ASPEK LEGAL PRAKTEK ASPEK LEGAL PRAKTEK
MANDIRI PERAWAT
MANDIRI PERAWAT
Evidence: Hasil Evaluasi Peran dan Fungsi Perawat Evidence: Hasil Evaluasi Peran dan Fungsi Perawat
Puskesmas Daerah Terpencil Puskesmas Daerah Terpencil
(Depkes & UI, 2005) (Depkes & UI, 2005)
Terkait dengan tindakan medik:
Terkait dengan tindakan medik:
1.1. Menetapkan diagnosis penyakit (92.6%)Menetapkan diagnosis penyakit (92.6%) 2.2. Membuat resep obat (93.1%)Membuat resep obat (93.1%)
3.3. Melakukan tindakan pengobatan di dalam Melakukan tindakan pengobatan di dalam maupun di luar gedung puskesmas (97.1%) maupun di luar gedung puskesmas (97.1%) 4.4. Melakukan pemeriksaan kehamilan (70.1%) Melakukan pemeriksaan kehamilan (70.1%)
dan melakukan pertolongan persalinan dan melakukan pertolongan persalinan
(57.7%) (57.7%)
Direkomendasikan:
Direkomendasikan:
Perlu peningkatan kordinasi dalam mewujudkan Perlu peningkatan kordinasi dalam mewujudkan
perlindungan hukum bagi perawat khususnya perlindungan hukum bagi perawat khususnya
untuk tugas tugas limpah dalam hal untuk tugas tugas limpah dalam hal
pengobatan.
pengobatan.
Tata Hukum di Indonesia Tata Hukum di Indonesia
UUD ,45 : Indonesia adalah negara yang UUD ,45 : Indonesia adalah negara yang berdasarkan Hukum (
berdasarkan Hukum (RechstaatRechstaat) dan tidak ) dan tidak berdasarkan pada kekuasaan belaka (
berdasarkan pada kekuasaan belaka (MachstaatMachstaat))
Sumber Hukum : UUD 45, Tap MPR, UU/Peraturan Sumber Hukum : UUD 45, Tap MPR, UU/Peraturan pengganti UU, PP, Kepres, Permenkes/kepmenkes, pengganti UU, PP, Kepres, Permenkes/kepmenkes,
peraturan lainnya peraturan lainnya
Fungsi Hukum dlm Praktik Perawat Fungsi Hukum dlm Praktik Perawat
Memberikan kerangka untuk menentukan Memberikan kerangka untuk menentukan tindakan keperawatan mana yang sesuai tindakan keperawatan mana yang sesuai
dengan hukum dengan hukum
Membedakan tanggung jawab perawat Membedakan tanggung jawab perawat dengan profesi lain
dengan profesi lain
Membantu menentukan batas-batas Membantu menentukan batas-batas
kewenangan tindakan keperawatan mandiri kewenangan tindakan keperawatan mandiri
Membantu mempertahankan standard praktik Membantu mempertahankan standard praktik keperawatan dengan meletakkan posisi
keperawatan dengan meletakkan posisi perawat memiliki akuntabilitas dibawah perawat memiliki akuntabilitas dibawah
hukum.
hukum.
Tanggung Jawab Hukum Tanggung Jawab Hukum
dalam Praktik dalam Praktik
Melaksanakan keperawatan mandiri Melaksanakan keperawatan mandiri atau yang didelegasi
atau yang didelegasi
Tata Hukum Kes di Indonesia Tata Hukum Kes di Indonesia
UUD 45 UU No.23/1992 Ttg Kesehatan
UU No.29/2004
Ttg. Praktik Dokter
Permenkes 1419/2005 Penyelenggaraan
Praktik dokter & dokter gigi
Permenkes 1239/2002 ttg
Registrasi Praktik Keperawatan
RUU PRAK.KEP
????....
PRAKTIK KEPERAWATAN RUU PRAKTIK
TENAGA
KESEHATAN ?
???....
UU No.23/1992 Ttg Kesehatan
Pasal 32 ayat 4:
Pelaksanaan pengobatan dan atau perawatan berdasarkan ilmu kedokteran dan atau ilmu
keperawatan, hanya dapat dilaksanakan oleh tenaga kesehatan yang mempunyai keahlian dan kewenangan untuk itu.”
Pasal 53, ayat 1:
Tenaga kesehatan berhak memperoleh perlindungan hukum dalam melaksanakan tugas sesuai dengan profesinya.
