• Tidak ada hasil yang ditemukan

ANALISIS TEKANAN PSIKOLOGIS TERHADAP IPK MAHASISWA

N/A
N/A
21-137 Anjelina Florensia. T

Academic year: 2025

Membagikan "ANALISIS TEKANAN PSIKOLOGIS TERHADAP IPK MAHASISWA"

Copied!
39
0
0

Teks penuh

Kami ingin menyampaikan rasa terima kasih yang sebesar- besarnya kepada semua pihak yang telah mendukung dan berkontribusi dalam penyelesaian proyek akhir ini yang berjudul "Kesehatan Mental dalam Perguruan Tinggi: Analisis Hubungan Tekanan Psikologis terhadap Nilai IPK Mahasiswa". Kami berharap penelitian ini memberikan pemahaman lebih baik tentang masalah kesehatan mental di kalangan mahasiswa dan mendorong perubahan positif dalam lingkungan akademik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara tekanan psikologis dengan prestasi akademik mahasiswa yang diukur melalui Indeks Prestasi Kumulatif (IPK).

Tekanan psikologis yang dialami oleh mahasiswa dapat berasal dari berbagai faktor internal dan eksternal yang dapat berdampak negatif pada kinerja akademik mereka. Penelitian ini juga menemukan bahwa kegiatan di luar akademik memiliki hubungan dengan tingkat tekanan psikologis dan IPK mahasiswa. Penelitian ini menyarankan perlunya peningkatan kesadaran tentang pentingnya kesehatan mental di kalangan mahasiswa, staf pengajar, dan administrasi perguruan tinggi.

Program dukungan mental, pelatihan manajemen stres, dan layanan konseling perlu dikembangkan untuk membantu mahasiswa mengatasi tekanan psikologis dan meningkatkan prestasi akademik mereka. Kesadaran tentang pentingnya kesehatan mental di kalangan mahasiswa, staf pengajar, dan administrasi perguruan tinggi perlu ditingkatkan. Berdasarkan hal diatas, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara tekanan psikologis dan prestasi akademik mahasiswa.

Oleh karena itu, peneliti tertarik untuk ikut serta dalam memberikan solusi untuk meningkatkan efisiensi dan kenyamanan bagi pengguna dengan menuangkannya pada penelitian yang berjudul “Kesehatan Mental dalam Perguruan Tinggi: Analisis Hubungan Tekanan Psikologis terhadap Nilai IPK Mahasiswa”.

Rumusan Masalah

Tujuan Penelitian

Manfaat Penelitian

Ruang Lingkup

Analisis statistik untuk mengevaluasi hubungan antara tingkat tekanan psikologis dan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) mahasiswa.

TINJAUAN PUSTAKA

Kesehatan Mental

Masalah kesehatan mental dapat berpengaruh pada menurunnya kualitas hidup seseorang, meningkatnya risiko penyakit menular, dan berkontribusi pada cedera yang tidak disengaja maupun disengaja. Adanya masalah pada kondisi mental seseorang dianggap sebagai salah satu penyebab utama ketidakbahagiaan di dunia. Kesehatan mental dapat diterapkan di berbagai aspek kehidupan sosial, termasuk keluarga, sekolah, dan masyarakat secara umum.

Implementasi dan pengembangan kesehatan mental dalam unit-unit sosial yang terorganisir ini didasarkan pada prinsip-prinsip psikologis. Artinya, perkembangan kesehatan mental seseorang sangat dipengaruhi oleh kualitas kondisi psikologis atau iklim lingkungan di mana individu tersebut berada (Fakhriyani, 2019).

Tekanan Psikologis pada Mahasiswa

Mahasiswa merupakan kelompok yang rentan terhadap tekanan psikologis yang berasal dari lingkungan pendidikannya maupun diluar kehidupan pendidikannya. Apabila seorang mahasiswa tidak mampu beradaptasi dengan baik dan menggunakan strategi penanganan stres yang tidak efektif, hal itu dapat membuatnya sulit mengatasi tekanan dari lingkungan sekitarnya. Akibatnya, fokusnya terganggu dalam proses belajar, yang pada akhirnya dapat berdampak negatif pada prestasi akademiknya.

