PENDAHULUAN
Pengertian Media
Media pembelajaran adalah alat, sumber, perantara dan penghubung untuk menyebarkan, menyampaikan atau menyampaikan pesan dan gagasan sehingga dapat merangsang pikiran, perasaan, tindakan, minat dan perhatian siswa sedemikian rupa sehingga berlangsunglah proses belajar mengajar dalam diri siswa. Terdapat dua unsur dalam media pembelajaran, yaitu (a) pesan atau bahan ajar yang ingin disampaikan atau perangkat lunak, dan (b) perlengkapan tampilan atau perangkat keras.
Pengertian Sumber Belajar
Sekelompok orang yang dirancang khusus sebagai sumber belajar utama yang dilatih secara profesional untuk menjadi guru. Sumber belajar yang diuraikan di atas merupakan komponen-komponen yang dapat digunakan siswa dalam proses pembelajaran.
Pengertian Alat Peraga
Alat peraga memberi siswa lebih banyak kesempatan untuk menangani dan menggunakan hal-hal tertentu. Alat bantu pengajaran seringkali merangsang siswa untuk bertanya lebih banyak dan mengarahkan mereka untuk melakukan penyelidikan.
Landasan Penggunaan Media dan Sumber
Lingkungan yang dapat dijadikan sumber belajar terdiri atas: (1) lingkungan sosial dan (2) lingkungan fisik (alam). Sumber belajar dapat digunakan secara perseorangan (terpisah) tetapi tidak dapat digunakan secara gabungan (berkumpul).
STRATEGI MEMADUKAN TEKNOLOGI
- Peran dan Fungsi Media Pembelajaran
- Manfaat Media Pembelajaran
- Menciptakan Pengalaman Belajar Anak
- Pemilihan Media Pembelajaran
BENTUK DAN BELAJAR BERBASIS
Pendekatan Belajar Berbasis Aneka Sumber
Menurut Dorrell, penggunaan sumber belajar yang berbeda inilah yang mendorong berkembangnya sistem pembelajaran terbuka, pembelajaran jarak jauh dan pembelajaran fleksibel, sehingga konsep pembelajaran berbasis multi sumber sebenarnya termasuk di dalamnya. Pembelajaran berbasis multi sumber (BEBAS) mencakup berbagai jenis sistem pendidikan, seperti pendidikan terbuka, pembelajaran jarak jauh, pembelajaran fleksibel yang menggunakan sumber berbeda.
Bentuk Sumber Belajar
Merupakan suatu bentuk pembelajaran yang dapat digunakan berbagai sumber belajar dalam segala bentuk media dan sumber belajar. Segala jenis sumber belajar yang sesuai harus dipertimbangkan untuk mencapai pembelajaran yang lebih baik. Namun dengan berbekal kreativitas, guru dapat menciptakan dan menyampaikan sumber belajar yang sederhana dan murah.
Jika saja lahan-lahan tersebut dioptimalkan, bukan tidak mungkin akan menjadi sumber belajar yang sangat berharga.
Jenis dan Klasifikasi Media Pembelajaran
Media visual merupakan media yang hanya mengandalkan indra penglihatan karena hanya menampilkan gambar diam seperti bingkai film, foto, gambar atau lukisan. Tergantung pada sifat pesan yang diterima, media audio dapat menyampaikan pesan verbal (bahasa lisan atau kata-kata) atau non-verbal (suara dan vokalisasi). Berbagai bentuk penyajian media yang kita terima menyadarkan kita bahwa kita menerima informasi dalam bentuk tertentu.
Selain alat pembelajaran yang sederhana, masih terdapat beberapa teknik atau sistem pembelajaran yang sangat kompleks sehingga jauh melebihi pemahaman media yang biasa kita gunakan.
Kriteria Media Pembelajaran
Media yang tidak diedit dapat mengurangi daya tarik dan kejelasan media sehingga tidak maksimal fungsinya dalam meningkatkan pembelajaran. Media yang efektif untuk kelompok besar belum tentu efektif bila digunakan untuk kelompok kecil atau individu. Media yang baik adalah media yang sesuai dengan tujuan pembelajaran yang ditetapkan, yang umumnya berkaitan dengan satu atau gabungan dua atau tiga ranah kognitif, afektif, dan psikomotorik.
Media yang terlalu besar sulit digunakan di kelas yang terbatas dan dapat menyebabkan kegiatan pembelajaran menjadi kurang kondusif.
