• Tidak ada hasil yang ditemukan

Arah Kebijakan dan Potret Penerapan SPM di Daerah

N/A
N/A
razes ridha

Academic year: 2024

Membagikan "Arah Kebijakan dan Potret Penerapan SPM di Daerah"

Copied!
13
0
0

Teks penuh

(1)

Arah Kebijakan dan Potret Penerapan

SPM di Daerah

Alen Ermanita

Direktorat Pembangunan Daerah

Kedeputian Bidang Pengembangan Regional Kementerian PPN/Bappenas

9 Januari 2024

(2)

Arah Kebijakan

Nasional dalam

Penerapan SPM

(3)

Urusan Wajib terkait Pelayanan Dasar

Pendidikan Kesehatan Sosial

Pekerjaan Umum

Perumahan

Rakyat Trantibumlinmas Pasal 1 Butir 17 :

Standar Pelayanan Minimal (SPM) adalah ketentuan mengenai jenis dan mutu Pelayanan Dasar yang merupakan

Urusan Pemerintahan Wajib yang berhak diperoleh setiap warga negara secara minimal

Pasal 18 Ayat 1 :

Penyelenggara Pemerintahan Daerah memprioritaskan pelaksanaan Urusan Pemerintahan Wajib yang berkaitan dengan Pelayanan Dasar sebagaimana dimaksud dalam Pasal 11 ayat (3).

Pasal 18 Ayat 2 :

Pelaksanaan Pelayanan Dasar pada Urusan Pemerintahan Wajib yang berkaitan dengan Pelayanan Dasar sebagaimana dimaksud pada ayat (1) berpedoman pada standar pelayanan minimal yang ditetapkan oleh Pemerintah Pusat.

Pasal 298 Ayat 1 :

Belanja Daerah diprioritaskan untuk mendanai Urusan Pemerintahan Wajib yang terkait Pelayanan Dasar yang ditetapkan dengan standar pelayanan minimal

SPM dalam UU 23/2014

(4)

Pasal 135 Ayat 1 dan 2:

(1) Pemerintah dapat memberikan insentif fiskal kepada Daerah atas pencapaian kinerja berdasarkan kriteria tertentu.

(2) Kriteria tertentu sebagaimana dimaksud pada ayat (1) berupa perbaikan dan/atau pencapaian kinerja Pemerintahan Daerah, antara lain pengelolaan Keuangan Daerah, pelayanan umum pemerintahan, danpelayanan dasar.

Pasal 141 Ayat 1 :

Pemerintah Daerah menyusun program pembangunan Daerah sesuai dengan prioritas dan kebutuhan Daerah yang berorientasi pada pemenuhan kebutuhan Urusan Pemerintahan wajib yang terkait dengan pelayanan dasar publik dan pencapaian sasaran pembangunan.

Pasal 144 Ayat 1 :

Belanja untuk pemenuhan kebutuhan Urusan Pemerintahan wajib yang terkait dengan pelayanan dasar publik sebagaimana dimaksud dalam Pasal 141 ayat (1) disesuaikan dengan kebutuhan untuk pencapaian standar pelayanan minimal.

Pasal 130 :

DAU sebagaimana dimaksud dalam Pasal 128 ayat (1) dan Pasal 129 ayat (1) digunakan untuk memenuhi pencapaian standar pelayanan minimal berdasarkan tingkatcapaian kinerja layanan Daerah.

Desain Transfer ke Daerah yang Dapat Dimanfaatkan oleh SPM

• DBH Pajak

• DBH SDA DBH

DAU

• DAK Fisik

• DAK Non Fisik

• Hibah Daerah DAK

• Otsus Aceh

• Otsus Papua

• Otsus Papua Barat

• Tambahan Infrastruktur Papua

• Tambahan Infrastruktur Papua Barat Dana Otsus

Dana Keistimewaan Yogyakarta Dana Desa

Sumber: UU 1/2022 tentang Hubungan Keuangan Pusat dan Daerah

SPM dalam UU HKPD

(5)

Tema, Pengarusutamaan, dan Prioritas RPJMN 2020-2024

Pembangunan Berkelanjutan

Tata Kelola (Governance) Kesetaraan

Gender

Modal Sosial Budaya

Pembangunan Transformasi Digital Pengarusutamaan RPJMN 2020 –2024:

Prioritas RPJMN 2020 –2024:

Memperkuat Ketahanan Ekonomi untuk Pertumbuhan yang Berkualitas

Mengembangkan Wilayah untuk

Mengurangi Kesenjangan dan Menjamin Pemerataan

Meningkatkan SDM Berkualitas dan Berdaya Saing

Revolusi Mental dan Pembangunan Kebudayaan

Memperkuat Infrastruktur Mendukung Pengembangan Ekonomi dan Pelayanan Dasar Membangun Lingkungan Hidup, Meningkatkan Ketahanan

Bencana dan Perubahan Iklim Memperkuat Stabilitas

Polhukhankam dan Transformasi Pelayanan Publik

1.

2.

4.

3.

5.

6.

7.

: PN yang terkait dengan SPM

Terwujudnya Indonesia Maju yang Berdaulat, Mandiri, dan Berkepribadian berlandaskan Gotong Royong

Visi Presiden 2020 –2024:

(6)

Indikator dan Target SPM dalam PN 2 RPJMN 2020 - 2024

Kebijakan Strategi Indikator Target RPJMN

2020-2024

Persentase pencapaian SPM di daerah 100%

Integrasi dan penerapan SPM Jumlah daerah yang melakukan integrasi

dan penerapan SPM 542 daerah

Belanja APBD berorientasi pada pelayanan masyarakat yang diwujudkan dengan pemenuhan SPM

Jumlah daerah yang belanja APBD nya berorientasi pada pelayanan masyarakat

yang diwujudkan dengan pemenuhan SPM 542 daerah

Diklat Percepatan Pelaksanaan

SPM di Daerah Jumlah aparatur yang mengikuti Diklat

Percepatan Pelaksanaan SPM di Daerah 4.875 aparatur

*) sumber: Sekber SPM, Ditjen Bina Bangda Kemendagri (Juli, 2023)

Indikator Capaian

Penerapan SPM 2022*

Target Capaian 2024

Persentase capaian SPM bidang Pendidikan 76% 100%

Persentase capaian SPM bidang Kesehatan 83% 100%

Persentase capaian SPM bidang Pekerjaan Umum 66% 100%

Persentase capaian SPM bidang Perumahan Rakyat 70% 100%

Persentase capaian SPM bidang Sosial 75% 100%

Persentase capaian SPM bidang Trantibumlinmas 80% 100%

Rata-rata Capaian SPM 75% 100%

Indikator dan Arah Kebijakan KP #5: Kelembagaan dan Keuangan Daerah

Target Persentase Capaian Penerapan SPM PN 2

Mengembangkan Wilayah untuk

Mengurangi Kesenjangan dan

Menjamin Pemerataan PP

Pembangunan Wilayah Sumatera

PP Pembangunan

Wilayah Jawa-Bali

PP Pembangunan

Wilayah Nusa Tenggara

PP Pembangunan Wilayah Kalimantan

PP Pembangunan Wilayah Papua

Pembangunan PP Wilayah Maluku

Pembangunan PP Wilayah Sulawesi

Kegiatan Prioritas:

• Pengembangan Sektor Unggulan

• Pengembangan Kawasan Strategis

• Pengembangan Kawasan Perkotaan

• Pengembangan Daerah Tertinggal, Kawasan

Perbatasan, dan Perdesaan

• Kelembagaan dan Keuangan Daerah

1 2 3

4

5

(7)

Hasil Evaluasi Tahun 2022 dan Monitoring Tahun 2023 pada

Penerapan SPM

(8)

Capaian Penerapan SPM tingkat Provinsi

• Capaian Penerapan SPM tahun 2019-2022 menunjukan adanya tren meningkat, baik untuk SPM di tingkat Provinsi maupun di tingkat Kab/Kota.

• Pada tingkat Provinsi, dalam 4 tahun terakhir, bidang Kesehatan memiliki capaian tertinggidan capaianPekerjaan Umummemiliki capaian terendah.

• Pada tingkat Kab/Kota, dalam 4 tahun terakhir, bidangPendidikan dan Kesehatan merupakan 2 bidang dengan capaian tertinggidan bidangPerumahan Rakyat memiliki capaian terendah

• Dari aspek kewilayahan, wilayahJawa dan Bali konsisten memilikicapaian tertinggidan wilayahPapuamemiliki capaianterendah.

