“ANALISIS SWOT MINAT KONSUMEN DALAM
PEMILIHAN DEVELOPER PERUMAHAN DI KABUPATEN TUBAN”
Tugas Akhir S – 1 Program Studi Teknik Sipil Universitas Sunan Bonang
DISUSUN OLEH:
IZZA AKBAR MAULANA NIM. 20113012
PROGRAM STUDI TEKNIK SIPIL FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS SUNAN BONANG KABUPATEN TUBAN
TAHUN 2024
UNIVERSITAS SUNAN BONANG TUBAN
FAKULTAS : HUKUM, PERTANIAN, TEKNIK
Kep. Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI No. 0395/O/1986 Terakreditasi BAN-PT No. 1790/SK/BAN-PT/Ak/PT/X/2022 dengan Nilai Baik
Jl. Dr. Wahidin Sudirohusodo No. 798, Telp. (0356) 322025 Tuban Website : www.usb.ac.id | Email : [email protected]
i
LEMBAR PENGESAHAN
Lembar Pengesahan Ini Dibuat Untuk Memenuhi Persyaratan Dalam Menyelesaikan Tugas Akhir S – 1 Program Studi Teknik Sipil
Judul : Analisis SWOT Minat Konsumen dalam Pemilihan Developer Perumahan di Kabupaten Tuban
Nama : Izza Akbar Maulana NIM : 20113012
Jurusan : Teknik Sipil Fakultas : Teknik
Tuban, 15 Februari 2024 Mengetahui dan Menyetujui:
Ketua Program Studi Teknik Sipil
Risang Setyobudi, S. T., M. T NIDN. 0701059303
Dosen Pembimbing Teknik Sipil
Syarifah Nur Octavia, S. Pd., M.T NIDN. 0727109402
Dekan Fakultas Teknik
Dr. Ir. Harry Susanto, S. T., M. T., IPU., ASEAN Eng, CSRS NIDN. 0719017502
ii
KATA PENGANTAR
Puji Kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas Karunia – Nya, sehingga penyusun dapat menyusun Tugas Akhir. Penyusun juga bersyukur atas karunia – Nya sehingga penyelesaian Tugas Akhir dapat dimudahkan. Atas izin Tuhan Yang Maha Esa, Kegiatan Penelitian dilaksanakan pada Developer Perumahan di Kabupaten Tuban.
Penyusun mengucapkan terima kasih kepada Bapak Risang Setyobudi, S.T, M. T selaku Ketua Program Studi Teknik Sipil dan Ibu Syarifah Nur Oktavia, ST., MT selaku Dosen Pembimbing yang telah memberikan saran dan petunjuk sejak penyusunan Tugas Akhir ini dibuat. Penyusun juga mengucapkan terima kasih kepada rekan – rekan mahasiswa yang telah memberikan bantuan atas penyusunan Tugas Akhir ini, serta penyusun mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang turut membantu dalam penyusunan Tugas Akhir ini hingga selesai.
Penyusun menyadari bahwa dalam penyusunan Tugas Akhir ini masih kurang sempurna, sehingga kritik dan saran yang bersifat membangun dibutuhkan penyusun untuk memperbaiki dan menyempurnakan Tugas Akhir ini. Penyusun berharap agar Tugas Akhir ini dapat bermanfaat bagi seluruh pihak yang membutuhkan.
Tuban, 15 Februari 2024 Penyusun
Izza Akbar Maulana NIM. 20113012
iii DAFTAR ISI
LEMBAR PENGESAHAN ... i
KATA PENGANTAR ... ii
DAFTAR ISI ... iii
BAB I PENDAHULUAN ... 1
A. LATAR BELAKANG ... 1
B. RUMUSAN MASALAH ... 3
C. TUJUAN ... 3
D. MANFAAT ... 3
E. BATASAN MASALAH ... 4
BAB II KAJIAN PUSTAKA ... 5
A. ANALISIS SWOT ... 5
B. MINAT KONSUMEN ... 5
C. DEVELOPER PERUMAHAN ... 6
D. PENGERTIAN PERUMAHAN... 8
E. PENGERTIAN RUMAH ... 8
F. PEMILIHAN DEVELOPER PERUMAHAN ... 9
BAB III METODE PENELITIAN ... 14
A. JENIS PENELITIAN ... 14
B. ANALISIS DATA PENELITIAN ... 14
C. PENENTUAN OBJEK PENELITIAN ... 16
D. PENGUJIAN INSTRUMEN ... 17
E. LOKASI PENELITIAN ... 20
F. BAGAN TAHAPAN PENELITIAN ... 21
DAFTAR PUSTAKA ... v
iv
LAMPIRAN ... vi A. TABEL NILAI – NILAI r PRODUCT MOMENT ... vi
1
BAB I PENDAHULUAN
A. LATAR BELAKANG
Perkembangan bisnis perumahan semakin meningkat dan meluas dari kota hingga kabupaten. Usaha Pembangunan perumahan semakin meningkat perlu memperhatikan syarat perumahan yang layak, memenuhi standar Pembangunan perumahan, serta minat konsumen sehingga dapat menyokong keberhasilan bisnis perumahan pada developer perumahan.