Prinsip Media Pembelajaran
Ketika kita ingin mengajar dan desainnya sudah menyebutkan jenis atau tipe media yang akan digunakan, maka kita harus mengecek ketersediaan media tersebut. Artinya apabila media yang diinginkan tidak dapat diperoleh karena tidak tersedia atau sulit dijangkau, maka gunakanlah media alternatif. Segala kegiatan pembelajaran yang akan dikembangkan oleh guru tentunya memerlukan media yang sesuai dengan tujuan pembelajaran.
Selain itu, media baru lebih disesuaikan dengan kebutuhan pemangku kepentingan di tempat kerja.
Prosedur Pemilihan Media
Kajian terhadap kondisi sekolah juga bertujuan untuk menyelaraskan jenis dan bentuk media yang akan dipilih. Pemahaman terhadap karakteristik peserta didik memberikan gambaran kepada guru mengenai jenis dan format media yang tepat digunakan. Tujuan pembelajaran juga menjadi pertimbangan dalam pemilihan media, karena jenis kompetensi yang diharapkan dapat dicapai berkaitan erat dengan jenis media yang digunakan.
Matriks ini menggambarkan tinggi rendahnya kemampuan masing-masing jenis media dalam mencapai tujuan pembelajaran yang berbeda-beda, sehingga dapat dijadikan bahan pertimbangan dalam memilih media yang cocok untuk jenis tujuan pembelajaran tertentu.
Prosedur Pemilihan Media Pembelajaran
Sumber belajar yang bentuknya dapat dibedakan menjadi dua, yaitu sumber belajar yang dirancang (by design), dan sumber belajar yang tetap digunakan (by pemanfaatan). Sumber belajar yang dirancang (resources by design) mempunyai ciri khusus sesuai dengan ketersediaan media (Mental. Sumber belajar dapat digunakan secara perseorangan (terpisah) namun dapat juga digunakan secara kombinasi (gabungan).
Sumber belajar dibedakan menjadi dua, yaitu sumber belajar yang dirancang (by design), dan sumber belajar yang dibiarkan digunakan/diciptakan (by eksploitasi).
PENGEMBANGAN MEDIA
Keterbatasan dan Kemanfaatan Media
Ada sekolah yang mampu menyediakan berbagai media pembelajaran dalam jumlah yang relatif banyak, ada juga yang masih belum mempunyai variasi dan jumlah media pembelajaran yang dibutuhkan. Media cetak merupakan media pembelajaran yang sering digunakan dalam pembelajaran karena mudah dikembangkan dan dicari dari berbagai sumber. Dalam kondisi variasi dan jumlah media pembelajaran yang tersedia masih sangat terbatas, maka perlu dilakukan pengembangan dan produksi media pembelajaran secara bertahap oleh pendidik sendiri, kelompok, dan/atau oleh pihak lain (internal atau eksternal) – peserta didik, pengelola pendidik. untuk melibatkan, industri, masyarakat. , lembaga donor, dll.
Pengembangan media pembelajaran sangat penting untuk mengatasi kekurangan dan keterbatasan bekal media yang ada.
Prosedur Pengembangan Media
Sumber pembelajaran adalah kuasa, kuasa yang boleh memberikan sesuatu yang dihadapi oleh orang ramai dalam konteks proses pembelajaran dan pengajaran. Sumber pembelajaran mempunyai kuasa yang boleh memberikan sesuatu yang kita perlukan dalam proses pendidikan. Sumber pembelajaran yang dirancang adalah sesuatu yang sememangnya dirancang dari awal untuk keperluan pembelajaran.
Sumber belajar dapat digunakan sebagai media pembelajaran dan sebaliknya media pembelajaran juga dapat berfungsi sebagai sumber belajar.
SUMBER BELAJAR SEBAGAI MEDIA
Ciri-ciri Sumber Belajar
Jadi walaupun sesuatu daya tetapi tidak memberikan sesuatu yang kita kehendaki mengikut tujuan pengajaran, maka daya itu tidak boleh dipanggil sebagai sumber pembelajaran. Jika sumber pembelajaran menyebabkan sesiapa sahaja melakukan sesuatu yang negatif sama sekali, maka sumber pembelajaran itu tidak boleh dipanggil sebagai sumber pembelajaran. Sedangkan sisa sumber belajar digunakan untuk sesuatu yang pada awalnya tidak dimaksudkan untuk kepentingan pembelajaran, tetapi kemudian digunakan untuk kepentingan pembelajaran.
Ciri-ciri utama sumber belajar yang masih digunakan: tidak tersusun dalam bentuk isi yang sistematis, tidak mempunyai tujuan pembelajaran yang tersurat, digunakan hanya untuk tujuan tertentu dan insidental serta dapat digunakan untuk berbagai tujuan pembelajaran yang relevan dengan pembelajaran. sumber.
