• Tidak ada hasil yang ditemukan

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN PERENCANAAN

N/A
N/A
18@Mutyara Arun Maharani

Academic year: 2025

Membagikan "HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN PERENCANAAN"

Copied!
7
0
0

Teks penuh

(1)

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Rasio Efisiensi

Mardiasmo (2004) menyatakan bahwa, efisiensi adalah hasil maksimum yang dicapai dengan input tertentu atau penggunaan input yang paling sedikit untuk mendapatkan output tertentu. Efisiensi merupakan perbandingan antara output dan input. Hal ini terkait dengan standar kinerja atau sasaran yang telah ditentukan. Ukuran efisiensi dinilai melalui rasio output terhadap input, semakin besar output dibandingkan dengan input, maka semakin tinggi tingkat efisiensi sebuah organisasi. Hasil perhitungan rasio efisiensi keuangan Provinsi Kalimantan Selatan selama 2020-2023 dapat dilihat pada tabel berikut:

Tabel 1. Rasio efisiensi keuangan Provinsi Kalimantan Selatan selama 2020-2023 Tahun Realisasi Belanja Realisasi

Pendapatan

Rasio Efisiensi (%)

Kriteria

2020 6.630.726.561.522 6.487.758.292.203 102% Tidak Efisien 2021 6.434.676.072.255 6.623.086.492.762 97% Kurang Efisien

2022 4.867.018.439.266 7.889.205.140.070 62% Efisien

2023 9.235.842.967.983 9.877.771.018.512 94% Kurang Efisien Rata-rata 6.792.565.510.257 7.219.455.735.387 88,75% Cukup Efisien Sumber : Data diolah tahun 2025

Pada tabel 1 rasio efisiensi keuangan diatas dapat dilihat bahwa pengelolaan keuangan Provinsi Kalimantan Seklatan rata-rata selama 4 tahun, berada dalam kriteria cukup efisen dengan rasio sebesar 88,75%. Berikut ini adalah hasil penelitian rasio efisiensi tahun 2020-2023:

1. Di tahun 2020, rasio efisiensi tercatat pada angka 102%, yang menunjukkan bahwa total pengeluaran yang tercatat sebesar Rp.6.630.726.561.522 lebih tinggi jika dibandingkan dengan total pendapatan yang mencapai Rp.6.487.758.292.203. Ini menandakan bahwa pengelolaan finansial daerah pada tahun 2020 dinilai kurang efisien karena pengeluaran lebih besar daripada pendapatan yang diterima. Keadaan ini berisiko menciptakan defisit anggaran yang perlu ditutupi oleh sumber lain atau pembiayaan tambahan. Pengeluaran yang melebihi pendapatan ini menunjukkan perlunya pengawasan belanja yang lebih ketat agar tidak melebihi batas kemampuan pendapatan daerah.

(2)

2. Pada tahun 2021, rasio efisiensi berada di level 97%, yang menunjukkan realisasi pengeluaran sebsar Rp.6.434.676.072.255, yang sedikit lebih rendah dibandingkan dengan realisasi pemasukan sebesar Rp.6.623.086.492.762. Walaupun pengeluaran tersebut lebih kecil dari pemasukan, rasio ini tetap termasuk dalam kategori kurang efisien karena nilainya mendekati 100%, yang menunjukkan bahwa pengelolaan anggaran belum mencapai level optimal dan masih tersedia kesempatan untuk meningkatkan efisiensi dalam pengeluaran.

3. Pada tahun 2022, rasio efisiensi tercatat sebesar 62%, yang memperlihatkan total pengeluaran sebesar Rp.4.867.018.439.266, jauh lebih rendah dibandingkan pendapatan yang tercatat sebesar Rp.7.889.205.140.070. Angka ini dinilai sebagai efisien, yang menunjukkan bahwa pengelolaan keuangan daerah sangat efektif dan pengeluaran terkontrol dengan baik, tidak melebihi pemasukan yang ada. Situasi ini mencerminkan pengelolaan anggaran yang lebih baik dan berorientasi pada penghematan.

