LAPORAN PENDAHULUAN ASUHAN KEPERAWATAN
LAPORAN ASUHAN KEPERAWATAN PADA IBU HAMIL FISIOLOGIS
DISUSUN OLEH KELOMPOK 2
FEBIELLE DEVNA 9103020002 ANGELINA LEONI 9103020006 MEISYA SALSABILAH 9103020008 YURIS DIANTO 9103020010 ELISASMITHA DASILVA 9103020020
FAKULTAS KEPERAWATAN
UNIVERSITAS KATOLIK WIDYA MANDALA SURABAYA
2022
KATA PENGANTAR
Puji dan syukur kami panjatkan ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena atas rahmatNya sehingga kami dapat menyelesaikan Laporan Pendahuluan yang berjudul
“Laporan Asuhan Keperawatan Pada Ibu Hamil Fisiologis” ini tepat pada waktunya.
Adapun tujuan dari pembuatan asuhan keperawatan ini adalah untuk memenuhi tugas pada mata kuliah keperawatan maternitas. Selain itu, asuhan keperawatan ini juga bertujuan untuk menambah wawasan mengenai penulis dalam menyusun asuhan keperawatan pada ibu hamil fisiologis.
Kami mengucapkan terima kasih banyak kepada Ibu Ninda Ayu Prabasari., S.Kep., Ns., M.Kep selaku dosen pembimbing pada mata kuliah keperawatan maternitas yang telah membimbing dan membantu kami dalam menyelesaikan tugas ini sehingga dapat menambah pengetahuan dan wawasan sesuai dengan bidang studi yang kami tekuni saat ini. Kami juga mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membagi sebagian pengetahuannya sehingga kami dapat menyelesaikan makalah ini dengan baik. Kami menyadari bahwa asuhan keperawatan yang saya tulis ini masih jauh dari kata sempurna.
Oleh karena itu, kami sangat mengharapkan segala bentuk saran maupun kritik yang membangun dari berbagai pihak. Sehingga, saya berharap semoga makalah ini dapat memberikan manfaat bagi pembaca maupun penulis.
Surabaya, 30 Agustus 2022
Penulis
II
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR... I BAB 1...III PENDAHULUAN...III 1.1 Latar Belakang ...III 1.2 Rumusan Masalah ... IV 1.3 1. Tujuan Penulisan... IV 1.3.1 Tujuan Umum ... IV 1.3.2 Tujuan Khusus ...IV 1.4 Manfaat Penulisan ...IV 1.4.1 Manfaat Teoritis... IV 1.4.2 Manfaat Praktis... IV
BAB 2...1
TINJAUAN PUSTAKA...1
2.1 Definisi Kehamilan ...1
2.2 Fisiologi Kehamilan ... 1
2.3 Perubahan Fisiologi Pada Organ dan Sistem Lainnya ... 3
2.4 WEB OF CAUTION KEHAMILAN FISIOLOGIS... 7
2.5 Manifestasi Klinis Kehamilan ... 9
2.6 Komplikasi Kehamilan ...10
2.7 Pemeriksaan Penunjang Kehamilan ... 10
2.8.1 Pemeriksaan fisik ...10
2.8.2 Pemeriksaan Diagnostik... 10
2.8 Penatalaksanaan Kehamilan ... 11
BAB 3...12
KONSEP ASUHAN KEPERAWATAN ... 12
3.1 Pengkajian Keperawatan ... 12
3.2 Analisa Data ... 16
3.3 Rumusan Diagnosa Keperawatan ...20
3.4 Intervensi Keperawatan ...22
BAB 4...29
KESIMPULAN DAN SARAN... 29
4.1 Kesimpulan ...29
4.2 Saran...29
DAFTAR PUSTAKA...30
BAB 1
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Kehamilan merupakan suatu proses yang alamiah dan fisiologis.
Setiap wanita yang memiliki organ reproduksi yang sehat, yang telah mengalami menstruasi, dan melakukan hubungan seksual dengan seorang pria yang sehat maka besar kemungkinan akan mengalami kehamilan. Masa kehamilan dimulai dari konsepsi sampai lahirnya bayi dengan lam 280 hari atau 40 minggu yang dihitung dari hari pertama haid terakhir. Terbagi menjadi tiga triwulan yaitu triwulan pertama dimulai dari konsepsi sampai tiga bulan, triwulan kedua dari bulan keempat sampai bulan enam dan triwulan ketiga bulan ketujuh hingga 9 bulan (Lesmana, 2021)
Proses kehamilan merupakan proses yang normal dan alamiah. Hal ini perlu diyakini oleh tenaga kesehatan khususnya bidan, sehingga ketika memberikan asuhan kepada pasien, pendekatan yang dilakukan lebih cenderung kepada bentuk pelayanan promotif. Realisasi yang paling mudah dilaksanakan adalah pelaksanaan Komunikasi Informasi dan Edukasi (KIE) kepada pasien dengan materi-materi mengenai pemantauan kesehatan ibu hamil dan penatalaksanaan ketidaknyamanan selama hamil (Lesmana, 2021)
Proses kehamilan akan menyebabkan ibu hamil mengalami perubahan pada fisik. Perubahan tersebut sering menimbulkan ketidaknyamanan yang akan dirasakan berbeda-beda tiap trimester kehamilan perubahan yang terjadi selama kehamilan sering kali menjadi keluhan bagi ibu hamil diantaranya adalah mual muntah pada kehamilan, konstipasi, varises, ganguan berkemih, hemoroid, dan pembengkakan pada tungkai kaki serta nyeri punggung. Ibu hamil sering mengalami ketidaknyamanan selama proses adaptasi dalam kehamilan, hal ini bersifat fisiologis tetapi harus diberikan suatu pencegahan. Untuk itu, kelompok tertarik untuk mengangkat topik asuhan keperawatan pada ibu hamil untuk memahami lebih baik konsep asuhan keperawatan yang benar pada ibu hamil fisiologis.
IV
1.2 Rumusan Masalah
“Bagaimana asuhan keperawatan pada ibu hamil?”
