• Tidak ada hasil yang ditemukan

Analisis Tingkat Kesulitan Peserta Didik dalam Praktikum Mata Pelajaran Biologi Kelas XI IPA di SMA Negeri 1 Kopang

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "Analisis Tingkat Kesulitan Peserta Didik dalam Praktikum Mata Pelajaran Biologi Kelas XI IPA di SMA Negeri 1 Kopang"

Copied!
12
0
0

Teks penuh

(1)

ANALISIS TINGKAT KESULITAN YANG DIALAMI PESERTA DIDIK DALAM PRAKTIKUM PADA MATA PELAJARAN BIOLOGI

KELAS XI IPA DI SMA NEGERI 1 KOPANG

SKRIPSI Oleh

BAIQ. SITI KHAERUNNISA M.

NIM. E1A014006

Diajukan untuk Memenuhi Persyaratan dalam Menyelesaikan Program Sarjana (S1) Pendidikan Program Studi Biologi Universitas Mataram

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BIOLOGI JURUSAN PENDIDIKAN MIPA

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS MATARAM

2018

(2)
(3)

ANALISIS TINGKAT KESULITAN YANG DIALAMI PESERTA DIDIK DALAM

PRAKTIKUM PADA MATA PELAJARAN BIOLOGI KELAS XI IPA DI SMA NEGERI 1 KOPANG

Oleh:

Baiq Siti Khaerunnisa M.1), Kusmiyati2), Moh.Liwa Ilhamdi3)

1) Mahasiswi Pendidikan Biologi FKIP Universitas Mataram

2) 3)

Dosen Pendidikan Biologi FKIP Universitas Mataram Universitas Mataram, Jalan Majapahit No. 62 Mataram

Email: [email protected]

ABSTRAK

Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui kesulitan yang dialami peserta didik dalam praktikum pada mata pelajaran biologi kelas XI IPA di SMA Negeri 1 Kopang. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif. Populasi dalam penelitian ini yaitu seluruh peserta didik SMA Negeri 1 Kopang yang terdiri dari 552 orang. Teknik pengambilan sampel adalah purposive sampling. Instrumen pengumpulan data yang dugunakan adalah instrumen angket tertutup tipe pilihan ganda. Instrumen angket tipe pilihan ganda ini terdiri dari 5 pilihan jawaban alternatif yaitu sangat setuju (SS), setuju (S), cukup setuju (CS), kurang setuju (KS), dan tidak setuju (TS). Analisis data dihitung menggunakan rumus persentase tingkat kesulitan dan perbandingan persentase tingkat kesulitan. Hasil analisis data menunjukkan bahwa 76,1%

mengalami kesulitan dengan kategori sulit. Kesimpulan untuk tingkat kesulitan peserta didik dalam praktikum adalah keterampilan, kesiapan, psikologis emosional kebiasaan sikap, kondisi jasmani minat praktikum, ketelitian konsentrasi, pengetahuan materi praktikum dan motivasi peserta didik.

Kata Kunci: Tingkat Kesulitan, Praktikum, Biologi.

PENDAHULUAN

Praktikum merupakan suatu kegiatan yang diselenggarakan oleh pendidik dan dilaksanakan oleh peserta didik, yang bertujuan untuk memberikan pengalaman pada peserta didik, serta dapat membuktikan secara ilmiah tentang teori atau materi yang telah diajarkan oleh pendidik. Peserta didik yang berkualitas juga haruslah memiliki pendidik yang berkualitas, sehingga proses belajar mengajar disekolah juga lancar. Namun, pada hakikatnya setiap dari proses pembelajaran terdapat sebuah kesulitan yang dialami oleh peserta didik maupun pendidik yang dapat disebabkan dari faktor ekternal dan faktor internalnya. Kesulitan belajar merupakan suatu kelainan yang

mengganggu penderita dalam memahami setiap hal yang ditelaahnya.

SMA Negeri 1 Kopang merupakan sekolah yang memiliki fasilitas yang cukup memadai, khususnya pada kelengkapan laboratorium yang dimilikinya. Berbagai kesulitan yang dialami peserta didik dapat dilihat dari sifat, motivasi atau kerajinan peserta didik dalam melaksanakan seluruh aktivitas sekolah seperti praktikum.

Sebagian besar peserta didik memiliki latar belakang keluarga yang perekonomiannya menengah kebawah. Sehingga, peserta didik diketahui memiliki kesulitan tersendiri dari proses pelaksanaan praktikum khususnya pada saat pengadaan alat dan bahan yang memakai pembiayaan pribadi maupun perkelompok, ataupun

(4)

kekurangan alat-alat sehingga praktikum tidak terlaksana dengan baik yang seharusnya mampu menunjang kebenaran suatu teori sehingga dapat diaplikasikan oleh peserta didik dalam kehidupan nyatanya.