4. Pada tahun 2023, rasio efisiensi mencapai 94%, yang menunjukkan realisasi pengeluaran sebesar Rp.9.235.842.967.983 masih lebih rendah dibanding pendapatan yang tercatat sebesar Rp.9.877.771.018.512, tetapi rasio ini dianggap kurang efisien karena angkanya hampir mencapai 100%. Hal tersebut menunjukkan bahwa pengeluaran hampir setara dengan pendapatan, sehingga diperlukan pengawasan yang lebih ketat agar efisiensi dapat ditingkatkan.

Rata-rata tingkat efisiensi antara tahun 2020 hingga 2023 mencapai 88,75% yang termasuk dalam kategori cukup efisien. Ini mengindikasikan bahwa manajemen keuangan Provinsi Kalimantan Selatan selama empat tahun terakhir tergolong cukup efisien secara keseluruhan, walaupun ada variasi dari satu tahun ke tahun berikutnya. Tahun 2022 tercatat sebagai tahun dengan efisiensi tertinggi, sedangkan tahun 2020 merupakan tahun dengan efisiensi terendah karena pengeluaran melebihi pemasukan.

Rasio Efektivitas

Menurut Mardiasmo (2004), efektivitas merupakan tolak ukur seberapa sukses suatu organisasi dalam mencapai sasaran yang telah ditetapkan. Sebuah organisasi atau program dianggap efektif jika hasil yang diperoleh sesuai dengan tujuan yang diinginkan. Tingkat efektivitas diukur berdasarkan perbandingan antara realisasi penerimaan dan target yang

(3)

ditetapkan. Hasil perhitungan rasio efektivitas keuangan Provinsi Kalimantan Selatan selama 2020-2023 dapat dilihat pada tabel berikut:

Tabel 2. Rasio efektivitas keuangan Provinsi Kalimantan Selatan selama 2020-2023 Tahun Realisasi

Pendapatan

Target Pendapatan Rasio Efektivitas (%)

Kriteria

2020 6.487.758.292.203 7.230.905.164.000 90% Cukup Efektif 2021 6.623.086.492.762 5.426.165.272.537 122% Sangat Efektif 2022 7.889.205.140.070 6.278.838.931.960 126% Sangat Efektif 2023 9.877.771.018.512 7.826.314.817.323,00 126% Sangat Efektif Rata-rata 7.719.455.235.887 6.690.555.546.455 116% Sangat Efektif Sumber : Data diolah tahun 2025

Pada tabel 2 rasio efektivitas keuangan diatas dapat dilihat bahwa pengelolaan keuangan Provinsi Kalimantan Seklatan rata-rata selama 4 tahun, berada dalam kriteria sangat efektif dengan rasio sebesar 116%. Berikut ini adalah hasil penelitian rasio efektivitas tahun 2020-2023:

1. Pada tahun 2020 tingkat efektivitas pelaksanaan anggaran pendapatan Provinsi Kalimantan Selatan tercatat sebesar 90%, yang berarti pengelolaan keuangan di Provinsi Kalimantan Selatan pada tahun 2020 dianggap cukup efektif, meskipun total pendapatan yang direalisasikan sebesar Rp.6.487.758.292.203 masih di bawah target yang ditetapkan, yaitu Rp.7.230.905.164.000. Hal tersebut menggambarkan bahwa pencapaian target pendapatan belum mencapai puncaknya, kemungkinan besar oleh dampak dari kondisi ekonomi yang kurang menguntungkan pada waktu itu.

2. Pada tahun 2020 tingkat efektivitas pelaksanaan anggaran pendapatan Provinsi Kalimantan Selatan mengalami peningkatan menjadi 122%, yang menunjukkan bahwa jumlah pendapatan yang berhasil direalisasikan sebesar Rp.6.623.086.492.762 melampaui target pendapatan yang ditetapkan yaitu Rp.5.426.165.272.537. Ini menggambarkan bahwa pengelolaan keuangan daerah sangat efisien dalam mencapai pencapaian pendapatan, bahkan mengungguli target yang telah direncanakan.

