• Tidak ada hasil yang ditemukan

ASPEK LEGAL PRAKTEK MANDIRI PERAWA

N/A
N/A
Wiwin Renny

Academic year: 2024

Membagikan "ASPEK LEGAL PRAKTEK MANDIRI PERAWA"

Copied!
32
0
0

Teks penuh

(1)

ASPEK LEGAL PRAKTEK ASPEK LEGAL PRAKTEK

MANDIRI PERAWAT

MANDIRI PERAWAT

(2)

Evidence: Hasil Evaluasi Peran dan Fungsi Perawat Evidence: Hasil Evaluasi Peran dan Fungsi Perawat

Puskesmas Daerah Terpencil Puskesmas Daerah Terpencil

(Depkes & UI, 2005) (Depkes & UI, 2005)

Terkait dengan tindakan medik:

Terkait dengan tindakan medik:

1.1. Menetapkan diagnosis penyakit (92.6%)Menetapkan diagnosis penyakit (92.6%) 2.2. Membuat resep obat (93.1%)Membuat resep obat (93.1%)

3.3. Melakukan tindakan pengobatan di dalam Melakukan tindakan pengobatan di dalam maupun di luar gedung puskesmas (97.1%) maupun di luar gedung puskesmas (97.1%) 4.4. Melakukan pemeriksaan kehamilan (70.1%) Melakukan pemeriksaan kehamilan (70.1%)

dan melakukan pertolongan persalinan dan melakukan pertolongan persalinan

(57.7%) (57.7%)

Direkomendasikan:

Direkomendasikan:

Perlu peningkatan kordinasi dalam mewujudkan Perlu peningkatan kordinasi dalam mewujudkan

perlindungan hukum bagi perawat khususnya perlindungan hukum bagi perawat khususnya

untuk tugas tugas limpah dalam hal untuk tugas tugas limpah dalam hal

pengobatan.

pengobatan.

(3)

Tata Hukum di Indonesia Tata Hukum di Indonesia

 UUD ,45 : Indonesia adalah negara yang UUD ,45 : Indonesia adalah negara yang berdasarkan Hukum (

berdasarkan Hukum (RechstaatRechstaat) dan tidak ) dan tidak berdasarkan pada kekuasaan belaka (

berdasarkan pada kekuasaan belaka (MachstaatMachstaat))

 Sumber Hukum : UUD 45, Tap MPR, UU/Peraturan Sumber Hukum : UUD 45, Tap MPR, UU/Peraturan pengganti UU, PP, Kepres, Permenkes/kepmenkes, pengganti UU, PP, Kepres, Permenkes/kepmenkes,

peraturan lainnya peraturan lainnya

(4)

Fungsi Hukum dlm Praktik Perawat Fungsi Hukum dlm Praktik Perawat

 Memberikan kerangka untuk menentukan Memberikan kerangka untuk menentukan tindakan keperawatan mana yang sesuai tindakan keperawatan mana yang sesuai

dengan hukum dengan hukum

 Membedakan tanggung jawab perawat Membedakan tanggung jawab perawat dengan profesi lain

dengan profesi lain

 Membantu menentukan batas-batas Membantu menentukan batas-batas

kewenangan tindakan keperawatan mandiri kewenangan tindakan keperawatan mandiri

 Membantu mempertahankan standard praktik Membantu mempertahankan standard praktik keperawatan dengan meletakkan posisi

keperawatan dengan meletakkan posisi perawat memiliki akuntabilitas dibawah perawat memiliki akuntabilitas dibawah

hukum.

hukum.

(5)

Tanggung Jawab Hukum Tanggung Jawab Hukum

dalam Praktik dalam Praktik

 Melaksanakan keperawatan mandiri Melaksanakan keperawatan mandiri atau yang didelegasi

atau yang didelegasi

(6)

Tata Hukum Kes di Indonesia Tata Hukum Kes di Indonesia

UUD 45 UU No.23/1992 Ttg Kesehatan

UU No.29/2004

Ttg. Praktik Dokter

Permenkes 1419/2005 Penyelenggaraan

Praktik dokter & dokter gigi

Permenkes 1239/2002 ttg

Registrasi Praktik Keperawatan

RUU PRAK.KEP

????....