Keadaan demikian membuat perusahaan membutuhkan suatu strategi yang tepat dan berkelanjutan untuk menjangkau setiap lapisan masyarakat dan menaikkan tingkat penjualan, sehingga strategi penjualan yang tepat bagi developer perumahan menjadi hal penting dan prioritas bagi kelangsungan penjualan produk perumahan. Strategi penjualan yang kurang matang dapat menjadi kesalahan dan kelemahan developer perumahan dalam bersaing dengan perusahaan lainnya yang telah menerapkan strategi terencana dan terbarukan / modern. Developer perumahan yang tertinggal dalam menerapkan strategi penjualan yang kurang matang akan mengarahkan perusahaan kepada keadaan yang lebih buruk. Situasi pemasaran dapat mempengaruhi langkah – langkah yang diambil perusahaan dalam meningkatkan kualitas produk dan kuantitas konsumen secara efisien dan efektif melalui Perencanaan yang baik (Firdaus, 2017).
Cara yang dilakukan untuk melaksanakan Perencanaan strategi yaitu dengan memanfaatkan kekuatan (strength), kelemahan (weakness), peluang (opportunity), dan ancaman (threats) pada perusahaan developer perumahan. Hal ini diperhatikan dengan menyesuaikan minat konsumen berdasarkan apa saja faktor – faktor yang mempengaruhi konsumen dalam memilih developer perumahan untuk membeli rumah / hunian. Keputusan yang diambil oleh konsumen memiliki peran penting dalam mengukur posisi perusahaan dalam persaingan bisnis yang diharapkan mampu
2
memberi solusi dalam mempertahankan pangsa pasar. Perusahaan perlu merencanakan strategi pemasaran dengan tepat, oleh karena itu pendapat atau masukan dari konsumen tidak dapat diabaikan. Keberadaan konsumen memiliki pengaruh pada pencapaian perusahaan, yaitu memperoleh keuntungan dari pembelian produk maupun jasa yang ditawarkan oleh perusahaan. Inilah yang membuat perusahaan perlu mengetahui faktor – faktor apa saja yang mempengaruhi minat konsumen dalam memilih developer perumahan untuk membeli rumah / hunian.
Minat adalah aspek psikologis yang memiliki pengaruh cukup besar terhadap perilaku dan juga merupakan sumber motivasi / dorongan yang mengarahkan pada apa yang akan dilakukan. Minat adalah kesadaran objek, orang, masalah, atau situasi yang memiliki hubungan dengan dirinya.
Kaitannya dengan pemilihan perusahaan yang menawarkan produk dan jasa, seorang konsumen harus memiliki kehendak terhadap suatu kategori produk yang ditawarkan perusahaan sebelum akhirnya memutuskan untuk mengambil tawaran produk dan jasa dari perusahaan. Pengetahuan terhadap minat konsumen menjadikan perusahaan dapat membuat strategi penawaran yang tepat ke[pada konsumen.
Berdasarkan paparan tersebut, perlu dilakukan penelitian tentang analisis minat konsumen dalam pemilihan developer perumahan sehingga dapat diketahui faktor - faktor apa saja yang mempengaruhi konsumen dalam memilih developer perumahan sebagai perusahaan yang menyediakan produk dan jasa dibidang perumahan.
3 B. RUMUSAN MASALAH
Dalam penelitian ini, diharapkan dapat memberikan suatu kejelasan, sehingga dibuat rumusan masalah sebagai Berikut:
1. Apa faktor – faktor yang mempengaruhi konsumen dalam memilih developer?
2. Bagaimana hasil analisis minat konsumen dalam memilih Developer Perumahan di Kabupaten Tuban?
C. TUJUAN
Tujuan diadakan penelitian ini adalah:
1. Mengetahui faktor - faktor yang mempengaruhi konsumen memilih suatu Developer Perumahan.
2. Mengetahui hasil analisis minat konsumen dalam memilih Developer Perumahan di Kabupaten Tuban.
D. MANFAAT
Manfaat diadakan penelitian ini adalah:
1. Meningkatkan wawasan calon konsumen dalam pengetahuan memilih Developer Perumahan.
2. Meningkatkan wawasan Developer Perumahan dalam pengetahuan yang mempengaruhi konsumen dalam memilih Developer Perumahan.
