• Tidak ada hasil yang ditemukan

analisis tingkat utilitas dan penjadwalan produksi

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "analisis tingkat utilitas dan penjadwalan produksi"

Copied!
65
0
0

Teks penuh

PENDAHULUAN

Latar Belakang Masalah

Terdapat empat unit reaktor yang dimiliki PKS Gunung Bayu, namun hanya dua unit yang berfungsi, sedangkan dua unit lainnya dalam keadaan standby atau dikatakan idle. Hal ini tentu saja menyebabkan utilisasi mesin atau utilisasi mesin di PKS Gunung Bayu tidak maksimal karena masih terdapatnya jam kerja mesin yang idle. Alasan PKS Gunung Bayu menyediakan dua unit reaktor yang standby atau idle adalah untuk mengantisipasi jika terjadi kerusakan mendadak pada reaktor yang sedang bekerja, sehingga dapat segera diganti dengan reaktor yang berdiri. melalui dan proses industri minyak terus berlanjut. .

Keberadaan dua reaktor yang standby tidak terlalu berdampak pada kelancaran proses produksi. Karena tidak semua mesin mempunyai motor cadangan seperti digester dan mesin press ulir. Jika mesin lain mengalami kerusakan, maka proses produksi akan terus terhenti dan cadangan mesin pencernaan akan terbuang sia-sia.

Idle jam kerja mesin dapat terjadi karena mesin tidak bekerja pada jam produksi, seperti yang terjadi pada mesin pencerna atau mesin press. PKS Gunung Bayu sehingga utilitas mesin dapat meningkat dan produktivitas meningkat.

Tabel 1.1 Data Tandan Buah Segar  Bulan
Tabel 1.1 Data Tandan Buah Segar Bulan

Perumusan Masalah

Batasan Masalah Dan Asumsi

Sehingga dapat menghemat atau mempermudah waktu penyelesaian produksi serta mampu memenuhi kebutuhan produksi dalam waktu yang ditentukan.

Tujuan Penelitian

Manfaat Penelitian

Sebagai bahan masukan bagi perusahaan untuk mengetahui sejauh mana persiapan penjadwalan mesin produksi yang telah dilakukan untuk mempercepat dan meningkatkan produktivitas mesin.

Sistematika Penulisan

Bab ini berisi kesimpulan dan saran dari hasil penelitian terkait analisis dan optimasi sistem, berdasarkan apa yang telah dijelaskan pada bab-bab sebelumnya.

TINJAUAN PUSTAKA

  • Proses Produksi
  • Produktivitas
    • Pengertian dan Pengukuran Produktivitas
    • Langkah-langkah dalam Meningkatkan Produktivitas
  • Penjadwalan
    • Definisi dan Konsep Dasar Penjadwalan
    • Jenis-Jenis Penjadwalan
    • Tujuan Penjadwalan
    • Input dan Output Penjadwalan
  • Metode Indikator
  • Utilitas Mesin
  • Uji Kecukupan Data
  • Uji Keseragaman Data
  • Stasiun Pengempaan
    • Mesin Digester
    • Mesin Press

Penggunaan sumber daya manusia tersebut secara efektif akan membuahkan hasil yang lebih baik. Suatu mesin dikatakan produktif jika menghasilkan keluaran yang lebih besar dari jumlah masukan dalam satuan waktu yang sama. Dan bisa juga dikatakan bahwa mesin tersebut menunjukkan tingkat produktivitas tertentu dalam satuan waktu yang lebih singkat.

Setiap aktivitas atau operasi tersebut memerlukan alokasi sumber daya tertentu dalam jangka waktu tertentu yang sering disebut waktu pemrosesan. Penjadwalan dapat diartikan sebagai pengalokasian sejumlah sumber daya untuk melaksanakan sejumlah tugas atau operasi dalam jangka waktu tertentu dan merupakan suatu proses pengambilan keputusan yang peranannya sangat penting dalam industri manufaktur dan jasa, yaitu pengalokasian sumber daya yang ada sehingga tujuan dan sasaran perusahaan lebih optimal (Baker & Trietsch, 2009). Secara umum penjadwalan dapat diartikan sebagai pengambilan keputusan mengenai penyesuaian kegiatan dan sumber daya guna menyelesaikan serangkaian pekerjaan agar tepat waktu dan kualitas yang diinginkan.

Penjadwalan dapat diartikan sebagai proses pengalokasian sumber daya untuk melakukan serangkaian tugas dalam jangka waktu tertentu dengan 2 arti penting sebagai berikut (Pinedo, 2012). Tujuan dari penjadwalan adalah untuk mengurangi waktu tunda dari batas waktu yang telah ditentukan agar dapat memenuhi batas waktu yang telah disepakati dengan konsumen. Penjadwalan juga dapat meningkatkan produktivitas alat berat dan mengurangi waktu idle. Mengurangi persediaan barang setengah jadi dengan mengurangi rata-rata jumlah pekerjaan yang mengantri suatu mesin karena mesin sedang sibuk.

