• Tidak ada hasil yang ditemukan

Artikel dalam bahasa Indonesia

N/A
N/A
Syafriadi Ahmad

Academic year: 2024

Membagikan "Artikel dalam bahasa Indonesia"

Copied!
12
0
0

Teks penuh

(1)

Kata Kunci: Kepemimpinan, Komite Sekolah, Kepala Sekolah

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui secara mendalam pola kepemimpinan kepala sekolah di MIN Karang Baru dalam menjalin kerjasama dan kerjasama dengan komite sekolah. Pendekatan penelitian yang digunakan kualitatif dengan metode fenomenologi. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara dan observasi. Peserta penelitian adalah kepala sekolah, guru, dan komite sekolah. Teknik analisis data terdiri dari tiga tahap yaitu reduksi data, penyajian

data, dan penarikan kesimpulan. Sedangkan pemeriksaan keabsahan data terdiri dari kredibilitas, transferabilitas, ketergantungan dan konfirmasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola kepemimpinan kepala sekolah MIN Karang Baru bekerja sama dengan komite sekolah sangat baik karena mampu memanfaatkan fungsi komite sekolah. Dari orientasi kepemimpinan, konsep yukl terdiri dari empat yang relevan dengan fungsi komite sekolah, yaitu orientasi tugas kepala sekolah yang relevan dengan agen dengan pertimbangan komite sekolah.

Abstrak

Kata Kunci:

Sedangkan komite sekolah sebagai agen pengendali terlihat pada pemanfaatan faktor eksternal.

Kepemimpinan, Komite Sekolah, Kepala Sekolah

Sedangkan pemeriksaan keabsahan data terdiri dari kredibilitas, transferabilitas, ketergantungan dan konfirmasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola kepemimpinan kepala sekolah MIN Karang Baru bekerjasama dengan komite sekolah sangat baik karena mampu memanfaatkan fungsi komite sekolah. Dari orientasi kepemimpinan, konsep Yukl terdiri dari empat yang relevan dengan fungsi komite sekolah, yaitu orientasi tugas kepala sekolah yang relevan dengan agen pemberian pertimbangan dari komite sekolah. Sedangkan komite sekolah sebagai agen pendukung ditunjukkan pada orientasi hubungan dan perubahan sikap.

Sedangkan komite sekolah sebagai agen dukungan terlihat pada orientasi hubungan dan perubahan sikap. Sedangkan komite sekolah sebagai agen pengendali terlihat pada pemanfaatan faktor eksternal.

Abstrak

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendapatkan informasi secara mendalam tentang pola kepemimpinan kepala sekolah di MIN Karang Baru dalam menjalin kerjasama dan kolaborasi dengan komite sekolah. Pendekatan penelitian yang digunakan kualitatif dengan metode fenomenologi. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara dan observasi. Partisipan penelitian adalah kepala sekolah, guru, dan komite sekolah. Teknik analisis data meliputi tiga langkah, yaitu reduksi data, penyajian data, dan pengambilan kesimpulan.

http://e-journal.ikhac.ac.id/index.php/nidhomulhaq

Kepala sekolah adalah ujung tombak dalam hal ini PERKENALAN

berperan dalam mencapai tujuan pendidikan.

yang dikenal dengan komite sekolah juga berperan a pemerintah, pelajar, orang tua. Hal ini sering terjadi DOI: https://doi.org/10.31538/ndh.v6i1.1384

tanggung jawab atas keberhasilannya

kepala sekolah, namun peran guru,

Oleh karena itu, kepala sekolah sebagai pemimpin mempunyai peranan yang besar

tidak hanya oleh pola kepemimpinannya

tujuan pendidikan yang telah ditetapkan.

Keberhasilan pendidikan juga ditentukan pelaksanaan pendidikan di sekolah.

menjalankan organisasi sekolah yang ingin dicapai

Mohammad Viktor Farid Hakim2)

email: [email protected]

Program Studi Manajemen Pendidikan Islam, Pascasarjana UIN Mataram, Indonesia email: [email protected]

Mohammad Iwan Fitriani1) ,

Program Studi Manajemen Pendidikan Islam, Pascasarjana UIN Mataram, Indonesia

Ristekdikti Terakreditasi: 28/E/KPT/2019 hal: 194-205

POLA KEPEMIMPINAN UTAMA DALAM BERKOLABORASI BERSAMA KOMITE SEKOLAH

1

2

(2)

Hasil data observasi

Kontribusi mereka sangat penting untuk

peranan penting dalam menentukan keberhasilan

kinerja pendidik atau guru dan dengan seluruh pihak terkait.

kepala sekolah sendiri. Namun kerjasama ini

infrastruktur, dan pelayanan masyarakat

individu

organisasi mempunyai kompetensi dan kepemimpinan kepala sekolah kurang mampu

Hasibuan, & Rosyad, 2020).

