• Tidak ada hasil yang ditemukan

analisis pendapatan usahatani cabai merah

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "analisis pendapatan usahatani cabai merah"

Copied!
22
0
0

Teks penuh

(1)

ANALISIS PENDAPATAN USAHATANI CABAI MERAH (Capsicum Annum. L) di Desa Cinta Damai

Kecamatan Sungai Lilin Kabupaten Musi Banyuasin

oleh:

ANDI REGISTIRA

FAKULTAS PERTANIAN

UNIVERSITAS TRIDINANTI PALEMBANG

PALEMBANG

2022

(2)

ABSTRAK

Andi Registira Analisis Pendapatan Usahatani Cabai Merah (Capsicum Annum. L) di Desa Cinta Damai Kecamatan Sungai Lilin Kabupaten Musi Banyuasin. Dibimbing oleh Gusti Fitriyana, SP, M.Si dan Sri Rahayu Endang Lestari, SP, M.Si. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui berapa besar biaya, pendapatan, dan keuntungan usahatani cabai merah (Capsicum Annum. L).

Penelitian ini dilaksanakan di Desa Cinta Damai Kecamatan Sungai Lilin Kabupaten Musi Banyuasin pada bulan Juni 2022. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survei, karena metode survei adalah metode pengamatan secara langsung untuk mendapatkan data keterangan secara faktual dari daerah yang diteliti. Petani responden yang melakukan usahatani cabai merah di Desa Cinta Damai Kecamatan Sungai Lilin Kabupaten Musi Banyuasin yang berjumlah 32 petani. Pengambilan sampel dalam penelitian dengan metode sampling jenuh dimana mengambil seluruh petani responden yang melakukan usahatani cabai merah (Capsicum Annum. L) di Desa Cinta Damai Kecamatan Sungai Lilin Kabupaten Musi Banyuasin yang Berjumlah 32 orang petani dijadikan sampel. Hasil penelitian menunjukan bahwa Rata-rata biaya produksi usahatani cabai merah di Desa Cinta Damai Kecamatan Sungai Lilin Kabupaten Musi Banyuasin sebesar Rp.48.391.852/Ha/MT. Rata-rata pendapatan usahatani cabai merah di Desa Cinta Damai Kecamatan Sungai Lilin Kabupaten Musi Banyuasin sebesar Rp.69.733.148/Ha/MT. Rata-rata nilai analisis B/C Ratio pada usahatani cabai merah di Desa Cinta Damai Kecamatan Sungai Lilin Kabupaten Musi Banyuasin sebesar 1.44/Ha/MT, maka dapat disimpulkan usahatani cabai merah di Desa Cinta Damai ini menguntungkan dan layak untuk dilaksanakan.

Kata kunci: Pendapatan Petani Cabai Merah (Capsicum Annum. L).

(3)

ABSTRACT

Andi Registira Income Analysis of Red Chili Farming (Capsicum Annum. L) in Peace-Loving Village, Sungai Lilin District, Musi Banyuasin Regency. Guided by Gusti Fitriyana, SP, M.Si and Sri Rahayu Endang Lestari, SP, M.Si.This study aims to find out how much the cost, income, and feasibility of farming red chili (Capsicum Annum. L) are. This research was conducted in Cinta Damai Village, Sungai Lilin District, Musi Banyuasin Regency in Juny 2022. The research method used in this study is a survey method, because the survey method is a direct observation method to obtain factual information data from the area under study. The respondent farmers who farmed red chili in Cinta Damai Village, Sungai Lilin District, Musi Banyuasin Regency, totaled 32 farmers. Sampling in the study with a saturated sampling method which took all respondent farmers who carried out red chili farming (Capsicum Annum. L) in The Peace-Loving Village, Sungai Lilin District, Musi Banyuasin Regency, which amounted to 32 farmers, was sampled.The results showed that the average production cost of red chili farming in Cinta Damai Village, Sungai Lilin District, Musi Banyuasin Regency was Rp.48,391,852/Ha/MT. The average income of the red chili farming business in Cinta Damai Village, Sungai Lilin District, Musi Banyuasin Regency is Rp.69,733,148/Ha/MT. The average value of the B/C Ratio analysis on red chili farming in Cinta Damai Village, Sungai Lilin District, Musi Banyuasin Regency is 1.44/Ha/MT, so it can be concluded that the red chili farming business in Cinta Damai Village is profitable and feasible to be implemented.