4 E. BATASAN MASALAH
Agar penyusunan Tugas Akhir / Skripsi ini lebih fokus dan tidak meluas dari pembahasan, maka dalam penulisan ini akan dibatasi pada hal – hal sebagai berikut:
1. Lingkup wilayah penelitian hanya dilakukan pada developer perumahan di wilayah Kabupaten Tuban, Provinsi Jawa Timur.
2. Sasaran penelitian dibatasi dua objek developer perumahan, dalam hal ini penyusun memilih PT Ahsana Property dan PT Cipta Muda Property (Pande Muksin Jaya).
3. Responden dari penelitian ini adalah konsumen rumah dari Developer Perumahan.
4. Konsumen yang menjadi sasaran yaitu penghuni tipe 36.
5
BAB II KAJIAN PUSTAKA
A. ANALISIS SWOT
Buku berjudul “Analisis SWOT: Teknik Membedah Kasus Bisnis”
yang ditulis oleh Freddy Rangkuti pada tahun 2006 membahas tentang analisis SWOT. Analisis SWOT adalah indentifikasi berbagai faktor secara sistematis untuk merumuskan strategi Perusahaan. Analisis SWOT mempunyai dasar pada logika yang memaksimalkan kekuatan, dan peluang, namun secara bersamaan dapat mengurangi kelemahan dan ancaman. Cara membuat analisis SWOT yaitu dengan menggunakan kombinasi faktor internal dan faktor eksternal.faktor internal berupa kekuatan dan kelemahan, sedangkan faktor eksternal berupa peluang dan ancaman (Rangkuti, 2006).
B. MINAT KONSUMEN
Minat memiliki arti yaitu kecenderungan hati yang tinggi terhadap sesuatu, gairah, ataupun keinginan (KBBI Kemdikbud, 2016). Maka minat dapat dimengerti bahwa kecenderungan hati seseorang yang tinggi terhadap sesuatu yang ingin dilakukan ataupun didapatkan.
Jurnal berjudul “Pengaruh Strategi Pemasaran Terhadap Minat Konsumen Membeli Produk Perumahan (Kasus pada Perumahan Surya Mandiri Teropong PT. EFA Artha Utama)” yang diterbitkan tahun 2017 oleh Afdillah Firdaus mengemukakan pengertian tentang minat konsumen.
Minat digambarkan sebagai situassi seseorang sebelum melakukan Tindakan yang dapat dijadikan dasar untuk memprediksi perilaku atau Tindakan tersebut (Firdaus, 2017).
Pengertian lain dari sumber jurnal berjudul “Pengaruh Kualitas Pelayanan dan Kualitas Produk terhadap Minat Beli Konsumen pada PT Nirwana Gemilang Property” yang diterbitkan tahun 2020 oleh Nurmin Arianto dan Sabta Ad Difa. Minat adalah tahap Dimana seseorang
6
membentuk pilihan mereka diantara beberapa pilihan yang ada, kemudian pada akhirnya mengambil suatu keputusan pada pilihan yang paling disukainya atau proses yang dilalui seseorang untuk meraih sesuatu yang didasari oleh bermacam pertimbangan.
Konsumen adalah setiap orang pemakai barang dan / atau jasa yang tersedia dalam masyarakat, baik bagi kepentingan diri sendiri, keluarga, orang lain, maupun makhluk hidup lain dan tidak untuk diperdagangkan (UU No. 8, 1999). Konsumen perumahan adalah orang yang memakai Rumah untuk tempat tinggal dan mengharapkan pencapaian kepuasan.
Pengertian yang dipaparkan dapat disimpulkan bahwa Minat Konsumen adalah keinginan suatu konsumen untuk mengambil Keputusan dalam memilih tentang hal apa yang paling disukainya bagi kepentingan diri sendiri maupun kepentingan orang lain.
Oleh karena itu didalam memasarkan perumahan suatu Perusahaan perumahan harus mampu mengetahui minat konsumen dalam mengambil suatu pilihan. Dengan demikian para developer harus memberikan pelayanan yang maksimal kepada seluruh konsumen perumahan dalam memenuhi keinginan konsumen.
