitian.

Kesimpulan

Dari 11 indikator, kemampuan mengoperasikan perangkat keras memperoleh skor rata-rata tertinggi yaitu 4,86 ​​sehingga masuk dalam kategori sangat tinggi. Namun pada aspek frekuensi penggunaan jurnal elektronik memperoleh skor rata-rata paling rendah yaitu 3,43 termasuk dalam kategori tinggi. Tingkat literasi digital berdasarkan aspek kognitif literasi digital dalam penggunaan jurnal elektronik termasuk dalam kategori tinggi yaitu 4,178.

Dari 5 indikator kemampuan sadar akan pentingnya hak cipta memperoleh skor rata-rata tertinggi sebesar 4,59 sehingga termasuk dalam kategori sangat tinggi. Nilai rata-rata terendah yaitu 3,64 diberikan pada aspek kemampuan berpikir kritis yang berada pada kategori tinggi. Tingkat literasi digital kaitannya dengan aspek sosial literasi digital dalam penggunaan jurnal elektronik dikategorikan tinggi yaitu sebesar 4.124.

Dari 5 indikator tersebut, kemampuan berbagi artikel kepada orang lain melalui email, jejaring sosial, atau grup memperoleh skor rata-rata tertinggi yaitu 4,5 sehingga termasuk dalam indikator ini.

Saran

Association of College and Research Libraries (ACRL), “Information Literacy Framework for Higher Education” di http://www.ala.org/acrl/standards/framework diakses 10 Agustus 2016. A'yuni, Qory Qurratun “Digital Literacy Adolescents di kota Surabaya (studi deskriptif tingkat kompetensi literasi digital pada siswa SMP, SMA dan mahasiswa di kota Surabaya)," (Libri-Net Journal, 2015) dalam http://journal.unair.ac .id/literasi -digital-remaja-di-kota- Surabaya-artikel-9195-media-136-kategori-8.html diakses pada 11 Desember 2015. Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (2005), Jurnal Online, di http:// www .jurnal.lipi.go. id/utama.cgi?help#0101 diakses 23 Maret 2016.

Malemia, Lizzie “Penggunaan artikel jurnal elektronik oleh akademisi di Universitas Mzuzu, Malawi.” Filsafat dan Praktek Perpustakaan (e-journal), Februari 2014, di http://digitalcommons.unl.edu/libphilprac/1097 diakses 20 Desember 2015. Owen, Sue "Perkembangan Sumber Daya Pengajaran Literasi Digital" di Www.Deakin.Edu . Au/__Data/Assets/Pdf_File Digital-Literacy.Pdf diakses 10 Maret 2016. Perpustakaan Universitas Kristen Satya Wacana, “Kedudukan, Fungsi dan Tujuan”, di http://library.uksw.edu/page/untuk_kami_visi diakses 8 Juni 2016 .

Perpustakaan Universitas Kristen Satya Wacana, “Layanan,” di http://library.uksw.edu/page/tangan_kami jasa diakses 8 Juni 2016. Perpustakaan Universitas Kristen Satya Wacana, “Sejarah,” di http://library.uksw. edu /page/about_kami_histories diakses 8 Juni 2016. Perpustakaan Universitas Kristen Satya Wacana, “Struktur Organisasi,” di http://library.uksw.edu/page/untuk_kami struktur organisasi diakses 8 Juni 2016.

Perpustakaan Universitas Kristen Satya Wacana, “Visi & Misi”, di http://library.uksw.edu/page/sebuah_kami_visi diakses 8 Juni 2016. Purwono, Strategi Pencarian Informasi melalui Internet di http://eprints.rclis.org / 12193/1/Searching_Strategy_via_Internet .pdf diakses 15 Mei 2016. ODLIS: Kamus Online Ilmu Perpustakaan Dan Informasi di http://www.abc-clio.com/ODLIS/odlis_A.aspx diakses 23 Maret 2016.