Keywords: Red Chili Famer’s Income (Capsicum Annum. L).

(4)

ANALISIS PENDAPATAN USAHATANI CABAI MERAH (Capsicum Annum. L) di Desa Cinta Damai

Kecamatan Sungai Lilin Kabupaten Musi Banyuasin

Oleh

ANDI REGISTIRA 1703320009

Skripsi

Sebagai salah satu syarat memproleh gelar Sarjana Pertanian

Pada

PROGRAM STUDI AGRIBISNIS FAKULTAS PERTANIAN

UNIVERSITAS TRIDINANTI PALEMBANG PALEMBANG

2022

(5)
(6)
(7)
(8)

MOTTO DAN PERSEMBAHAN

Motto:

“Ketika kumohon kepada Allah Swt kekuatan, Allah Swt memberiku kesulitan agar aku menjadi kuat”.

“Ketika kumohon Kepada Allah Swt kebijaksanaan, Allah Swt memberiku masalah untuk kupecahkan”.

“Ketika kumohon kepada Allah Swt kesejahtraan, Allah Swt memberiku akal untuk berpikir”.

“Ketika kumohon kepada Allah Swt keberanian, Allah Swt memberiku kondisi bahaya untuk kuatasi”.

“Ketika kumohon kepada Allah Swt bantuan, Allah Swt memberiku kesempatan untuk keberhasilanku”.

“Lihat disana ada langit berselimut awan yang akan memaknai hidup yang penuh ujian, bersama kita berjalan tuk gapai tujuan, bersama kita lari dengan penuh pengorbanan. Ingat semua akan indah pada masanya, jika sekarang masih berada di titik kesulitan berarti tandanya perjalanan kita belum selesai “Stay focus and complete journey”.

PERSEMBAHAN:

1. Pemilik alam semesta Allah Swt dan Rasulnya Nabi Muhamad Saw.

2. Kepada Bapak dan Almarhumah Ibuku tercinta terimakasih untuk tiap tetes keringat yang kalian relakan jatuh demi aku bisa tumbuh. Terimakasih untuk lelah yang kalian tahan demi pendidikanku, terimakasih atas semua pengorbanan kalian demi kebangaanku.

3. Adik-adiku Berlian, Satrio, Sahriyal, Aldi. Dan teman-teman yang selalu memberikan suport.

4. Dosen Pembimbing ku, ibu Gusti Fitriyana, SP, M.Si dan ibu Sri Rahayu Endang Lestari, SP, M.Si.

5. Seluruh Pimpinan Jajaran Staf Dosen. Dosen Fakultas Pertanian Universitas Tridinanti Palembang.

(9)

RIWAYAT HIDUP

Penulis dilahirkan di Dawas 20 September 1998. Penulis merupakan anak pertama dari lima bersaudara dari keluarga Bapak Sarbani dan Ibu Eni. Penulis bertempat tinggal di Desa Dawas Kecamatan Keluang Kabupaten Musi Banyuasin.

Pendidikan yang telah ditempuh oleh Penulis yaitu SD Negeri 2 Dawas lulus tahun 2011 dan SMP PGRI Dawas lulus tahun 2014, SMA Bakti Ibu 8 Palembang lulus tahun 2017. Penulis terdaftar sebagai mahasiswa Fakultas Pertanian Universitas Tridinanti Palembang pada tahun 2017 di Jurusan Sosial Ekonomi Pertanian Program Studi Agribisnis.

Penulis melaksanakan Kuliah Kerja Nyata pada bulan Februari Sampai dengan Maret 2021. di RT.10 Kelurahan Sematang Borang. Penulis juga melakukan kerja lapangan atau magang pada tanggal 02 Juni sampai dengan 07 Juli 2021 di PT Pusat Penelitian Kelapa Sawit Desa Dawas Kecamatan Keluang Kabupaten Musi Banyuasin. Sebagai syarat penulisan skripsi, penulis melaksanakan penelitian pada bulan Juni 2022 dengan Judul skripsi “Analisis Pendapatan Usahatani Cabai Merah (Capsicum Annum. L) di Desa Cinta Damai Kecamatan Sungai Lilin Kabupaten Musi Banyuasin.