Fungsi kepemimpinan sebagai seorang pemimpin adalah kerja sama

Fungsi pemimpin berhubungan dengan cara kepala sekolah dengan pihak internal di sekolah

Djailani, 2015; Surjana, 2017; Qohar, 2018).

konsep karismatik sebagai panutan,

sekolah sehingga sekolah mendapat masukan yang mana

kinerja sekolah. Selain itu, masing-masing

tenaga kependidikan lainnya melalui berbagai

menggerakkan bawahan dan sikap bertindak

studi yang telah dilakukan di

juga tidak hanya berkaitan dengan seluruh warga di dalamnya

(Astarina & Asnafiyah, 2019). Namun,

(Bashori,

kemampuan untuk menggunakan fungsi utama

dengan

mengelola kolaborasi tersebut.

di lembaga pendidikan Islam yang

panitia memberikan kontribusi yang besar

refleksi pada guru dan pendidikan seperti guru, siswa dan dunia pendidikan

Komite sekolah juga dapat memberikan dampak positif

orang-orang inspiratif, orang-orang yang

Perilaku kepala sekolah seharusnya

terkait dengan interaksi manusia, mereka cenderung personel telah berjalan harmonis dan masuk

pengaruh terhadap pengembangan kualitas pada aspek

dianggap sangat

programnya berhasil. Pemimpin yang sekolah, namun yang masih ditingkatkan adalah

Nidhomul Haq, Vol 6, Edisi 1, 2021

dapat digunakan untuk merencanakan berbagai pendidikan

kepala sekolah juga mempunyai pola yang berbeda

proses pendampingan, pembekalan, biasa disebut kyai. Kepemimpinan mereka

personel, baik secara individu maupun kelompok

Studi pendahuluan menunjukkan bahwa terdapat a Hasil analisis tersebut

meningkatkan mutu pendidikan (Mulyono

mampu

mampu mempengaruhi orang lain yang dipimpinnya, Komunitas

kepala sekolah di MIN Karang Baru Mataram.

sesuai dengan harapan dari

kesejahteraan sumber daya manusia, peningkatan

intelektual, dan

sukses dalam menjalankan program dalam sebuah

menemukan sesuatu yang baru, melakukan perubahan dan proses program di sekolah. Sekolah

dalam menjalankan tugasnya. Seperti pemimpin

pembinaan, supervisi, evaluasi, dan

pola kepemimpinan yang berbeda dari

Oleh karena itu, kepala sekolah harus berkolaborasi

studi pendahuluan tentang kerjasama tersebut

& Pardjono, 2014; Wardiah, Murniati, &

kontribusi mereka tidak dapat dimaksimalkan jika

2019; Asy'ari,

kepemimpinan, baik sebagai manajer atau pemimpin.

diwakili oleh kelompok komite sekolah.

untuk mendorong secara optimal

menunjukkan pola yang berbeda karena mereka punya Setiap tindakan kepala sekolah memainkan peran

(Hidayat & Wulandari, 2020). Sehingga

(3)

menyelesaikan permasalahan yang ada di institusi tersebut. Itu Purwanto,

Pesta Diluar. Oleh karena itu, penelitian ini

Oleh karena itu, tujuan dari penelitian ini adalah untuk lebih fokus pada cara berorganisasi dan bergerak

diambil (Sulfemi, 2020). Oleh karena itu, para pemimpin

dan kepemimpinan transformasional adalah

berbeda antara memimpin langsung

rekan kerja di luar organisasi.

Esen, & Gumus, 2018).

dari kepala sekolah tidak dapat diterapkan

Penelitian sebelumnya diketahui beragam tindakan dapat sesuai harapan (Nurmiyanti &

Selain itu, hasil penelitian ini juga bisa kepemimpinan kepala sekolah telah memiliki a

model kepemimpinan dalam penelitian pendidikan

tercapainya tujuan pendidikan di sekolah,

Primahendra, Kusumaningsih, & Pramono,

berfokus pada menganalisis pola kepemimpinan

mengkaji lebih dalam pola kepemimpinan

memberikan pemahaman mendalam kepada

Perilaku penelitian ini terlihat pada cara harus bisa memahami kepemimpinannya

bawahan dalam organisasi dan

model kepemimpinan yang paling banyak dipelajari di waktu.

Candra,

bawahan dalam menjalankan seluruh program.

dipelajari. Analisis artikel yang diterbitkan di

Penelitian ini wajib dilakukan karena

komite. Jadi, diharapkan dapat memberikan

196 pengaruh positif terhadap kinerja sekolah.

Didistribusikan

oleh karena itu, kepala sekolah harus selaras

kepada komite sekolah. Hal ini karena

gaya kepemimpinan telah menjadi pilihan

Gaya pengendalian diri dalam memimpin akan memberikan

kepemimpinan,

atau menjalin kerjasama yang baik dengan pihak tersebut

penonton tentang bagaimana berperilaku antara gaya sehingga perilaku yang ditampilkan pada masing-masing

2020). Analisis berbagai model

kepala sekolah dalam menjalankan program di sekolah

kepala sekolah di MIN Karang Baru

beberapa alasan yang dimiliki komite sekolah

manfaat bagi kepala sekolah yang berfungsi

kepala sekolah atau pemimpin berinteraksi dengan orang lain (Mutohar, 2013)

