PENDAHULUAN
Latar Belakang
Penyakit kuning neonatal merupakan kelainan pada bayi baru lahir, baik prematur maupun bayi lahir dengan berat badan lahir rendah (BBLR), disertai kadar bilirubin tinggi dan warna kuning pada kulit atau sklera (Sowwam & Aini, 2018), warna kulit kuning. atau sklera merupakan akibat dari penimbunan bilirubin yang berlebihan (Widiawati, 2017). Data kejadian penyakit kuning neonatal di ruang Peristi Rumah Sakit Islam Sultan Agung Semarang (RSISA) dalam 3 bulan terakhir naik turun, sebanyak 20 bayi dengan data rinci pada bulan November 2020 terdapat 5 bayi yang mengalami penyakit kuning. pada bulan Desember 2020 terdapat 19 bayi 1 bayi dan pada bulan Januari 2021 dari 12 bayi terdapat 6 bayi menderita penyakit kuning neonatal (Rekam, 2021). Oleh karena itu peran perawat dalam memberikan perawatan pada bayi dengan kasus penyakit kuning neonatal sangat penting, dengan memberikan tindakan yang tepat sesuai kebutuhan maka dapat membantu dalam proses penyembuhan bayi dengan penyakit kuning neonatal.
Dengan data yang diperoleh penulis ingin memberikan gambaran mengenai asuhan keperawatan pada bayi dengan penyakit kuning neonatal.
Tujuan Penulisan
Manfaat Penulisan
TINJAUAN PUSTAKA
- Konsep Anak
- Pengertian bayi baru lahir
- Pengertian tumbuh kembang neonatal (0-28 hari)
- Tahap perkembangan neonatal
- Faktor yang mempengaruhi tumbuh kembang
- Konsep Dasar Penyakit
- Pengertian
- Etiologi
- Patofisiologi
- Manifestasi klinis
- Pemeriksaan Diagnostik
- Komplikasi
- Penatalaksanaan Medis
- Konsep Dasar Keperawatan
- Pengkajian Keperawatan
- Diagnosa keperawatan dan fokus Intervensi
- Pathways
7 Asfiksia neonatal merupakan salah satu faktor terjadinya penyakit kuning pada bayi karena organ tubuh bayi baru lahir tidak cukup menyerap oksigen terutama hati sehingga menyebabkan fungsi organ tidak optimal sehingga mengakibatkan penurunan produksi glikogen di hati. Hal ini dapat menyebabkan penyakit kuning pada bayi (Putri & Rositawati, 2017). b) Faktor ASI. Karena terbatasnya asupan nutrisi bayi baru lahir sepanjang hidupnya, proses ini memakan waktu lama pada bayi baru lahir. Bayi mempunyai waktu istirahat lebih banyak dibandingkan orang dewasa, namun pada bayi yang menderita penyakit kuning pola tidurnya akan berubah karena tidur bayi gelisah karena bayi mudah dehidrasi akibat efek fototerapi (Reeder &.
Keadaan umum bayi dengan hiperbilirubin akan berupa kelemahan, tanda-tanda vital terutama suhu tidak stabil, kulit kuning, dan sklera kuning. Pada pemeriksaan perut, kaji adanya lesi, cari simetri perut, perut pada bayi dengan hiperbilirubin akan berwarna kuning, cari bising usus dan membran timpani akan terdengar di seluruh area perut kecuali hati. Warna kulit bayi baru lahir berat badan lahir rendah akan mempunyai warna kulit merah muda bahkan merah, permukaan kulit akan tampak keriput, mengalami sianosis, terdapat lanugo pada tubuh bayi, kulit masih tipis, pada bayi mengalami penyakit kuning yang kuning. warnanya dimulai dari wajah dan akan menyebar ke badan dan anggota badan.