(10)

x

KATA PENGANTAR

Alhamdullilah segala puji dan syukur penulis panjatkan kehadirat Allah Swt, karena atas limpahan rahmat dan karunia-Nya penulis dapat menyelsaikan Skripsi yang berjudul ”Analisis Pendapatan Usahatani Cabai Merah (Capsicum Annum. L) di Desa Cinta Damai Kecamatan Sungai Lilin Kabupaten Musi Banyuasin”.

Penyusunan ini tidak terlepas dari bantuan dan bimbingan dari berbagai pihak oleh karena itu pada kesempatan ini penulis mengucapkan terimakasih yang setinggi-tingginya kepada:

1. Bapak Prof. Ir. H. Mahmud Hasyim, M.ME. Selaku Ketua Yayasan Pendidikan Nasional Tridinanti Palembang.

2. Ibu Dr. Ir. Hj. Manisah, M.P. Selaku Rektor Universitas Tridinanti Palembang.

3. Bapak Dr. Nasir, SP, M.Si selaku Dekan Fakultas Pertanian Universitas Tridinanti Palembang.

4. Ibu Gusti Fitriyana, SP, M.Si selaku Pembimbing I dan Ibu Sri Rahayu Endang Lestari, SP, M.Si selaku Pembimbing II.

5. Bapak dan Ibu Dosen Pengajar di Fakultas Pertanian Universitas Tridinanti Palembang.

6. Bapak dan Ibu beserta keluarga tercinta atas segala dukungan dan limpahan cinta dan kasih sayang yang tulus.

Penulis menyadari masih banyak kekurangan yang terdapat dalam skripsi ini, namun penulis berharap semoga skripsi ini dapat memberikan sumbangan pemikiran yang bermanfaat bagi kita semua. Amin.

Palembang, Oktober 2022

Penulis,

(11)

xi DAFTAR ISI

Halaman

KATA PENGANTAR ... x

DAFTAR ISI ... xi

DAFTAR TABEL ... xiii

DAFTAR GAMBAR ... xiv

DAFTAR LAMPIRAN ... xv

I. PENDAHUUAN ... 1

A. Latar Belakang ... 1

B. Rumusan Masalah ... 5

C. Tujuan Penelitian ... 5

D. Kegunaan Penelitian ... 5

II. TINJAUAN PUSTAKA ... 6

A. Tinjauan Teoritis ... 6

1. Konsep Cabai Merah ... 6

2. Konsep Usahatani ... 10

3. Konsep Biaya ... 11

4. Konsep Penerimaan ... 12

5. Konsep Pendapatan ... 13

B. Hasil Penelitian Terdahulu ... 14

C. Kerangka Pemikiran ... 16

III. METODOLOGI PENELITIAN ... 18

A. Tempat dan Waktu ... 18

B. Metode Penelitian ... 18

C. Metode Penarikan Sampel ... 18

D. Metode Pengumpulan Data ... 19

E. Variabel dan Operasional Variabel ... 20

F. Metode Pengelolahan Data ... 21

IV. HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN ... 23

A. Keadaan Umum Daerah Penelitian ... 23

B. Identitas Responden ... 26

(12)

xii

C. Pengalaman Petani Responden Dalam Berusahatani Cabai ... 29

D. Proses Kegiatan Usahatani Cabai Di Daerah Penelitian ... 30

E. Penggunaan Faktor Produksi ... 32

F. Produksi Usahatani Cabai Merah ... 37

G. Analisis Biaya Usahatani Cabai Merah ... 37

H. Analisisis Penerimaan dan Pendapatan Usahatani Cabai Merah... 39

I. Analisis Tingkat Keuntungan Usahatani ... 40

V. KESIMPULAN DAN SARAN ... 42

A. Kesimpulan ... 42

B Saran ... 42

DAFTAR PUSTAKA ... 43

LAMPIRAN ... 45

(13)

xiii

DAFTAR TABEL

Tabel Halaman

1. Luas Panen Tanaman Cabai Menurut Kecamatan ... 2

2. Jumlah Penduduk Berdasarkan Jenis Kelamin ... 24

3. Jumlah Penduduk Berdasarkan Usia ... 24

4. Sarana dan Prasarana di Desa Cinta Damai ... 25

5. Jumlah Petani Responden Berdasarkan Kelompok Umur ... 26

6. Tingkat Pendidikan Petani Responden ... 27

7. Jumlah Tanggungan Keluarga petani Responden ... 28

8. Tingkat Pengalaman Petani Responden ... 29

9. Rata-rata Penggunaan Faktor Produksi ... 33

10. Rata-rata Biaya Produksi ... 38

11. Rata-rata Total Biaya, Penerimaan dan Pendapatan ... 39

12. Analisis Nilai B/C Ratio ... 40

(14)