Pasal 53, ayat 2:
Tenaga kesehatan dalam melakukan tugasnya berkewajiban untuk mematuhi standar profesi dan menghormati hak pasien
PERMENKES 1239/2001 TTG REGISTRASI DAN PRAKTIK KE
SIP
SIK
SIPP
PASAL KRUSIAL DALAM KEPMENKES PASAL KRUSIAL DALAM KEPMENKES
1239/2001 TTG PRAKTIK KEPERAWATAN 1239/2001 TTG PRAKTIK KEPERAWATAN
Melakukan asuhan keperawatan meliputi Pengkajian, Melakukan asuhan keperawatan meliputi Pengkajian, penetapan diagnosa keperawatan, perencanaan,
penetapan diagnosa keperawatan, perencanaan, melaksanakan tindakan dan evaluasi.
melaksanakan tindakan dan evaluasi.
Pelayanan tindakan medik hanya dapat dilakukan atas Pelayanan tindakan medik hanya dapat dilakukan atas permintaan tertulis dokter
permintaan tertulis dokter
Dalam melaksanakan kewenangan perawat Dalam melaksanakan kewenangan perawat berkewajiban :
berkewajiban :
Menghormati hak pasienMenghormati hak pasien
Merujuk kasus yang tidak dapat ditanganiMerujuk kasus yang tidak dapat ditangani
Menyimpan rahasia sesuai dengan peraturan Menyimpan rahasia sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku
perundang-undangan yang berlaku
Memberikan informasiMemberikan informasi
Meminta persetujuan tindakan yang dilakukanMeminta persetujuan tindakan yang dilakukan
Melakukan catatan perawatan dengan baikMelakukan catatan perawatan dengan baik
Dalam Dalam keadaan daruratkeadaan darurat yang mengancam jiwa yang mengancam jiwa seseorang , perawat berwenang melakukan seseorang , perawat berwenang melakukan
pelayanan kesehatan di luar kewenangan yang pelayanan kesehatan di luar kewenangan yang
ditujukan untuk penyelamatan jiwa.
ditujukan untuk penyelamatan jiwa.
Perawat yang menjalankan praktik perorangan Perawat yang menjalankan praktik perorangan harus mencantumkan SIPP di ruang praktiknya harus mencantumkan SIPP di ruang praktiknya
Perawat yang menjalankan praktik perorangan Perawat yang menjalankan praktik perorangan tidak diperbolehkan memasang papan praktik tidak diperbolehkan memasang papan praktik
(sedang dlam proses amandemen) (sedang dlam proses amandemen)
Perawat yang memiliki SIPP dapat melakukan Perawat yang memiliki SIPP dapat melakukan asuhan dalam bentuk kunjungan rumah
asuhan dalam bentuk kunjungan rumah
Persyaratan praktik perorangan sekurang-Persyaratan praktik perorangan sekurang- kurangnya memenuhi :
kurangnya memenuhi :
Tempat praktik memenuhi syaratTempat praktik memenuhi syarat
Memiliki perlengkapan peralatan dan Memiliki perlengkapan peralatan dan administrasi termasuk formulir /buku administrasi termasuk formulir /buku
kunjungan, catatan tindakan dan formulir kunjungan, catatan tindakan dan formulir
rujukan rujukan
LARANGAN LARANGAN
Perawat dilarang menjalankan praktik selain Perawat dilarang menjalankan praktik selain yang tercantum dalam izin dan melakukan yang tercantum dalam izin dan melakukan
perbuatan yang bertentangan dengan standar perbuatan yang bertentangan dengan standar
profesi profesi
Bagi perawat yang memberikan pertolongan Bagi perawat yang memberikan pertolongan
dalam keadaan darurat atau menjalankan tugas dalam keadaan darurat atau menjalankan tugas
didaerah terpencil yang tidak ada tenaga didaerah terpencil yang tidak ada tenaga
kesehatan lain, dikecualikan dari larangan ini kesehatan lain, dikecualikan dari larangan ini
Kepala dinas atau organisasi profesi dapat Kepala dinas atau organisasi profesi dapat memberikan peringatan lisan atau tertulis memberikan peringatan lisan atau tertulis
kepada perawat yang melakukan kepada perawat yang melakukan
pelanggaran pelanggaran
Peringatan tertulis diberikan paling banyak 3 Peringatan tertulis diberikan paling banyak 3 kali, apabila tidak diindahkan SIK dan SIPP kali, apabila tidak diindahkan SIK dan SIPP
dapat dicabut.
dapat dicabut.
