Tugas Kuliah Hari, Tanggal : Senin, 27 November 2023 Praktik Kewirausahaan Dosen : Dr. Ir. Dewi Sarastani, M.Si.
ASAL USUL BUAH JERUK DAN LEMON
Disusun Oleh:
Vina Fitri Ramadani J0405221078
AP/2
SUPERVISOR JAMINAN MUTU PANGAN SEKOLAH VOKASI
INSTITUT PERTANIAN BOGOR
2023
A. Jeruk
Tanaman jeruk merupakan tumbuhan berbunga dengan marga Citrus dan dari suku Rutaceae (suku jeruk-jerukan). Tanaman jeruk memiliki akar tunggang panjang dan akar-akar serabut. Masa pertumbuhan tanaman ini dapat terhenti apabila akar tunggang mencapai tanah yang keras atau tanah yang terendam air. Akan tetapi, apabila tanahnya gembur, panjang akar tunggang dapat mencapai 4 meter (Syam 2017). Sebagian besar jeruk memiliki rasa masam yang segar dan sebagian lagi memiliki rasa yang manis. Rasa masam dari jeruk berasal dari kandungan asam sitrat.
Tanaman jeruk sangatlah beragam dan beberapa spesies bisa saling bersilangan dan membentuk hibrida antarspesies (‘interspecific hybrid) yang memiliki karakter yang khas, yang berbeda dari spesies tetuanya (Priyambodo et.al 2019).
Buah jeruk (Citrus spp. Rutaceae) disaat ini adalah salah satu tanaman buah komersial terpenting di Mediterania. Namun, jeruk bukanlah tanaman asli dari Mediterania melainkan jeruk diyakini berasal dari timur laut India, barat daya Cina, barat daya Burma, dan kepulauan Melayu, dan kemudian menyebar ke daerah lain di Asia Tenggara, disertai dengan diferensiasi lokal. Empat dekade yang lalu, beberapa peneliti mengatakan bahwa ada tiga spesies leluhur yang dapat dimakan dari jenis- jenis jeruk komersial utama yaitu jeruk keprok (C. medica), jeruk bali (C. maxima), dan jeruk mandarin (C. reticulata). Pendapat ini didasari oleh karakteristik morfologi dan biokimia dan saat ini didukung oleh penelitian genetik yang membuktikan bahwa
"spesies" jeruk yang dapat dimakan lainnya adalah hibrida (Wu et.al 2014).
Catatan fosil juga menunjukkan bahwa Genus Citrus sudah ada sejak 7 juta tahun yang lalu, dan berasal dari Himalaya sebelum menyebar ke seluruh Asia Tenggara. Ada lima spesies jeruk purba yang menjadi asal muasal semua varietas modern yaitu papeda bunga kecil (Citrus micrantha), jeruk sitrun (Citrus medica), jeruk bali (Citrus maxima), jeruk mandarin (Citrus reticulata), dan jeruk kumis kucing (Citrus japonica).
Penelitian yang dilakukan oleh Langgut (2017), menghasilkan tabel migrasi spesies jeruk ke arah barat. Tabel ini menjelaskan tentang asumsi tanggal masuknya jeruk ke Cekungan Mediterania.
Citron (C. medica) atau jeruk keprok merupakan buah jeruk pertama yang sampai di Mediterani yang mungkin melalui Persia. Jeruk ini berasal dari timur laut India atau Asia Tenggara bagian utara, daerah di Assam, Myanmar, dan Yunnan hingga kaki bukit Himalaya bagian timur, di mana mungkin juga pertama kali didomestikasi. Salah satu ahli juga berpendapat bahwa jeruk ini menyebar dari India ke Afganistan, Persia, Suriah, Israel, dan Mesir. Selain itu, dari nama jeruk Citro (C.medica) dapat dianalisis asal usul jeruk tersebut. Dalam bahasa Hindi, sitrun disebut torange, dalam bahasa Persia disebut toronge dan kemudian etronge, dalam bahasa Ibrani disebut etrog, dalam bahasa Aram disebut etronga atau etroga, dan dalam bahasa Arab turug atau eturug, dalam bahasa koptik disebut ghitri, dalam bahasa Yunani kitrea dan kitrion. Sedangkan dalam bahasa Latin kata citrus digunakan untuk menamai pohon dan citreum atau citrium untuk buahnya. Kata medica dalam nama latinnya (Citrus medica) mungkin juga adalah suatu kode mengenai asal-usul Persia (Median) daripada penggunaannya untuk tujuan medis (Langgut 2017).