1.3 1. Tujuan Penulisan 1.3.1 Tujuan Umum
Mahasiswa mampu mahasiswa asuhan keperawatan pada ibu hamil fisiologis dengan baik dan benar
1.3.2 Tujuan Khusus
a. Memahami konsep laporan pendahuluan pada ibu hamil fisiologi b. Memahami pengkajian, rumusan diagnosa serta intervensi keperawatan
pada ibu hamil fisiologi 1.4 Manfaat Penulisan
1.4.1 Manfaat Teoritis
Makalah ini dapat menambah informasi, pengetahuan dan wawasan dalam keperawatan tentang kehamilan fisiologi
1.4.2 Manfaat Praktis a. Bagi Pembaca
Dapat memberikan masukan pada pembaca tentang pelaksanaan asuha keperawatan tentang kehamilan fisiologi
b. Bagi Institusi Pendidikan
Sebagai acuan dalam mengembangkan ilmu keperawatan, khususnya pada masalah keperawatan maternitas
c. Bagi Penulis
Menerapkan ilmu yang telah didapatkan dalam pengembangan ilmu keperawatan khususnya dalam memberikan asuhan keperawatan pada ibu kehamilan fisiologi
BAB 2
TINJAUAN PUSTAKA
2.1 Definisi Kehamilan
Menurut Syaiful dkk (2019) Kehamilan merupakan dimulainya proses bertemunya sel telur dan sel sperma sehingga terjadi fertilisasi, dilanjutkan implantasi sampai lahirnya janin, untuk kehamilan normal sendiri berlangsung selama 280 hari atau 40 minggu atau 9 bulan kalender. Kehamilan dapat dihitung sejak hari pertama haid terkhir (HPHT), lalu untuk fertilisasi berlangsung sekitar 2 minggu setelah HPHT (Yuliani & Suparni, 2017)
2.2 Fisiologi Kehamilan
Kehamilan terjadi ketika sel sperma yang masuk ke dalam rahim seorang perempuan membuahi sel telur yang telah matang. Laki-laki rata-rata mengeluarkan air mani sebanyak 3 cc dan setiap 1 cc mani yang normal akan mengandung sekitar 100 hingga 120 juta buah sel sperma. Setelah air mani ini terpancar (ejakulasi) ke dalam pangkal salurna kelamin perempuan, maka jutaan sperma tersebut akan berenang melintasi rongga rahim dan saling berebut untuk mencapai sel telur matang yang ada pada saluran tuba di seberang rahim.
Pada saat ovulasi, lapisan lendir di dalam serviks menjadi lebih cair sehingga sperma mudah menembus ke dalam rahim. Sperma bergerak dari vagina sampai ke ujung tuba falopi yang berbentuk corong dalam waktu 5 menit. Jika perempuan tersebut berada di masa subur, dengan kata lain terdapat sel telur matang dan terjadinya pembuahan.
2.2.1 Ovulasi
Desakan folikel de Graaf ke permukaan ovarium menyebabkan penipisan dan disertai devaskularisasi. Ovarium mengeluarkan hormon estrogen yang dapat mempengaruhi gerak dari tuba yang makin tinggi, peristaltik tuba makin aktif. Dengan pengaruh LH yang makin besar dan fluktuasi mendada, terjadi proses pelepasan ovum yang disebut ovulasi..
2
dengan gerak aktif tuba yang mempunyai rumbai (fimbrae) maka ovum yang telah dilepaskan segera ditangkap oleh fimbrae tuba. Ovum yang telah tertangkap terus berjalan mengikuti tuba menuju uterus dalam bentuk pematangan pertama dan siap dibuahi.
2.2.2 Pembuahan (Fertilisasi)
Fertilisasi adalah penyatuan ovum (oosit sekunder) dan spermatozoa yang biasanya berlangsung di ampula tuba. Fertilisasi harus terjadi dalam beberapa jam atau tidak lebih dari satu hari setelah ovulasi.
Sperma harus telah berada dalam tuba pada saat ovum tiba, karenawindow of opportunity terjadinya fertilisasi sempit. Pada umumnya kehamilan terjadi bila hubungan intim dilakukan pada kisaran waktu 2 hari sebelum sampai hari saat ovulasi. Hal ini karena usia perkemmbangan pascafertilisasi sama dengan usia pasca ovulasi (Cunningham et al., 2017).
Ketika sperma masuk saluran reproduksi wanita, sperma harus melewati molekuler yaitu tahap kapasitasi dan reaksi akrosom. Tahap kapasitasi, sperma akan melepaskan selubung glikoprotein dan protein plasma yang akan menyebabkan perubahan pada membran sperma.
Kapasitasi akan berlangsung selama 7 jam dan akan merubah gerakan sperma yang awalnya gerakan undulasi menjadi gerakan menyambuk, menyentak dan mendorong ke depan sehingga sperma melewati sel korona radiata dan selanjutnya mengalami reaksi akrosom.
Terjadi pelepasan enzim-enzim seperti akrosim dan zat tripsin yang diperlukan untuk menembus zonapelusida. Penetrasi sperma pad zona pelusida membutuhkan waktu sekitar 15 menit hingga masuk ke dalam sitoplasma oosit (Bidan dan Dosen Kebidanan Indonesia, 2020)
2.2.3 Nidasi (Implantasi)
Nidasi meruapakan masuknya hasil konsepsi ke dalam endometrium.
Umumnya nidasi terjadi ke depan atau belakang rahim dekat fundus uteri.
Terkadang pada saat nidasi terjadi sedikit perdarahan akibat luka desidua yang disebut tanda Hartman. Pada hari keempat hasil konsepsi mencapai stadium blastula disebut blastokista, suatu bentuk yang di bagian dalamnya disebut massa inner cell. Massa inner cellini berkembang menjadi janin dan trofoblas
akan berkembang menjadi plasenta. Sejak trofoblas terbentuk, produksi hormon hCG dimulai, suatu hormon yang memastikan bahwa endometrium akan menerima dalam proses implantasi embrio.
2.2.4 Pembentukan Plasenta
Setelah 12-18 minggu terjadi fertilisasi, tiga minggu pasca dimulai pembentukan vili korealis, sirkulasi darah janin berakhir di lengkung kapilar (capilarry loops) di dalam vili korialis yang ruang intervilinya dipenuhi darah maternal yang dipasok oleh arteri spiralis dan dikeluarkan melalui vena uterine.
Vili koroalis ini betumbuh menjadi plasenta.
2.2.5 Pertumbuhan Janin
Tahap janin berlangsung setelah usia 8 minggu sampai lahir. Tahap embrio adalah fase paling kritis dalam perkembangan sistem organ dan struktur eksterna janin. Pada tahap ini, terjadi pembelahan sel yang sangat cepat dan sangat rentan terhadap teratogen yang dapat menyebabkan malformasi pada janin. Semua sistem organ dan struktur eksterna janin telah terbentuk pada akhir minggu ke delapan.
2.3 Perubahan Fisiologi Pada Organ dan Sistem Lainnya 2.3.1 Perubahan Sistem Kardiovaskular
Menurut Desiyani Nani (2018), sistem kardiovaskular selama masa kehamilan akan mengalami perubahan, perubahan ini akan terlihat pada awal trimester pertama kehamilan dan berlanjut ke trimester kedua juga ketiga.
Sistem imun dan sistem hormonal bekerja sama untuk memulai adaptasi hemodinamik. Perubahan hemodinamik yang paling penting pada sirkulasi selama kehamilan adalah peningkatan volume darah dan kardiak output serta penurunan tahanan pembuluh perifer. Perubahan lainnya yang terjadi adalah letak dan ukuran jantung, detak jantung, stroke volume dan distribusi darah.
Volume jantung akan meningkat sekitar 10 ml dari 70 ml antara trimester I dan trimester III. Pada akhir kehamilan sebagian besar wanita mengalami pembengkakan (Edema) di tungkai bawah akibat kombinasi efek
4
progesteron yang melemaskan tonus vaskular perifer, terhambatnya aliran balik vena oleh uterus (vena vaca syndrome) dan gaya gravitasi.
2.3.2 Perubahan Sistem Respirasi
Perubahan anatomi dan fisiologi sistem pernapasan diperlukan untuk meningkatkan metabolisme dan kebutuhan oksigen bagi ibu dan juga janin.