METODOLOGI PENELITIAN Penelitian dilaksanakan pada akhir bulan Juli 2018 hingga awal bulan Agustus 2018, sedangkan pengambilan data penelitian pada tanggal 23 Juli 2018 sampai dengan tanggal 25 Juli 2018. Pengambilan data berada di SMA Negeri 1 Kopang.

Alat dan Bahan

Alat yang digunakan dalam penelitian ini adalah kertas HVS yang berisi tentang soal-soal angket yang akan dijawab oleh peserta didik. Bahan yang digunakan diantaranya adalah pulpen dan alat tulis lain sebagai penunjang dalam menjawab soal- soal yang ada pada angket.

Metode Penelitian

Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif. Statistik deskriptif dipergunakan untuk mengorganisasikan dan meringkas data numerik yang diperoleh dari hasil pengumpulan data di lapangan (Soepeno, 2002: 11). Juliadi, (2014: 65) berpendapat bahwa data primer merupakan data mentah yang diambil oleh peneliti sendiri (bukan dari orang lain).

Faktornya kesulitan eksternal dan kesulitan internal pada tiap-tiap soal angket memiliki 2 jenis pernyataan yaitu pernyataan yang bersifat positif, untuk pilihan ganda diberi skor a= 5, b= 4, c= 3, d= 2, dan e= 1 dan pernyataaan yang bersifat negatif pilihan ganda diberikan skor a= 1, b= 2, c= 3, d= 4, dan e= 5. Dari kesulitan tersebut tersusun indikator kesulitan faktor internal dan faktor eksternal pada tabel sebagai berikut:

Tabel 1. Kisi-kisi Angket Penelitian

Variabel Indikator Sebaran butir soal

dalam angket Kesulitan-kesulitan

yang dialami peserta didik dalam

praktikum pada mata pelajaran biologi kelas XI IPA di SMA Negeri 1 Kopang.

1. Faktor internal

a. Ketelitian dan konsentrasi (1), (2), (3), (4) b. Keterampilan peserta didik (5), (6), (7) c. Pengetahuan peserta didik tentang materi

praktikum

(8), (9), (10), (11)

d. Kesiapan peserta didik (12), (13)

e. Psikologis peserta didik (14), (15) f. Emosional dan kebiasaan sikap peserta didik (16), (17), (18) g. Kondisi jasmani peserta didik (19), (20) h. Minat peserta didik terhadap praktikum (21), (22), (23) i. Motivasi peserta didik (24), (25), (26) 2. Faktor Eksternal

a. Petunjuk praktikum (27)

b. Alat praktikum (28), (29)

c. Alokasi waktu praktikum (30)

d. Laporan praktikum (31), (32)

e. Bahan-bahan praktikum (33)

f. Teman bermain peserta didik (34), (35)

g. Metode praktikum (36), (37)

h. Buku/pedoman praktikum (38)

i. Kemampuan guru (39), (40), (41)

j. Tenaga laboran dan beban mengajar guru (42), (43)

k. Lingkungan sekolah (44), (45)

(Yusni, 15: 2006).

(5)

Uji Validitas Angket

Validitas butir soal uraian dihitung dengan rumus product moment sebagai berikut :

Keterangan :

rxy = Koefisien korelasi antara variabel x dan variabel y

∑X = Jumlah skor butir soal

∑Y = Jumlah skor total X2 = Kuadrat dari X Y2 = Kuadrat dari Y

N =Jumlah sampel (Siyoto & Ali, 2015: 89).

Uji Reliabilitas Angket

Mencari reliabilitas dengan rumus Spearman-Brown, Dari analisis ini skor- skor dikelompokkan menjadi dua berdasarkan belahan bagian soal yaitu ganjil-genap. Rumus Spearman-Brown yaitu:

Keterangan :

r11 = reliabilitas instrument

r1/2 ½ =rxy yang disebutkan sebagai indeks korelasi antara dua belahan instrument

(Arikunto, 2010: 223).

Analisis Data

Muhidin (2003) dalam Yusni (2006:

16), data yang didapat dari lapangan selanjutnya akan di analisis serta di tabulasikan dengan rumus persentase yang akurat.Langkah-langkah menganalisis data yaitu menghitung skor angket terlebih dahulu, menentukan kategori kesulitan, mencari persentase responden serta perbandingan persentase pada masing- masing kategori.