xiv

DAFTAR GAMBAR

Gambar Halaman

1. Kerangka Pemikiran Secara Skematis ... 16

(15)

xv

DAFTAR LAMPIRAN

Lampiran Halaman

1. Identitas Petani Responden ... 45

2. Penggunaan Faktor Produksi Per Garapan ... 46

3. Penggunaan Faktor Produksi Per Hektar ... 47

4. Rincian Biaya Penyusutan Alat Per Garapan ... 48

5. Rincian Biaya Penyusutan Alat Per Hektar ... 49

6. Rincian Biaya Sarana Produksi Per Garapan ... 50

7. Rincian Biaya Sarana Produksi Per Hektar ... 51

8. Rincian Biaya Upah Tenaga Kerja Per Garapan ... 52

9. Rincian Biaya Upah Tenaga Kerja Per Hektar ... 54

10. Total Biaya Penyusutan Alat Per Garapan ... 56

11. Total Biaya Penyusutan Alat Per Hektar ... 57

12. Total Biaya Sarana Produksi Per Garapan ... 58

13. Total Biaya Sarana Produksi Per Hektar ... 59

14. Total Biaya Upah Tenaga Kerja Per Garapan ... 60

15. Total Biaya Upah Tenaga Kerja Per Hektar ... 61

16. Total Biaya Tetap dan Biaya Variabel Per Garapan ... 62

17. Total Biaya Tetap dan Biaya Variabel Per Hektar ... 63

18. Produksi, Penerimaan, Total Biaya,Pendapatan, Per Garapan... 64

19. Produksi, Penerimaan, Total Biaya,Pendapatan, Per Hektar ... 65

20. Analisis Tingkat Keuntungan Usahtani Per Garapan ... 66

21. Analisis Tinkat Keuntungan Usahatani Per Hektar ... 67

22. Surat Selesai Penelitian ... 68

(16)

1

I. PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Pembangunan pertanian dapat dilaksanakan secara bertahap dan berkelanjutan dengan harapan dapat meningkatkan produksi atau produktivitas pertanian semaksimal mungkin sehingga dapat meningkatkan pendapatan petani dalam mencapai kesejahtraan, peningkatan produksi pangan, peningkatan pendapatan dan kesejahtraan petani merupakan arah dan tujuan dari pembangunan pertanian (Saptana, et, al 2010).

Pembangunan pertanian dibidang hortikultura di Indonesia memiliki potensi yang cukup besar karena didukung oleh payung hukum/regulasi, keaneka ragam hayati, ketersediaan lahan pertanian, agroklimat (iklim yang sesuai), dengan dukungan teknologi, ketersediaan tenaga kerja, ketersediaan pasar, dukungan penetapan komoditas prioritas hortilkultura, dukungan pengembangan sistem pembenihan hortikultura, dan dukungan pengembangan sistem perlindungan hortikultura. Komoditas hortikultura juga memiliki keunggulan dengan nilai jual yang tinggi keragaman jenis ketersedian sumber daya lahan dan teknologi, serta potensi serapan pasar didalam negeri dan Internasional yang terus meningkat (Direktorat Jendral Hortikultura, 2011).

Pembangunan kontribusi hortikultura terhadap manusia dan lingkungan cukup besar, adapun manfaat bagi manusia diantaranya adalah sebagai sumber pangan dan gizi, pendapatan dalam keluarga, pendapatan negara, sedangkan bagi masyarakat lingkungan adalah rasa estetikanya, konversi genetik sekaligus penyangga kelestarian alam.