Perubahan tersebut terjadi akibat adanya pengaruh hormonal dan biokimia, relaksasi otot dan kartilago torak menjadikan bentuk dada berubah.
Diafragma menjadi naik hingga 4 cm dan diameter dada menjadi 2 cm.
Perubahan ini menyebabkan perubahan sistem pernapasan perut menjadi pernapasan dada. Selain itu ada pula peningkatan volume tidal yang menyebabkan peningkatan ventilasi pernapasan per menit yaitu jumlah udara yang masuk dalam satu menit. Perubahan-perubahan itu menyebabkan risiko hiperventilasi pada ibu.
2.3.3 Perubahan Sistem Pencernaan
Akibat peningkatan hormon estrogen, pada bulan pertama kehamilan akan terdapat perasaan mual dan enek. Tonus otot-otot traktur digestivus menurun sehingga motlitas seluruh traktus digestivus menjadi berkurang.
Proses pencernaan menjadi lebih lambat sehingga menimbulkan pola obstipasi yang merupakan salah satu keluhan utama wanita hamil. Selain itu juga adanya efek dari sfingter terganggu yang menyebabkan kemungkinan regurgitasi asam lambung ke esofagus. Sekresi HCI lambung cenderung menurun hingga kadang terjadi remisi gejala ulkus peptikum selama kehamilan.
2.3.4 Perubahan Sistem Hematologi
Pada masa kehamilan, produksi hemoglobin dan masa total eritrosit pada ibu meningkat akibatnya produksi eritropoetin juga meningkat. Volume vaskuler maternal juga meningkat sangat banyak, sehingga akan menyebabkan anemia delusional ringan yang melindungi ibu dari kehilangan hemoglobin yang berlebihan saat persalinan. Volume darah maternal meningkat mulai saat masa awal kehamilan sebagai akibat adanya perubahan
osmoregulasi dan sistem renin-angiotensin yang menyebabkan terjadinya retensi sodium dan peningkatanbody watermenjadi 8.5 liter (Desiyani, 2018) 2.3.5 Perubahan Sistem Ekskresi
Selama kehamilan ginjal meningkatkan ekskresi produk sisa sebagai respon terhadap peningkatan metabolisme ibu dan janin, sementara retensi cairan dan elektrolit berubah sebagai respons terhadap perubahan kardiovaskular. Pada masa-masa awal kehamilan, kandung kencing akan tertekan oleh uterus yang mulai membesar sehingga ibu akan berkemih lebih sering. Pada akhir kehamilan, jika kepala janin sudah mulai turun ke bawah pintu atas panggul keluhan sering kencing ini akan muncul. Selain itu, akibat adanya peningkatan sirkulasi darah di ginjal oada kehamilan maka filtrasi glomerulus juga meningkat sampai 69% hingga ibu hamil mengalami poliuria.
2.3.6 Perubahan Sistem Persarafan
Perubahan pada sistem saraf menyangkut ketidaknyamanan tulang dan otot, adanya perubahan sensasi dan pengalaman terhadap nyeri. Perubahan kemampuan kognitif dan emosional juga terjadi pada masa kehamilan.
2.3.7 Perubahan Sistem Integumen (Kulit)
Pada kulit terdapat deposit pigmen dan hiperpigmentasi alat-alat tertentu yang disebabkan oleh pengaruh Melanophore Stimulating Hormone (MSH) yang meningkat selama kehamilan. Di daerah leher juga sering terjadi hiperpigmentasi yang sama pada area di aerola mamae.
Linea alba pada kehamilan menjadi hitam dan dikenal sebagai linea grisea, tidak jarang juga dijumpai kulit seolah retak, warnanya menjadi hipermik.
2.3.8 Perubahan Sistem Endokrin a. Progesteron
Progesteron akan tersedia sampai usia kehamilan 10 minggu.
Progesteron ini aktif terus di dalam uterus
6
b. Estrogen
Pada awal kehamilan, kadar estron dan estradiol meningkat tetapi kadar estriol belum meningkat sampai ke minggu ke-9.
c. Human Chorionic Gonadotropin (hCG)
Biasanya hCG di dalam sirkulasi darah ibu pada usia kehamilan 8-10 minggu paska fertilisasi. Pembentukan hCG maksimal pada 60-90 hari, kemudian turun kadar rendah yang menetap selama kehamilan.
d. Human Placental Lactogen (hPL)
Seiring dengan penurunan hCG, terjadi peningkatan sekresi hPL. hPL bersifat antagonistik terhadap insulin dan menyebabkan peningkatan glukosa darah (hiperglikemik). Efek diabetogenik hPL menyebabkan perubahan metabolisme glukosa dan lemak menguntungkan bagi janin.
e. Relaksin
Kadar relaksin paling tinggi trimester 1 kehamilan. Relaksin memiliki peran dalam pelunakan ligamentum elastik tulang-tulang pelvis dan telah digunakan secara klinis pada pematangan serviks selama induksi kehamilan.
f. Hormon Adrenal dan Hipofisis
Ukuran dan aktivitas kelenjar adrenal meningkat selama kehamilan.
Peningkatan kadar kortisol dalam darah dapat menimbulkan efek positif pada penyakit tertentu seperti artritis reumatoid dan ekzema.
Produksi prolaktin hipofisis juga meningkat secara cepat sebagai akibat rangsangan estrogen pada wanita hamil.
g. Hormon Tiroksin
Estrogen, hCG dan perubahan fungsi hepar dan ginjal mneyebabkan kadar TI dan T4 globulin pengikat tiroksin berubah.
