Jenis Karya : Skripsi/Tesis/Tesis demi pengembangan keilmuan Saya menyetujui pemberian hak non-eksklusif tanpa hak cipta kepada Universitas Medan Area atas karya ilmiah saya yang berjudul : Analisis Tingkat Penerapan Manajemen Kesehatan dan Keselamatan Kerja program (K3) Menggunakan pendekatan risk assessment di CV.Sumber Makmur Jaya. Analisis tingkat implementasi Program Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) dan manajemen bahaya dengan pendekatan penilaian risiko CV. Dalam penelitian ini akan diukur tingkat implementasi program manajemen H3 perusahaan berdasarkan tingkat pencapaian implementasi program manajemen H3, tingkat keberhasilan program manajemen H3 dan revisi SMK3 berdasarkan PP. Republik Indonesia No. 50 dari tahun 2012.
Pengukuran tingkat kinerja dalam penerapan program manajemen K3 dilakukan dengan menyebarkan kuesioner kepada karyawan di bagian produksi untuk mengetahui tingkat kinerja dalam penerapan program manajemen K3 pada CV. Hasil pengukuran tingkat pencapaian pelaksanaan program pengelolaan K3 adalah sebesar 43,1% dengan kategori MERAH, dimana pencapaian suatu indikator justru berada di bawah target yang telah ditetapkan dan masih memerlukan perbaikan segera, serta tingkat keberhasilan pelaksanaannya. Program K3 berada pada kategori 54,21% atau RED, dimana pelanggaran terhadap peraturan perundang-undangan dapat dikenakan tindakan hukum. Sumber Makmur Jaya diukur menggunakan audit MSOSH untuk mengukur sasaran tingkat sasaran.
Skripsi ini merupakan hasil penelitian yang telah penulis lakukan dan terbagi dalam lima bab dengan judul “Analisis Tingkat Implementasi Program Pengelolaan Lingkungan Kerja (K3) dengan Pendekatan Risk Assessment pada CV. bagian produksi yang telah meluangkan waktunya untuk menerima dan membantu selama melakukan penelitian serta seluruh staf dan karyawan CV.Sumber Makmur Jaya.
KESIMPULAN DAN SARAN
PENDAHULUAN
- Latar Belakang Masalah
- Perumusan Masalah
- Tujuan Penelitian
- Manfaat Penelitian
Evaluasi/audit terhadap penerapan program Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (OSH3) merupakan suatu hal rutin yang sebaiknya dilakukan oleh setiap perusahaan untuk mengetahui sejauh mana kinerja program Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (OSH3) dalam menjalankan tugasnya. perusahaan telah dilaksanakan. Sumber Makmur Jaya merupakan pabrik yang banyak menggunakan mesin dan peralatan pada setiap stasiun yang mempunyai potensi bahaya besar bagi pekerja apabila penggunaan mesin dan peralatan tersebut tidak memenuhi standar yang ada. Sumber Makmur Jaya mempunyai departemen yang menangani masalah K3 yaitu departemen Pengawasan dan Penerapan K3 (P2K3) yang mempunyai.
Dalam implementasi program K3, perusahaan telah bekerja dengan baik pada setiap program K3 yang ada, namun implementasi dan pelaksanaannya belum maksimal. Sumber Makmur Jaya banyak menggunakan mesin dan peralatan yang mempunyai potensi bahaya yang tinggi terhadap pekerja, dan perusahaan mempunyai data kecelakaan kerja setiap tahunnya, serta penerapan dan penerapan program K3 di perusahaan belum maksimal. ingin menanggung melakukan analisis terhadap program manajemen K3 perusahaan, menyusun rencana sejauh mana penerapan program manajemen K3 dan mengidentifikasi serta mengendalikan potensi bahaya menggunakan pendekatan penilaian risiko CV. Sumber Makmur Jaya didasarkan pada SMK3 (PP. Republik Indonesia No. 50 Tahun 2012) dan mengurutkan bahaya serta mengendalikannya menggunakan pendekatan penilaian risiko.
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengukur tingkat implementasi program manajemen K3 dan memberikan saran pengelolaan bahaya dengan pendekatan penilaian risiko untuk meningkatkan program kesehatan dan keselamatan kerja (K3) di perusahaan dan mengurangi angka kecelakaan kerja. . Sebagai bahan masukan bagi perusahaan untuk mengetahui tingkat penerapan program K3 dan potensi bahaya yang ada.
TINJAUAN PUSTAKA
Penilaian Tingkat Penerapan Program K3
Traffic Light System
Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3)
- Perhitungan Tingkat Kerugian (Loss Rate) Kerja
- Penentuan Level Tingkat Penerapan Program Manajemen K3
Dampak yang ditimbulkan bersifat terbatas dan mungkin memerlukan pemulihan dan pengendalian dalam jangka waktu tertentu untuk menghilangkan potensi dan frekuensi dampak yang mungkin terjadi. Melebihi radius 300 m, untuk pelepasan udara yang dilepaskan ke udara lebih dari 45 menit atau untuk gas beracun yang dilepaskan ke udara kurang dari 1 menit. Pada lingkungan kerja yang melebihi radius 25 m atau pada area terbuka antara 50-300 m, untuk emisi udara yang dikeluarkan ke udara kurang dari 45 menit.
