LAPORAN TEKNIK PRODUKSI
RESERVOAR PARAMETER SENSITIVITIES (KURVA IPR DAN DIMENSIONLESS IPR)
OLEH:
Nama :Devina Cecilia Silaen (101316023)
Bernard Billyandi Tampubolon(101316141) Kelas : PE 1
Semester : V
TEKNIK PERMINYAKAN
FAKULTAS TEKNOLOGI EKSPLORASI DAN PRODUKSI UNIVERSITAS PERTAMINA
JAKARTA
2018
KATA PENGANTAR
Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena atas perkenaannya laporan mengenai kurva data produksi dapat terselesaikan dengan baik.
Tujuan dari pembuatan laporan ini adalah untuk memberikan gambaran mengenai peramalan produksi suatu lapangan berdasarkan data yang telah ada, yang mana data yang telah ada akan diolah membentuk suatu
kurva,sekaligus akan merepresentasikan penurunan tekanan reservoar dan pengaruhnya terhadap laju alir produksi fluida reservoar.
Diahrapkan dari laporan ini semoga dapat menjadi bahan evaluasi dan
tolak ukur mengenai produksi yang nantinya akan dilakukan.
Data
Data Range Data
Reservoir Pressure 1000-3000 psi Reservoir Thickness 10-50 ft
Oil Permeability 1-200 md
Oil Viscosity 2-100 cp
Oil Formation Volume Factor 1,05-1,20 bbl/stb
Drainage Area 500-2500 ft
Wellbore Radius 0,33-0,5 ft
Skin factor 0-20
Bubble Point Pressure 50 psi
Pembagian Range Data Data 1 Data 2 Data 3 Data 4 Data 5
Reservoir Pressure 1000 1368 1798 2365 3000
Reservoir Thickness 10 18 28 38 50
Oil Permeability 1 48 98 148 200
Oil Viscosity 2 38 58 88 100
Oil Formation Volume Factor 1,05 1,09 1,13 1,17 1,2
Drainage Area 500 900 1300 1700 2500
Wellbore Radius 0,33 0,39 0,42 0,46 0,5
Skin factor 0 7 12 17 20
𝐽 = 0.00708𝑘
𝑜ℎ 𝜇
𝑜𝐵
𝑜{ln( 𝑟
𝑒𝑟
𝑤) − 0.75 + 𝑆}
𝑞 = 0.00708𝑘
𝑜ℎ(𝑃
𝑟− 𝑃
𝑤𝑓) 𝜇
𝑜𝐵
𝑜{ln( 𝑟
𝑒𝑟
𝑤) − 0.75 + 𝑆}
Example KONDISI 1
Data
Range
Data Reservoir Pressure 1000 psi Reservoir Thickness 10 ft
Oil Permeability 1 md
Oil Viscosity 2 cp
Oil Formation Volume
Factor 1,05 bbl/stb
Drainage Area 500 ft
Wellbore Radius 0,33 ft
Skin factor 0
Production Index (J) 0,005128997
KONDISI 2
Data
Range
Data Reservoir Pressure 1368 psi Reservoir Thickness 10 ft
Oil Permeability 1 md
Oil Viscosity 2 cp
Oil Formation Volume
Factor 1,05 bbl/stb
Drainage Area 500 ft
Wellbore Radius 0,33 ft
Skin factor 0
KONDISI 3
Data
Range
Data
Reservoir Pressure 1798 psi
Reservoir Thickness 10 ft
Oil Permeability 1 md
Oil Viscosity 2 cp
Oil Formation Volume
Factor 1,05 bbl/stb
Drainage Area 500 ft
Wellbore Radius 0,33 ft
Skin factor 0
KONDISI 4
Data
Range
Data Reservoir Pressure 2365 psi Reservoir Thickness 10 ft
Oil Permeability 1 md
Oil Viscosity 2 cp
Oil Formation Volume
Factor 1,05 bbl/stb
Drainage Area 500 ft
Wellbore Radius 0,33 ft
Skin factor 0
KONDISI 5
Data
Range
Data
Reservoir Pressure 3000 psi
Reservoir Thickness 10 ft
Oil Permeability 1 md
Oil Viscosity 2 cp
Oil Formation Volume
Factor 1,05 bbl/stb
Drainage Area 500 ft
Wellbore Radius 0,33 ft
Skin factor 0
LAJU ALIR
Pwf Kondisi 1 Kondisi 2 Kondisi 3 Kondisi 4 Kondisi 5
3000 0,0000
2365 0,0000 3,2569
1798 0,0000 2,9081 6,1651
1368 0,0000 2,2055 5,1136 8,3705
1000 0,0000 1,8875 4,0929 7,0011 10,2580
778 1,1386 3,0261 5,2316 8,1397 11,3966
50 4,8725 6,7600 8,9655 11,8736 15,1305
0 5,1290 7,0165 9,2219 12,1301 15,3870
Untuk perubahan parameter yang lain, konsep pembuatan sama dengan contoh yang telah
0 1000 2000 3000 4000
0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17
Tekanan Alir Dasar Sumur, psi
Laju Produksi, stb/day
IPR
Kondisi 1 Kondisi 2 Kondisi 3 Kondisi 4 Kondisi 5
0 0.2 0.4 0.6 0.8 1
0 0.5 1 1.5
Pwf/ Pr es
q/qmax
dimensionlessreservoar pressure sensitivities
q(1)/qmax q(2)/qmax q(3)/qmax q(4)/qmax q(5)/qmax
Resume
Berdasarkan analisa yang telah dilakukan terhadap parameter reservoar, terdapat beberapa parameter penting yang dapat dianalisa, yaitu:
1. Data kurva menunjukkan aliran fluida dalam suatu media berpori, yang mana aliran produktif dari formasi dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti jumlah fasa yang mengalir(dalam kasus ini hanya satu fasa),sifat-sifat fisik batuan dan fluida reservoar, konfigurasi yang ada disekitar lubang bor seperti adanya skin factor.
