• Tidak ada hasil yang ditemukan

Analisis Pengukuran Kinerja Perusahaan Daerah Air Minum di Kabupaten Kendal Dengan Pendekatan Balanced Scorecard

N/A
N/A
rahma sabrina 4320088

Academic year: 2024

Membagikan "Analisis Pengukuran Kinerja Perusahaan Daerah Air Minum di Kabupaten Kendal Dengan Pendekatan Balanced Scorecard"

Copied!
7
0
0

Teks penuh

(1)

LEMBAR PERSETUJUAN DAN PENGESAHAN

JUDUL SKRIPSI PROGRAM STUDI AKUNTANSI SYARIAH

NAMA : Rahma Sabrina

NIM : 4320088

PEMINATAN : Sektor Publik

JUDUL : Analisis Pengukuran Kinerja Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Dengan Pendekatan Balanced Scorecard (Studi Kasus Perumda Air Minum Tirto Panguripan Kabupaten Kendal)

MINI PROPOSAL : Terlampir

Menyetujui,

Dosen Pembimbing Akademik

Alvita Tyas Dwi Aryani, SE, M.Si.Akt NIP. 198406122019032011

Mengesahkan,

Ketua Jurusan Sekretaris Jurusan

Ade Gunawan M.M Ria Anisatus Solihah S.E, M.S.A

NIP. 198104252015031002 NIP. 19870630201812001

(2)

Terlampir Mini Proposal

A. JUDUL

Analisis Pengukuran Kinerja Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Dengan Pendekatan Balanced Scorecard (Studi Kasus Perumda Air Minum Tirto Panguripan Kabupaten Kendal)

B. LATAR BELAKANG MASALAH

Tidak dapat dipungkiri bahwa semua makhluk hidup di dunia ini membutuhkan air guna keberlangsungan hidupnya. Hampir setiap harinya makhluk hidup memerlukan air. Air sebagai sumber kebutuhan manusia, hewan, dan tumbuhan. Sebagai manusia, air biasa digunakan untuk berbagai macam keperluan hidup seperti mandi, minum, makan, hingga mencuci (Nuryani, 2019).

Di samping itu, air juga dimanfaatkan sebagai penyedia bahan baku aktivitas irigasi tanaman, peternakan, perikanan, rumah tangga, perumahan, perkotaan, hingga perindustrian (Wata, 2020). Kebutuhan hidup akan air bersih memiliki peranan penting dalam mendukung perkembangan aktivitas masyarakat dan kesehatan lingkungan di suatu wilayah (Hidayat & Syahbandar, 2020). Dalam hal ini, peran pemerintah untuk mengelola air bersih dapat dilakukan melalui kelembagaan formal maupun non formal (Juwono & Subagiyo, 2018). Pada dasarnya penyediaan air bersih sudah seharusnya menjadi tanggungjawab pemerintah daerah melalui institusi Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) agar terpenuhi kebutuhan masyarakat akan air bersih (Susilorini, 2022).

PDAM sebagai salah satu Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) yang beroperasi dalam pendistribusian air bersih ke sejumlah permukiman masyarakat.

Berdasarkan keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia nomor 1405/MENKES/SK/XI/2002, menyatakan bahwa air bersih itu air yang digunakan untuk keperluan masyarakat dalam kehidupan sehari-hari dan dapat diminum apabila dimasak dengan kualitas yang memenuhi standar persyaratan kesehatan air bersih sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku (Suryokusumo & Yatnawijaya, 2018). Kinerja PDAM diawasi dan dimonitori oleh pemerintah daerah (Safitri, 2023).

Pemerintah daerah membentuk PDAM bertujuan untuk mencukupi kebutuhan masyarakat akan air bersih, yang meliputi penyediaan, pengembangan pelayanan sarana dan prasarana, hingga pendistribusian air bersih. PDAM juga ikut serta dalam mengembangkan perekonomian daerah dengan memperluas lapangan pekerjaan, dan mencari laba sebagai aspek utama dalam pembiyaan daerah. Selain itu, PDAM juga bertanggungjawab dalam hal memberikan kontribusi terhadap pelayanan masyarakat dan berkontribusi dalam Pendapatan Asli Daerah (PAD) (Setiawan, 2022).