Sebelum SIK atau SIPP di cabut kepala dinas Sebelum SIK atau SIPP di cabut kepala dinas kesehatan terlebih dahulu mendengar
kesehatan terlebih dahulu mendengar pertimbangan dari MDTK atau MP2EM pertimbangan dari MDTK atau MP2EM
SANKSI SANKSI
Pelanggaran ringan , pencabutan izin Pelanggaran ringan , pencabutan izin selama-lamanya 3 bulan
selama-lamanya 3 bulan
Pelanggaran sedang , pencabutan izin Pelanggaran sedang , pencabutan izin selama-lamanya 6 bulan
selama-lamanya 6 bulan
Pelanggaran berat, pencabutan izin selama-Pelanggaran berat, pencabutan izin selama- lamanya 1 tahun
lamanya 1 tahun
Penetapan pelanggaran didasarkan pada Penetapan pelanggaran didasarkan pada motif pelanggaran serta situasi setempat motif pelanggaran serta situasi setempat
IMPLIKASI DALAM TATATAN IMPLIKASI DALAM TATATAN
PRAKTEK PRAKTEK
SEBAGAI TENAGA PERAWAT RS DAN SEBAGAI TENAGA PERAWAT RS DAN
PUSKESMAS ATAU TENAGA KESEHATAN DI PUSKESMAS ATAU TENAGA KESEHATAN DI LEMBAGA PELAYANAN KESEHATAN LAINNYA LEMBAGA PELAYANAN KESEHATAN LAINNYA
“ “ PERAWAT BEKERJA DAN MELAKUKAN PERAWAT BEKERJA DAN MELAKUKAN
KEWAJIBAN SESUAI DENGAN PERINTAH KEWAJIBAN SESUAI DENGAN PERINTAH
JABATAN TIDAK BISA DIMINTAI JABATAN TIDAK BISA DIMINTAI
PERTANGGUNGJAWABAN ATAS KERUGIAN PERTANGGUNGJAWABAN ATAS KERUGIAN ATAU KESALAHAN YG DILAKUKAN “ KUHAP ATAU KESALAHAN YG DILAKUKAN “ KUHAP
PASAL 51”
PASAL 51”
HOME CARE HOME CARE
SK DIRJEN DIRJEN YAN MED SK DIRJEN DIRJEN YAN MED
NO HK. 00.06.5.1.311 NO HK. 00.06.5.1.311
Ada 23 tindakan keperawatan mandiri yang bisa Ada 23 tindakan keperawatan mandiri yang bisa
dilakukan oleh perawat home care a/l dilakukan oleh perawat home care a/l
1. vital sign 1. vital sign
2. memasang nasogastric tube 2. memasang nasogastric tube
3. memasang selang susu besar 3. memasang selang susu besar
4. memasang cateter 4. memasang cateter
5. penggantian tube pernafasan 5. penggantian tube pernafasan
6. merawat luka decukbitus 6. merawat luka decukbitus
7. suction 7. suction
8. memasang peralatan O2 8. memasang peralatan O2
9. penyuntikan (IV,IM, IC,SC) 9. penyuntikan (IV,IM, IC,SC)
10. Pemasangan infus maupun obat 10. Pemasangan infus maupun obat 11. Pengambilan preparat
11. Pengambilan preparat
12. Pemberian huknah/laksatif 12. Pemberian huknah/laksatif 13. Kebersihan diri
13. Kebersihan diri
14. Latihan dalam rangka rehabilitasi medis 14. Latihan dalam rangka rehabilitasi medis
15. Tranpostasi klien untuk pelaksanaan pemeriksaan 15. Tranpostasi klien untuk pelaksanaan pemeriksaan
diagnostik diagnostik 16. Penkes 16. Penkes
17. Konseling kasus terminal 17. Konseling kasus terminal 18. konsultasi/telepon
18. konsultasi/telepon
19. Fasilitasi ke dokter rujukan 19. Fasilitasi ke dokter rujukan 20. Menyaipkan menu makanan 20. Menyaipkan menu makanan 21. Membersihkan tt pasien
21. Membersihkan tt pasien
22.22.Fasilitasi kegiatan sosial pasienFasilitasi kegiatan sosial pasien 23.23.Fasilitasi perbaikan sarana klien.Fasilitasi perbaikan sarana klien.