Tenaga kerja sebagai salah satu sumber daya atau aset terpenting perusahaan seringkali mempunyai keterampilan yang beragam, sehingga penempatannya dalam pekerjaan disesuaikan dengan keterampilan yang dimilikinya. Metode indikator dalam menentukan perencanaan tugas pekerjaan tidak menunjukkan pekerjaan mana yang harus dilaksanakan terlebih dahulu dan mana yang harus dilaksanakan kemudian, tetapi hanya mesin mana yang harus melaksanakan pekerjaan tersebut, agar tugas yang dilaksanakan optimal dalam kaitannya dengan pekerjaan. ketersediaan waktu yang tersedia. yaitu penentuan tugas pekerjaan (job Assignment) dengan tujuan untuk meminimalkan waktu idle dan meminimalkan waktu proses produksi (makespan), yaitu dengan mengutamakan pesanan mesin dengan kapasitas terbesar (Wibowo, 2016). Waktu proses yang dibutuhkan adalah lamanya waktu yang dibutuhkan untuk memproses dan menghasilkan suatu pesanan, rumus perhitungannya dapat dinyatakan sebagai berikut.

Mesin dengan nilai indikator terkecil adalah mesin yang akan digunakan untuk menghasilkan permintaan, dengan ketentuan penyesuaian jadwal perawatan mesin dan waktu yang tersedia dapat memberikan waktu yang cukup bagi mesin untuk memproses dan menyelesaikan permintaan tersebut. Namun jika waktunya tidak terpenuhi maka permintaan dapat ditugaskan ke mesin dengan nilai yang indikatornya lebih besar dari mesin, dan seterusnya. Kapasitas selalu berhubungan dengan utilitas mesin, dengan utilitas mesin menjadi ukuran seberapa intensif sumber daya yang ada digunakan. Dengan menetapkan tingkat kepercayaan sebesar 95% dan tingkat akurasi sebesar 5%, berarti meteran memungkinkan rata-rata hasil pengukuran menyimpang dari rata-rata sebenarnya sebesar 10% dan kemungkinan tercapainya hasil tersebut adalah 95%.

Dengan kata lain, jika meteran memperoleh rata-rata pengukuran yang menyimpang lebih dari 10%, hal ini diperbolehkan terjadi dengan probabilitas hanya 5%. Pada akhir pengoperasian atau jika terjadi gangguan/kerusakan sehingga mesin press harus berhenti dalam waktu lama, maka reaktor dan mesin press harus dikosongkan.

Gambar 2.1 Mesin Digester
Gambar 2.1 Mesin Digester

METODOLOGI PENELITIAN

  • Lokasi Dan Waktu Penelitian
  • Sumber Data Dan Jenis Penelitian
    • Sumber Data
    • Jenis Penelitian
  • Variabel Penelitian
  • Kerangka Berfikir
  • Definisi Operasional
  • Teknik Pengumpulan Data
  • Teknik Pengolahan Data
  • Metode Penelitian

Sering terjadi kerusakan mesin, bahan baku menumpuk, waktu idle mesin menjadi lama, umur mesin tidak ekonomis, kemampuan servis mesin menjadi rendah sehingga mengakibatkan menurunnya produktivitas. Identifikasi dan perbaikan mesin seperti perencanaan produksi dan perawatan mesin dinilai dapat meningkatkan utilitas mesin dan menghemat waktu produksi, sehingga produktivitas perusahaan akan meningkat. 34 Berdasarkan pengertian di atas maka definisi operasional mengenai tingkat utilitas dan jadwal produksi reaktor dengan metode indikator di PTPN IV Teluk Gunung Sumatera Utara adalah sebagai berikut.

Cara ini dilakukan dengan melakukan tanya jawab langsung kepada departemen yang berkompeten mengenai permasalahan yang menyangkut mesin produksi. Melakukan pendataan langsung di lokasi penelitian dari para pekerja atau operator yang berada pada bagian mesin produksi khususnya mesin pencernaan di PTPN IV PKS Gunung Bayu. Data yang diperoleh meliputi kapasitas mesin, data pesanan produksi, jam kerja tersedia, waktu proses produksi, nilai indikator, penjadwalan mesin dan utilitas mesin.

Data yang diperlukan dalam perhitungan ini adalah data kapasitas mesin produksi dan data kebutuhan minyak bulan Juli – Desember 2019. Waktu proses produksi setiap mesin digester dihitung dengan membagi jumlah kebutuhan TBS dengan kapasitas (ton/jam). Data yang digunakan untuk menghitung utilitas mesin adalah jam kerja reaktor dan jam kerja tersedia pada periode Juli – Desember 2019.

Apakah penjadwalan perintah kerja pada mesin pencernaan dengan metode indikator dapat mengurangi waktu penyelesaian produksi? Dari hasil diskusi yang dilakukan, maka kesimpulan yang dapat diambil dari hasil penelitian di PKS PTPN IV Gunung Bayu antara lain sebagai berikut. Terlihat persentase pemanfaatan atau tingkat utilitas penggunaan dua unit dan empat reaktor sangat berbeda.