Data Web of Science antara tahun 1980 dan 2014

komite sekolah merupakan mitra atau rekan kerja

organisasi pengelola. Masing-masing kepemimpinan Sopa,

Namun, belum banyak penelitian yang dilakukan

kepercayaan bawahan dalam setiap keputusan

kepemimpinan pengajaran, kepemimpinan guru,

komite sekolah. Pola kepemimpinan

bawahan dalam organisasi dan pola memiliki cara bertindak yang berbeda dan

kepemimpinan dalam pendidikan telah banyak dilakukan

dengan komite sekolah

Mataram bekerjasama dengan sekolah

Muhammad Iwan Fitriani, dan Mohammad Viktor Farid Hakim pembaruan. Sedangkan fungsi manajernya adalah

Banyak penelitian yang meneliti

menunjukkan bahwa minat terhadap hal ini semakin meningkat

penelitian pendidikan (Gumus, Bellibas,

pihak eksternal organisasi. Penyalahgunaan

lebih

2019;

tentang hubungan antara pemimpin dan

salah satu fondasi kesuksesan

yang mempunyai kedudukan harmonis.

sebagai manajer dan pemimpin di sekolah untuk bertindak. Di dalam

(4)

pengelolaan sumber daya. 2) Sekolah interaksi pemimpin antara 2 atau lebih

mendukung dan mensukseskan pendidikan.

Pemimpin

Memfasilitasi pembelajaran kolektif

Kepemimpinan

keputusan dan kebijakan yang diambil

dengan sekolah. Kemitraan pendidikan

Perkembangan

Kinerja sekolah

proses pendidikan serta bagi orang tua.

Pembelaan

Komite Sekolah sebagai lembaga penasehat

studi, konsep kepemimpinan dipelajari

berikut adalah kepemimpinan taksonomi (Hidayat

Mengubah

rakyat. Proses interaksi individu

kepemimpinan adalah sikap seseorang yang

pendidikan sekolah, pendidikan sekolah dan keluar

Perencanaan

Komite Sekolah

Orientasi

Jaringan Berorientasi

Komite sebagai lembaga pendukung aktif dapat mempengaruhi individu lain untuk berpikir dan

diri. Ada empat kategori taksonomi

Identifikasi

ditunjukkan oleh pihak sekolah dan komite dapat

komite yang bekerja sama dengan sekolah

dari kepala sekolah di MIN Karang Baru adalah

& Wulandari, 2020)

Kemitraan ini dapat mempermudah partisipasi masyarakat untuk

Hirarki Pemimpin

Konsep kepemimpinan mengacu pada Luar

berpikir bahwa mereka mampu melakukannya

pendidikan sekolah (Febriana, Isnaini, &

Pemantauan Operasional

Mengubah

berperan aktif dalam menyediakan

berperilaku dengan cara mereka sendiri yang akan menjadi sesuatu terjadi (Yukl, 2015). Sementara itu,

Syarifuddin, 2019). Komite sekolah

Pemecahan masalah

prosesnya, orang tua juga bisa memantau anak dan hierarki perilaku kepemimpinan, itu

Nidhomul Haq, Vol 6, Edisi 1, 2021

Komite sekolah adalah

Itu

Pemantauan eksternal Perilaku

Hubungan

dalam memberikan dukungan sumber daya Faktor

Ada banyak teori yang menunjukkan

berpartisipasi dalam peningkatan kualitas

Menggambarkan perubahan

pertimbangan dan masukan terhadap sekolah terkait dengan perilaku kepala sekolah di

orang tua untuk berkomunikasi mengenai kepemimpinan otoriter memusatkan sepenuhnya segalanya

mempunyai kebebasan untuk berpartisipasi dalam bermitra

Dukungan

Kegiatan Pembelajaran. (Epstein, 2009).

perencanaan, pelaksanaan program dan independen yang mengakomodasi

Taksonomi

Mewakili

manajemen, manajemen fasilitas dan kunci kedua dalam mempengaruhi kepemimpinan. Di dalam

TINJAUAN LITERATUR

konsep kepemimpinan. Transaksional

pendidikan pada satuan pendidikan baik pra-

memberikan manfaat bagi perkembangannya

Pemberdayaan

kepala sekolah terkait dengan perannya, 1) The berinteraksi dengan komite sekolah untuk

kepentingan pendidikan anak-anaknya Klarifikasi Berorientasi Tugas

Mendukung inovasi Berorientasi

(5)

merupakan mitra kepala sekolah dalam melaksanakannya

informan adalah kepala sekolah MIN

anak-anak ke MIN Karang Baru. Sekolah anggaran pendidikan. 3) Komite Sekolah sebagai a

Komite sebagai badan penghubung (Mediator

kepala sekolah di MIN Karang Baru Mataram di

komite. Penentuan tersebut

fenomenologi. Penelitian kualitatif merujuk

atas fenomena dan kenyataan yang dialami

pertimbangan bahwa MIN Karang

studi menganalisis data untuk memahami masalah pelaksanaan dan pengelolaan

kerjasama dengan komite sekolah.

sekolah. Komite Sekolah juga

juga harus memahami setiap fungsi dari

pokok yang dianggap sebagai a pola kepemimpinan kepala sekolah yang ingin dicapai

sekolah Karang Baru. Mendukung peserta

panitia juga aktif berpartisipasi METODE

Agency) menjalankan perannya sebagai badan penghubung

sekolah madrasah di MIN Karang Baru bekerjasama dengan komite sekolah. Jadi,

untuk mempelajari hal-hal yang terjadi menurut sumber daya pendidikan (Suteng Sulasmono &

oleh kepala sekolah MIN Karang Baru as

sangat penting untuk ditunjukkan oleh kepala sekolah

data yang diperoleh dari kepala sekolah.