PRAKTIK KEPERAWATAN RUU PRAKTIK

TENAGA

KESEHATAN ?

???....

(7)

UU No.23/1992 Ttg Kesehatan

Pasal 32 ayat 4:

Pelaksanaan pengobatan dan atau perawatan berdasarkan ilmu kedokteran dan atau ilmu

keperawatan, hanya dapat dilaksanakan oleh tenaga kesehatan yang mempunyai keahlian dan kewenangan untuk itu.”

Pasal 53, ayat 1:

Tenaga kesehatan berhak memperoleh perlindungan hukum dalam melaksanakan tugas sesuai dengan profesinya.

Pasal 53, ayat 2:

Tenaga kesehatan dalam melakukan tugasnya berkewajiban untuk mematuhi standar profesi dan menghormati hak pasien

(8)

PERMENKES 1239/2001 TTG REGISTRASI DAN PRAKTIK KE

SIP

SIK

SIPP

(9)

PASAL KRUSIAL DALAM KEPMENKES PASAL KRUSIAL DALAM KEPMENKES

1239/2001 TTG PRAKTIK KEPERAWATAN 1239/2001 TTG PRAKTIK KEPERAWATAN

Melakukan asuhan keperawatan meliputi Pengkajian, Melakukan asuhan keperawatan meliputi Pengkajian, penetapan diagnosa keperawatan, perencanaan,

penetapan diagnosa keperawatan, perencanaan, melaksanakan tindakan dan evaluasi.

melaksanakan tindakan dan evaluasi.

Pelayanan tindakan medik hanya dapat dilakukan atas Pelayanan tindakan medik hanya dapat dilakukan atas permintaan tertulis dokter

permintaan tertulis dokter

Dalam melaksanakan kewenangan perawat Dalam melaksanakan kewenangan perawat berkewajiban :

berkewajiban :

Menghormati hak pasienMenghormati hak pasien

Merujuk kasus yang tidak dapat ditanganiMerujuk kasus yang tidak dapat ditangani

Menyimpan rahasia sesuai dengan peraturan Menyimpan rahasia sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku

perundang-undangan yang berlaku

Memberikan informasiMemberikan informasi

Meminta persetujuan tindakan yang dilakukanMeminta persetujuan tindakan yang dilakukan

Melakukan catatan perawatan dengan baikMelakukan catatan perawatan dengan baik

(10)

Dalam Dalam keadaan daruratkeadaan darurat yang mengancam jiwa yang mengancam jiwa seseorang , perawat berwenang melakukan seseorang , perawat berwenang melakukan

pelayanan kesehatan di luar kewenangan yang pelayanan kesehatan di luar kewenangan yang

ditujukan untuk penyelamatan jiwa.

ditujukan untuk penyelamatan jiwa.

Perawat yang menjalankan praktik perorangan Perawat yang menjalankan praktik perorangan harus mencantumkan SIPP di ruang praktiknya harus mencantumkan SIPP di ruang praktiknya

Perawat yang menjalankan praktik perorangan Perawat yang menjalankan praktik perorangan tidak diperbolehkan memasang papan praktik tidak diperbolehkan memasang papan praktik

(sedang dlam proses amandemen) (sedang dlam proses amandemen)

(11)

 Perawat yang memiliki SIPP dapat melakukan Perawat yang memiliki SIPP dapat melakukan asuhan dalam bentuk kunjungan rumah

asuhan dalam bentuk kunjungan rumah

 Persyaratan praktik perorangan sekurang-Persyaratan praktik perorangan sekurang- kurangnya memenuhi :

kurangnya memenuhi :

 Tempat praktik memenuhi syaratTempat praktik memenuhi syarat

 Memiliki perlengkapan peralatan dan Memiliki perlengkapan peralatan dan administrasi termasuk formulir /buku administrasi termasuk formulir /buku

kunjungan, catatan tindakan dan formulir kunjungan, catatan tindakan dan formulir

rujukan rujukan

(12)