Praktek mandiri perawat Praktek mandiri perawat JUKLAK KEPMENKES 1239 JUKLAK KEPMENKES 1239
1.1. SIP dan SIPP harus adaSIP dan SIPP harus ada
2.2. Ruangan praktek sesuai ketentuanRuangan praktek sesuai ketentuan
3.3. Tersedia alat perawatan, alat rumah tangga Tersedia alat perawatan, alat rumah tangga dan alat emergency sesuai ketentuan
dan alat emergency sesuai ketentuan 4.4. Kewenangan : pemenuhan kebutuhan Kewenangan : pemenuhan kebutuhan
O2, Nutrisi, Integritas jaringan, cairan dan O2, Nutrisi, Integritas jaringan, cairan dan
elektrolit, Eliminasi, Kebersihan diri, Istirahat elektrolit, Eliminasi, Kebersihan diri, Istirahat tidur, Obat-obatan, Sirkulasi, Keamanan dan tidur, Obat-obatan, Sirkulasi, Keamanan dan
keselematan, Manajemen nyeri, Kebutuhan keselematan, Manajemen nyeri, Kebutuhan
aktivitas, psikososial, interaksi sosial, aktivitas, psikososial, interaksi sosial,
menjelang ajal, seksual, lingkungnan sehat, menjelang ajal, seksual, lingkungnan sehat, kebutuhan bumil, ibu melahirkan, bayi baru kebutuhan bumil, ibu melahirkan, bayi baru
lahir, post partum, baunyak lagi ) lahir, post partum, baunyak lagi )
Dalam Fase Transisi Tindakan Medik dilakukan….:
1. Algoritme Klinik untuk Perawat yang bekerja di Puskesmas
2. Balai Pengobatan di bawah pengawasan dokter 3. Berbagai sarana kesehatan dan praktik mandiri:
@ Delegasi tertulis
@ Delegasi lisan
4. Kewenangan atributif (harus terdapat dalam Undang Undang Praktik Keperawatan
5. Amandemen Kepmenkes 1239/2001: papan
nama harus dipasang, kewenangan atributif, uji kompetensi
RUU PRAKTIK KEPERAWATAN RUU PRAKTIK KEPERAWATAN
(draf 19) (draf 19)
BAB I BAB I : Ketentuan Umum: Ketentuan Umum
BAB II BAB II : Azas dan Tujuan: Azas dan Tujuan
BAB III BAB III : Lingkup Praktik Keperawatan: Lingkup Praktik Keperawatan
BAB IV BAB IV : Konsil Keperawatan Indonesia: Konsil Keperawatan Indonesia
BAB V BAB V : Standard Pendidikan Profesi Kep.: Standard Pendidikan Profesi Kep.
BAB VI BAB VI : Pendidikan dan Pelatihan Berkelanjutan : Pendidikan dan Pelatihan Berkelanjutan
BAB VII BAB VII : Registrasi Praktik Keperawatan: Registrasi Praktik Keperawatan
BAB VIII BAB VIII : Penyelenggaraan Praktik Kep.: Penyelenggaraan Praktik Kep.
BAB IX BAB IX : Pembinaan, Pengembangan dan : Pembinaan, Pengembangan dan
Pengawasan Pengawasan
BAB X BAB X : Ketentuan Peralihan: Ketentuan Peralihan
BAB XI BAB XI : Ketentuan Penutup: Ketentuan Penutup
RUU PRAKTIK KEPERAWATAN RUU PRAKTIK KEPERAWATAN
(draft) (draft)
Keperawatan adalah suatu bentuk pelayanan Keperawatan adalah suatu bentuk pelayanan
profesional yang merupakan bagian integral dari profesional yang merupakan bagian integral dari
pelayanan kesehatan, didasarkan pada ilmu dan kiat pelayanan kesehatan, didasarkan pada ilmu dan kiat keperawatan ditujukan kepada individu, keluarga, keperawatan ditujukan kepada individu, keluarga, kelompok, dan masyarakat baik sehat maupun sakit kelompok, dan masyarakat baik sehat maupun sakit yang mencakup seluruh proses kehidupan manusia.
yang mencakup seluruh proses kehidupan manusia.