wawancara dan observasi. Wawancara memantau keluaran pendidikan, sehingga semuanya

komite sekolah agar tindakannya dapat terlaksana

fenomena yang diteliti dari

Sekolah Baru di Mataram adalah salah satunya

di dalam

mahasiswa yang sudah lulus dapat melanjutkan

sesuai dengan kebutuhan di lapangan.

aspek subjektif dari kepala sekolah yang terlibat

Pendekatan penelitian yang digunakan adalah dalam fungsi perencanaan, program

tujuan pendidikan yang ingin dicapai. Di dalam

berjumlah 7 guru dan 3 komite sekolah

sekolah dalam menjalankan program tersebut.

Penelitian ini mengeksplorasi dan menafsirkan

dilakukan untuk menentukan kepemimpinan lembaga pengontrol. Pemantauan dilakukan

perilakunya dalam memimpin sekolah dan berlari

sekolah yang memiliki reputasi baik dan

Muhammad Iwan Fitriani, dan Mohammad Viktor Farid Hakim Murjini, 2017).

objek penelitian ini.

untuk melanjutkan pendidikan tinggi. 4) Sekolah

berkaitan dengan pola kepemimpinan

dalam berkomunikasi dengan sekolah

kualitatif dengan metode penelitian

198 misalnya fungsi komite sekolah

perwakilan sebagai pembanding penelitian

Teknik pengumpulan data menggunakan infrastruktur dan pengelolaannya

secara pasif, melalui laporan yang diberikan oleh

semua program sekolah. Oleh karena itu, kepala sekolah

penelitian mengeksplorasi data sebagai dasarnya

Mataram dilakukan dengan sengaja dengan

dengan fakta di lapangan (Creswell, 2012). Ini Dalam penelitian ini, komite sekolah

Peserta utama sebagai

pola kepemimpinan MIN Karang Baru

banyak orang percaya mengirimkan mereka

pola kepala sekolah

(6)

ketergantungan dan konfirmasi (Miles &

empat pola orientasi seorang pemimpin

Hubungan agen pendukung

mengamati kegiatan kepala sekolah di

wawancara dan observasi dengan data

komite sekolah. Kepala sekolah membuat

Hierarki Taksonomi Perilaku Utama di agen pertimbangan, agen dukungan,

Orientasi

yang sudah dikategorikan untuk dilanjutkan masuk Teknik analisis data terdiri dari

perwakilan panitia serta lapangan

Komite

Huberman, 1994).

perilaku. Empat hierarki kepala sekolah

Berorientasi

tahap pengorganisasian. Kemudian presentasi dari

Kerjasama dengan Komite Sekolah

pemanfaatan komite sekolah dengan baik

analisis data. Yang terakhir adalah menentukan

dan agen kendali. Analisis dari

data wawancara dengan kepala sekolah,

dijelaskan pada tabel berikut;

dari tiga tahapan yaitu reduksi data, data

pengamatan menyimpulkan bahwa kepala sekolah

Kepala sekolah

Agen penasihat Berorientasi Tugas

presentasi dan penarikan kesimpulan. Data

di MIN Karang Baru tampil unik

Kepemimpinan

data melalui penyajian data Nidhomul Haq, Vol 6, Edisi 1, 2021

PENEMUAN DAN PEMBAHASAN

pola kepemimpinan yang relevan dengan

Berorientasi Perubahan 1. Kepala sekolah selalu memberikan semangat kepada sekolah Pemanfaatan

kerjasama dengan komite sekolah di

guru

Klarifikasi data kebutuhan sekolah melalui pemahaman potensi sekolah, perancangan kebutuhan pendidikan sesuai masukan komite sekolah, komunikasi intensif dengan komite sekolah dalam memantau proses pendidikan yang sedang berjalan. Apabila terdapat permasalahan, komite sekolah tetap melakukan diskusi rutin dengan komite sekolah agar pengambilan keputusan sesuai kebutuhan dan mewakili semua pihak.

kesimpulan dari data yang dianalisis. Data

pola kepemimpinan kepala sekolah didasarkan pada pengurangan diambil dari hasil

pola kepemimpinan dalam berkolaborasi dengan

Pola Hasil analisis

penggunaan fungsi komite sekolah adalah Sedangkan observasi dilakukan oleh

menjalankan program.

perwakilan dan sekolah

fungsi, seperti komite sekolah sebagai

Fungsi

validitas menggunakan kredibilitas, transferabilitas,

konsep teori Yukl yang ada

Sekolah

Kepala sekolah selalu memanfaatkan dukungan komite sekolah dalam penyediaan sarana dan prasarana, sehingga sarana pembelajaran dapat dikembangkan sesuai kebutuhan dan memberdayakan semua pihak seperti guru, tenaga kependidikan, dan perwakilan komite sekolah yang mempunyai keahlian dan pengaruh dalam bidangnya.

Komunitas.

(7)

itu kepercayaan orang tua atau umum

dari masyarakat, sehingga setiap langkahnya

kompetisi.

