Di sebuah desa kecil, hiduplah seorang pemuda bernama Andi yang memiliki ketakutan yang tidak biasa—ia sangat takut pada penyangga atau kaki tempat tidur. Setiap kali melihatnya, ia merasa seolah-olah benda itu hidup dan bisa menyerangnya kapan saja. Ketakutan itu membuat Andi memilih tidur di lantai, meskipun ia memiliki tempat tidur yang nyaman.
Ketakutan Andi ini bukan tanpa alasan. Ketika ia masih kecil, ia pernah mendengar cerita seram dari kakaknya tentang monster yang hidup di bawah tempat tidur. Sejak itu, penyangga tempat tidur selalu tampak
menyeramkan baginya, seolah-olah menjadi kaki monster yang siap mencengkram.
Suatu hari, seorang tetangganya, Pak Raji, mendengar tentang masalah Andi. Pak Raji adalah seorang tukang kayu yang terkenal di desa tersebut, dan ia sering membantu warga dengan cara-cara kreatif. Pak Raji mengunjungi Andi di rumahnya.
"Andi," kata Pak Raji, "aku mendengar bahwa kau takut pada penyangga tempat tidur. Ceritakan padaku lebih banyak tentang hal ini."
Andi pun menceritakan semua ketakutannya, dari cerita masa kecil hingga kebiasaannya tidur di lantai. Pak Raji mendengarkan dengan penuh perhatian, lalu tersenyum dan berkata, "Ketakutan ini mungkin terasa besar di kepalamu, tapi kita bisa membuatnya mengecil—atau bahkan menghilang. Aku punya ide."
Pak Raji membawa alat-alat pertukangannya ke kamar Andi. Ia memeriksa tempat tidur Andi yang memiliki penyangga tinggi. "Kalau penyangga ini yang membuatmu takut," kata Pak Raji, "maka kita bisa mengubahnya.
Bagaimana jika aku memotong kaki tempat tidur ini menjadi pendek?"
Andi ragu-ragu sejenak, tetapi akhirnya setuju. "Kalau itu bisa membuatku tidur lebih nyaman, aku akan mencobanya," katanya.
Pak Raji pun mulai bekerja. Dengan hati-hati, ia memotong keempat kaki tempat tidur hingga hanya menyisakan beberapa sentimeter dari lantai. Kini, tempat tidur itu hampir menyentuh tanah, tanpa ruang kosong di bawahnya.
"Sekarang coba lihat," kata Pak Raji sambil menunjukkan hasil kerjanya.
Andi menatap tempat tidurnya yang baru. Tanpa penyangga tinggi, tempat tidur itu tampak biasa saja, bahkan terlihat lebih aman. Ia mencoba duduk di atasnya, lalu berbaring. Perasaan takut yang biasa muncul kini tidak ada lagi. Andi merasa lega.
"Bagaimana rasanya?" tanya Pak Raji.
"Ini jauh lebih baik," jawab Andi dengan senyum lebar. "Terima kasih, Pak Raji. Saya akhirnya bisa tidur dengan tenang."
Sejak hari itu, Andi tidak lagi takut pada tempat tidurnya. Ketakutannya yang dulu tampak seperti raksasa kini telah hilang berkat solusi sederhana dari Pak Raji. Bagi Andi, ini adalah pelajaran berharga bahwa terkadang, masalah besar bisa diatasi dengan perubahan kecil yang tepat.
Setiap orang pasti memiliki ketakutarn. Takut melihat hantu, takut melihat gelap takut dengan Serangga, takut gagal, takut hutangnya menumpuk dan lain-lain. Ketakutan merupakan bagian manusiawi yang kita alami. Hal inilah yang dialami oleh murid-murid Yesus. Para murid takut dan panik. Karena ketakutan, membuat mereka kehilangan imannya.
Disinilah kita diajak membangun keberanian dalam diri kita. Dalam keberanian tercipta kasih yang sempurna keberanian membuat kita menyempurnakan iman kita dihadapkan Alllah. Dalam rasul Yohanes ditegaskan kaish yang sempurna melenyapkan ketakutan. Ketakutan membawa hukumnan dan barangsiapa yang takut, ia tidak sempurna dalam kasih.