Menghitung Skor Angket Keseluruhan

Pernyataan soal angket yang berjumlah 52 butir soal, 7 soal teridentifikasi tidak valid. Sehingga, soal yang teridentifikasi tidak valid telah di tiadakan dan butir soal yang valid sebanyak 45 soal. Perhitungan skor angket untuk seluruh soal yaitu jumlah skor tertinggi=

jumlah soal x skor tertinggi yaitu 45x 5=

225, dan untuk perhitungan jumlah skor terendah= jumlah soal x skor terendah yaitu

= 45x 1= 45. Sehingga rentang nilai yang didapatkan dari perhitungan skor angket adalah jumlah skor tertinggi – jumlah skor terendah, adalah 225- 45= 180.

Menentukan Rentang Nilai Kategori Kesulitan Seluruh Peserta Didik

Penentuan kategori kesulitan responden terbagi menjadi 5 kategori yaitu sangat sulit, sulit, kurang sulit, tidak sulit, dan sangat tidak sulit. Rentang nilai skor pada soal angket adalah 180 dibagi dengan jumlah kategori yang ada yaitu, 180: 5= 36.

Sehingga, diketahui rentang nilai pada masing-masing kategori adalah sebagai berikut:

Tabel 2. Kategori Tingkat Kesulitan Seluruh Responden

Tingkat kesulitan Kategori 45-80 Sangat tidak sulit

81-116 Tidak sulit

117-152 Cukup sulit

153-188 Sulit

189-225 Sangat sulit

(Hadi, 2005: 108).

Menentukan Kategori Kesulitan Faktor Internal

Perhitungan jumlah skor tingkat kesulitan faktor internal dengan rentang nilai. jumlah soal sebanyak 26 sehingga rentang nilai skor pada seluruh soal angket adalah 104 dibagi dengan jumlah kategori yang ada yaitu, 104: 5= 21. Sehingga, diketahui rentang nilai pada masing-masing kategori adalah sebagai berikut:

Tabel 3. Kategori Tingkat Kesulitan Seluruh Responden Faktor Internal

Tingkat kesulitan Kategori 26-46 Sangat tidak sulit

47-67 Tidak sulit

(6)

68-88 Cukup sulit

89-109 Sulit

110-131 Sangat sulit

(Hadi, 2005: 108).

Menentukan Kategori Kesulitan Faktor Eksternal

Jumlah soal sebanyak 19 sehingga rentang nilai skor pada seluruh soal angket adalah 76 dibagi dengan jumlah kategori yang ada yaitu, 76: 5= 15. Sehingga,

diketahui rentang nilai pada masing-masing kategori adalah sebagai berikut:

Tabel 4. Kategori Tingkat Kesulitan Seluruh Responden Faktor Eksternal

Tingkat kesulitan Kategori 19-34 Sangat tidak sulit

35-50 Tidak sulit

51-66 Cukup sulit

67-82 Sulit

83-99 Sangat sulit

(Hadi, 2005: 108).

Menentukan Kategori Kesulitan Per Indikator Pada Faktor Internal

Perhitungan jumlah skor per indikator pada faktor internal diawali dengan menghitung skor tertinggi dan skor

terendah. Selanjutnya, dilakukan perhitungan rentang skor dan dibagi dengan jumlah kategori yaitu 5. Maka, diketahui rentang nilai pada masing-masing kategori adalah sebagai berikut:

Tabel 5. Kategori Rentang Nilai Per Indikator Pada Faktor Internal

Tingkat Kesulitan Indikator Faktor Internal Kategori

a b c d e f g h I

4-6 3-5 4-6 2-3 2-3 3-5 2-3 3-5 3-5 STS

7-9 6-8 7-9 4-5 4-5 6-8 4-5 6-8 6-8 TS

10-12 9-11 10-12 6-7 6-7 9-11 6-7 9-11 9-11 CS

13-15 12-14 13-15 8-9 8-9 12-14 8-9 12-14 12-14 S 16-19 15-17 16-19 10-12 10-12 15-17 10-12 15-17 15-17 SS

Keterangan:

a= Ketelitian dan konsentrasi b= Keterampilan peserta didik

c= Pengetahuan tentang materi praktikum d= Kesiapan peserta didik

e= Psikologis peserta didik

f= Emosional dan kebiasaan sikap g= Kondisi jasmani peserta didik

h= Minat peserta didik terhadap praktikum i= Motivasi peserta didik (Hadi, 2005:

108).