2. Rezim aliran pada kasus ini dianggap sebagai aliran semi steady state, dimana pada aliran ini selisih tekanan antara tekanan di reservoar dan dilubang bor relatif dianggap konstan secara terus menerus selama produksi dilakukan, asumsi aliran dianggap sesuai dengan kondisi nyata dimana tekanan reservoar akan terus turun hingga mencapai tekanan abandon sumur,yang selanjutnya menjadi opsi apakah sumur akan terus diproduksikan menggunakan metode recovery produksi(EOR,gas lift atau injeksi steam).
3. Productivity index yang menyatakan kemampuan suatu sumur untuk berproduksi pada kondisi tertentu dapat diartikan secara matematis bahwa parameter ini adalah merupakan perbandingan antara laju produksi yang dihasilkan oleh suatu sumur pada suatu harga tekanan alir dasar sumur tertentu dengan selisih tekanan dasar sumur pada kondisi statis(belum diproduksikan) udan tekanan dasar sumur saat terjadi aliran produksi..
4. Pada data yang telah diproses sebenarnya sangat jauh dari kenyataan sebab pada fakta lapangan ketika produksi dilakukan tentunya akan terjadi aliran multifasa yang mana tekanan juga dapat berubah dibawah bubble point,namun asumsi awal adalah data diproses dengan aliran fasa tunggal sehingga mengabaikan penurunan tekanan dibawah bubble point.
5. Dari poin 4, konsekuensi terlihat pada kurva yang terbentuk, dimana kurva IPR akan menunjukkan plot yang linier berdasarkan penurunan tekanan terhadap aliran berfasa tunggal.
6. Kurva IPR yang diperoleh pada dasarnya hanya merupakan gambaran secara
kualitatif mengenai kemampuan sumur untuk berproduksi dalam kaitannya terhadap perencanaan suatu sumur. Kemiringan kurva IPR sendiri akan membentuk
kelengkungan yang mana harga productivity index tidak lagi merupakan harga yang konstan, karena kemiringan garis IPR akan berubah secara kontinyuuntuk setiap harga pwf.
7. Pada data excel, analisa perhitungan data dilakukan terhadap semua perubahan parameter sumur, dimana pengaruh visositas yang apabila semakin tinggi maka aliran fluida akan sulit mengalir ke permukaan. Kemudian densitas fluida juga sangat penting sebab akan merepresentasikan berat suatu fluida (SG) yang berdampak
terhadap harga jual dari fluida tersebut(semakin tinggi SGnya, maka fluida semakin ringan dan harga jual akan tinggi, demikian pula sebaliknya), lanjut daipada itu perbandingan radius reservoar terhadap radius lubang bor juga merupakan faktor penting yang mempengaruhi productivity index disamping perbedaan tekanan, sekaligus skin factor yang terus meningkat dimana data akan menunjukkan penurunan laju alir akibat skin factor tersebut.
8. Kurva yang diperoleh juga dapat memberikan gambaran mengenai laju alir
maksimum dan minimum yang dapat terjadi pada kondisi tertentu, hal ini penting untuk dianalisa sebab apabila sumur diproduksi dengan laju alir yang sangat besar maka akan berdampak terhadap tekanan aliran yang akan sangat cepat turun sehingga membuat sumur tidak produktif untuk selang waktu tertentu, konsekuensi lainnya dapat menyebabkan terbentuknya gas atau water coning didasar sumur yang justru membuat minyak sulit untuk mengalir ke sumur akibat coning tersebut
sehingga justru membuat air yang lebih banyak terproduksi.