LARANGAN LARANGAN

Perawat dilarang menjalankan praktik selain Perawat dilarang menjalankan praktik selain yang tercantum dalam izin dan melakukan yang tercantum dalam izin dan melakukan

perbuatan yang bertentangan dengan standar perbuatan yang bertentangan dengan standar

profesi profesi

Bagi perawat yang memberikan pertolongan Bagi perawat yang memberikan pertolongan

dalam keadaan darurat atau menjalankan tugas dalam keadaan darurat atau menjalankan tugas

didaerah terpencil yang tidak ada tenaga didaerah terpencil yang tidak ada tenaga

kesehatan lain, dikecualikan dari larangan ini kesehatan lain, dikecualikan dari larangan ini

(13)

 Kepala dinas atau organisasi profesi dapat Kepala dinas atau organisasi profesi dapat memberikan peringatan lisan atau tertulis memberikan peringatan lisan atau tertulis

kepada perawat yang melakukan kepada perawat yang melakukan

pelanggaran pelanggaran

 Peringatan tertulis diberikan paling banyak 3 Peringatan tertulis diberikan paling banyak 3 kali, apabila tidak diindahkan SIK dan SIPP kali, apabila tidak diindahkan SIK dan SIPP

dapat dicabut.

dapat dicabut.

 Sebelum SIK atau SIPP di cabut kepala dinas Sebelum SIK atau SIPP di cabut kepala dinas kesehatan terlebih dahulu mendengar

kesehatan terlebih dahulu mendengar pertimbangan dari MDTK atau MP2EM pertimbangan dari MDTK atau MP2EM

(14)

SANKSI SANKSI

 Pelanggaran ringan , pencabutan izin Pelanggaran ringan , pencabutan izin selama-lamanya 3 bulan

selama-lamanya 3 bulan

 Pelanggaran sedang , pencabutan izin Pelanggaran sedang , pencabutan izin selama-lamanya 6 bulan

selama-lamanya 6 bulan

 Pelanggaran berat, pencabutan izin selama-Pelanggaran berat, pencabutan izin selama- lamanya 1 tahun

lamanya 1 tahun

 Penetapan pelanggaran didasarkan pada Penetapan pelanggaran didasarkan pada motif pelanggaran serta situasi setempat motif pelanggaran serta situasi setempat

(15)

IMPLIKASI DALAM TATATAN IMPLIKASI DALAM TATATAN

PRAKTEK PRAKTEK

SEBAGAI TENAGA PERAWAT RS DAN SEBAGAI TENAGA PERAWAT RS DAN

PUSKESMAS ATAU TENAGA KESEHATAN DI PUSKESMAS ATAU TENAGA KESEHATAN DI LEMBAGA PELAYANAN KESEHATAN LAINNYA LEMBAGA PELAYANAN KESEHATAN LAINNYA

“ “ PERAWAT BEKERJA DAN MELAKUKAN PERAWAT BEKERJA DAN MELAKUKAN

KEWAJIBAN SESUAI DENGAN PERINTAH KEWAJIBAN SESUAI DENGAN PERINTAH

JABATAN TIDAK BISA DIMINTAI JABATAN TIDAK BISA DIMINTAI

PERTANGGUNGJAWABAN ATAS KERUGIAN PERTANGGUNGJAWABAN ATAS KERUGIAN ATAU KESALAHAN YG DILAKUKAN “ KUHAP ATAU KESALAHAN YG DILAKUKAN “ KUHAP

PASAL 51”

PASAL 51”

(16)

HOME CARE HOME CARE

SK DIRJEN DIRJEN YAN MED SK DIRJEN DIRJEN YAN MED

NO HK. 00.06.5.1.311 NO HK. 00.06.5.1.311

Ada 23 tindakan keperawatan mandiri yang bisa Ada 23 tindakan keperawatan mandiri yang bisa

dilakukan oleh perawat home care a/l dilakukan oleh perawat home care a/l

1. vital sign 1. vital sign

2. memasang nasogastric tube 2. memasang nasogastric tube

3. memasang selang susu besar 3. memasang selang susu besar

4. memasang cateter 4. memasang cateter

5. penggantian tube pernafasan 5. penggantian tube pernafasan

6. merawat luka decukbitus 6. merawat luka decukbitus

7. suction 7. suction

8. memasang peralatan O2 8. memasang peralatan O2

9. penyuntikan (IV,IM, IC,SC) 9. penyuntikan (IV,IM, IC,SC)