Di lingkungan kerja antara 5-25 m atau di area terbuka dengan radius antara 25-50 m, dalam waktu kurang dari 15 menit emisi udara dilepaskan ke udara. Di lingkungan kerja dalam radius 5 m atau di area terbuka dalam radius 25 m, emisi udara selama kurang dari 5 menit dilepaskan ke udara. Pada tahap ini dilakukan dengan memetakan hasil perhitungan tingkat pelaksanaan program K3 dan tingkat kerugian pada tabel 2.2. Terdapat 6 tingkatan tingkat pelaksanaan program dimana tingkat 1 merupakan tingkat tertinggi dan tingkat 6 merupakan tingkat terendah.
Aman &
Cukup aman)
Rawan )
Hati-hati)
Berbahaya)
Sangat
- Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja
- Audit Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja
- Kuesioner
- Uji Validitas dan Uji Reliabilitas 1. Uji Validitas
- Uji Reliabilitas
- Sampel
- Ukuran Sampel
- Kerangka Konseptual
- Lokasi dan Waktu Penelitian
- Jenis Penelitian
- Identifikasi Variabel Penelitian 1 Variabel Independen
- Variabel Dependen
- Sumber Data
- Metodologi Penelitian
Pendekatan sistem terhadap manajemen K3 dimulai dengan mempertimbangkan tujuan keselamatan kerja, teknik dan peralatan yang digunakan, proses produk dan perencanaan tempat kerja. Sistem manajemen K3 merupakan bagian dari sistem manajemen secara keseluruhan, yang mencakup struktur organisasi, kegiatan perencanaan, tanggung jawab, pelaksanaan, prosedur, proses dan sumber daya yang diperlukan untuk pengembangan, peninjauan dan pemeliharaan kebijakan kesehatan dan keselamatan kerja sehubungan dengan pengendalian risiko. berkaitan dengan pekerjaan guna mencapai lingkungan kerja yang aman, efisien dan produktif. Tujuan dari sistem pengelolaan lingkungan kerja adalah untuk menciptakan sistem lingkungan kerja dengan unsur manajemen, ketenagakerjaan, kondisi kerja dan lingkungan hidup, yang terpadu dalam mencegah dan mengurangi kecelakaan dan penyakit akibat kerja serta menciptakan lingkungan kerja yang sehat. , tenaga kerja yang aman, efisien dan efektif. produktif.
Bahaya berupa kondisi pasif yang dapat berasal dari dalam maupun luar sistem, produk, fasilitas atau proses produksi itu sendiri, dimana jika terjadi kontak maka akan berubah menjadi bahaya aktif yang dapat menimbulkan kecelakaan kerja. Tingkat pelaksanaan program manajemen K3 dipengaruhi oleh variabel tingkat tingkat kerugian (kecelakaan kerja), tingkat pencapaian pelaksanaan program SMK3 dan tingkat keberhasilan pelaksanaan program SMK3 di lingkungan kerja. perusahaan. Persepsi Karyawan Persepsi karyawan adalah pendapat karyawan terhadap pengetahuan yang dimiliki oleh karyawan, dalam hal ini persepsi karyawan adalah pengetahuan karyawan terhadap program K3 perusahaan.
Penilaian tingkat kinerja program SMK3 didasarkan pada persepsi karyawan terhadap program K3 yang ada di perusahaan. Yang dimaksud dengan program K3 adalah sistem program yang dibuat bagi pekerja dan pengusaha sebagai upaya pencegahan kecelakaan dan penyakit akibat hubungan kerja di lingkungan kerja dengan mengenali hal-hal yang berpotensi mencegah terjadinya kecelakaan dan penyakit akibat hubungan kerja. menyebabkan. dan mengambil tindakan antisipatif bila terjadi sesuatu. Tingkat pelaksanaan program SMK3 merupakan tingkatan yang mencerminkan tingkat pelaksanaan program di perusahaan.
Republik Indonesia No. 50 Tahun 2012 dapat melakukan audit terhadap program K3 perusahaan untuk mengetahui sejauh mana program K3 yang ada telah dilaksanakan. Penilaian keberhasilan pelaksanaan program SMK3 dilakukan dengan audit SMK3 terhadap program K3 di perusahaan. Peningkatan program kesehatan dan keselamatan kerja dapat dilaksanakan melalui pengelolaan bahaya dan peningkatan program K3 perusahaan.
Variabel terikat yang dipengaruhi desain penelitian adalah tingkat implementasi program pengelolaan K3 dan pengendalian bahaya. Data sekunder diperoleh melalui wawancara dan diskusi dengan perusahaan yang dapat memberikan informasi. Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) dan Pengendalian Bahaya dengan Pendekatan Risk Assessment, USU, Medan, e-Journal Teknik Industri.
Mengukur pelaksanaan program keselamatan dan kesehatan kerja (K3) dan kategorisasi bahaya menggunakan pendekatan risk assessment di PT Filtrona Indonesia. Analisis Tingkat Implementasi Program Keselamatan Kerja (K3) Dengan Pendekatan SMK3 dan Risk Assessment, USU, Medan: e-Jurnal Teknik Industri.
KUISIONER PENELITIAN
Pengantar
Identitas Responden
Bagian : Reception station
Daftar Pertanyaan