3. Pada tahun 2020 tingkat efektivitas pelaksanaan anggaran pendapatan Provinsi Kalimantan Selatan kembali menunjukkan peningkatan, mencapai 126%, dengan realisasi pendapatan

(4)

sebesar Rp.7.889.205.140.070 yang jauh melampaui target Rp.6.278.838.931.960. Ini menunjukkan bahwa pengelolaan keuangan daerah sangat efektif dan mampu mengoptimalkan potensi pendapatan daerah secara maksimal.

4. Pada tahun 2020 tingkat efektivitas pelaksanaan anggaran pendapatan Provinsi Kalimantan Selatan tetap stabil di angka 126%, dengan realisasi pendapatan sebesar Rp.9.877.771.018.512 yang melebihi target Rp.7.826.314.817.323. Ini mencerminkan konsistensi dalam kinerja keuangan yang sangat efektif dalam mencapai pendapatan daerah.

Secara keseluruhan rata-rata rasio efektivitas yang mencapai 116%, yang masuk kategori sengat efektif antara tahun 2020 dan 2023 menggambarkan bahwa Provinsi Kalimantan Selatan dengan stabil berhasil mengatur pendapatan daerah dengan efektif, bahkan melampaui sasaran yang telah ditentukan. Prestasi ini menunjukkan keahlian pemerintah daerah dalam memaksimalkan potensi pendapatan dan tata kelola anggaran yang efektif, yang sangat vital untuk mendukung pembangunan daerah yang berkelanjutan.

Pembahasan Tingkat Efisiensi

Berdasarkan perhitungan kinerja dengan menggunakan tingkat efisiensi menunujukan bahwa Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah di Provinsi Kalimantan Selatan untuk tahun 2020 hingga 2023 dapat dikatakan cukup efisien dengan rata-rata sebesar 88,75%. Dengan tingkat pencapaian di tahun 2020 sebesar 102%, yang membuatnya dikategorikan tidak efisien karena rasio perhitungan melampaui angka 100%. Di tahun 2021, rasio mencapai 97%, yang dikelompokkan sebagai kurang efisien. Tahun 2022 menunjukkan rasio sebesar 62% dengan kategori efisien, dan di tahun 2023, rasio perhitungan tercatat sebanyak 94% dengan kriteria kurang efisien.

Hasil dari pengukuran kinerja berdasarkan tingkat efisiensi menunjukkan bahwa pengelolaan keuangan daerah berada dalam kategori tidak efisien, kurang efisien, dan efisien.

Dengan tingkat efisiensi rata-rata sebesar 88,75%, dapat dikatakan cukup efisien. Hal ini tercermin dari perhitungan efisiensi anggaran yang berkisar antara 60% hingga lebih dari 100%. Efisiensi dapat dipahami sebagai rasio antara output dan input. Sebuah organisasi, program, atau aktivitas dianggap efisien jika dapat memproduksi output tertentu dengan input yang minimal. Faktor-faktor

(5)

yang menyebabkan ketidakefisienan anggaran meliputi proses perencanaan yang masih kurang optimal, dan penyebab lainnya adalah tingginya pengeluaran anggaran yang didominasi oleh belanja pegawai dan belanja operasional. Tingginya realisasi anggaran belanja dibandingkan dengan realisasi pendapatan yang diterima menunjukkan bahwa tingkat efisiensi dalam pengelolaan keuangan masih sangat kurang, dan terkesan terdapat pemborosan dengan mengabaikan prinsip penghematan serta efisiensi dalam anggaran belanja daerah (Antasena.D,2023).

Keberhasilan pemerintah dalam mencapai tujuan pengeluaran anggaran sesuai dengan sasaran yang telah ditentukan menjadi kurang berarti jika ternyata dana yang dikeluarkan untuk mencapai tujuan pengeluaran tersebut lebih tinggi daripada pendapatan yang dihasilkan. Evaluasi kinerja keuangan Pemerintah Daerah Provinsi Kalimantan Selatan dalam hal efisiensi untuk periode 2020-2023 mengindikasikan bahwa pelaksanaan program yang dinilai berdasarkan tingkat efisiensi berada pada kategori cukup efisien dengan variasi antara tidak efisien, kurang efisien, dan efisien.

Tingkat Efektivitas

Berdasarkan perhitungan kinerja menggunakan tingkat efektivitas menunjukan bahwa penganggaran pada Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah di Provinsi Kalimantan Selatan dalam rentang waktu 2020 hingga 2023 dianggap sangat efektif dengan rata-rata mencapai 116%.