(17)

10. Pemasangan infus maupun obat 10. Pemasangan infus maupun obat 11. Pengambilan preparat

11. Pengambilan preparat

12. Pemberian huknah/laksatif 12. Pemberian huknah/laksatif 13. Kebersihan diri

13. Kebersihan diri

14. Latihan dalam rangka rehabilitasi medis 14. Latihan dalam rangka rehabilitasi medis

15. Tranpostasi klien untuk pelaksanaan pemeriksaan 15. Tranpostasi klien untuk pelaksanaan pemeriksaan

diagnostik diagnostik 16. Penkes 16. Penkes

17. Konseling kasus terminal 17. Konseling kasus terminal 18. konsultasi/telepon

18. konsultasi/telepon

19. Fasilitasi ke dokter rujukan 19. Fasilitasi ke dokter rujukan 20. Menyaipkan menu makanan 20. Menyaipkan menu makanan 21. Membersihkan tt pasien

21. Membersihkan tt pasien

22.22.Fasilitasi kegiatan sosial pasienFasilitasi kegiatan sosial pasien 23.23.Fasilitasi perbaikan sarana klien.Fasilitasi perbaikan sarana klien.

(18)

Praktek mandiri perawat Praktek mandiri perawat JUKLAK KEPMENKES 1239 JUKLAK KEPMENKES 1239

1.1. SIP dan SIPP harus adaSIP dan SIPP harus ada

2.2. Ruangan praktek sesuai ketentuanRuangan praktek sesuai ketentuan

3.3. Tersedia alat perawatan, alat rumah tangga Tersedia alat perawatan, alat rumah tangga dan alat emergency sesuai ketentuan

dan alat emergency sesuai ketentuan 4.4. Kewenangan : pemenuhan kebutuhan Kewenangan : pemenuhan kebutuhan

O2, Nutrisi, Integritas jaringan, cairan dan O2, Nutrisi, Integritas jaringan, cairan dan

elektrolit, Eliminasi, Kebersihan diri, Istirahat elektrolit, Eliminasi, Kebersihan diri, Istirahat tidur, Obat-obatan, Sirkulasi, Keamanan dan tidur, Obat-obatan, Sirkulasi, Keamanan dan

keselematan, Manajemen nyeri, Kebutuhan keselematan, Manajemen nyeri, Kebutuhan

aktivitas, psikososial, interaksi sosial, aktivitas, psikososial, interaksi sosial,

menjelang ajal, seksual, lingkungnan sehat, menjelang ajal, seksual, lingkungnan sehat, kebutuhan bumil, ibu melahirkan, bayi baru kebutuhan bumil, ibu melahirkan, bayi baru

lahir, post partum, baunyak lagi ) lahir, post partum, baunyak lagi )

(19)
(20)

Dalam Fase Transisi Tindakan Medik dilakukan….:

1. Algoritme Klinik untuk Perawat yang bekerja di Puskesmas

2. Balai Pengobatan di bawah pengawasan dokter 3. Berbagai sarana kesehatan dan praktik mandiri:

@ Delegasi tertulis

@ Delegasi lisan

4. Kewenangan atributif (harus terdapat dalam Undang Undang Praktik Keperawatan

5. Amandemen Kepmenkes 1239/2001: papan

nama harus dipasang, kewenangan atributif, uji kompetensi

(21)

RUU PRAKTIK KEPERAWATAN RUU PRAKTIK KEPERAWATAN

(draf 19) (draf 19)

BAB I BAB I : Ketentuan Umum: Ketentuan Umum

BAB II BAB II : Azas dan Tujuan: Azas dan Tujuan

BAB III BAB III : Lingkup Praktik Keperawatan: Lingkup Praktik Keperawatan

BAB IV BAB IV : Konsil Keperawatan Indonesia: Konsil Keperawatan Indonesia

BAB V BAB V : Standard Pendidikan Profesi Kep.: Standard Pendidikan Profesi Kep.