C. DEVELOPER PERUMAHAN
Perusahaan Pembangunan Perumahan atau Developer perumahan adalah instansi berupa Perusahaan atau perorangan yang membuat perumahan. Dalam pasal 5 ayat 1 Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 5 Tahun 1974, dijelaskan bahwa Perusahaan Pembangunan Perumahan (Developer Perumahan) adalah suatu perusahaan yang berusaha dalam bidang pembangunan perumahan dari berbagai jenis dalam jumlah yang besar, di atas suatu areal tanah yang akan merupakan suatu kesatuan lingkungan permukiman, yang dilengkapi dengan prasarana – prasarana
7
lingkungan dan fasilitas – fasilitas sosial yang diperlukan oleh Masyarakat yang menghuninya (Universal, 2021).
Developer perumahan memiliki tugas untuk melakukan segala aktivitas Pembangunan perumahan. Mulai dari pengajuan proyek ke pemerintah, Pembangunan, hingga pemasaran proyek tersebut ke publik.
Berdasarkan pasal 6 Undang – Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang perlindungan konsumen, ada 5 hak yang dimiliki seorang developer perumahan yang membangun property selaku pelaku usaha (UU No. 8, 1999). Berikut adalah hak – hak yang dimiliki developer perumahan:
1. Hak untuk menerima perlindungan hukum dari Tindakan konsumen yang memiliki niat buruk
2. Hak untuk menerima pembayaran yang sesuai dengan kondisi dan nilai tukar barang dan / atau jasa yang diperdagangkan yang sudah disepakati 3. Hak untuk membela diri sewajarnya dalam Upaya penyelesaian hukum
sengketa konsumen sesuai dengan hukum yang berlaku
4. Hak untuk rehabilitasi nama baik apabila terbukti secara hukum bahwa kerugian konsumen tidak diakibatkan oleh barang dan atau jasa yang diperdagangkan
5. Hak yang diatur pada ketentuan peraturan perundang – undangan lainnya
Selain hak, Undang – Undang perlindungan konsumen juga menyebutkan beberapa kewajiban developer perumahan sebagai pelaku usaha. Pada pasal 7 Undang – Undang Nomor 8 Tahun 1999, berikut adalah kewajiban yang harus dipenuhi seorang atau sebuah institusi developer perumahan:
8
1. Wajib memberikan informasi dengan benar, jujur, dan jelas tentang kondisi dan jaminan barang atau jasa, serta memberikan uraian tentang pemakaian, pemeliharaan, dan perbaikan
2. Wajib beritikad baik dalam menjalankan aktivitas usahanya
3. Wajib memberlakukan dan melayani konsumen dengan jujur dan benar, tanpa diskriminasi
4. Wajib menjamin mutu atau kualitas barang atau jasa yang diperdagangkan atau diproduksi sesuai ketentuan standar mutu yang berlaku
5. Wajib memberi kesempatan bagi konsumen untuk mencoba atau menguji barang atau jasa yang diperdagangkan, dan juga memberi jaminan atas barang atau jasa yang diperdagangkan
6. Wajib memberi kompensasi atau ganti rugi jika barang atau jasa dimanfaatkan atau diterima tak sesuai perjanjian
D. PENGERTIAN PERUMAHAN
Menurut Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 12 Tahun 2021 tentang Perubahan atas Peraturan Pemerintah Nomor 14 Tahun 2016 Tentang Penyelenggaraan Perumahan dan Kawasan Permukiman.
Perumahan adalah Kumpulan Rumah sebagai bagian dari permukiman, baik perkotaan maupun perdesaan yang dilengkapi dengan prasarana, sarana, dan utilitas umum sebagai hasil Upaya pemenuhan Rumah yang layak huni (pasal 1 ayat 5) (Peraturan Pemerintah RI No 12, 2021).
E. PENGERTIAN RUMAH
Menurut Peraturan Pemerintah RI No. 12 Tahun 2021. Rumah adalah bangunan Gedung yang berfungsi sebagai tempat tinggal yang layak
9
huni, sarana pembinaan keluarga, cerminan harkat dan martabat penghuninya, serta aset bagi pemiliknya (Peraturan Pemerintah RI No 12, 2021).
F. PEMILIHAN DEVELOPER PERUMAHAN
Terdapat beberapa referensi dalam pemilihan Developer Perumahan, yaitu sebagai berikut:
1. Jurnal berjudul “Pengaruh Strategi Pemasaran terhadap Minat Konsumen Membeli Produk Perumahan (Kasus pada Perumahan Surya Mandiri Teropong PT. EFA Artha Utama)” yang diterbitkan tahun 2017 oleh Afdillah Firdaus (Firdaus, 2017), mengemukakan variabel – variabel yang digunakan pada penelitiannya yaitu:
1.1 Produk
Produk merupakan objek atau proses yang memberikan nilai manfaat kepada konsumen, yang perlu diperhatikan dalam produk adalah konsumen tidak membeli fisik dari produk itu saja, tetapi membeli manfaat dan nilai dari produk tersebut. Perusahaan diharapkan dapat memilih dengan tepat barang dan jasa yang diminati oleh konsumen.