2.4 WEB OF CAUTION KEHAMILAN FISIOLOGIS
Ovarium mengeluarkan hormon estrogen Terjadi penipisan dan
devaskularisasi Desakan folikel deGraafke
permukaan ovarium
KEHAMILAN Organogenesis Janin, plasenta, tali
pusar Berakumulasi membentuk
blastokista dini
Kepala sperma membesar dan
menjadi pronukleus sperma Kedua pronukleus menyatu
Embriogenesis Blastula, trofoblas,
dan desidua
Menjadi morula Zigot membelah Kromosom diploid
dan terbentuk zigot kromosom bergabung Nukleus ovum menjadi
pronukleus Pembelahan meiosis
kedua oosit sekunder Terjadi penyatuan oosit sekunder
dan spermatooza di ampula tuba
Sel telur dibuahi Menuju uterus dan bertemu sel
sperma Ovum dilepaskan dan
ditangkap fimbrae tuba Terjadi ovulasi Peristaltik tuba semakin aktif
8 B5
Terjadi relaksasi jaringan ikat, kartilago dan
ligaments B6
Kadar hormon estrogen dan progesteron Penekanan
syaraf lumbal Peningkatan massa abdomen
B3
Penekanan uterus pada vesika urinaria
Kepala janin turun ke PAP
B4
Tonus otot2 digestivus
menurun Kadar estrogen
meningkat
Kadar prolaktin naik Turunnya osmoralitas
plasma B1 B2
Sekresi aldosteron Peningkatan produksi hormon
steroid resistensi vaskuler
sistemik menurun Curah jantung
meningkat
Perubahan anatomi dan fisiologi Progesteron dan estrogen meningkat
Merangsang reseptor nyeri
perifer Rasa ingin
berkemih meningkat
Motilitas seluruh fraktus
digestivus berkurang
Kadar plasma glukosa dan asam amino menurun Retensi air dan
Peningkatan Na+
denyut jantung Peningkatan jumlah
cairan synovial Volume darah
meningkat Volume plasma
bertambah Relaksasi otot dan
kartilago toraks
Fleksibilitas dan mobilitas persendian meningkat Impuls nyeri ke
otak
Peningkatan 60% aliran
darah
Makanan di lambung lebih
lama
Progesteron memerintahkan
otak untuk mengatur penyimpanan
lemak hemodelusi
Bentuk dada berubah
nutrisi tidak terpenuhi MK : NYERI
AKUT (D.0077) Hal. 172 HB dan O2
menurun Preload
meningkat Diafragma menjajdi
naik
Kadar kalsium tidak seimbang MSH meningkat GFR meningkat
50% dalam kehamilan
Sulit buang air besar HB dan O2
menurun Tekanan vena
naik
Tulang menjadi rapuh Kadar melanosit
tinggi Urine
meningkat
KONSTIPASIMK : (D.0049) Hal. 113
Nafsu makan meningkat Denyut nadi
meningkat Sistem pernapasan
dada
MK : RISIKO JATUH (D.0143) Hal. 306
Hiperpigmentasi MK : BERAT
BADAN LEBIH (D.0018)
Hal.54 Pusing dan
lemas Ibu hamil
mengeluh lelah Usaha mengambil
napas meningkat
Poliuria
HCG meningkat MK : RISIKO
PERFUSI PERIFER TIDAK
EFEKTIF (D.0015) Hal.48 PCO2dan CO2
berkurang MK :
GANGGUAN INTEGRITAS KULIT (D.0129)
Hal. 2828
GANGGUANMK : ELIMINASI URINE (D.0040)
Hal. 96
Relaksasi otot polos abdomen PENURUNANMK :
CURAH JANTUNG
(D.0008) Hal.34 Perasaan sesak
hipomotiltas MK : POLA NAPAS
TIDAK EFEKTIF (D.005) Hal. 26
MK : NAUSEA (D.0076) Hal. 170 Mual dan
muntah MK : GANGGUAN RASA
NYAMAN (D.0074) Hal. 166 INTOLERANSIMK :
AKTIVITAS (D.0056) Hal. 126 Edema
Aliran balik vena oleh uterus
terhambat
2.5 Manifestasi Klinis Kehamilan
Menurut Dahlan & Umrah (2017), tanda dan gejala kehamilan adalah sebagai berikut :
a. Tanda tidak pasti hamil
Amenorea
Mual dan muntah
Perubahan pada payudara
Quickening
Membesarnya perut
Perubahan padatraktur urinarius
Mnegidam (ingin makanan khusus)
Tidak tahan suatu bau-bauan
Pingsan
Tidak selera makan (anoreksia)
Lelah atau fatigue
Konstipasi/obstipasi
Perubahan pigmentasi kulit
Varices
b. Tanda mungkin hamil
Tanda kemungkinan kehamilan mengacu pada temuan yang dapat didokumentasikan oleh pemeriksa. Tanda ini lebih nyata daripada tanda tidak pasti kehamilan. Meskipun demikian, tanda ini bukan merupakan temuan diagnostik yang pasti yaitu :
KadarhCG yang positif
Tandahegar
Tandapiscasek
Tandabraxton hixk
Tandachadwick
Tandagoodell
Terababallottement c. Tanda pasti kehamilan
Tanda-tanda ini merupakan bukti diagnostik kehamilan sudah terjadi yaitu :
Terdengarnya denyut jantung janin
10
Pergerakan janin, USG dan lain-lain 2.6 Komplikasi Kehamilan
Komplikasi kehamilan secara umum diklasifikasikan menjadi tiga yaitu
a) komplikasi obstetrick langsung meliputi darah, preeklampisa dan eklampsia, malpresentasi, makrosomi, hidramnion, gemeli, ketuban pecah dan partus prematurus.
b) Komplikasi obstetrik tidak langsung yaitu penyakit jantung, hepatitis, TB, anemia, malaria, dan diabetes melitus
c) Komplikasi yang tidak berhubungan dengan obstetrik yaitu komplikasi akibat kecelakaan.
Faktor risiko pada seorang ibu hamil merupakan suatu keadaan atau ciri tertentu pada seorang ibu hamil yang dapat menyebabkan risiko atau bahaya kemungkinan yang terjadi akibat terjadinya komplikasi (Kartika Mariyona, 2019)
2.7 Pemeriksaan Penunjang Kehamilan 2.8.1 Pemeriksaan fisik
Pemeriksaan fisik yang dapat dilakukan berupa manuver leopold yang merupakan teknik sistematik pemeriksaan abdomen yang memungkinkan praktisi menilai karakteristik janin. Teknik ini dilakukan dengan mempalpasi uterus untuk menentukan letak, presentasi, posisi dan sikap janin. Mempermudah pemeriksa membaca gerakan janin dan menentukan berat badan janin. Selain itu ada pula pemeriksaan lainnya yaitu pemeriksaan fisik ibu hamil.
2.8.2 Pemeriksaan Diagnostik a) Ultrasonografi (USG).
Pemeriksaan USG transvaginal atau transabdomen dapat digunakan untuk mengidentifikasi hasil konsepsi pada kira kira 5 minggu setelah hilangnya periode haid. Pemeriksaan USG pada trimester pertama digunakan untuk menentukan umur kehamilan menggunakan panjang kepala-bokong.
b) Pemeriksaan Lab Kehamilan
Uji hormon kehamilan, Uji hormon ini untuk melihat adanya hormon hCG dalam serum atau urine ibu.hCG dapat dideteksi dalam serum pada 8 hari setelah fertilisasi dalam 5% wanita dan hampir semua wanita akan dapat dideteksi hCG serumnya pada 11 hari setelah fertilisasi.
Tes darah lainnya, Selama hamil mungkin ibu perlu melakukan pemeriksaan darah beberapa kali. Melalui pemeriksaan darah, bisa diketahui :
1. Kadar zat besi dalam darah Golongan darah dan faktor Rhesus ibu. Bila darah ibu RH(-) dan ibu mengandung bayi dengan RH(+), tubuh ibu akan memproduksi antibodi untuk melawan sel darah RH (+).
2. Infeksi akibat virus toxoplasma, Rubella, dan cytomegalovirus, pemeriksaan ini yang sering disebut pemeriksaan TORCH.
3. Pemeriksaan lain seperti HIV, syphilis, dan IMS lainnya 2.8 Penatalaksanaan Kehamilan
Dalam tatalaksana kehamilan dapat dilakukan dengan adanya Antenatal Care yang merupakan pelayanan yang bersifat preventif cre untuk mencegah suatu masalah yang kurang baik pada ibu atau janin. ANC ini merupakan suatu program terencana berupa observasi, edukasi serta penanganan medik yang dilakukan pada ibu hamil, persalinan maupun nifas dengan tujuan menjaga kehamilan agar ibu dan bayi yang dilahirkan sehat.