LAPORAN ASUHAN KEPERAWATAN
- Pengkajian
- Pemeriksaan penunjang
- Terapi
- Analisa data
- Diagnosa keperawatan
- Planning / intervensi
- Implementasi
- Evaluasi
Ketika ada suara yang tidak disangka-sangka. Bu D akan kaget yang menandakan pendengaran bayi tidak terganggu. Dari Ny. Pada pemeriksaan punggung By.Ny.D masih banyak lanugo, tidak ada luka, tidak ada edema, tidak ada ruam.
Alat kelamin tampak bersih, terdapat anus dan belum dipasang kateter pada Ny. D, kulit sekitar kemaluan berwarna kemerahan. Hasil pemeriksaan refleks By.Ny.D meliputi refleks rooting (refleks pencarian), moro (refleks kaget), refleks menggenggam dan refleks Babinski. 31 Oleh Ny.
Pukul 13.15 mengubah posisi bayi untuk menghindari bertambahnya gangguan integritas kulit, respon obyektifnya adalah By. Bu D sudah bergerak untuk berbaring. Pukul 16.20 bayi berganti posisi untuk menghindari bertambahnya gangguan integritas kulit, jawaban obyektifnya adalah Oleh. Bu D sudah bergerak untuk berbaring. Berdasarkan hasil penelitian yang penulis peroleh, penyakit yang diderita oleh By.Ny.D adalah penyakit kuning neonatal.
PERAWATAN ANAK. Baru. D lahir dengan berat badan sangat rendah dan By. Nyonya D mempunyai kadar bilirubin yang tinggi.
PEMBAHASAN
Diagnosa
Pementasan selanjutnya adalah pembersihan daerah perineum dengan air hangat pada pukul 13.40. Respon obyektif dari pementasan ini adalah akan dilakukan pembersihan buang air besar dan kecil dengan air biasa pada jam By.Ny.D. Pementasan selanjutnya dilakukan pada pukul 10.55 dengan penutup mata dan pengukuran jarak lampu dengan kulit bayi, jawaban obyektif yang diperoleh maksimal 30 cm. Pertunjukan selanjutnya dilakukan pada pukul 11.10. Dalam proses fototerapi kami mencoba menggunakan kain linen berwarna putih untuk refleksi. Operasi dimulai pukul 12.30, hal pertama yang dilakukan adalah mengubah posisi bayi agar tidak semakin bertambahnya gangguan integritas kulit.Jawaban objektif Ny.D dipindahkan ke posisi terlentang.
Penerapan selanjutnya adalah pembersihan daerah perineum dengan air hangat pada pukul 12.30 Respon obyektif dari penerapan ini adalah ketika By.Ny.D membersihkan buang air besar dan kecil dengan air biasa. Kemudian pantau suhu bayi pada pukul 15.20. Respon obyektif pada aplikasi kedua adalah hasil pengukuran suhu bayi sebesar 37,2°C. Fototerapi dari Ny D dihentikan pada tanggal 28 Januari 2021 pukul 10.00. Penerapan selanjutnya adalah membersihkan area perineum dengan air hangat pada pukul 16.30. Respon obyektif dari aplikasi ini adalah ketika By.Ny.D membersihkan buang air besar dan kecil menggunakan air biasa.
Diagnosa pertama pada kasus ini setelah dilakukan tindakan keperawatan pada tanggal 26-28 Januari memperoleh hasil yang baik, pada tanggal 29 Januari 2021 pukul 15.00 hasil yang didapat adalah, Kadar bilirubin By.Ny.D normal, warna kulit bayi tidak tidak. kuning, dan sklera tidak kuning. Analisis masalah yaitu masalah teratasi dan perencanaan keperawatan dihentikan. Pada bab ini akan dibahas asuhan keperawatan di By.Ny.D dengan permasalahan keperawatan penyakit kuning neonatal di ruang Peristi Rumah Sakit Islam Sultan Agung Semarang. Data ini tidak jauh berbeda dengan tanda dan gejala yang penulis temukan, tanda dan gejala yang ditemukan pada klien By.Ny.