1.2 Harga
Harga merupakan variabel pemasaran yang sangat penting dalam memberikan penilaian terhadap produk yang akan dilakukan.
Pengertian harga adalah jumlah uang / dana yang diperlukan untuk mendapatkan berbagai gabungan / kombinasi sebuah produk yang menyertainya.
1.3 Promosi
10
Promosi / Penawaran dalam Kehidupan sehari – hari dapat dirasakan bahwa suatu produk yang dihasilkan dengan kualitas yang baik dan pantas akan bermanfaat bagi Masyarakat. Jika Perusahaan tidak mengenalkan produk yang kepasar, maka cara yang efektif adalah dengan mengadakan promosi / penawaran.
1.4 Tempat
Era perekonomian yang modern ini, produsen tidak hanya menjual produknya secara langsung kepada konsumen, tetapi juga menggunakan jasa dari pihak lain, seperti perantara agen, distributor, dan sebagainya.
2. Jurnal berjudul “Analisis Strategi Pemasaran dalam Meningkatkan Jumlah Penjualan Rumah di Aitami Residence Jatiranggon” yang diterbitkan tahun 2017 oleh Devi Selawati dan Tina Rose (Selawati &
Rosa, 2017), mengemukakan variabel – variabel yang digunakan pada penelitiannya yaitu:
2.1 Faktor Internal
2.1.1 Kekuatan (Strength) a. Lokasi yang strategis b. Memiliki legalitas c. Harga yang terjangkau
d. Kemudahan membayar uang muka 2.1.2 Kelemahan (Weakness)
a. Manajemen yang berskala kecil b. Kurang sosialisasi untuk produknya c. Kurangnya promosi secara berkali
d. Kurangnya SDM untuk bagian marketing
11
e. Tidak adanya target penjualan 2.2 Faktor Eksternal
2.2.1 Peluang (Opportunity) a. Pangsa pasar
b. Tingkat bunga KPR yang rendah 2.2.2 Ancaman (Threats)
a. Munculnya pesaing sejenis
b. Dibukanya MEA (Masyarakat Ekonomi Asia) c. Daya beli konsumen yang menurun
d. Naiknya harga material
3. Jurnal berjudul “Perancangan Ulang Strategi Penjualan pada Bisnis Perumahan dalam Meningkatkan Minat Beli Konsumen” yang diterbitkan tahun 2017 oleh Sudewo dan Edy Supriyadi (Sudewo &
Supriyadi, 2017), mengemukakan variabel – variabel yang digunakan pada penelitiannya yaitu:
3.1 Kualitas Produk 3.1.1 Performance 3.1.2 Durability
3.1.3 Conformance to specification 3.1.4 Features
3.1.5 Reliability 3.1.6 Aesthetics
3.1.7 Perceived Quality 3.2 Strategi Harga
12 3.2.1 Profit maximalization 3.2.2 Market share pricing 3.2.3 Market Skimming Pricing 3.2.4 Current Revenue Pricing 3.2.5 Target Profit Pricing 3.2.6 Promotional Pricing 3.3 Transportasi dan Lokasi
3.3.1 Akses 3.3.2 Visibilitas 3.3.3 Tempat Parkir 3.3.4 Ekspansi 3.3.5 Lingkungan 3.3.6 Alat / Teknologi 3.4 Inovasi Produk
3.4.1 Daya Kreatifitas 3.4.2 Inovasi Teknis 3.4.3 Perubahan Desain
3.4.4 Perubahan Sarana Distribusi 3.4.5 Sistem Administrasi Pembayaran 3.5 Promosi Penjualan
3.5.1 Frekuensi Promosi 3.5.2 Kualitas Promosi
13 3.5.3 Kuantitas Promosi 3.5.4 Waktu Promosi
3.5.5 Kesesuaian Pasar Promosi 3.6 Buying Interest
3.6.1 Minat Transaksional 3.6.2 Minat Referensial 3.6.3 Minat Preferensial 3.6.4 Minat Eksploratif 4.
14
BAB III METODE PENELITIAN
A. JENIS PENELITIAN
Penelitian ini menggunakan langkah ilmiah untuk menyelesaikan suatu masalah yang ada. Pelaksanaan penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif murni (survei). Penelitian deskriptif murni (survei) merupakan penelitian yang hanya memaparkan apa yang terjadi atau terjadi dalam sebuah keadaan, Lapangan, atau lokasi tertentu (Arikunto, 2013).