2. Kepala sekolah juga bersama komite sekolah dalam mengevaluasi program yang telah dilaksanakan dan melakukan berbagai perubahan agar mampu memberikan kepercayaan yang lebih baik kepada masyarakat.

komite sekolah. Setiap perilaku ditampilkan

program. Kepala sekolah juga mengambil

bentuk kerjasama dengan semua pihak bisa

penduduk. Jika dicermati dengan cermat, hal itu mengarah pada

apa pun tanpa bantuan yang seharusnya keberadaan komite sekolah untuk

Agen kontrol

komite sekolah dan yayasan dan

dilaksanakan oleh komite sekolah untuk masyarakat di MIN Karang Baru menjadi lebih baik.

diambil berdasarkan hubungan antara

Orang tua juga disesuaikan dengan fungsi sekolah

mapan. Semua orang sadar bahwa

lebih banyak inisiatif untuk melakukan berbagai berpartisipasi dalam semua program sekolah. Jadi, itu

pola hubungan untuk memenuhi kebutuhan

tidak menunggu permintaan dari sekolah

saling menguntungkan dan memberikan intensif

Muhammad Iwan Fitriani, dan Mohammad Viktor Farid Hakim Pada tabel diatas diketahui bahwa

mencoba secara aktif dan terus-menerus mencari

menumbuhkan kekuatan partisipatif masyarakat untuk

diberikan oleh orang tua siswa secara berurutan kepala sekolah telah menunjukkan miliknya

alternatif dalam pemenuhan kebutuhan sekolah

terus membangun kehidupan sekolah. Keadaan ini komite. Hal ini bertujuan untuk memaksimalkan

Di sisi lain,

warga sekolah untuk terus intens

Dan apresiasi dan dukungan satu sama lain.

200 Faktor Eksternal Kepala sekolah mengambil kebijakan yang mengacu pada

mempertimbangkan masukan komite sekolah dan kebutuhan masyarakat serta perkembangan dunia industri dan global sehingga kepentingan semua pihak dapat terwakili secara tepat.

warga, tapi kepala sekolah selalu

untuk membuat siswanya lebih maju dan perilaku yang dilakukan kepala sekolah

masyarakat mengenai hal-hal yang berkaitan dengan sekolah.

sifat kepemimpinan dalam tindakan untuk diajak berkolaborasi

dan masyarakat dalam melaksanakan sekolah

sering digunakan oleh kepala sekolah sehingga pelaksanaan hubungan masyarakat

kerjasama antara kedua pihak yang

sekolah komite untuk tetap aktif dalam setiap kegiatan atau program yang diselenggarakan sekolah, misalnya kegiatan pengabdian masyarakat, pembuatan workshop, seminar, pelatihan, dan kegiatan supervisi di sekolah.

kerjasama yang harmonis antar sekolah

mengambil inisiatif untuk berkomunikasi

kegiatan dalam rangka menciptakan korelasi dan

sekolah dan administrator tidak dapat melakukannya komite sekolah berfungsi dengan baik

Artinya kepala sekolah mendapat umpan balik

Ini juga telah diterapkan secara luas atau

menciptakan generasi tangguh dalam menghadapi

(8)

terstruktur sehingga semua pihak di bawah

yang dilakukan sudah sesuai dengan konsep

kepala sekolah juga selalu mengungkapkan informasi persaingan antar tiap generasi begitu

kepala sekolah telah menggunakan kekuasaannya untuk mengarahkan,

panitia atau pihak lain.

Identifikasi peluang dari umpan balik dan tentukan tindakan, tinjau tujuan dan rencanakan langkah selanjutnya untuk tindak lanjut dan keterlibatan di masa depan

komite sekolah, itu menunjukkan

telah meningkatkan partisipasi masyarakat jiwa seni dalam mengelola suatu organisasi

berbagai cara.

sedang dipimpin. Pimpinan sekolah

Fokus pada tujuan jangka pendek dan jangka panjang, tentukan logistik untuk keterlibatan dan tetapkan aturan

koordinasi mereka dapat dilibatkan secara aktif,

dari Morris dan Baddache (2012).

dan mengkomunikasikan semua program sekolah kepada mengatur, dan mengendalikan semua upaya di sekolah di

Tindakan

Pola kepemimpinan MIN dapat memanfaatkan semua yang ada

kemampuan kepala sekolah sebagai manajer dan sekolah memahami konsep kepemimpinan adalah

Tetapkan kriteria untuk mengidentifikasi dan memprioritaskan pemangku kepentingan dan memilih mekanisme keterlibatan

Kepemimpinan kepala sekolah di

kepala sekolah di MIN Karang Baru adalah

Melakukan keterlibatan sendiri, memastikan kontribusi pemangku kepentingan yang adil dan mengurangi ketegangan sambil tetap fokus pada permasalahan

melalui komite sekolah dalam melaksanakannya MIN Karang Baru telah menyediakan

sukses karena sangat baik

Persiapan keberhasilan program. Pemimpin yang punya

Nidhomul Haq, Vol 6, Edisi 1, 2021

dan dapat dengan mudah dipengaruhi untuk memimpin

Strategi keterlibatan

masyarakat melalui sekolah

Pemangku kepentingan

bahwa ada berbagai model untuk didorong

berkaitan dengan pengaruh dalam hubungan tersebut

kegiatan keluar di sekolah. Bentuk sekolah dimiliki oleh sekolah. Maksudnya sekolah itu

pemimpin dalam mengelola manajemen sekolah.

