• Tidak ada hasil yang ditemukan

Analisis Pengaruh Kinerja Keuangan Terhadap Return Saham Perusahaan LQ45 2010-2013

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "Analisis Pengaruh Kinerja Keuangan Terhadap Return Saham Perusahaan LQ45 2010-2013"

Copied!
64
0
0

Teks penuh

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh kinerja keuangan terhadap return saham pada perusahaan indeks LQ45 Bursa Efek Indonesia periode 2010-2013. Kata Kunci: EVA Momentum Return on Assets (ROA), Return on Equity (ROE), Net Profit Margin (NPM), Return Share. Ningdyah (2012) telah melakukan penelitian mengenai pengaruh EVA dan EVA Momentum terhadap return saham pada perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia.

Hasil penelitiannya memberikan bukti empiris bahwa EVA dan momentum EVA tidak berpengaruh positif terhadap return saham perusahaan manufaktur yang terdaftar di BEI. Sunandar (2012) melakukan penelitian untuk menganalisis pengaruh momentum EVA dan profitabilitas terhadap return saham pada perusahaan LQ 45 periode Februari 2008 – Januari 2011.

Tujuan Penelitian

LANDASAN TEORI

Analisis Fundamental

Secara umum, ada dua pendekatan yang biasa digunakan investor untuk menganalisis dan menilai saham di pasar modal, yaitu analisis fundamental dan analisis teknikal (Bodie, dkk, 2005). Wild dkk menekankan bahwa analisis fundamental adalah proses menentukan nilai bisnis dengan menganalisis dan menafsirkan faktor-faktor kunci dalam perekonomian, bisnis, dan industri. Bagi investor yang melakukan analisis fundamental, informasi laporan keuangan merupakan salah satu jenis informasi yang paling mudah dan murah diperoleh dibandingkan informasi alternatif lainnya.

Analisis fundamental didasarkan pada keyakinan bahwa nilai suatu saham sangat dipengaruhi oleh kinerja perusahaan yang menerbitkan saham tersebut (Murtanto dan Harkivent, 2000). Menurut Susilowati (2011), kinerja keuangan perusahaan dituangkan dalam bentuk laporan keuangan dan diukur melalui metrik dalam bentuk rasio, salah satunya adalah rasio profitabilitas.

Kinerja Keuangan

Oleh karena itu, EVA merupakan selisih antara Laba Operasional Bersih Setelah Pajak (NOPAT) dan biaya modal (Cost Of Capital). Momentum EVA sama dengan selisih nilai EVA tahun ini dengan nilai EVA tahun sebelumnya, kemudian dibagi dengan penjualan tahun lalu. Return on equity (ROE) merupakan rasio yang menunjukkan kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba bersih untuk mengembalikan modal ekuitas.

Menurut Brigham & Houston ROE adalah rasio laba bersih terhadap ekuitas biasa; mengukur tingkat pengembalian investasi pemegang saham biasa. Margin laba bersih (NPM) adalah rasio laba bersih setelah pajak terhadap penjualan, yang digunakan untuk menghitung derajat kemampuan suatu perusahaan dalam menghasilkan laba bersih pada tingkat penjualan tertentu.

Tinjauan Penelitian Terdahulu

Loekita (2012) meneliti pengaruh EVA dan EVA Momentum terhadap return saham pada perusahaan manufaktur yang terdaftar di BEI. Hasil penelitian menunjukkan bahwa EVA dan momentum EVA tidak berpengaruh positif terhadap return saham pada perusahaan manufaktur yang terdaftar di BEI. Tinneke (2007) meneliti pengaruh PER, PBV, EVA dan DER terhadap return saham pada perusahaan manufaktur yang terdaftar di BEI.

Sedangkan EVA dan DER tidak mempunyai pengaruh positif terhadap return saham perusahaan manufaktur yang terdaftar di BEI. Sedangkan penelitian ini menguji hubungan variabel dependen (return saham) dengan menggunakan variabel independen EVA Momentum, ROA, ROE dan NPM periode 2010-2013. Variabel ROA digunakan dalam penelitian ini karena ROA mampu mencerminkan kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba atas seluruh aset yang dimiliki perusahaan.