Praktik keperawatan adalah tindakan mandiri perawat Praktik keperawatan adalah tindakan mandiri perawat melalui kolaborasi dengan sistem klien dan tenaga melalui kolaborasi dengan sistem klien dan tenaga kesehatan lain dalam memberikan asuhan
kesehatan lain dalam memberikan asuhan
keperawatan sesuai lingkup wewenang dan tanggung keperawatan sesuai lingkup wewenang dan tanggung jawabnya pada berbagai tatanan pelayanan, termasuk jawabnya pada berbagai tatanan pelayanan, termasuk praktik keperawatan individual dan berkelompok.
praktik keperawatan individual dan berkelompok.
Tujuan UUPKep
Tujuan UUPKep (draft) (draft)
Pengaturan penyelenggaraan praktik Pengaturan penyelenggaraan praktik
keperawatan bertujuan untuk:
keperawatan bertujuan untuk:
memberikan perlindungan dan kepastian hukum memberikan perlindungan dan kepastian hukum kepada penerima dan pemberi jasa pelayanan kepada penerima dan pemberi jasa pelayanan keperawatan.
keperawatan.
Mempertahankan dan meningkatkan mutu Mempertahankan dan meningkatkan mutu pelayanan keperawatan yang diberikan oleh pelayanan keperawatan yang diberikan oleh perawat.
perawat.
Lingkup praktik kep :
Lingkup praktik kep : (draft)(draft)
MemberikanMemberikan asuhan keperawatan pada individu, keluarga, asuhan keperawatan pada individu, keluarga, kelompok dan masyarakat dalam menyelesaikan masalah kelompok dan masyarakat dalam menyelesaikan masalah
kesehatan sederhana dan kompleks.
kesehatan sederhana dan kompleks.
MemberikanMemberikan tindakan keperawatan langsung, pendidikan, tindakan keperawatan langsung, pendidikan, nasehat, konseling, dalam rangka penyelesaian masalah nasehat, konseling, dalam rangka penyelesaian masalah kesehatan melalui pemenuhan kebutuhan dasar manusia kesehatan melalui pemenuhan kebutuhan dasar manusia
dalam upaya memandirikan sistem klien.
dalam upaya memandirikan sistem klien.
Memberikan pelayanan keperawatan di sarana kesehatan Memberikan pelayanan keperawatan di sarana kesehatan dan tatanan lainnya.
dan tatanan lainnya.
Memberikan pengobatan dan tindakan medik terbatas, Memberikan pengobatan dan tindakan medik terbatas, pelayanan KB, imunisasi, pertolongan persalinan normal pelayanan KB, imunisasi, pertolongan persalinan normal
dan menulis permintaan obat/resep.
dan menulis permintaan obat/resep.
Melaksanakan program pengobatan secara tertulis dari Melaksanakan program pengobatan secara tertulis dari dokter.
dokter.
Konsil Keperawatan Konsil Keperawatan
Indonesia
Indonesia (draft) (draft)
Dalam rangka Pengaturan Penyelenggaraan Praktik Dalam rangka Pengaturan Penyelenggaraan Praktik Keperawatan Maka dibentuk Konsil Keperawatan Keperawatan Maka dibentuk Konsil Keperawatan
Indonesia.
Indonesia.
Konsil Keperawatan Indonesia mempunyai tugas:Konsil Keperawatan Indonesia mempunyai tugas:
Melakukan uji kompetensi dan registrasi perawat; Melakukan uji kompetensi dan registrasi perawat;
Mengesahkan standar-standar profesi yang dibuat Mengesahkan standar-standar profesi yang dibuat oleh organisasi profesi keperawatan dan asosiasi oleh organisasi profesi keperawatan dan asosiasi
institusi pendidikan keperawatan;
institusi pendidikan keperawatan;
Membuat peraturan-peraturan terkait dengan praktik Membuat peraturan-peraturan terkait dengan praktik perawat untuk melindungi masyarakat.
perawat untuk melindungi masyarakat.