BAB VI BAB VI : Pendidikan dan Pelatihan Berkelanjutan : Pendidikan dan Pelatihan Berkelanjutan

BAB VII BAB VII : Registrasi Praktik Keperawatan: Registrasi Praktik Keperawatan

BAB VIII BAB VIII : Penyelenggaraan Praktik Kep.: Penyelenggaraan Praktik Kep.

BAB IX BAB IX : Pembinaan, Pengembangan dan : Pembinaan, Pengembangan dan

Pengawasan Pengawasan

BAB X BAB X : Ketentuan Peralihan: Ketentuan Peralihan

BAB XI BAB XI : Ketentuan Penutup: Ketentuan Penutup

(22)

RUU PRAKTIK KEPERAWATAN RUU PRAKTIK KEPERAWATAN

(draft) (draft)

Keperawatan adalah suatu bentuk pelayanan Keperawatan adalah suatu bentuk pelayanan

profesional yang merupakan bagian integral dari profesional yang merupakan bagian integral dari

pelayanan kesehatan, didasarkan pada ilmu dan kiat pelayanan kesehatan, didasarkan pada ilmu dan kiat keperawatan ditujukan kepada individu, keluarga, keperawatan ditujukan kepada individu, keluarga, kelompok, dan masyarakat baik sehat maupun sakit kelompok, dan masyarakat baik sehat maupun sakit yang mencakup seluruh proses kehidupan manusia.

yang mencakup seluruh proses kehidupan manusia.

Praktik keperawatan adalah tindakan mandiri perawat Praktik keperawatan adalah tindakan mandiri perawat melalui kolaborasi dengan sistem klien dan tenaga melalui kolaborasi dengan sistem klien dan tenaga kesehatan lain dalam memberikan asuhan

kesehatan lain dalam memberikan asuhan

keperawatan sesuai lingkup wewenang dan tanggung keperawatan sesuai lingkup wewenang dan tanggung jawabnya pada berbagai tatanan pelayanan, termasuk jawabnya pada berbagai tatanan pelayanan, termasuk praktik keperawatan individual dan berkelompok.

praktik keperawatan individual dan berkelompok.

(23)

Tujuan UUPKep

Tujuan UUPKep (draft) (draft)

Pengaturan penyelenggaraan praktik Pengaturan penyelenggaraan praktik

keperawatan bertujuan untuk:

keperawatan bertujuan untuk:

memberikan perlindungan dan kepastian hukum memberikan perlindungan dan kepastian hukum kepada penerima dan pemberi jasa pelayanan kepada penerima dan pemberi jasa pelayanan keperawatan.

keperawatan.

Mempertahankan dan meningkatkan mutu Mempertahankan dan meningkatkan mutu pelayanan keperawatan yang diberikan oleh pelayanan keperawatan yang diberikan oleh perawat.

perawat.

(24)

Lingkup praktik kep :

Lingkup praktik kep : (draft)(draft)

MemberikanMemberikan asuhan keperawatan pada individu, keluarga, asuhan keperawatan pada individu, keluarga, kelompok dan masyarakat dalam menyelesaikan masalah kelompok dan masyarakat dalam menyelesaikan masalah

kesehatan sederhana dan kompleks.

kesehatan sederhana dan kompleks.

MemberikanMemberikan tindakan keperawatan langsung, pendidikan, tindakan keperawatan langsung, pendidikan, nasehat, konseling, dalam rangka penyelesaian masalah nasehat, konseling, dalam rangka penyelesaian masalah kesehatan melalui pemenuhan kebutuhan dasar manusia kesehatan melalui pemenuhan kebutuhan dasar manusia

dalam upaya memandirikan sistem klien.

dalam upaya memandirikan sistem klien.

Memberikan pelayanan keperawatan di sarana kesehatan Memberikan pelayanan keperawatan di sarana kesehatan dan tatanan lainnya.

dan tatanan lainnya.

Memberikan pengobatan dan tindakan medik terbatas, Memberikan pengobatan dan tindakan medik terbatas, pelayanan KB, imunisasi, pertolongan persalinan normal pelayanan KB, imunisasi, pertolongan persalinan normal

dan menulis permintaan obat/resep.

dan menulis permintaan obat/resep.