ROE mengukur seberapa efektif ekuitas yang diberikan pemilik modal dapat dikelola oleh manajemen dan menghasilkan keuntungan. NPM dapat mencerminkan kemampuan perusahaan dalam menerapkan efisiensi biaya sehingga menghasilkan laba bersih pada aktivitas penjualan bersih.

Kerangka Konseptual

Nilai ROE yang lebih baik dapat menarik minat investor karena perusahaan dinilai mempunyai prospek kinerja yang baik, sehingga diharapkan return yang diperoleh dari saham tersebut juga semakin meningkat. Perusahaan yang dapat menghasilkan nilai NPM yang tinggi menunjukkan bahwa kegiatan operasional perusahaan menjadi lebih produktif dan perusahaan akan memperoleh tingkat keuntungan yang optimal, sehingga berdampak positif terhadap tingkat return saham. Prinsip teori sinyal menjelaskan bahwa informasi yang dipublikasikan melalui beberapa analisis kinerja keuangan digunakan sebagai pengumuman yang akan memberikan sinyal kepada investor dalam mengambil keputusan investasi.

Kondisi kinerja keuangan yang baik inilah yang kemudian menjadi daya tarik bagi investor karena perusahaan dianggap mampu memberikan return saham positif yang diharapkan. Penelitian ini akan menguji pengaruh variabel independen yaitu EVA Momentum ( ), ROA ( ), ROE ( ) dan NPM ( ) terhadap variabel-variabel tersebut.

Hipotesis Penelitian

Keunggulan EVA Momentum dibandingkan EVA generasi sebelumnya dijelaskan oleh Steward (2009) yang menyatakan bahwa rasio EVA Momentum mencakup seluruh instrumen pengukuran kinerja bisnis. Meningkatnya kinerja EVA Momentum perusahaan akan menciptakan daya tarik pasar yang dapat meningkatkan harga saham dan dalam keadaan tersebut berlaku Signaling Theory. Wirawan (2012) meneliti perusahaan yang termasuk dalam indeks LQ45 di BEI pada tahun 2004 hingga 2008 dengan menguji variabel EVA, EVA Spread, EVA Momentum dan ROA terhadap return saham.

Triandhini (2010) telah meneliti pengaruh ROE, EVA dan Momentum EVA terhadap Return Saham. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan positif antara EVA Momentum dan Return Saham. Berdasarkan prediksi teori sinyal yang dijelaskan di atas, dapat ditunjukkan bahwa EVA Momentum mempunyai pengaruh positif terhadap return. Hal ini akan meningkatkan daya tarik investor untuk berinvestasi dengan harapan return saham akan semakin besar.

Kristianto (2012) melakukan penelitian terhadap 40 perusahaan manufaktur yang terdaftar di BEI antara tahun 2007 hingga 2009 dengan menguji variabel EVA. Jika hasil analisis laporan keuangan menunjukkan kinerja bisnis yang baik, maka investor akan tertarik untuk membeli saham pada perusahaan tersebut karena diharapkan perusahaan tersebut mampu memberikan return saham yang baik kepada investor. Wulandari (2005) meneliti pengaruh berbagai faktor fundamental terhadap perubahan return saham yang terdaftar di BEJ.

Hasil hipotesis menunjukkan bahwa rasio profitabilitas (ROA dan ROE) dan leverage (DTA) berpengaruh terhadap return saham di BEJ. Hal ini akan meningkatkan kepercayaan investor terhadap perusahaan, bahwa perusahaan dianggap mampu memberikan return ekuitas atas investasi yang dilakukan pada perusahaan tersebut. Penelitian NPM dilakukan oleh Kristianto (2012) yang melakukan penelitian terhadap 40 perusahaan manufaktur yang terdaftar di BEI pada tahun 2007-2009 dengan menguji variabel EVA, ROA, NPM dan EPS terhadap return saham.

Populasi

Metode penelitian adalah suatu cara ilmiah untuk memperoleh data dan informasi yang dilakukan melalui prosedur yang sistematis dan mempunyai tujuan tertentu. Menurut Nasir (1998:51), metode penelitian adalah cara utama yang digunakan peneliti untuk menentukan jawaban atas permasalahan yang diajukan. Menurut Sugiyono (2003:14), penelitian kuantitatif diperoleh dari data yang berupa angka-angka atau data kualitatif yang berbentuk angka.