(17)

2

Salah satu komoditas hortikultura yang memiliki nilai ekonomis yang terbilang cukup tinggi adalah cabai merah (Capsicum Annum. L). Cabai merah merupakan salah satu jenis komoditi sayur-sayuran yang tidak biasa ditingalkan oleh masyarakat dalam kehidupan sehari-hari, selain berfungsi sebagai bahan makanan cabai juga banyak mengandung zat-zat yang sangat diperlukan untuk kesehatan manusia seperti protein (Capsaicin) lemak, (Flavenoid) karbohidrat, (Esensial). dengan rasa pedasnya tersebut bermanfaat untuk mengatur peredaran darah, memperkuat jantung, nadi dan syaraf sehingga tidak mengherankan bila volume peredaran dipasaran dalam skala besar.

Adapun perkembangan luas Panen, Tanaman Cabai Menurut Kecamatan Sungai Lilin pada tahun 2017-2019 dapat dilihat pada Tabel 1. Dibawah ini.

Tabel 1. Luas Panen, Tanaman Cabai Merah Menurut Kecamatan Sungai Lilin Kabupaten Musi Banyuasin Pada Tahun (2017- 2019).

No Kecamatan

Luas Panen (Hektar)

2017 2018 2019

1 Sanga Desa 26 21 27

2 Babat Toman 7 9 12

3 Batanghari Leko 37 17 14

4 Plakat Tinggi 45 51 79

5 Lawang Wetam 13 21 6

6 Sungai Keruh 14 12 16

7 Jirak Jaya - - 3

8 Sekayu 66 51 108

9 Lais 174 143 178

10 Sungai Lilin 85 73 126

11 Keluang 33 69 25

12 Babat Supat 54 62 38

13 Bayung Lincir 100 109 74

14 Lalan 53 26 17

15 Tungkal jaya 118 50 44

Musi Banyuasin 825 714 767

Sumber: Kabupaten Musi Banyuasin Dalam Angka, Pada BPS 2021.

(18)

3

Berdasarkan Tabel 1 diatas dapat dilihat status penggunaan lahan petani cabai di Kecamatan Sungai Lilin Kabupaten Musi Banyuasin dari tahun 2017 luas panen tanaman cabai yaitu 85 hektar. Tahun 2018 mengalami pengurangan luas panen menjadi 73 hektar dan di tahun 2019 mengalami peningkatan luas panen menjadi 126 hektar. Ini disebabkan semakin tingginya permintaan komoditas cabai dari waktu ke waktu membuat komoditas ini menjadi salah satu kebutuhan pokok dalam pola konsumsi masyarakat untuk itulah diperlukan adanya penerapan teknik budidaya yang tepat sehingga produksi yang dihasilkan tinggi dan berkualitas.

Peningkatan cabai merah bisa tercapai apabila petani menguasai ketrampilan dan menerapkanya dengan baik dan benar. Adapun ketrampilan yang harus dikuasai adalah ketrampilan dalam perbaikan bibit, pengelolahan tanah, perawatan yang intensif, dan pengendalian hama penyakit.

Dalam meningkatkan pendapatan dan kesejahtraan petani sering dihadapkan pada permasalahan, dengan pengetahuan petani yang masih relatif rendah, keterbatasan modal, lahan garapan yang sempit serta kurangnya ketrampilan petani yang nantinya akan berpengaruh pada penerimaan, pendapatan dan tingkat keuntungan yang diperoleh petani dari usahatani tersebut (Antara dkk, 2014 dalam Angga Syahputra, 2019).

Realita yang terjadi dikalangan petani cabai, lebih tepatnya petani cabai merah di Desa Cinta Damai Kecamatan Sungai Lilin Kabupaten Musi Banyusain.

Masyarakat di Desa Cinta Damai menjadikan usahatani cabai merah tersebut sebagai salah satu mata pencaharian utama sehingga menjadi faktor utama dalam pendapatan keluarga, tetapi setelah produksi tanamnya petani cabai merah di Desa

(19)

4

Cinta Damai tersebut sangat jarang atau tidak pernah menghitung secara detail analisis usahatani secara ekonomis. Yang artinya mereka tidak pernah membuat perincian biaya-biaya yang dikeluarkan baik berupa biaya pembelian benih, pupuk, pestisida, pengelolahan lahan, maupun upah dari tenaga kerja serta tidak pernah menghitung jumlah penerimaan dan pendapatan dalam satu kali musim panen. Sehingga berapa keuntungan yang didapatkan dalam sekali panen hampir tidak diketahui oleh mereka.