Sebaliknya, jika seorang mahasiswa mampu beradaptasi dengan baik dalam lingkungan akademiknya, ia dapat menghadapi proses belajar secara optimal dan mencapai hasil akademik yang memuaskan (Haq et al., 2021). Stres yang dirasakan oleh mahasiswa dapat memengaruhi tingkat kepuasan dalam belajar, yaitu bagaimana mereka merasakan lingkungan belajar yang mendukung prestasi akademik mereka. Selain berdampak langsung pada prestasi akademik, tekanan psikologis juga mempengaruhi kualitas hidup dan kesejahteraan psikologis.

Regresi Linear Berganda

Model regresi sering digunakan dalam ilmu statistik untuk untuk mengekspresikan kelas sebagai kombinasi dari atribut dengan bobot yang telah ditentukan, sesuai dengan rumus berikut.

Uji Korelasi Spearman

Penelitian Terkait

Dengan menggunakan metode survei dan analisis regresi, penelitian ini menemukan bahwa tingkat stres akademik yang tinggi secara signifikan berhubungan dengan penurunan IPK mahasiswa (Ulfah, 2023). Hasil uji regresi menunjukkan bahwa depresi, kecemasan, dan stres tidak berpengaruh secara signifikan terhadap IPK mahasiswa tahun pertama (Putri, 2018). Hasil analisis menunjukkan bahwa stres akademik dan kecerdasan emosional dapat memprediksi kesejahteraan subjektif mahasiswa (Julika & . Setiyawati, 2019).

Hasil analisis menunjukkan bahwa subjek memiliki tingkat kesehatan mental yang tinggi dan profil gangguan mental minimal (Aziz et al., 2022). Dapat dilihat bahwa Penelitian terdahulu telah memberikan bukti yang konsisten bahwa tekanan psikologis mempengaruhi kinerja akademik mahasiswa, yang tercermin dalam IPK mereka. Faktor- faktor seperti stres akademik, ekspektasi orang tua, kompetisi antar individu, dan faktor personal seperti self-esteem, semuanya memiliki peran yang signifikan dalam mempengaruhi respons dan pencapaian akademik mahasiswa.

Namun, terdapat kebutuhan untuk penelitian lebih lanjut untuk memahami mekanisme yang lebih dalam serta faktor-faktor lain yang mungkin memoderasi hubungan antara tekanan psikologis dan IPK mahasiswa. Google Collaboratory digunakan untuk mengolah data kuesioner, melihat analisis deskriptif, hubungan korelasi antar variabel, analisis regresi linear berganda, dan visualisasi data.

Desain Penelitian

Populasi dan Sampel .1 Populasi

  • Sampel

Instrumen Penelitian

  • Uji Validitas
  • Uji Reliabilitas

Metode Pengumpulan Data

Teknik Analisis Data

  • Uji Validitas Pearson Correlation
  • Uji Reliabilitas Cronbach Alpha

Uji validitas yang dilakukan yaitu dengan membandingkan nilai r hitung dengan r tabel untuk df (degree of freedom) = n-2. Dengan menggunakan tingkat kepercayaan 5% dan df = 138 didapatkan nilai r tabel yaitu 0,1396 dan untuk kaidah pernyataan itu valid yaitu jika r hitung > r tabel. Hasil uji validitas menggunakan pengujian Pearson Correlation di atas, didapatkan bahwa dari pernyataan pertama hingga pernyataan terakhir telah valid atau instrumen penelitian yang digunakan telah valid atau terpercaya untuk digunakan dalam melakukan penelitian mengenai pengaruh tekanan psikologis dengan nilai IPK mahasiswa.

Uji reliabilitas Cronbach Alpha yang dilakukan terhadap instrumen penelitian ini yaitu dikatakan reliabel jika nilai Cronbach Alpha melebihi nilai acuan yaitu 0,6. Jika nilai Cronbach Alpha kurang dari nilai acuan, maka instrumen penelitian yang dimiliki tidak reliabel. Hasil pengujian diatas menunjukkan bahwa nilai Cronbach Alpha lebih besar dari nilai acuan yaitu 0,807 > 0,60 dan didapatkan kesimpulan bahwa seluruh butir pernyataan dalam kuesioner yang diberikan kepada responden yaitu bersifat reliabel, yang berarti bahwa hasil yang didapatkan dapat dipercaya dan tidak terpengaruh oleh faktor lain.