12
BAB 3
KONSEP ASUHAN KEPERAWATAN
3.1 Pengkajian Keperawatan 1) Identitas Ibu
Nama, nama panggilan, alamat, bahasa yang digunakan. Usia ibu dalam kategori usia subur (15-49 tahun). Bila didapatkan terlalu muda (kurang dari 20 tahun) atau terlalu tua (lebih dari 35 tahun) merupakan kelompok resiko tinggi. Pendidikan dan pekerjaan klien. (Taufan, 2014).
2) Keluhan Utama
Berisi keluhan ibu sekarang saat pengkajian dilakukan. Pada umumnya, klien akan mengeluh nyeri pada daerah pinggang menjalar ke perut, adanya his yang makin sering, teratur, keluarnya lendir dan darah, perasaan selalu ingin buang air kecil, bila buang air kecil hanya sedikit-sedikit. (Rohani, 2017)
3) Riwayat Kesehatan
Riwayat kesehatan yang lalu dikaji untuk mengetahui apakah ibu mempunyai riwayat penyakit seperti diabetes mellitus, dll. Riwayat penyakit keluarga dikaji untuk mengetahui adakah riwayat penyakit menurun atau menular, adakah riwayat keturunan kembar atau tidak. (Utama,2017)
4) Riwayat penyakit
a. Riwayat penyakit sekarang
Dalam pengkajian ditemukan ibu hamil dengan usia kehamilan antara 38-42 minggu disertai tanda-tanda menjelang persalinan yaitu nyeri pada daerah pinggang menjalar ke perut, his makin sering, teratur, kuat, adanya show (pengeluaran darah campur lendir), kadang ketuban pecah dengan sendirinya. (Mitayani, 2017)
b. Riwayat penyakit sistemik
Untuk mengetahui apakah adanya penyakit jantung, hipertensi, diabetes mellitus, TBC, hepatitis, penyakit kelamin, pembedahan yang pernah dialami, dapat memperberat persalinan.
c. Riwayat penyakit keluarga
Untuk mengetahui apakah dalam keluarga ada yang menderita penyakit menular seperti TBC dan hepatitis, menurun seperti jantung dan DM.
d. Riwayat Obstetri
Riwayat haid. Ditemukan amenorrhea (aterm 38-42 minggu), prematur kurang dari 37 minggu.Riwayat kebidanan. Adanya gerakan janin, rasa pusing, mual muntah, dan lain-lain. Pada primigravida persalinan berlangsung 13-14 jam dengan pembukaan 1 cm/ jam, sehingga pada multigravida berlangsung 8 jam dengan 2 cm/ jam.
5) Riwayat keturunan kembar
Untuk mengetahui ada tidaknya keturunan kembar dalam keluarga.
6) Riwayat operasi
Untuk mengetahui riwayat operasi yang pernah dijalani.
7) Riwayat perkawinan
Untuk mengetahui status perkawinan klien dan lamanya perkawinan.
8) Riwayat kehamilan, persalinan dan nifas yang lalu
a. Kehamilan : Untuk mengetahui berapa umur kehamilan ibu dan hasil pemeriksaan kehamilan (Wiknjosastro, 2019)
b.Persalinan : Spontan atau buatan, lahir aterm atau prematur, ada perdarahan atau tidak, waktu persalinan ditolong oleh siapa, dimana tempat melahirkan.
(Wiknjosastro, 2017)
c. Nifas : Untuk mengetahui hasil akhir persalinan (abortus, lahir hidup, apakah dalam kesehatan yang baik) apakah terdapat komplikasi atau intervensi pada masa nifas, dan apakah ibu tersebut mengetahui penyebabnya.
9) Riwayat kehamilan sekarang
Riwayat kehamilan sekarang perlu dikaji untuk mengetahui apakah ibu resti atau tidak, meliputi :
a. Hari Pertama Haid Terakhir (HPHT). Digunakan untuk mengetahui umur kehamilan (Wiknjosastro, 2017)
b. Hari Perkiraan Lahir (HPL). Untuk mengetahui perkiraan lahir
c. Keluhan-keluhan. Untuk mengetahui apakah ada keluhan-keluhan pada trimester I,IIdan II.
14
d. Ante Natal Care (ANC). Mengetahui riwayat ANC, teratur / tidak, tempat ANC, dan saat kehamilan berapa
10)Riwayat keluarga berencana
Untuk mengetahui apakah sebelum kehamilan ini pernah menggunakan alat kontrasepsi atau tidak, berapa lama penggunaan nya
11)Pemeriksaan fisik a. Keadaan Umum
Untuk mengetahui keadaan umum baik, sedang, jelek (Prawirohardjo, 2017) Pada kasus persalinan normal keadaan umum pasien baik (Utama,2018)
b. Kesadaran
Untuk mengetahui tingkat kesadaran pasien composmentis, apatis, somnolen, delirium, semi koma dan koma. Pada kasus ibu bersalin dengan persalinan normal kesadarannya composmentis (Rohani, 2011) c. Tanda vital
Tekanan darah : Untuk mengetahui faktor resiko hipertensi dan hipotensi. Batas normalnya 120/80 mmHg
Nadi : Untuk mengetahui nadi pasien yang dihitung dalam menit.
Batas normalnya 69-100x/ menit
Respirasi : Untuk mengetahui frekuensi pernafasan pasien yang dihitung dalam 1 menit. Batas normalnya 12-22x/ menit (Taufan, 2017)
Suhu : Untuk mengetahui suhu tubuh klien, memungkinkan febris/
infeksi dengan menggunakan skala derajat celcius. Suhu wanita saat bersalin tidak lebih dari 38°C (Wiknjosastro, 2019). Suhu tubuh pada ibu bersalin dengan persalinan normal 38°C
12) Pemeriksaan fisik B1-B6 a. Breath (B1)
Inspeksi : Respirasi rate normal (20x/ menit), tidak ada retraksi otot bantu nafas, tidak terjadi sesak nafas, pola nafas teratur, tidak menggunakan alat bantu nafas, terdapat adanya pembesaran
payudara, adanya hiperpigmentasi areola mammae dan papilla mammae.
Palpasi :Pergerakan dinding dada sama
Auskultasi : Suara nafas regular, tidak ada suara tambahan seperti wheezing dan ronchi
Perkusi : Suara perkusi sonor (Nugroho T, 2017) b. Blood (B2)
Inspeksi : Anemis (jika terjadi syok akibat perdarahan post partum)
Palpasi : Pulsasi kuat, tidak ada pembesaran vena jugularis, CRT < 2 detik, akral hangat, takikardi (jika terjadi syok)
Auskultasi : Pada auskultasi didapatkan suara jantung normal (S1 dan S2 normal), S1 ; Lup dan S2 ; Dup (Nugroho,2017)
c. Brain (B3)
Inspeksi : Kesadaran : Composmentis, GCS : (eyes : 4, verbal : 5, motorik : 6), tidak ada kejang
Palpasi : Tidak ada kaku kuduk, tidak ada brudzinsky d. Bladder (B4)
Inspeksi : Disuria, perineum menonjol, vagina dan vulva berwarna kemerahan dan agak kebiru-biruan (livide), cairan ketuban keluar pervaginam berwarna putih keruh mirip air Kelapa atau sudah berwarna kehijauan.