ilustrasi kedudukan seorang pemimpin, yaitu

interaksi antara dia dan sekolah

Perencanaan

utama untuk mencapai tujuan. Pada dasarnya,

Tetapkan visi dan tingkat ambisi untuk keterlibatan di masa depan dan tinjau tindakan di masa lalu administrator sangat menyadari hal tersebut

orang tua untuk terus berpartisipasi secara aktif

antara sosok pemimpin dan sosoknya

Kepala Sekolah Karang Baru bekerjasama dengan

Kepala Sekolah di MIN Karang Baru kepala sekolah dapat berkoordinasi secara sistematis dan

Manajemen kepemimpinan kepala sekolah yang dimiliki

Pemetaan

kepemimpinan kepala sekolah menggambarkan bahwa

(9)

202 eksternal ke sekolah dalam kepemimpinan dan

untuk perilaku masing-masing kepala sekolah dalam bekerja

rekan kerja seperti komite sekolah. Dia kesalahpahaman informasi antara

Kusumaningrum, 2018).

Implikasi dari penelitian ini adalah

demografi, ekologi, nilai-nilai konsensus,

membedakan status mereka, tetapi prinsipal

Selain itu, pihak sekolah terlibat dalam pembangunan tersebut

kepala sekolah menunjukkan keunikannya

Perubahan zaman mengarahkan semua orang untuk melakukan hal tersebut

kepala sekolah MIN Karang Baru menunjukkan a

konflik. Kepala sekolah juga menunjukkan komite sekolah berkomunikasi dengan

pengaruhnya terhadap kerjasama yang dibangun.

dan fungsi manajemen yang harus dilakukan

perilaku kepala sekolah yang selalu berusaha

bersama-sama, tetapi guru, siswa dan

Hal ini dikarenakan kepintaran kepala sekolah dalam

sikap seorang pemimpin yang selalu menghormati Jika dipahami dari berbagai macamnya

terlihat pada tingkat kepercayaan masyarakat untuk mengirimkannya

dan keyakinan yang dibangun dari potensi yang ada

memperlakukan mereka lebih sesuai dengan mereka gaya kepemimpinan transformasional, karena

sekolah juga sangat mendukung semuanya

Pendekatan tersebut dilakukan oleh

tonggak kepemimpinan utama sangat

hubungan antara kepala sekolah atau semua masyarakat melalui sekolah

Kepercayaan komite sekolah bisa

dilaksanakan dengan benar. Dengan demikian, sekolah bisa

kepemimpinan melalui keteladanan dan perilaku

beradaptasi dengan tuntutan situasi. Itu komite, membangun kemitraan dan

dibudidayakan dengan baik ketika menjadi kepala sekolah

dikembangkan dengan cara yang unik dan berakar pada

keberadaan orang-orang atau pihak-pihak yang terlibat di dalamnya gaya kepemimpinan, diketahui bahwa

untuk melakukan perubahan di sekolah atau organisasi

tenaga kependidikan di sekolah juga memberikan

memanfaatkan setiap fungsi dan tanggung jawab kepala sekolah MIN Karang Baru kepada

anggota sekolah dan komite sekolah semua pihak. Jadi strategi kepala sekolah

penting dalam mencapai tujuan pendidikan.

pola sebagai seorang pemimpin yang dibangun sebagai pengikut

kepala sekolah sebagai manajer atau pemimpin dalam kepemimpinan transformasional mempunyai pengaruh yang signifikan

kebijakan kepala sekolah. Jadi, tidak hanya itu keterbukaan informasi (Ariyanti, Sobri, &

berkomunikasi secara intensif.

budaya masyarakat sekitar,

penyelenggaraan pendidikan tanpa

Muhammad Iwan Fitriani, dan Mohammad Viktor Farid Hakim (Islam, Furuoka, & Idris, 2020). Jadi, itu

kepercayaan yang tinggi kepada kepala sekolah.

komite sekolah. Inilah sebabnya mengapa komite. Hal ini dilakukan agar tidak terjadi

pola kepemimpinan dalam bekerja dengan

Setiap perilaku kepala sekolah mempunyai

anak-anak ke sekolah MIN Karang Baru. Di dalam

Komunitas lokal. Jadi, dalam temuan ini,

tanggung jawab masing-masing.

berpengaruh terhadap kepercayaan seluruh pihak internal dan

karakter bawahannya dan juga

panitia adalah bagian dari tanggung jawab

komite sekolah yang memberikan dukungan

sangat baik dan bersinergi tanpa ada

(10)

pada aspek tugas, berkembang

berorientasi pada kebutuhan saat ini

relevan dengan agen penasehat sekolah

perubahan untuk menciptakan pembaharuan. Jika

menentukan tindakannya menurut

dan kekurangan. Oleh karena itu, para peneliti

Masyarakat Dalam

535

diperdalam untuk mengumpulkan data dari semua

Yogyakarta. Jurnal Isema : Islami

Kh. Moh. Hasib Wahab Di Pondok hasil analisis data menyimpulkan

kepala sekolah di MIN Karang Baru mempunyai kemampuan dalam berakting dan memimpin sekolah dengan baik.