Makna Deskriptif adalah metode / cara untuk menggambarkan objek yang diteliti melalui data atau sampel yang dikumpulkan sesuai hasil yang ada (Sugiyono, 2011).
B. ANALISIS DATA PENELITIAN 1. Statistik Deskriptif
Statistic deskriptif adalah statistik yang dipakai untuk menganalisis data dengan cara menggambarkan data yang telah terkumpul sebagaimana adanya tanpa bermaksud membuat kesimpulan yang berlaku umum atau generalisasi. Analisis deskriptif dilakukan menggunakan alat bantu software SPSS versi 27.0.1.0 64 bit edition.
2. Analisis SWOT
Penelitian ini menggunakan Analisis SWOT untuk mengolah data yang diambil. Adapun pengertian Analisis SWOT adalah identifikasi berbagai faktor secara sistematis untuk mengetahui strategi Perusahaan dalam menjalankan usaha / bisnisnya (Rangkuti, 2006).
Analisis SWOT didasarkan pada logika yang dapat memaksimalkan kekuatan (strength), dan peluang (opportunities), akan tetapi secara bersamaan juga memaksimalkan kelemahan (weakness),
15
dan ancaman (threats). Proses pengambilan Keputusan strategis berhubungan dengan pengembangan misi, tujuan, strategi, dan kebijakan Perusahaan. Dengan begitu perencana strategis (strategic planner) harus menganalisis faktor – faktor strategis Perusahaan (kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman) dalam kondisi yang ada, Cara membuat analisis SWOT yaitu ditentukan oleh kombinasi faktor internal dan eksternal Perusahaan. Kedua faktor tersebut harus ada dipertimbangkan dalam analisis SWOT. Faktor internal berupa strength dan weakness, serta faktor eksternal berupa opportunities dan threats. Analisis SWOT membandingkan faktor internal dan faktor eksternal. Diagram analisis SWOT dapat dilihat sebagai berikut
Keterangan:
Kuadran 1 : Situasi Perusahaan dalam keadaan menguntungkan. Perusahaan memiliki peluang dan kekuatan sehingga dapat memanfaatkan peluang yang ada.strategi yang diterapkan dalam keadaan ini
16
adalah mendukung kebijakan pertumbuhan yang agresif (Growth Oriented Strategy)
Kuadran 2 : Walaupun mengalami berbagai ancaman , Perusahaan masih memiliki kekuatan dari segi internal. Strategi yang harus diterapkan adalah menggunakan kekuatan untuk memanfaatkan peluang jangka Panjang dengan cara diversifikasi / menganekaragamkan (produk / pasar)
Kuadran 3 : Perusahaan mengalami peluang pasar yang besar, akan tetapi di sisi lain, Perusahaan menghadapi kendala / kelemahan internal.
Fokus strategi Perusahaan adalah meminimalkan masalah – masalah internal Perusahaan sehingga dapat merebut peluang pasar yang lebih baik.
Kuadran 4 : Perusahaan pada kondisi ini sangat tidak menguntungkan, Perusahaan mengalami berbagai ancaman dan kelemahan internal
C. PENENTUAN OBJEK PENELITIAN 1. Pemilihan Pendekatan Penelitian
Pendekatan penelitian yang dipilih yaitu survey. Survey dilakukan untuk mengumpulkan banyak data, informasi atau keterangan tentang sesuatu hal secara meluas.
2. Populasi
Populasi adalah keseluruhan subjek penelitian. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh penghuni perumahan tipe 36 dari Developer Perumahan di Kabupaten Tuban, Provinsi Jawa Timur.
3. Sampel
17
Sampel adalah sebagian atau wakil populasi yang diteliti. Dalam hal ini sampel diambil sekurang – kurangnya 50% dari penghuni perumahan Developer Perumahan.
4. Metode pengumpulan data
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah menggunakan metode Angket atau Kuesioner. Kuesioner adalah sejumlah pertanyaan tertulis yang digunakan untuk memperoleh informasi dari responden dalam arti laporan tentang pribadinya, atau hal – hal yang ia ketahui.
Karena metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian adalah angket atau kuesioner. Berdasarkan jenis kuesionernya, yang digunakan dalam penelitian ini adalah:
a. Dipandang dari cara menjawab
Kuesioner tertutup, yaitu jawaban sudah disediakan, sehingga responden dapat memilih sesuai pilihan yang ada.
b. Dipandang dari Jawaban yang diberikan
Kuesioner langsung, yaitu responden menjawab tentang dirinya sendiri.
c. Dipandang dari bentuknya
Kuesioner pilihan ganda, check list, dan rating – scale.