Sampel

Metode Pengumpulan Data

Definisi Operasional Variabel

Struktur modal ini terdiri dari hutang dan ekuitas, maka langkah selanjutnya adalah mencari komposisi hutang dan ekuitas. Ningdyah (2012) melakukan penelitian mengenai dampak EVA dan EVA Momentum terhadap return saham pada perusahaan manufaktur yang tercatat di Indonesia dengan menggunakan rumus di atas.

ROA ( )

ROE ( )

NPM ( )

  • Metode Analisis Data Statistik
    • Normalitas
    • Multikolonearitas
    • Autokorelasi
    • Heteroskedastisitas
  • Uji Hipotesis
  • Gambaran Umum dan Uji Deskriptif Statistik
  • Hasil Uji Asumsi Klasik
  • Uji Hipotesis
    • Pengaruh EVA Momentum Terhadap Return Saham
    • Pengaruh ROA Terhadap Return Saham
    • Pengaruh ROE Terhadap Return Saham

Christianty (2009) menguji NPM dengan rumus di atas dalam penelitian pengaruh fundamental dan EVA terhadap return saham perusahaan LQ 45 di BEI. Return ekuitas merupakan pendapatan yang diterima pemegang saham sebagai hasil investasinya pada perusahaan (Jones, 2002). Nilai maksimum variabel return saham yang diperoleh melalui pengujian pada tabel diatas adalah sebesar 0,2285 atau 23% dengan kode perusahaan TLKM (Telekomunikasi Indonesia Tbk.) pada tahun 2011.

Kesimpulan yang dapat diambil adalah tidak terjadi heteroskedastisitas pada model regresi sehingga layak digunakan untuk memprediksi return saham berdasarkan masukan variabel independen Momentum EVA, ROA, ROE dan NPM. Hasil uji determinasi pada penelitian ini dapat dilihat pada tabel. Nilai R2 sebesar 6,8% yang berarti persentase variasi variabel dependen yaitu return saham yang dapat dijelaskan oleh variasi variabel independen yaitu momentum EVA, ROA, ROE dan NPM adalah sebesar 6,8%. Y=0.004+0044EVAMomentum-0.015ROA+0.049ROE+0.009NPM+e Persamaan regresi yang dihasilkan menunjukkan konstanta sebesar 0.004 menjelaskan bahwa jika EVA Momentum, ROA, ROE dan NPM konstan atau sama dengan nol maka nilainya konstan (nol ) menjelaskan bahwa besarnya return saham yang akan diperoleh sebesar 0,004.

Hasil analisis uji statistik t pada tabel 4.8 dapat menjelaskan lebih lanjut pengaruh masing-masing variabel EVA Momentum, ROA, ROE dan NPM terhadap return saham. Dinyatakan bahwa setiap kenaikan EVA Momentum satu satuan maka tingkat return saham akan meningkat sebesar 0,044. Pada tabel hasil uji statistik t yang dilakukan dengan pengujian satu arah menunjukkan bahwa nilai koefisien variabel (X2) ROA sebesar -0,015 yang menjelaskan bahwa setiap kenaikan ROA sebesar 1000 poin maka akan menurunkan nilai Return saham. dengan 15 poin.

Hasil pengujian ini mendukung penelitian Ferawati (2010) yang menyelidiki pengaruh EVA, ROA, ROE, EPS terhadap return saham Hasil penelitian menunjukkan bahwa EVA, ROA dan EPS tidak mempunyai pengaruh positif terhadap return saham. Pada tabel hasil uji statistik t yang dilakukan dengan menggunakan pengujian satu arah menunjukkan bahwa nilai koefisien variabel (X3) ROE sebesar 0,049 yang menjelaskan bahwa setiap kenaikan nilai ROE sebesar 1000 poin maka akan meningkatkan return saham sebesar 49 poin. Hasil penelitian ini mendukung penelitian Sunandar (2012) yang menyatakan bahwa ROE tidak mempunyai pengaruh positif terhadap return saham.