seluruh pihak dan pemangku kepentingan yang terlibat dalam hal ini

JAMP: Jurnal Adminitrasi Dan hubungan, membuat perubahan, dan membuat

mengelola lembaga pendidikan.

komite. Sementara itu, pihak sekolah

untuk memimpin yang sangat cerdas dan perubahan yang terjadi.

dapat melakukan penelitian lebih lanjut terkait dengan

Madrasah Pengembangan Mutu: Studi

Asy'ari, H., Hasibuan, AA, & Rosyad, M.

itulah pola kepemimpinan MIN Karang

perspektif seperti internal dan eksternal

Kusumaningrum, DE (2018).

fungsi komite sekolah sebagai agen

sikap. Sedangkan komite sekolah

Oleh karena itu, pola kepemimpinannya menjadi

pemberian pendidikan, sehingga mendidik

Manajemen Pendidikan, 1(1), 1–6.

Manajemen Pendidikan, 4(2), 181–192.

Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas suatu hal yang menarik untuk dikaji lebih dalam,

tujuan dapat tercapai dengan baik.

Astarina, M., & Asnafiyah, A. (2019).

pantas untuk memanfaatkannya KESIMPULAN

Nidhomul Haq, Vol 6, Edisi 1, 2021

penggunaan faktor eksternal. Keempat kepemimpinan

REFERENSI

komite sebagai agen dukungan ditampilkan

Kepemimpinan Kepala Sekolah Dalam

sebagai agen pengendali terlihat pada

kepala sekolah tidak sensitif terhadap perubahan kehidupan, itu

pertimbangan, dukungan dan kontrol.

https://doi.org/10.15575/isema.v4i2.6

Kepala Sekolah Baru menunjukkan penampilan yang sangat baik

pesta sekolah. Terutama di saat ini

karena setiap pemimpin mempunyai cara yang berbeda-beda

Penelitian ini masih mempunyai banyak kendala

Keterlibatan

situasi atau kondisi sekolah dan orientasi pola juga memanfaatkan

Ariyanti, NS, Sobri, AY, &

dalam orientasi hubungan dan perubahan sekolah harus bisa membaca kondisi dan

sulit baginya untuk menentukan perilakunya

lingkungan sekitar sekolah, serta

pola kepemimpinan. Penelitian bisa saja

Program Komite Di Min 1 Bantul

N.(2020). Kepemimpinan Karismatik pola karena orientasinya telah menyentuh

Orientasi tugas kepala sekolah adalah

Meningkatkan Partisipasi Masyarakat.

kondisi pandemi, penelitian bisa

pemanfaatan faktor eksternal. Sehingga

(11)

Pendidikan Di Man 1 Palembang.

studi tentang model kepemimpinan di

39(3),

Analisis Data Kualitatif; Sebuah Diperluas

Yogyakarta: Ar-Ruzz Media.

https://doi.org/10.31538/ndh.v5i2.64

Manajemen Pendidikan Islam, 3(2), 73–84.

perubahan organisasi. Asia Pacific

Dalam Epstein, JL (2009). Sekolah, keluarga dan

15.

Jurnal Pendidikan Vokasi, 4(3).

Febriana, L., Isnaini, M., & Syarifuddin, A.

Administrasi & Kepemimpinan, 46(1), 25–

59296

sekolah

Merencanakan, Melaksanakan, dan Mengevaluasi

penelitian pendidikan dari tahun 1980 hingga B.

kepercayaan pada pimpinan dan karyawan

Eropa: BSR.

493–506.

Buku Sumber. New Delhi:

Nurmiyanti, L., & Candra, BY (2019).

Penelitian Kuantitatif dan Kualitatif.

Jurnal PAI Raden Fatah (Vol.1).

Pendidikan https://doi.org/10.33650/al-

Pengelolaan

Penyelenggaraan Pendidikan Smk Di kemitraan komunitas. Kalifornia: Mahkota

48.

pertunjukan.

https://doi.org/https://doi.org/10.10

Morris, J., & Baddache, F. (2012). Kembali ke Islam, MN, Furuoka, F., & Idris, A.

Dalam Peningkatan Mutu Pendidikan Gumus, S., Bellibas, MS, Esen, M., &

(2019). Kepemimpinan

memperjuangkan

Mulyono, WD, & Pardjono. (2014). Peran

Mutohar, PM (2013). Manajemen Mutu (2019). Peranan Komite Sekolah

Hidayat, N., & Wulandari, F. (2020). Itu

Pengelolaan Kyai Transformasional Pada Lembaga

perilaku

Komite London & New York: Pearson

dampak perilaku kepemimpinan pada

https://doi.org/10.21831/cp.v39i3.31

Sage

Transformasional Dasar-Dasar: Cara Menjadikan Pemangku Kepentingan tanzim.v3i2.535

https://doi.org/10.19109/PAIRF.V1I

Gumus, E. (2018). Tinjauan sistematis 9

(2020). Memetakan hubungan

Madrasah: Strategi Peningkatan Mutu dan Dalam Meningkatkan

Muhammad Iwan Fitriani, dan Mohammad Viktor Farid Hakim

Cakrawala

16/j.apmrv.2020.09.002 Pendidikan Islam. Al-Tanzim : Jurnal

selama

Sekolah Pendidikan.

Mutu

204 005

Publikasi.