Palpasi : Kandung kemih biasanya kosong, pada VT terdapat pembukaan lengkap (Nugroho,2017)
e. Bowel (B5)
Inspeksi : Mulut bersih, mukosa lembab, keadaan anus terbuka, ada strie dan linea
Palpasi : Distensi abdomen, TFU 3 jari dibawah prosesus xifoideus, nyeri perut karena kontraksi uterus.
Pada pemeriksaan Leopold :
1. Leopold I : TFU : Teraba 3 jari dibawah prosesus xifoideus dan di bagian fundus uteri teraba bulat lunak tidak melengking (bagian bokong janin)
16
2. Leopold II : Umumnya saat di palpasi bagian kanan teraba keras memanjang (punggung janin), dan bagian kecil janin (ekstremitas) di sepanjang sisi kiri
3. Leopold III : Di palpasi bagian terendah janin teraba keras bulat (presentasi kepala)
4. Leopold IV : Di palpasi teraba sudah masuk PAP
Auskultasi : DJJ < 120x/ menit atau > 160x/ menit (Irmayanti, 2017) f. Bone (B6)
Inspeksi : Kemampuan pergerakan sendi bebas, warna kulit sawo matang, tidak terdapat oedema, kebersihan kulit bersih
Palpasi : Akral hangat, tidak terdapat fraktur, turgor kulit elastis, kulit pasien lembab, kekuatan otot : (Prawirohardjo, 2018)
3.2 Analisa Data
NO DATA ETIOLOGI MASALAH
KEPERAWATAN 1 DS : ibu hamil biasanya mengeluh
merasakan sesak terutama saat perpindahan posisi (duduk ke berdiri dan sebaliknya)
DO :
Adanya pola napas abnormal yaitu kusmaul (cepat dan dangkal)
Adanya pernapasan cuping hidung
Adanya penurunan tekanan inspirasi dan ekspirasi
Penurunan energi Pola Nafas Tidak Efektif (D.0005)
Hal 26
2 DS : ibu hamil biasanya mengeluh lelah
DO :
Frekuensi nadi meningkat (dari biasanya atau >100x/menit)
Adanya edema di tungkai bawah
Adanya perubahan suara jantung
Perubahan frekuensi
jantung Penurunan Curah Jantung (D.0008)
Hal 34
3 DS : ibu hamil biasanya mengeluh pusing dan lemas disertai rasa sedikit sesal
DO :
Ibu hamil biasanya tampak pucat
Adanya edema
Hipertensi Resiko Perfusi Perifer Tidak Efektif (D.0015)
Hal 48
4 DS : ibu hamil biasanya mengeluh tidak nyaman pada bagian perut, nyeri pinggang, mual muntah yang dirasakan. Biasanya juga mengeluh tidak mampu rileks dan lelah
DO :
Ibu hamil tampak gelisah
Ibu hamil tampak menunjukkan respon nonverbal seperti meringis
Pola eliminasi berubah (menjadi lebih sering)
Gangguan adaptasi kehamilan
Gangguan Rasa Nyaman (D.0074)
Hal. 166
5 DS : pada ibu hamil biasanya mengeluh mengalami mual dan muntah pada bulan kehamilan pertama. Ibu hamil biasanya mengeluh ada perasaan enek.
18
DO :
Ibu hamil tampak sering ke toilet dan muntah-muntah
Ibu hamil tampak mual
Wajahnya tampak pucat
Denyut jantung biasanya melebihi normal/takikardia (>100x/menit)
Kehamilan Nausea (D.0076) Hal. 170
6 DS : ibu hamil biasanya mengatakan nafsu makannya meningkat dan jumlah makanan yang masuk lebih banyak dari biasanya.
DO :
Berat badan ibu naik dengan IMT di atas normal
Tubuh ibu tampak lebih besar dari sebelumnya
Gangguan kebiasaan makan
Risiko Berat Badan Berlebih (D.0031)
Hal. 79
7 DS : Klien mengeluh lelah dan merasa sesak saat/setelah aktivitas.
Klien juga mengeluh merasa tidak nyaman setelah beraktivitas
DO :
Frekuensi jantung
meningkat >20% dari kondisi istirahat (>100x/menit)
Tekanan darah berubah
Kelemahan Intoleransi Aktivitas (D.0056)
Hal 128
8 DS : ibu hamil biasanya mengeluh mengalami perubahan warna pada area dahi, pipi, hidung atau juga pada area leher dan areola. Ibu hamil juga biasanya mengeluh mengalami perubahan warna pada
Perubahan Hormonal Gangguan Intergritas Kulit/Jaringan
(D.0129) Hal 282
kulit lainnya DO :
Adanya perubahan warna kulit pada aerola, garis tengah abdomen, perinemun dan aksila
Adanya kemerahan pada kulit 9 DS : biasanya ibu hamil akan
mengeluh mengalami perubahan frekuensi buang air besar
DO :
Peristaltik usus menurun di bawah rentang normal
Penurunan motillitas gastrointestinal
Konstipasi (D.0049) Hal. 113
10 DS : ibu hamil biasanya mengeluh selalu ingin berkemih/berkemih menjadi sering dan mengompol. Ibu hamil juga mengatakan menjadi lebih sering buang air kecil pada malam hari
DO :
Berkemih tidak tuntas
Tampak bolak-balik ke toilet
Mengompol
Penurunan kapasitas kandung kemih
Gangguan Eliminasi Urine (D.0040)
Hal. 96
11 DS : ibu hamil biasanya akan mengeluh merasa nyeri pada sendi DO :
Ibu hamil tampak kesulitan berpindah posisi dari duduk ke berdiri dan sebaliknya
Gangguan keseimbangan
Risiko Jatuh (D.0143) Hal. 306
12 DS : ibu hamil biasanya mengeluh pada area perut bawah
DO :
Agen pencedera fisiologis
Nyeri Akut (D.0077) Hal. 172
20
Ibu hamil tampak meringis
Ibu hamil tampak gelisah
Adanya peningkatan tekanan darah dan denyut nadi
3.2 Rumusan Diagnosa Keperawatan
1) Pola Nafas Tidak Efektif (D.0005) berhubungan dengan penurunan energi dibuktikan denganibu hamil biasanya mengeluh merasakan sesak terutama saat perpindahan posisi (duduk ke berdiri dan sebaliknya). Adanya pola napas abnormal yaitu kusmaul (cepat dan dangkal). Adanya pernapasan cuping hidungdan adanya penurunan tekanan inspirasi dan ekspirasi
2) Penurunan Curah Jantung (D.0008) berhubungan dengan frekuensi jantung dibuktikan dengan ibu hamil biasanya mengeluh lelah Frekuensi nadi meningkat (dari biasanya atau >100x/menit). Adanya edema di tungkai bawah dan adanya perubahan suara jantung
3) Risiko Perfusi Perifer Tidak Efektif (D.0015)dibuktikan denganhipertensi 4) Gangguan Rasa Nyaman (D.0074) berhubungan dengan gangguan adaptasi
kehamilandibuktikan dengan ibu hamil biasanya mengeluh tidak nyaman pada bagian perut, nyeri pinggang, mual muntah yang dirasakan. Biasanya juga mengeluh tidak mampu rileks dan lelah. Ibu hamil tampak gelisah. Ibu hamil tampak menunjukkan respon nonverbal seperti meringis. Pola eliminasi berubah (menjadi lebih sering)
5) Nausea (D.0076) berhubungan dengan kehamilan dibuktikan denganpada ibu hamil biasanya mengeluh mengalami mual dan muntah pada bulan kehamilan pertama. Ibu hamil biasanya mengeluh ada perasaan enek. Ibu hamil tampak sering ke toilet dan muntah-muntah. Ibu hamil tampak mual. Wajahnya tampak pucat. Denyut jantung biasanya melebihi normal/takikardia (>100x/menit) 6) Risiko Berat Badan Berlebih (D.0031) berhubungan dengan gangguan
kebiasaan makan dibutkikan dengan ibu hamil biasanya mengatakan nafsu makannya meningkat dan jumlah makanan yang masuk lebih banyak dari biasanya. Berat badan ibu naik dengan IMT di atas normal. Tubuh ibu tampak
lebih besar dari sebelumnya
7) Intoleransi Aktivitas (D.0056) berhubungan dengan kelemahan dibuktikan dengan Klien mengeluh lelah dan merasa sesak saat/setelah aktivitas. Klien juga mengeluh merasa tidak nyaman setelah beraktivitas. Frekuensi jantung meningkat >20% dari kondisi istirahat (>100x/menit) dan tekanan darah berubah
8) Gangguan Integritas Kulit/Jaringanberhubungan denganibu hamil biasanya mengeluh mengalami perubahan warna pada area dahi, pipi, hidung atau juga pada area leher dan areola. Ibu hamil juga biasanya mengeluh mengalami perubahan warna pada kulit lainnya. Adanya perubahan warna kulit pada aerola, garis tengah abdomen, perinemun dan aksila dan adanya kemerahan pada kulit 9) Konstipasi (D.0049) berhubungan dengan penurunan motilitas gastrointestinal
dibuktikan dengan biasanya ibu hamil akan mengeluh mengalami perubahan frekuensi buang air besar. Peristaltik usus menurun di bawah rentang normal.