Perusahaan yang bergerak dalam sektor penyediaan air bersih masyarakat, tentu dihadapkan pada berbagai tantangan dan permasalahan dalam menjalankan fungsinya seperti efisiensi operasional, pelayanan pelanggan, keuangan, dan

(3)

pengelolaan sumber daya manusia. Untuk menghadapi tantangan tersebut, PDAM perlu memiliki alat pengukuran kinerja yang efektif guna mengidentifikasi keberhasilan dan kelemahan dalam operasionalnya. Salah satu pendekatan yang dapat digunakan untuk mengukur kinerja PDAM adalah Balanced Scorecard (BSC).

Pendekatan ini telah banyak digunakan di berbagai sektor bisnis dan publik, termasuk BUMD, untuk mengukur kinerja organisasi secara menyeluruh.

Perumda Air Minum Tirto Panguripan merupakan salah satu bagian Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) yang bertugas sebagai penyedia dan pengelola kebutuhan air masyarakat di Kabupaten Kendal. Pada tahun 2021, Perumda Air Minum Tirto Panguripan ikut serta dalam pelaksanaan pembangunan daerah dan telah memberikan pendapatan daerah atau PAD berupa kas daerah sejumlah Rp3,5 miliar.

Kemudian di tahun 2022 terdapat peningkatan dalam penyerahan PAD sebesar Rp4,6 miliar kepada Pemerintah Kabupaten Kendal.

Berdasarkan data kinerja laporan keuangan Perumda Air Minum Tirto Panguripan tahun 2018-2020 menunjukkan hasil yang positif. Namun, masih terdapat jumlah pengaduan pelanggan terkait kebocoran air, aliran air tidak lancar, hingga kontinuitas air yang belum seluruhnya menjangkau pelanggan selama 24 jam. Sebagai perusahaan daerah yang melayani masyarakat, maka perlu dilakukan upaya perbaikan guna meminimalisir keluhan dari masyarakat.

Menurut (Ulum, 2009 dalam Haidiputri & Cahyanti, 2019) dalam melakukan pengukuran kinerja, terdapat informasi yang digunakan meliputi informasi keuangan dan informasi non-keuangan. Informasi keuangan sebagai penilaian laporan kinerja keuangan yang diukur atas dasar biaya anggaran yang telah dibuat, dengan catatan sebagai hasil antara kinerja aktual dengan yang dianggarkan. Sedangkan informasi non-keuangan dapat dijadikan sebagai tolak ukur yang dapat menambah keyakinan terhadap kualitas proses pengendalian manajemen.

Dalam upaya untuk mencapai pelayanan terbaiknya, perusahaan perlu suatu metode pengukuran kinerja yang dapat memberikan informasi secara obyektif dan menyeluruh. Pengukuran keberhasilan dan kegagalan suatu perusahaan tidak hanya didasarkan pada kinerja keuangan saja melainkan juga mempertimbangkan dari segi non-keuangan. Adapun metode yang dapat digunakan perusahaan dalam pengukuran kinerja yang menyeimbangkan aspek keuangan dan non-keuangan dapat dilakukan melalui pendekatan Balanced Scorecard.

Pendekatan Balanced Scorecard baik pada sektor swasta maupun publik bertujuan untuk memberikan kepuasan bagi pelanggan. Penerapan Balanced Scorecard di sektor publik dimaksudkan untuk meningkatkan misi, nilai, dan efektivitas pencapaian. Berdasarkan aspek keuangan akan lebih mengutamakan pengukuran produktivitas dan tingkat efisiensi. Sedangkan terkait aspek pihak berkepentingan akan mengutamakan para pembayar pajak, penggunaan jasa, dan pemerintah daerah (Haidiputri & Cahyanty, 2019).