Deskripsi Data Responden

Mahasiswa yang menjadi responden pada penelitian ini tersebar pada interval semester 2 hingga semester 8, dimana semester 6 paling mendominasi dalam data yaitu sebanyak 72% dari total responden. Jika ini dibandingkan dengan semester lain terdapat perbedaan yang cukup signifikan atau persebaran responden di tiap semester kurang merata. Banyak responden di semester selain semester 6 sangat sedikit dan tidak ada yg mendekati proporsi responden di semester 6.

Selain dalam bidang akademik, sebagian besar responden mengikuti kegiatan non-akademik, baik itu kegiatan berorganisasi, part-time job, dan sebagainya. Dari hasil diatas dapat dilihat bahwa responden dalam penelitian ini cenderung sering aktif dalam kegiatan diluar akademik, entah itu kegiatan organisasi, part-time job, atau kegiatan non-akademik. Sedangkan yang paling sedikit ialah mereka yang tidak aktif dalam kegiatan non-akademik dimana sebanyak 14% dari total responden memilih untuk tidak terlibat aktif dalam kegiatan diluar akademik.

Hal ini bermakna bahwa mayoritas responden berjenis kelamin perempuan dengan perbandingan yang cukup signifikan dengan responden laki-laki. Jika kita melihat nilai median usia 20 tahun dan modus usia 20 tahun, maka dapat diketahui bahwa setengah dari responden berada dibawah 20 tahun dan setengahnya lagi diatas 20 tahun, serta usia yang paling banyak muncul yaitu usia 20 tahun. Untuk range usia yaitu 7 tahun dengan usia paling muda yaitu 18 tahun dan usia paling tua yaitu 25 tahun.

Analisis Deskriptif Tekanan Psikologis

Instrumen Deskriptif Tekanan Psikologis

Analisis Uji Korelasi Tekanan Psikologis dan Nilai IPK

Analisis Regresi Linear Berganda

Secara keseluruhan, terdapat pengaruh negatif besar dari tekanan psikologis terhadap IPK dan pengaruh negatif yang kecil dari kegiatan non-akademik terhadap IPK. Meskipun koefisiennya kecil, ini menunjukkan bahwa meningkatnya tekanan psikologis dan keaktifan berkegiatan di luar kegiatan akademik sedikit menurunkan IPK mahasiswa.

Hasil dan Pembahasan

Pengkategorian tekanan psikologis terhadap 140 responden meliputi 30% dari total responden yang memiliki tekanan psikologis, dan 70% sisanya tidak memiliki indikasi tekanan psikologis. Salah satu variabel utama yang diteliti dalam penelitian ini yaitu IPK responden menunjukkan bahwa rata-rata IPK yang dimiliki sebesar 3,65 dimana IPK tertinggi yaitu sebesar 4,00 dan paling rendah yaitu 2,00. Untuk melihat bagaimana Tekanan Psikologis mempengaruhi IPK mahasiswa, telah dilakukan pengujian melalui Uji Korelasi Spearman dan Analisis Regresi Linear Berganda.

Hasil Uji Korelasi Spearman menunjukkan adanya hubungan negatif yang sangat lemah antara IPK dan Tekanan Psikologis (-0,103), yang berarti ketika tekanan psikologis meningkat, IPK cenderung sedikit menurun. Hasil model regresi menunjukkan bahwa setiap peningkatan satu unit pada skala tekanan psikologis menurunkan IPK sebesar 0,082, sementara peningkatan satu unit pada skala kegiatan non-akademik menurunkan IPK sebesar 0,040. Ini mengindikasikan adanya pengaruh negatif kecil dari tekanan psikologis dan kegiatan non- akademik terhadap IPK, dengan pengaruh tekanan psikologis sedikit lebih besar.

Secara keseluruhan, meningkatnya tekanan psikologis dan keaktifan dalam kegiatan non-akademik sedikit menurunkan IPK mahasiswa. Pentingnya Kesehatan Mental dalam Perguruan Tinggi pada penelitian ini mengeksplorasi hubungan antara tekanan psikologis dan indeks prestasi kumulatif (IPK) mahasiswa. Pengaruh Tekanan Psikologis terhadap IPK yang meskipun hubungan antara tekanan psikologis dan IPK cenderung negatif, hasil uji korelasi menunjukkan bahwa hubungan ini sangat lemah dan tidak signifikan secara statistik.