Sulistyo-Basuki, “Literasi Informasi” dalam http://dspace.library.uph.edu:8080/bitstream Sulisty o%20Basuki.Information%20Literacy.pdf diakses 10 Agustus 2016. Wan Ng, ''Mengapa Literasi Digital Itu Penting untuk Jurnal Kurikulum & Kepemimpinan Pengajaran dan Pembelajaran Sains, di http://Www.Curriculum.Edu.Au/Leader/Mengapa_Digital_Literacy_Is_Important_For_Science_Teac,34913.Html?Issueid=12610 di Access 23 Mei 2016. Zalnur, Muhammad “Plagiarisme di Kalangan Siswa bidang industri manufaktur Tugas Kuliah Fakultas Tarbiyah Iain Imam Bonjol Padang”, (Jurnal Al-Ta’lim, 2012) dalam http://journal.tarbiyahiainib.ac.id/index.php/attalim/article/view/ 6 diakses pada 10 Maret 2016.

Profil Responden

  • Karakteristik Responden

Petunjuk Pengisian

Daftar Pernyataan

  • E-BRARY
  • DATA PRIBADI
  • PENGALAMAN SEMINAR DAN PELATIHAN

Untuk menentukan jurnal elektronik mana yang paling sesuai dengan kebutuhan studi saya, saya membandingkan beberapa database jurnal elektronik. Saya dapat memberikan pendapat mengenai kelemahan dan kelebihan penelitian yang dipublikasikan di jurnal elektronik (Critical review). Saat mengakses jurnal elektronik, saya dapat menemukan artikel yang cocok untuk mengikuti kursus, ujian, proposal tesis atau penelitian.

Ketika saya menemukan artikel yang menarik, saya membagikannya kepada orang lain melalui email, media sosial, atau grup. Artikel jurnal elektronik menjadi referensi bagi saya untuk mempublikasikan karya tulis atau ilmiah di komunitas, kelompok e-learning atau media penerbitan online. Artikel-artikel yang saya temukan di jurnal elektronik bermanfaat sebagai bahan diskusi di komunitas, kelompok e-learning, atau media online yang saya ikuti.

Saat berkomunikasi atau berdiskusi secara tertulis di komunitas, kelompok e-learning atau media penerbitan online, saya memilih kata-kata yang tepat dan ejaan yang benar untuk menghindari salah tafsir. Saya hanya menampilkan informasi profil pribadi yang sesuai dengan konteks forum komunitas online yang saya ikuti (misalnya: nama, bidang minat, universitas). Pelatihan Humas Bagi Pustakawan “Tantangan dan Peluang di Era Informasi” Departemen Ilmu Perpustakaan Undip Tahun 2011.

Gambar

Tabel 1 Ringkasan Penelitian Terdahulu

Referensi

Garis besar

Dokumen terkait

Penguatan literasi digital dapat dilakukan melalui model pengembangan kurikulum pendidikan SMA Islam yang memanfaatkan media digital dalam tujuan, materi, strategi maupun

Survei mengenai literasi media digital mahasiswa Universitas Muhammadiyah Bengkulu ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui pemahaman mahasiswa Universitas Muhammadiyah

LITERASI DIGITAL DI KALANGAN MAHASISWA (Studi Fenomenologi Penyebaran Hoaks Melalui Media Sosial di Kalangan Mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi FISIP USU) TESIS BAYU JULIANDRA

Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa meningkatkan literasi digital dan keterampilan mahasiswa dalam menggunakan teknologi informasi adalah sesuatu yang penting

Kedua, dalam memanfaatkan jurnal elektronik e-journal pemustaka masih menemukan beberapa kendala, seperti kurang tahunya pemustaka dengan jurnal elektronik e-journal, jurnal yang

Jamasy: ISSN: 2809-7580 Jurnal Akuntansi, Manajemen & Perbankan Syariah Volume 4 Nomer 1, Februari 2024 Pengaruh Literasi Keuangan, Pengendalian Diri, Gaya Hidup, Dan Budaya

Menggunakan kerangka literasi digital Indonesia penelitian ini ditujukan untuk memetakan kompetensi digital petani dalam memanfaatkan platform Aplikasi Manajemen Kebun Buah yaitu SOP

Jadi bisa disimpulkan, latar belakang diselenggarakannya kegiatan pembelajaran moderasi beragama melalui literasi digital dengan memanfaatkan media sosial adalah kemajemukan yang ada di