Penilaian setelah melakukan tindakan keperawatan selama 3 x 24 jam, kadar bilirubin berwarna kuning, oleh karena itu fototerapi dihentikan. Selain itu penulis mengangkat diagnosa risiko kerusakan integritas kulit sebagai diagnosa kedua, karena terdapat penyebab yang sesuai dengan standar diagnosa keperawatan Indonesia yaitu pemberian terapi radiasi yaitu fototerapi pada By.Ny. D untuk 3x24. jam, jika
Diagnosa tambahan
Oleh Ny. Dalam kondisi saat ini, Oleh Baru. By Fru D lahir dengan berat badan yang sangat ringan yaitu 1200 gr dan saat ini By D memiliki berat 1260 gr.
Nyonya Oleh. Kata ibu By.Ny.D, saat hamil 1-3 bulan, ia tidak mengonsumsi vitamin dan suplemen susu, namun setelah 4 bulan menjelang kelahiran anak, ibu By.Ny.D mengonsumsi vitamin dan suplemen susu. . Ayah Ny. D mengatakan bahwa Ny.
Orang tua By.Ny.D mengaku yakin dan pasrah dengan kesembuhan anaknya serta berharap By.Ny.D bisa segera pulang dan berkumpul dengan keluarganya. Kota. Rata-rata buang air besar dan buang air kecil Ny. D adalah 0,9 cc, By. Dari. Baru.
Kata orang tua By.Ny.D, mereka datang ke rumah sakit setiap hari untuk membawakan ASI dan By.Ny.D. Kata ibu By.Ny.D, selama ibu dan ayah By.Ny.D menganut agama Islam, ibu dan ayah By.Ny.D selalu mendoakan kesembuhan putrinya dengan berdoa kepada Allah.
PENUTUP
Simpulan
Diagnosis pertama yaitu penyakit kuning neonatal yang berhubungan dengan usia kurang dari 7 hari ditandai dengan kulit berwarna kuning, sedangkan diagnosis kedua yaitu risiko kerusakan integritas kulit ditandai dengan terapi radiasi. Rencana tindakan keperawatan untuk mencapai hasil yang diinginkan adalah dengan melakukan setiap tindakan keperawatan sebaik mungkin sesuai dengan diagnosa yang ada, misalnya untuk mengatasi tingginya kadar bilirubin pada tubuh bayi.Kondisi By.Ny.D memerlukan fototerapi untuk menurunkannya. bilirubin tinggi dalam tubuh. Penyelenggaraan asuhan keperawatan telah mengalami kemajuan sesuai dengan yang diharapkan dan mencapai hasil yang baik sesuai dengan kriteria hasil yang telah ditetapkan sebelumnya.
Catatan perkembangan proses asuhan keperawatan untuk Oleh. rewel dan memerlukan fototerapi dihentikan dan dimulai kembali bila Oleh. Ny. D diam.
Saran
ASUHAN KEPERAWATAN BAYI. Kata ibu By.Ny.D, di keluarganya tidak ada yang melahirkan secara caesar dan ibu By.Ny.D mengatakan tidak ada kelahiran berat badan lahir rendah (BBLR) di keluarganya, kata ibu By.Ny.D. . bahwa apabila ada riwayat penyakit asam lambung namun tidak ada penyakit keturunan pada keluarga ibu Oleh Ny. D. Dari Ny dengan traksi dada.
Oleh.Ny.D ibu mengatakan bahwa ketika Ny. Bentuk mesocephalic, mahkota rata, rambut hitam tipis, tidak ada lesi, kepala tampak lebih besar dari badan, area wajah kuning. Perut berwarna kuning, pusar ditutupi kain kasa. Inspeksi : tidak ada kemerahan pada tali pusat. Palpasi : tidak ada pembesaran hepar.
Kulit muka, dada, perut, anggota badan berwarna kuning, lanugo masih banyak, dan kulit mati pada badan. By.D (moulting), kulit kering.