Balanced Scorecard sebagai alat pengukuran kinerja perusahaan yang menggabungkan aspek good corporate governance dengan good performance management information untuk mengukur kinerja organisasi sektor publik, salah satunya PDAM. Hal ini dikarenakan Balanced Scorecard tidak hanya fokus pada

(4)

aspek keuangan saja melainkan juga fokus terhadap aspek non-keuangan. Balanced Scorecard dinilai cocok dalam pengukuran kinerja yang lebih menyeluruh dan seimbang, yang meliputi (1) Aspek keuangan, (2) Aspek pelanggan, (3) Aspek bisnis internal, dan (4) Aspek pembelajaran dan pertumbuhan (Haidiputri & Cahyanty, 2019).

Maka dari itu, dengan adanya pengukuran kinerja dengan pendekatan Balanced Scorecard diharapkan dapat menjadi pilihan yang tepat untuk melakukan pengukuran kinerja yang mencakup semua aspek baik dari aspek keuangan maupun non-keuangan. Melalui pendekatan Balanced Scorecard, PDAM diharapkan dapat memberikan perhatian khusus terhadap kualitas dan kuantitas kinerja non-keuangan yang meliputi kepuasan pelanggan, inovasi pelayanan yang unggul, proses bisnis internal yang efektif dan efisien serta berorientasikan pada pelanggan, intensitas sumber daya manusia, dapat diandalkan, hingga adanya motivasi (Dewi et al., 2019).

Berdasarkan uraian latar belakang diatas, peneliti tertarik untuk melakukan penelitian dengan judul, “Analisis Pengukuran Kinerja Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Dengan Pendekatan Balanced Scorecard (Studi Kasus Perumda Air Minum Tirto Panguripan Kabupaten Kendal)”.

C. RUMUSAN MASALAH

Berdasarkan latar belakang diatas, peneliti akan menjawab rumusan masalah dalam penelitian ini, adalah Bagaimana penerapan Balanced Scorecard dalam pengukuran kinerja Perumda Air Minum Tirto Panguripan Kabupaten Kendal?

D. TELAAH PUSTAKA

No. Nama Judul Tahun Keterangan

1. Gusma Dea Afifah dan Yuliarti

Pengukuran Kinerja Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Gemilang Kabupaten Pasaman Barat Dengan Metode Balanced Scorecard

2023 Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Administrasi Negara Vol.07 No.01, 2023

2. Shinta Safitri, Dewi Prastiwi, dan Budhi Setianto

Analisis Kinerja Rumah Sakit Dengan Pendekatan Balanced Scorecard Pada RSI Surabaya

2022 Jurnal

Akuntansi dan Keuangan Vol.4 No.11, 2022

3. Rifa’atul Maftuhah

Analisis Kinerja Bank Muamalat Indonesia (BMI) Surabaya Dengan

Pendekatan Balance Scorecard

2021 Jurnal Ekonomi dan Perbankan Syariah Vol.6 No.2, 2021 4. Rifkhi Anugrah

Husain dan Rahman Putra

Pengaruh Aspek

Pengukuran Kinerja Dalam Balanced Scorecard Terhadap Daya Saing

2021 Jurnal

Akuntansi dan Ekonomi Vol.6 No.1, 2021

(5)

Perusahaan PDAM Kota Makassar

5. Anjas Asmara, Muhammad Ikbal, dan Hardianti Ridwan

Evaluasi Kinerja Badan Usaha Milik Daerah Melalui Balanced Scorecard

2020 Jurnal Ekonomi dan Bisnis Islam Vol.5 No.2, 2020 6. I Gede Putu

Banu Astawa, I Putu Julianto, dan Luh Gede Kusuma Dewi

Penilaian Kinerja Koperasi Unit Desa (KUD) Penebel Tabanan Dengan

Pendekatan Balanced Scorecard

2020 Jurnal Monex Vol.9 No.1, 2020

7. Marlinda Citra Dewi

Analisis Penerapan

Balanced Scorecard Dalam Mengukur Kinerja

Perusahaan Pada PDAM Kota Makassar

2019 Tesis Universitas Muslim Indonesia Makassar 8. Yenni Arfah Analisis Kinerja Berbasis

Balaned Scorecard Pada Perusahaan (PDAM) Tirta Bulian Kota Tebing Tinggi

2019 Seminar Nasional Sains dan Teknologi Informasi, 2019 9. Trivosa Aprilia

Novadiani Haidiputri dan Ratih Nur Cahyanty

Penggunaan Metode Balance Scorecard Dalam Pengukuran Kinerja Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kota Probolinggo