Oleh karena itu, upaya untuk mengurangi tekanan psikologis dapat berdampak positif pada prestasi akademik mahasiswa. Secara keseluruhan, penelitian ini menyimpulkan bahwa tekanan psikologis dan partisipasi dalam kegiatan non-akademik memiliki dampak negatif kecil terhadap IPK mahasiswa. Walaupun hubungan ini lemah, temuan tersebut sejalan dengan kecenderungan umum bahwa tekanan psikologis dapat merugikan prestasi akademik.

Penelitian ini memberikan kontribusi signifikan dalam memahami hubungan antara kesehatan mental dan kinerja akademik di perguruan tinggi, serta dapat menjadi dasar untuk pengembangan kebijakan dan intervensi yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan psikologis mahasiswa guna mendukung pencapaian akademik yang optimal.

Saran

Peneliti selanjutnya juga diharapkan untuk mempertimbangkan keterbatasan yang ada dalam penelitian ini, terutama terkait dengan banyaknya variabel yang dapat mempengaruhi hasil penelitian dan kendala waktu yang terbatas untuk mendapatkan sampel dengan jumlah yang lebih banyak.

Rekomendasi

  • Rekomendasi Penelitian Selanjutnya
  • Rekomendasi untuk Stakeholder

Pihak kampus dapat melakukan sosialisasi kepada orang tua untuk dapat menjalin komunikasi terbuka kepada mahasiswa, terutama terkait dengan permasalahan yang dihadapi mahasiswa. Pihak kampus dan pemerintah membangun sistem evaluasi dalam satu panel yang menghubungkan antara mahasiswa, orang tua dan dosen pembimbing akademik serta terhubung kepada pelayanan kesehatan psikologis dan konsultan akademik. Dengan sistem ini diharapkan orang tua dan dosen pembingbing akademik dapat memantau kinerja akademik mahasiswa secara berkala untuk melihat apakah mahasiswa belajar dalam keadan baik atau tidak serta adakah masalah yang menghambat kinerja akademik mahasiswa.

Analisis Korelasi Spearman SNI ISO Standar Sistem Manajemen Kualitas Terhadap Hak Kekayaan Industrial di Indonesia. Penerapan Uji Korelasi Spearman Untuk Mengkaji Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Diabetes Melitus Di Puskesmas Sicincin Kabupaten Padang Pariaman.

Referensi

Dokumen terkait

mengetahui tanggapan responden faktor budaya, sosial, pribadi dan psikologis.. terhadap keputusan pembelian handphone merek BlackBerry pada mahasiswa Fakultas Hukum USU.

Hasil penelitian kuantitatif tentang kematangan psikologis mahasiswa psikologi di Fakultas Psikologi Universitas Sanata Dharma menunjukkan bahwa dari total 53 subyek ditemukan

Berdasarkan uraian di atas, peneliti ingin meneliti tentang efek aromaterapi lavender secara evaporasi terhadap penurunan tekanan darah dan denyut jantung pada mahasiswa

Berdasarkan hasil dari angket analisis game online terhadap Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) yang sudah sebar secara acak pada mahasiswa pendidikan matematika semester IV Universitas

Universitas Bunda Mulia untuk kategori mahasiswa: sangat memuaskan, memuas- kan, baik, cukup dan kurang mempunyai Rambatan IPK dibawah Rerata Rambatan Kopertis

Berdasarkan hasil pembahasan faktor-faktor yang mempengaruhi IPK diperoleh kesimpulan bahwa uang saku memiliki pengaruh tak langsung sebesar -0,211, usia berpengaruh

Berdasarkan data tabel 23 dari total 10 responden didapatkan rata-rata tekanan darah sistolik sebelum diberikan intervensi pemberian Jus Kombinasi (Pisang Ambon, Tomat

HASIL DAN PEMBAHASAN Deskripsi Minat Mahasiswa Berwirausaha Untuk Indikator Interest Pertanyaan Interest Nomor 1 Jawaban Responden Jumlah Persentase % Skor Ya 70 70 140 Tidak 30 30