Temuan serbuk sari yang dipublikasikan dari taman kerajaan Persia di sebelah istana mewah yang digali di situs Ramat Rahel dekat Yerusalem, telah memberikan cahaya baru terhadap penanggalan penanaman C. medica di Mediterania (Langgut et. al 2013). Fosil serbuk sari C. medica teridentifikasi pada saat memeriksa plester salah satu kolam di taman, yang berasal dari abad kelima dan keempat sebelum masehi. Bukti botani selanjutnya dalam urutan kronologis berasal dari endapan pelabuhan Punic di Kartago (Tunis, Afrika Utara) yang dimana satu butir serbuk dari tingkat yang sama dengan abad keempat dan awal abad ketiga sebelum masehi. Bukti palinologis ini menunjukkan bahwa jeruk telah dibudidayakan saat di Kartago.
B. Lemon
Citrus limon atau yang biasa dikenal sebagai lemon termasuk family Rutaceae.
Pada umumnya buah ini dibudidayakan di negara-negara Asia Selatan. Lemon kaya akan kandungan nutrisi seperti karbohidrat, lemak, protein, vitamin berupa thiamine, riboflavin, niacin, asam pantotenat, folat, kolin dan kaya sumber vitamin C. Lemon juga mengandung unsur-unsur seperti kalsium, magnesium, kalium dan seng dan sejumlah senyawa fitokimia seperti tannin dan flavonoid (Priyambodo dan Zainal 2019).
Tahun 1967 dalam penelitian yang dilakukan oleh Webber et. al yang dikutip pada penelitian Curk et.al (2016), dikatakan bahwa Tiongkok Selatan atau mungkin Burma bagian atas adalah daerah asal Lemon. Ahli taksonomi awal juga berpendapat bahwa lemon (C.limon) merupakan turunan atau hibrida antara jeruk pahit (jeruk asam) dan jeruk sitrun (Curk et.al 2016). Pada abad kedua masehi dimasa romawi kuno, lemon diperkenalkan ke eropa di dekat Italia Selatan. Kemudian diperkenalkan ke Persia dan kemudian ke Irak dan Mesir sekitar tahun 700 Masehi. Budidaya lemon secara besar-besaran di Eropa dimulai di Genoa pada pertengahan abad ke-15. Pada tahun 1493, lemon akhirnya diperkenalkan ke Amerika saat Christopher Columbus membawa bibit lemon ke Hispaniola dalam pelayarannya. Pada abad ke-19, lemon semakin banyak ditanam di Florida dan California.
DAFTAR PUSTAKA
Curk F, Ollitrault F, Garcia-Lor A, Luro F, Navvarro L, Ollitrault P. 2016. Phylogenetic origin of limes and lemons revealed by cytoplasmic and nuclear markers. Annals of Botany. 117: 565–583
Langgut D. 2017. The Citrus Route Revealed: From Southeast Asia into the Mediterranean.
Hortscience. 52(6):814–822.
Langgut D, Gadot N, Porat, Lipschits. 2013. Fossil pollen reveals the secrets of royal Persian garden in Ramat Rahel (Jerusalem). Palynol. 37:115–129.
Syam MNI. 2017. Analisis pendapatan petani jeruk bali di desa padanglampe kecamatan ma’rang kabupaten pangkep [skripsi]. Makkasar: Universitas Muhammadiyah Makassar.
Priyambodo CS, Sastryawanto H, Hermawati DH. 2019. Analisis preferensi konsumen buah jeruk di pasar keputran utara, surabaya. 14(1).
Wu GAS. Prochnik J, Jenkins J, Salse U, Hellsten F, Murat, Machado. 2014. Sequencing of diverse mandarin, pummelo and orange genomes reveals complex history of
admixture during citrus domestication. Nat. Biotechnol. 32:656–662.