Capaian Penerapan SPM tingkat Kab/Kota

Tren Capaian Penerapan SPM tahun 2019 – 2022

63% 69% 75% 80%

0%

20%

40%

60%

80%

100%

2019 2020 2021 2022

Capaian Rata-rata SPM Tingkat Provinsi tahun 2019-2022

0%

20%

40%

60%

80%

100%

2019 2020 2021 2022

Capaian SPM Per Bidang Tingkat Provinsi tahun 2019-2022

Pendidikan Kesehatan Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat Trantibumlinmas

Sosial 0%

20%

40%

60%

80%

100%

2019 2020 2021 2022

Capaian SPM Per Wilayah Tingkat Provinsi tahun 2019-2022

Sumatera Jawa-Bali Nusra Kalimantan Sulawesi Maluku Papua

51.96%

62.81% 64.26% 69.49%

0.00%

20.00%

40.00%

60.00%

80.00%

2019 2020 2021 2022

Capaian Rata-rata SPM Tingkat Kab/Kota tahun 2019-2022

0.00%

20.00%

40.00%

60.00%

80.00%

2019 2020 2021 2022

Capaian SPM Per Bidang Tingkat Kab/Kota tahun 2019-2022

Pendidikan Kesehatan Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat Trantibumlinmas

Sosial 0%

20%

40%

60%

80%

100%

2019 2020 2021 2022

Capaian SPM Per Wilayah Tingkat Kab/Kota tahun 2019-2022

Sumatera Jawa-Bali Nusra Kalimantan Sulawesi Maluku Papua

(9)

Papua Maluku Nusa Tenggara Sulawesi Kalimantan Jawa Bali Sumatera

Trantibumlinmas Sosial Pekerjaan Umum Kesehatan Pendidikan

Umum

Per-Bidang Per-Wilayah

798 responden

responden berasal dari perangkat daerah pelaksana SPM di tingkat Provinsi dan Kabupaten/Kota. Terdapat 6 pilihan kuesioner yang diisi oleh perangkat daerah sesuai urusan SPM yang dibidanginya.

Umum Pendidikan Kesehatan PUPR Sosial

Trantibumlinmas

14%

12%

15%

18%

15%

26%

32%

19%

39%

5%

5%

1%

Tidak Mengumpulkan Kuesioner

Sumatera Jawa dan Bali Kalimantan Sulawesi

Nusa Tenggara Maluku

Papua

Rekapitulasi Pengisian Kuesioner Pemantauan dan Evaluasi SPM 2023

(10)

Hasil

Evaluasi Penerapan SPM tahun 2023

secara Umum

Terdapat perbedaan yang signifikan antara alokasi APBD tertinggi (Pendidikan) dan alokasi terendah (Sosial).

1

5

Permasalahan keterbatasan anggaran, fasilitas, dan sumber daya manusia terjadi pada setiap bidang.

2

Sumber pendanaan selain APBD masih bergantung pada Dana Transfer dari pusat.

3

Isu revisi Permenteknis SPM menunjukkan adanya kebutuhan untuk meninjau dan menyempurnakan regulasi teknis di setiap sektor.

4

Mayoritas Tim Penerapan tiap bidang belum melakukan exercise kebutuhan pegawai.

6 Semua bidang belum memiliki mekanisme Transfer Knowledge yang konkrit.

7 Tantangan dalam pemenuhan kebutuhan sarana prasarana masih persisten di setiap bidang*.

8

Terdapat egosektoral dalam pelaksanaan penerapan SPM**.

9

Kurangnya Inovasi Pemerintah Daerah dalam Penerapan SPM.

10

Keterlibatan aktif pihak non-pemerintah yang masih minim.

12

Kolaborasi dan koordinasi antar OPD dalam dalam pelaksanaan SPM belum optimal.

13

Kontribusi renja K/L teknis sudah mendukung percepatan pencapaian target penerapan SPM dalam RPJMN Tahun 2024.

14

Belum terdapat afirmasi kebijakan dalam penerapan SPM, karena tiap bidangnya merasa kondisi geografis adalah sebuah tantangan.

15

Kesulitan untuk pengumpulan data terkait penentuan target SPM (ketidakseragaman data, keterbatasan SDM, anggaran dan geografis) .