Pada tabel hasil uji statistik yang dilakukan dengan menggunakan uji satu arah ternyata nilai koefisien variabel (X4) NPM sebesar -0,009 menjelaskan bahwa setiap kenaikan 1000 poin NPM , stok. Level pengembalian akan berkurang 9 poin. Hasil penelitian ini mendukung penelitian Wulandari (2005) yang menyatakan bahwa NPM tidak berpengaruh terhadap return saham.

Tabel Grafik 4.4  Hasil Uji Normal Plot
Tabel Grafik 4.4 Hasil Uji Normal Plot

KESIMPULAN

  • Kesimpulan
  • Keterbatasan Penelitian
  • Saran
  • Implikasi Hasil Penelitian

Berdasarkan kesimpulan dan keterbatasan penelitian di atas, berikut hal-hal yang dapat membantu dalam mengambil keputusan investasi dan menilai tingkat return saham secara tepat. EVA Momentum dapat digunakan sebagai alat analisis kinerja keuangan yang akurat bagi investor untuk menghitung nilai tambah ekonomi yang dapat dihasilkan suatu perusahaan. Variabel ini tidak hanya menggunakan rasio profitabilitas EVA Momentum saja, karena hasil penelitian menunjukkan masih banyak variabel lain yang diyakini dapat mempengaruhi return saham.

Bagi Investor Sebelum mengambil keputusan berinvestasi, EVA Momentum dapat dijadikan acuan dalam menganalisis kinerja keuangan suatu perusahaan. Analisis pengaruh EVA dan ROA terhadap nilai tambah pasar pada perusahaan manufaktur yang terdaftar di BEI. Analisis Pengaruh Economic Value Added Momentum (EVA), Net Profit Margin (NPM), Basic Earning Power (BEP), Return On Total Asset (ROA) dan Return On Equity (ROE) terhadap Return Saham.

2010 “Analisis Pengaruh Rasio Keuangan Terhadap Return Saham dengan Tingkat Inflasi, Perubahan Nilai Tukar dan Suku Bunga Sebagai Variabel Moderating”. “Pengaruh Nilai Tambah Ekonomi dan Rasio Profitabilitas terhadap Return Saham Perusahaan Manufaktur di Bursa Efek Indonesia”. Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Return Saham (Studi Pada Saham Real Estate dan Property di Bursa Efek Indonesia Periode 2004-2006).

“Pengaruh Economic Value Added dan Moment EVA Terhadap Return Saham Pada Perusahaan Manufaktur yang Listing di Bursa Efek Indonesia”. Dampak Pendekatan Akuntansi Tradisional dan Nilai Tambah Terhadap Return Saham Perusahaan Sektor Perbankan di PT. Analisis Pengaruh Economic Value Added (EVA) dan Faktor Fundamental Perusahaan Lainnya Terhadap Return Saham.

Gambar

Tabel Grafik 4.4  Hasil Uji Normal Plot

Referensi

Dokumen terkait

PENGARUH KINERJA KEUANGAN TERHADAP RETURN SAHAM PADA PERUSAHAAN MANUFAKTUR DI BURSA EFEK INDONESIA. 1.2

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat pengaruh kinerja keuangan net profit margin, quick ratio, debt aset ratio terhadap return saham pada perusahaan

Adapun judul Skripsi yang penulis susun adalah: “ ANALISIS PENGARUH KINERJA KEUANGAN TERHADAP RETURN SAHAM PADA PERUSAHAAN MANUFAKTUR YANG GO PUBLIC DI BEI

Tidak ada pengaruh kinerja keuangan (Return On Equity, Current Ratio, Debt to Equity Ratio, Earning Per Share, Return On Investment) terhadap return saham pada perusahaan

Penelitian ini bertujuan untuk memberikan bukti empiris mengenai pengaruh perubahan kinerja keuangan perusahaan yang diukur dengan tiga variable yaitu earning per share, return

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kinerja keuangan terhadap return saham pada perusahaan food and beverages yang terdaftar di Bursa Efek

Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan mengenai pengaruh indikator makroekonomi, kinerja keuangan dan harga saham terhadap return saham pada perusahaan manufaktur

Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa pengaruh properti pertambangan dan variabilitas persediaan terhadap kinerja keuangan perusahaan dan return saham sebagai