Tingkat pencapaian pada tahun 2020 tercatat sebesar 90% dengan kategori cukup efektif, karena pendapatan yang terealisasi masih di bawah target pendapatan. Tahun 2021 menunjukkan rasio sebesar 122%, dinyatakan sangat efektif, kemudian di tahun 2022 mencapai 126% yang juga diakui sebagai sangat efektif, dan pada tahun 2023 rasio adalah 126% dengan kategori sangat efektif.

Hasil dari pengukuran kinerja yang dinilai melalui tingkat efektivitas mengindikasikan bahwa pengelolaan keuangan daerah berada dalam kategori cukup efektif dan sangat efektif. Rata- rata efektivitas 116% menunjukkan bahwa pengelolaan keuangan sangat efektif. Ini terlihat dari angka efektivitas anggaran yang berkisar dari 90% hingga lebih dari 120%. Efektivitas berfungsi sebagai indikator keberhasilan pencapaian target yang sudah ditentukan. Sebuah organisasi, program, atau aktivitas dianggap efektif jika dapat mencapai atau melampaui target yang ditetapkan (Antasena.D,2023).

(6)

Peningkatan efektivitas dalam pengelolaan keuangan daerah mengindikasikan kemampuan pemerintah daerah dalam meraih pendapatan yang melebihi target yang telah ditetapkan, memungkinkan potensi pendapatan daerah ditingkatkan untuk mendukung pembangunan daerah.

Keberhasilan pemerintah dalam mencapai target pendapatan yang melebihi angka yang ditentukan mencerminkan pengelolaan keuangan daerah yang sangat baik dan efisien. Pengukuran kinerja keuangan Pemerintah Daerah Provinsi Kalimantan Selatan pada sisi efektivitas antara tahun 2020 dan 2023 memperlihatkan bahwa pencapaian program yang diukur dari tingkat efektivitas secara konsisten berada dalam kriteria cukup efektif dan sangat efektif.

(7)

DAFTAR PUSTAKA

Mardiasmo. 2004a. Efisiensi dan efektivitas. Yogyakarta: Penerbit Andy.

Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan. (2023). Data PAD Provinsi Kalimantan Selatan 2020- 2023 (Dokumen internal). Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan.

Antasena, D., Crisstin, Y., & Silawati, D. (2023). Efisiensi Dan Efektivitas Pengelolaan Keuangan Daerah. Nian Tana Sikka: Jurnal ilmiah Mahasiswa1(3), 51-70.

Referensi

Dokumen terkait

Dalam upaya mendukung pencapaian visi, misi, dan tujuan BPKP, Peraturan Perwakilan BPKP Provinsi Kalimantan Selatan Nomor 1 Tahun 2020 tentang Rencana Strategis

Gambar 4.46 memperlihatkan histogram hasil pengolahan data pengukuran tinggi kaleng, dimana penebaran datanya tidak mengikuti distribusi secara normal dan cenderung berada

1) Realisasi jumlah zakat oleh BUS tahun 2018 s.d 2020 Jika dilihat dari sisi jumlah BUS yang membayarkan Zakat perusahaan berdasarkan laporan keuangan BUS periode 2018

Sosialisai yang dilakukan sudah sesuai visi dan misi Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Kalimantan Selatan melalui bidan perluasan kualitas dan

Menurut Informan “Peran Pemerintah dalam pelaksanaan Pelaksanaan Implementasi Peraturan Daerah Provensi Kalimantan Selatan Nomor 6 Tahun 2017 Tentang Perubahan

Berdasarkan hasil wawancara tersebut diketahui bahwa mengapa anggota Bintara Polri angkatan 46 Tahun 2021 di Direktorat Samapta Polda Kalimantan Selatan memiliki komitmen

Berdasar hasil distribusi skor alternatif jawaban responden untuk indikator pengukuran variabel kualitas kehidupan kerja termasuk dalam kategori baik dengan pencapaian

Laporan bulanan ini membahas aktivitas Konsultan BPMP Provinsi Kalimantan Selatan selama bulan Oktober