Lingkungan sebagai Media Pembelajaran
Tujuan pemanfaatan lingkungan masyarakat sebagai sumber belajar adalah untuk menjamin terjadinya proses komunikasi atau interaksi antara sekolah khususnya siswa dengan masyarakat. Lingkungan sosial sebagai sumber pembelajaran berkaitan dengan interaksi manusia dengan kehidupan sosial, seperti organisasi sosial, adat istiadat dan praktik, mata pencaharian, budaya, pendidikan, penduduk, struktur pemerintahan, agama dan sistem nilai. Dalam praktik mengajar, pemanfaatan lingkungan sosial sebagai media dan sumber belajar hendaknya dimulai dari lingkungan terdekat, misalnya keluarga, tetangga, RW, RW, kota, desa, kelurahan dan sebagainya.
Aspek-aspek lingkungan alam tersebut dapat dipelajari secara langsung oleh siswa dengan cara-cara tertentu.
Perpustakaan Sebagai Media Pembelajaran
Lingkungan alam adalah lingkungan alami, sedangkan lingkungan buatan adalah lingkungan yang sengaja dibuat atau dibangun oleh manusia untuk tujuan tertentu yang bermanfaat bagi kehidupan manusia. Lingkungan buatan meliputi irigasi, bendungan, taman, kebun binatang, perkebunan, ruang terbuka hijau, dan pembangkit listrik. Mahasiswa dapat mempelajari lingkungan buatan dari berbagai aspek seperti proses, pemanfaatan, fungsi, pemeliharaan, daya dukung, serta aspek lain yang berkaitan dengan pembangunan dan kepentingan manusia dan masyarakat pada umumnya.
Sekolah dapat memanfaatkan ketiga lingkungan tersebut dalam proses belajar mengajar melalui perencanaan yang matang oleh guru dalam bidang pembelajaran di luar jam pelajaran dalam bentuk pemberian tugas kepada siswa atau pada waktu-waktu khusus yang sengaja disiapkan pada akhir semester atau pada pertengahan semester. semester. semester.
Televisi sebagai Media Pembelajaran
Oleh karena itu, perlu adanya perhatian lebih terhadap penggunaan media massa yang teknologinya begitu cepat maju dan sudah digunakan di Indonesia. Bahkan dengan SKSD Palapa sebagai alat komunikasi satelit, Indonesia dalam bidang teknologi komunikasi elektronik jauh lebih maju dibandingkan negara lain. Media massa televisi elektronik bisa menjangkau keluarga secara langsung di seluruh Indonesia, karena media ini tidak mengenal daratan dan lautan, gunung dan lembah dengan sistem terkini, pesan komunikasi dari ibu kota negara misalnya bisa diterima secara bersamaan. .
Berbagai media massa elektronik dan efektivitasnya dalam menyebarkan pesan-pesan pendidikan kepada keluarga Indonesia di seluruh pelosok tanah air akan memberikan dampak yang besar bagi mereka apabila media-media tersebut digunakan dengan sebaik-baiknya untuk mewujudkan gagasan menciptakan masyarakat pembelajar.
PENGEMBANGAN SUMBER BELAJAR . 99
Prinsip Pengembangan Sumber Belajar
Komponen sumber belajar menurut AECT dibedakan menjadi dua (Donal P. Ely dan Tjeerd Plomp, 1996:6), yaitu: 1) sumber belajar berdasarkan desain, yaitu sumber belajar yang dikembangkan secara khusus. Secara umum bermanfaat untuk meningkatkan kualitas proses pembelajaran dan hasil belajar siswa secara individu maupun umum dengan menggunakan berbagai perangkat pembelajaran. Dalam mengembangkan komponen alat sebagai sumber belajar, hendaknya memperhatikan hal-hal berikut. a) Sesuai dengan kebutuhan pada masing-masing mata pelajaran atau keterampilan.
Dalam mengembangkan lingkungan sebagai sumber belajar, siswa hendaknya memperhatikan hal-hal berikut. a) Mengacu pada tujuan pembelajaran.
Pemilihan dan Penggunaan Sumber Belajar
Peran guru adalah menyediakan, mendemonstrasikan, membimbing dan memotivasi siswa dalam berinteraksi dengan berbagai sumber belajar yang ada. Tidak hanya sumber belajar yang dirancang khusus, tetapi juga sumber belajar yang sekedar harus digunakan. Pada tahap ini sumber belajar utama adalah orang-orang dalam lingkungan keluarga atau kelompok; sumber lain masih sangat jarang.
Di sekolah yang berlokasi di pedesaan, keberadaan guru masih dominan mengingat sumber belajar lainnya masih terbatas.