Menentukan Kategori Kesulitan Per Indikator Pada Faktor Eksternal

Perhitungan jumlah skor per indikator pada faktor eksternal diawali dengan menghitung skor tertinggi dan skor terendah. Selanjutnya, dilakukan perhitungan rentang skor dan dibagi dengan jumlah kategori yaitu 5. Maka, diketahui rentang nilai pada masing-masing kategori adalah sebagai berikut:

Tabel 6. Kategori Rentang Nilai Per Indikator Pada Faktor Eksternal

Tingkat Kesulitan Indikator Faktor Eksternal Kategori

a b c d e f g h i j k

1-1,8 2-3 1-1,8 2-3 1-1,8 2-3 2-3 1-1,8 3-5 2-3 2-3 STS

2-2,8 4-5 2-2,8 4-5 2-2,8 4-5 4-5 2-2,8 6-8 4-5 4-5 TS

3-3,8 6-7 3-3,8 6-7 3-3,8 6-7 6-7 3-3,8 9-11 6-7 6-7 CS

4-4,8 8-9 4-4,8 8-9 4-4,8 8-9 8-9 4-4,8 12-14 8-9 8-9 S

5-5,8 10-12 5-5,8 10-12 5-5,8 10-12 10-12 5-5,8 15-17 10-12 10-12 SS

Keterangan:

a= Petunjuk praktikum b= Alat praktikum c= Alokasi waktu d= Laporan praktikum e=Bahan-bahan praktikum f= Teman bermain peserta didik g= Metode praktikum

h= Buku/ pedoman praktikum i= Kemampuan guru

j= Tenaga laboran dan beban mengajar guru

k= Lingkungan sekolah (Hadi, 2005: 108).

Mencari Persentase Responden Pada Masing-masing Kategori

(7)

Jumlah setiap responden yang masuk dalam kategori sulit, cukup sulit, kurang sulit dan tidak sulit, selanjutnya dipersentasekan menggunakan rumus sebagai berikut:

P=

Keterangan:

P= Proporsi tingkat kesulitan responden F= Responden pada kategori

N= Jumlah responden (Sudijono, 2015: 43).

HASIL PENELITIAN Deskripsi Data Hasil Penelian

Kemampuan yang dimiliki oleh peserta didik di SMAN 1 Kopang dalam melakukan praktikum pada mata pelajaran biologi tentang kesulitan yang dialami peserta didik saat praktikum. Seluruh peserta didik kelas XI IPA di SMA Negeri 1 Kopang berjumlah 88 orang. Persentase kesulitan peserta didik kelas XI IPA di SMA Negeri 1 Kopang adalah 76,1%

dengan kategori sulit.

Persentase Kategori Kesulitan Seluruh Responden

Data yang telah dianalisis menggunakan rumus persentase dan dibuat tabel data responden sebagai berikut:

Gambar 1. Diagram Persentase Kesulitan Seluruh Responden

Persentase Kategori Kesulitan Faktor Internal

Data yang diperoleh memiliki tingkat kesulitan faktor internal pada praktikum biologi disusun dalam tabel sebagai berikut:

Gambar 2. Diagram Persentase Kesulitan Seluruh Responden Faktor Internal

Persentase Kategori Kesulitan Faktor Eksternal

Data yang diperoleh memiliki tingkat kesulitan yang berbeda-beda pada faktor eksternalnya. Sehingga, data yang telah didapat selanjutnya dianalisis tingkat persentasenya sesuai dengan rumus persentase kategori yang telah disusun dalam tabel sebagai berikut:

Gambar 3. Diagram Persentase Kesulitan Seluruh Responden Faktor Eksternal

Persentase Kategori Kesulitan Per Indikator

Berdasarkan hasil analisis data, diketahui peserta didik mengalami kesulitan dengan 5 kategori yang berbeda yaitu kategori sangat tidak sulit, tidak sulit, cukup sulit, sulit dan sangat sulit dan disusun kedalam tabel sebagai berikut:

0% 0%

19%

76%

5%

Persentase Kategori Kesulitan STS TS CS S SS

0%

0% 15%

81%

4%

Persentase Kesulitan Faktor Internal

STS TS CS S SS

0%

1%

35%

60%

4%

Persentase Kesulitan Faktor Eksternal

STS TS CS S SS

(8)

Gambar 5. Diagram Persentase Kategori Indikator Faktor Internal

Gambar 4.6 Diagram Persentase Kategori Indikator Faktor Eksternal Perbandingan Persentase Kesulitan

Seluruh Responden

Perbandingan persentase kesulitan seluruh responden disusun pada tabel sebagai berikut:

Gambar 7. Diagram Perbandingan PersentaseTingkat Kesulitan Seluruh Responden

Perbandingan Persentase Kesulitan Faktor Internal

Data Perbandingan persentase kesulitan seluruh responden pada faktor internal disusun pada tabel sebagai berikut:

Gambar 8. Diagram Perbandingan Persentase Kesulitan Responden Faktor Internal

0 4.5

0 2.3 1.1 2.3 0 1.1 0

5.7

30.7

1.1 5.7

20.5

10.2

5.7 5.7 6.8

28.4

44.3

13.6

42 46.6

23.9

15.9

31.8 29.5 25

19.3

53.4

43.2

22.7

55.7

25

50 52.3 40.9

1.1

31.8

6.8 9.1 8

53.4

11.4 11.4

a b c d e f g h i

Persentase Kategori Indikator Internal

Persentase Kesulitan STS (%) Persentase Kesulitan TS (%) Persentase Kesulitan CS (%) Persentase Kesulitan S (%) Persentase Kesulitan SS (%)