Kepemimpinan 2.3234

2014.

Jombang. Nidhomul Haq, 5(2), 247–261.

Bashori,

antara kepemimpinan transformasional,

Tinjauan,

Kabupaten Lamongan, Jawa Timur.

Tekan.

https://doi.org/10.1177/17411432166

Pendidikan,

Daya Saing Lembaga Pendidikan Islam.

Keterlibatan Berarti bagi Perusahaan Anda.

Miles, MB, & Huberman, AM (1994).

Creswell, JW (2012). Penelitian Pendidikan:

(12)

70–80.

Jurnal Manajemen Pendidikan Islam, 3(2),

Wardiah, S., Murniati, & Djailani. (2015).

Manajemen Pendidikan Islam, 3(2), 13–24.

Transformasional,

(Edisi ke-1st). Bandung: PUSTAKA SETIA.

& Tinjauan Administrasi, 1(2).

Percaya Diri Dan Gaya Kepemimpinan Pada

Dalam Peningkatan Mutu Pendidikan.

Kudus. Al-Tanzim: Jurnal Manajemen

148–161.

Purwanto, A., Sopa, A., Primahendra, R.,

Kabupaten Garut Dan Kabupaten

Sekolah dalam Meningkatkan Mutu

https://doi.org/10.33650/al-

Guru. Nidhomul Haq : Jurnal

Komite Strategi Sekolah Dalam

https://doi.org/10.31538/ndh.v3i2.21 Pengaruh Otentik Dan Otoriter

Sirojuddin, A. (2018). Partisipasi Masyarakat

Suteng Sulasmono, B., & Murjini, M. (2017).

Kepala Sekolah Terhadap Kinerja Pendidikan

Penyelenggaraan

https://doi.org/10.31538/NDH.V5I2.

Sekolah Sebagai Badan Pendukung

Pendidikan, 3(2).

Kusumaningsih, SW, & Pramono, R.

Sumedang. Inklusif: Jurnal Khusus

Pendidikan: Studi di SMK Negeri 2

Jurnal Cakrawala Pendidikan, 36(1).

(2020). Pengaruh Gaya Kepemimpinan

Pendidikan, IV(1).

dan SMK Negeri 3 Tasikmalaya.

3

Kinerja Guru Madrasah Tsanawiyah Di Nidhomul Haq, Vol 6, Edisi 1, 2021

tanzim.v4i1.938

Manajemen Pendidikan Islam, 5(2), 157–

Peningkatan Mutu Pendidikan Di Sd 557

Yukl, G. (2015). Kepemimpinan dalam https://doi.org/10.33650/al-

(Badan Pendukung) Dalam Upaya

https://doi.org/10.21831/cp.v36i1.10 Islam,

Pendidikan Di Yayasan Lpmnu Talang Transaksional,

Rusdiana, A. (2014). Konsep Inovasi Pendidikan

Jurnal Manajemen Pendidikan Indonesia

Sulfemi, WB (2020). Pengaruh Rasa Qohar, HA (2018). Komite Manajemen

179.

Negeri 1 Lhoknga. Jurnal Administrasi Anak Usia Dini. Al-Tanzim : Jurnal

tanzim.v3i2.646

Meningkatkan Mutu Pendidikan Di Slb

Tariqah

Evaluasi Kinerja Komite Sekolah 4(1),

431

Surjana, L. (2017). Fungsi dan Peran Komite

Prigen Pasuruan. Nidhomul Haq :

Organisasi. Jakarta: Indeks.

Referensi

Dokumen terkait

Teguh, 2014.“Perilaku Kepemimpinan Kepala Sekolah Dalam Peningkatan Partisipasi Kerja Guru”.Jurnal Manajemen Pendidikan, Vol. Tegguh, Ambar Sulistyani, 2012.Kepemimpinan

Berdasarkan data yang berhasil dikumpulkan melalui wawancara, observasi, kuisioner dan dokumentasi dengan guru, siswa dan Kepala/wakil kepala Sekolah maka masalah

Sikap disiplin yang terlihat pada siswa SIB Thailand yaitu merupakan disiplin perilaku dimana semua anggota sekolah baik siswa, guru, maupun tenaga kependidikan

Keteladanan merupakan faktor yang penting karena sikap dan perilaku kepala sekolah, guru dan karyawan dijadikan sebagai panutan oleh siswa sedangkan penciptaan suasana sekolah

Kepemimpinan kepala sekolah merupakan kemampuan kepala sekolah dalam mempengaruhi perilaku guru dan siswa untuk mencapai tujuan sekolah (Idris, 2005). Kepala sekolah yang berhasil

Kepala sekolah memahami tentang manajemen dan penerapan kurikulum 2013 di SDN Butuh. Kepala sekolah berusaha untuk mengikutkan seluruh guru untuk mengikuti diklat

dengan begitu dapat disimpulkan bahwa dalam penulisan cerpen dapat melatih siswa proses berpikir kritis guna memaparkan •Wawancara kepada kepala sekolah, guru Bahasa Indonesia,

2019 Mengetahui Kepala Sekolah Guru Mata Pelajaran Drs, Hadi Winarko, M.Mpd Nucky Lestarini, S.Pd NIP... 2018 Mengetahui Kepala Sekolah Guru Mata Pelajaran