Melaksanakan program pengobatan secara tertulis dari Melaksanakan program pengobatan secara tertulis dari dokter.

dokter.

(25)

Konsil Keperawatan Konsil Keperawatan

Indonesia

Indonesia (draft) (draft)

Dalam rangka Pengaturan Penyelenggaraan Praktik Dalam rangka Pengaturan Penyelenggaraan Praktik Keperawatan Maka dibentuk Konsil Keperawatan Keperawatan Maka dibentuk Konsil Keperawatan

Indonesia.

Indonesia.

Konsil Keperawatan Indonesia mempunyai tugas:Konsil Keperawatan Indonesia mempunyai tugas:

Melakukan uji kompetensi dan registrasi perawat; Melakukan uji kompetensi dan registrasi perawat;

Mengesahkan standar-standar profesi yang dibuat Mengesahkan standar-standar profesi yang dibuat oleh organisasi profesi keperawatan dan asosiasi oleh organisasi profesi keperawatan dan asosiasi

institusi pendidikan keperawatan;

institusi pendidikan keperawatan;

Membuat peraturan-peraturan terkait dengan praktik Membuat peraturan-peraturan terkait dengan praktik perawat untuk melindungi masyarakat.

perawat untuk melindungi masyarakat.

(26)

Wewenang Konsil

Wewenang Konsil (draft) (draft)

Konsil Keperawatan Indonesia mempunyai wewenang :Konsil Keperawatan Indonesia mempunyai wewenang :

Menyetujui dan menolak permohonan registrasi Menyetujui dan menolak permohonan registrasi perawat;

perawat;

Mengesahkan standar kompetensi perawat yang dibuat Mengesahkan standar kompetensi perawat yang dibuat oleh organisasi profesi keperawatan dan asosiasi

oleh organisasi profesi keperawatan dan asosiasi institusi pendidikan keperawatan;

institusi pendidikan keperawatan;

Menetapkan ada tidaknya kesalahan yang dilakukan Menetapkan ada tidaknya kesalahan yang dilakukan perawat;

perawat;

Menetapkan sanksi terhadap kesalahan praktik yang Menetapkan sanksi terhadap kesalahan praktik yang dilakukan perawat; dan

dilakukan perawat; dan

Menetapkan standar penyelenggaraan program Menetapkan standar penyelenggaraan program pendidikan keperawatan

pendidikan keperawatan

(27)

PRAKTIK MANDIRI PRAKTIK MANDIRI

Praktik mandiri dapat dilakukan secara perorangan dan Praktik mandiri dapat dilakukan secara perorangan dan atau berkelompok.

atau berkelompok.

Perawat dalam melakukan praktik mandiri sekurang-Perawat dalam melakukan praktik mandiri sekurang- kurangnya memenuhi persyaratan:

kurangnya memenuhi persyaratan:

Memiliki tempat praktik yang memenuhi persyaratan Memiliki tempat praktik yang memenuhi persyaratan kesehatan;

kesehatan;

Memiliki perlengkapan untuk tindakan asuhan Memiliki perlengkapan untuk tindakan asuhan

keperawatan di luar institusi pelayanan kesehatan keperawatan di luar institusi pelayanan kesehatan

termasuk kunjungan rumah;

termasuk kunjungan rumah;

Memiliki perlengkapan administrasi yang meliputi Memiliki perlengkapan administrasi yang meliputi buku catatan kunjungan, formulir catatan tindakan buku catatan kunjungan, formulir catatan tindakan

asuhan keperawatan serta formulir rujukan.

asuhan keperawatan serta formulir rujukan.

(28)

 Persyaratan perlengkapan, sesuai Persyaratan perlengkapan, sesuai dengan standar perlengkapan

dengan standar perlengkapan asuhan keperawatan yang

asuhan keperawatan yang

ditetapkan oleh organisasi profesi.

ditetapkan oleh organisasi profesi.

 Perawat yang telah mempunyai Perawat yang telah mempunyai SIPP dan menyelenggarakan SIPP dan menyelenggarakan

praktik mandiri wajib memasang praktik mandiri wajib memasang

papan nama praktik keperawatan.

papan nama praktik keperawatan.