Berdasarkan permasalahan tersebut penulis terinspirasi untuk melakukan penelitian yang berjudul “Analisis Pendapatan Usahatani Cabai Merah (Capsicum Annum. L) di Desa Cinta Damai Kecamatan Sungai Lilin Kabupaten Musi Banyuasin”.

(20)

5

B. Rumusan Masalah

1. Berapa besar biaya usahatani cabai merah di Desa Cinta Damai Kecamatan Sungai Lilin Kabupaten Musi Banyuasin?

2. Berapa besar pendapatan usahatani cabai merah di Desa Cinta Damai Kecamatan Sungai Lilin Kabupaten Musi Banyuasin?

3. Berapa Tingkat Keuntungan Usahatani Cabai Merah di Desa Cinta Damai Kecamatan Sungai Lilin Kabupaten Musi Banyuasin ?

C. Tujuan Penelitian

1. Untuk mengetahui berapa besar biaya usahatani cabai merah di Desa Cinta Damai Kecamatan Sungai Lilin Kabupaten Musi Banyuasin.

2. Untuk mengetahui pendapatan usahatani cabai merah di Desa Cinta Damai Kecamatan Sungai Lilin Kabupaten Musi Banyuasin.

3. Untuk mengetahui tingkat keuntungan usahatani cabai merah di Desa Cinta Damai Kecamatan Sungai Lilin Kabupaten Musi Banyuasin.

D. Kegunaan Penelitian

Adapun kegunaan penelitian ini antara lain:

1. Dapat bermanfaaat bagi peneliti sendiri sebagai pengembang wawasan serta bahan tambahan kepustakaan untuk penelitian sejenis yang akan datang 2. Sebagai bahan studi dan refrensi bagi mahasiswa yang berhubungan dengan

penelitian khusunya mahasiswa jurusan agribisnis pertanian.

(21)

43

43

DAFTAR PUSTAKA

Angga Syahputra, (2019). Analisis Pendapatan Usaha Tani Cabai Merah. di Desa Sidodadi Ramunia Kecamatan Beringin Kabupaten Deli Serdang.

diakses di http://repository.umsu.ac.id/handle/123456789/4695pdf. [pada tanggal 03 Januri 2022]

Badan Pusat Stastistik (BPS). Kabupaten Musi Banyuasin 2017-2019. [online]

diakses di https://musibanyuasinkab.bps.go.id/subjek/55/holtikultura. [pada tanggal 05 Januari 2022]

Devi, R, Nurfalach, (2010). Budidaya Tanaman Cabai Merah (Capsicum Annum.

L) di UPTD Pakopen Kabupaten Bandungan Kabupaten Semarang. diakses di https://core.ac.uk/download/pdf/16507279.pdf [pada tanggal 18 Januari 2022]

Direktorat Jendral Holtikultura Kementrian Pertanian, 2011. [online]

http://Hortikulturapertanian,go.id/content/upoads/2015/LAKIP-DITJEN- HOLTIKULTURA2011.pdf diakses [pada tanggal 03 Januari 2022]

Fidalia, L. (2018). Efektivitas Kelompoktani Dalam Meningkatkan Pendapatan Usahatani Cabai Merah (Capsicum Annuum. L) Dan Jagung (zee mays) Di Desa Margototo Kecamatan Metro Kibang Kabupaten Lampung Timur.

Skripsi. Universitas Lampung. Diakses di https://docplayer.info/134332270- Skripsi-oleh-lindi-fidalia.html.Pdf [pada tanggal 31 Januari 2022]

Gabrella Juli Andani, (2016). Analisis Perlakuan Akuntasi Atas Pendapatan dan Beban Serta Laporan Keuangan Pada PT. Anugrah Artha Abadi Nusa Palembang (Doctoral dissertation, Politeknik Negeri Sriwijaya). Diakses di http://eprints.polsri.ac.id/3729/ [pada tanggal 04 Februari 2022]

Laurens Reigana Gabriel, (2017). Skripsi Analisis Kelayakan Finansial Usahatani Cabai Merah (Capsicum Annum. L) Studi Kasus Desa Telagah jernih, Kecamatan Secanggang, Kabupaten Langkat. [online] Diakses di https://repositori.usu.ac.id/handle/123456789/11207.pdf [pada tanggal 31 Januari 2022]