1.1 4.5 1.1 4.5 3.4 0 3.4 3.4 1.1 5.7 1.1 8 5.7 20.5

4.5 10.2 21.6

9.1 4.5

15.9 26.1

20.5 28.4 30.7 38.6 37.5

29.5 23.9

52.3 25

46.6

40.9 42 51.1 60.2

21.6 50

40.9 37.5 30.7

44.3 35.2

21.6 23.9 14.8

3.4

15.9

8 15.9 13.6 6.8

20.5

1.1 3.4 8

a b c d e f g h i j k

Persentase Kategori Indikator Eksternal

Persentase Kesulitan STS (%) Persentase Kesulitan TS (%) Persentase Kesulitan CS (%) Persentase Kesulitan S (%) Persentase Kesulitan SS (%)

20%

32% 26%

22%

Perbandingan Persentase

XI IPA 1 XI IPA 2 XI IPA 3 XI IPA 4

21%

39% 19%

21%

Perbandingan Persentase Faktor Internal

XI IPA 1 XI IPA 2 XI IPA 3 XI IPA 4

(9)

Perbandingan Persentase Kesulitan Faktor Eksternal

Perbandingan persentase kesulitan seluruh responden pada faktor eksternal disusun pada tabel sebagai berikut:

Gambar 9. Diagram Perbandingan Persentase Kesulitan Responden Faktor Eksternal

Perbandingan Persentase Kesulitan Per Indikator

Perbandingan persentase kesulitan seluruh responden pada masing-masing indikator faktor internal dan faktor eksternal disusun pada tabel sebagai berikut:

Gambar 10. Diagram Perbandingan Persentase Kesulitan Indikator Faktor Internal

Gambar 11. Diagram Perbandingan Persentase Kesulitan Indikator Faktor Eksternal

PEMBAHASAN

Kesulitan praktikum yang dialami peserta didik kelas XI IPA di SMA Negeri 1 Kopang pada mata pelajaran biologi sebagian besar mengalami kesulitan dengan persentase kategori sulit, yaitu sebesar 76,1%. Persentase tingkat kesulitan peserta didik paling banyak mengalami masalah kesulitan saat praktikum adalah pada faktor internal, yaitu 19% pada indikator keterampilan peserta didik. sedangkan, pada faktor eksternal 12% berada ditenaga laboran/ beban mengajar guru. Faktor kesulitan yang dihadapi peserta didik seperti psikologis peserta didik (12%) sering terganggu seperti jarang bersosialisasi, motivasi (8%), emosional dan kebiasaan sikap para peserta didik (12%) yang buruk atau malas juga seringkali menjadi penyebab terjadinya kegagalan selama praktikum, kondisi jasmani peserta didik (10%) seperti memiliki cacat, serta minat peserta didik terhadap praktikum (10%) yang masih rendah juga dapat ditingkatkan dengan diskusi kelompok. Konsentrasi dan ketelitian (9%) yang melemah, Penyebab peserta didik mengalami kesulitan karena konsentrasi yang terganggu. Sehingga, guru wajib memberikan motivasi atau dorongan yang dapat meningkatkan konsentrasi peserta didik saat praktikum berlangsung yaitu seperti kenyamanan, dan kedisiplinan dalam ruangan serta mengajarkan peserta didik agar tetap menjaga kebersihan ruangan, alat dan lain sebagainya.

Faktor lain yang menyebabkan peserta didik mengalami kesulitan adalah kemampuan keterampilan (19%). Hal ini didukung oleh penelitian yang telah dilakukan Krik & Gallagher, tentang pelatihan penguasaan tugas keterampilan yang ditekankan pada penyerderhanaan dari langkah-langkah atau tugas-tugas keterampilan yang perlu dikuasi individu, sehingga mampu memberi kesempatan pada individu yang bersangkutan untuk lebih berkonsentrasi dalam menguasai

20%

28% 25%

27%

Perbandingan Persentase Faktor Eksternal

XI IPA 1 XI IPA 2 XI IPA 3 XI IPA 4

9%

19%

8%

12% 12%

12%

10%

10% 8%

Perbandingan Persentase Indikator Faktor Internal

a b

c d

e f

g h

i

8% 6%

11%

6%

10%

7% 11%

11%

7%

12%

11%

Perbandingan Persentase Indikator Faktor Eksternal

a b

c d

e f

g h

(10)

materi (Jamaris, 2014: 62). Tidak memiliki wawasan yang luas tentang materi praktikum (8%) serta tidak memiliki buku/

pedoman praktikum (11%) juga merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi peserta didik mengalami berbagai macam kesulitan selama praktikum. Arikunto, 1990 (Yusni, 2006: 25), secara khusus, LKS dapat membantu siswa dalam hal: (a).