Wewenang Konsil
Wewenang Konsil (draft) (draft)
Konsil Keperawatan Indonesia mempunyai wewenang :Konsil Keperawatan Indonesia mempunyai wewenang :
Menyetujui dan menolak permohonan registrasi Menyetujui dan menolak permohonan registrasi perawat;
perawat;
Mengesahkan standar kompetensi perawat yang dibuat Mengesahkan standar kompetensi perawat yang dibuat oleh organisasi profesi keperawatan dan asosiasi
oleh organisasi profesi keperawatan dan asosiasi institusi pendidikan keperawatan;
institusi pendidikan keperawatan;
Menetapkan ada tidaknya kesalahan yang dilakukan Menetapkan ada tidaknya kesalahan yang dilakukan perawat;
perawat;
Menetapkan sanksi terhadap kesalahan praktik yang Menetapkan sanksi terhadap kesalahan praktik yang dilakukan perawat; dan
dilakukan perawat; dan
Menetapkan standar penyelenggaraan program Menetapkan standar penyelenggaraan program pendidikan keperawatan
pendidikan keperawatan
PRAKTIK MANDIRI PRAKTIK MANDIRI
Praktik mandiri dapat dilakukan secara perorangan dan Praktik mandiri dapat dilakukan secara perorangan dan atau berkelompok.
atau berkelompok.
Perawat dalam melakukan praktik mandiri sekurang-Perawat dalam melakukan praktik mandiri sekurang- kurangnya memenuhi persyaratan:
kurangnya memenuhi persyaratan:
Memiliki tempat praktik yang memenuhi persyaratan Memiliki tempat praktik yang memenuhi persyaratan kesehatan;
kesehatan;
Memiliki perlengkapan untuk tindakan asuhan Memiliki perlengkapan untuk tindakan asuhan
keperawatan di luar institusi pelayanan kesehatan keperawatan di luar institusi pelayanan kesehatan
termasuk kunjungan rumah;
termasuk kunjungan rumah;
Memiliki perlengkapan administrasi yang meliputi Memiliki perlengkapan administrasi yang meliputi buku catatan kunjungan, formulir catatan tindakan buku catatan kunjungan, formulir catatan tindakan
asuhan keperawatan serta formulir rujukan.
asuhan keperawatan serta formulir rujukan.
Persyaratan perlengkapan, sesuai Persyaratan perlengkapan, sesuai dengan standar perlengkapan
dengan standar perlengkapan asuhan keperawatan yang
asuhan keperawatan yang
ditetapkan oleh organisasi profesi.
ditetapkan oleh organisasi profesi.
Perawat yang telah mempunyai Perawat yang telah mempunyai SIPP dan menyelenggarakan SIPP dan menyelenggarakan
praktik mandiri wajib memasang praktik mandiri wajib memasang
papan nama praktik keperawatan.
papan nama praktik keperawatan.
PENYELENGGARAAN PENYELENGGARAAN
PRAKTIK KEPERAWATAN PRAKTIK KEPERAWATAN
Praktik keperawatan dilakukankan Praktik keperawatan dilakukankan
berdasarkan pada kesepakatan antara berdasarkan pada kesepakatan antara perawat dengan klien dan atau pasien perawat dengan klien dan atau pasien
dalam upaya untuk peningkatan dalam upaya untuk peningkatan
kesehatan, pencegahan penyakit, kesehatan, pencegahan penyakit,
pemeliharaan kesehatan, kuratif, dan pemeliharaan kesehatan, kuratif, dan
pemulihan kesehatan.
pemulihan kesehatan.
Praktik keperawatan dilakukan oleh Praktik keperawatan dilakukan oleh
perawat profesional (RN) dan perawat perawat profesional (RN) dan perawat
vokasional (PN).
vokasional (PN).
PN dalam melaksanakan tindakan PN dalam melaksanakan tindakan
keperawatan dibawah pengawasan RN.
keperawatan dibawah pengawasan RN.
Perawat dapat mendelegasikan dan Perawat dapat mendelegasikan dan atau menyerahkan tugas kepada
atau menyerahkan tugas kepada
perawat lain yang setara kompetensi perawat lain yang setara kompetensi
dan pengalamannya.
dan pengalamannya.
Setiap orang dilarang menggunakan Setiap orang dilarang menggunakan identitas berupa gelar atau bentuk lain identitas berupa gelar atau bentuk lain
yang menimbulkan kesan bagi yang menimbulkan kesan bagi
masyarakat seolah-olah yang masyarakat seolah-olah yang
bersangkutan adalah perawat yang bersangkutan adalah perawat yang
telah memiliki SIPP.
telah memiliki SIPP.
Ketentuan sebagaimana dimaksud Ketentuan sebagaimana dimaksud
pada ayat (1) tidak berlaku bagi tenaga pada ayat (1) tidak berlaku bagi tenaga
kesehatan yang diberi kewenangan kesehatan yang diberi kewenangan
oleh peraturan perundang-undangan.
oleh peraturan perundang-undangan.
TERIMA KASIH
TERIMA KASIH