PEMBAHASAN Tingkat Efektivitas
Dari hasil analisis kinerja yang menggunakan tingkat efektivitas, penganggaran di Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah Provinsi Kalimantan Selatan antara tahun 2020 sampai 2023 dianggap sangat efektif, dengan rata-rata mencapai 115%. Pada tahun 2020, tingkat pencapaian tercatat sebesar 100%, yang masuk dalam kategori efektif, meskipun realisasi pendapatan masih di bawah target. Tahun 2021 menunjukkan rasio yang meningkat menjadi 119%, dinyatakan sangat efektif. Kemudian, di tahun 2022, meningkat mencapai angka 120%, yang juga dianggap sangat efektif. Terakhir, pada tahun 2023, rasio meningkat lagi menjadi 121%, dengan kategori yang sama, yaitu sangat efektif.
Hasil pengukuran kinerja yang dinilai berdasarkan tingkat efektivitas menunjukkan bahwa pengelolaan keuangan daerah tergolong cukup efektif hingga sangat efektif. Adapun pengelolaan keuangan menunjukkan sangat efektif diaman dapat dilihat dari rasio rata-rata yang diperoleh adalah sebesar 115%. Hal ini terbukti dari angka efektivitas anggaran yang bervariasi antara 90% hingga lebih dari 120%. Keberhasilan dalam mencapai sasaran yang sudah ditentukan terlihat dari seberapa Efektif ini berjalan. Sebuah organisasi, program, atau aktivitas dianggap efektif apabila berhasil mencapai atau bahkan melampaui target yang telah ditetapkan (Antasena, 2023).
Kemampuan pemerintah daerah dalam mendapatkan pendapatan yang melebihi sasaran yang ditetapkan, adalah cerminan dari meningkatnya efektivitas dalam pengelolaan keuangan.
Hal ini memberikan kesempatan untuk meningkatkan potensi pendapatan daerah dalam rangka mendukung pembangunan wilayah. Keberhasilan pemerintah dalam meraih pendapatan di atas angka yang ditentukan mencerminkan pengelolaan keuangan yang baik dan efisien. Evaluasi kinerja keuangan dari Pemerintah Daerah Provinsi Kalimantan Selatan dalam hal efektivitas antara tahun 2020 sampai 2023 memperlihatkan bahwa hasil program yang dinilai berdasarkan tingkat efektivitas selalu termasuk dalam kategori cukup efektif sampai sangat efektif.
Tingkat Efisiensi
Berdasarkan analisis kinerja yang dilakukan dengan menggunakan tingkat efisiensi, Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah di Provinsi Kalimantan Selatan untuk periode 2020 hingga 2023 menunjukkan hasil yang kurang memuaskan, dengan rata-rata efisiensi sebesar 98,75%. Pada periode 2020, pencapaian tercatat sebesar 102%, yang menunjukkan
adanya ketidakefisienan, dikarenakan rasio tersebut lebih dari angka 100%. Selanjutnya, pada tahun 2021, rasio efisiensi tercatat 100%, yang juga dikategorikan sebagai kurang efisien.
Selanjutnya di tahun 2022, rasio efisiensi mengalami penurunan yaitu menjadi 97%, dan tetap berada pada kategori kurang efisien, kemudian pada tahun 2023, rasio tersebut kembali menurun menjadi 96%, yang menunjukkan bahwa adanya ketidakefisienan yang berkelanjutan.
Hasil pengukuran kinerja berdasarkan tingkat efisiensi menunjukkan bahwa pengelolaan keuangan daerah tergolong dalam tiga kategori: tidak efisien, kurang efisien, dan efisien. Dengan rata-rata tingkat efisiensi sebesar 98,75%, bisa dikatakan bahwa pengelolaan keuangan ini termasuk dalam kategori tidak efisien. Hal ini tercermin dari angka efisiensi anggaran yang bervariasi antara 60% hingga lebih dari 100%. Dalam hal ini efisiens diartikan sebagai perbandingan antara output dan input. Suatu organisasi, program, atau kegiatan dinilai efisien apabila mampu menghasilkan output tertentu dengan memanfaatkan input yang minimal.
Beberapa faktor yang menyebabkan ketidakefisienan anggaran antara lain adalah proses perencanaan yang belum optimal dan tingginya pengeluaran anggaran, yang sebagian besar dipergunakan untuk belanja pegawai dan belanja operasional. Selain itu, tingginya realisasi anggaran belanja dibandingkan dengan pendapatan yang diterima menunjukkan bahwa tingkat efisiensi dalam pengelolaan keuangan masih sangat rendah. Hal ini menimbulkan kesan adanya pemborosan karena tidak mematuhi prinsip penghematan dan efisiensi dalam pengelolaan anggaran belanja daerah (Antasena, 2023).
Keberhasilan pemerintah dalam mencapai tujuan pengeluaran anggaran sesuai sasaran yang telah ditentukan akan terasa kurang berarti jika dana yang dikeluarkan untuk mencapai tujuan tersebut melebihi pendapatan yang dihasilkan. Analisis mengenai performa keuangan Pemerintah Daerah Provinsi Kalimantan Selatan, dengan penekanan pada efisiensi antara tahun 2020 sampai 2023 menunjukkan bahwa pelaksanaan program, yang dievaluasi berdasarkan tingkat efisiensi, masuk dalam kategori kurang efisien. Hasil evaluasi ini menunjukkan variasi yang mencakup dari tidak efisien, kurang efisien, hingga efisien.