10) Gangguan Eliminasi Urine (D.0040) berhubungan dengan penurunan kapasitas kandung kemih dibuktikan dengan ibu hamil biasanya mengeluh selalu ingin berkemih/berkemih menjadi sering dan mengompol. Ibu hamil juga mengatakan menjadi lebih sering buang air kecil pada malam hari. Berkemih tidak tuntas. Tampak bolak-balik ke toilet dan mengompol
11) Risiko Jatuh (D.0143) dibuktikan dengan gangguan keseimbangan Nyeri Akut (D.0077) berhubungan dengan agen pencedera fisiologis dibuktikan denganibu hamil biasanya mengeluh pada area perut bawah. Ibu hamil tampak meringis. Ibu hamil tampak gelisah dan adanya peningkatan tekanan darah dan denyut nadi
22
3.4 Intervensi Keperawatan DIAGNOSA
KEPERAWATAN
TUJUAN DAN KRITERIA HASIL
INTERVENSI RASIONAL
Nausea (D.0076) berhubungan dengan kehamilan dibuktikan dengan pada ibu hamil biasanya mengeluh mengalami mual dan muntah pada bulan kehamilan pertama. Ibu hamil biasanya mengeluh ada perasaan enek. Ibu hamil tampak sering ke toilet dan muntah-muntah. Ibu hamil tampak mual.
Wajahnya tampak pucat. Denyut jantung
Setelah dilakukan tindakan keperawatan 3x24 jam diharapkan Tingkat Nausea (L.12111) menurun dengan kriteria hasil :
Keluhan mual menurun (keluhan dan frekuensi mual pada ibu hamil berkurang)
Perasaan ingin muntah menurun (keluhan ibu hamil terhadap rasa mual
dan ingin muntah
berkurang)
Pucat membaik (wajah ibu
Manajemen Mual (I.03117) Hal. 197
Observasi
1. Identifikasi pengalaman mual 2. Identifikasi isyarat nonverbal
ketidaknyamanan
3. Identifikasi dampak mual terhadap kualitas hidup
4. Identifikasi faktor penyebab mual
5. Monitor mual
6. Monitor asupan nutrisi dan kalori
Manajemen Mual (I.03117)
1) Mual muntah merupakan kejadian paling umum yang dialami oleh ibu hamil khususnya pada trimester 1.
Biasanya gejala muntah akan dirasakan saat bangun tidur (morning sickness) dan semakin parah pada kehamilan mola/kembar
2) Mual dan muntah memberikan rasa tidak nyaman sehingga kualitas hidup ibu hamil yang mengalami mual dan muntah kerap kali menurun.
3) Penyebab mual pada ibu hamil bisa disebabkan karena adanya peningkatan kadar estrogen dan HCG yang akhirnya
biasanya melebihi normal/takikardia (>100x/menit)
hamil tampak lebih segar dan tidak pucat)
Takikardia (60-100x/menit)
Terapeutik
7. Kendalikan faktor lingkungan penyebab mual
8. Kurangi atau hilangkan keadaan penyebab mual
Edukasi
9. Anjurkan istirahat dan tidur yang cukup
10. Ajarkan teknik nonfarmakologis untuk mengatasi mual
Kolaborasi -
Edukasi Perawatan Kehamilan (I.12425)
Hal. 93
menyebabkan relakasasi otot polos abdomen dan hipomotilitas
4) Rasa mual dan muntah bisa menurunkan nafsu makan pada ibu hamil. Asupan nutrisi dan kalori yang
kurang akan memengaruhi
pertumbuhan dan perkembangan janin 5) Pada ibu hamil, sensori akan menjadi
lebih sensitif. Pada beberapa wanita akan ada beberapa aroma bau yang menjadi pencetus perasaan mual dan muntah. Perlu adanya penyesuaian di lingkungan sekitar ibu hamil
6) Faktor terjadinya mual seperti aroma yang tidak sedap, dengan menghilangkan faktor pencetusnya maka dapat mengurangi mual yang dirasakan
7) Istirahat dan tidur yang cukup dapat
24
Observasi
1. Identifikasi kesiapan dan kemampuan menerima informasi
Terapeutik
2. Sediakan materi dan media pendidikan kesehatan
3. Jadwalkan pendidikan kesehatan sesuai kesepakatan
4. Berikan kesempatan untuk bertanya
Edukasi
5. Jelaskan perubahan fisik dan psikologis masa kehamilan
6. Jelaskan ketidaknyamanan selama kehamilan
memberikan rasa nyaman pada ibu hamil. Kualitas tidur yang baik juga diperlukan pada masa kehamilan.
8) Teknik nonfarmakologis yang dapat digunakan untuk mengatasi mual dan muntah adalah dengan pemberian serbuk jahe atau minuman jahe. Hal ini karena gingerol dan shogaol dari jahe dapat merangsang aliran air liur, empedu dan sekresi lambung. Jahe juga menekan kontraksi lambung dan meningkatkan tonus otot usus dan peristaltik.