(29)

PENYELENGGARAAN PENYELENGGARAAN

PRAKTIK KEPERAWATAN PRAKTIK KEPERAWATAN

 Praktik keperawatan dilakukankan Praktik keperawatan dilakukankan

berdasarkan pada kesepakatan antara berdasarkan pada kesepakatan antara perawat dengan klien dan atau pasien perawat dengan klien dan atau pasien

dalam upaya untuk peningkatan dalam upaya untuk peningkatan

kesehatan, pencegahan penyakit, kesehatan, pencegahan penyakit,

pemeliharaan kesehatan, kuratif, dan pemeliharaan kesehatan, kuratif, dan

pemulihan kesehatan.

pemulihan kesehatan.

(30)

 Praktik keperawatan dilakukan oleh Praktik keperawatan dilakukan oleh

perawat profesional (RN) dan perawat perawat profesional (RN) dan perawat

vokasional (PN).

vokasional (PN).

 PN dalam melaksanakan tindakan PN dalam melaksanakan tindakan

keperawatan dibawah pengawasan RN.

keperawatan dibawah pengawasan RN.

 Perawat dapat mendelegasikan dan Perawat dapat mendelegasikan dan atau menyerahkan tugas kepada

atau menyerahkan tugas kepada

perawat lain yang setara kompetensi perawat lain yang setara kompetensi

dan pengalamannya.

dan pengalamannya.

(31)

 Setiap orang dilarang menggunakan Setiap orang dilarang menggunakan identitas berupa gelar atau bentuk lain identitas berupa gelar atau bentuk lain

yang menimbulkan kesan bagi yang menimbulkan kesan bagi

masyarakat seolah-olah yang masyarakat seolah-olah yang

bersangkutan adalah perawat yang bersangkutan adalah perawat yang

telah memiliki SIPP.

telah memiliki SIPP.

 Ketentuan sebagaimana dimaksud Ketentuan sebagaimana dimaksud

pada ayat (1) tidak berlaku bagi tenaga pada ayat (1) tidak berlaku bagi tenaga

kesehatan yang diberi kewenangan kesehatan yang diberi kewenangan

oleh peraturan perundang-undangan.

oleh peraturan perundang-undangan.

(32)

TERIMA KASIH

TERIMA KASIH

Referensi

Dokumen terkait

Kebidanan adalah ilmu yang terbentuk dari sintesa berbagai disiplin ilmu atau multi disiplin yang terkait dengan pelayanan kebidanan meliputi ilmu kedokteran, ilmu keperawatan,

• Area praktek keperawatan: rumah sakit, puskesmas, LSM, Industri, kantor-kantor, konsultan di bidang keperawatan, peneliti, pendidik, dan perawatan di rumah (home care)..

4.2.3 PANTAP RIP melakukan rapat untuk memutuskan menyetujui atau menolak permohonan surat rekomendasi tersebut. 4.2.3.1 Bila hasil wawancara telah memenuhi semua persyaratan,

Bagi pembuat kebijakan yakni organisasi profesi dan Konsil Keperawatan Indonesia: Sebagai dasar informasi atau pertimbangan dalam pengambilan keputusan untuk

Menyetujui pemberian wewenang kepada Dewan Komisaris atas rekomendasi Komite Audit untuk menunjuk Kantor Akuntan Publik Independen yang terdaftar di Otoritas Jasa

Apabila permohonan ternyata tidak lengkap (tidak sesuai dengan Pasal 16 Kepmenperindag No. 350/MPP/Kep/12/2001) atau permohonan bukan merupakan wewenang BPSK, maka ketua BPSK

Berdasarkan hasil seleksi administrasi yang dilakukan, BKD merekomendasikan kepada Sekretaris Daerah untuk menyetujui atau menolak permohonan PNS Pemerintah Daerah

BANK PEMBANGUNAN DAERAH SUMATERA SELATAN DAN BANGKA BELITUNG yang menyetujui permohonan kerja praktek mahasiswa Jurusan Teknik Elektro Program Studi