Utilitas pengoperasian reaktor dua unit dari hasil pengolahan data selama enam bulan sebesar 41,13%, sedangkan utilitas reaktor empat unit yang beroperasi mencapai 82,26%, meningkat 41,13% atau dua kali lipat dari layanan sebelumnya. Dari hasil perhitungan dengan metode indikator ternyata perencanaan reaktor sudah optimal, hal ini terlihat dari jadwal kerja reaktor pada periode Juli-Desember 2019. Selisih jam tersebut yaitu 2.622 jam jam, dinyatakan sebagai waktu menganggur dan digunakan untuk melakukan pemeliharaan pada reaktor serta dapat juga digunakan untuk menghasilkan kebutuhan CPO periode berikutnya sehingga kebutuhan tersebut dapat terpenuhi sebelum waktu yang ditentukan. membatasi.

Perkebunan Nusantara IV PKS Gunung Bayu menggunakan seluruh mesin produksi yang dimilikinya dalam proses penyelesaian produksi CPO karena dapat meningkatkan kegunaan mesin tersebut dan produktivitas yang dicapai akan lebih tinggi. Perkebunan Nusantara IV PKS Gunung Bayu menerapkan sistem penjadwalan tertentu, seperti penjadwalan dengan menggunakan metode indikator pada mesin produksi, sehingga proses produksi menjadi lebih terorganisir dan pembagian pekerjaan pada mesin menjadi lebih efisien dan efektif.

Gambar 3.1 Kerangka Berpikir
Gambar 3.1 Kerangka Berpikir

HASIL DAN PEMBAHASAN

Pengumpulan Data

Pembahasan

  • Perhitungan Waktu Proses Produksi
  • Perhitungan Utilitas Mesin
  • Uji Keseragaman dan Kecukupan Data

Analisis Hasil Pengolahan Data

  • Analisis Tingkat Utilitas Mesin
  • Analisis Penjadwalan Terhadap Mesin Digester

SIMPULAN DAN SARAN

Simpulan

Oleh karena itu, penggunaan empat unit mesin sekaligus untuk menyelesaikan produksi merupakan solusi optimal yang harus diterapkan perusahaan.

Saran

CPO (Crude Palm Oil) dan Kernel Menggunakan Metode Indikator", Jurnal Industrial Spectrum Vol.14 No.1 Universitas Ahmad Dahlan Yogyakarta, hal 45-52, April 2016. Citra Karya Bersama untuk meningkatkan suhu minyak mentah sebelum dipompa ke CST Kapasitas 12,53 m3 dan kuantitas 1 unit. 5 Decanter Type HS-45TPX-Continius Rotary bowl dengan dinding horizontal-solid untuk memisahkan serat-serat halus yang masih terkandung- Daya 30 KW, kapasitas 30 ton dan oli 2 unit.

9 Vibro Separator Type Vibro Sieve Separator untuk memisahkan massa padatan yang berupa pulp termasuk - Kapasitas 15 ton TBS/J dan jumlah 2 unit minyak mentah. 10 Continuous Settling Tank Merk CV Agro Rizky Gratama untuk memisahkan minyak dari lumpur Kapasitas 90 ton, jumlah 2 unit, dan suhu 90-95 C.

Gambar

Tabel 1.1 Data Tandan Buah Segar  Bulan
Gambar 2.1 Mesin Digester
Gambar 2.2 Mesin Press
Gambar 3.1 Kerangka Berpikir
+3

Referensi

Dokumen terkait

Perusahaan menerapkan penjadwalan produksi sesuai urutan job pada pesanan, dimana setiap job yang pertama datang harus diselesaiakan terlebih dahulu dari job

Untuk pekerjaan halaman menggunakan paving Paving Blok, sebelum dilakukan pemasangan paving Blok ini terlebih dahulu dikerjakan perataan permukaan tanah dan kemudian

Penelitian ini dikerjakan agar dapat memberikan manfaat pada bidang pabrik industri dalam menentukan penjadwalan NWFS pada lebih dari satu mesin menggunakan metode

- Untuk pekerjaan halaman menggunakan paving Paving Blok, sebelum dilakukan pemasangan paving Blok ini terlebih dahulu dikerjakan perataan permukaan tanah dan

Diberikan suatu bilangan bulat positip p. Apabila seorang konsumen memesan dengan menentukan waktu produksi selesai terlebih dahulu sebelum sistem produksi dikerjakan, maka

Algoritma ini digunakan untuk membantu menentukan pesanan mana yang masuk kedalam system yang akan dikerjakan terlebih dahulu berdasarkan invers ranking dari lama

Penugasan dan penjadwalan produksi dengan metode Branch and Bound dapat digunakan untuk membagi setiap pekerjaan pada ketiga mesin press dengan kapasitas sama,

Penelitian dilakukan dengan metode Run-Out Time ROT yaitu suatu pendekatan sederhana yang dimanfaatkan dalam perhitungan dan penentuan produk mana yang terlebih dahulu diproduksi agar