Siswa dapat melakukan praktek dengan mantap karena langkahnya sudah pasti, (b).

Siswa tidak akan kehilangan banyak waktu yang seandainya tidak ada buku tersebut harus menerima penejelasan dari guru berkali-kali, dan (c). Buku petunjuk disajikan dalam bentuk tertulis, sehingga dapat diulang untuk dikaji.

Kinerja dan hasil praktikum juga sering dipengaruhi oleh kesiapan siswa (12%) dalam melakukan kegiatan praktikum. Kesiapan dalam proses praktikum terdiri dari minat peserta didik selama praktikum (10%), rasa ingin tahu, kemauan, motivasi peserta didik, alat praktikum (6%) dan bahan-bahan praktikum (10%) yang memadai juga sangat mendukung keberhasilan proses praktikum. Tsai, (1999) kerja kelompok dalam praktikum sesungguhnya bukan hanya bisa mengatasi masalah keterbatasan alat dan bahan, namun juga bisa memfasilitasi siswa untuk belajar, memotivasi, meningkatkan minat belajar.

Kerja kelompok dalam praktikum mempunyai beberapa manfaat, maka perlu dipikirkan komposisi anggota kelompok sehingga hasil yang dicapai melalui kerja kelompok bisa maksimal (Widodo dan Ramdhaningsih, 2006: 159).

Keberhasilan selama praktikum juga sangat didukung oleh kemampuan guru (7%), tenaga laboran dan beban mengajar guru (12%). Analisis yang dilakukan oleh Hofstein & Lunetta (2004), menunjukkan bahwa: (a). Kegiatan praktikum mempunyai potensi istimewa sebagai pengalaman belajar yangdapat meningkatkan hasil belajar siswa;

(b). Guru memerlukan pengetahuan, keterampilan dan dukungan sumber daya, (c).

Guru harus bisa membuat siswa melakukan praktikum yang melibatkan hands-on dan

juga minds-on, (d). Persepsi dan tindakan siswa selama praktikum sangat dipengaruhi oleh harapan guru asesmen yang akan diberikan, (e). Guru perlu mengetahui apa yang dipikirkan dan dipelajari siswanya melalui kegiatan praktikum (Widodo dan Ramdhaningsih, 2006: 150).

Kesulitan lainnya adalah pemanfaatan alokasi waktu (11%) yang baik, petunjuk (8%) serta metode (7%) praktikum seringkali membingungkan peserta didik. Hodson, 1993; Rustaman et al., 2005 Secara garis besar praktikum sering dikaitkan dengan beberapa tujuan: (a). Untuk memotivasi siswa sebab kegiatan praktikum pada umumnya menarik bagi siswa sehingga mereka lebih termotivasi untuk belajar sains; (b). Untuk mengajarkan keterampilan dasar ilmiah; (c).

Untuk meningkatkan pemahaman konsep;

dan (d). Untuk mengembangkan sikap-sikap ilmiah. Rustaman et al. (2005) menyatakan bahwa kegiatan praktikum dapat dikelompokkan dalam tiga bentuk metode praktikum, yaitu: (a). Bentuk praktikum latihan, (b). Bentuk praktikum bersifat investigasi (penyelidikan, dan (c). Bentuk praktikum bersifat memberi pengalaman (Widodo dan Ramdhaningsih, 2006: 149).

Kesulitan pembuatan laporan praktikum (6%) sering kali dipengaruhi oleh teman bermain peserta didik (11%).

Kesulitan yang sering dialami peserta didik juga terpengaruh dengan faktor lingkungan sekolah (11%) yang buruk. Djamarah (2015:

239), faktor-faktor dari lingkungan sekolah yang dianggap dapat menimbulkan kesulitan peserta didik antara lain : (a). pribadi guru yang kurang baik, (b). guru tidak berkualitas, baik dalam mengambil metode ataupun penguasaan materi, (c).hubungan guru dengan anak didik yang kurang harmonis, (d). guru tidak memiliki kecakapan dalam usaha mendiagnosis kesulitan peserta didik, (e).guru menuntut standar pelajaran diatas kemampuan peserta didik, (f). cara guru mengajar yang kurang baik, (g). alat/ media yang kurang memadai, (h). perpustakaan sekolah yang kurang memadai dan kurang merangsang penggunaannya oleh peserta didik, dan lain sebagainya.