Kuesioner pilihan ganda maksudnya sama dengan kuesioner tertutup (memilih pilihan yang ada). Kuesioner check list adalah daftar Dimana responden tinggal memberikan tanda check (✓) pada kolom yang sesuai. Sedangkan kuesioner rating – scale adalah pernyataan yang menunjukkan tingkatan – tingkatan, misalnya mulai dari sangat setuju hingga sangat tidak setuju.
D. PENGUJIAN INSTRUMEN
18
Dalam menentukan bermutu tidaknya hasil penelitian dari kuesioner, diperlukan pengujian instrumen agar hasil yang didapat ampuh untuk dibuktikan. Instrumen yang baik harus memenuhi dua persyaratan penting yaitu valid dan reliabel. Alat bantu untuk menentukan validitas dan reliabilitas adalah software SPSS Versi 27.0.1.0 64 bit edition.
1. Validitas
Validitas adalah suatu ukuran yang menunjukkan Tingkat – Tingkat kevalidan atau keabsahan / kesahihan (benar) sesuatu instrumen. Suatu instrumen yang valid atau sahih mempunyai validitas tinggi.
Sebaliknya, instrument yang kurang valid artinya mempunyai validitas rendah.
Vaiditas yang digunakan dalam pengukuran ini menggunakan analisis item dan korelasi product moment.
a. Analisis item digunakan untuk menentukan korelasi skor tiap butir dengan skor total yang merupakan jumlah tiap skor butir. Ketentuan minimum dianggap memenuhi syarat adalah bila nilai r = 0,3 (Sugiyono, 2022). perhitungan analisis item menggunakan alat bantu software SPSS melalui analisis corrected item – total correlation. Berikut ini disajikan tabel pedoman interpretasi koefisien korelasi
TABEL III.D.1.a.1
Interval Koefisien Tingkat Hubungan
0,00 – 0,199 Sangat Rendah
0,20 – 0,399 Rendah
0,40 – 0,599 Sedang
0,60 – 0,799 Kuat
0,80 – 1,00 Sangat Kuat
19
b. Korelasi Product Moment / Korelasi Pearson digunakan untuk mencari hubungan bila data berbentuk interval atau rasio (Sugiyono, 2019). Dalam penelitian ini, perhitungan korelasi produk moment menggunakan alat bantu software SPSS melalui analisis korelasi bivariate. Berikut ini rumus manual sederhana yang digunakan untuk menghitung koefisien korelasi.
Dimana:
𝑟𝑥𝑦 = Korelasi antara variabel x dengan y x = (𝑥𝑖− 𝑥̅)
y = (𝑦𝑖 − 𝑦̅)
Lalu, setelah perhitungan korelasi product moment perlu dilakukan pengecekan taraf kesalahan. Pengecekan taraf kesalahan ditetapkan sebesar 5% (taraf kepercayaan 95%). Nilai korelasi pada product moment dikatakan valid bila nilai rhitung > rtabel, serta taraf kesalahan hitung < taraf kesalahan ketetapan.
2. Reliabilitas
Reliabilitas bermakna bahwa suatu instrument cukup dapat dipercaya untuk digunakan sebagai alat pengumpul data karena instrument tersebut sudah baik. Pengujian reabilitas dalam penelitian ini menggunakan Cronbach’s Alpha. Berikut rumus Cronbach’s Alpha:
𝑟𝑥𝑦= ∑ 𝑥𝑦
√∑ 𝑥2𝑦2
𝛼 = 𝑘
𝑘 − 1(1 −∑ 𝜎𝑥𝑖2 𝜎𝑥2 )
20 Dimana:
= Cronbach’s Coefficient Alpha k = Jumlah pecahan
∑ 𝜎𝑥𝑖2 = Total dari varian masing – masing pecahan 𝜎𝑥2 = Varian dari total skor
Nilai Cronbach’s Alpha (ALPHA) yang dapat diterima menurut Nunnaly yaitu 0,50 sampai dengan 0,60 dianggap cukup (HM, 2014).
TABEL III D.2.1
Skor Reabilitas
< 0,50 Rendah
0,50 – 0,60 Cukup
0,70 – 0,80 Tinggi
E. LOKASI PENELITIAN
Penelitian akan dilaksanakan di tempat Developer Perumahan di Kabupaten Tuban, ataupun mengunjungi lokasi tempat hunian konsumen secara langsung maupun tidak langsung.