Edukasi Perawatan Kehamilan (I.12425) 9) Kesiapan dan kemampuan menerima
informasi yang baik membuat ibu mendapat informasi secara efektif
7. Jelaskan kebutuhan nutrisi selama kehamilan
Kolaborasi -
10) Materi dan media pendidikan kesehatan yang digunakan membantu ibu hamil untuk lebih mengerti sehingga pendidikan kesehatan dapat efektif.
Media yang digunakan bisa berupa leaflet, poster ataupun video
11) Pendidikan kesehatan perlu dijadwalkan sesuai dengan kondisi ibu hamil sehingga pendidikan kesehatan dapat berjalan efektif
12) Ibu hamil dapat mengerti secara keseluruhan tentang masalah kehamilan yang dialami khususnya nausea
13) Perubahan fisik yang dialami ada banyak, perubahan fisik dan psikologis pada ibu hamil salah satunya adalah perasaan mual dan muntah
14) Perasaan ketidaknyamanan pada ibu hamil normal terjadi karena banyaknya
26
perubahan fisik dan psikologis yang dialami
15) Kebutuhan nutrisi pada ibu hamil harus terpenuhi untuk membantu proses pertumbuhan dan perkembangan janin Risiko Berat Badan
Berlebih (D.0031) berhubungan dengan gangguan kebiasaan makan dibutkikan dengan ibu hamil biasanya mengatakan nafsu makannya meningkat dan jumlah makanan yang masuk lebih banyak dari biasanya. Berat badan ibu naik dengan IMT di atas normal. Tubuh ibu
Setelah dilakukan tindakan keperawatan selama 3x24 jam diharapkan Perilaku Mempertahankan Berat Badan (L.03025) meningkat dengan kriteria hasil :
Memantau berat badan meningkat (ibu hamil dapat memonitor pertambahan berat badannya secara rutin)
Menjaga asupan kalori harian sesuai dengan kebutuhan meningkat
Manajemen Nutrisi (1.03119) Hal.201
Observasi
1. Identifikasi status nutrisi
2. Identifikasi alergi dan intoleransi makanan
3. Identifikasi kebutuhan kalori dan jenis nutrien
4. Monitor asupan makanan 5. Monitor berat badan
Terapeutik
6. Berikan makanan tinggi serat untuk mencegah konstipasi
1) Status nutrisi pada ibu hamil sangat penting bagi kesehatan ibu dan juga tumbuh kembang janin
2) Alergi dan intoleransi makanan pada ibu hamil perlu diidentifikasi untuk menghindari pemberian makannan yang kurang tepat
3) Kebutuhan kalori meningkat selama kehamilan dan lajtasi. Kalori yang dibutuhkan ini terutama diperoleh dari pembakaran zat arang, khususnya sesudah kehamilan 5 bulan ke atas.
Namun, bila dibutuhkan dipakai lemak ibu untuk mendapatkan tambahan
tampak lebih besar dari sebelumnya
(asupan kalori tidak kurang dan tidak lebih)
Menyeimbangkan latihan dengan asupan kalori meningkat (aktivitas fisik dengan asupan makanan yang masuk seimbang)
7. Berikan makanan tinggi kalori dan protein
Edukasi
8. Ajarkan diet yang diajarkan
Kolaborasi
9. Kolaborasi dengan ahli gizi untuk menentukan jumlah kalori dan jenis nutrien yang dibutuhkan
kalori.
4) Asupan makanan pada ibu hamil biasanya bertambah, namun demikian tetap perlu dijaga agar tidak berlebihan 5) berat badan wanita hamil naik sekitar
6,5-16,5 kg. Kenaikan berat badan yang terlalu banyak ditemukan pada keracunan hamil (pre-eklamsi dan eklamsi). Kenaikan berat badan wanita hamil disebabkan oleh janin, uri, air, ketuban, uterus, payudara, kenaikan volume darah, lemak, protein dan retensi air
6) Makanan tinggi serat bisa membuat volume feses lebih banyak dan teksturnya lebih lembut sehingga lebih mudah dilewati usus
7) Ibu hamil memerlukan makanan yang bergizi dan harus mengandung banyak
28
protein. Wanita/ibu hamil perlu diberikan Fe dan roboransia yang berisi mineral dan vitamin untuk mencegah defiensi zat besi dan vitamin B
8) Diet disesuaikan dengan saran dokter atau ahli gizi, biasanya berbeda tergantung kebutuhan nutrisi ibu dan janin
9) Kebutuhan protein, nutrien dan kalori ibu hamil sangat penting untuk dicukupi untuk memenuhi tumbuh kembang janin
BAB 4
KESIMPULAN DAN SARAN
4.1 Kesimpulan
Kehamilan merupakan suatu proses yang memiliki organ reproduksi yang sehat, yang telah mengalami menstruasi, dan melakukan hubungan seksual. Masa kehamilan dimulai dari konsepsi sampai lahirnya bayi dengan lama 280 hari atau 40 minggu yang dihitung dari hari pertama haid terakhir. Pada proses kehamilan tentu saja ada banyak perubahan yang seringkali menimbulkan ketidaknyamanan yang dirasakan berbeda-beda tiap trimester kehammilannya. Pada konsep asuhan keperawatan ini ditemukan sekitar 12 masalah keperawatan yang mungkin muncul selama masa kehamilan. Kelompok kami mengambil 2 masalah keperawatan yaitu nausea dan risiko berat badan lebih untuk diberikan intervensinya.
4.2 Saran
Diharapkan bagi mahasiswa agar dapat mencari informasi dan memperluas wawasan mengenai kehamilan fisiologis. Karena dengan adanya pengetahuan dan wawasan yang luas, mahasiswa akan mampu mengembangkan diri dalam masyarakat mengenai salah satu proses kehamilan. Peningkatan kualitas dan pengembangan ilmu mahasiswa melalui studi kasus agar dapat menerapkan asuhan keperawatan pada klien dengan kehamilan fisiologis secara komprehensif. Bagi institusi pelayanan kesehatan, memberikan pelayanan dan mempertahankan hubungan kerja yang baik antara tim kesehatan dan klien yang ditunjukan untuk meningkatkan mutu asuhan keperawatan yang optimal.
30
DAFTAR PUSTAKA
Hatini, E. E. (2019).Asuhan Kebidanan Kehamilan. Wineka Media.
Yuliani, D. R., Saragih, E., Astuti, A., Wahyuni, W., Ani, M., Muyassaroh, Y., ... &
Azizah, N. (2021).Asuhan Kehamilan. Yayasan Kita Menulis.
NANIK, N. (2019). ASUHAN KEBIDANAN KEHAMILAN FISIOLOGIS PADA IBU HAMIL TRIMESTER III DI PMB APPIE AMALIE DI KASIHAN BANTUL (Doctoral dissertation, UNIVERSITAS ALMA ATA YOGYAKARTA).
Veneris, M., & Pubis, M. (2021). FISIOLOGI KEHAMILAN. Asuhan Kebidanan Kehamilan, 1.
Indryani, I., Mukhoirotin, M., Lestari, M., Niu, F., Haninggar, R. D., Kartikasari, M.
N. D., & Argaheni, N. B. (2022). Komplikasi Kehamilan dan Penatalaksanaannya. Yayasan Kita Menulis.
Rahmawati, R. (2019). Penerapan Asuhan Keperawatan Oleh Perawat Terhadap Ibu Hamil.