(11)

Jadi, sebagian besar kesulitan yang dialami peserta didik SMA Negeri 1 Kopang pada tingkatan kategori sulit disebabkan dari faktor internal. Guru yang mampu memberi bimbingan yang tepat kepada peserta didik yang mimiliki kesulitan diharapkan mampu meringakan kesulitan yang dialami peserta didik seperti mengarahkan, memberi motivasi, adanya penunjang praktikum sebagai literature, panduan selama praktikum, suasana belajar yang baik dan kondusif, guru yang penjelasannya sangat mudah dimengerti.

PENUTUP Kesimpulan

Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, maka dapat diambil kesimpulan yaitu:

a. Kesulitan praktikum biologi yang dialami oleh para peserta didik SMA Negeri 1 Kopang kelas XI IPA memiliki tingkat kesulitan dengan kategori sulit.

b. Faktor kesulitan terbanyak yaitu pada faktor internal adalah keterampilan, kesiapan, psikologis emosional, kebiasaan sikap, kondisi jasmani, minat praktikum, ketelitian konsentrasi, pengetahuan materi praktikum dan motivasi peserta didik. Sedangkan, pada faktor eksternal yaitu tenaga laboran/ beban mengajar guru, alokasi waktu, teman bermain, buku pedoman, lingkungan sekolah, bahan praktikum, petunjuk praktikum, metode dan kemampuan guru.

Saran

Berdasarkan kesimpulan di atas, maka penulis dapat menyarankan hal-hal sebagai berikut:

a. Guru yang membimbing selama praktikum tetap melakukan pengarahan tentang cara ataupun langkah-langkah penggunaan alat bahan sehingga dapat memberikan motivasi kepada para peserta didik.

b. Guru memberikan pegangan yang dapat memudahkan peserta didik dalam memahami materi praktikum seperti pedoman praktikum, sehingga dapat memberikan pengetahuan yang lebih luas pada peserta didik serta mampu memberikan kejelasan langkah-langkah praktikum apabila ada penjelasan dari guru yang belum dimengerti.

DAFTAR PUSTAKA

Anggraini, Dian Puspita. 2016. Analisis Kesulitan Mahasiswa Dalam Perkuliahan dan Praktikum Kimia Dasar di Jurusan Pendidikan Biologi Fkip Unisba.

Konstruktivisme, 8(1): 61-71.

Ardiansyah, Mulyono. 2017. Analisis Kesulitan Belajar Pada Materi Pokok Sistem Ekskresi Manusia di MAN 4 Medan T.P. 2016/2017.

Skripsi. Medan: Universitas Negeri Medan. Pada tanggal 31 Maret 2018 pukul 01: 42 WITA.

Arikunto, Suharsini. 2010. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik. Jakarta: PT.Rineka Cipta.

Djamarah, Syaiful Bahri. 2015. Psikologi Belajar. Jakarta: PT.Rineka Cipta.

Fakhrurrazie, Fatonny. 2016. Pengaruh Pembelajaran Metode Praktikum Pada Materi Laju Reaksi Terhadap Hasil Belajar Siswa Man Mempawah. Jurnal (online).

Pontianak: Universitas Tanjungpura Pontianak.

https://media.neliti.com/media/publi cations/216604-none.pdf. Pada tanggal 1 April 2018 pukul 00:51 WITA.

Hadi, Amirul dan Haryono. 2005.

Metodologi Penelitian Pendidikan.

Bandung: CV.Pustaka Setia.

Jamaris, Martini. 2014. Kesulitan Belajar.

Jakarta : Ghalia Indonesia.

Juliadi, Azuar. 2014. Metodologi Penelitian Bisnis Konsep dan Aplikasi. Medan:

UMSU Press.

(12)

Khasanah, Aswatun. 2017. Analisis Faktor Penyebab Kesulitan Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran Ilmu Gizi di SMK Negeri 3 Purworejo. Jurnal Skripsi. Yogyakarta: Universitas Negeri Yogyakarta.

Pidha, Maria Angela Sangi. 2017.

Penerapan Metode Praktikum Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Dan Nilai Karakter Peserta Didik Pada Materi Pokok Gaya Kelas VIII SMP Negeri Wanukaka.

Skripsi. Yogyakarta: Universitas Sanat Dharma.

Rolahnoviza, Gestri. Analisi Miskonsepsi Siswa Pada Mata Pelajaran IPA di SMP Negeri 4 Penukal Utara Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir Pendopo. Sripsi. Palembang:

UIN Raden Patah. Pada tanggal 15 Maret 2018, pukul 02:03 WITA.