2019 Jurnal Manajemen Bisnis Vol.6 No.2, 2019

E. METODE PENELITIAN 1. Pendekatan dan Jenis

Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif dengan analisis deskriptif. Analisis deskriptif dengan metode kuantitatif menekankan pada rumus-rumus tertentu yang digunakan untuk mengukur kinerja perusahaan dengan pendekatan Balanced Scorecard pada Perumda Air Minum Tirto Panguripan Kabupaten Kendal. Pendekatan deskriptif kuantitatif ini bertujuan untuk mendeskripsikan, secara sistematis menggambarkan fakta dan hubungan antar fenomena yang telah diteliti.

Penelitian ini tidak menggunakan hipotesis atau tidak menguji hipotesis melainkan dengan mendeskripsikan informasi yang didapat sesuai dengan variabel yang diteliti (Mardalis, 1990 dalam M Tanggung, 2006)

2. Populasi dan Sampel

Populasi yang digunakan dalam penelitian ini berupa karyawan dan pelanggan Perumda Air Minum Tirto Panguripan Kabupaten Kendal. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini berupa perspektif dalam pendekatan Balance Scorecard, antara lain:

(6)

(1) Perspektif Keuangan, berupa Return on Equity (ROE), Profit Margin (PM), Operating Ratio (OR), dan Current Ratio (CR);

(2) Perspektif Pelanggan, berupa Retensi Pelanggan, Profitabilitas Pelanggan, Kepuasan Pelanggan, dan Pemerolehan Pelanggan;

(3) Perspektif Proses Bisnis Internal, berupa Inovasi, Kinerja Pelayanan Karyawan, dan Kulitas Kuantitas dan Kontinuitas Air;

(4) Perspektif Pertumbuhan dan Pembelajaran; berupa Kepuasan Karyawan, Retensi Karyawan, dan Produktivitas Karyawan

3. Sumber Data

Sumber data dalam penelitian ini menggunakan data primer dan sekunder. Data primer diperoleh melalui observasi, wawancara dan penyebaran kuesioner kepada sejumlah karyawan dan pelanggan. Data sekunder diperoleh melalui laporan keuangan (neraca dan laba rugi), laporan pengaduan pelanggan, data karyawan Perumda Air Minum Tirto Panguripan tahun 2018-2020, dan data pendukung lainnya.

F. REFERENSI

Dewi, M. C., Mursalim, M., & Lannai, D. (2019). Analisis Penerapan Balanced Scorecard dalam Mengukur Kinerja Perusahaan Pada PDAM Kota Makassar. PARADOKS : Jurnal Ilmu Ekonomi, 2(4), 36–47. https://doi.org/10.33096/paradoks.v2i4.287

Haidiputri, T. A. N., & Cahyanty, R. N. (2019). PENGGUNAAN METODE BALANCE SCORECARD DALAM PENGUKURAN KINERJA PERUSAHAAN DAERAH AIR MINUM (PDAM) KOTA PROBOLINGGO. Jurnal Manajemen Bisnis, Vol 6, 60–61.