PEMBUATAN MEDIA AUDIO VISUAL
Pengertian Media Audio Visual
Karakteristik dan Jenis Media Audio Visual
Video sebagai media audio visual yang menampilkan pergerakan semakin populer di masyarakat kita. Selain film dan video, televisi merupakan media penyampaian pesan pendidikan secara audio visual yang disertai unsur gerak. Audio Visual tidak bersih (Syaiful Bahri Djamarah, Aswan Zain yaitu media yang unsur suara dan gambarnya berasal dari sumber yang berbeda.
Audiovisual tidak murni ini disebut juga silent audiovisual plus sound, yaitu media yang memperbanyak suara dan gambar diam seperti sound slide (sound frame film).
Prosedur Pembuatan/Produksi Media Audio
Blended learning memerlukan waktu yang cukup lama untuk disesuaikan oleh instruktur dan siswa karena merupakan konsep pembelajaran baru. Pendekatan blended learning dapat berupa kombinasi antara fasilitas tatap muka dan pengajaran melalui komputer. Bagi guru, keunggulan blended learning adalah mereka mempunyai kesempatan untuk menciptakan pembelajaran yang mandiri, bermanfaat, berkelanjutan dan selalu berkembang (Graham, 2005).
Dampak terhadap siswa ketika menggunakan pembelajaran campuran harus dipertimbangkan secara cermat selama perancangan.
BLENDED LEARNING
Pengertian Blended Learning
Pada tahap awal, blended learning berarti penggabungan ruang kelas dan e-learning, namun kini berubah menjadi pengembangan metode dan media pembelajaran yang berbeda. Elliot Maisie dan Brandon Hall mendukung pilihan ganda dan mendorong sistem gabungan, yang disebut "brick and click" atau "blended learning" (Rossett & Shel-). Pembelajaran jarak jauh dapat berupa pembelajaran dengan mengirimkan pembelajaran melalui satelit ke beberapa lokasi, sedangkan blended learning merupakan kombinasi pembelajaran kelas tatap muka, beberapa lokasi dalam waktu yang sama dan waktu yang berbeda, atau dimana saja dan kapan saja, Bagaimana. pada gambar 11.1.
Pendidikan jarak jauh dan blended learning mempunyai konsep yang sama yaitu integrasi dengan alat dan teknik e-learning.
Tujuan Blended Learning
Pembelajaran jarak jauh merupakan pembelajaran yang berlangsung di banyak lokasi dengan pusat pembelajaran dari satu lokasi.
Penggunaan Blended Learning
Pertimbangan dalam Penggunaan Blended
Blended learning juga dapat berupa pengintegrasian e-learning dengan Learning Management System menggunakan komputer di dalam kelas, pada saat pembelajaran tatap muka (Worthington, 2008). Siswa dan guru bekerja sama untuk meningkatkan kualitas pembelajaran, dengan tujuan melengkapi pilihan pembelajaran campuran. Berbeda dengan pembelajaran di kelas tradisional, yang biasanya hanya terdapat satu guru, pembelajaran campuran (blended learning) memungkinkan suatu mata pelajaran diajarkan oleh banyak guru yang menawarkan pembelajaran campuran (blended learning).
Pembelajaran campuran menawarkan fleksibilitas dan efektivitas yang luar biasa. Jika media yang dipilih tepat untuk setiap objek, kombinasinya tidak hanya efektif, tetapi juga efisien.
M-Learning
Keterbatasan sistem operasi berarti bahwa aplikasi yang berjalan pada satu perangkat seluler mungkin tidak dapat digunakan pada perangkat seluler lainnya. Format file yang dapat dibaca di komputer desktop belum tentu dapat dibaca di perangkat seluler. Keterbatasan perangkat keras juga membuat suatu aplikasi belum tentu dapat digunakan pada perangkat seluler lain.
Terdapat keterbatasan dalam pengembangan perangkat seluler secara umum, sehingga pengembangan harus dirancang untuk perangkat seluler tertentu.
Pengembangan Blended Learning
Hal ini disebabkan oleh situasi penggunaan perangkat seluler yang cenderung dalam waktu singkat. Saat menggunakan bagian dari pembelajaran campuran, perangkat seluler dapat digunakan sebagai fasilitas interaksi antara teman sejawat dan pakar. Kemampuan ponsel dalam melakukan perhitungan dan menampilkannya dilengkapi dengan berbagai kemudahan bagi penggunanya, misalnya pencarian database dan informasi, permainan, simulasi dan lain-lain.
Merancang penilaian dalam blended learning, bagian mana yang perlu dilakukan di kelas dan bagian mana yang dapat dilakukan secara online.