Nadzirotul Ummah, (2011) Analisis Efesiensi Pengunaan Faktor-Faktor Produksi Pada Usahatani Cabai Merah Keriting di Desa Ketep Kecamatan Sawangan Kabupaten Maggelang. Skripsi Jurusan Ekonomi Pembangunan Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Semarang diakses di http://lib.unnes.ac.id/2882/1/3305.pdf [pada tanggal 23 Juli 2022]

Nisa Ulpah Choirun, et, al, (2018). Skripsi Analisis Pendapatan dan Pemasaran Cabai Merah di Kecamatan Kalinda Kabupaten Lampung Selatan. Di akses di https://onesearch.id/Record/IOS4198.28657.pdf [pada tanggal 27 Januari 2022]

(22)

Pahrul Rozi, (2019). Analisis Pendapatan Usahatani Cabai Merah Keriting (Capsicum Annum. L) Di musim Hujan Dan Musim Kemarau Studi kasus PT Intidaya, Agrolestari, Bogor. Skripsi Program Studi Agribisnis Fakultas Sain Dan Teknologi Universitas Islam Negeri Syarif Hidayahtuliah. Diakses di..https://repository.uinjkt.ac.id/dspace/bitstream/123456789/52737/1/PAHRUL

%20ROZI-FST.pdf [Pada Tanggal 04 September 2022]

Saptana et, al, (2010). Analisis Efisensi Teknis Produksi Usahatani Cabai Merah Besar Dan Perilaku Petani Dalam Menghadapi Resiko. Jurnal Agro Ekonomi. Volume 28. N0.2.

SH Amir, (2018). Analisis Pendapatan Usahatani Cabai Merah Variates F1 Di Kelurahan Tolo Utara Kecamatan Kelara Kabupaten Jenoponto.Skripsi. Jurusan Program Studi Agribisnis. Fakultas Pertanian Universitas Muhamadiyah..Makasar..diakses..di..https://digilibadmin.unismuh.ac.id/upload/21 01-Full_Text.pdf [pada tanggal 04 September 2022 tanggal]

Wanda, (2015). Buku Moh Saeri. Ilmu Usaha Tani. Universitas Wisnuwardhana.

Malang. Press (Unidha Press).

Widia Astuti, (2018). Analisis Pendapatan Usahatani Cabai Rawit di Desa Paccing Kecamatan Patimpeng Kabupaten Bone. Skripsi Fakultas Pertanian Universitas..Muhamadiyah..Makasar..Diakses..di..https://digilibadmin.unismuh.ac .id/upload/1714-Full_Text.pdf [Pada Tangal 05 September 2022]

Yulizar, (2015). Analisis Pendapatan Usahatani Cabai Merah di Kecamatan Woyla Kabupaten Aceh Barat (dissertation, Universitas Teuku Umar Meulaboh). Diakses di http://repository.utu.ac.id/127/. [pada tanggal 16 Januari 2022]

Referensi

Dokumen terkait

Penelitian ini bertujuan untuk, (1) Untuk mengetahui perbedaan pendapatan usahatani cabai merah petani penerima kredit dan petani non kredit di Kecamatan Adiluwih Kabupaten

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat adopsi inovasi, faktor-faktor yang berhubungan dengan tingkat adopsi, dan tingkat pendapatan usahatani petani cabai merah

Kelayakan usahatani tumpangsari cabai merah dan bawang merah di lahan pasir Kabupaten Bantul merupakan perbandingan antara penerimaan yang diterima oleh petani dari

Tujuan penelitian adalah Untuk menganalisis perkembangan produktivitas usahatani cabai merah dan cabai rawit 5 tahun terakhir, untuk menganalisis karakteristik petani

Kelayakan usahatani tumpangsari cabai merah dan bawang merah di lahan pasir Kabupaten Bantul merupakan perbandingan antara penerimaan yang diterima oleh petani dari

Kelayakan usahatani tumpangsari cabai merah dan bawang merah di lahan pasir Kabupaten Bantul merupakan perbandingan antara penerimaan yang diterima oleh petani dari

Proses kemitraan dapat menjadi pilihan untuk dilakukan bagi petani cabai rawit merah di Desa Cigedug karena lebih efisiean dan dapat memberikan keuntungan yang lebih

3.7.3 Dampak Kredit terhadap Produksi Usahatani Cabai Merah Untuk menjawab tujuan ketiga yakni dampak kredit pada petani cabai merah, menggunakan outcome equation sebagai berikut: Y =