Hidayat, J. T., & Syahbandar, Y. (2020). Buku Ajar Studio Perencanaan Wilayah (Andriyanto (ed.)). Penerbit Lakeisha.

https://www.google.co.id/books/edition/BUKU_AJAR_STUDIO_PERENCANAAN_W ILAYAH/tzUhEAAAQBAJ?

hl=id&gbpv=1&dq=kebutuhan+air+bersih&pg=PA257&printsec=frontcover Juwono, P. T., & Subagiyo, A. (2018). Sumber Daya Air dan Pengembangan Wilayah

Infrastruktur Keairan Mendukung Pengembangan Wisata, Energi, dan Ketahanan Pangan (cetakan pe). UB Press.

https://www.google.co.id/books/edition/Sumber_Daya_Air_dan_Pengembangan_Wilay ah/-uiFDwAAQBAJ?hl=id&gbpv=1

Nuryani, B. (2019). Air Sumber Kehidupan. PT Era Edi Citra Intermedia.

https://www.google.co.id/books/edition/Air_Sumber_Kehidupan/xWbvDwAAQBAJ?

hl=id&gbpv=0

Safitri, A. (2023). Pengembangan Model Data Livestream Kuantitas dan Kontinuitas Air PDAM Berbasis Sistem Informasi Geografis (K. Ummatin (ed.)). CV Jakad Media.

https://www.google.co.id/books/edition/Pengembangan_Model_Data_Livestream_Kuan t/1iO2EAAAQBAJ?hl=id&gbpv=0

Setiawan, A. (2022). Financial Engineering Pada BUMD Air Minum (H. Rahmadhani & I. S.

Iriyanti (eds.)). CV BUDI UTAMA.

(7)

https://www.google.co.id/books/edition/Financial_Engineering_Pada_BUMD_Air_Min u/TSNtEAAAQBAJ?hl=id&gbpv=1

Suryokusumo, B., & Yatnawijaya, B. (2018). Dasar Perencanaan Plambing dan Sistem Distribusi Air Bidang Arsitektur. UB Press.

https://www.google.co.id/books/edition/Dasar_Perencanaan_Plambing_dan_Sistem_Di/

MSOJDwAAQBAJ?hl=id&gbpv=1

Susilorini, R. (2022). Kearifan Lokal Jawa Tengah: Tak Lekang Oleh Waktu (A. Ismail & B.

Y. A. Wastunimpuna (eds.)). Universitas Katolik Soegijapranata.

https://www.google.co.id/books/edition/Kearifan_Lokal_Jawa_Tengah_Tak_Lekang_Ol /PwxYEAAAQBAJ?hl=id&gbpv=1

Wata, Z. S. H. (2020). Pengelolaan Sumber Daya Air Di Tengah Ketidakpastian Dengan Metode Robust Decision Making (E. Risanto (ed.)). CV ANDI OFFSET.

https://www.google.co.id/books/edition/Pengelolaan_Sumber_Daya_Air_Di_Tengah_K e/ElAQEAAAQBAJ?hl=id&gbpv=1

Referensi

Dokumen terkait

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana kinerja perusahaan diukur dengan pendekatan Balanced Scorecard dan indentifikasi gambaran pengunaan Balanced Scorecard

ANALISIS PENERAPAN PENGANGGARAN BERBASIS KINERJA PADA PERUSAHAAN DAERAH AIR MINUM (PDAM).

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kinerja Perusahaan Daerah Air Minum PDAM yang diukur menggunakan Keputusan Ketua Badan Pendukung Pengembangan Sistem Penyediaan Air Minum

Dalam hal ini, pengukuran kinerja pada perspektif keuangan dan non keuangan dalam metode Balance Scorecard, Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kota Salatiga

Skripsi ini membahas mengenai Analisis Pengukuran Kinerja Perusahaan Dengan Menggunakan Pendekatan Balanced Scorecard Pada PT PLN (Persero) WS2JB Area

Konsep Balanced Scorecard digunakan untuk mengukur kinerja PDAM Kabupaten Batang tahun 2011 dan 2012 , sehingga dapat diketahui tingkat kinerja yang dicapai,

Berdasarkan hasil pengukuran kinerja manajemen perusahaan dengan menggunakan konsep balanced scorecard pada PDAM Tirta Benari Bajawa selama Tahun 2015 – 2017

Tesis ini berjudul ANALISIS KINERJA PERUSAHAAN DENGAN KERANGKA BALANCED SCORECARD STUDI KASUS PADA PERUSAHAAN AIR MINUM DALAM KEMASAN PT.. “X” , disusun sebagai salah satu syarat