Sarjini. 2015. Inovasi Laporan Praktikum dengan Media Poster Untuk Meningkatkan Minat Siswa Terhadap Pembelajaran IPA. Jurnal (online). Semarang: Universitas Muhammadiyah Semarang.

http://jurnal.unimus.ac.id/index.php/

JPKIMIA/article/view/1713/1759 Pada tanggal 1 April 2018, pukul 01:32 WITA.

Siyoto, Sandu dan Ali Sodik. 2015. Dasar Metodologi Penelitian. Kediri:

Literasi Media Publishing.

Soepeno, Bambang. 2002. Statistika Terapan dalam Penelitian Ilmu- ilmu Sosial dan Pendidikan.

Jakarta : PT. Rineka Cipta.

Sudijono, Anas. 2015. Pengantar Statistik Pendidikan. Jakarta:

PT.Rajagrafindo Persada.

Sugiyono. 2012. Memahami Penelitian Kualitatif. Bandung: CV. Alfabeta.

Sugiyono, 2014. Penelitian Pendidikan Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif dan R&D. Bandung: Alfabeta.

Sumintono, Bambang. 2010. Pengajaran Sains Dengan Praktikum Laboratorium Perspektif Dari Guru-Guru Sains Smpn Di Kota

Cimahi. Jurnal (online). Johor Bahru Malaysia: Universiti Teknologi Malaysia.

http://journal.fpmipa.upi.edu/index .php/jpmipa/article/view/291/202.

Syamsu, Fetro Dola. 2017. Pengembangan Penuntun Praktikum Ipa Berbasis Inkuiri Terbimbing Untuk Siswa Smp Siswa Kelas VII Semester Genap. Jurnal Skripsi. Meulaboh, Aceh Barat : STKIP Bina Bangsa.

Wahyuni, Sri. 2015. Pengembangan Petunjuk Praktikumipa Untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis Siswa SMP. Jurnal. Jember:

Universitas Jember.

Widodo, A. & Ramdhaningsih, V. (2006).

Analisis kegiatan praktikum biologi dengan menggunakan video. Jurnal Skripsi. Metalogika. 9(2), 146- 158.148. Bandung. Pada tanggal 1 Oktober 2018 pukul 01: 43 WITA Yusni, Ahmad. 2006. Kesulitan-kesulitan

yang dialami Oleh Siswa Kelas II IPA SMA Negeri 1 Terara dalam Pelakasanaan Praktikum Biologi.

Skripsi. Mataram: UNRAM. Pada tanggal 7 Maret 2018, pukul 12:45 WITA.

Yuliana, Siska. 2017. Persepsi Siswa Terhadap Pelaksanaan Praktikum Fisika di Laboratorium SMA N Se Kota Banda Aceh. Jurnal (online).

Aceh: Universitas Unsyah.

https://media.neliti.com/media/publi cations/202622-none.pdf. Pada tanggal 1 April 2018, pukul 00:39 WITA.

Zetkas, Eryati. 2016. Analisis Kesulitan Belajar Siswa Materi Bioteknologi Kelas IX Smp Se-Kota Padangsidimpuan. Skripsi. Medan:

Universitas Negeri Medan. Pada tanggal 31 Maret 2018 pukul 01: 43 WITA.

Referensi

Dokumen terkait

bahwa persentase kesulitan siswa dalam melakukan praktikum biologi di kelas XI MAN 1 Medan sebesar 19%, yang berarti penyebab kesulitan siswa tergolong rendah, dan

Keberhasilan indikator kemampuan berpikir kreatif pada indikator berpikir original kelas eksperimen XI MIA 5 pada saat pretest memperoleh nilai persentase

Berdasarkan hasil penelitian tentang penerapan metode praktikum berbasis inkuiri terbimbing dalam materi larutan penyangga pada kelas XI IPA SMA Negeri 5 Pontianak dapat

Hasil penelitian menunjukan 1 faktor-faktor penyebab kesulitan belajar yang dialami siswa kelas XI IPS di SMA Negeri 1 Bululawang a faktor internal yang terdiri dari kesulitan

Dari hasil penelitian yang dilakukan mengenai kegiatan praktikum Biologi kelas XI IPA di SMA Negeri Kabupaten Muaro Jambi yang terdiri atas 3 tahapan dapat

Dari hasil penelitian yang dilakukan mengenai kegiatan praktikum Biologi kelas XI IPA di SMA Negeri Kabupaten Muaro Jambi yang terdiri atas 3 tahapan dapat

1. Internalisasi nilai- nilai akhlak pada mata pelajaran Biologi kelas XI IPA SMA Insan Cendekia al- Mujtaba memang tidak tertulis pada RPP karena RPP yang

Keterbukaan Berdasarkan hasil penelitian tentang komunikasi interpersonal peserta didik kelas XI IPA di SMA Negeri 1 Tanjung Mutiara Kabupaten Agam dilihat dari indikator keterbukaan