21 F. BAGAN TAHAPAN PENELITIAN
Tidak Ya
Kesimpulan dan Saran Mulai
Rumusan Masalah dan Studi Literatur
Pengumpulan Data
Penyebaran Kuesioner
Uji Validitas dan Reliabilitas
Kuesioner Valid dan Reliable
Selesai Pendahuluan
Penyusunan Kuesioner
Pengolahan Data
Analisa Data
v
DAFTAR PUSTAKA
Arikunto, S. (2013). Prosedur Penelitian: Suatu Pendekatan Praktik (VII).
Rineka Cipta.
Firdaus, A. (2017). Pengaruh strategi pemasaran terhadap minat konsumen membeli produk perumahan (kasus pada Perumahan Surya Mandiri Teropong PT Efa Artha Utama). Jom Fisip UNRI, 4(1), 1–12.
HM, J. (2014). Pedoman Survei Kuesioner: Mengembangkan Kuesioner, Mengatasi Bias dan Meningkatkan Respon (2nd ed.). BPFE-
YOGYAKARTA.
KBBI Kemdikbud. (2016). Kamus Besar Bahasa Indonesia.
https://kbbi.kemdikbud.go.id/
Peraturan Pemerintah RI No 12. (2021). Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 12 Tahun 2021 Tentang Perubahan Atas Peraturan Pemerintah Nomor 14 Tahun 2016 Tentang Penyelenggaraan Perumahan Dan Kawasan Permukiman. 086436, 1–15.
Rangkuti, F. (2006). Analisis SWOT Teknik Membedah Kasus Bisnis: Reorientasi Konsep Perencanaan Strategis untuk Menghadapi Abad 21 (14th ed.). PT Gramedia Pustaka Utama.
Selawati, D., & Rosa, T. (2017). Analisis Strategi Pemasaran dalam
Meningkatkan Jumlah Penjualan Rumah di Aitami Residence Jatiranggon.
Ikraith-Humaniora, 1(2), 10–19.
Sudewo, & Supriyadi, E. (2017). Analisis Kepuasan Pengguna Aplikasi Penjualan Bisnis Perumahan Menggunakan Delone and Mclean. Jurnal Ekobisman, 2(2), 150–166.
Sugiyono. (2011). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan R&D. Alfabeta.
Sugiyono. (2019). Statistika untuk Penelitian. Alfabeta.
Sugiyono. (2022). Metode Penelitian: Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D (27th ed.).
vi Alfabeta.
Universal, B. (2021). Developer Perumahan, Hak, Kewajiban, dan Tanggung Jawab? https://universalbpr.co.id/blog/developer-perumahan/
UU No. 8, T. 1999. (1999). Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 Perlindungan Konsumen. Pemerintah Republik Indonesia, 8, 1–19.
LAMPIRAN
A. TABEL NILAI – NILAI r PRODUCT MOMENT
N Taraf Signifikan
N Taraf Signifikan
N Taraf Signifikan
5% 1% 5% 1% 5% 1%
3 0,997 0,999 27 0,381 0,487 55 0,266 0,345 4 0,950 0,990 28 0,374 0,478 60 0,254 0,330 5 0,878 0,959 29 0,367 0,470 65 0,244 0,317
6 0,811 0,917 30 0,361 0,463 70 0,235 0,306 7 0,754 0,874 31 0,355 0,456 75 0,227 0,296 8 0,707 0,834 32 0,349 0,449 80 0,220 0,286 9 0,666 0,798 33 0,344 0,442 85 0,213 0,278 10 0,632 0,765 34 0,339 0,436 90 0,207 0,270
11 0,602 0,735 35 0,334 0,430 95 0,202 0,263 12 0,576 0,708 36 0,329 0,424 100 0,195 0,256 13 0,533 0,684 37 0,325 0,418 125 0,176 0,230 14 0,532 0,661 38 0,320 0,413 150 0,159 0,210 15 0,514 0,641 39 0,316 0,408 175 0,148 0,194
16 0,497 0,623 40 0,312 0,403 200 0,138 0,181 17 0,482 0,606 41 0,308 0,398 300 0,113 0,148 18 0,468 0,590 42 0,304 0,393 400 0,098 0,128
vii N Taraf Signifikan
N Taraf Signifikan
N Taraf Signifikan
5% 1% 5% 1% 5% 1%
19 0,456 0,575 43 0,301 0,389 500 0,088 0,115 20 0,444 0,561 44 0,297 0,384 600 0,080 0,105
21 0,433 0,549 45 0,294 0,380 700 0,074 0,097 22 0,423 0,537 46 0,291 0,376 800 0,070 0,091 23 0,413 0,526 47 0,288 0,372 900 0,065 0,086 24 0,404 0,515 48 0,284 0,368 1000 0,062 0,081 25 0,396 0,505 49 0,281 0,364
26 0,388 0,496 50 0,279 0,361