Beberapa indikator SPM didalam LPPD belum diperbaharui sesuai dengan perubahan indikator eksisting.

11

(11)

Rekomendasi dan

Rencana Penerapan

SPM

(12)

Integrasi aplikasi pelaporan eSPM dengan dengan sistem yang dikelola oleh K/L teknispengampu SPM

Penerapan SPM dan penentuan prioritas secara asimetris memperhatikan tipologi wilayah (geografis,

kapasitas, kinerja) Optimalisasikan

kontribusi Renja K/L teknisdengan terus mendukung percepatan

pencapaian target penerapan SPM.

Penguatan

komitmen dengan TAPD serta

advokasi kebijakan kepada KDH-DPRD untuk prioritisasi SPM.

Penguatan

kapasitas/kompetensi yang dilaksanakan oleh pusat-daerah agar lebih intens dan tersegmentasi dengan baik (top, middle, operator level)

Rekomendasi Penerapan SPM

Mengidentifikasi skema

pembiayaan dan mengintegrasikan kebijakan-

kebijakan

pembiayaan SPM.

Melakukan

percepatan revisi permenteknis K/L pengampu SPM

Penguatan kapasitas SPM dilengkapi

dengan Exercise kebutuhan pegawaiTim Penerapan SPM di Daerah

Penguatan kebijakan mutasi ASN di sektor SPM dan membangun sistemtransfer knowledge

Mendata

kebutuhan sarana prasarana dan pemetaan skala prioritas untuk pemenuhannya.

Penyelarasan dan penyepakatan KL teknis dan Sekber untuk metode penghitungan SPM (collection, basis data, target setup, costing, output, monev framework) Penguatan Sekber SPM tingkat Pusat untukpengawalan isu strategisdan pendampingan langsung bersama ke daerah

Fasilitasi K/L teknis pengampu SPM dengan Ditjen Otonomi Daerah untukpenyesuaian indikator SPM oleh Sekber eLPPD

Penguatan fungsi koordinasi Biro

Pemerintahan Provinsi dan Kabupaten/Kota dalampendataan kebutuhan dan validasi data (melalui data desa, pemanfaatan data regsosek)

(13)

Kementerian PPN/Bappenas

Jl. H.R. Rasuna Said Kav. B-2,

Gedung Wisma Bakrie 2 Lt. 8 Kuningan, Jakarta

TERIMA KASIH

Referensi

Dokumen terkait

Pendekatan Penyusunan RKPD 2018 dilakukan dengan Pemilihan Fokus Prioritas dan Pelaksanaan Kebijakan Money Follow Program dalam upaya pencapaian Target Akhir RPJMD

RPJMN 2020-2024 akan mempengaruhi pencapaian target pembangunan dalam RPJPN, dimana pendapatan perkapita Indonesia akan mencapai tingkat kesejahteraan setara

100% 100% Persentase ibu nifas yang mendapat pelayanan sesuai standar 107.24% 100% Indikator merupakan indikator SPM Tambahan dengan penetapan target sesuai dengan

TARGET PENCAPAIAN PRIORITAS NASIONAL MEMPERKUAT STABILITAS POLITIK, HUKUM, KEAMANAN, DAN TRANSFORMASI PELAYANAN PUBLIK DALAM RENSTRA KEMENDAGRI. No Indikator Kinerja Kegiatan

TARGET PENCAPAIAN INDIKATOR KINERJA TAHUNAN STANDAR PELAYANAN MINIMAL (SPM) BIDANG KESEHATAN YANG WAJIB DILAKSANAKAN KABUPATEN / KOTA Dl JAWA

Badan Investasi dan Promosi Aceh telah menyusun Rencana Strategis (renstra) tahun 2012-2017 yang memuat perencanaan program dan kegiatan dalam rangka pencapaian target SPM

RPJMN 2020-2024 akan mempengaruhi pencapaian target pembangunan dalam RPJPN, dimana pendapatan perkapita Indonesia akan mencapai tingkat kesejahteraan setara dengan

Dalam pencapaian target RPJMN III Bidang Cipta Karya (100-0-100), Kebijakan Prioritas Nasional Ditjen Cipta Karya 2015-2019 antara lain: (1) mendukung pengembangan sistem